cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Dinamika Awig-Awig dan Pengaruhnya terhadap Keberlanjutan Tanah Adat Pertiwi, Putu Riana; Mardiana, Rina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.125-136

Abstract

Awig-awig is a customary law that governs the life of the community in Pakraman. Environmental management and land resources in a pakraman are also regulated in the Awig-awig. Awig-awig is dynamic, which means moving and making adjustments to the conditions of society. Awig-awig dynamics that occur in pakraman are related to the sustainability of customary land in pakraman because the management of customary lands is regulated in awig-awig. This study aims to identify the local knowledge and practice of traditional customary land management, awig-awig dynamics, the sustainability of customary land from ecological, social, cultural, religious, and economic aspects and identify the influence of awig-awig dynamics on the sustainability of customary land. The research method used was survey research using questionnaire instruments to get quantitative data and in-depth interviews to get the qualitataive data. The results showed that there were awig-awig dynamics in the Traditional Village of Tenganan Pegringsingan and there was an influence of awig-awig dynamics on the sustainability of customary land.Key words: awig-awig dynamics, customary land, sustainabilityABSTRAKAwig-awig merupakan hukum adat yang mengatur tata kehidupan masyarakat di desa pakraman. Pengelolaan lingkungan dan sumberdaya tanah di suatu desa pakraman juga diatur dalam ketentuan awig-awig. Awig-awig yang terdapat di masyarakat bersifat dinamis yang artinya bergerak dan melakukan penyesuaian terhadap kondisi masyarakat. Dinamika awig-awig yang terjadi dalam desa pakraman memiliki keterkaitan terhadap keberlanjutan tanah adat di desa pakraman karena pengelolaan tanah adat diatur dalam awig-awig. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan praktik pengelolaan tanah adat, dinamika awig-awig, keberlanjutan tanah adat dari aspek ekologi, sosial, budaya, sistem religi, dan ekonomi serta mengidentifikasi pengaruh dinamika awig-awig terhadap keberlanjutan tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan instrumen kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif dan metode wawancara mendalam untuk memperoleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi dinamika awig-awig di Desa Adat Tenganan Pegringsingan dan terdapat pengaruh dinamika awig-awig terhadap keberlanjutan tanah adat.Kata Kunci: dinamika awig-awig, keberlanjutan, tanah adat
ANALISIS STRUKTUR NAFKAH DAN KECEPATAN EKSPANSI LAHAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA SAWIT Putri, Rachmi Wildan Aghnia Meutia; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

The expansion of oil palm plantations is an effort to improve peoples' welfare through land clearing. This expansion led to changes in household livelihood strategies around the plantation area. Various tactics and mechanism are conducted by a household to adapt to changes in order to maintain and improve their life. The expansion of forest areas into oil palm plantations leads to changes in livelihoods structures in all layers of the farm household. Widespread of palm oil plantations cause a shock to farm household. Shock is able to be faced by utilizing file livelihood assets (natural capital, human capital, social capital, physical capital, financial capital). The purpose of this paper is to identify the expansion of plantations occurring in farm households and to livelihood structure of farm households. The method used this research is a quantitative method supported by qualitative data. The result of this research shows that the higher economic level of a farmer household, the faster expansion of oil palm farmland. The palm oil on the farm sector contributes the most income of oil palm household.Key words: expansion plantations, livelihood strategy, livelihood structureABSTRAK Ekspansi perkebunan sawit merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lahan. Ekspansi ini menyebabkan perubahan strategi nafkah rumah tangga sekitar kawasan. Ekspansi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perubahan struktur nafkah pada semua lapisan rumah tangga petani. Perkebunan kelapa sawit yang meluas menimbulkan kesulitan bagi rumah tangga petani. Kesulitan tersebut dihadapi oleh rumah tangga petani dengan cara memanfaatkan lima modal nafkah (modal alam, SDM, sosial, fisik dan finansial). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi ekspansi perkebunan yang terjadi pada rumah tangga petani sawit dan menganalisis struktur nafkah rumah tangga petani sawit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi lapisan ekonomi rumah tangga petani sawit, maka semakin cepat ekspansi lahan yang dilakukan. Sektor on farm kelapa sawit menyumbang pendapatan paling tinggi pada struktur pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit.Kata Kunci : ekspansi perkebunan, strategi nafkah, struktur nafkah
Hubungan Partisipasi Petani dengan Keberlanjutan Sistem Pertanian Terpadu Mina Padi Ittaqillah, Esti; Sadono, Dwi; Wahyuni, Endang Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.55-72

