cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Pengaruh Rebranding Linkaja terhadap Peningkatan Brand Image Produk dan Loyalitas Pelanggan Grapari Graha Merah Putih Nadia Amelia Poluan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4266

Abstract

Penelitian ini berjudul pengaruh rebranding LinkAja terhadap peningkatan brand image produk dan loyalitas pelanggan Telkomsel di Grapari Graha Merah Putih Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah setelah terjadi rebranding pada LinkAja terdapat pengaruh terhadap peningkatan brand image produk dan loyalitas pelanggan. Peneliti membagikan kuesioner kepada 363 orang pelanggan telkomsel yang menjadi sampel. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi untuk mengetahui pengaruh yang terdapat pada masing-masing variabel dan teknik analisis sobel untuk melihat variabel mediasi. Hasil penelitian terdapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan brand image produk, terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan Hasil pada sobel disimpulkan bahwa inderect effect signifikan pada taraf signifikansi sehingga variabel loyalitas dapat mediasi dari variabel brand image. Hasil yang di dapat variabel rebranding yang di mediasi oleh brand image dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel loyalitas. Kesimpulan pada penelitian ini  terdapat berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan brand image produk, signifikan terhadap loyalitas pelanggan, dan Hasil pada sobel disimpulkan taraf signifikansi sehingga variabel loyalitas dapat mediasi dari variabel brand image. Hasil yang di dapat variabel rebranding yang di mediasi oleh brand image dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel loyalitas.
WhatsApp Sebagai Media Dakwah Penyuluh Agama Islam pada Masa Pandemi Covid-19 Sri Muchlis
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 2 (2020): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i2.4033

Abstract

The purpose of this research is how WhatsApp as a medium of preaching by the Islamic religious extension office of the Ministry of Religion of Asahan district during the Covid-19 pandemic. This research method uses descriptive analysis with a qualitative approach. The results obtained through this research are the implementation of communication elements in the research as follows: (1) Communicators, Islamic religious extension agents of the Ministry of Religion, Asahan Regency; (2) The message in question is a message of da'wah. (3) Communists are Muslim communities in Asahan Regency who are members of the majelis taklim or recitation groups formed by extension agents; (4) Channels, using tools in the form of microphones, loudspeakers, and video recording applications as well as whatsapp; 5. Effect, is the expected result after a lecture by the Islamic religious extension agents in Asahan Regency. In carrying out his preaching through the WhatsApp application, there are obstacles so that the da'wah is not optimal, namely: (1) Technical obstacles, smartphone ownership is not evenly distributed among the congregation; (2) Physical or organic obstacles in the form of limited internet quota; (3) Geographical location of the congregation makes signal difficult; and (4) Thought barrier in the form of different opinions of the congregation in responding to the use of WhatsApp as a medium of preaching. The conclusions obtained are that whatsapp as a da'wah medium has met the elements of communication and the implementation of da'wah is hampered by (1) technical obstacles; (2) physical or organic barriers; (3) Geographical; and (4) retardation of thought.
Penyerapan dan Pemanfaatan Kompetensi Komunikasi dalam Membentuk Excellent Public Relation melalui PERHUMAS BPC Riau Genny Gustina Sari; Welly Wirman; Tutut Ismi Wahidar; Ikhma Zurani; Salwa Fahira; Gasela Hardianti
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4443

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada upaya-upaya merumuskan kebijakan-kebijakan yang nantinya bisa diterapkan di Intansi-intansi yang ada tidak hanya dalam skala regional namun juga nasional mengenai apa dan bagaimana PR itu selayaknya di lapangan sehingga kita mampu mewujudkan kompetensi komunikasi yang excellent. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada 4 orang informan dari PERHUMAS Wilayah Riau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk mewujudkan excellent PR tidak bisa hanya dari satu pihak saja, kerjasama dan integrasi yang solid antara perusahaan yang berkomitmen mewujudkan excellent PR dengan praktisi PR yang tidak berhenti memperbaiki kualitas mereka. Hambatan dalam mewujudkan excellent PR di Wilayah Riau sejauh ini adalah kurangnya pemahaman mengenai fungsi dan tugas humas, divisi humas masih dianggap sebagai pelengkap dan digabungkan dengan divisi lainnya, minimnya pelatihan kehumasan baik ditingkat akademisi maupun masyarakat serta penerapan excellent PR dianggap terlalu sulit dan rumit untuk diwujudkan. Kesimpulan penelitian ini bahwa Penyerapan kompetensi komunikasi PR di beberapa Intansi di Provinsi Riau dirasa masih belum maksimal.
Persepsi Remaja terhadap Konten Prank di Media Sosial Moulita Moulita
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.4882

