cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496220     EISSN : 25496239     DOI : -
This journal is a publication media of research results in the field of machinery that has been carried out by academics or practitioners by following predetermined rules. The research areas include: manufacturing, engineering materials, energy conversion and renewable energy, as well as other machinery fields, such as: mechatronics, hydraulics, plantation tools, and engine maintenance management systems. Each paper that has been sent will be reviewed by a team of experts in their field, and published online through the http://ojs.uma.ac.id/index.php/jmemme url address. This journal was founded in 2017 and has been registered with a print version of ISSN 2549-6220 and the online version of ISSN 2549-6239.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER" : 10 Documents clear
Perencanaan Transmisi dan Poros Bagi PLTMH dengan Head 22 Meter dan Debit Air 50 Liter Per Detik pada Air Terjun Curug Pelangi Medyawanti Pane; Melya Dyanasari Sebayang; Abdi Usia Siahaan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4066

Abstract

Pemanfaatan air sebagai sumber daya alam dari energi terbarukan untuk pembangkit listrik adalah salah solusi alternatif untuk menggantikan kebutuhan bahan bakar fosil. Sebelum perancangan poros dan transmisi pada PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro), dilakukan studi potensi untuk mengetahui gambaran secara umum potensi air. Dicurug pelangi terdapat sungai yang yang memiliki air terjun, yang dapat dipotensikan untuk menghasilkan energi listrik. Namun air terjun saat ini digunakan sebagai destinasi wisata desa. Dari pengamatan dan perhitungan dengan menggunakan pelampung, dan luas penampang sungai diperoleh total debit air Q = 0,05 m3/s. Dari pengukuran juga didapat tinggi air terjun H= 22 m. Berdasarkan ketinggian dan debit jatuh air yang ada, dimensi utama pada turbin air adalah jenis pelton Mikrohidro sebagai pembangkit tenaga penggerak yang direncanakan. Hasil perhitungan untuk head efektif = 23,98 m, dengan debit air yang digunakan untuk memutarkanturbin. Daya yang diperoleh adalah 7,4 kW. Dari data tersebut direncanakan dimensi utama turbin pelton Mikrohidro dengan diameter roda D = 272 mm, jumlah bilah Z = 10 dengan 2 nosel, diameter poros d = 27,2 mm, dengan transmisi yang digunakan adalah V Belt dengan perbandingan 1:2. Dalam merancang poros dan transmisi pada turbin pelton ini air hanya diarahkan untuk meradiasi kesatu sisi, poros akan mengalami gaya aksial (yang sejajar denagan poros).
Analisis Pengaruh Waktu Artificial Age (T6) Terhadap Struktur Kristal, Densitas Dan Kekerasan Paduan Alumunium (6061) Untuk Bahan Sirip Roket Shena Alfath; Budiarto Djono Siswanto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4041

Abstract

Analysis of heat treatment with time and temperature variables on AL6061 alloys which have lightweight, easy to form, corrosion resistant, and good thermal conductivity but have a weaknesses that is his strength. To meet the requirements of the Al-6061 alloy, a T6 heating process can be used. The T6 process begins with heated solid solution at temperatures above 500 ° C held for 1 hour, then dip it quickly in water media, as well as the artificial aging process time variations of 45, 90, 180 minutes at a temperature of 200°C. After the cooling process, the specimen is then carried out metallographic process. Hardness test by Vickers scale, obtained that Al6061 alloy without heat treatment gave a hardness rate of 50,.30 HV. Al6061 test sample which heat treatment gave the highest hardness value of 65,1 HV obtained at a combination of aging temperature of 200°C aging time of 180 minutes, an increase in hardness value of 29,42%. In testing the crystal structure using a Scanning Electron Microscope (SEM), showed that the Al6061 test sample without heat treatment showed the dominant Al matrix, whereas in the Al6061 test sample after going through the T6 process, the Mg2Si phases were used to harden the alloy. For the results of crystal size, dislocation density, and crystal lattice strain using the concept of X-Ray Diffraction (XRD), showed a decrease in crystal size and dislocation density at 45 minutes and 90 minutes, then at 180 minutes the size of the crystal and dislocation density increased. While the lattice strain has increased, and reached its highest value in 180 minutes.
Analisa Pengaruh Temperatur dan Kelembaban Terhadap Perubahan Panjang dan Gugus Fungsi Pada Material Plastik PMMA (Polymethymethacrylate) Muhammad Riski Arifiyanto; Budiarto Djono Siswanto; Bantu Hotsan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4057

