cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Analisis Sosial Ekonomi dan Ekologi Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Fazayanti, Qori Nur; Wahyuni, Ekawati Sri; Nurdinawati, Dina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.377-390

Abstract

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dimaksudkan untuk memberikan arah pengelolaan sumberdaya hutan dengan memadukan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial. Masyarakat yang terlibat dalam PHBM tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kondisi sosial ekonomi anggota dan non anggota KTH Cibulao Hijau serta kondisi ekologi berdasarkan persepsi responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data dianalisis dengan cara uji independent sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHBM telah memberikan perbedaan kondisi sosial yang signifikan antara anggota dan non anggota. Tidak ada perbedaan signifikan pada kondisi ekonomi, tetapi PHBM berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga anggota KTH yang sudah panen kopi sebesar 47.81 persen dan sebesar 23.90 persen bagi pendapatan rumah tangga anggota KTH yang belum panen kopi. Kondisi ekologi saat ini berada pada kategori sedang berdasarkan persepsi responden.Kata Kunci: kondisi ekologi, kondisi sosial ekonomi, KTH, PHBM=====ABSTRACTCommunity Based Forest Management (CBFM) is intended to provide the direction of forest resources management by integrating economic, ecological, and social. Communities who involve in CBFM join into the Forest Farmer Group (FFG). This research was conducted in Tugu Utara Village, Cisarua Subdistrict, Bogor Regency. The general objective of this research is to analyze the differences in socio-economic condition of members and non-members of FFG Cibulao Hijau and ecological conditions based on the respondent perceptions. The method used in this research is quantitative data approach supported by qualitative data. The data were analyzed by independent sample T-test. The results of the study indicate that CBFM has provided significant differences in social conditions between members and non-members. There is no significant difference in economic conditions, but CBFM contributed to the household income of KTH members who had harvested coffee by 47.81 percent and by 23.90 percent for the income of households of KTH members who had not harvested coffee. The current ecological conditions are in the medium category based on the respondent perceptions.Keywords: CBFM, FFG, ecological impact, socio-economic condition
Peranan Kepemimpinan dalam Resiliensi Komunitas terhadap Erupsi Gunung Merapi Istikasari, Yani; Panjaitan, Nurmala K
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

Erupsi Gunung Merapi merupakan salah satu penyebab kerentanan komunitas Kalitengah Lor. Kerentanan membuat komunitas harus melakukan suatu upaya agar komunitas tersebut dapat resilien. Resiliensi komunitas akan terwujud dengan adanya aksi kolektif dan peranan kepemimpinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kerentanan komunitas Kalitengah Lor, menganalisis aksi kolektif komunitas, menganalisis peranan kepemimpinan dalam resiliensi komunitas terhadap erupsi Gunung Merapi. Hasil penelitian menunjukkan komunitas Kalitengah Lor memiliki tingkat kerentanan tinggi. Peranan kepemimpinan dan tingkat partisipasi pada aksi kolektif komunitas Kalitengah Lor Tinggi. Peranan kepemimpinan dan adanya aksi kolektif komunitas dapat mengatasi dampak yang ditimbulkan dari erupsi gunung Merapi 2010 sehingga tingkat keberfungsian sistem dan tingkat kenyamanan komunitas Kalitengah Lor tahun 2017 meningkat. Resiliensi komunitas Kalitengah Lor dibangun melalui pembaharuan yang dilakukan pemimpin bersama komunitas dalam membangun wisata lokal, serta regenerasi dan reorganisasi kelembagaan di dalamnya.Kata kunci: aksi kolektif, peranan kepemimpinan, kerentanan, resiliensi komunitas.======ABSTRACTMount Merapi eruption is one of the causes of Kalitengah Lor’s community vulnerability. Vulnerability makes the community have to do an effort to make itresilient. Community resilience will be realized by collective action and the role of leadership. The purpose of this study was to analyze the vulnerability of Kalitengah Lor’s community, to analyze collective action,and to analyze the role of leadership in community resilience towardsMount Merapi eruption. The results show Kalitengah Lor’s community have a high level of vulnerability. The role of leadership and participation level of collective action in Kalitengah Lor’s community was high. The role of leadership and community’s collective action can overcome the impact of Mount Merapi eruption on 2010, so functioning system level of Kalintengah Lor’s community comfortable level was increased on 2017. Kalitengah Lor community is a resilient community. The resilience of Kalitengah Lor’s community was built through renewal by leader and community in local tourism development, the regeneration, and reorganization of the institutional in it.Keywords:collective action, role of leadership, vulnerability, community resilience.
Peran Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Program BUMDes "Karya Bahari" (Kasus: Desa Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah) Minanto, Rahmat Ageng; Muljono, Pudji; Hamzah, Hamzah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

