cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Hubungan Gaya Kepemimpinan Ketua dan Efektivitas Kelompok Wanita Tani TOGA Iqbal Syahroni; Siti Amanah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.441-454

Abstract

Leadership in a group can be seen through its effectiveness in group productivity, and goal attainment rate. Leadership style is a factor that influencing group effectivity. there are four leadership style: directive, supportive, participative, and achievement-oriented. Group effectivity is parted into productivity rate and goal attainment rate. The research objective was to analyze the correlation between leadership style and group effectivity. A census was conducted at Benteng Village involving two KWTs, namely KWT Benteng  Sejahtera (14 members) and KWT Puring (17 members). Data were collected through questionnaires, direct observation, and in-depth interviews. Data were analyzed using Rank Spearman correlation. Research’s results showed that the leadership style of KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera are not dominated by just one style, the KWT leaders are showing the effectiveness in a situational condition. KWT Puring and KWT Benteng Sejahtera’s Participative leadership style are correlated with productivity rate, while KWT Benteng Sejahtera’s achievement-oriented leadership style is correlated with goal attainment rate.Keywords: goal attainment rate, leadership style, productivity rate, women farmer groups ABSTRAK Kepemimpinan dalam kelompok berpengaruh terhadap perkembangan anggota dan pencapaian tujuan kelompok. Gaya kepemimpinan ketua merupakan faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok, termasuk kelompok wanita tani (KWT). Terdapat empat gaya kepemimpinan: direktif, suportif, partisipatif, dan achievement-oriented. Efektivitas kelompok dapat dilihat dari tingkat partisipasi anggota dan tingkat pencapaian  tujuan kelompok. Tujuan penelitan ini adalah menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektivitas kelompok. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Benteng, Ciampea, Kabupaten Bogor, dengan kasus KWT Benteng Sejahtera (14 anggota) dan KWT Puring (17 anggota). Data diperoleh secara sensus, didukung wawancara mendalam dan pengamatan langsung di lapangan. Data diolah menggunakan Rank Spearman untuk melihat hubungan antara gaya kepemimpinan, dukungan eksternal, kedinamisan kelompok dan efektivitas kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada gaya kepemimpinan yang dominan dilakukan oleh ketua KWT Puring maupun KWT Benteng Sejahtera karena ketua lebih mengutamakan situasi yang akan dihadapi. Gaya kepemimpinan partisipatif ketua KWT Puring dan KWT Benteng Sejahtera menunjukkan hubungan positif dengan tingkat partisipasi, sedangkan gaya kepemimpinan achievement-oriented ketua KWT Benteng Sejahtera berhubungan positif dengan tingkat pencapaian tujuan kelompok.Kata kunci : gaya kepemimpinan, kelompok wanita tani, tingkat pencapaian tujuan, tingkat partisipasi.
Social Capital and Poverty in Two Rural Community, Sukamakmur Subdistrict, Bogor Regency, West Java Yemima Kristina Panggabean; Djuara P Lubis
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.421-434

Abstract

Poverty is one of the social problems that are complex and not easily overcome. Many of the programs organized by the government with the aim of improving social welfare and reduce poverty, both in rural and urban community. Poverty in the rural population is still relatively high, despite the many efforts made by the government and many who hope to reduce poverty. Many factors lead to or affecting rural poverty remains high. There is a new paradigm says that social capital has a relationship with poverty. The purpose of this paper is to analyze the level of poverty of the rural population, analyze the level of social capital, and analyze how the relationship between social capital and poverty level of the community. This research was supported quantitative qualitative data. The results of this study demonstrated an association between social capital with urban poverty. Key words: poverty, relationship, rural community, social capital====================================================ABSTRAK                                                                 Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang sangat kompleks dan tidak mudah penanggulangannya. Banyak program yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan, baik dalam unit desa maupun kota. Kemiskinan pada masyarakat perdesaan masih tergolong  tinggi, walaupun telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dan banyak pihak yang harapannya dapat mengurangi penduduk miskin. Banyak faktor yang mengakibatkan atau mempengaruhi kemiskinan masyarakat perdesaan tetap tinggi. Ada sebuah paradigma baru yang mengatakan bahwa modal sosial memiliki hubungan yang erat dengan kemiskinan. Tujuan dari tulisan ini adalah menganalisis tingkat kemiskinan masyarakat perdesaan, menganalisis tingkat modal sosial, dan menganalisis bagaimana hubungan antara tingkat modal sosial dengan kemiskinan masyarakat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara modal sosial dengan kemiskinan masyarakat perdesaan.Kata kunci: hubungan, kemiskinan, masyarakat perdesaan, modal sosial
Modal Sosial dan Keberlanjutan Kelembagaan dalam Program CSR PT Tirta Investama di Kabupaten Cianjur Jawa Barat Chintia Chintia; Fredian Tonny Nasdian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.17-28

