cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Social Capital and Poverty in Two Rural Community, Sukamakmur Subdistrict, Bogor Regency, West Java Panggabean, Yemima Kristina; Lubis, Djuara P
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.429 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.421-434

Abstract

Poverty is one of the social problems that are complex and not easily overcome. Many of the programs organized by the government with the aim of improving social welfare and reduce poverty, both in rural and urban community. Poverty in the rural population is still relatively high, despite the many efforts made by the government and many who hope to reduce poverty. Many factors lead to or affecting rural poverty remains high. There is a new paradigm says that social capital has a relationship with poverty. The purpose of this paper is to analyze the level of poverty of the rural population, analyze the level of social capital, and analyze how the relationship between social capital and poverty level of the community. This research was supported quantitative qualitative data. The results of this study demonstrated an association between social capital with urban poverty. Key words: poverty, relationship, rural community, social capital====================================================ABSTRAK                                                                 Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang sangat kompleks dan tidak mudah penanggulangannya. Banyak program yang diselenggarakan oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan, baik dalam unit desa maupun kota. Kemiskinan pada masyarakat perdesaan masih tergolong  tinggi, walaupun telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah dan banyak pihak yang harapannya dapat mengurangi penduduk miskin. Banyak faktor yang mengakibatkan atau mempengaruhi kemiskinan masyarakat perdesaan tetap tinggi. Ada sebuah paradigma baru yang mengatakan bahwa modal sosial memiliki hubungan yang erat dengan kemiskinan. Tujuan dari tulisan ini adalah menganalisis tingkat kemiskinan masyarakat perdesaan, menganalisis tingkat modal sosial, dan menganalisis bagaimana hubungan antara tingkat modal sosial dengan kemiskinan masyarakat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara modal sosial dengan kemiskinan masyarakat perdesaan.Kata kunci: hubungan, kemiskinan, masyarakat perdesaan, modal sosial
Analisis Efektivitas Program Pemberdayaan Anak Jalanan di Rumah Singgah Tabayun Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Sari, Dian Permata; Sumarti, Titik
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.284 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.29-42

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between the characteristics of the participants to effectiveness rate of street children empowerment and to analyze the correlation between the effectiveness of behavior change program with street children. This research was conducted in Cibinong, Bogor using a quantitative approach through survey method of 30 respondents from participants in Tabayun Shelter program. This research also supported by qualitative data with in-depth interviews, field observation, and document tracking. Quantitative data analysis was performed using Rank Spearman and Chi-Square correlation test. The results of this study indicate that the program participant characteristics such as age, type of job, working hours have relation with the level of program effectiveness. Test results showed that there are correlations between the levels of program effectiveness with program participants' behavior changes in the level of knowledge. This research also shows that program effectiveness in Shelter Tabayun still low.Keywords: effectiveness, characteristics, behavior changes---------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik peserta dengan tingkat efektivitas program pemberdayaan anak jalanan dan menganalisis hubungan tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku anak jalanan. Penelitian ini dilakukan di Cibinong, Kabupaten Bogor dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 30 responden peserta program di Rumah Singgah Tabayun. Penelitian ini juga didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi lapang, dan penelusuran dokumen. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik peserta program seperti usia, jenis pekerjaan, dan jam kerja memiliki hubungan dengan tingkat efektivitas program. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku peserta program di tingkat perubahan pengetahuan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program di Rumah Singgah Tabayun masih rendah.Kata Kunci: efektivitas, karakteristik, perubahan perilaku
Relations Between Leadership Style and Communication Patterns with Effective Performance of Representative Livestock Owner Force Case: Farm School in Bojonegoro District Darmawan, Musa; Saleh, Amiruddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.121 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.467-478

