cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496328     EISSN : 25496336     DOI : -
Core Subject : Engineering,
JIME (Journal of Industrial and Manufacturing Engineering) is a journal of scientific work in the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Medan Area University which presents research results in the fields of Manufacturing, Ergonomics, and Industrial Management. The accepted journal is expected to be related to increasing productivity and current issue
Arjuna Subject : -
Articles 203 Documents
Pengendalian Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Dengan Metode HIRARC (Studi Kasus: IUIPHKK PT. Belantara Subur) Muhammad Aswar Ayyubi; Yudi Sukmono; Theresia Amelia Pawitra
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol 6, No 1 (2022): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i1.7137

Abstract

IUIPHKK (izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan alam) PT. Belantara Subur adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi kayu. Pekerjaan yang dilakukan di perusahaan ini berupa pemotongan, pembelahan, pengangkatan dan pengemasan kayu. Tempat produksi pada perusahaan ini baru saja berjalan di awal tahun 2020 sehingga belum memiliki sistem K3 yang baik dan pengawasan K3 terhadap pekerja yang juga kurang. Hal ini menyebabkan terjadinya risiko hingga kecelakaan kerja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko dan memberikan usulan pengendalian risiko pada bagian produksi PT. BS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode HIRARC. Dari penilaian risiko yang dilakukan di tempat produksi terdapat empat level risiko yaitu rendah, sedang, tinggi, dan ekstrim. Hasil yang didapatkan dari observasi dan wawancara kepada para pekerja yaitu terdapat 59 potensi bahaya dan 72 risiko dengan 25 risiko level rendah (34,72%), 21 risiko level sedang (29,17%), 22 risiko level tinggi (30,56%) dan 4 risiko level ekstrim (5,56%). Pengendalian risiko yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengendalian secara eliminasi dengan menghilangkan sumber bahaya, substitusi dengan mengganti alat dan bahan, teknis dengan disertai gambar 2D dan 3D, administratif seperti safety talk dan pemberian sanksi, serta pengendalian dengan penggunaan APD (Alat Pelindung Diri).
Pengukuran Kinerja Departemen Gudang PT. Preshion Engineering Plastec Berdasarkan Sink’s Seven Performance Criteria Evi Yuliawati; Lianur Ramadhoni; Nardha Livia Salsavira
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol 6, No 1 (2022): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i1.6892

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman di era modernisasi saat ini banyak sekali aspek-aspek yang harus diperhatikan oleh perusahaan, salah satunya adalah aspek dalam gudang. Aspek tersebut meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, pengontrolan, penempatan raw material, proses inventory, barang jadi serta informasi yang berhubungan dari titik asal kepada titik pemakai untuk tujuan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. PT. Preshion Engineering Plastec adalah perusahaan milik asing (PMA) yang berkembang atau bergerak dalam bidang manufacture industry, Sebagai perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai macam produk, tentunya memiliki proses penyimpanan yang rumit dan kompleks.  Risiko ketidaksesuaian jumlah produk pada gudang secara aktual (Stock Opname) maupuan secara sistem (Sistem On Hand) sering terjadi pada Departemen Gudang PT. Preshion Engineering Plastec. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Departemen Gudang PT. Preshion Engineering Plastec dengan menggunakan model Sink’s Seven Performance Criteria (SSPC). Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 36 Key Performance Indicator (KPI) yang teridentifikasi dari tujuh kriteria kinerja efisiensi, efektivitas, kualitas, profitabilitas, produktivitas, kualitas kehidupan kerja, kreativitas dan inovasi.  Terdapat 15 KPI yang harus segera dilakukan perbaikan. Beberapa rekomendasi perbaikan adalah menambah peralatan pada gudang, melakukan perbaikan berkala pada peralatan serta kepala gudang harus lebih tegas agar tidak terjadi kesalahan penataan produk di gudang.
Analisa Pendekatan Lean Manufacturing Untuk Mengidentifikasi Waste Pada Produksi Hard Wheat di Wilayah IV (Mill MNO) Santika Sari; Reni Wulandari; Annisa Putriana Saputro
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol 6, No 1 (2022): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i1.5672

