cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
The Effectiveness of The Website And Instagram as a Means of Promotion in Community Based Tourism Area Adhanisa, Chikameirani; Fatchiya, Anna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.273 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.451-466

Abstract

The rise of social media users is now a great opportunity for businessmen to exploit it. Social media is often used as a means of promotion is a website and Instagram. Promotion through online media is widely used by the Manager of the tourist including community based tourism area. Online promotion is important to attracting tourists into visiting a tourist area. This research uses a quantitative approach with a survey of the methods supported by the qualitative data and followed by 171 respondents. The results of this study indicate that website and Instagram is only effective to attract attention and interest, while in attracting the desire and action is still lacking. It is influenced by the completeness of the information on the website and the completeness of information and its delivery on Instagram.Keywords : effectiveness, instagram, online promotion, website=================================================== ABSTRAK Meningkatnya pengguna media sosial saat ini menjadi peluang besar bagi pelaku bisnis . Media  sosial yang sering digunakan sebagai sarana promosi adalah website dan Instagram. Promosi melalui media online banyak digunakan oleh pengelola kawasan wisata termasuk kawasan wisata berbasis masyarakat. Promosi online penting untuk menarik minat wisatawan agar mengunjungi kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang didukung dengan data kualitatif dan diikuti oleh 171 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa website dan Instagram hanya efektif untuk menarik perhatian (attention), dan menarik keingintahuan (interest), sedangkan dalam menarik keinginan (desire) dan juga tindakan (action) masih kurang. Hal tersebut dipengaruhi oleh kelengkapan informasi pada website dan kelengkapan informasi beserta tata bahasa pada Instagram Kata Kunci : efektivitas,  instagram, promosi online, website 
Dampak Aktivitas Produksi Tambang Semen Tonasa terhadap Perubahan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Nurlaila, Nurlaila; Soetarto, Endriatmo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.878 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.81-96

Abstract

Indonesia's population growth has increased. This increase was not followed by the addition of the amount of area available on earth. Around 237 641 326 Indonesian people now have to rely on the environment that will animate them. Became one of the industry's growth efforts for the country to be able to improve the welfare of its people. Results from this study showed that the difference Based Wilcoxon test, there were no significant differences in welfare conditions before and after the cement maker, Z = -0.089; p> 0.05, which means that the presence of these companies do not improve the welfare of the community objective. Based on the results of Spearman Rank correlation there is a significant correlation between changes in the agrarian structure and the level of prosperity in the pre-construction period (20 years), r (41) = 0,030; p <0.05, and the correlation between the two was significant (p <0.05). The condition of public welfare changes caused by changes in the agrarian structure which occurred before the company operates so as to encourage changes in the landscape and community involvement.Keywords: mine production, agrarian structure, landscape changing-----------------------ABSTRAKPertumbuhan penduduk Indonesia mengalami peningkatan. Peningkatan ini tidak diikuti dengan penambahan jumlah wilayah yang tersedia di muka bumi. Sekitar  237.641.326  jiwa penduduk Indonesia kini harus menggantungkan hidupnya pada lingkungan yang akan menghidupkan mereka.  Pertumbuhan industri  menjadi salah satu usaha bagi negara untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan uji perbedaan Wilcoxon, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kondisi kesejahteraan sebelum dan setelah adanya perusahaan semen, Z = -0,089; p>0,05 yang artinya dengan adanya perusahaan tersebut tidak meningkatkan kesejahteraan objektif masyarakat. Berdasarkan hasil korelasi Rank Spearman terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan struktur agraria dan tingkat kesejahteraan pada waktu pra-construction (20 tahun terakhir), r(41) = 0,030; p<0,05 serta korelasi antara keduanya signifikan (p<0,05). Kondisi kesejahteraan masyarakat mengalami perubahan yang diakibatkan oleh perubahan struktur agraria yang terjadi sebelum perusahaan beroperasi sehingga mendorong perubahan bentang alam dan pelibatan masyarakat.Kata kunci  : produksi tambang, struktur agraria, perubahan bentang alam
Dampak Obyek Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo terhadap Peluang Bekerja dan Berusaha Muthahharah, Afiefah; Adiwibowo, Soeryo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.529 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.2.157-166