Abstract

Leader is a person  who believed by group members to guide and reach the common goals. A leader cannot be separated from leadership style that owned and applied to group. The leadership style also determine whether the agreed common goals can be reach or not, in terms of effectiveness group members themselves, how alert are they, whether they motivated and many factors among the group performance effectiveness. Communication Patterns is a process that designed to ease the communication process sustainability. The research purpose is to identify the influence of leadership style of Representative Livestock Owner Force (GPPT) contained Public School of Animal Husbandry (SPR) on theperformance  effectiveness. Data analysis used descriptive statistic analysis (frequency, presentation, average and cross tabulation), and inferential statistic analysis with Spearman rank coefficient corelation test. The research result in research location disposed democratic and communication pattern that applied to small communication group. The result of the research showed that there is significance positive relation between democratic leadership style with performance effectiveness in time discipline indicator. It means better democratic leadership style that applied, higher time discipline applied in performance effectiveness. Between communication pattern and performance effectiveness there is no relation. Keywords : communication patterns, leadership style, performance effectiveness, public school of animal husbandry, representative livestock owner force===============================================ABSTRAK Pemimpin adalah orang yang dipercaya oleh anggota kelompok untuk mampu membimbing dan mencapai tujuan bersama yang telah disepakati. Pemimpin tak lepas dari gaya kepemimpinan yang diterapkan kepada sebuah kelompok. Gaya kepemimpinan juga menentukan berhasil atau tidak mencapai tujuan bersama yang telah disepakati, dilihat dari efektivitas anggota kelompoknya itu sendiri, seberapa siaga mereka, apakah mereka termotivasi, dan masih banyak faktor dari efektivitas kinerja ini. Pola komunikasi merupakan sebuah proses yang dirancang untuk mempermudah keberlangsungan proses komunikasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi sejauh mana gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh anggota Gugus Perwakilan Pemilik Ternak (GPPT) dalam lembaga Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) ini terhadap efektivitas kinerjanya. Penelitian didesain sebagai sensus deskriptif korelasional dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Analisis data berupa analisis statistik deskriptif (frekuensi, persentasi, rata-rata dan tabulasi silang), dan analisis statistik inferensial dengan uji koefisien korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kepemimpinan di GPPT cenderung bergaya demokratik dan pola komunikasi yang diterapkan komunikasi kelompok kecil. Gaya kepemimpinan demokratik berkorelasi positif signifikan dengan efektivitas kinerja pada indikator disiplin waktu. Artinya, semakin pengurus GPPT bergaya kepemimpinan demokratik, maka semakin tinggi disiplin waktu yang diterapkan dalam efektivitas kinerja. Pada pola komunikasi dengan efektivitas kinerja tidak terdapat hubungan yang signifikan.Kata Kunci : efektivitas kinerja, gaya kepemimpinan, gugus perwakilan pemilik ternak, pola komunikasi, sekolah peternakan rakyat
Kontestasi Pengetahuan Negara, Swasta dan Masyarakat dalam Pengelolaan Program Corporate Social Responsibility Siwi, Mahmudi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.129 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.115-128

Abstract

The management of the Corporate Social Responsibility (CSR) program is determined by the process of knowledge and power contestation in the governance of the CSR program. This contestation of knowledge about CSR often occurs on three social entities namely state, private, and community. Therefore, this research aims to examine the construction of knowledge of state, company, and community against the management of CSR program; and analyzing the political contestation (interests and powers) that occur at three social spaces in the management of CSR program. Research was conducted in Kembang Kuning village, Klapanunggal sub-district, Bogor district with critical paradigm using qualitative approach and case study method. The results showed that there are three forms of knowledge construction in CSR program. First, the construction that happens on the relationship between the community and the government that describes the CSR program as an aid. Second, the construction that happens on the relationship between the community and the company that describes the CSR program as an aid and obligation. Third, the construction that happens on the relationship between the government and the company that describes the CSR program as an obligation. The construction of this knowledge ultimately affects the dispute of interest which is make the low-class community becomes marginalized. Therefore, knowledge of CSR is constructed in such a manner as to provide higher economic benefits to the upper classes (high-class community, government, and company).Keywords: contestation, corporate social responsibility program, knowledge, relation-------------------------------ABSTRAK Pengelolaan program Corporate Social Responsibility (CSR) ditentukan oleh proses kontestasi pengetahuan dan kekuasaan dalam tatakelola program CSR. Kontestasi pengetahuan tentang CSR sering terjadi pada tiga entitas sosial yakni negara, swasta dan masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konstruksi pengetahuan negara, perusahaan dan masyarakat terhadap pengelolaan program CSR; dan menganalisis kontestasi politik (kepentingan dan kekuasaan) yang terjadi di tiga ruang sosial dalam pengelolaan program CSR. Penelitian dilaksanakan di desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor dengan paradigma kritis menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk konstruksi pengetahuan dalam program CSR. Pertama, konstruksi yang terjadi pada relasi antara masyarakat dengan pemerintah yang menggambarkan program CSR sebagai bantuan. Kedua, konstruksi yang terjadi pada relasi antara masyarakat dengan perusahaan yang menggambarkan program CSR sebagai bantuan dan kewajiban. Ketiga, konstruksi yang terjadi pada relasi antara pemerintah dengan perusahaan yang menggambarkan program CSR sebagai kewajiban. Konstruksi kuasa pengetahuan ini pada akhirnya mempengaruhi konstestasi kepentingan dimana masyarakat lapisan bawah menjadi termarjinalkan. Oleh karena itu, pengetahuan CSR dikonstruksi dan dikontestasikan sedemikian rupa dalam rangka memberikan keuntungan ekonomi yang lebih kepada kelas atas (masyarakat lapisan atas, pemerintah dan perusahaan).Kata kunci: kontestasi, pengetahuan, program corporate social responsibility, relasi
Efektivitas Pameran sebagai Media Komunikasi Pemasaran Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Bogor Yahya, Amaris Orwin; Lubis, Djuara P
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.16 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.2.183-194