Abstract

PT. ISM Tbk. Divisi Bogasari Flour Mills Jakarta adalah perusahaan penggilingan gandum pertama dan terbesar di Indonesia yang didirikan tahun 1971, perusahaan ini membantu untuk menjaga ketahanan pangan dan kebutuhan dengan memproduksi produk tepung terigu di Indonesia. Perusahaan perlu menerapkan lean manufacturing untuk mengurangi atau meminimalisir adanya pemborosan dalam sistem produksi sehingga tercipta sistem produksi yang ramping dengan tujuan yang lebih efisien dan efektif. Lean manufacturing adalah metode yang tepat untuk digunakan oleh perusahaan dalam mengidentifikasi tingkat pemborosan atau waste sehingga mampu lebih menekan atau bahkan bisa mengurangi kegiatan atau aktivitas yang tidak bernilai tambah atau yang biasa disebut nonvalue added activity. Analisa pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain metode PAM (Process Activity Mapping), BPM (Big Picture Mapping), dan diagram sebab-akibat (Fishbone). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan dengan melakukan observasi dan wawancara secara langsung ke lapangan, sementara data sekunder didapat dari laporan perusahaan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan 7 pemborosan yang teridentifikasi. Didapatkan beberapa usulan perbaikan waktu aktivitas. Setelah dilakukan perbaikan, kemudian dibandingan waktu actual dengan waktu usulan sehingga waktu yang diperlukan untuk proses produksi mengalami penghematan waktu yaitu sebesar 18264 detik atau 5 jam 5 menit dari yang sebelumnya sebesar 33796 detik atau 9 jam 38 menit.
Analisis Strategi Pemasaran Untuk Meningkatkan Penjualan Tahu Menggunakan Metode Analisa SWOT Dan ANP Di UD. Tahu DK 16 Erni Yusnita; Muhammad Fadli
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol 6, No 1 (2022): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i1.7028

Abstract

UD.Tahu Dk 16 merupakan sebuah usaha home industry yang memproduksi tahu seperti tahu goreng dan tahu sumedang, usaha UD.Tahu Dk 16 terletak di jalan Batang Kuis, Desa Bakaran Batu Dusun III No. 100, Sumatera Utara.Pada dasarnya setiap perusahaan harus memiliki yang tepat dalam menjalankan setiap kegiatan usaha agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan atau dicapai, begitu juga dengan usaha home industry tahu UD. Tahu Dk 16. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana strategi yang baik untuk meningkatkan strategi pemasaran guna meningkatkat volume penjualan dan pengembangan pasar dengan melakukan wawancara, observasi, quisioner sebagai dasar untuk analisa SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats) dan ANP (Analitycal Network Process). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan metode analisa SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats) menghasilkan 5 alternatif strategi SWOT untuk industri tahu tersebut yaitu 1 strategi untuk S-O, 1 strategi untuk W- O, 2 strategi S-T dan 1 strategi untuk W-T. Sementara untuk analytical network process berdasarkan hasil nilai pembobotan yang tertinggi diperoleh dari matriks normalisasi adalah strategi 1 (promosi) sebesar 0,57. Strategi 2 (produk terbaru) sebesar 0,04. Strategi 3 (kemitraan strategis) sebesar 0,11 dan strategi 4 (segmentasi pasar) sebesar 0,25. Dari hasil analisis ANP (Analitycal Network Process) yang didapat adalah strategi atau strategi dalam melakukan promosi lebih diprioritaskan atau di utamakan ketimbang strategi lainnya.
Evaluasi Metode Lean Project Management Pada Proyek Pelaksanaan Pembangunan Tangki Premium, ADO, dan RFO di Pertamina RU V Balikpapan Apriana Intan Permatasari; Anggriani Profita; Suwardi Gunawan
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol 6, No 1 (2022): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i1.6068

