cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 482 Documents
Terapi Biopsikologi di Rumah untuk Meningkatkan Kekuatan Motorik Pasca Stroke Ulangan Ambar Sulianti; Dadang Sahroni
Jurnal Biodjati Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1329

Abstract

Stroke merupakan merupakan penyakit penyebab kecacatan tertinggi di dunia. Jumlah penduduk penderita stroke di Indonesia sebagian besar berada pada usia produktif dan berisiko mengalami stroke ulangan dengan permasalahan yang lebih berat. Stroke berdampak kepada perubahan-perubahan baik biologis pada tubuh manusia maupun kepada psikis penderita. Permasalahan yang ditimbulkan oleh stroke tidak hanya dialami penderita tetapi juga oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan menguji metode terpadu biologi-psikologi untuk meningkatkan kekuatan motorik penderita pasca stroke ulangan yang dapat dilakukan di rumah penderita oleh keluarga penderita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan menggunakan Single Subject Randomized Time Series Design. Subjek adalah seorang perempuan berusia 64 tahun yang mengalami kelumpuhan akibat stroke ulangan. Keluarga yang tinggal dengan subjek hanyalah seorang anak perempuan yang bekerja pada perusahaan swasta. Perlakuan yang diberikan berupa metode terpadu Biopsikologi dengan memberikan masase pada jalur-jalur akupunktur dikombinasi dengan mendengarkan, membaca, dan memahami ayat-ayat Al Quran, serta pengaturuan diet. Penelitian dilakukan selama 2 bulan di rumah penderita di Bandung. Pelaksanaan dilakukan oleh keluarga yang telah dilatih oleh peneliti dengan pengamatan setiap 3 hari. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif berupa grafik. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan motorik pada subjek. Penelitian ini dapat digunakan sebagai landasan untuk penelitian terapi biopsikologi di rumah pada subjek yang lebih luas.
Studi Anatomi Stomata Daun Mangga (Mangifera indica) Berdasarkan Perbedaan Lingkungan Asep Zainal Mutaqin; Ruly Budiono; Tia Setiawati; Moahamad Nurzaman; Radewi Safira Fauzia
Jurnal Biodjati Vol 1, No 1 (2016): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v1i1.1009

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stomata daun mangga (Mangifera indica) di daerah dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Penelitian bersifat deskriptif analisis. Pengambilan sampel dilakukan melalui survey secara acak di Cagar Alam Pananjung Pangandaran dan salah satu ruas jalan di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Paramater yang diamati adalah kerapatan dan kerusakan stomata. Selain itu diukur juga luas daun, berat partikel debu yang menempel di daun, serta beberapa faktor lingkungan fisik seperti intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan dan kerusakan stomata daun mangga (Mangifera indica) yang tumbuh di pinggir jalan yang banyak dilalui kendaraan bermotor lebih besar dibanding di Cagar Alam.Kata kunci: stomata, Mangifera indica Abstract. The study aims to determine the stomata of the leaves of mango (Mangifera indica) in areas with different environmental conditions. The research is descriptive analysis. Sampling was done through a random survey in Pananjung Pangandaran Nature Reserve and one of the roads in Pangandaran Sub District, Pangandaran District. The observed parameters are the density and stomatal damage. Moreover measured the leaf area, weight of the particles of dust off the leaves, as well as some physical environmental factors such as light intensity, temperature, and humidity. The results showed that the leaf stomatal density and damage to mango (Mangifera indica), which grows in the street that many passed the motor vehicle is greater than in the Nature Reserve.Keywords: stomata, Mangifera indica
Keanekaragaman Jenis Euphorbiaceae (Jarak-Jarakan) Endemik di Sumatra Tutie Djarwaningsih
Jurnal Biodjati Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1305

Abstract

Suku Euphorbiaceae mewadahi 91 marga dengan 1354 jenis di kawasan Malesia (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Papua Nugini). Euphorbiaceae merupakan suku keempat terbesar dari 5 suku tumbuhan berpembuluh yang mempunyai jumlah jenis di atas 1000. Walaupun sudah diketahui tingginya jumlah jenis di Malesia, akan tetapi belum banyak yang melaporkan tentang endemisitas jenis-jenis Euphorbiaceae di suatu pulau. Keunikan geologi Indonesia  menyebabkan tingginya endemisitas flora, fauna dan mikroba. Indonesia memimiliki tingkat endemisitas flora antara 40–50 % dari total jenis flora pada setiap pulau, kecuali Sumatra yang endemisitasnya diperkirakan hanya 23 %.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dengan pasti jenis-jenis endemik Euphorbiaceae di Sumatra.  Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pengamatan specimen herbarium serta penelusuran pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa jenis tumbuhan dari suku Euphorbiaceae (jarak-jarakan) ada yang endemik di Sumatra yaitu Clonostylis forbesii S. Moore, Gymnanthes remota  (Steenis) Esser, Mallotus sphaerocarpus (Miq.) Mull. Arg., Sauropus asymmetricus  Welzen, dan Trigonostemon magnificum R.I. Milne. 
Kearifan Ekologi Orang Baduy dalam Konservasi Padi dengan "Sistem Leuit" Johan iskandar; Budiawati Supangkat Iskandar
Jurnal Biodjati Vol 2, No 1 (2017): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1289

