cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 482 Documents
Pengaruh Kadar Gliserol Terhadap Kualitas Semen Domba Lokal Nurcholidah Solihati; Siti Darojah Rasad; Rangga Setiawan; Santi Nurjanah
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2357

Abstract

Pengembangan Domba Lokal melalui program Inseminasi Buatan memerlukan informasi mengenai kualitas semen, khususnya semen beku yang dalam pembuatannya memerlukan gliserol sebagai krioprotektan dengan kadar yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  kualitas semen Domba Lokal dan mengetahui level gliserol yang menghasilkan kualitas semen post-thawing yang paling optimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan level gliserol (4%, 5%, 6% dan 7%) dan 14 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi motilitas, abnormalitas dan recovery rate. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANAVA) dan perbedaan antar perlakuan diuji menggunakan Uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level gliserol berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap motilitas dan recovery rate namun tidak berpengaruh nyata terhadap abnormalitas sperma. Perlakuan level gliserol 5% nyata (p<0.05) menghasilkan motilitas (40,47%) dan recovery rate (46,53%) tertinggi dibanding perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa semen Domba Lokal memiliki kualitas yang baik dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut sampai semen beku dengan level gliserol 5% menghasilkan kualitas semen post-thawing yang paling optimal.
Uji Hayati Lima Jenis Minuman Kemasan Gelas dengan Hewan Uji Daphnia Magna dan Mencit Jantan (Mus musculus) Hertien Koosbandiah Surtikanti; Hernawati .; Diah Frisda; Muhamad Taufiq Hidayah
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2348

Abstract

Lima jenis minuman yang terpilih yaitu panther, meico, teh zeggar, degan, dan teh bukit sudah dilakukan uji hayati. Salah satu untuk pengujian kualitas minuman tersebut, yaitu uji hayati dengan menggunakan neonate Daphnia magna  (berumur <24 jam) dan mencit jantan (Mus musculus). Pengujian menggunakan D. magna, dilakukan dalam dua tahap yaitu Range Finding test (RFT) dan Range Definitive Test (RDT), sementara uji hayati mencit jantan galur Deutschland Denken Yoken (DDY) dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap, dua faktorial dengan 18 kelompok perlakuan. Pengambilan sampel darah mencit jantan diambil pada bagian ekor hewan dan diperiksa dengan menggunakan metode strip dan glucometer autocheck. Hasil RFT menunjukan 50% kematian neonate D. magna terdapat pada pengenceran 10-100%. Hasil analisis menunjukkan nilai LC50-24h untuk minuman Panther (P), Meico (M), Teh Bukit (B), Teh Zegar (Z) dan Degan (D). berturut-turut adalah 39,99; 51,5; 40,9; 40,93; dan 49,74%. Hasil uji hayati menggunakan mencit jantan, terjadi kenaikan berat badan yang signifikan pada saat diberi Z, D dan B. Kenaikan kadar gula darah mencit jantan signifikan pada waktu perlakuan selama dua dan tiga minggu dengan P, M, B, Z dan D. Hal ini disebabkan kadar gula minuman dapat meningkatkan kadar gula darah. Dapat disimpulkan bahwa kelima sampel minuman tersebut bersifat toksik, karena nilai LC50 kurang dari 50% (hasil uji D. magna) dan dapat meningkatkan kadar gula darah pada mencit jantan.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Anorganik Terhadap Populasi Bakteri Pelarut Fosfat, Kandungan Fosfat (P) dan Hasil Tomat Hidroponik Adhitiya Rana; Mieke Rochimi Setiawati; Abraham Suriadikusumah
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2251

Abstract

Pada sistem hidroponik, pemberian pupuk anorganik dan pupuk hayati dilakukan untuk meningkatkan hasil tanaman karena pupuk anorganik menyediakan unsur hara dan pupuk hayati menghasilkan fitohormon yang meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan fosfat (P) dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan kombinasi pupuk anorganik (konsentrasi 100%, 75%, dan 50%), pupuk hayati (konsentrasi 100%, 75%, 50%, dan 25%) 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik untuk melihat pengaruh perlakuan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi pupuk anorganik dan pupuk hayati menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap populasi bakteri pelarut fosfat, kandungan P, dan hasil tanaman tomat pada sistem hidroponik.
Keanekaragaman Spesies dan Status Konservasi Ikan Pari di Tempat Pelelangan Ikan Muara Angke Jakarta Utara Fahma Wijayanti; M. Pandu Abrari; Narti Fitriana
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.1613