Abstract

Perubahan panjang material plastik PMMA (Polimethymethacrylate) dapat terjadi karena pengaruh temperatur dan kelembaban. Untuk mengetahui laju perubahan panjang material plastik PMMA pada kondisi didalam kontainer saat transportasi, dilakukan pengujian dengan mensimulasikan kondisi temperatur dan kelembaban ketika di dalam kontainer. Perubahan panjang ini terjadi hingga mencapai titik maksimum, berapa lama waktu yang dibutuhkan material plastik PMMA stabil dan tidak terjadi lagi perubahan panjang, serta mengetahui pengaruh temperatur dan kelembaban terhadap gugus fungsi yang terbentuk. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian material plastik PMMA menggunakan mesin chamber yang dapat mensimulasikan kondisi temperatur dan kelembaban didalam kontainer ketika proses transportasi, diantaranya high temperature – high humidity, high temperature – low humidity, low temperature – high humidity, low temperature – low humidity. Serta mengetahui gugus fungsi yang terbentuk. Hasil pengujian menunjukan perubahan panjang yang terbesar terjadi pada kondisi low temperature – high humidity dengan perubahan panjang sebesar 0.36 mm atau 0.146% dan mencapai titik stabil diaman tidak lagi terjadi perubahan panjang pada hari ke-21. Sedangkan, untuk perubahan panjang terkecil ialah pada kondisi high temperature – low humidity, pada kondisi ini terjadi penyusutan panjang sebesar -0.14 mm atau -0.0567% dan mencapai titik kestabilannya pada hari ke-4. Dari percobaan yang dilakukan tidak terjadi perubahan gugus fungsi pada senyawa material plastik PMMA. Hal ini menunjukan temperatur dan kelembaban di dalam kontainer tidak memengaruhi gugus fungsi yang terbentuk.
Pengaruh Waktu Artificial Aging terhadap Struktur Kristal, Kerapatan Dislokasi dan Kekerasan pada Paduan Al-7075 Dian Permata Putri; Budiarto Djono Siswanto; Dikky Antonius
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4045

Abstract

Sintesis paduan Aluminium (7075) dengan metalurgi butiran dan proses T6 serta pengaruh waktu artificial aging terhadap struktur kristal, ukuran kristal, kerapatan dislokasi, regangan kisi, dan kekerasan telah dilakukan. Aluminium murni pada umunya mempunyai sifat lunak, tahan korosi, konduktivitas termal yang baik, dan dapat  ditempa, namun untuk meningkatkan sifat mekanik melalui perlakuan panas T6 (solid solution, quenching, age hardening). Paduan aluminium 7075 dilakukan proses solid solution suhu 5500C selama 1 jam, didinginkan hingga mencapai suhu ruang dan selanjutnya proses penuaan buatan (artificial aging) dengan variasi waktu 1, 24 dan 30 jam pada suhu 2000C didinginkan hingga mencapai suhu ruang. Proses selanjutnya sampel akan dilakukan proses metalografi. Paduan aluminium 7075 mencapai kekerasan maksimum pada suhu artificial aging 2000C dengan holding time 1 jam sebesar 23,035 HBN, karena terbentuk presipitat (endapan) Mg2Si dan MgZn2. Sedangkan pengujian untuk sampel Aluminium 7075 tanpa perlakuan panas mempunyai nilai kekerasan sebesar 20,118 HBN. Namun pada sampel material paduan Al 7075 setelah penuaan buatan dari waktu tahan 1 jam dibandingkan waktu tahan 24 jam dan 30 jam terjadi penurunan kekerasan sebesar 17,93% dan 14,58%. Pengujian komposisi unsur kimia pada Aluminium 7075 dengang menggunakan EDX, menunjukkan komposisi unsur kimia yang sama yaitu Al, Mg,Si, dan Zn. Ukuran kristal terbesar pada bidang indeks Miller (2 0 0) terjadi pada perlakuan panas artificial aging pada suhu 200oC holding time 30 jam sebesar 23,94550 nm. Dan ukuran kristal terkecilnya terjadi pada perlakuan panas artificial aging pada suhu 200oC holding time 24 jam sebesar 3,4405 nm. Densitas dislokasi terbesar pada bidang indeks Miller (2 0 0), perlakuan panas artificial aging pada suhu 200oC holding time 24 jam sebesar 0,08448 garis/mm2. Untuk densitas dislokasi terkecil pada bidang indeks Miller (2 0 0), perlakuan panas artificial aging pada suhu 200oC holding time 24 jam sebesar 0,00174 garis/mm2. Regangan kisi mikro terendah pada bidang indeks Miller (3 1 1), perlakuan panas artificial aging pada suhu 200oC waktu tahan 30 jam yaitu 3,78% dan regangan kisi mikro terbesar pada bidang indeks Miller (3 1 1), perlakuan panas artificial aging pada suhu 200oC waktu tahan 30 jam yaitu 27,9%.
Analisis Penggunaan Knalpot Berbahan Komposit Untuk Mengurangi Tingkat Kebisingan Pada Motor Suzuki Satria khairuddin tampubolon; Fider Lumbanbatu
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4065