Abstract

Beberapa jenis konten prank yang diajukan dalam penelitian ini adalah prank gembel/ pengemis, prank ojol, prank tes kejujuran, prank giveaway, prank di tempat umum/wisata, prank teman/keluarga, prank gold digger, prank melibatkan polisi, prank bom, dan prank horor. Penelitian ini dilakukan bertujuan  memperoleh gambaran tentang persepsi remaja mengenai konten prank di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden penelitian adalah para pelajar Sekolah Menengah Atas di Kota Medan yang berjumlah 200 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui aplikasi Google Form. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain konten prank yang paling disukai adalah prank tes kejujuran, prank giveaway, prank gembel/pengemis, serta prank teman/keluarga. Jenis-jenis konten prank yang tidak disukai adalah prank bom, prank yang melibatkan polisi, prank ojek online, dan prank gold digger. Persepsi terhadap nilai-nilai positif yang terdapat dalam konten prank menurut responden adalah kedermawanan, kesetiakawanan, serta pantang menyerah, sementara persepsi mengenai nilai negatif antara lain merugikan orang lain, memberi contoh buruk, dan dapat menimbulkan kemarahan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa Konten prank dikemas sedemikian rupa untuk memberikan hiburan bagi para penontonnya, diperlukan kebijaksanaan dan kecerdasan semua pihak dalam mengakses dan memproduksi konten yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi khalayak dan masyarakat.
Analisis Percakapan Komunikasi dalam Menentukan Keberhasilan Pesan Taufik Wal Hidayat
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.5632

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis percakapan komunikasi dalam menentukan keberhasilan pesan yang disampaikan komunikator dan komunikan. Interaksi terjadi tidak hanya semata-mata pertemuan secara face to face atau tatap muka. Media sosial merupakan sebuah media online dalam pergaulan komunikasi di dunia maya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengambil berbagai sumber dari buku referensi, jurnal-jurnal dan artikel. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Sosok komunikator dan integritas pribadi yang baik, dibarengi penyampaian dan perilaku yang baik, dalam percakapan di media daring akan sangat menentukan pesan tersebut sampai dan sesuai tujuan. Pendekatan rasional dan pengelolaan makna yang tepat, akan semakin memudahkan interaksi terjadi sedangkan penyampaian secara rasional dan tidak bersinggungan dengan norma yang ada menjadikan komunikasi efektif. Kesimpulan mendapati bahwa Percakapan dalam media sosial telah merubah tatanan pergaulan manusia. Masyarakat bisa menjelajah setiap ruang dan waktu yang tanpa batas melalui media baru (internet). Munculnya media daring, memungkinkan seseorang atau kelompok melakukan pembicaraan atau percakapan, berpartisipai, berbagi, dan menciptakan jejaring komunikasi secara online. 
Fenomena Sensasi di Media Sosial dan Dampaknya terhadap Perilaku Remaja Nurhanifah Nurhanifah
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.5013

Abstract

Fenomena sensasi memberikan kepuasan tersendiri kepada pengguna karena mendapatkan respon dari viewers dalam memberikan rasa candu bagi pengguna media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena sensasi di media sosial dan dampaknya terhadap perilaku remaja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka. Hasil yang peneliti peroleh bahwa penggunaan media sosial oleh remaja dapat mempengaruhi perilaku remaja dengan rincian waktu penggunaan media sosial berkisar antara 3 sampai dengan 10 jam termasuk didalamnya melakukan berbagai sensasi di media seperti mengupload foto dan memasukkan konten video. Kesimpulan peneliti peroleh bahwa penggunaan media sosial oleh remaja dapat mempengaruhi perilaku remaja. Penggunaan media sosial tidak hanya sekedar berbagi informasi namun sekarang sudah merambah kepada mengumbar sensasi. Sisi lain memberikan kepuasan tersendiri kepada pengguna karena mendapatkan respon dari viewers sehingga sangat rentan terhadap fenomena sensasi adalah usia antara 18-21 tahun.
Internalisasi Makna Komunikasi Gerakan Tari Guel Sanggar Sekolah Menengah Pertama Swasta Budi Dharma Subhan AB; Hasan Basri
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.5833