Abstract

An increasing of  Small Micro Enterprises and Medium (SMEs) in Indonesia as much as 2,41 percent from 2012 to 2013 is a benchmark for the government to pay attention to the type of business that contributes to the commercial sector for economic growth in this country. National Craft Council (Dekranasda) is one of concern for the government to establish a handicraft product's marketing communication activities of SMEs from each region. The exhibition is a promotion tool Dekranasda mainstay performed by considering the characteristics of the products sold and the buyer targets to be achieved. The method of respondent selection is accidental sampling technique a number of 90 respondents. This research was did at Botani Square Bogor Mal by using quantitative method and supported by qualitative approach. The component of effectiveness is attraction, comprehension, acceptance, and persuation. That components are good enough, but need to get an improvement to make the exhibition more effective.Keywords: attraction, comprehension, acceptance, persuation-------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKSebuah peningkatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia sebanyak 2,41 persen dari 2012-2013 merupakan patokan bagi pemerintah untuk memperhatikan jenis usaha yang memberikan kontribusi untuk sektor komersial untuk pertumbuhan ekonomi di negara ini . Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) adalah salah satu bentuk kepedulian pemerintah untuk membangun kegiatan komunikasi pemasaran produk kerajinan UKM dari masing-masing daerah. Pameran ini adalah alat promosi Dekranasda andalan dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dari produk yang dijual dan target pembeli yang ingin dicapai. Metode pemilihan responden adalah teknik accidental sampling sejumlah 90 responden. Penelitian ini dilakukan di Botani Square Bogor Mal dengan menggunakan metode kuantitatif dan didukung oleh pendekatan kualitatif. Komponen efektivitas adalah daya tarik, pemahaman, penerimaan, dan persuasi. Komponen tersebut cukup baik, tetapi perlu mendapatkan perbaikan untuk membuat pameran lebih efektif.Kata kunci: daya tarik, pemahaman, penerimaan, persuasi
Motivasi, Terpaan Media, Dan Kepuasan Khalayak Siaran Radio Komunitas Jaseng FM, Kecamatan Walantaka, Serang, Banten Putri, Ditha Fitrialdi; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.365 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.245-260