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk sejalan dengan pertambahan jumlah Produksi dan Pemakaian kendaraan bermotor. Selain meningkatnya penggunaan Sepeda motor baru, tidak sedikit Sepeda motor bekas dan bahkan Sepeda motor kategory Sepeda motor tua masih dipakai. Menurut pengamatan Peneliti hal ini telah menimbulkan sejumlah permasalahan, diantaranya: sumber kebisingan atau polusi suara. kemudian terjadinya Polusi  Udara akibat gas buang dan pemakaian bahan bakar lebih, karena penggunaan Sepeda motor bekas category tua. Keadaan ini berlangsung terus menerus mungkin tanpa mereka sadari dampaknya, dapat kita lihat Setiap keluarga kebanyakan mempunyai sepeda motor 2 atau 3 buah. Padahal alternatif lain masih ada yaitu dengan menggunakan angkutan umum. Melihat fenomena ini Peneliti tertarik melakukan penelitian dengan tujuan: 1.Menganalisis tingkat kebisingan yang ditimbulkan Sepeda Motor, 2.Menganalisis Emisi Gas Buang Sepeda Motor, 3. Menganjurkan Pemakaian Knalpot berbahan Komposit untuk Mengurangi kebisingan, 4.Menganalisis pengaruh penggunaan Knalpot bahan Komposit pada Sepeda Motor terhadap penggunaan bahan bakar. Penelitian ini dilakukan diWorkshop Kampus UPMI Medan dan sebagai objeknya adalah Knalpot Sepeda Motor Suzuki Satria sedangkan proses analisis tingkat Kebisingan dan Test Emisi Gas Buangnya dilakukan di Laboratorium Teknik Universitas Sumatera Utara Medan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi terkontrol secara total. Dari hasil penelitian diperoleh: 1. Perbandingan tingkat kebisingan knalpot pada rpm 1000, terjadi penurunan kebisingan yaitu: 10,52 %, 2. Sedang Perbandingan tingkat kebisingan knalpot pada putaran 4000 rpm, terjadi penurunan kebisingan sebesar : 5.22 %. Luaran penelitian ini akan dipubikasikan ke Jurnal Terakreditasi (SINTA), sedangkan Tingkat Kesiapterapan Teknologinya berupa: 1. Referensi Penggunaan Knalpot berbahan Komposit, 2. Data hasil penelitian tentang Analsis Polusi  Suara.
Analisis Pengaruh Suhu Artificial Age Terhadap Kekerasan, Densitas dan Struktur Kristal Paduan Alumunium (5052) Untuk Bahan Sirip Roket Regi Megantara; Budiarto Djono Siswanto; Dikky Antonius
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4040

