Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Identifikasi Waste pada Proses Produksi Bakso Aci di UMKM Sekar Group Rifka Fachrunnisa; Dino Rimantho
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 6 No. 2 (2022): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v6i2.7140

Abstract

Tugas masyarakat terkait dengan pembangunan dalam aspek ekonomi salah satunya dengan membuka Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu UMKM yang bergerak di bidang industri makanan yaitu Sekar Group yang menjual produk jajanan Bakso Aci dengan nama produk BOCIKAR. Seiring dengan pertumbuhan bisnis, mendorong peningkatan permintaan pelanggan terhadap produk BOCIKAR. Pertumbuhan bisnis ini dapat menghasilkan banyak pemborosan (waste) dalam berbagai cara. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengidentifikasi dan menganalisis jenis pemborosan dan faktor penyebabnya menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan tujuh waste yang terdiri dari 11 unit defect, overprocessing berupa Bakso Aci yang terlalu matang, dan waktu tunggu total 132,67 menit. Selanjutnya transportation sekitar 11,44 menit, inventory karena bahan yang busuk dan kadaluarsa, motion karena semua kegiatan dilakukan secara manual. Selain itu, overproduction karena ada beberapa unit Bakso Aci berlebih 3-5 unit. Kemudian dari hasil penentuan diagram fishbone yang telah dilakukan, didapatkan faktor-faktor penyebab waste yang teridentifikasi pada proses produksi BOCIKAR, antara lain dari manusia, metode, mesin, material, dan lingkungan.
Profil Keterbukaan Inovasi Masyarakat Nelayan Kecamatan Gedangan, Malang dalam Mendukung Program Ekonomi Kreatif Indra Kurniawan Saputra; Yunita Rakhmawati; Rifka Fachrunnisa; Mardiana Lelitawati; Nur'aini Kartikasari; Tsania Wardah Maulidiyah; Febriandri Annisa Murti; Arik Anggara; Aisyah Khoirunnisa
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS) Perguruan Tinggi Mengabdi: Berkarya dan Berinovasi Untuk Membangun Masyarakat Semakin Tangguh di Mas
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SINAPMAS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada akhir dekade ini menuntut semua kalangan masyarakat untuk terbuka terhadap perubahan dan inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran profil keterbukaan inovasi masyarakat nelayan di Kecamatan Gedangan KabupatenMalang sebagai daerah yang secara intens menerima pelatihan dan pembinaan. Sebagai konsekuensinya, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif sebagai pendekatan penelitiannya dengan metode survei. Masyarakat nelayan yang berpartisipasi dalam penelitian ini berjumlah 52 orang dengan 28 laki-laki dan 24 perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan yang beragam mulai dari SD hingga Sarjana. Survei dalam studi ini dilakukan bersamaan dengan acara pelatihan pembuatan saus ikan Juni 2021. Angket keterbukaan terhadap inovasi diukur dengan dengan lima indikator utama yaitu keluasan (breadth); kedalaman (depth); keterlibatan (number of actors); ketercapaian (number of phases); dan kebebasan (freedom). Berdasarkan hasil, hampir semua indikator pengukuran keterbukaan inovasi masyarakat nelayan Gedangan menunjukan rerata di atas 75% (masing-masing keluasan 82%; kedalaman 88%; keterlibatan 78%; ketercapaian 75%; dan kebebasan 94%). Hal ini menunjukan bahwa masyarakat Gedangan memiliki keterbukaan inovasi yang tinggi, sehingga masyarakat di daerah lain juga perlu mendapatkan pelatihan dan pembinaan secara intens.Kata kunci: Keterbukaan inovasi, nelayan, ekonomi kreatif
Effectiveness of Transformative Green Economy in Biology (T-GEB) Learning Model on Changing Students' Conservation Perceptions about Elaeis guineensis Jacq. in Ecology and Socio-Economics Mandandari, Delia; Suwono, Hadi; Fachrunnisa, Rifka
BIOEDUKASI Vol 22 No. 1 (2024)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v22i1.42022

Abstract

Changing perceptions regarding the importance of conservation can be an effort to increase conservation awareness which is still low in society. This research aims to determine the effectiveness of implementing the Transformative Green Economy in Biology (T-GEB) Learning Model in changing students' perceptions of conservation. The sample for this research is class X students of State Senior High School 1 Turen for the 2022/2023 academic year. The type of quantitative research is pre-experimental using pretest-posttest and questionnaires, while qualitative data collection uses reflective essays. The application of the T-GEB Learning Model shows that learning is quite effective in improving students' cognitive learning outcomes, with an N-Gain Score of 58% on biodiversity material and 6.4% on environmental change material. the application of the T-GEB model can change students' perceptions of conservation from previously having a strong percentage of 77.7% to 91.3% which is classified as very strong based on the results of the conservation awareness questionnaire. Changes in students' perceptions of conservation are also supported by the results of reflective essays, with three themes formed, namely awareness of the important role of oil palm, perception of the impact of oil palm expansion, and awareness of conservation through oil palm expansion.
Effectiveness of Advanced Technology and Engineering in Biology Learning Model for SDGs in Changing Student’s Conservation Perceptions about Phytoplankton Group Abdillah, Ghauts Mannah Aji; Suwono, Hadi; Fachrunnisa, Rifka
BIOEDUKASI Vol 22 No. 1 (2024)
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bioedu.v22i1.42021

Abstract

Indonesia has a very diverse biodiversity, but its people still have a low awareness of conservation. The purpose of this study is to determine the effectiveness of applying advanced technology and engineering in biology learning models for SDGs to change students' perceptions of conservation. This research is applied to the material of biodiversity and environmental change. This study’s sample are 10th-grade students of State Senior High School Turen, which were taken using a purposive sampling technique. Methods of data collection using one-group pretest-posttest design, questionnaires, and reflective essays. Data analysis used the Pearson Product Moment validity test, Kolmogorov-Smirnov normality test, homogeneity test, N-Gain score for learning effectiveness, Likert scale descriptive analysis for analyzing questionnaires, and thematic analysis for analyzing reflective essays. This study’s results are the effectiveness of applying this learning model on biodiversity material and environmental change material, both of them are classified as quite effective in changing students' perceptions of conservation. Previously student’s conversation awareness is classified as strong, and now become to very strong. The reflective essay’s result showed this learning provides new insights regarding phytoplankton which makes students aware of the existence of these phytoplankton so that they have an interest in doing conservation.
Pengaruh Podcast dalam PJBL terhadap Learning Ownership Siswa Kelas X SMA pada Pembelajaran Biologi Elysa Firdiani; Herawati Susilo; Rifka Fachrunnisa
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4226

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran Biologi yang berdampak pada belum optimalnya learning ownership dan hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh podcast dalam model Project Based Learning (PjBL) terhadap learning ownership siswa kelas X SMA pada materi Virus dan Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui esai deskriptif dan esai reflektif siswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan PjBL berbasis podcast memiliki tingkat learning ownership lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Peningkatan tersebut terlihat pada aspek motivasi belajar, orientasi tujuan, metakognisi, kegigihan, dan kepercayaan diri siswa. Selain itu, siswa lebih aktif, kreatif, dan mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata melalui kegiatan produksi podcast. Namun, ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan waktu pembelajaran, beban tugas yang tinggi, serta kualitas teknis produksi podcast yang belum optimal. Kesimpulannya, penerapan podcast dalam PjBL mampu meningkatkan learning ownership siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman, meskipun masih memerlukan perbaikan dalam aspek teknis dan manajemen pembelajaran.