cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Aksesibilitas dan Pemanfaatan Informasi Pertanian oleh Petani Hortikultura di Desa Cinangneng, Tenjolaya, Bogor Arfadi, Aprina Permata; Amanah, Siti; Sulistiawati, Asri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.115 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.123-132

Abstract

ABSTRACT Access informations and utilization of agriculture can be support business of farming’s which managed by farmers. This matters, not all of farmers can be access and get informations so fast and accurately. This purpose of research are to analyze access level of agriculture information, to analyze of sources horticulture informations by farmers, and  to analyze utilization level of informations from horticulture farmers. This methods of research are respondents survey from 35 horticulture farmers which supported by qualitative data. Qualitative data is collected in the form of  an interview with stakeholders as leader of village, leader of Gapoktan, public figures, village officials, and women farmers.The result of this research are  there relationship between the level  of information access with utilization of information. The low level of information access make a low level of utilization too. This matters caused not available of facilities and infrastructure which support farmers to access of informations, so this matters make farmers hard to use informations.Keywords: access to information, utilization of information, horticulture farmers------------------------ ABSTRAKAkses terhadap informasi pertanian dan pemanfaatannya dapat mendukung keberhasilan usahatani yang dikelola oleh petani. Persoalannya, tidak semua petani dapat mengakses dan memanfaatkan informasi dengan cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat akses informasi pertanian oleh petani, menganalisis sumber-sumber informasi pertanian hortikultura, serta menganalisis tingkat pemanfaatan informasi pertanian hortikultura oleh petani. Penelitian ini menggunakan metode survei responden sebanyak 35 petani hortikultura dan juga didukung oleh data  kualitatif. Data kualitatif yang dikumpulkan berupa wawancara mendalam dengan stakeholder terkait yaitu Kepala Desa, Ketua Gapoktan, tokoh masyarakat, aparatur desa dan wanita tani. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara tingkat akses informasi dan tingkat pemanfaatan informasi. Tingkat akses yang rendah menyebabkan tingkat pemanfaatan yang rendah pula. Hal ini dikarenakan tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai untuk petani dalam mengakses informasi menyebabkan petani juga sulit memanfaatkan informasi.Kata kunci: akses informasi, pemanfaatan informasi, petani hortikultura
Strategi Nafkah dan Relasi Sosial Rumahtangga Petani Tebu (Studi Kasus: Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen) Budiyanti, Indah; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.881 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.105-122

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the livelihood strategies and social relation of sugarcane farmers household in Jenar Village, Subdistrict Jenar, Sragen Regency. This research will discuss about the capital living (natural capital, social capital, human capital, physical capital, and financial capital) on each farmer household and is used in building a strategy of living that will form the sustainable livelihood systems. In addition, this research discuss qualitatively about the social relation that are owned by a sugarcane farmers household to support the resilience of its economy. This research also discusses the influence of the livelihood capital towards the livelihood strategies of sugarcane farmers household. And then to look at how big the contribution livelihood source sugarcane farmers household income survival sugarcane farmers given that household sugarcane is a commodity that has the harvest for 1.5 years. This research use quantitative methods approach using survey instruments in the form of questionnaire, and qualitative research data by the method of depth interview.Key words: farmers household, livelihood assets, livelihood structure, social relation, strategies of living.-------------------------- ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi dan Relasi Sosial Rumahtangga Petani Tebu di Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Penelitian ini akan membahas modal nafkah (modal alam, modal sosial, modal manusia, modal fisik, dan modal finansial) pada setiap rumahtangga petani dan digunakan dalam membangun strategi nafkah yang akan membentuk sistem penghidupan yang berkelanjutan. Selain itu, pada penelitian ini membahas secara kualitatif relasi sosial disetiap rumahtangga petani tebu untuk mendukung ketahanan ekonominya yang dilihat dari struktur nafkah. Penelitian ini juga membahas pengaruh modal nafkah terhadap strategi nafkah rumahtangga petani tebu. Serta melihat seberapa besar kontribusi sumber nafkah rumahtangga petani tebu dalam keberlangsungan hidup rumahtangga petani tebu mengingat bahwa tebu merupakan komoditi yang memiliki masa panen selama 1.5 tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey menggunakan instrumen berupa kuesioner, dan data penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam.Kata Kunci : modal nafkah,  rumahtangga petani , struktur nafkah, relasi sosial, strategi nafkah
Hubungan Motivasi dan Penggunaan Aplikasi Petani Sebagai Media Penyuluhan dengan Tingkat Kepuasan Petani Astuti, Nur Azizah Rizki; Hadiyanto, Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.183 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.169-180

