cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Analisis Gender dalam Usaha Ternak dan Hubungannya dengan Pendapatan Rumahtangga Peternak Sapi Perah Valenikha Fitri Nadhira; Titik Sumarti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.2.129-142

Abstract

KPPPA data in 2015 showed that the index of gender inequality in Indonesia is still relatively high compared to other ASEAN countries, about 0,5. In order to achieve development including the development of animal husbandry sector, the role of men and women and also gender equality should be understood by all stakeholders. However, it turns out the woman is not fully in control of the resources and benefits. The general purpose of this study is to analyze the level of gender equality in the dairy cattle business and to analyze the relationship between the level of gender equality in the dairy cattle business and income of dairy farmer’s household in Pangalengan. This research use simple random sampling technique, cross tabulation analysis and Rank Spearman statistical test. Research showed that there is still gender inequality at control over resources and benefits. Gender equality in household cattle business has a significant relationship with a household income of dairy farmers.Keywords: access, control, dairy cattle business----------------------ABSTRAKData KPPPA 2015 menunjukkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia masih terbilang tinggi dibandingkan Negara ASEAN lainnya, yaitu 0,5. Pada hakekatnya dalam mewujudkan pembangunan, termasuk pembangunan peternakan harus memahami kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Pada kenyataanya, perempuan tersebut tidak sepenuhnya memegang kontrol atas sumber daya dan manfaat.  Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis kesetaraan gender dalam usaha ternak sapi perah dan menganalisis hubungan kesetaraan gender dalam usaha ternak dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah. Penelitian menggunakan teknik simple random sampling, analisis tabulasi silang dan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada ketidaksetaraan gender pada kontrol atas sumber daya dan manfaat. Kesetaraan gender  dalam rumah tangga usaha ternak memiliki hubungan yang signifikan dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah.Kata Kunci : akses, kontrol, usaha ternak sapi perah
Dampak Industrialisasi Pedesaan terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Thessa Ayuningtias; Murdianto Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.2.143-156

Abstract

Rural industrialization is a development step to push the economic growth. Implementation of rural industrialization program not focused in the city but in rural area with purpose so that the development could disseminate evenly until the grassroots level. There was a shifting of livelihood caused by industrial penetration in rural area, from agriculture to non agriculture. Meanwhile from an economic view, the presence of industry could open an employment and business opportunity for the people around there. The aim of this research is to analyze the correlation of the impact of rural industrialization with community welfare between them who have livelihood in industrial and non industrial sectors. This research is using quantitative approach with survey method and supported by qualitative data. The result of this study shows that there are different correlations in the impact of rural industrialization with community welfare between them who have livelihood in industrial and non industrial sectors.Keywords: livelihood, agriculture, non agriculture--------------------------ABSTRAKIndustrialiasasi pedesaan merupakan suatu langkah pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kegiatan industri ini tidak dipusatkan di perkotaan, melainkan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat pedesaan dengan tujuan agar pembangunan tersebar secara merata hingga ke lapisan akar rumput. Hadirnya industri di pedesaan, jika dilihat dari aspek sosial telah menggeser kehidupan pertanian. Sedangkan dari aspek ekonomi, berdirinya suatu industri di pedesaan dapat membuka kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi warga sekitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dampak industrialisasi pedesaan dengan kesejahteraan masyarakat antar kelompok dengan pola nafkah industri dan non industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hubungan dampak industrialisasi pedesaan dengan kesejahteraan masyarakat antara kelompok dengan pola nafkah industri dan non industri.Kata kunci: nafkah, pertanian, non pertanian
Gaya Kepemimpinan Tokoh Informal dan Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Program Desa Mandiri Pangan Mochammad Yunus Gerry Fitriadi; Sumardjo Sumardjo; Hamzah Hamzah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.455-464