Abstract

ABSTRAKDitilik dari sejarah ekologi, di masa silam sebelum ada program moderniasi usaha tani sawah melalui program Revolusi Hijau, para petani sawah di Jawa Barat dan Banten guyub menyimpan padi hasil panen padi di lumbung (leuit). Kini sistem lumbung padi tersebut hampir punah di Jawa Barat dan Banten. Namun masyarakat Baduy yang bermukim di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten Selatan, kebiasaan menyimpan padi pada sistem leuit masih kokoh dipertahankan secara lekat budaya dan berkelanjutan. Paper ini mendiskusikan tentang kearifan ekologi Orang Baduy dalam mengkonservasi padi dengan  sistem leuit. Metoda penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan etnoekologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang Baduy memiliki kearifan ekologi, seperti mampu menyimpan padi ladang hasil panen mereka pada lumbung padi (leuit) secara  tahan lama dalam kurun waktu hingga puluhan tahun. Padi ladang utamanya hanya digunakan untuk memenuhi berbagai upacara adat dalam kegiatan berladang dan untuk dikonsumsi sehari-hari, terutama apabila Orang Baduy tidak memiliki cukup uang untuk membeli beras sawah dari warung. Maka, seyogianya kearifan ekologi Orang Baduy ini dapat dipadukan dengan pengetahuan ilmiah Barat, guna dimanfaatkan dalam progam pemangunan keamanan dan ketahanan pangan secara berkelanjutan berbasis pemberdayan masyarat di Indonesia.
Releksi Fungsi Lahan terhadap Biodiversitas Tumbuhan di Daerah Aliran Sungai Cilaja, Ujung Berung Hertien Koosbandiah Surtikanti; Wahyu Surakusumah; Tina Safaria; Afri Irawan; Amelia Qodaryanti
Jurnal Biodjati Vol 1, No 1 (2016): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v1i1.1039

Abstract

Abstrak. Ketergantungan manusia terhadap lahan sangat terlihat nyata dengan adanya perubahan fungsi lahan. Perubahan fungsi lahan juga berdampak terhadap tingkat biodiversitas tumbuhan. Studi ini mempelajari tingkat biodiversitas dan kelimpahan tumbuhan di tiga lokasi yang berbeda yaitu lahan konservasi pinus/perkebunan kopi, lahan persawahan dan lahan pemukiman. Ketiga lahan tersebut berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilaja yaitu di Desa Giri Mekar dan Desa Sindanglaya Kabupaten Bandung. Dalam penelitian ini dilakukan metode sampling struktur komunitas vegetasi untuk mengetahui komposisi, struktur dan jenis vegetasi serta perbedaan komunitas di tiga titik lokasi tersebut. Untuk analisis kuantitatif digunakan metode kuadran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pemukiman desa lebih beragam dibandingkan dengan lahan sawah dan lahan perkebunan kopi. Dapat disimpulkan secara umum bahwa keterlibatan dalam mengelola lahan dapat merubah komunitas, tingkat keanekaragaman dan dominansi tumbuhan.Kata kunci : DAS, tingkat biodiversitas, metode sampling struktur komunitas vegetasi Abstract. Human dependence on land is very evident with the change in land use. Changes in land use also have an impact on the level of plant biodiversity. The study followed the level of biodiversity and abundance of plants in three different locations namely conservation land pine / coffee plantations, rice fields and residential land. The third land is located in the Watershed (DAS) Cilaja is in the village of Giri Mekar and Rural Sindanglaya Bandung regency. In this research, community structure vegetation sampling methods to determine the composition, structure and type of vegetation and the three-point difference in the communities that location. For quantitative analysis used kuadran method. The results showed that the rural residential land is more diverse than the wetland and coffee plantation. In general it can be concluded that involvement in land management can change the community, the level of diversity and dominance of plants.Keywords : DAS, level of biodiversity, community structure vegetation sampling methods
Estimasi Pertumbuhan Larva Lalat Black Soldier (Hermetia illucens) dan Penggunaan Pakan Jerami Padi yang Difermentasi dengan Jamur P. chrysosporium Ateng Supriyatna; Ramadhani Eka Putra
Jurnal Biodjati Vol 2, No 2 (2017): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i2.1569