Abstract

The government is currently developing an integrated agricultural system for mina padi in order to optimize agricultural land that can increase the productivity of agricultural land, improve the welfare of farmers and support food security. Farmers participation in implementing the mina padi system is expected to support sustainable agriculture in the ecological, economic, social, technology-infrastructure and institutional dimensions. This study aims to analyze the relationship between the level of farmer participation and the sustainability of the integrated mina padi farming system. Data were collected using a questionnaire instrument and analyzed using the Rank Spearman correlation test. The results of the study involving 42 respondents showed that farmers were considered to be quite participatory and the rice mina system was quite sustainable. Farmer characteristic that significantly related to the level of participation is the level of cosmopolitan. The external factors that significantly related to the level of participation, are the role of instructors, market access, and information availability. The level of participation, in general, is significantly related to all dimensions the level of sustainability, including ecological, economic, social, infrastructure-technology, and institutional dimensions.Keywords: sustainability, mina padi, participation, integrated farming. ABSTRAKPemerintah saat ini sedang mengembangkan sistem pertanian terpadu mina padi dalam rangka mengoptimalisasi lahan pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian, menyejahterakan petani dan mendukung ketahanan pangan. Partisipasi petani dalam menerapkan sistem mina padi diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan pada dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi-infrastruktur dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi petani dengan keberlanjutan sistem pertanian terpadu mina padi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian yang melibatkan 42 responden menunjukkan bahwa petani tergolong cukup partisipatif dan sistem mina padi yang cukup berkelanjutan. Karakteristik petani yang berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi yaitu tingkat kekosmopolitan. Faktor eksternal yang berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi yaitu, peran penyuluh, tingkat akses pasar, dan ketersediaan informasi. Tingkat partisipasi secara umum berhubungan nyata dengan semua dimensi tingkat keberlanjutan, yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi-infrastruktur dan kelembagaan.Kata kunci: keberlanjutan, mina padi, partisipasi, pertanian terpadu.
Hubungan Motivasi dan Penggunaan Internet dengan Tingkat Kepuasan pada Petani Perempuan Rohtianado, Yedha Ristya; Prasodjo, Nuraini Wahyuning
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.249-260