Abstract

The objective of this research is to analyze the impact of Pasir Putih Beach’s tourisms on job and business opportunities. The results show that, first, tourism at Pasir Butih Beach strongly promote job and business opportunities for local i.e. hotel and homestay, boat rental, restaurants, peddlers, retailers, and packman. Second, with regards to full job in tourism sector, the economic contribution of tourism to total household income is quite significant. The average monthly income of the rental boatman could reach 69.3 percent (or Rp 859 700) of the total monthly income. Meanwhile for the peddler the contribution of tourism sector to the total household income reach 73.1 percent (or Rp 544 400). As for merchandise, the contribution from tourism reaches 50.3 percent (or Rp 455 500) out of the total household income.Keyword: tourism, job opportunity, business opportunity, and household income-------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPenelitian ini menganalisis dampak obyek wisata pantai Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur, terhadap peluang bekerja dan berusaha. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, kegiatan pariwisata membuka peluang usaha dan bekerja di bidang (i) akomodasi, yaitu hotel dan penginapan; (ii) jasa transportasi, yaitu ojeg perahu; (iii) jasa rumah makan/kuliner; (iv) pedagang, yaitu sebagai pedagang kaki lima di kawasan pantai, pedagang keliling, dan pedagang yang membuka kios. Kedua, kontribusi pendapatan dari sektor pariwisata ini tergolong dominan. Pendapatan per bulan pengusaha ojeg perahu dari pariwisata mencapai 69.3 persen (atau Rp 859 700) dari total pendapatan rumahtangga. Adapun pendapatan per bulan pedagang kaki lima dari pariwisata mencapai 73.1 persen (Rp 544 400) dari total pendapatan rumah tangga. Sementara pendapatan per bulan usaha kios cinderamata dari pariwisata mencapai 50.3 persen (Rp 455 500) dari total pendapatan rumahtangga.Kata kunci: pariwisata, peluang bekerja, peluang berusaha, pendapatan
Hubungan Komunikasi Pemasaran dengan Tingkat Kualitas Daya Saing UMKM Kerajinan di Kota Bogor Diahnisa, Tiffany; Kusumastuti, Yatri Indah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.02 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.2.237-244

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) has an important role in local and national economy. Many MSME’s product penetrated local, national, and international market. This study aims to identify the implementation of marketing communication used by MSMEs craft, identify quality level of competitiveness of MSME’s craft, analyze the relationship characteristics of MSME’s craft with the implementation of marketing communications, and analyze the relationship between the implementation of marketing communications with the quality level of competitiveness of MSME’s craft. This study combined quantitative approach using questioner method and supported by qualitative data using depth interview method. The results showed that the implementation of the marketing communications MSME’s craft in the city of Bogor has classified moderate, while mostly using social media as a communication medium and Word of Mouth (WOM) as the promotion mix, while in terms of the quality competitiveness, MSME’s craft in Bogor has classified moderate in quality level of competitiveness. The conclusion from this study is the implementation of marketing communications especially variety of media communication and promotion mix related quality level of competitiveness.Keywords: communication media, economy, promotion mix ---------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKUsaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian lokal dan nasional. Banyak produk UMKM menembus pasar lokal, nasional, dan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pelaksanaan komunikasi pemasaran yang digunakan oleh kerajinan UMKM, mengidentifikasi tingkat kualitas daya saing kerajinan UMKM, menganalisis karakteristik hubungan kerajinan UMKM dengan pelaksanaan komunikasi pemasaran, dan menganalisis hubungan antara pelaksanaan komunikasi pemasaran dengan tingkat kualitas daya saing kerajinan UMKM. Penelitian ini mengkombinasikan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode kuesioner dan didukung oleh data kualitatif dengan menggunakan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kerajinan komunikasi pemasaran UMKM di Kota Bogor telah diklasifikasikan sedang, sementara sebagian besar menggunakan media sosial sebagai media komunikasi dan WOM (mulut ke mulut) sebagai bauran promosi, sedangkan dalam hal daya saing kualitas, kerajinan UMKM di Bogor telah diklasifikasikan sedang dalam tingkat kualitas daya saing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi dari komunikasi pemasaran terutama berbagai media komunikasi dan bauran promosi terkait tingkat kualitas daya saing.Kata kunci: bauran promosi, media komunikasi, perekonomian
Hubungan Strategi Pemberdayaan Peternak dengan Kesejahteraan Peternak Jayanti, Dwi; Sjaf, Sofyan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.501 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.299-316