Abstract

Internalisasi makna komunikasi dalam gerakan tari guel pada sanggar tari Sekolah Menengah Pertama Swasta Budi Dharma di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui internalisasi makna komunikasi yang apa pada gerakan tari guel. Metode yang digunakan adalah metode deskrptif dan jenis penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pemasukan makna komunikasi yang disampaikan melalui gerakan-gerakan yang ada dalam tari guel. Makna komunkasi dalam tari guel disampaikan melalui gerakan dimulai dengan gerakan munatap, redep, ketibung, kepur nunguk, sengker kalang, seneng lintah dan yang terakhir adalah gerakan cicang nangka. Tari guel yang merupakan tarian asal Daerah Gayo merupakan gambaran sejarah dan wujud kebudayaan yang mengandung makna dalam tarian tersebut. Setiap gerakan mengadung makna tersendiri dan semoga tari guel akan terus dilestarikan oleh generasi penerus khususnya  pemuda Daerah Gayo. Kesimpulan yang diperoleh bahwa internalisasi makna komunikasi yang mempengaruhi sikap melalui gerakan tubuh pada saat menari tarian geul.
Representasi Perdamaian dan Harmoni: Analisis Semiotika pada Iklan YouTube Achmad Jamil; Rizki Briandana; Rustono Farady Marta; Yessi Mareta Andari Putri
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.5323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perdamaian dalam iklan Coca-Cola edisi Small Word Machines-Bringing India and Pakistan Together yang dipublikasikan di media YouTube pada 19 Mei 2013. Konsep ideologi dalam iklan mengacu pada konsep bahwa ideologi merupakan suatu bentuk gambaran ideal yang bertujuan untuk menarik perhatian melalui teks sebagai produk media massa. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes. Iklan dianalisis melalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes. Hasil penelitian menyimpulkan iklan Coca-Cola edisi “Coca-Cola Small Word Machines- Bringing India and Pakistan Together” mempunyai ideologi atau misi perdamaian untuk warga India dan Pakistan melalui sebuah iklan, namun terlihat jelas dari penggambaran perdamaian yang ditunjukan bahwa perusahaan Coca-Cola terlihat ingin memanfaatkan konflik horizontal antara India dan Pakistan sebagai upaya untuk meningkatkan bisnis Coca-Cola yang secara tidak langsung akan meningkatkan nilai jual produk minuman Coca-Cola di kedua negara tersebut dengan kampanyenya “Open Happines” khususnya di New Delhi, India.. Penelitian ini menyimpulkan bahwa representasi perdamaian dalam pembuatan iklan tidak hanya semata-mata untuk menyatukan warga India dan Pakistan, melainkan adanya kepentingan kapitalisme atau  keuntungan bisnis bagi perusahaan Coca-Cola.
Perkembangan Media Sosial pada Humas Digital dalam Industri 4.0 Dimas Ahmad Rifandi; Irwansyah Irwansyah
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.5376

Abstract

Media Sosial telah menjadi fenomena tidak terbendung, pada penelitian ini khususnya bidang humas digital diharuskan beradaptasi kedalam media sosial di industri 4.0. Tujuan penelitian untuk mengetahui perkembangan media sosial humas digital dalam industri 4.0 di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan merupakan meta analisis dengan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian diperoleh bahwa media sosial telah mengalami transformasi dalam industri 4.0 yang berkontribusi lebih banyak kepada  digital public relations sebagai alat untuk social listening, digital story telling, social purpose. Persaingan semakin kompetitif dengan penggunaan word of mouth, electronic word of mouth membuat suatu brand semakin dikenal dengan penggunaan strategi kampanye di media sosial untuk menimbulkan interaksi antar sesama pengguna sosial media, industri 4.0 memiliki peranan penting dalam perkembangan media sosial untuk meningkatkan citra dan reputasi perusahaan di Indonesia. Kesimpulan yang diperoleh bahwa media sosial telah mengalami transformasi dalam industri 4.0 yang dapat  berkontribusi lebih banyak kepada perkembangan digital public relations.
Kearifan Lokal Budaya Jawa Dalam Film “Tilik” Ilma Saakinah Tamsil
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 2 (2021): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i2.5584

Abstract

Tilik merupakan warisan asli budaya Jawa yang mengangkat pola keseharian masyarakat Indonesia pada umumnya. Tujuan penulisan untuk menjabarkan bagaimana kearifan lokal budaya jawa di dalam film Tilik. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif menggunakan konsep triadic Charles Sanders Peirce yang kemudian diaplikasikan menjadi konsep matter of expression di dalam film melalui adegan, karakter, bahasa dan dialog yang ditampilkan selama 32 menit. Hasilnya ditemukan kearifan lokal budaya Jawa khususnya masyarakat pedesaan melalui kebiasaan yang sering dihadapi oleh masyarakat dalam kesehariannya. Budaya Tilik yang dilakukan ibu-ibu Jawa ini sebagai bentuk toleransi serta rasa kebersamaan antar warga melalui sikap teposliro. Pemaparan simbol Jawa terlihat dari karakter pemeran film, setting keindahan alam Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, suasana jalan raya yang dilewati truk, keindahan sawah, serta Jawa Ngoko masyarakat desa sangat terasa melalui dialog yang digunakan di dalam keseluruhan film namun terdapat nilai-nilai budaya yang dikonstruk dan diproduksi sehingga memberikan penilaian bahwa pemaparan wanita Jawa yang disajikan di dalam film sedikit berlebihan menjadi proses penandaan, praktik yang membuat suatu hal menjadi memiliki makna. Kesimpulan yang diperoleh bahwa kearifan lokal budaya Jawa khususnya masyarakat pedesaan melalui kebiasaan yang sering dihadapi oleh masyarakat dalam kesehariannya.