RAHMAT AGENG MINANTO. Peran Kepemimpinan Kepala Desa terhadap Partisipasi Masyarakat dalam Program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Di bawah bimbingan PUDJI MULJONO dan HAMZAH.Pendekatan pembangunan dari pinggiran merupakan konsep pembangunan untuk desa saat ini. Salah satu bentuk pembangunan tersebut adalah dengan adanya BUMDes. Pembentukan BUMDes tidak dapat berjalan sesuai dengan rencana apabila tidak disertai dengan partisipasi masyarakat. Kepala desa sebagai pemimpin memiliki peran untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan peran kepemimpinan kepala desa dengan partisipasi masyarakat dalam program BUMDes. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran kepemimpinan kepala desa termasuk dalam kategori tinggi sedangkan partisipasi masyarakat tergolong rendah. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa peran kepemimpinan kepala desa memiliki hubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat pada tahap pelaksanaan. Hal tersebut disebabkan oleh kepala desa yang memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk mengikuti kegiatan BUMDes.Kata kunci: pembangunan, partisipasi, BUMDes, kepala desa
Sistem Pengelolaan Ekowisata dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Anggota Komunitas Selaras Alam Fauziah, Piranti Dwi; Kinseng, Rilus A
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.325-340

Abstract

Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ekowisata Istana Rakyat memiliki dampak positif yaitu meningkatnya kesejahteraan anggota komunitas Selaras Alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan dan partisipasi Komunitas Selaras Alam dalam Ekowisata Istana Rakyat, menganalisis peningkatan kesejahteraan anggota secara keseluruhan sebelum dan setelah bergabung dengan Komunitas Selaras Alam dalam kegiatan ekowisata, dan menganalisis hubungan partisipasi dalam pengelolaan Ekowisata Istana Rakyat dengan peningkatan kesejahteraan anggota dalam kegiatan ekowisata. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode sensus dengan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya hubungan yang cukup kuat antara tingkat partisipasi dengan tingkat kesejahteraan anggota komunitas Selaras Alam. Hal ini dikarenakan tingkat kesejahteraan yang maningkat dapat menambah kemauan anggota untuk berpartisipasi. Selanjutnya, secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kesejahteraan anggota sebelum dan setelah bergabung dengan komunitas Selaras Alam.Kata kunci: ekowisata, dampak, kesejahteraan masyarakat=======ABSTRACTEcotourism is a form of tourism that is responsible for environmental sustainability and also can improve the welfare of the local community. Istana Rakyat Ecotourism has a positive impact, namely the increased welfare of members of the Selaras Alam community. This research aims to analyze management system and participation of Selaras Alam Community in the Istana Rakyat Ecotourism, analyzing the improvement of the welfare in overall the members before and after joining Selaras Alam Community in ecotourism activities and  Analyzing the relationship of participation in the management of the Istana Rakyat Ecotourism with improvement welfare of members in the activities of ecotourism. Data collection technique in this research used the census with a quantitative approach supported by qualitative. The result obtained indicate that there is a strong correlation between the levels of participation and the level of welfare of members Selaras Alam community. This is because a high level of welfare can increase the willingness of members to participate. Then, with statistical analysis, there are significant differences between the level of welfare of members before and after the joining the Selaras Alam community.Keywords: ecotourism, impact, community’s welfare
Hubungan antara Partisipasi Masyarakat dengan Efektivitas Program Kampung Iklim Wangi, Desi Sekar; Muljono, Pudji
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 5 (2020): Article in Press
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.5.%p