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai estimasi pertumbuhan larva lalat Black Soldier (Hermetia illucens) dan penggunaan pakan jerami padi yang difermentasi dengan jamur P.chrysosporium, yang bertujuan untuk mengetahui komposisi jerami setelah fermentasi, mengetahui laju pertumbuhan larva, nilai ECD dan WRI. Metode penelitian yang dilakukan yaitu: jerami difermentasikan dengan menggunakan jamur P.chrysosporium 4% (b/v), jerami hasil fermentasi selanjutnya digunakan sebagai pakan larva BSF dengan perlakuan pemberian pakan 12,5; 25; 50; 100; dan 200 (mg/larva/hari). Larva yang digunakan berusia 6 hari, untuk semua perlakuan mengguanakan 200 ekor larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur P. chrysosporium dapat menurunkan kadungan hemiselulosa 3,89%, selulosa 4,65%, dan lignin sebesar 10,05% serta menaikan kandungan protein jerami sebesar 1,88%. Pemberian pakan 100 mg/larva/hari menghasilkan rata-rata berat akhir larva paling tinggi yaitu 13,68 mg, rata-rata mencapai prepupa selama 39 hari, rata-rata nilai ECD dan WRI sebesar 12,96% dan 0,42.  
Pengaruh Pupuk Hayati dan Anorganik Terhadap Populasi Azotobacter, Kandungan N, dan Hasil Pakcoy Pada Sistem Nutrient Film Technique Fatantia Husnaeni; Mieke Rochimi Setiawati
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2252

Abstract

Sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakansalah satu sistem penanaman dengan mekanisme pemberian air yang dapatmerendam akar tanaman setinggi 3 mm. Pada sistem hidroponik,kandungan pupuk anorganik yang terdapat pada media merupakan penyedia unsur hara utama bagi tanaman. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi dosis pupuk anorganik yang diaplikasikanpada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosisterbaik kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkanpopulasi Azotobacter, kandungan N, dan hasil tanaman pakcoy padahidroponik sistem NFT. Penelitian telah dilaksanakan di LaboratoriumFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari kombinasi empatperlakuan yaitu pupuk anorganik (100%, 75%, dan 50%) + 100% pupukhayati (150 mL). Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemberian kombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupukkombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupuk anorganik sebesar 50%,serta terdapat peningkatan populasi Azotobacter, kandungan N, dan hasiltanaman pakcoy (Brassica rapa L.).Sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakansalah satu sistem penanaman dengan mekanisme pemberian air yang dapatmerendam akar tanaman setinggi 3 mm. Pada sistem hidroponik,kandungan pupuk anorganik yang terdapat pada media merupakan penyedia unsur hara utama bagi tanaman. Penggunaan pupuk hayati diharapkan dapat mengurangi dosis pupuk anorganik yang diaplikasikanpada sistem hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosisterbaik kombinasi pupuk hayati dan pupuk anorganik dalam meningkatkanpopulasi Azotobacter, kandungan N, dan hasil tanaman pakcoy padahidroponik sistem NFT. Penelitian telah dilaksanakan di LaboratoriumFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Percobaan ini menggunakanRancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari kombinasi empatperlakuan yaitu pupuk anorganik (100%, 75%, dan 50%) + 100% pupukhayati (150 mL). Penelitian ini menunjukkan bahwadengan pemberian kombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupukkombinasi 100% pupuk hayati dan 50% pupuk anorganik sebesar 50%,serta terdapat peningkatan populasi Azotobacter, kandungan N, dan hasiltanaman pakcoy (Brassica rapa L.)
Analisis Total Plate Count (TPC) Mikroba pada Ikan Asin Kakap di Kota Sorong Papua Barat Sukmawati Sukmawati; Fatimah Hardianti
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2368

Abstract

Ikan Asin kering merupakan salah satu produk perikanan yang banyak diminati oleh masyarakat khususnya di kota Sorong, ditandai dengan tingginya permintaan konsumen. Tingginya permintaan konsumen tidak menjamin kualitas ikan tersebut aman dari cemaran, baik cemaran zat kimia, fisika, dan cemaran mikrobiologi. Produk ikan asin kering harus terjaga dari cemaran agar dapat dikonsumsi dengan aman.  Produk pangan yang aman ialah produk yang  bebas dari bahan pengawet atau bahan kimia yang tidak dianjurkan seperti formalin. Selain itu, jumlah mikroba pada produk tersebut tidak boleh melewati batas standar maksimum nasional Indonesia. Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis total plate count mikroba pada ikan asin kakap batu di kota Sorong. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil analisis data total plate count mikroba pada ikan asin kakap batu (Lutjanus vivanus) secara berturut-turut sebagai berikut; pada faktor pengenceran 10-4- 10-5  mulai dari sampel LG memiliki jumlah koloni 2.36 x 107 – 5 x 107 cfu/g, sampel KB 1.84 x 107 – 5.9 x107, dan sampel KS memiliki jumlah koloni 2.06 x 107- 6.7 x 107. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ikan asin kakap batu tersebut tidak layak untuk dikonsumsi, sebab jumlah angka lempeng total (ALT) melewati batas maksimum standar nasional Indonesia.
Kajian Perbandingan Luas Pekarangan dan Kearifan Lokal Jenis Tanaman Obat di Pesisir Pantai Kabupaten Tanah Laut Anang Kadarsah; Ika Oksi Susilawati
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2346