Abstract

Corporate social responsibility is a responsibility that must be implemented by the company to the public and the environment. Social capital, especially social networks have a role in the sustainability of institutions in Cianjur District, West Java. The main objective is create a sustainable program, that keep continued even though the company is no longer or not directly involed. This study aims to describe social networks, social capital, institutional sustainability, and analyze the correllation between social networks and institutional sustainability. This study uses quantitative approach with census method supported by qualitative data. The results showed that the level of social networking contained in HIPOCI were on a broad level and the level of institutional sustainability in high level. Based on the research that has been tested statistically show that there is a correlattion between the level of social networking with the level of institutional sustainability.Key words: social networks, typology, correlation--------------------------ABSTRAKCSR atau tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab yang wajib dilaksanakan oleh perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Modal sosial, khususnya jejaring sosial memiliki peranan dalam keberlanjutan kelembagaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hal ini diharapkan mampu menjadikan suatu program dapat berkelanjutan meskipun perusahan tidak lagi ikut terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jejaring sosial, modal sosial, keberlanjutan kelembagaan, menganalisis hubungan jejaring sosial dan keberlanjutan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif dengan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan tingkat jejaring sosial yang terdapat pada HIPOCI berada di tingkat luas dan tingkat keberlanjutan kelembagaan di tingkat tinggi. Berdasarkan hasil uji secara statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat jejaring sosial dengan tingkat keberlanjutan kelembagaan.Kata kunci: jejaring sosial, tipologi, korelasi
Analisis Efektivitas Program Pemberdayaan Anak Jalanan di Rumah Singgah Tabayun Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Dian Permata Sari; Titik Sumarti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.29-42

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between the characteristics of the participants to effectiveness rate of street children empowerment and to analyze the correlation between the effectiveness of behavior change program with street children. This research was conducted in Cibinong, Bogor using a quantitative approach through survey method of 30 respondents from participants in Tabayun Shelter program. This research also supported by qualitative data with in-depth interviews, field observation, and document tracking. Quantitative data analysis was performed using Rank Spearman and Chi-Square correlation test. The results of this study indicate that the program participant characteristics such as age, type of job, working hours have relation with the level of program effectiveness. Test results showed that there are correlations between the levels of program effectiveness with program participants' behavior changes in the level of knowledge. This research also shows that program effectiveness in Shelter Tabayun still low.Keywords: effectiveness, characteristics, behavior changes---------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik peserta dengan tingkat efektivitas program pemberdayaan anak jalanan dan menganalisis hubungan tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku anak jalanan. Penelitian ini dilakukan di Cibinong, Kabupaten Bogor dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 30 responden peserta program di Rumah Singgah Tabayun. Penelitian ini juga didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi lapang, dan penelusuran dokumen. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik peserta program seperti usia, jenis pekerjaan, dan jam kerja memiliki hubungan dengan tingkat efektivitas program. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku peserta program di tingkat perubahan pengetahuan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program di Rumah Singgah Tabayun masih rendah.Kata Kunci: efektivitas, karakteristik, perubahan perilaku
Partisipasi Petani dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Program Agropolitan Belimbing di Bojonegoro Surya Kinanti; Siti Amanah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.43-54

