cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Analisis Tingkat Partisipasi dengan Tingkat Kesejahteraan Kelompok Sadar Wisata Pada Pengelolaan Pariwisata Dieng Afifa, Tsonya Yumna; Kinseng, Rilus A
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 5 (2020): Article in Press
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.5.%p

Abstract

ABSTRACTDieng Kulon Tourism is tourism in Banjarnegara District which is closely related to cultural tourism, historical tourism, and nature tourism. In the development of tourism, the community is involved as a whole so that it has a positive impact on the joints of life. Therefore, this study aims to look at member of Pokdarwis participation that is linked to their well-being. This research uses quantitative research methods supported by qualitative data. The number of respondents in this study were 50 respondents. The results obtained indicate that there is a strong relationship between the level of participation with the level of welfare of Pokdarwis Dieng Pandawa members. Keywords: participation, welfare, tourismABSTRAKPariwisata Dieng Kulon merupakan pariwisata yang ada di Kabupaten Banjarnegara yang erat kaitannya dengan wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata alam. Dalam pengelolaan pariwisatanya, masyarakat dilibatkan sehingga menimbulkan dampak positif pada sendi kehidupannya.  Maka dari itu,  penelitian ini bertujuan untuk melihat partisipasi anggota Pokdarwis yang dihubungkan dengan kesejahteraan mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 50 responden. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat partisipasi dengan tingkat kesejahteraan anggota Pokdarwis Dieng Pandawa.Kata kunci: partisipasi, kesejahteraan, pariwisata
Pengaruh Program Hutan Kemasyarakatan terhadap Sistem Tenurial dan Pendapatan Petani Pratama, Muhammad Aldy Ilham; Adiwibowo, Soeryo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.275-288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program Hutan Kemasyarakatan terhadap perubahan sistem tenurial, strategi nafkah, dan pendapatan petani sebagai peserta program. Penelitian ini dilakukan pada Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang dilaksanakan di dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, khususnya Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Hutan Lestari, Desa Air Lanang, Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (metode sensus) yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan cara melakukan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur kepada seluruh anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, program HKm mengubah sistem tenurial petani sebelumnya, terutama pada aspek status penguasaan lahan (hak), lama penguasaan lahan, dan pola bagi hasil. Kedua, program HKm mengubah strategi nafkah petani. Sebelum program HKm, sektor off farm dan non farm merupakan nafkah utama petani terutama mereka yang penguasaan lahannya terbatas/sempit di luar kawasan hutan. Namun, setelah program berjalan sektor on farm merupakan nafkah utama. Ketiga, program HKm mengubah secara signifikan pendapatan rumah tangga petani. Rata-rata pendapatan meningkat dari Rp18.390.000/rumah tangga/tahun sebelum mengikuti program, menjadi Rp31.683.000/rumah tangga/tahun setelah mengikuti program HKm.Kata kunci: Hutan Kemasyarakatan, sistem tenurial, strategi nafkah, pendapatan rumah tangga=============ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of the Community Forestry Program on the tenurial systems, livelihood strategies, and farmers' household income. The above-mentioned effect is observed at the Community Forest Farmer Group (KTHKm) namely Hutan Lestari located at the Bukit Daun Protected Forest Register 5, Bengkulu. A quantitative approach (sensus method) supported by qualitative data collection is applied. The data obtained through interviews using a structured questionnaire to all member of the mentioned farmer group. The results show that, first, the HKm program change significantly the land tenure system, in particular the land rights, length of tenure, as well as the profit sharing. Secondly, the program changes significantly the livelihood strategy of the farmers. Before the program, the livelihood of the farmer rest upon the non farm and off farm sectors particularly the small farmers. After the HKm, the livelihood of the small farmers shifts to on farm sector.  Third, the average farmer’s income increased significantly from Rp. 18,390,000/household/year before the program; to Rp. 31,683,000/household/year after follow the HKm program.Keywords: Community Forest Program, tenurial system, livelihood strategy, income
Pengaruh Konversi Lahan terhadap Strategi Pemanfaatan Modal Nafkah Rumah Tangga Buruh Tani Prastiwi, Hesti; Sihaloho, Martua
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.407-420