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan percobaan perlakuan panas T6 terhadap paduan Al 5052 yang mempunyai sifat kuat, ringan, mudah dibentuk, tahan karat, serta konduktifitas termal yang baik namun memiliki kelemahan yaitu kekuatannya . Untuk memenuhi syarat paduan Al-5052 sebagai bahan fin roket, dapat dilakukan metode proses pemanasan T6. Proses T6 dimulai dengan dipanaskan solid solution pada suhu diatas 500°C ditahan selama 1 jam, kemudian dilakukan pendingan cepat melalui media air, serta proses penuaan buatan (artificial aging) dengan variasi suhu 140°C, 170°C dan 200°C selama 30 menit. Setelah proses pendinginan, spesimen ini kemudian dilakukan proses metalografi. Karakterisasi kekerasan dengan skala Vickers, diperoleh bahwa paduan Al 5052 tanpa perlakuan panas memberikan angka kekerasan sebesar 86,10 HV. Sampel uji Al 5052 yang mengalami perlakuan panas memberikan nilai kekerasan tertinggi sebesar 144,90 HV diperoleh pada kombinasi temperature aging 200°C waktu aging 30 menit, terjadi kenaikan nilai kekerasan sebesar 68%. Pengujian struktur mikro dengan Scanning Electron Microscope (SEM), menunjukkan bahwa pada sampel uji Al 5052  tanpa perlakuan panas terlihat matriks Al yang dominan, sedangkan pada sampel uji Al 5052 setelah melalui proses T6 memunculkan fasa MgZn2  yang meningkatkan nilai kekerasan (sifat mekanik) secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan kadar Mg dalam jumlah yang besar pada paduan Alumunium juga dapat menaikkan kekuatan tarik. Pengujian ukuran kristal, kerapatan dislokasi, dan regangan kisi mikro dengan X-Ray Diffraction (XRD), menunjukkan bertambahnya ukuran kristal seiring dengan lamanya waktu pemanasan penuaan buatan. Sedangkan densitas dislokasi dan regangan kisi meningkat selama dengan variasi suhu 140°C, 170°C dan 200°C.
Pengaruh Campuran Silikon Pada Aluminium Terhadap Kekerasan Dan Tingkat Keausannya Wispi Elbar; khairuddin tampubolon
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4070

Abstract

Salah satu Faktor penentu kekeran dan keuletan Logam yaitu dari proses pemotongannya sebab proses pemotongan logam merupakan suatu proses yang digunakan untuk mengubah bentuk dari logam (komponen mesin) dengan cara memotong. Proses pemotongan dengan menggunakan pahat potong yang dipasang pada mesin perkakas Komponen mesin yang terbuat dari logam mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Umumnya dibuat dengan proses permesinan dari bahan yang berasal dari proses penuangan (casting) atau proses pengolahan bentuk (forming). Karena bentuknya yang beraneka ragam tersebut maka proses permesinan yang dilakukannya pun bermacam-macam sesuai dengan bidang yang dihasilkan yaitu silindrik atau rata dan ini akan berpengaruh terhadap kekuatan logam. Begitupun dengan bahan campurannya yang harus diuji lagi dan disesuikan dengan kegunaannya. Sehubungan dengan hal tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian dengan tujuan: 1. Untuk Mengetahui pengaruh gaya potong pada kekerasan Aluminium, 2.Untuk Mengetahui pengaruh gaya potong pada keausan Aluminium, 3.Untuk Mengetahui Tingkat Kekerasan Aluminium setelah ditambah Silikon, 4.Untuk Mengetahui Tingkat Keausan Aluminium setelah ditambah Silikon. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium teknik mesin Growth Center LLDikti Wil 1 Sumut Medan, Adapun objek penelitian ini adalah Material Aluminium 6061 dan Silikon, Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi terkontrol secara total. Hasil penelitian ini akan dipubikasikan ke Jurnal Terakreditasi (SINTA), sedangkan Tingkat Kesiapterapan Teknologinya berupa: Data hasil penelitian.
Analisa Gaya Radial Pada Proses Turning Menggunakan Sensor Strain Gauge Mohamad Muhklisin
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.3992