Abstract

Some studies show that community participation in the Demapan program is relatively low. This study aims to analyze the relationship between informal leader’s leadership style with the level of community participation in the Demapan program and to analyze what factors are related to the level of community participation in the Demapan program. This research method is surveyed by cluster random sampling technique. This research relies on the analysis of theory about the informal leader’s leadership style that effectively increases the community participation in Demapan program is democratic. Factors that related positivity to community participation are the age of program participants, government support and suitability of facilities and infrastructure especially business equipment and capital support. To increase the effectiveness of community participation in the Demapan program is to change the style of leadership of informal leaders who tend laissez-faire into a style of democratic leadership.Keywords: Rural, Leadership Style, Participation Level of Community, Informal Leader ABSTRAKBeberapa penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat dalam program Demapan relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan tokoh informal dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program Demapan dan menganalisis faktor apa saja yang berhubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam program Demapan. Metode penelitian ini adalah survey dengan teknik cluster random sampling. Penelitian ini bertumpu pada analisis teori tentang gaya kepemimpinan tokoh informal yang efektif meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Demapan adalah demokratis. Faktor yang berhubungan positif dengan partisipasi masyarakat adalah usia peserta program, dukungan pemerintah dan kesesuaian sarana dan prasarana terutama peralatan usaha dan dukungan modal. Untuk meningkatkan keefektifan partisipasi masyarakat dalam program Demapan yaitu merubah gaya kepemimpinan tokoh informal yang cenderung laissez faire menjadi gaya kepemimpinan demokratis.Kata kunci: Desa, Gaya Kepemimpinan, Partisipasi Masyarakat, Tokoh Informal
HUBUNGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DENGAN KEBERLANJUTAN EKOLOGI, SOSIAL-BUDAYA, DAN EKONOMI DALAM EKOWISATA DESA ADAT (The Relationship of Community’s Participation With The Sustainability of Ecology, Sosio-Culture, and Economic in Customs Village Ecotourism) Febriana, Happy; Mardiana, Rina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.%p

Abstract

Participation is one of the important components in development, especially in rural development. Public participation is also an important factor for the sustainability of the ecological, socio-cultural, economic customs village ecotourism. This research aims to analyze the relationship of community participation with ecological sustainability in customs village ecotourism, analyze the relationship of community participation with a socio-cultural sustainability in customs village ecotourism, and analyze the relationship of the community with the participation of the economic sustainability in customs village ecotourism. This type of research is supported by quantitative research qualitative data by questionnaire and interview guide instruments are profound. Community’s participation level has medium correlation and significant relation with sustainability’s of socio-culture level. Then, community’s participation level shhas mediumcorrelation and significant relation to sustainability’s of economic level.Keywords: Complicity, correlation, customs village, sustainability  ABSTRAKPartisipasi merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan, terutama dalam pembangunan pedesaan. Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting bagi keberlanjutan ekologi, sosial-budaya, dan ekonomi dalam ekowisata desa adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekologi dalam ekowisata desa adat, menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan sosial-budaya dalam ekowisata desa adat, dan menganalisis hubungan partisipasi masyarakat dengan keberlanjutan ekonomi dalam ekowisata desa adat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan instrumen kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan ekologi. Tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan sosial-budaya. Kemudian, tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan sedang dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan ekonomi.Kata kunci: Desa adat, keberlanjutan, keterlibatan, korelasi
Relations of Household Socio-Economic Condition with the Interest of Rural Youth in Agricultural Sector Melia Sari; Endriatmo Soetarto; Muhammad Shohibuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.523-536

Abstract

Agricultural activities work must be able to fulfill the economic needs and approved by the community as a decent job, so many people enthusiast. Nowadays, interested of youth from the family farmers is decreasing to work in agriculture. It shows from the socio-economic conditions of farm households. The purpose of this study is to analyze the relationship of land ownership, income, housing conditions and education to the interests of village youth in agriculture. This research uses quantitative data approach with survey method supported by qualitative data in the form of in-depth interview. Respondents consist of 54 youths of children of farmers and aged 16-30 years. The respondents selected by random sampling method. The results of this study indicate that there is a significant relationship between income and housing conditions with the interests of village youth in agriculture.Keywords: agricultural, youth interest, socio-economic conditions================================================ABSTRAKPekerjaan di bidang pertanian harus mampu memenuhi kebutuhan ekonomi dan diakui oleh masyarakat sebagai pekerjaan yang layak sehingga banyak peminatnya. Saat ini minat pemuda desa untuk dapat bekerja di bidang pertanian semakin berkurang. Hal ini dapat dilihat dari keadaan kondisi-sosial ekonomi rumah tangga petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kepemilikan lahan, pendapatan, status-kondisi rumah tempat tinggal dan pendidikan dengan minat pemuda desa di bidang pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri dari 54 orang pemuda yang merupakan anak dari petani dan berumur 16-30 tahun. Pemilahan responden melalui metode pengambilan sampel acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dan status-kondisi rumah tempat tinggal dengan minat pemuda desa di bidang pertanian.Kata kunci: pertanian, minat pemuda, kondisi sosial-ekonomi
Analisis Respon Masyarakat terhadap Pengelolaan Dana Desa untuk Pembangunan Pedesaan Tisha Alya Arifiani; Sofyan Sjaf
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.317-332