Abstract

 Livestock is one of the livelihoods of Indonesian communities to meet their needs. However, socio-economic conditions of farmers face problems including low bargaining position, low education levels, the condition of scattered farms, simple technology. To overcome these problems, we need to empower breeder. Kampoeng Ternak is a network of Dompet Dhuafa who engaged in the empowerment of breeders. Empowerment process requires an effective strategy to achieve the goal. To that end, the purpose of this research is to examine the relationship of empowerment strategies to improve the welfare of farmers. The method used in this research is quantitative method with the approach of the survei and supported by qualitative methods. Respondents were determined through simple random sampling. Test the relationship will be conducted with test-Spearman Rank. The results of this research showed that there is a relationship between empowerment strategies with the welfare of farmers. Such relations are moderate. While on each pattern empowerment strategy, only strengthening group associated with the level of welfare.Keywords: Empowerment, Empowerment Strategy, Welfare ------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPeternakan rakyat merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, kondisi sosial ekonomi masyarakat peternak menghadapi permasalahan diantaranya posisi tawar yang rendah, tingkat pendidikan rendah, kondisi peternakan tersebar, teknologi sederhana. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan pemberdayaan peternak rakyat (kecil). Kampoeng Ternak merupakan jejaring Dompet Dhuafa yang bergerak dalam pemberdayaan peternak. Proses pemberdayaan memerlukan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji hubungan dari strategi pemberdayaan dengan kesejahteraan peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan survai dan didukung oleh metode kualitatif. Responden ditentukan melalui simple random sampling. Uji hubungan dilakukan dengan uji Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi pemberdayaan dengan tingkat kesejahteraan peternak. Hubungan tersebut tergolong moderat. Sedangkan pada masing-masing pola strategi pemberdayaan, hanya penguatan kelompok yang berhubungan dengan tingkat kesejahteraan.Kata kunci: Kesejahteraan, Pemberdayaan, Strategi Pemberdayaan
Modal Sosial dan Keberlanjutan Kelembagaan dalam Program CSR PT Tirta Investama di Kabupaten Cianjur Jawa Barat Chintia, Chintia; Nasdian, Fredian Tonny
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.639 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.17-28

Abstract

Corporate social responsibility is a responsibility that must be implemented by the company to the public and the environment. Social capital, especially social networks have a role in the sustainability of institutions in Cianjur District, West Java. The main objective is create a sustainable program, that keep continued even though the company is no longer or not directly involed. This study aims to describe social networks, social capital, institutional sustainability, and analyze the correllation between social networks and institutional sustainability. This study uses quantitative approach with census method supported by qualitative data. The results showed that the level of social networking contained in HIPOCI were on a broad level and the level of institutional sustainability in high level. Based on the research that has been tested statistically show that there is a correlattion between the level of social networking with the level of institutional sustainability.Key words: social networks, typology, correlation--------------------------ABSTRAKCSR atau tanggung jawab sosial perusahaan merupakan bentuk tanggung jawab yang wajib dilaksanakan oleh perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. Modal sosial, khususnya jejaring sosial memiliki peranan dalam keberlanjutan kelembagaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Hal ini diharapkan mampu menjadikan suatu program dapat berkelanjutan meskipun perusahan tidak lagi ikut terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jejaring sosial, modal sosial, keberlanjutan kelembagaan, menganalisis hubungan jejaring sosial dan keberlanjutan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif dengan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan tingkat jejaring sosial yang terdapat pada HIPOCI berada di tingkat luas dan tingkat keberlanjutan kelembagaan di tingkat tinggi. Berdasarkan hasil uji secara statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat jejaring sosial dengan tingkat keberlanjutan kelembagaan.Kata kunci: jejaring sosial, tipologi, korelasi
Identification of the Characteristics of Citizens in the Development of Village Tourism Irfipta, Irfipta; Sihaloho, Martua; Sunito, Satyawan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.202 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.551-562