Abstract

Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan pari dalam jumlah yang besar (101.991 ton), Hal tersebut menyebabkan terancamnya kelangsungan hidup dari spesies ikan pari serta terganggunya habitat dan ekosistem yang disebabkan oleh banyaknya perburuan ikan pari di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies dan status konservasi ikan pari di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Angke Jakarta Utara. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling di 13 kapal nelayan yang baru berlabuh di TPI Muara Angke. Hasil menunjukkan bahwa ikan pari yang didapatkan sebanyak 713 individu yang tergolong ke dalam 2 ordo 6 famili dan 14 spesies. Keanekaragaman jenis ikan pari pada lokasi penelitian tergolong sedang, dengan nilai H’=1,136. Status konservasi ikan pari yang telah diamati selama penelitian memiliki status konservasi berdasarkan kategori IUCN, yaitu terdapat 9 spesies termasuk dalam kategori vulnerable (VU), 3 spesies termasuk kategori near threatened (NT) dan 2 spesies termasuk dalam kategori data deficient (DD). Himantura uarnacoides merupakan ikan pari yang paling banyak didapatkan pada lokasi penelitian dengan jumlah yaitu 531 individu.
Purification and Characterization of Cellulase of Mold Isolated from Vermicomposting Process of Palm Oil Empty Fruit Bunches Rosita Fitrah Dewi; Kahar Muzakhar
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2292

Abstract

In previous investigation of vermicomposting process of palm oil empty fruit bunches, five cellulase-producing microorganisms had been isolated. An isolated VTM1 identified as Aspergillus sp. as a cellulase producing mold, and proven produced extracellular cellulase in solid state fermentation of palm oil empty fruit bunches. The obtaining crude cellulase was purified to homogeneity by ammonium sulfate precipitation, gel filtration on Sephadex G-100 chromatography, and finally purified on ion exchange chromatography on DEAE Cellulofine A-500. The yield and purification fold were 12.89% and 107.50, respectively. The purified cellulase was easily released glucose when 5% CMC applied as substrate, as shown by TLC analysis. The purified cellulase had an optimal pH and temperature at 4.0 and 45°C, and was stable at pH 3-7 and 30-50°C, respectively.
Keanekaragaman Mikroalga Divisi Cyanobacteria di Danau Aur Kabupaten Musi Rawas Harmoko Harmoko; Yuni Krisnawati
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.1638

Abstract

Danau Aur memiliki biodiversitas yang kompleks baik jenis maupun manfaatnya. Salah satu yang menarik yaitu mikroalga, khususnya dari divisi Cyanobacteria. Tujuan penelitian ini untuk melihat keanekaragaman mikroalga divisi cyanobacteria di Danau Aur. Penelitian yang dilakukan dengan metode survei. Sampel diambil dari 5 stasiun dengan 3 ulangan. Mikroalga yang diperoleh diamati, diidentifikasi dan dianalisis dengan keragaman. Berdasarkan hasil penelitian, divisi Cyanobacteria di Danau Aur terdiri dari 2 kelas, 3 ordo, 3 famili, 5 genera dan 6 spesies. Mikroalga divisi Cyanobacteria yang ditemukan: Anabaena sp., Anacystis sp., Gelocapsa sp., Lyngbya sp., Oscillatoria sp. dan Oscillatoria limosa. Keanekaragaman tertinggi ditemukan di stasiun 1 (0,11) sedangkan keragaman terendah ditemukan di stasiun 2 (0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa keanekaragaman mikroalgadivisi Cyanobacteria di Danau Aur rendah.
Eksplorasi Jenis dan Potensi DNA Barcode Anggrek Thrixspermum Secara In Silico Siti Rohimah; Luluk Mukarramah; Vita Sindiya; Veren Yuliana, S.; Gita Ayu, K.; Mukhamad Su’udi
Jurnal Biodjati Vol 3, No 2 (2018): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i2.3409

Abstract

Thrixspermum merupakan anggrek yang memiliki ciri khas berbunga dalam waktu yang singkat. Akibatnya, dalam pengklasifikasian menggunakan morfologi cenderung sulit untuk dilakukan. Sehingga perlu adanya pengklasifikasian menggunakan cara alternatif misalnya dengan marka molekuler menggunakan DNA. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari barkode DNA dari beberapa spesies Thrixspermum yang ada pada GenBank NCBI. Berdasarkan data dari NCBI, hanya terdapat 19 spesies dari genus Thrixspermum yang telah diteliti sekuennya. Dari total 19 spesies tersebut, setelah dilakukan pensejajaran sekuen menunjukkan bahwa pada lokus matK dan rbcL memiliki tingkat homologi yang tinggi, sementara pada lokus ITS menunjukkan lebih banyak variasi genetik. Terdapat dua spesies yakni T. annamense dan T. marguense yang berpotensi memiliki barcode pada lokus ITS. Selain itu, didapatkan pohon filogenetik dari 19 spesies Thrixspermum yang telah diketahui senkuennya pada NCBI.  
Keragaman Jenis Burung Pada Berbagai Komunitas di Pulau Sangiang, Provinsi Banten Mariana Fikriyanti; Wulandari Wulandari; Irpan Fauzi; Ade Rahmat
Jurnal Biodjati Vol 3, No 2 (2018): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i2.2360