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) can be utilised to support agribusiness for farmers. Agropolitan starfruit program in Bojonegoro provides ICT for farmers to be used in strengthening their starfruit agribusiness. The research aims were to analyze farmer’s participation in the utilise of ICT. The research site was in Ngringinrejo Starfruit Village, Kalitidu Sub District, Bojonegoro District, East Java. A number of 50 farmers were randomly selected as sample respondents from 104 farmers. The research results showed that the farmers have not intensively used the ICT. This relates to the limited training and facilitation about ICT for farmers. There is a significant positive correlation between level of farmer’s participation and the use of information technology to support the starfruit agribusiness. Training on ICT for farming business followed by appropriate facilitation need to be done to strengthen farmers knowledge and skills in ICT.Keywords: support agribusiness, limited training, limited facilitation-----------------------------------ABSTRAK  Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan salah satu aspek untuk mendukung agribisnis untuk petani. Program Agropolitan belimbing di Bojonegoro menyediakan fasilitas TIK bagi petani untuk mendukung usaha. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat partisipasi petani dalam pemanfaatan TIK. Penelitian dengan metode survei ini dilaksanakan di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Sebanyak 50 petani peserta program dipilih secara acak dari 104 petani. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa petani tidak secara intensif menggunakan TIK. Hal ini berhubungan dengan terbatasnya pelatihan dan fasilitas tentang TIK untuk petani. Hal ini terdapat korelasi positif yang nyata antara partisipasi petani terhadap program agropolitan dengan tingkat pemanfaatan TIK. Diperlukan pelatihan TIK untuk usaha tani  yang diikuti oleh kebutuhan fasilitas yang memadai dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam TIK.Kata kunci: mendukung agribisnis, terbatasnya pelatihan, terbatasnya fasilitas
Efektivitas Strategi Komunikasi Pemasaran Sosial Kampanye Sustainable Seafood, WWF-Indonesia Riski Bayuni Sagala; Yatri Indah Kusumastuti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.55-64

Abstract

Social marketing communication strategy is a tool used by the company to achieve its goal. The effectiveness of social marketing communication strategy can be seen from the change in the attitude of the campaign target refers to the cognitive, affective, and conative. The purpose of this study was to analyze the social marketing communication strategy undertaken by WWF in running campaigns, analyze the effectiveness of social marketing communications conducted by WWF in running his campaign, and analyze correlation between strategy of social marketing and effectiveness of social marketing communications conducted by WWF in running his campaign. The method used in this research was supported by survey method with quantitative and qualitative data. In this research, social marketing communication strategy under study is a social marketing communication strategy Campaign Sustainable Seafood, WWF-Indonesia. The results showed the dominance of media used by the respondent to get a message is a media meeting and the relationship between social marketing communication strategy and media exposure frequency of the effectiveness of social marketing communication strategy on aspect of cognitive, affective, and conative.Keywords: attitude change, strategy, media exposure----------------------------------ABSTRAKStrategi komunikasi pemasaran sosial adalah alat yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Efektivitas strategi komunikasi pemasaran sosial dapat dilihat dari perubahan sikap target kampanye pada kognitif, afektif, dan konatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh WWF dalam menjalankan kampanye, menganalisis efektivitas komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh WWF dalam menjalankan kampanyenya, dan menganalisis hubungan antara strategi pemasaran sosial dan efektivitas komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh WWF dalam menjalankan kampanyenya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini didukung oleh metode survei dengan data kuantitatif dan kualitatif. Dalam penelitian ini, strategi komunikasi pemasaran sosial yang diteliti adalah strategi komunikasi Kampanye Sustainable Seafood, WWF-Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan dominasi media yang digunakan oleh responden untuk mendapatkan pesan adalah pertemuan media dan hubungan antara strategi komunikasi pemasaran sosial dan frekuensi keterdedahan media dari efektivitas strategi komunikasi pemasaran sosial pada aspek kognitif, afektif, dan konatif.Kata kunci: perubahan sikap, strategi, keterdedahan media
Pemanfaatan Internet oleh Penyuluh Pertanian Putri Eksanika; Sutisna Riyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.65-80