Abstract

Audiences are responsible for choosing media especially community radio based on the specific motivations to fulfill desires and needs to achieve satisfaction after listening. This study aimed to know the correlation between demographic characteristics with viewing motivations, the correlation between motivations and quality broadcasting with viewing the media exposure, and the correlation between media exposure with viewing the satisfaction of Jaseng FM community radio listeners. Data were collected using a survey method obtained via questionnaires, direct observation, and in-depth interviews. Respondents are active listeners Jaseng FM radio selected  using simple random sampling technique. The results of this study explained that age associated with information motivation and income level associated with personal identity motivation and integration and social interaction motivation. The personal identity motivation associated with duration of listening and selection of broadcast events. The entertainment motivation, integration and social interaction motivation, broadcast material and qualification of broadcaster associated with duration of listening. The media exposure includes duration of listening associated with the surveillance satisfaction and listening frequency associated with personal satisfaction.Keywords: desires, needs, listening, active listeners____________________________________________________________ABSTRAKKhalayak bertanggung jawab untuk memilih media terutama radio komunitas didasarkan pada motivasi khusus untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan untuk mencapai kepuasan setelah mendengarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan melihat motivasi, korelasi antara motivasi dan kualitas siaran radio dengan melihat terpaan media, dan korelasi antara terpaan media dengan melihat kepuasan dari pendengar radio komunitas Jaseng FM. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode survei yang diperoleh melalui kuesioner, observasi langsung, dan wawancara mendalam. Responden adalah pendengar aktif radio Jaseng FM yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa usia berhubungan dengan motivasi informasi dan tingkat pendapatan yang berhubungan dengan motivasi identitas pribadi dan integrasi dan motivasi interaksi sosial. Motivasi identitas pribadi terkait dengan durasi mendengarkan dan pemilihan peristiwa siaran. Motivasi hiburan, integrasi dan motivasi interaksi sosial, materi siaran dan kualifikasi penyiar terkait dengan durasi mendengarkan. Terpaan media termasuk durasi mendengarkan berhubungan dengan kepuasan pengawasan dan frekuensi mendengarkan berhubungan dengan kepuasan pribadi.Kata kunci: keinginan, kebutuhan, mendengarkan, pendengar aktif
Persepsi Remaja terhadap Pekerjaan di Sektor Pertanian Padi Sawah di Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor Meilina, Yoshinta; Virianita, Ratri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.564 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.339-358

Abstract

Cileungsi Village, Ciawi Subdistrict, Bogor Regency is one of the potential areas of lowland rice farming. Adolescent of Cileungsi Village as the age of the workforce will be observed for their perceptions in farming. This research aims to identify the characteristics of adolescents and their environment, to analyze adolescent perceptions of lowland rice farming and factors which related with the adolescent of Cileungsi Village perception. The method of this research is survey method. The result obtained by the internal factors (educational level and gender) related with adolescent of the village’s perception (role and work comfort) about lowland rice farming.Keywords:  lowland rice, perception, adolescent--------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKDesa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi alam yang mendukung untuk pertanian padi sawah. Remaja Desa Cileungsi sebagai salah satu orang dengan usia yang termasuk dalam angkatan kerja, akan diteliti persepsinya terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik remaja dan karakteristik lingkungan remaja di Desa Cileungsi, menganalisis persepsi remaja Desa Cileungsi terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah, dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan persepsi remaja Desa Cileungsi terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian survei. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu faktor internal (tingkat pendidikan dan jenis kelamin) berhubungan dengan persepsi remaja Desa Cileungsi (dalam hal peranan dan kenyamanan kerja) terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah.Kata kunci: padi sawah, persepsi, remaja
Relations of Household Socio-Economic Condition with the Interest of Rural Youth in Agricultural Sector Sari, Melia; Soetarto, Endriatmo; Shohibuddin, Muhammad
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3927.954 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.523-536

Abstract

Agricultural activities work must be able to fulfill the economic needs and approved by the community as a decent job, so many people enthusiast. Nowadays, interested of youth from the family farmers is decreasing to work in agriculture. It shows from the socio-economic conditions of farm households. The purpose of this study is to analyze the relationship of land ownership, income, housing conditions and education to the interests of village youth in agriculture. This research uses quantitative data approach with survey method supported by qualitative data in the form of in-depth interview. Respondents consist of 54 youths of children of farmers and aged 16-30 years. The respondents selected by random sampling method. The results of this study indicate that there is a significant relationship between income and housing conditions with the interests of village youth in agriculture.Keywords: agricultural, youth interest, socio-economic conditions================================================ABSTRAKPekerjaan di bidang pertanian harus mampu memenuhi kebutuhan ekonomi dan diakui oleh masyarakat sebagai pekerjaan yang layak sehingga banyak peminatnya. Saat ini minat pemuda desa untuk dapat bekerja di bidang pertanian semakin berkurang. Hal ini dapat dilihat dari keadaan kondisi-sosial ekonomi rumah tangga petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kepemilikan lahan, pendapatan, status-kondisi rumah tempat tinggal dan pendidikan dengan minat pemuda desa di bidang pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri dari 54 orang pemuda yang merupakan anak dari petani dan berumur 16-30 tahun. Pemilahan responden melalui metode pengambilan sampel acak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dan status-kondisi rumah tempat tinggal dengan minat pemuda desa di bidang pertanian.Kata kunci: pertanian, minat pemuda, kondisi sosial-ekonomi
Partisipasi Petani dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Program Agropolitan Belimbing di Bojonegoro Kinanti, Surya; Amanah, Siti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.754 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.43-54