Abstract

Tourist village is a rural area which has the uniqueness and attraction as well as the potential that could be developed as a component of tourism. The success of the development of tourism requires cooperation with various parties in particular the villagers, so that it can foster an attitude of having and a sense of responsibility as perpetrators of the determinant of the development of tourism. The purpose of this research is to identify the characteristics of the citizens involved in the development of tourist villages through employment opportunities and business. This research is quantitative research using survey method supported qualitative data. The results of this research indicate that some charactersitics citizens such as age, education level, and gender showed a fairly strong relationship with business and employment opportunities, while marital status indicates a weak relationship and no significant employment and business in tourist Kandri Villages.Keywords: Business and employment opportunities, Characteristics of the citizens, Tourism Village=================================================ABSTRAKDesa wisata merupakan sebuah kawasan pedesaan yang mempunyai keunikan dan ketertarikan serta potensi yang dapat dikembangkan sebagai komponen kepariwisataan. Keberhasilan pengembangan pariwisata memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya warga desa, sehingga dapat menumbuhkan sikap memiliki dan rasa tanggung jawab sebagai pelaku penentu pembangunan kepariwisataan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik warga yang terlibat dalam pengembangan desa wisata melalui kesempatan kerja dan usaha. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survei yang didukung data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa karakeristik warga seperti usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan kesempatan kerja dan usaha, sedangkan pada status pernikahan menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan dengan kesempatan kerja dan usaha di Desa Wisata Kandri.Kata kunci: Desa Wisata, Karakteristik Warga, Kesempatan Kerja dan Usaha
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Keluarga dalam Menentukan Penolong Persalinan Dwiharyenti, Wenny; Wahyuni, Ekawati Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.698 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.97-114

Abstract

This study aimed to analyze the factors that influence family decision-making in choosing childbirth helper in Ligarmukti Village, Bogor. These factors are households’ internal factors (household characteristics and expecting mothers) and households’ external factors (health services and social capital). This research was carried out using quantitative approach, and utilized questionnaire, in-depth interview and observation as the data collection methods. Results of the study show that the majority of respondents still prefer traditional midwife as childbirth helper than village midwife. Decisions were made by mutual agreement of husband and wife, and were not affected by households’ internal factors. On the other hand, the external factors such as extended family and norms were influential to the decisions’ made. The extended family’s advices on pregnancy and childbirth were often based on family experiences, even though most of respondents have faith to trust the village midwife than traditional one.Keywords : birth, family, traditional midwife-------------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan keluarga dalam menentukan penolong persalinan di Desa Ligarmukti, Bogor. Faktor tersebut, yaitu faktor internal rumahtangga (karakteristik rumahtangga dan ibu hamil/bersalin) dan faktor eksternal rumahtangga (pelayanan kesehatan dan modal sosial). Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan kuesioner, wawancara mendalam serta observasi lapang sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menujukkan sebagian besar responden lebih memilih paraji sebagai penolong persalinan dibandingkan bidan desa. Keputusan dibuat berdasarkan kesepakatan suami istri dan tidak dipengaruhi faktor internal keluarga. Faktor eksternal seperti jaringan dengan keluarga besar dan kepatuhan terhadap norma yang turun temurun memengaruhi pengambilan keputusan. Keluarga besar memberi masukan seputar kehamilan dan persalinan yang sering kali berdasarkan pengalaman sebelumnya, walaupun sebenarnya masyarakat sudah banyak yang memercayai keahlian bidan.Kata kunci: bersalin, keluarga, paraji
Hubungan Pengembangan Wisata dengan Strategi Nafkah dan Taraf Hidup Rumah Tangga Nelayan Desa Karimunjawa Setyawan, Luki; Satria, Arif
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.975 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.2.167-182