Abstract

The development of information technology and communication is increasingly perceived by the public, one of them internet. Agricultural extension worker as the spearhead of agricultural development has an important role in assisting the development of agriculture. Internet as a medium that stores a variety of information on agriculture and as a medium of communication can be used to support the agricultural extension activities. The purpose of this study is to analyze the understanding of agricultural extension worker to the internet, analyze the behavior of internet usage by agricultural extension worker, and analyze the utilization of the internet by agricultural extension worker. This study was conducted using a quantitative approach that is supported by qualitative data. Quantitative data collected using questionnaires to 16 people from the agricultural extension worker of BP3K Dramaga and 22 people from the agricultural extension worker of BP3K Cibungbulang, the qualitative data obtained through interviews and observations. Obtained data analyzed using descriptive analysis and correlation tests. The results showed that agricultural extensions worker is sufficient used the internet to support in agricultural extension activities.Keywords: information technology, communication, agricultural extension --------------------------------ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin dirasakan oleh masyarakat, salah satunya internet. Penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian memiliki peran penting dalam membantu perkembangan pertanian. Internet sebagai media yang menyimpan berbagai informasi tentang pertanian dan sebagai media komunikasi dapat digunakan untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pemahaman penyuluh pertanian pada internet, menganalisis perilaku penggunaan internet oleh penyuluh pertanian, dan menganalisis pemanfaatan internet oleh penyuluh pertanian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk 16 orang dari penyuluh pertanian dari BP3K Dramaga dan 22 orang dari penyuluh pertanian dari BP3K Cibungbulang, data kualitatif diperoleh melalui wawancara dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian telah cukup menggunakan internet untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian.Kata kunci: teknologi informasi, komunikasi, penyuluhan pertanian
Dampak Aktivitas Produksi Tambang Semen Tonasa terhadap Perubahan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Nurlaila Nurlaila; Endriatmo Soetarto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.81-96

Abstract

Indonesia's population growth has increased. This increase was not followed by the addition of the amount of area available on earth. Around 237 641 326 Indonesian people now have to rely on the environment that will animate them. Became one of the industry's growth efforts for the country to be able to improve the welfare of its people. Results from this study showed that the difference Based Wilcoxon test, there were no significant differences in welfare conditions before and after the cement maker, Z = -0.089; p> 0.05, which means that the presence of these companies do not improve the welfare of the community objective. Based on the results of Spearman Rank correlation there is a significant correlation between changes in the agrarian structure and the level of prosperity in the pre-construction period (20 years), r (41) = 0,030; p <0.05, and the correlation between the two was significant (p <0.05). The condition of public welfare changes caused by changes in the agrarian structure which occurred before the company operates so as to encourage changes in the landscape and community involvement.Keywords: mine production, agrarian structure, landscape changing-----------------------ABSTRAKPertumbuhan penduduk Indonesia mengalami peningkatan. Peningkatan ini tidak diikuti dengan penambahan jumlah wilayah yang tersedia di muka bumi. Sekitar  237.641.326  jiwa penduduk Indonesia kini harus menggantungkan hidupnya pada lingkungan yang akan menghidupkan mereka.  Pertumbuhan industri  menjadi salah satu usaha bagi negara untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji perbedaan Wilcoxon, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kondisi kesejahteraan sebelum dan setelah adanya perusahaan semen, Z = -0,089; p>0,05 yang artinya dengan adanya perusahaan tersebut tidak meningkatkan kesejahteraan objektif masyarakat. Berdasarkan hasil korelasi Rank Spearman terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan struktur agraria dan tingkat kesejahteraan pada waktu pra-construction (20 tahun terakhir), r(41) = 0,030; p<0,05 serta korelasi antara keduanya signifikan (p<0,05). Kondisi kesejahteraan masyarakat mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan struktur agraria yang terjadi sebelum perusahaan beroperasi sehingga mendorong perubahan bentang alam dan pelibatan masyarakat.Kata kunci  : produksi tambang, struktur agraria, perubahan bentang alam
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Keluarga dalam Menentukan Penolong Persalinan Wenny Dwiharyenti; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.97-114