Abstract

Petani application created as an alternative to support agricultural extension in Indonesia and encourage farmers to actively and independently contribute in their role as the subject of agricultural development. The objective of this research is to analyze what motivations that encourage farmers to use Petani application, how is farmer’s frequency and intencity in using Petani apllication, and how is the relation between motivation and uses of Petani apllication with gratification level of farmer. This research using survey method to 30 respondents in Sleman Regency selected with simple random sampling. The result from this research shown that motivation, utilization, and gratification level of respondents in using Petani application correlate to each other. The motivation of using with frequency and intensity and user’s gratification level has a positive and significant correlation while frequency and intensity of using with user’s gratification level has a correlation but not too significant.Keywords: gratification level, motivation, Petani application, uses.------------------------ABSTRAKAplikasi Petani hadir sebagai alternatif penunjang kegiatan penyuluhan pertanian di Indonesia dan mendorong petani untuk aktif dan berkontribusi secara mandiri dalam perannya sebagai subyek pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja motivasi yang mendorong petani dalam menggunakan aplikasi Petani, bagaimana frekuensi dan intensitas penggunaan aplikasi Petani di kalangan petani pengguna, serta bagaimana hubungan motivasi dan penggunaan aplikasi Petani dengan tingkat kepuasan petani. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada 30 petani responden di Kabupaten Sleman yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, penggunaan, dan tingkat kepuasan responden dalam menggunakan aplikasi Petani berhubungan satu sama lain. Motivasi penggunaan dengan frekuensi dan intensitas serta tingkat kepuasan pengguna memiliki hubungan yang positif dan signifikan, sedangkan frekuensi dan intensitas penggunaan dengan tingkat kepuasan pengguna memiliki hubungan tetapi tidak terlalu signifikan.Kata kunci: aplikasi Petani, motivasi, penggunaan, tingkat kepuasan.
Pengaruh Perubahan Status dalam Karir Rumah Tangga Pasca Perceraian/Perpisahan terhadap Karir Migrasi: Suatu Tinjauan Lifecourse Nurdinawati, Dina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.812 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.271-278

Abstract

Not all marriages or cohabitation (walking together without marriage bonds) runs lasting. Some of them end in divorce or separation. The aspect of a post-divorce household career is an interesting thing to be noticed. Their current status which is no longer with their partner, but not as free as the unmarried individual makes them have unique migration characteristics. The aim this literature study is intended to study the state of the art on relaltioship between migration and life-Course, especially in migration careers (trend patterns, frequency, distance, and direction) that change as a result of changes in household career status after divorce. This literature study yields three important findings. First, people who experience separation or divorce have frequencies moving more frequently than other marital statuses. Secondly, the average distance of migration to persons who are divorced or separated is shorter than those with single status and first marriage. Where, the shortest distance experienced by men who are divorced and have children. Third, in terms of direction, people who are divorced or separated will tend to stay in the city, while people who are married or paired back tend to live in sub-urban or rural areas.Keywords: divorc , lifecourse, migration career.---------------------------ABSTRAKTidak semua pernikahan ataupun cohabitation (hidup bersama tanpa ikatan prnikahan) berjalan langgeng. Beberapa diantaranya berkahir dengan perceraian atau perpisahan. Aspek karir rumah tangga pasca perceraian merupakan hal yang menarik untuk menjadi perhatian. Statusnya yang kini tak lagi bersama pasangannya, namun tak sebebas individu yang belum menikah menjadikannya memiliki karakteristik migrasi yang unik. Penulisan studi literatur ini dimaksudkan untuk mempelajari “state of the art” (penelitian-penelitian terkini) tentang kaitan Migrasi dan Life-Course, khususnya mempelajari karir migrasi (kecenderungan pola, frekuensi, jarak, dan arah) yang berubah sebagai akibat dari perubahan status dalam karir rumah tangga pasca perceraian/perpisahan. Studi literatur ini menghasilkan tiga temuan penting. Pertama, orang yang mengalami perpisahan atau perceraian memiliki frekuensi berpindah yang lebih sering dari status perkawinan lainnya. Kedua, rata-rata jarak migrasi pada orang-orang yang berstatus bercerai atau berpisah lebih pendek dari mereka yang berstatus lajang dan pernikahan pertama. Dimana, jarak terpendek dialami oleh laki-laki yang berstatus bercerai dan memiliki anak. Ketiga, dari segi arah, orang yang berstatus bercerai atau berpisah akan cenderung untuk tinggal di kota, sedangkan orang yang berstatus menikah atau berpasangan kembali cenderung untuk tinggal di daerah sub urban atau perdesaan.Kata kunci: karir migrasi, life course , perceraian.
Analisis Respon Masyarakat terhadap Pengelolaan Dana Desa untuk Pembangunan Pedesaan Arifiani, Tisha Alya; Sjaf, Sofyan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.824 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.317-332