Abstract

Lahan merupakan salah satu sumber daya agraria yang sangat penting bagi petani dikarenakan lahan merupakan salah satu sumber untuk bertahan hidup. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pembangunan yang terjadi di Indonesia semakin masif, menimbulkan konversi lahan bersifat permanen ketika lahan sawah beririgasi berubah menjadi kawasan pemukiman atau industri. Konversi lahan yang terjadi menyebabkan hilangnya beberapa atau seluruh modal nafkah yang ada. Perubahan modal nafkah ini akan mengakibatkan perubahan strategi nafkah petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konversi lahan terhadap strategi nafkah dan pengaruh pemanfaatan  modal nafkah  terhadap strategi nafkah rumah tangga. Lokasi penelitian ini yaitu Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner yang didukung oleh data kualitatif melalui wawancara dan studi literatur hingga diperoleh hasil bahwa dampak konversi lahan mempengaruhi modal dan strategi nafkah.Kata Kunci: buruh tani, konversi lahan, modal nafkah, strategi nafkah=====ABSTRACTLand is one of the most important agrarian resources for farmers because land is one source of livelihood survival. According to Constitution Number 41 Year 2009 on concerning The Protection of Sustainable Food Agriculture. The development that is taking place in Indonesia is increasingly massive leading to permanent land conversion when technical irrigated rice fields change into residential or industrial areas. The land conversion that occurs causes a loss of some or all existing livelihood asset. This change in livelihood asset will result in a change in farmers livelihood strategies. This study aims to analyze the influence of the impact of land conversion towards livelihood strategies and the influence of the utilization of livelihood asset towards the livelihood strategies households. The location of this research is Pasirgaok Village, Rancabungur District, Bogor Regency. The method used to extract facts, data, and information in the research is the quantitative approach through survey method with questionnaires supported by qualitative data through interview and literature study until it is obtained that the impact of land conversion towards landless farmer household’s assets and livelihood strategies.Keywords: land conversion, landless farmer, livelihood asset, livelihood strategies
Partisipasi Masyarakat dalam Program Kampung Keluarga Berencana (KB) Sabilla, Annur Vicki; Purnaningsih, Ninuk
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 5 (2020): Article in Press
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.5.%p

Abstract

Kampung KB merupakan merupakan salah satu inovasi yang dicanangkan oleh BKKBN pada tahun 2016 guna mengatasi pertumbuhan penduduk dan mensejahterakannya. Program yang mencakup beberapa sektor ini membutuhkan partisipasi yang tinggi dari masyarakat. Partisipasi berkaitan dengan beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam Program Kampung KB, khususnya pada kegiatan BKB, BKL, dan safari KB. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Faktor internal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi adalah jenis pekerjaan. Faktor ekstenal yang berhubungan dengan tingkat partisipasi adalah peran pendampingan kader dan peran pengurus Kampung KB. 
Gender Analysis of the Success Rate of Integrated Crop Management Field School Program Falah Muthiah; Aida Vitayala Hubeis
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.435-450

Abstract

Gender inequalities in development programs is problem that still going on. One of program from the government that relate to agricultural development policies and apply the principle of gender mainstreaming is Integrated Crop Management Field School Program (SL-PTT) in rural areas. The general purpose of this research is to analyze the level of gender equality in SL-PTT program, and analyze the relationship between the level of gender equality with success rate of SL-PTT program. This research using quantitative data with survey method using simple random sampling technique and analyzed by cross tabulation and Rank Spearman. This research supported by qualitative data with in-depth interviews. The results showed that there is a positive and significant correlation between the level of gender equality  and success rate of SL-PTT program.Keywords: gender analysis, gender equality, the success rate of the program================================================ABSTRAKProgram pembangunan yang belum memenuhi adanya kesetaraan gender menjadi permasalahan yang sampai saat ini berlangsung. Salah satu program dari pemerintah yang berkaitan dengan kebijakan pembangunan pertanian yang menerapkan prinsip pengarusutamaan gender adalah program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman terpadu (SL-PTT) di perdesaan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesetaraan gender program SL-PTT, dan menganalisis hubungan antara tingkat kesetaraan gender dengan tingkat keberhasilan program SL-PTT. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan metode survei dengan menggunakan teknik simple random sampling dianalisis menggunakan tabulasi silang dan Rank Spearman didukung dengan data kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat keterlibatan peserta SL-PTT  dengan tingkat keberhasilan program SL-PTT.Kata Kunci :  Analisis gender, kesetaran gender, keberhasilan program
Peranan Modal Sosial terhadap Kondisi Kerja dan Pendapatan Pekerja Migran Muda Sektor Informal Muhamad Haris Zamaludin Setiadiputra; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.363-382