Abstract

The implementation of construction projects cannot be separated from various obstacles and failures. These obstacles and failures cannot be seen in real terms, but if they continue, their impact will be visible at the end of the project. So that everything in a project that does not add value or can be called a waste of waste. To overcome this, you can use the Lean Project Management method. Based on identification and interviews with the Premium, ADO, and RFO tank construction project parties at Pertamina RU V Balikpapan, wastes that have the potential to arise during project implementation are waiting, defects, and unpropriate processing of the eight existing wastes. Waiting and defects in this project are caused by environmental factors, humans, machines, materials and unappropriate processing caused by human factors. For the evaluation matrix for late arrivals, a value of 42 is obtained, for bad weather a value of 45 is obtained, the value of equipment damage is 39. The possible risk factors that arise during project implementation are determined based on identification and interviews with the project party, namely bad weather conditions, late arrival of materials, K3 (Occupational Health and Safety), equipment damage, rework.  Keywords:       Fishbone, FMEA, Lean Project Management, Waste
The Effect of Quality and Price on Satisfaction and Impact on Consumer Loyalty Indra Setiawan; Saiful Hendra; Kuwat Suroto; Andie Setiyawan; Ahmad Mico Wahono
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol 6, No 1 (2022): EDISI MEI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i1.7047

Abstract

Quality can be referred to as the characteristics of a product or service that depend on its contribution to satisfying consumer expectations. Quality is very closely related to consumers, namely quality provides an impetus to consumers to establish a strong relationship with the company. FMCG is a wet tissue manufacturer. During the Covid-19 pandemic, the company's customers experienced a drastic decline. The purpose of the study was to analyze the effect of quality and price on consumer satisfaction and its impact on consumer loyalty. This research uses Path Analysis method. Sampling was carried out by 100 respondents using wet tissue. The results showed that the quality and price directly have a significant effect on consumer satisfaction. Directly, customer satisfaction has a significant effect on consumer loyalty. This means that the greater the customer satisfaction, the greater the customer loyalty. Quality and price, it has no significant effect on consumer loyalty without going through customer satisfaction, while quality and price have a significant effect on customer loyalty if through customer satisfaction
Identifikasi Waste pada Proses Produksi Bakso Aci di UMKM Sekar Group Rifka Fachrunnisa; Dino Rimantho
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 6 No. 2 (2022): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i2.7140

Abstract

Tugas masyarakat terkait dengan pembangunan dalam aspek ekonomi salah satunya dengan membuka Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu UMKM yang bergerak di bidang industri makanan yaitu Sekar Group yang menjual produk jajanan Bakso Aci dengan nama produk BOCIKAR. Seiring dengan pertumbuhan bisnis, mendorong peningkatan permintaan pelanggan terhadap produk BOCIKAR. Pertumbuhan bisnis ini dapat menghasilkan banyak pemborosan (waste) dalam berbagai cara. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengidentifikasi dan menganalisis jenis pemborosan dan faktor penyebabnya menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan tujuh waste yang terdiri dari 11 unit defect, overprocessing berupa Bakso Aci yang terlalu matang, dan waktu tunggu total 132,67 menit. Selanjutnya transportation sekitar 11,44 menit, inventory karena bahan yang busuk dan kadaluarsa, motion karena semua kegiatan dilakukan secara manual. Selain itu, overproduction karena ada beberapa unit Bakso Aci berlebih 3-5 unit. Kemudian dari hasil penentuan diagram fishbone yang telah dilakukan, didapatkan faktor-faktor penyebab waste yang teridentifikasi pada proses produksi BOCIKAR, antara lain dari manusia, metode, mesin, material, dan lingkungan.
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Proses Produksi Lemari dengan Metode Hazop pada UKM Rumahkayu Samarinda Ahmad Amiruddin Nur Syam; Yudi Sukmono; Theresia Amelia Pawitra
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 6 No. 2 (2022): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i2.7200