Abstract

Program Kampung Iklim adalah Program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sudah diterapkan di beberapa wilayah di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah dan semua pihak berharap Program Kampung Iklim mampu mengatasi masalah perubahan iklim di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, penulis meneliti tentang efektivitas Program Kampung Iklim di RW 07, Kelurahan Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik individu dari masyarakat dan peran kader PKK sebagai aktor pada Program Kampung Iklim yang memiliki keterkaitan dengan partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang menggunakan teknik sensus dan informan dipilih secara sengaja (purposive). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif atau tampak berhubungan tidak nyata antara partisipasi masyarakat dengan efektivitas Program Kampung Iklim.
KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK TANI, KEDINAMISAN KELOMPOK DAN KEMAMPUAN ANGGOTA DALAM USAHATANI Maylina, Erin; Amanah, Siti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

ABSTRACTThe leadership of farmers’ group plays a crucial role in boosting the group dynamic as well as the ability of the member. The research aims at analyzing the relations between the leadership of farmers’ groups and the group dynamic and ability of the group member in managing the farm, survey to two farmer’s groups namely Bina Mekarsari and Rawasari was conducted in Purwasari Village, Dramaga District, Bogor Regency. A number of 15 active members from each group were selected as respondents (total farmers involved in the survey were 30)., Interviews with the respondents were administered to gather the data about the leadership and the dynamics of the group. Rank-Spearman Correlation was used to test the correlation between the variables. The research results show that the leadership behaviour and leadership abilities have positive correlation with the level of dynamism of Rawasari Farmers Group. There is no correlation between, leadership styles and the level of group dynamics. However, in Bina Mekarsari Farmer Group, the three leadership indicators do not have correlation with the level of group dynamics. It is also interesting in the two groups, individual characteristics of farmers do not correlate with the group dynamics and also the correlation does not exist between the group dynamics and the ability to manage the farms. This indicates, the leaders of the groups are the centrals for the groups and the members to develop better.Keywords: ability of group members, farmer group, group dynamics, leadershipABSTRAKKepemimpinan kelompok tani memainkan peran penting dalam meningkatkan dinamika kelompok serta kemampuan anggota. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kepemimpinan kelompok tani, dinamika kelompok dan kemampuan anggota kelompok dalam mengelola pertanian, survei terhadap dua kelompok tani yaitu Bina Mekarsari dan Rawasari dilakukan di Desa Purwasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Sejumlah 15 anggota aktif dari masing-masing kelompok dipilih sebagai responden (jumlah petani yang terlibat dalam survei adalah 30). Wawancara dengan responden diberikan untuk mengumpulkan data tentang kepemimpinan dan dinamika kelompok. Korelasi Rank-Spearman digunakan untuk menguji korelasi antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku kepemimpinan dan kemampuan kepemimpinan memiliki korelasi positif dengan tingkat dinamika Kelompok Tani Rawasari. Tidak ada korelasi antara gaya kepemimpinan dan tingkat dinamika kelompok. Namun, pada Kelompok Tani Bina Mekarsari, ketiga indikator kepemimpinan tersebut tidak memiliki korelasi dengan tingkat dinamika kelompok. Menariknya pada dua kelompok, karakteristik individu petani tidak berkorelasi dengan dinamika kelompok dan juga tidak ada korelasi antara dinamika kelompok dan kemampuan mengelola pertanian. Ini menunjukkan, pemimpin kelompok adalah pusat bagi kelompok dan anggota untuk berkembang lebih baik.Kata kunci: dinamika kelompok, kelompok tani, kemampuan anggota, kepemimpinan
Keefektifan Diseminasi Informasi Cyber Extension melalui Telepon Genggam Robbiansyah, Fathan; Sumardjo, Sumardjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.503-516