Abstract

Agricultural sector are no longer being seen as choice of occupation by the rural youth. Perception and aspiration of parents and rural youth towards agricultural related job has pushed them away to migrate and find job in urban area. Informal job in general has always become the type of job which being dominated by rural youth since they can benefited from the social capital they possesed to gain access, capital, and neccesary skills to enter informal job. One of the aformentioned sector is angkot informal transportation service provider. Angkot working environtment are characterized by flexible working hour, low capital, and organized by informal norms and unregistered institution. The result indicate that social capital play an important role in determining driver’s working environtment which composed of working status, operational cost, and working duration. The findings also shown that driver’s working environtment detrimental towards their level of income.Keywords: Informal Sector, Social capital, Angkot paratransit---------------------ABSTRAKSektor pertanian sebagai sektor dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi di desa saat ini tidak lagi dipandang sebagai pilihan pekerjaan bagi pemuda pedesaan. Perubahan aspirasi orangtua dan persepsi pemuda pedesaan terhadap sektor pertanian mendorong mereka untuk melakukan migrasi dan mencari pekerjaan di daerah perkotaan. Sektor informal merupakan pekerjaan yang umumnya dimasuki oleh pemuda perdesaan karena dapat memanfaatkan modal sosial untuk memperoleh jaminan akses, modal, dan keterampilan untuk masuk ke dalam bidang pekerjaan tersebut. Salah satu bidang dalam sektor informal tersebut adalah bidang transportasi dalam kota dan antar kota yang dikenal sebagai “angkot”. Angkutan Kota “Angkot” memiliki flexibilitas jam kerja dan di organisir oleh asosiasi yang tidak terkena regulasi langsung dari pemerintah. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial berperan dalam menentukan kondisi kerja supir angkot yang terdiri dari status supir, biaya operasional, dan durasi bekerja. Pada peneltian ditemukan juga komponen variabel kondisi kerja berperan dalam menentukan tingkat pendapatan supir angkot.Kata kunci: sektor informal, modal sosial, angkutan kota
ANALISIS HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM INFRASTRUKTUR JALAN (Desa Pasir Jaya dan Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor) Aulia, Veny Putri; Sarwoprasodjo, Sariwititi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.6.%p

Abstract

The most dominant leadership style is owned by the village head can affect the functioning of government, one of which is participation in the development program. Leadership style is divided into four, namely leadership style Directing, Coaching, Supporting and Delegating. This study uses a quantitative method that is supported by qualitative data using Spearman Rank test analysis. The purpose of this study was to analyze the dominant leadership style village head and internal factors with community participation in road infrastructure program. These results indicate that public participation is led by the head of the village women were higher than on community participation led by the village men, it is also due to the leadership style of the heads of different villages. Leadership style which is owned by the village head women are more likely Supporting, while the leadership style village head men tend Delegating. Internal factors associated significant is the age and length of stay of a person in the two villages that affect community participation in rural development programs. Suggestions from this study is the leader of the village head must have the appropriate leadership style to increase community participation in rural development.Key words: Leadership Style, Participation, road infrastructure program----------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAK                                             Gaya kepemimpinan yang paling dominan dimiliki oleh kepala desa dapat mempengaruhi fungsi pemerintahannya, salah satunya partisipasi dalam program pembangunan. Gaya Kepemimpinan terbagi menjadi empat, yaitu gaya kepemimpinan Directing, Coaching, Supporting dan Delegating. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dengan menggunakan analisis uji Rank Spearman. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis gaya kepemimpinan kepala desa dominan dan faktor internal dengan partisipasi masyarakat dalam program infrastruktur jalan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat yang dipimpin oleh kepala desa perempuan lebih tinggi dari pada partisipasi masyarakat yang dipimpin oleh desa laki-laki, hal ini juga disebabkan karena gaya kepemimpinan dari kepala desa yang berbeda. Gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh kepala desa perempuan lebih cenderung Supporting, sedangkan gaya kepemimpinan kepala desa laki-laki cenderung Delegating. Faktor internal yang berhubungan signifikan ialah usia dan lama tinggal dari seseorang pada kedua desa yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program pembangunan desa. Saran dari penelitian ini adalah pemimpin kepala desa harus mempunyai gaya kepemimpinan yang sesuai untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.Kata kunci: Gaya Kepemimpinan, Partisipasi, program Infrastruktur jalan
Hubungan Tingkat Partisipasi dengan Tingkat Keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan Nadia Yunita Sari; Dwi Sadono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.301-316

Abstract

Desa Mandiri Pangan Program is a community empowerment program under the Food Security. An empowerment program requires community participation for the success of the program. This study aims to, analyze the level of participation in the Program Desa Mandiri Pangan, analyze the success rate Program Desa Mandiri Pangan, and analyze the relationship between level of participation with success rates of Program Desa Mandiri Pangan. The method used in this research is quantitative method with a questionnaire and supported by qualitative data depth interviews with informants and respondents using the guide questions. The number of respondents in this study were 30 respondents were selected using snowball technique. The study states that members of the Village Independent Food program enough to participate in running the Village Independent Food program, especially at the stage to enjoy the results, the factors which have a real connection is the status or position. Desa Mandiri Pangan Program quite successful, but there is a weak correlation between the level of participation by Demapan program's success.Keywords: community development program, success, participation---------------------------ABSTRAKProgram Desa Mandiri Pangan adalah program pemberdayaan masyarakat di bawah Ketahanan Pangan. Program pemberdayaan memerlukan partisipasi masyarakat untuk keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi dalam Program Desa Mandiri Pangan, menganalisis tingkat keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan, dan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi dengan tingkat keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan kuesioner dan didukung oleh wawancara mendalam data kualitatif dengan informan dan responden menggunakan pertanyaan panduan. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik snowball. Hasil penelitian menyatakan bahwa anggota program Desa Mandiri Pangan cukup berpartisipasi dalam menjalankan program Desa Mandiri Makanan, terutama pada tahap untuk menikmati hasilnya, faktor-faktor yang memiliki hubungan nyata adalah status atau kedudukannya. Program Desa Mandiri Pangan cukup sukses, namun ada korelasi lemah antara tingkat partisipasi dengan keberhasilan program Demapan.Kata kunci: program pengembangan masyarakat, keberhasilan, partisipasi
Hubungan antara Kinerja Program CSR dengan Potensi Konflik Sosial di Masyarakat Sekitar Wilayah Pertambangan Widya Hasian Situmeang; Mahmudi Siwi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.1-16