Abstract

ABSTRACTGovernment effort for increasing and leveling rural development done by village funds allocation as mandated by UU No. 6 Tahun 2014 about also by Goverment Regulation (PP) No. 60 Tahun 2014 about village funds that sourced from APBN. Referred to village funds purpose which is for increasing community welfare so for the management community should involve. The purpose from this research is analyzing how’s the community’s attitude and participation towards village funds management and to analyze how’s the level of inequality distribution of development results. The methods that being used in this research is quantitative methods supported with qualitative data and using analysis of multiple linear regression test. The results of this research shown if community’s attitude who joined village discussion tend positively and the participation level is high, while the community’s attitude who wasn’t join the village discussion tend negatively and the participation level is low. The community’s responses is affecting the transparency level and accountability of village funds management.Key words: community’s responses, village development, village funds-----------------------ABSTRAKUpaya pemerintah untuk meningkatkan dan memeratakan pembangunan desa dilakukan melalui pengalokasian dana desa sebagaimana amanat UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN. Merujuk tujuan dari dana desa yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka pengelolaannya harus melibatkan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana sikap dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan dana desa serta untuk menganalisis bagaimana tingkat ketimpangan pendistribusian hasil pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan menggunakan analisis uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap masyarakat yang mengikuti musyawarah desa cenderung positif dan tingkat partisipasinya tinggi, sedangkan masyarakat yang tidak mengikuti musyawarah cenderung memiliki sikap yang negatif dan tingkat partisipasi yang rendah. Respon masyarakat tersebut mempengaruhi tingkat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.Kata kunci: dana desa, pembangunan pedesaan, respon masyarakat
Strategi Nafkah dan Pemanfaatan Relasi-Relasi Sosial Rumahtangga Petani Kelapa Sawit Harahap, Tinur Fitri Ayu; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.325 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.383-402

Abstract

This study aims to identify the structure and strategy of the household livelihoods, identify the utilization of livelihood capital that influences household livelihood strategies of oil palm farmers and identifies the utilization of social relationships of oil palm farmers households. There is a difference in the livelihood structure of households of oil palm self-reliant with plasma palm oil farmers. This research is done by quantitative method supported by qualitative data. The result of this research is explaining that the average of households livelihood structure of palm oil farmers is from non-farm sector, whereas in households of plasma oil palm farmers is dominated by on farm sector supported by non-farm sector. The utilization of subsistence capital by two types of oil palm farmers is also different. Both types of farmers have diverse social relationships in support of farm household income.Keywords: livelihood assets, livelihood strategies, oil palm farmer household, social relations----------------------- ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur dan strategi nafkah rumah, mengidentifikasi pemanfaatan modal nafkah yang mempengaruhi strategi nafkah rumahtangga petani kelapa sawit serta mengidentifikasi pemanfaatan relasi-relasi sosial rumahtangga petani kelapa sawit. Terdapat perbedaan struktur nafkah rumahtangga petani kelapa sawit swadaya dengan petani kelapa sawit plasma. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa secara rata-rata struktur nafkah rumahtangga petani kelapa sawit swadaya berasal dari sektor non farm, sedangkan pada rumahtangga petani kelapa sawit plasma didominasi oleh sektor on farm yang didukung oleh sektor non farm. Pemanfaatan modal nafkah oleh dua jenis petani kelapa sawit juga berbeda. Kedua jenis petani ini memiliki relasi sosial yang beragam dalam mendukung pendapatan rumahtangga petani.Kata Kunci: modal nafkah, petani kelapa sawit, relasi sosial, strategi nafkah
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Taufiqurrahman, Fahmi; Sumarti, Titik; Falatehan, Sriwulan Ferindian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.726 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.29-42