Abstract

This study aimed to analyze the factors that influence family decision-making in choosing childbirth helper in Ligarmukti Village, Bogor. These factors are households’ internal factors (household characteristics and expecting mothers) and households’ external factors (health services and social capital). This research was carried out using quantitative approach, and utilized questionnaire, in-depth interview and observation as the data collection methods. Results of the study show that the majority of respondents still prefer traditional midwife as childbirth helper than village midwife. Decisions were made by mutual agreement of husband and wife, and were not affected by households’ internal factors. On the other hand, the external factors such as extended family and norms were influential to the decisions’ made. The extended family’s advices on pregnancy and childbirth were often based on family experiences, even though most of respondents have faith to trust the village midwife than traditional one.Keywords : birth, family, traditional midwife-------------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan keluarga dalam menentukan penolong persalinan di Desa Ligarmukti, Bogor. Faktor tersebut, yaitu faktor internal rumahtangga (karakteristik rumahtangga dan ibu hamil/bersalin) dan faktor eksternal rumahtangga (pelayanan kesehatan dan modal sosial). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam serta observasi lapang sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan sebagian besar responden lebih memilih paraji sebagai penolong persalinan dibandingkan bidan desa. Keputusan dibuat berdasarkan kesepakatan suami istri dan tidak dipengaruhi faktor internal keluarga. Faktor eksternal seperti jaringan dengan keluarga besar dan kepatuhan terhadap norma yang turun temurun memengaruhi pengambilan keputusan. Keluarga besar memberi masukan seputar kehamilan dan persalinan yang sering kali berdasarkan pengalaman sebelumnya, walaupun sebenarnya masyarakat sudah banyak yang memercayai keahlian bidan.Kata kunci: bersalin, keluarga, paraji
Kontestasi Pengetahuan Negara, Swasta dan Masyarakat dalam Pengelolaan Program Corporate Social Responsibility Mahmudi Siwi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.115-128

Abstract

The management of the Corporate Social Responsibility (CSR) program is determined by the process of knowledge and power contestation in the governance of the CSR program. This contestation of knowledge about CSR often occurs on three social entities namely state, private, and community. Therefore, this research aims to examine the construction of knowledge of state, company, and community against the management of CSR program; and analyzing the political contestation (interests and powers) that occur at three social spaces in the management of CSR program. Research was conducted in Kembang Kuning village, Klapanunggal sub-district, Bogor district with critical paradigm using qualitative approach and case study method. The results showed that there are three forms of knowledge construction in CSR program. First, the construction that happens on the relationship between the community and the government that describes the CSR program as an aid. Second, the construction that happens on the relationship between the community and the company that describes the CSR program as an aid and obligation. Third, the construction that happens on the relationship between the government and the company that describes the CSR program as an obligation. The construction of this knowledge ultimately affects the dispute of interest which is make the low-class community becomes marginalized. Therefore, knowledge of CSR is constructed in such a manner as to provide higher economic benefits to the upper classes (high-class community, government, and company).Keywords: contestation, corporate social responsibility program, knowledge, relation-------------------------------ABSTRAK Pengelolaan program Corporate Social Responsibility (CSR) ditentukan oleh proses kontestasi pengetahuan dan kekuasaan dalam tatakelola program CSR. Kontestasi pengetahuan tentang CSR sering terjadi pada tiga entitas sosial yakni negara, swasta dan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pengetahuan negara, perusahaan dan masyarakat terhadap pengelolaan program CSR; dan menganalisis kontestasi politik (kepentingan dan kekuasaan) yang terjadi di tiga ruang sosial dalam pengelolaan program CSR. Penelitian dilaksanakan di desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dengan paradigma kritis menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk konstruksi pengetahuan dalam program CSR. Pertama, konstruksi yang terjadi pada relasi antara masyarakat dengan pemerintah yang menggambarkan program CSR sebagai bantuan. Kedua, konstruksi yang terjadi pada relasi antara masyarakat dengan perusahaan yang menggambarkan program CSR sebagai bantuan dan kewajiban. Ketiga, konstruksi yang terjadi pada relasi antara pemerintah dengan perusahaan yang menggambarkan program CSR sebagai kewajiban. Konstruksi kuasa pengetahuan ini pada akhirnya mempengaruhi konstestasi kepentingan dimana masyarakat lapisan bawah menjadi termarjinalkan. Oleh karena itu, pengetahuan CSR dikonstruksi dan dikontestasikan sedemikian rupa dalam rangka memberikan keuntungan ekonomi yang lebih kepada kelas atas (masyarakat lapisan atas, pemerintah dan perusahaan).Kata kunci: kontestasi, pengetahuan, program corporate social responsibility, relasi

Filter by Year

2017 2025