Abstract

Mining corporations were a kind of industry that supposed to run corporate social responsibility (CSR). The government has set the law about the implementation of CSR. CSR implementation was one of the ways to reduce conflict between corporation and community around the mining area. This research conducted to reveal the correlation between CSR implementation and social conflict potencies, both vertically and horizontally in community around mining area. This research used quantitative method and supported by qualitative data in Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, using Rank Spearman correlation test. The result of this research by quantitative approach reveal no correlations between CSR implementation by a mining corporation in West Java with conflict potency, both vertically and horizontally. Otherwise, qualitative data were collected during the research; give some explanations why there was no correlation between variable of CSR implementation and social conflict potency in mining area community.Keywords: CSR performance, vertical conflict, horizontal conflict-----------------------------ABSTRAKPerusahaan pertambangan adalah unit usaha yang wajib menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR). Pengaturan tentang CSR telah disusun dalam bentuk undang-undang oleh pemerintah. Implementasi CSR merupakan salah satu mekanisme untuk mengurangi potensi konflik antara perusahaan dengan masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pelaksanaan CSR dengan potensi konflik sosial, baik vertikal maupun horizontal pada masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif, di Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dengan menggunakan analisis korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan nyata antara implementasi CSR yang dilakukan oleh perusahaan di Jawa Barat dengan potensi konflik, baik vertikal maupun horizontal. Namun, menurut data kualitatif menunjukkan bahwa kinerja CSR perusahaan mampu menurunkan potensi konflik vertikal antara perusahaan dan masyarakat sekitar. Kata kunci: kinerja CSR, konflik vertikal, konflik horizontal
Aksesibilitas dan Pemanfaatan Informasi Pertanian oleh Petani Hortikultura di Desa Cinangneng, Tenjolaya, Bogor Aprina Permata Arfadi; Siti Amanah; Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.123-132

Abstract

ABSTRACT Access informations and utilization of agriculture can be support business of farming’s which managed by farmers. This matters, not all of farmers can be access and get informations so fast and accurately. This purpose of research are to analyze access level of agriculture information, to analyze of sources horticulture informations by farmers, and  to analyze utilization level of informations from horticulture farmers. This methods of research are respondents survey from 35 horticulture farmers which supported by qualitative data. Qualitative data is collected in the form of  an interview with stakeholders as leader of village, leader of Gapoktan, public figures, village officials, and women farmers.The result of this research are  there relationship between the level  of information access with utilization of information. The low level of information access make a low level of utilization too. This matters caused not available of facilities and infrastructure which support farmers to access of informations, so this matters make farmers hard to use informations.Keywords: access to information, utilization of information, horticulture farmers------------------------ ABSTRAKAkses terhadap informasi pertanian dan pemanfaatannya dapat mendukung keberhasilan usahatani yang dikelola oleh petani. Persoalannya, tidak semua petani dapat mengakses dan memanfaatkan informasi dengan cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akses informasi pertanian oleh petani, menganalisis sumber-sumber informasi pertanian hortikultura, serta menganalisis tingkat pemanfaatan informasi pertanian hortikultura oleh petani. Penelitian ini menggunakan metode survei responden sebanyak 35 petani hortikultura dan juga didukung oleh data  kualitatif. Data kualitatif yang dikumpulkan berupa wawancara mendalam dengan stakeholder terkait yaitu Kepala Desa, Ketua Gapoktan, tokoh masyarakat, aparatur desa dan wanita tani. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat akses informasi dan tingkat pemanfaatan informasi. Tingkat akses yang rendah menyebabkan tingkat pemanfaatan yang rendah pula. Hal ini dikarenakan tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk petani dalam mengakses informasi menyebabkan petani juga sulit memanfaatkan informasi.Kata kunci: akses informasi, pemanfaatan informasi, petani hortikultura

Filter by Year

2017 2025