Abstract

ABSTRACTWorld Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia’s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women’s economic empowerment becomes important in order to strengthen women’s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women’s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men’s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men’s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men’s participation with the level of men’s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men’s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men’s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men’s participation at medium level (tokenism), (3) there isn’t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men’s participation, (4) the level of women’s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men’s participation with the level of women’s economic empowerment.Keywords : Gender, participation, women’s empowerment---------------------------- ABSTRAKSurvei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Hubungan Perubahan Sosial Pasca Pembangunan Infrastruktur Jembatan Suramadu dengan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan Sulaisiyah, Sulaisiyah; Nasdian, Fredian Tonny; Barlan, Zessy Ardinal
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.819 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.71-88

Abstract

ABSTRACTDevelopment is a planned process that can inflict to social change. There is in Madura Island Development are Suramadu (Surabaya-Madura) which would mark a change on both sides of the region, especially on the island of Madura which be one of development target. The purpose of this research is to analysis the relationship of social change post development with rural communities living standard. This research will use a quantitative approach with survey method and supported by qualitative data at West Sukolilo village, Labang Sub-district, Bangkalan District, East Java. Respondents consist of 46 from fishermans, farmers, non fishermans and non farmers. The respondent selected by stratified random sampling method. The result of this study indicate that there is a significant relationship between social stratification as part of social change with living standard of rural community.Key Words : Infrastructure Development, Social Change, Standard of Living, Rural Community------------------ABSTRAKPembangunan merupakan suatu proses terencana yang dapat menimbulkan perubahan-perubahan sosial. Khususnya di Pulau Madura terdapat Pembangunan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang akan menjadi tonggak perubahan pada kedua sisi daerah khususnya di Pulau Madura yang menjadi target pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perubahan sosial yang terjadi akibat pembangunan dengan taraf hidup masyarakat pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode survei yang didukung dengan data kualitatif di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Jumlah responden 46 orang yang terdiri dari nelayan, petani, non petani dan non nelayan. Pemilahan responden melalui metode pengambilan acak stratifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara strata sosial sebagai bagian dari perubahan sosial dengan taraf hidup masyarakat pedesaan.Kata Kunci : Pembangunan Infrastruktur, Perubahan Sosial, Taraf Hidup, Masyarakat Pedesaan
Analisis Peran Kelembagaan Lokal terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Pedesaan Multietnis di Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Barlan, Zessy Ardinal
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.436 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.147-154