Abstract

Nowadays, the internet as an information and communication technology allows being used by all actors without exception, including those involved in agriculture. The use of the internet in the delivery of agricultural information has the opportunity to transform traditional agriculture into modern agriculture. The use of information and communication technology is very close to the identity of men. Women are often only used as objects and find various obstacles. It is suspected that there are differences among women using internet media. This research aims to analyze the relationship between characteristics and motivation with internet usage and the relation between internet usage with the level of satisfaction by women farmers. This research uses census methods to 33 women farmers KWT Puspa Sari in Kedung Badak Village. The results showed that age and income level has a significant correlation with frequency. Motivation factors have correlations with frequency and intensity. Meanwhile, the intensity has a correlation with satisfaction information.Keywords: internet, satisfaction, motivation, women farmers. ABSTRAKSaat ini internet sebagai teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan untuk digunakan oleh semua pelaku tanpa terkecuali, termasuk pelaku yang menekuni bidang pertanian. Penggunaan internet dalam penyampaian informasi pertanian berpeluang untuk merubah pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat dekat dengan identitas laki-laki. Kaum perempuan sering hanya dijadikan sebagai obyek dan menemukan berbagai kendala. Diduga terdapat perbedaan di kalangan perempuan dalam menggunakan media internet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan motivasi dengan penggunaan internet serta bagaimana hubungan penggunaan media internet dengan tingkat kepuasan pada petani perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sensus kepada 33 petani perempuan anggota Kelompok Wanita Tani Puspa Sari di Kelurahan Kedung Badak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia dan tingkat penghasilan memiliki hubungan yang signifikan dengan frekuensi. Faktor motivasi memiliki hubungan dengan frekuensi dan intensitas. Sementara itu, intensitas memiliki hubungan dengan kepuasan informasi.Kata kunci: internet, kepuasan, motivasi, petani perempuan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA DAN SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT Utama, Trianka Priya; Agusta, Ivanovich
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Community participation is crucial in planning, implementing and evaluating infrastructure development. The purpose of this study is to analyze the relationship of individual characteristics and social solidarity with community participation in the village infrastructure development phase and analyze the relationship of community participation in village infrastructure development phases with the level of quality of community participation.This research uses quantitative approach supported by qualitative data, then using Rank Spearman test analysis. The results of this study indicate that individual characteristics with age and income variables are correlated to participation in all stages except the implementation stage that is not correlated to income. The level of education is not correlated to participation in all stages. Social solidarity which consists of the level of help, the level of cooperation, and the level of assistance to rural development correlated to participation in all stages of development except the level of help is not correlated to participation in the planning stage. Participation in the decision-making stage, benefits, and evaluation correlated to the level of quality of participation. Participation in the implementation phase is not related to the level of quality of participation.Keywords : community participation, infrastructure development, social solidarity ABSTRAK Partisipasi masyarakat sangat penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik individu dan solidaritas sosial terhadap partisipasi masyarakat dalam tahapan pembangunan infrastruktur desa serta menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dalam tahapan pembangunan infrastruktur desa dengan tingkat kualitas partisipasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif, kemudian menggunakan analisis uji Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik individu dengan variabel usia dan pendapatan berhubungan dengan partisipasi dalam semua tahapan kecuali tahap pelaksanaan yang tidak berhubungan dengan pendapatan. Tingkat pendidikan tidak berhubungan dengan partisipasi dalam semua tahapan. Solidaritas sosial yang terdiri dari tingkat tolong menolong, tingkat kerja sama, dan tingkat bantuan terhadap pembangunan desa berhubungan dengan partisipasi dalam semua tahapan pembangunan kecuali tingkat tolong menolong yang tidak berhubungan dengan partisipasi tahap perencanaan. Partisipasi dalam tahap pengambilan keputusan, menikmati hasil, dan evaluasi berhubungan dengan tingkat kualitas partisipasi. Partisipasi tahap pelaksanaan tidak berhubungan dengan tingkat kualitas partisipasi.Kata Kunci : partisipasi masyarakat, pembangunan infrastruktur, solidaritas sosial
Gender Dan Alokasi Pemanfaatan Remitan Dalam Rumah Tangga Migran TKI Laki-Laki Zulkifli, Riqa Arifah; Nurdinawati, Dina; Wahyuni, Ekawati Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.2.195-206