Abstract

Burung merupakan satwa liar yang banyak ditemukan diberbagai tipe habitat. Indonesia sendiri merupakan rumah bagi 17%  spesies burung yang ada di muka bumi. Keragaman jenis burung pada suatu komunitas juga dapat menjadi indikator lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis burung pada berbagai tipe komunitas yang terdapat di Pulau Sangiang, Banten. Komunitas yang diamati yaitu komunitas hutan dataran rendah, kebun dan hutan mangrove. Metode yang digunakan adalah metode Point Count, dimana pada tiap komunitas ditentukan sebanyak enam titik hitung yang mempunyai jarak sekitar 200 m tiap titik hitungnya. Berdasarkan penelitian ini didapatkan 52 spesies burung dari 31 famili yang tersebar di masing-masing ekosistem. Dari ketiga komunitas, indeks keanekaragaman tertinggi dijumpai pada ekosistem kebun yaitu senilai 2.76, ekosistem mangrove dengan nilai 2,61 dan indeks keanekaragaman paling rendah terdapat pada ekosistem dataran rendah dengan nilai indeks keanekaragaman 2.56. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa persebaran jenis burung pada tiap komunitas merata yang ditunjukkan oleh indeks kemerataan pada masing-masing tipe komunitas yang nilainya mendekati satu.
Optimalisasi Penggunaan Pupuk Majemuk Sintesis NPK 15-15-15 dengan Pupuk Hayati Trichoderma sp. untuk Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum) Deden Fatchullah; Endeh Masnenah; Ramdani Abdul Rahman
Jurnal Biodjati Vol 3, No 2 (2018): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i2.3008

Abstract

Pupuk NPK mempunyai peranan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta hasil umbi bawang merah. Salah satu cara memperbaiki hasil dan kualitas umbi bawang merah, yaitu dengan aplikasi pupuk NPK 15-15-15 dan pupuk hayati Trichoderma. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi aplikasi pupuk NPK 15-15-15 dan pupuk hayati Trichoderma sp yang sesuai untuk meningkatkan hasil dan kualitas umbi bawang merah. Penelitian dilakukan di bawah naungan plastik Balai Penelitian Tanaman sayuran, Lembang (1.250 m dpl) dari Juli – Oktober 2012. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor I adalah dosis pupuk NPK 15-15-15 yang terdiri dari 3 taraf yaitu: 0 kg/ha, 250 kg/ha dan 500 kg/ha. Faktor II adalah pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf yaitu: Trichoderma, Trichoderma + Aspergillus dan Trichoderma+ Penicillum, masing-masing dengan dosis 1010. Parameter yang diamati meliputi; tinggi tanaman, luas daun, dan bobot kering tanaman 40 hst, analisis tanaman pada 40 hst (kandungan unsur hara N, P, dan K tanaman), hasil umbi benih saat panen (jumlah umbi anakan, bobot individu umbi, bobot umbi per tanaman dan bobot umbi total), kandungan bahan kering umbi saat dipanen, analisis bobot akar (segar) bobot akar kering setelah umbi dipanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk NPK 15-15-15 dosis 250 kg/ha yang dikombinasikan dengan pupuk hayati Trichoderma + Aspergillus meningkatkan persentase akar bawang merah dengan bobot kering akar bawang merah tertinggi  didapat pada perlakuan aplikasi NPK 15-15-15 dosis 250 kg/ha + pupuk hayati Trichoderma yakni 13,67. Hasil umbi bawang merah nyata meningkat dengan aplikasi pupuk hayati Trichoderma, yaitu bobot individu umbi (8,58 g), bobot umbi per rumpun tanaman (40,97 g/tanaman) dan bobot total umbi (10,24 t/ha)..
Study of Mud Clam Polymesoda erosa (Bivalvia) Conservation Strategy Based on Landscape Character and Anthropogenic Activity Anang Kadarsah; Krisdianto Krisdianto; Ika Oksi Susilawati
Jurnal Biodjati Vol 3, No 2 (2018): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i2.3209

Abstract

Information on landscape character and anthropogenic activity is necessary to develop conservation strategy, especially for mud clam (Polymesoda erosa) sustainability harvesting. The purpose of this study is to identify the landscape character and anthropogenic activity that influence mud clam conservation strategy in the coast of Tabanio Village, Takisung Sub-District in Tanah Laut Regency. The research discovered seven types of landscape in the coastal area of Tabanio namely human settlements, rice fields, plantations, cemetery abandoned land, offices, and other public infrastructures. Landscape, landscaping, abandoned land and settlements provide the largest contribution (96 %t) in the formation of coastal characters. Related to changes in landscape structure, environmental pollution activity in the form of waste disposal to the landscape is the most frequent activity (91.4 %) related to changes in landscape structure. Destructing collecting, cutting down  and destroying plants and animals in and from the region (87.7%) are the most frequent anthropogenic activities related to the conservation of mud clam in the coast of Tabanio Village. The landscape zonation consists of four i.e : recreation zone, mangrove forest zone, economic zone and distribution zone. The position of each zone tends to clump primarily for the economic zone behind the recreation zone. The core zone  of the landscape design at Tabanio Coast , Takisung District is concentrated in the recreation zone which functions as a meeting place for various communities (fishermen, traders and visitors) and the government workers (village officials and TNI-Polri). Furthermore, the recreation zone also facilitates activities that support coastal economy and tourism. Community assistance programs are required to build the capacity of fishermen and farmers as an effort to achieve a successful mud clam conservation and management in Tabanio Village, Takisung District.

Page 4 of 49 | Total Record : 482