Abstract

Cyber extension merupakan sebuah upaya untuk menggunakan jaringan internet, akses dunia maya dan multimedia interaktif digital, untuk memfasilitasi penyebarluasan berbagai informasi yang dapat membantu menyelesaikan masalah serta mengembangkan pertanian. Perlu diketahui faktor apa yang berperan penting dalam keefektifan penyebaran informasi dan bagaimana hubungannya dengan peningkatan kapasitas petani. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis hubungan setiap indikator karakteristik individu petani dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani; (2) Menganalisis hubungan antara aksesibilitas informasi petani dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani; dan (3) Menganalisis hubungan intensitas mengakses informasi dan melakukan komunikasi dalam bidang pertanian dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani. Pengambilan data dilakukan dengan metode sensus, sebagai data primer dengan panduan kuesioner dan data kualitatif digunakan peneliti dengan melakukan wawancara mendalam kepada responden dan informan menggunakan panduan pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Karakteristik individu yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani adalah tingkat kekosmopolitan; (2) Aksesibilitas informasi berhubungan sangat kuat dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani; dan (3) Indikator intensitas komunikasi interaktif dalam bidang pertanian menunjukkan hubungan kuat dengan keefektifan diseminasi informasi yang dirasakan oleh petani.Kata Kunci : aksesibilitas informasi, keefektifan diseminasi informasi, manfaat cyber extension=====ABSTRACT Cyber extension is an effort to use the internet networks, cyberspace access and digital interactive multimedia, to facilitate the dissemination of various information that can help solve the agricultural problem and develop the farming. It is necessary to know what factors play an important role in the effective dissemination of information and how it relates to increasing the capacity of farmers. The objectives of this study are (1) To analyze the relationship between the indicator of farmer individual characteristics and the effectiveness of information dissemination that felt by farmers; (2) Analyzing the relationship between information accessibility and the effectiveness of information dissemination that felt by farmers; and (3) Analyzing the relationship of accessing information and communication intensity in agriculture field with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers. Data was collected by the census method as primary data with questionnaire guidance and qualitative data used by researchers by conducting in-depth interviews with informants using question guides. The results showed that (1) Individual characteristics that showed a very strong association with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers were the level of cosmopolitanism; (2) Information accessibility has a very strong association with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers; and (3) The intensity of interactive communication in agriculture showed a very strong association with the effectiveness of information dissemination that felt by farmers.Keywords: benefits of cyber extensions, the effectiveness of information dissemination, information accessibility
Partisipasi Anggota Binaan Kelompok Ekowisata di Desa Cikole Bandung Barat Deizi, Fina Muthia; Fatchiya, Anna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 5 (2020): Article in Press
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.5.%p

Abstract

ABSTRACTThe participation of the group members, LMDH Giri Makmur, is important in the success of a tourism development program in Cikole Village. This study aims to identify internal and external factors that encourage group members in managing tourism, identify the level of participation of group members and analyze the factors that influence the level of participation of group members. This research uses quantitative research methods supported by qualitative data. Quantitative methods are tested with regression tests and the selection of respondents using census techniques. The number of respondents in this study was 36 respondents. Results of this research is the level of participation of ecotourism members group in managing PAL 16 tourism is quite high at the planning, implementation, utilization of results and evaluation stages. Furthermore, the factors that have a significant influence on the level of participation of ecotourism members group in tourism management are internal factors (age, length of stay, level of income, length of membership and level of group desire) and external factors (level of Perhutani support, level of support for facilities and infrastructure and level of support group).Keywords : community participation, ecotourism, forest, group. village ABSTRAKPartisipasi anggota binaan kelompok yaitu LMDH Giri Makmur merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan suatu program pengembangan wisata di Desa Cikole. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendorong anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata, mengidentifikasi tingkatan partisipasi anggota binaan kelompok dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi anggota binaan kelompok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode kuantitatif diuji dengan uji regresi dan pemilihan responden menggunakan teknik sensus. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 36 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata PAL 16 cukup tinggi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan evaluasi. Selanjutnya faktor yang memiliki pengaruh nyata dalam tingkat partisipasi anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata ialah faktor internal (usia, lama tinggal, tingkat pendapatan, lama keanggotaan dan tingkat keinginan berkelompok) dan faktor eksternal ( tingkat dukungan perhutani, tingkat dukungan sarana dan prasarana dan tingkat dukungan kelompok) Kata Kunci : desa, ekowisata, hutan, kelompok, partisipasi masyarakat
Peran Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Rahmadani, Suci Awalia; Hapsari, Dwi Retno
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.449-462