Abstract

Industri permesinan merupakan bagian dari industri manufaktur yang pengerjaannya menggunakan alat potong (cutting tool) untuk memotong benda kerja. Pada saat proses pemotongan pahat akan menghasilkan gaya pemotongan yang dipengaruhi oleh parameter putaran spindel, pemakanan dan kedalaman potong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara akurat pengukuran gaya radial dan mengetahui parameter yang berpengaruh terhadap gaya pemotongan. Desain alat ukur gaya dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan serta menambah pengetahuan mengenai metode pengukuran terhadap 3 komponen gaya pada proses bubut.  Pengujian dilakukan dengan cara mengukur gaya pada pahat menggunakan sensor strain gauge yang diletakkan pada tool post mesin bubut. Pengolahan data didesain menggunakan metode taguchi dan analisa dengan pendekatan statistik anova. Hasil dari anova menggunakan uji F dengan taraf signifikansi 0,05 membuktikan parameter spindle speed terbukti berpengaruh lebih besar dibandingkan parameter feeding. 
Pengaruh Arus Pengelasan Shield Metal Arc Welding dengan Elektroda E7018 pada Baja Karbon Rendah gumilar ramadhan sugihrahma
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat mekanik dan struktur mikro plat baja karbon rendah ketebalan 10 mm yang dibuat kampuh V sebesar  dan dilas dengan arus 100 A, 125 A dan 150 A dengan las SMAW menggunakan elektroda E7018 diameter 3,2 mm. Spesimen dilakukan pengujian tarik, ketangguhan dan foto mikro. Ketangguhan pada daerah las tertinggi pada kelompok spesimen variasi arus 125 Ampere yaitu sebesar 1,29 Joule/, dibandingkan dengan kelompok spesimen variasi arus 100 Ampere dan 150 Ampere. Kekuatan tarik tertinggi untuk daerah lasan terjadi pada kelompok spesimen variasi arus 100 Ampere yaitu 516,2 MPa, dibandingkan dengan kelompok variasi arus 125 Ampere dan 150 Ampere. Stuktur mikro pada daerah HAZ terdapat Ferrite windmanstanten, ferrite accicular, dan perlite. Dengan semakin besar variasi arus pengelasan semakin halus juga butiran struktur mikro yang terdapat pada daerah HAZ. Sesuai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan variasi arus pengelasan terjadi perubahan struktur sehingga berpengaruh terhadap sifat mekanis lasan pada material.
Implementasi Analisis Karakteristik Komposit Serat Knaf Menggunakan Metode Uji Impek Untuk Jenis Spesifikasi Ukuran Kecil Junaidi J Junaidi; Anggri Abdirullah; Muhammad Bayu Prakoso
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.3920

Abstract

Penelitian ini menganalisa hasil karakteristik dari beberapa macam sfesifikasi yang di buat seperti 80/20,70/30.60/40,50/50,40/60,dengan mengambil hasil ???? dari Peralatan Universal Impact Tester .Dari hasil nya untuk Serat Knaf Panjang dan Serat Kenaf Pendek dianalisa masing masing Sfesifikasi diuji dengan 3 kali Percobaan dengan hasil ???? yang berubah . Hasil pada Spesifikasi 80/20 didapat ???? adalah 1370,1470,1570, kemudian untuk 70/30 didapat ???? adalah 610,480,560,selanjutnya untuk Spesifikasi 60/40 didapat ???? adalah 670,730 , 830 selanjutnya untuk Spesifikasi 50/50 didapat ???? adalah 800,760,560, kemudian untuk Spesifikasi 40/60 adalah 990,870  dan 640 ..Dari hasil seluruh Spesifikasi dibuat karakteristik untuk dapat menganalisa hasil yang ada pada ???? ,untuk serat panjang  maupun serat pendek yang masing  masing  Spesifikasi di uji 3 kali masa pengujiannya

Page 1 of 1 | Total Record : 10