Abstract

UKM Rumahkayu Samarinda merupakan usaha di bidang manufaktur. Pada proses produksi lemari seperti pekerjaan pemotongan, penghalusan, perakitan dan proses pengecatan. Pekerja mengalami kecelakaan berulang kali berupa tangan lecet terjepit kayu, mata terkena debu serbuk kayu, terhirup cairan cat,serta kecelakan terparah seperti tangan terkena mata gerinda, dan iritasi kulit. Dari hasil identifikasi risiko di dapat sembilan potensi bahaya dari keseluruhan kegiatan. Identifikasi risiko selanjutnya penilaian risiko bahaya berupa, satu risiko ekstrim dan satu risiko rendah pada bidang pemotongan, satu risiko tinggi pada bidang penghalusan, tiga risiko rendah pada bidang perakitan,  dan satu risiko tinggi, satu risiko sedang dan satu risiko sedang pada bidang pengecatan. Penilaian risiko untuk mengetahui besarnya suatu risiko dengan mempertimbangkan Likelihood dan Consequences. lima level rendah (55,56%), satu risiko level sedang (11,11%), dua risiko level tinggi (22,22%) dan satu risiko level ekstrim (11,11%). Dari sembilan risiko pada keempat kegiatan kerja telah dilakukan upaya pengendalian administratif berupa edukasi posisi kerja yang baik pada pekerja, menjaga jarak aman dengan mesin, memberikan materi K3 kepada pekerja seperti penjelasan kegunaan APD pada saat berkerja. pengendalian APD seperti Masker Tipe P100, Kaca Mata Bening/Safety Spectacles, Sarung Tangan Tipe Karet Butly, Pelindung Telinga/ earplug, Pelindung Badan/Apron dan Sepatu Safety.
Analisis Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Lucienne (Studi Kasus: Distributor Samarinda) Melinda Anisah Ramadhanty; Anggriani Profita; La Ode Ahmad Safar T
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 6 No. 2 (2022): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i2.7279

Abstract

Lucienne merupakan suatu badan usaha milik perorangan yang menjual produk untuk perawatan kulit. Permasalahan yang dihadapi yaitu harga pada produk Luciene sepadan dengan kualitas yang dihasilkan menurut presepsi para konsumen. Sehingga, perlu dilakukan analisis pengaruh mengenai kualitas dan harga pada produk Lucienne terhadap keputusan pembelian sehingga dapat memberikan perbaikan agar penjualan terus meningkat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Pengambilan data dengan cara melakukan penyebaran kuesioner kepada 70 responden. Hasil pengujian H1 menunjukkan terdapat pengaruh antara kualitas produk terhadap keputusan pembelian dengan thitung sebesar 5,544 > ttabel sebesar 2,00 dan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05. Pada pengujian H2 menunjukkan terdapat pengaruh antara harga terhadap keputusan pembeli dengan thitung sebesar 2,503 > ttabel sebesar 2,00 dan nilai signifikansi sebesar 0,015 < 0,05. Variabel harga berpengaruh sebesar 26,5% dan kualitas produk sebesar 58,7%. Secara simultan harga dan kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Lucienne dengan nilai R2 62,8%, sedangkan sisanya 37,2% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Menggunakan Metode Hazop pada Bengkel Tejo Steel Muhammad Devan Deandra Putra; Dharma Widada; Lina Dianati Fathimahhayati
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 6 No. 2 (2022): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i2.7570

Abstract

Bengkel Tejo Steel merupakan sebuah usaha jasa pembuatan teralis, canopy, pagar,  hingga aksesoris bangunan yang didirikan pada tahun 2014. Bengkel Tejo Steel terletak di Jalan Wiraguna, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Proses pembuatan pagar pada bengkel sering kali tidak menggunkan alat pelindung diri yang disebabkan rendahnya kesadaran karyawan terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hal ini dapat menyebabkan sering terjadinya kecelakaan kerja pada saat bekerja. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dengan mengindentifikasi risiko, memberikan peniliaian risiko terhadap K3 dan memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan hasil identifikasi risiko bahaya kerja yang dapat terjadi pada bengkel las Tejo Steel terdapat 6 temuan potensi bahaya atau hazard di setiap pekerjaan pembuatan pagar. Berdasarkan penilaian pada Risk Matrix, terdapat 3 (tiga) tingkatan level risiko yang berpotensi menimbulkan bahaya kerja. Tingkat risiko tersebut terdiri dari 2 risiko rendah dengan persentase 17%, 1 risiko sedang dengan persentase 8%  dan 9 risiko tinggi dengan persentase 75%. Dari penelitian ini tidak terdapat sumber hazard yang bernilai ekstrem. Berdasarkan potensi bahaya yang ditemukan maka diberikan usulan perbaikan terhadap faktor-faktor K3 pada proses pengerjaan pembuatan pagar di Bengkel Las Tejo Steel yaitu penataan ulang area penyimpanan material dan alat menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti safety helmet, pakaian lengan panjang, ear plug, apron las, helm las dan sepatu safety.