Abstract

Indonesia is famous for its diverse ethnicity. This ethnic diversity affects the diversity of community values in building interactions. People build interaction one of them to meet the needs of his life, so that people in general use institutional as a container to interact with each other in accordance with prevailing norms and values. The most primary needs of the community is to meet the needs of food and board clothing. Institutions that meet this need are economic institutions. The formulation of the problem of this research are (1) How is local institution developing in multiethnic rural community in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? (2) What is the economic condition of multiethnic rural community in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? and (3) How is the Institutional Role local in improving the economy of multiethnic rural communities in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? This research is a qualitative research with purposive informant selection technique. The result of this research is the local institution that developed in Bonegunu Sub-district that is Customary Institution. Bonegunu Sub-district generally has high potential of rice fields. However, this potential has not been utilized properly due to the absence of adequate irrigation channels. Therefore, people use social capital and kinship relationships that exist between them. In addition, the consensus is built between ethnic groups also make multiethnic communities can together to solve economic problems without losing their identity.Keywords: Ethnicity, Poverty, Social Capital---------------------------------ABSTRAKIndonesia terkenal dengan keragaman etnisnya. Keragaman etnis ini mempengaruhi keragaman nilai-nilai masyarakat dalam membangun interaksi. Orang membangun interaksi salah satunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga orang pada umumnya menggunakan kelembagaan sebagai wadah untuk berinteraksi satu sama lain sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Kebutuhan utama masyarakat adalah untuk memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, dan papan. Lembaga yang memenuhi kebutuhan ini adalah lembaga ekonomi. Kabupaten Buton Utara merupakan kabupaten baru yang mekar dari kabupaten induknya yaitu kabupaten buton pada tahun 2007. Adanya kebijakan transmigrasi di Kabupaten Buton, membuat kabupaten ini memiliki masyarakat yang sangat heterogen. Terkait dengan keberagaman masyarakat Buton Utara akibat adanya kebijakan transmigrasi maka menarik untuk melihat bagaimana peran kelembagaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Merujuk hal tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana institusi lokal berkembang di masyarakat pedesaan multietnis di Bonegunu Kecamatan Kabupaten Buton Utara?, (2) Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat pedesaan multietnis di Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara ?, dan (3) Bagaimana Peran Kelembagaan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan multietnis di Bonegunu Kecamatan Kabupaten Buton Utara ?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pemilihan informan purposive. Hasil dari penelitian ini adalah institusi lokal yang berkembang di Kecamatan Bonegunu yang merupakan Lembaga Adat. Kecamatan Bonegunu umumnya memiliki potensi sawah yang tinggi. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan dengan baik karena tidak adanya saluran irigasi yang memadai. Karena itu, orang menggunakan modal sosial dan hubungan kekeluargaan yang ada di antara mereka. Selain itu, konsensus yang dibangun antar kelompok etnis juga membuat komunitas multietnis dapat bersama-sama memecahkan masalah ekonomi tanpa kehilangan identitasnya.Kata Kunci: Etnisitas, Kemiskinan, Modal Sosial
Peran Modal Sosial Terhadap Kesejahteraan Pengusaha Sektor Informal (Kasus Pengusaha Sektor Informal di Pasar Jl. Dewi Sartika, Bogor) Harahap, Dedy Yahya; Agusta, Ivanovich
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.823 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.207-222

Abstract

Goal of the study was to test contribution social capital on migration, of the informal sector, social capital education entrepreneurs to improve informal sector entrepreneurs. The research conducts quantitative approach by survey methods and supported by qualitative data. The results showed assosiation between social capital and informal entrepreneur’s welfare. Spearman rank test between social anf welfare showed -0.480. That indicated inverse relationship among them. Spearman rank test between social capital on imigration and welfare showed 0.723. That indicate positive relationship between them. Spearman rank test between social capital an education and welfare showed 1.000. That indicated fully positive relationship between them. Keywords : Welfare, Social Capital, Informal Sector.---------------------ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah menguji kontribusi modal sosial pekerja pengusaha sektor informal, modal sosial migrasi sektor informal, modal sosial pendidikan pengusaha sektor informal dalam meningkatkan kesejahteraan pengusaha sektor informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey didukung dengan data kualitatif berupa wawancara mendalam, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran modal sosial terhadap kesejahteraan berhubungan nyata. Uji kolerasi rank spearman menunjukkan bahwa hubungan pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar -0.480 dan nilai probabilitas sebesar 0.004. Hasil tersebut menunjukkan hubungan kuat namun berdifat negatif. Hubungan modal sosial migrasi pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar 0.723 dan nilai probabilitas sebesar 0.000. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang kuat dan bersifat positif antara kedua variabel. Hubungan modal sosial pendidikan pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar 1.000 dan nilai probabiliti sebesar 1.000. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang kuat, bersifat positif antara kedua variabel.Kata Kunci : Kesejahteraan, modal sosial, sektor informal.

Page 5 of 52 | Total Record : 514


Filter by Year

2017 2025