Abstract

The purpose of this study to analyze the correlation of  tourism development with livelihood strategies and living standard of fisherman household of Karimunjawa Village. Type of attraction that developed in Indonesia is ecotourism and tourism. Tourism development are good not only focus on the balance of nature and level of the economy, but also the welfare of local communities. Fisherman are part of the local community in the implementation of coastal tourism and small islands. This study will analyze about tourism and fisher household. This research combined quantitative approach using questioner method and qualitative approach using interview method. The result of this study explained about the development of tourism had affected the livelihood strategy of fisherman household. Implementation of the strategy is not only living as part of efforts to sustain life, but also improve the standard of living of  fishermen household.Keywords: ecotourism, national park, livelihood structure-----------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPenelitian dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, yang mencakup dua dusun, yaitu Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Jonggata dan Dusun Ketangge, Desa Sukarara, Kecamatan Pujut. Tujuan penelitian adalah untuk melihat struktur nafkah dan bentuk strategi nafkah rumahtangga penenun. Penelitian ini juga menganalisis pengaruh pemanfaatan lima modal nafkah terhadap resiliensi rumahtangga penenun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode kuantitatif dilakukan melalui pendekatan survei dan menggunakan kuesioner. Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan menggunakan wawancara mendalam. Pendekatan lain yang digunakan adalah melalui observasi lapang di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara modal nafkah terhadap tingkat resiliensi, serta memaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat resiliensi rumahtangga penenun di dua dusun. Faktor yang mempengaruhi tingkat resiliensi di Dusun Sade yaitu pinjaman, tingkat alokasi tenaga kerja dan penguasaan keterampilan. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat resiliensi rumahtangga penenun di Dusun Ketangge yaitu pinjaman, tingkat lama waktu bersekolah dan tingkat investasi barang.Kata kunci: ekowisata, taman nasional, struktur nafkah
Dampak Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Gurandil Astuti, Wira Fuji; Agusta, Ivanovich; Siwi, Mahmudi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.13 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.317-338

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between the factors which is stimulated the emergence gurandil with activities undertaken by gurandil in doing illegal gold mining and its relationship with the welfare of households by using Spearman rank correlation test. This research was conducted using quantitative research approach, namely the use of instruments such as questionnaires, and qualitative data supported by in-depth interviews, participant observation and document tracking. Results of this study explain that the factors stimulates the emergence gurandil associated with the level of activity in the gold mining without permission. Factors that influence the intensity of gurandil's activity is economic factors because the low level of earned income to meet family needs. Another factor that affects the activity of gurandil is legal factors and social factors. Gurandil activity levels are categorized according to the characteristics, namely gurandil shallow, regular gurandil, and gurandil barrel. Gurandil activity in gold mining without permission is gurandil shallow highest. Based on the obtained relationship gurandil activity by household welfare level gurandil seen from the physical condition of residential buildings, the level of health, education level, income level, and the level of expenditure.Keywords: activity gurandil, driving factors, the level of welfare--------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor pendorong munculnya gurandil dengan aktivitas yang dilakukan oleh gurandil dalam melakukan penambangan emas tanpa izin dan hubungannya dengan kesejahteraan rumah tangga dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu penggunaan instrumen berupa kuesioner, dan didukung data kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa faktor pendorong munculnya gurandil berhubungan dengan tingkat aktivitas gurandil dalam melakukan penambangan emas tanpa izin. Faktor yang sangat mempengaruhi tingginya aktivitas gurandil adalah faktor ekonomi karena rendahnya tingkat pendapatan yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Faktor lain yang mempengaruhi aktivitas gurandil adalah faktor hukum dan faktor sosial. Tingkat aktivitas gurandil dikategorikan sesuai dengan karakteristik gurandil yaitu gurandil cetek, gurandil biasa, dan gurandil tong. Aktivitas gurandil dalam melakukan penambangan emas tanpa izin paling tinggi adalah gurandil cetek. Berdasarkan aktivitas gurandil tersebut diperoleh hubungan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga gurandil yang dilihat dari kondisi fisik bangunan tempat tinggal, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan tingkat pengeluaran.  Kata kunci: aktivitas gurandil, faktor-faktor pendorong, tingkat kesejahteraan

Page 2 of 52 | Total Record : 514


Filter by Year

2017 2025