Abstract

Migration is the way that husband do to fulfil the household needs of life and improve the level of household welfare. A remittance is a form of fulfilment for household workers in the form of money, ideas, and opinion. The purpose of this study is to identify the influence of household characteristics and the characteristics of TKI on the level of equality of access and control. Research conducted with a quantitative method supported by qualitative data. The unit of research analysis is households. The results of this study indicate that most of TKI households allocate remittances for consumption needs and social investment. The level of equality of access and control in remittance utilization is in an unequal condition. In this study, the status of working wives, household income, and the magnitude of remittances affect the level of equality of access. The magnitude of remittance is an indicator of the characteristics of migrant workers that affects the level of equality of control.Key words: access and control, allocation of remittance, TKIABSTRAKMigrasi merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh kepala keluarga yaitu suami untuk memenuhi kebutuhan hidup serta meningkatkan taraf kesejahteraan rumah tangganya. Remitan merupakan bentuk pemenuhan bagi rumah tangga TKI berupa uang, ide-ide, dan gagasan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi pengaruh karakteristik rumah tangga dan karakteristik TKI terhadap alokasi pemanfaatan remitan dalam rumah tangga dan mengidentifikasi pengaruh karakteristik rumah tangga dan TKI terhadap tingkat kesetaraan akses dan kontrol. Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif. Unit analisis penelitian adalah rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan rumah tangga TKI paling banyak mengalokasikan remitan untuk kebutuhan konsumi dan investasi sosial. Tingkat kesetaraan akses dan kontrol dalam pemanfaatan remitan berada pada kondisi tidak setara. Pada penelitian ini status bekerja istri, pendapatan rumah tangga, dan besarnya remitan mempengaruhi tingkat kesetaraan akses. Besarnya remitan adalah indikator karakteristik TKI yang mempengaruhi tingkat kesetaraan kontrol.Kata kunci: akses dan kontrol, alokasi pemanfaatan remitan, TKI
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR BERBASIS CO-MANAGEMENT. KASUS: KADIE LIYA, KECAMATAN WANGI-WANGI SELATAN, KABUPATEN WAKATOBI Wibowo, Mochammad Faizal Arief; Satria, Arif
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Co-management is an alternative model of coastal resources management requires multi-stakeholder integration and collaboration to maintain the sustainability of resources. This research aims to analyze implementation of Wakatobi collaborative coastal resource management and influence of internal and external factors to participation level of Liya community. This research is taking place on Kadie Liya, Wangi-Wangi Selatan district, Wakatobi. Method that used in this research is mix methods, combining qualitative and quantitative approach. Quantitative data analysis used simple linear regression test that tested to 45 respondents. The result of this research showed that implementation of Wakatobi collaborative coastal resource management has instructive type, both in decision making, implementation, monitoring and evaluation.  Generally, internal factors have no influence to Liya community level of participation. External factors have influence to community level of participation, especially in PAAP Kadie Liya program.Keywords: co-management, community participation, resources management, stakeholderABSTRAKCo-management merupakan sebuah model alternatif dari pengelolaan sumberdaya pesisir yang mensyaratkan adanya integrasi dan kolaborasi multipihak untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pengelolaan kolaboratif sumberdaya pesisir Wakatobi dan pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap tingkat partisipasi masyarakat Liya. Penelitian ini berlokasi di Kadie Liya, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mix methods, menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan uji regresi linear sederhana yang diujikan pada 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengelolan kolaboratif sumberdaya pesisir Wakatobi memiliki tipe instructive baik dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi. Secara umum, faktor internal tidak memiliki pengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi masyarakat Liya. Faktor eksternal berpengaruh nyata terhadap tingkat partisipasi masyarakat, khususnya dalam Program PAAP Kadie Liya.Kata kunci: co-management, pengelolaan sumberdaya, partisipasi masyarakat, stakeholder
PERAN PARTISIPASI TERHADAP KEBERLANJUTAN PROGRAM PADA KOMUNITAS TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DI KAMPUNG PULO GEULIS Susanto, Didik Hari; Panjaitan, Nurmala Katrina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

TOGA Program (Family Medicinal Plants) is a program that aims to solve problems in Kampung Pulo Geulis, but in fact there are many programs implemented but not in accordance with the problems and needs of the community. The success of a program occurs due to the participation of community participants who take part in the program which can make the program sustainable. The purpose of this study was to prove the role of participation in the sustainability of the program at the TOGA community (Family Medicinal Plants) in Kampung Pulo Geulis. The research method used in this study was to use quantitative methods combined with a qualitative research approach. The results of the study found that the participation role was moderate so the TOGA program in Kampung Pulo Geulis did not continue. The sustainability of the TOGA program is recommended to carry out activities such as holding competitions so that the program can run again and be more participatory in holding events related to the TOGA program.Keywords: Participation, Sustainability, TOGA program ABSTRAKProgram TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan program yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada di Kampung Pulo Geulis, namun kenyataanya telah banyak program yang dilaksanakan tetapi tidak sesuai dengan masalah dan kebutuhan pada masyarakat. Keberhasilan suatu program terjadi akibat terdapatnya partisipasi dari peserta masyarakat yang mengikuti program tersebut yang dapat membuat program tersebut bersifat berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya peran partisipasi terhadap keberlanjutan program pada komunitas TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di Kampung Pulo Geulis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dikombinasikan dengan data penelitian kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa peran partisipasi berada pada kategori sedang sehingga program TOGA di Kampung Pulo Geulis tidak berlanjut. Keberlanjutan dari program TOGA ini disarankan untuk melakukan kegiatan seperti mengadakan lomba-lomba agar program dapat berjalan kembali dan lebih partisipatif dalam mengadakan acara terkait program TOGA.Kata kunci: Keberlanjutan, Partisipasi, Program TOGA
Hubungan Tingkat Keterdedahan dengan Tingkat Kepuasan Pendengar Radio Komunitas Remaja FM di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Anggiany, Reisha Widia; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.73-86