Abstract

ABSTRACTGovernment effort for increasing and leveling rural development done by village funds allocation as mandated by UU No. 6 Tahun 2014 about also by Goverment Regulation (PP) No. 60 Tahun 2014 about village funds that sourced from APBN. Referred to village funds purpose which is for increasing community welfare so for the management community should involve. The purpose from this research is analyzing how’s the community’s attitude and participation towards village funds management and to analyze how’s the level of inequality distribution of development results. The methods that being used in this research is quantitative methods supported with qualitative data and using analysis of multiple linear regression test. The results of this research shown if community’s attitude who joined village discussion tend positively and the participation level is high, while the community’s attitude who wasn’t join the village discussion tend negatively and the participation level is low. The community’s responses is affecting the transparency level and accountability of village funds management.Key words: community’s responses, village development, village funds-----------------------ABSTRAKUpaya pemerintah untuk meningkatkan dan memeratakan pembangunan desa dilakukan melalui pengalokasian dana desa sebagaimana amanat UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN. Merujuk tujuan dari dana desa yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka pengelolaannya harus melibatkan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana sikap dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan dana desa serta untuk menganalisis bagaimana tingkat ketimpangan pendistribusian hasil pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan menggunakan analisis uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap masyarakat yang mengikuti musyawarah desa cenderung positif dan tingkat partisipasinya tinggi, sedangkan masyarakat yang tidak mengikuti musyawarah cenderung memiliki sikap yang negatif dan tingkat partisipasi yang rendah. Respon masyarakat tersebut mempengaruhi tingkat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.Kata kunci: dana desa, pembangunan pedesaan, respon masyarakat
Modal Sosial dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Wisata Tamansari di Kabupaten Banyuwangi Eka Puspitaningrum; Djuara P Lubis
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.465-484

Abstract

Development can not be defined just only in terms of increasing access to resources or improving welfare, but also concerning how the benefits of the development are perceived by society as the main of development subject, especially in the tourism village development. In the implementation, the tourism village development requires social capital and active participation from the community. This research aims to identify the correlation of social capital and community participation in the tourism village development in Tamansari Village, Banyuwangi District. The results of research through the statistical tests showed that there is a strong correlation between the level of community participation with the level of tourism village development, and there is a sufficient correlation between the level of social capital with the level of community participation. This is due to the high driving factors of participation and social capital owned by the community so that the community has a good involvement in the implementation of the tourism village development in Tamansari Village.Keyword :driving participation factors, ocsial capital, participation, tourism village development ABSTRAKPembangunan tidak dapat didefinisikan hanya dalam arti peningkatan akses terhadap suatu sumber daya ataupun peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyangkut pada bagaimana manfaat itu dirasakan oleh masyarakat sebagai subjek pembangunan terutama dalam pembangunan desa wisata. Dalam pelaksanaannya, pembangunan desa wisata membutuhkan modal sosial dan partisipasi aktif dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan modal sosial dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa wisata di Desa Tamansari Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian yang diperoleh melalui uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara tingkat partisipasi masyarakat dengan tingkat pembangunan desa wisata dan terdapat hubungan yang cukup antara tingkat modal sosial dengan tingkat partisipasi masyarakat. Hal ini dikarenakan tingginya faktor pendorong partisipasi serta modal sosial yang dimiliki masyarakat, sehingga masyarakat memiliki keterlibatan yang baik dalam pelaksanaan pembangunan desa wisata di Desa Tamansari.Kata kunci: faktor pendorong partisipasi, modal sosial, partisipasi, pembangunan desa wisata
Peran Organisasi Pembelajar dalam Gerakan Petani Fani Dwi Iswari; Endriatmo Soetarto; Mohammad Shohibuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.485-494