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Usaha Mikro Kecil dan Menengah digunakan untuk mengurangi pengangguran dan menyerap tenaga kerja. Pemasaran menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh UMKM. Komunikasi pemasaran terpadu dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan dengan menggunakan komponen-komponen yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pemasaran terpadu pada peningkatan pendapatan UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan responden sebanyak 33 orang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik UMKM dengan komunikasi pemasaran terpadu, tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pelaku UMKM dengan komunikasi pemasaran terpadu, terdapat hubungan yang signifikan antara komponen komunikasi pemasaran terpadu dengan peningkatan pendapatan UMKM, dan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi pemasaran terpadu dengan peningkatan pendapatan UMKM.Kata kunci: komunikasi pemasaran terpadu, peningkatan pendapatan, usaha mikro kecil dan menengah==========ABSTRACTThe growth and development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) has a positive impact on the Indonesian economy. MSMEs are used to reduce unemployment and absorb labor. Marketing is one of the main problems faced by MSMEs. Integrated marketing communication can be used to introduce products to customers by using existing components. This study aims to analyze the role of integrated marketing communication in increasing MSME income. This study uses a quantitative approach that is supported by qualitative data with 33 respondents. The results obtained showed that there was no significant relationship between the characteristics of MSMEs with integrated marketing communication, there was no significant relationship between the characteristics of MSMEs actors with integrated marketing communications, there was a significant relationship between the components of integrated marketing communication with an increase in MSME income, and there was a significant relationship between integrated marketing communication with an increase in MSME income. Keywords: income rise, intergrated marketing communication, Micro, Small and Medium Enterprises
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Ciamis Jawa Barat Kurniawati, Nur Puti; Sadono, Dwi; Wahyuni, Endang Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.545-560

Abstract

Agricultural extension agent was the main spearhead in carrying out counseling. A good agricultural extension agent can be reflected in their performance. The purpose of this study were: (1) describe the characteristics of agricultural extension agent, (2) describe the level of competence, level of work motivation, and describe level of performance of agricultural extension agent, (3) analyze the relationship between characteristics of agricultural extention agent and the level of performance of agricultural extension agent, (4) analyze the relationship between the level of competency of agricultural extension agent and the level of performance of agricultural extension agent, (5) analyze the relationship between the level of motivation of agricultural extension agent and the level of performance of agricultural extension agent. Responden in this study were 48 field extension agent who are civil servant in Ciamis Regency West Java and selected by census. Data were analyzed using Rank Spearman correlation test. The results showed that agricultural extension agent in Ciamis Regency were dominated by extension agent who were old, undergraduate educated, had little training, and had a long working period. Agricultural extension agent in Ciamis Regency generally have sufficient competency which tends to be high and generally dominated by the need for achievement motivation. The results also show that there is a relationship between managerial competence and performance, social competence with performance, technical competence with performance, level of competency with performance, and the need for achievement with performance.Keywords: Agricultural Extension Agent,Competence, Motivation, Performance.

Filter by Year

2017 2025