Abstract

Minimnya informasi mengenai lahan pekarangan di pesisir pantai Kabupaten Tanah Laut serta terbatasnya pengetahuan penduduk lokal dalam mengenal berbagai jenis tanaman berkhasiat obat pada pekarangan berdampak terhadap diabaikannya peran tanaman obat di pekarangan dan tingginya biaya pemeliharaan penduduk lokal untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbandingan luas pekarangan dan menggali informasi kearifan lokal berbagai jenis tanaman obat dari lima desa di Pesisir Pantai Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan adalah pengamatan jenis-jenis tanaman obat serta wawancara pengetahuan penduduk lokal dalam memanfaatkan pekarangannya. Hasil penelitian menunjukkan rerata luas pekarangan rumah tertinggi di Desa Takisung (212 m2) dan terendah di Desa Sungai Bakau (49,1 m2). Perbandingan luas ideal (2:3) antara pekarangan dengan rumah ditemukan di Desa Batakan dan Desa Sungai Rasau. Jumlah jenis tanaman obat pada pekarangan berkisar dari 30 -52 jenis dengan Indeks Nilai Penting (INP) terbanyak adalah mangga, pisang talas, singkong, karet dan kelapa. Indeks diversitas tanaman obat pada pekarangan menunjukkan nilai bervariasi, tertinggi di Desa Sungai Rasau (1,390) dan terendah di Desa Sungai Bakau (1,130).  Dalam hal ini, potensi terbaik pengembangan tanaman obat pada pekarangan berada di Desa Takisung berdasarkan parameter keanekaragaman jenis tanaman obat dan tipe pekarangan rumahnya.
Etnoekologi, Biodiversitas Padi dan Modernisasi Budidaya Padi: Studi Kasus Pada Masyarakat Baduy dan Kampung Naga Johan Iskandar; Budiawati Supangkat Iskandar
Jurnal Biodjati Vol 3, No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.2344

Abstract

Program Revolusi Hijau di Indonesia mulai digulirkan di akhir 1960-an. Program ini telah memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif di antaranya dapat meningkatkan poduktivitas padi sawah secara makro. Sementara itu, dampak ngatifnya diantara telah menyebabkan kepunahan anekaram varietas padi lokal secara masif. Oleh karena itu, kajian tentang kepunahan anekaragam padi lokal di berbagai kawasan perdesaan di Jawa Barat dan Banten sangat penting untuk diteliti. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji  pengetahuan masyarakat perdesaan tentang ekologi, terutama  kaitannya dengan pengeloaan keanekaragaman varietas padi lokal dan perubahannya dampak Revolusi Hijau, berlandaskan   dari studi kasus pada masyarakat Baduy, Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten Selatan dan masyarakat Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnoekologi, yaitu peneliti mempelajari pengetahuan penduduk perdesaan tentang berbagai aspek ekologi dalam kaitannya dengan pengeloaan padi lokal. Teknik pengumpulan data lapangan dilakukan dengan observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang kompeten yang dipilih secara’ purposive’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejatinya para petani ‘huma’ Baduy dan petani sawah Kampung Naga memiliki peran penting dalam mengkonservasi anekaragam varietas padi lokal secara in-situ. Namun, akibat program Revolusi Hijau, beberapa varietas padi lokal sawah penduduk Kampung Naga mengalami kepunahan. Sementara itu, kepunahan anekaragam varietas padi lokal di ‘huma’ Baduy tidak terdokumentasikan. Mengingat penduduk Baduy tidak menerima program Revolusi Hijau. Kepunahan keanekaragam varietas padi lokal dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kebijakan pemerintah, perubahan ekosistem, dan akibat perubahan sistem sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Penelitian ini dapat memiliki kontribusi penting untuk ilmu pengetahuan dan kepentingan praktis. Berdasarkan kepentingan ilmu pengetahuan yaitu dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang etnoekologi dan etnobotani. Sementara itu, untuk kepentingan praktis, diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan untuk dijadikan masukan  bagi berbagai pihak terkait, guna upaya konservasi anekaragam padi di Indonesia.   

Page 3 of 49 | Total Record : 482