Abstract

Medalsari community had been enduring the casualties after the access of their arable lands disturbed. The access-losing caused by land deprivation as a result of Perum Perhutani’s officers moving the land boundaries. By that, peasants start self-organized and build collective acts to facing the conflict. The peasant's need in collecting the knowledge brings them to involved in a learning process that transformed the movement as a learning organization. This thesis aimed to analyze structure changing of land occupying that turns into an object of conflict and identify learning organization in the peasant’s movement. The research using the quantitative approach supported by qualitative data. Snowball method is used as the sampling method and taken by purpose. The result of the research shows that facilitating factors such as the open climate of openness and continuous education than learning orientation in the form of skill development have a strong relationship with the peasant movement dimension.Keywords: agrarian movement, collective awareness, organizational learning system ABSTRAK Masyarakat Desa Medalsari mengalami kerugian pasca terganggunya akses terhadap lahan garapan. Hilangnya lahan tersebut disebabkan oleh penyerobotan lahan yang dilakukan oleh oknum Perum Perhutani dengan cara memindahkan tapal batas lahan. Petani mulai mengorganisasikan diri dan membangun aksi kolektif dalam menghadapi sengketa. Kebutuhan petani akan peningkatan wawasan membawa mereka aktif mengikuti kegiatan pembelajaran yang mentransformasikan gerakan petani sebagai organisasi pembelajar. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisa perubahan struktur penguasaan lahan yang menjadi objek sengketa dan mengidentifikasi organisasi pembelajar dalam gerakan petani. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode snowball sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fasilitas berupa iklim terbuka dan pendidikan berkelanjutan serta orientasi belajar berupa pengembangan keterampilan memiliki hubungan yang kuat dengan dimensi gerakan petani.Kata kunci: gerakan agraria, kesadaran kolektif, sistem belajar organisasi
Hubungan antara Keterdedahan Tayangan Iklan Komersial Makanan Ringan dan Dukungan Sosial dengan Perilaku Jajan Anak Tania Linggarsari Dewi; Ratri Virianita
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.181-194

Abstract

The purposes of this research are to describe: children’s television snacks advertisment exposure, children’s social support in Tanjungsari Village, and to analize  the relation between  televison commercial  snacks advertisment exposure and social support with children's snacking behavior.This research was conducted in Tanjungsari Village, cijeruk Bogor district. Using quantitave method supported by qualitative data. The results showed high exposure of television snacks commercial advertisement on children, and low social support. The results also showed that there is a relation of televison commercial  snacks advertisment exposure (rs = 0.480 **, ρ < 0.01), and social support (rs = -0.323*, p < 0.05) on snacking behaviorKeyword: advertisment exposure, snacking behavior--------------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: keterdedahan anak usia sekolah dasar pada tayangan iklan komersial makanan ringan di televisi, keadaan dukungan sosial yang dimiliki anak usia sekolah dasar di Desa Tanjungsari, dan menganalisis hubungan keterdedahan anak pada tayangan iklan komersial makanan ringan di televisi dan dukungan sosial dengan perilaku jajan anak usia sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan keterdedahan anak terhadap tayangan iklan komersial makanan ringan tergolong tinggi, dan dukungan sosial yang dimiliki anak tergolong rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterdedahan tayangan iklan komersial makanan ringan (rs = 0.480 **, ρ < 0.01), dan dukungan sosial (rs = -0.323*, p < 0.05) dengan perilaku jajan anak.Kata kunci : keterdedahan iklan, perilaku jajan
The Relationship of Community’s Participation with The Sustainability of Ecology, Sosio-Culture and Economic in Marine Ecotourism Putri Ria Utami; Rina Mardiana
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.509-522

Abstract

Community’s participation in marine ecotourism potential is important because people have the landscape and culture potential sale value as marine ecotourism attraction. The purpose of this study was to analyze the relation of community’s participation with sustainability of ecology, socio-culture and economic life of local communities in marine ecotourism Pahawang Island. This research was a quantitative research with survey method, supported by qualitative data. The number of samples in this study was 50 respondents, which cosists of the member participants in marine ecotourism Pahawang Island. The results showed that community’s participation level has medium correlation and significant relation to sustainability’s of ecology level and sustainability’s of socio-culture level. While, community’s participation level shows a very strong correlation and significant relation to sustainability’s of economic level. Keywords : ecology sustainability, economic, marine ecotourism, participation, socio-culture================================================== ABSTRAKPartisipasi aktif dari masyarakat dalam mengelola potensi ekowisata bahari sangat penting karena bentang alam dan potensi budaya memiliki nilai jual sebagai daya tarik ekowisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan partisipasi masyarakat terhadap keberlanjutan ekologi, sosial-budaya dan ekonomi masyarakat setempat dalam ekowisata bahari Pulau Pahawang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey dengan didukung data kualitatif. Jumlah sampel penelitian sebanyak 50 responden yang merupakan pengelola ekowisata bahari Pulau Pahawang. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat terhadap tingkat keberlanjutan ekologi dan tingkat keberlanjutan sosial-budaya menunjukkan hubungan cukup dan signifikan. Sedangkan, tingkat partisipasi masyarakat memiliki hubungan kuat dan signifikan terhadap tingkat keberlanjutan ekonomi.Kata Kunci : ekonomi, ekowisata bahari, keberlanjutan ekologi, sosial-budaya, partisipasi

Filter by Year

2017 2025