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) can be utilised to support agribusiness for farmers. Agropolitan starfruit program in Bojonegoro provides ICT for farmers to be used in strengthening their starfruit agribusiness. The research aims were to analyze farmer’s participation in the utilise of ICT. The research site was in Ngringinrejo Starfruit Village, Kalitidu Sub District, Bojonegoro District, East Java. A number of 50 farmers were randomly selected as sample respondents from 104 farmers. The research results showed that the farmers have not intensively used the ICT. This relates to the limited training and facilitation about ICT for farmers. There is a significant positive correlation between level of farmer’s participation and the use of information technology to support the starfruit agribusiness. Training on ICT for farming business followed by appropriate facilitation need to be done to strengthen farmers knowledge and skills in ICT.Keywords: support agribusiness, limited training, limited facilitation-----------------------------------ABSTRAK  Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan salah satu aspek untuk mendukung agribisnis untuk petani. Program Agropolitan belimbing di Bojonegoro menyediakan fasilitas TIK bagi petani untuk mendukung usaha. Penelitian bertujuan menganalisis tingkat partisipasi petani dalam pemanfaatan TIK. Penelitian dengan metode survei ini dilaksanakan di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Sebanyak 50 petani peserta program dipilih secara acak dari 104 petani. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa petani tidak secara intensif menggunakan TIK. Hal ini berhubungan dengan terbatasnya pelatihan dan fasilitas tentang TIK untuk petani. Hal ini terdapat korelasi positif yang nyata antara partisipasi petani terhadap program agropolitan dengan tingkat pemanfaatan TIK. Diperlukan pelatihan TIK untuk usaha tani  yang diikuti oleh kebutuhan fasilitas yang memadai dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam TIK.Kata kunci: mendukung agribisnis, terbatasnya pelatihan, terbatasnya fasilitas
Relationship Usage Behavior and Utilization of Media Information By Dairy Farmers Zulkarnaen, Givary Apriman; Riyanto, Sutisna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.951 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.479-494

Abstract

Media information is currently undergoing rapid development with increasingly widespread use to the rural. The study aims to see the relationship between members of dairy cattle group in Cibogo Village as the characteristics of breeders based on the individual and the environment, the motive of the use of information media, and the behavior of media use with the utilization of information media for livestock activities based on Sapta Usaha Peternakan. This research was conducted with quantitative approach using survey method to 40 breeders supported by qualitative data. The use of information media by breeders is high, with duration and high frequency with more than one type of media. Characteristics of individual ranchers and farmer's environments have a noticeable relation to the part of formal education and social condition. Motive use of information media with motive information, social, identity, and entertainment on the breeder is high and has a real relationship with media usage behavior. Utilization of media in the field of agriculture is seen in the section cage and seed management.Keywords: characteristics of breeders, motive of media usage, sapta usaha peternakan=============================================== ABSTRAKMedia Informasi saat ini mengalami perkembangan yang pesat dengan pemanfaatan yang semakin luas hingga ke pedesaan. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara anggota kelompok ternak sapi perah di Desa Cibogo seperti karakteristik peternak berdasarkan individu dan lingkungan, motif penggunaan media informasi, dan perilaku penggunaan media dengan pemanfaatan media informasi untuk kegiatan peternakan berdasarkan Sapta Usaha Peternakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap 40 peternak didukung oleh data kualitatif. Penggunaan media informasi oleh peternak sudah tinggi, dengan durasi dan frekuensi yang cukup tinggi dengan lebih dari satu jenis media. Karakteristik peternak individu dan lingkungan peternak memiliki hubungan nyata terlihat pada bagian pendidikan formal dan keadaan sosial. Motif penggunaan media informasi dengan motif informasi, sosial, identitas, dan hiburan pada peternak sudah tinggi dan memiliki hubungan nyata dengan perilaku penggunaan media. Pemanfaatan media pada bidang peternakan terihat pada bagian perkandangan dan pengelolaan bibit.    Kata Kunci : Karakteristik peternak, motif penggunaan media, sapta usaha peternakan  

Page 3 of 52 | Total Record : 514


Filter by Year

2017 2025