Abstract

This research is motivated by the importance of the role of community radio which is considered quite strategic, inexpensive and simple in providing agricultural information to residents, especially in rural areas. The purpose of this study was to analyze the characteristics of listeners and their relationship with the level of the listenership of the Community Radio Youth, to analyze the relationship between the broadcasts of community radio broadcasts and the level of satisfaction of the Youth Community Radio listeners. The study used a survey research method of 50 listeners to the FM Youth community radio using accidental sampling techniques, using the Chi-Square statistical test and Spearman Rank. The results of the study showed that the characteristics of respondents who had a negative and significant relationship were age with disability level, namely the frequency of listening, while the frequency and duration of listening to the level of listener satisfaction had a relationship but were not too significant.Keywords: community radio, level of involvement, level of satisfactionABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi pentingnya peranan radio komunitas yang dinilai cukup strategis, murah dan sederhana dalam memberikan informasi pertanian untuk penduduk khususnya di pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik pendengar dan hubungannya dengan tingkat keterdedahan pendengar Radio Komunitas Remaja FM,  menganalisis hubungan keterdedahan siaran radio komunitas dengan tingkat kepuasan pendengar Radio Komunitas Remaja FM. Penelitian menggunakan metode penelitian survei kepada 50 orang pendengar radio komunitas Remaja FM dengan menggunakan teknik accidental sampling, menggunakan uji statistik Chi Square dan Rank Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yang memiliki hubungan yang negatif dan signifikan adalah umur dengan tingkat keterdedahan yaitu frekuensi mendengarkan, sedangkan frekuensi dan durasi mendengarkan dengan tingkat kepuasan pendengar memiliki hubungan tetapi tidak signifikan.Kata kunci: radio komunitas, tingkat keterdedahan, tingkat kepuasan.
Pengaruh Konversi Lahan Terhadap Strategi nafkah Rumah Tangga Petani Pratiwi, Andini Wulan; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.1-14

Abstract

Land conversion is a phenomenon of the use of agricultural to non agricultural. This phenomenon appears cause the increase growth of suburban population and the demand for land. It can brings the impact for the community to decrease farmer’s income, the lowering of family food security, the subside employment oppurtunities in agriculture, and the difficulties farmer’s access to land. The farmer in improving household economy do a livelihood strategy that is diversification of livelihood, circular migration, and the transition of livelihood. This paper aim to examine the factors that encourage land conversion and to examine farmer’s livelihood strategies due to land conversion. The method used in this research is quantitive approach with the main instrument questionnaire supported by qualitative approach with in-depth interviews. The results of the research in Palasari village indicate that there are aspects that encourage land conversion in the form of urgent economic needs, low land productivity, external pressure, and knowledge aspects owned by farmers regarding government policy. In addition, for most farmers who have converted agricultural land prefer to switch livelihoods to other sectors. Livelihood transition occurs due to the increasingly narrow land of their farms.Keywords : farm households, land conversion, livelihood strategies ABSTRAK Konversi lahan merupakan suatu fenomena pemanfaatan lahan terhadap lahan pertanian menjadi non pertanian. Fenomena ini muncul disebabkan pertumbuhan penduduk pinggiran kota yang semakin tinggi serta tingginya permintaan terhadap lahan. Hal tersebut tentunya dapat memberikan dampak kepada masyarakat terhadap penurunan pendapatan petani. Petani dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga melakukan strategi nafkah yaitu diversifikasi nafkah, migrasi sirkuler, dan peralihan mata pencaharian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor-faktor yang mendorong terjadinya konversi lahan serta mengkaji strategi nafkah rumah tangga petani akibat adanya konversi lahan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung oleh data kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian di Desa Palasari menunjukkan bahwa terdapat aspek-aspek yang mendorong terjadinya konversi lahan berupa kebutuhan ekonomi yang mendesak, produktivitas lahan, tekanan pihak luar, dan aspek pengetahuan petani. Sebagian besar petani yang telah mengkonversi lahan pertaniannya lebih memilih untuk beralih mata pencaharian ke sektor lain. Peralihan mata pencaharian terjadi disebabkan oleh luas lahan pertanian mereka yang semakin sempit.Kata Kunci : konversi lahan, rumah tangga petani, strategi nafkah

Filter by Year

2017 2025