cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 02164949     EISSN : 26154870     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Peran Pendidikan Islam Dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045: The Role of Islamic Education in Realizing Golden Indonesia 2045 Andi Tahir; Abubakar; Andi Haura Rafiqah Basysyar
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9586

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis pendidikan Islam dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan analisis kualitatif terhadap literatur akademik terkini, penelitian ini mengeksplorasi transformasi paradigma pendidikan Islam, kontribusi pesantren dalam pembentukan karakter, peran generasi muda Muslim, integrasi kurikulum dengan kompetensi abad 21, dan strategi optimalisasi pendidikan Islam. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki keunggulan komparatif dalam mengintegrasikan pengembangan intelektual, spiritual, dan moral dalam satu kesatuan yang harmonis. Pesantren terbukti efektif dalam membentuk karakter generasi muda melalui sistem pendidikan holistik yang mengombinasikan pembelajaran formal dengan pembinaan karakter berkelanjutan. Generasi muda Muslim berperan sebagai agen transformasi yang mampu mengadaptasi nilai-nilai Islam dengan konteks modernitas. Integrasi kurikulum pendidikan Islam dengan kompetensi abad 21 menciptakan model pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan global sambil mempertahankan identitas keislaman. Strategi optimalisasi melalui reformasi kebijakan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan kemitraan strategis lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan dalam memaksimalkan kontribusi pendidikan Islam untuk merealisasikan Indonesia Emas 2045.
Penerapan Metode Kualitatif dalam Riset Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi: Application of Qualitative Methods in Islamic Religious Education Research in Higher Education Zainuddin; Heriady; Andi Fitriani Djollong
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9587

Abstract

Kajian ini menelaah bagaimana penerapan metodologi penelitian kualitatif digunakan dalam studi-studi pendidikan agama Islam di perguruan tinggi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah mutakhir yang mengulas penggunaan metode kualitatif, baik dari segi pendekatan, teknik pengumpulan data, proses analisis, maupun strategi validasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi kasus, dan analisis dokumen sangat efektif dalam menggali pengalaman, nilai, dan makna yang muncul dalam praktik pendidikan agama Islam. Namun demikian, beberapa kendala masih dihadapi, seperti keterbatasan sumber data, kurangnya kompetensi metodologis peneliti, serta tantangan dalam menyesuaikan pendekatan dengan konteks sosial-keagamaan setempat. Dengan penerapan yang tepat dan beretika, penelitian kualitatif terbukti mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan metode kuantitatif. Oleh sebab itu, penguatan rancangan penelitian, validitas data, dan sensitivitas terhadap konteks institusional menjadi kunci keberhasilan penerapan metode ini di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Karakteristik Sosial Pendidikan Sains Sebagai Proses Inkulturasi Budaya: Social Characteristics of Science Education As a Process of Cultural Inculturation Adnan; Maryam
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9768

Abstract

Pendidikan berfungsi untuk melestarikan nilai-nilai budaya positif, di sisi lain juga berfungsi untuk menciptakan perubahan ke arah yang lebih inovatif dalam kehidupan kita, oleh karena itu pendidikan memiliki fungsi ganda. Namun, sejauh ini para pengembang kurikulum pendidikan sains di Indonesia kurang memperhatikan sains lokal yang membentuk budaya daerah. Otonomi daerah telah memberikan mandat kepada pemerintah daerah untuk mengembangkan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan keunikan dan keunggulan kompetitif daerah tersebut. Dalam konteks penerapan pembelajaran di sekolah, guru sains harus cerdas dan bijaksana dalam menjembatani dua budaya bagi siswa, yaitu sains lokal (budaya setempat) dan sains (budaya barat) agar terjadi inkulturasi.
The Effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) on Learning Outcomes in Fiqh Zakat Material at Alkhairaat Madrasah Aliyah: The Effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) on Learning Outcomes in Fiqh Zakat Material at Alkhairaat Madrasah Aliyah Idrus M. Said; Dwi Pratiwi Lestari; Lathifah A. L.; Nurmaya M.; Musta'an Karadjo; Elya
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9812

Abstract

Pembelajaran Fikih materi zakat di madrasah masih didominasi metode konvensional yang cenderung pasif, sehingga hasil belajar peserta didik pada aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar Fikih materi zakat. Penelitian kualitatif desktiptif ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Alkhairaat Pusat Palu. Subjek penelitian adalah guru Fikih dengan pengalaman lebih dari 21 tahun sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL efektif diimplementasikan dalam pembelajaran fikih materi zakat. Pada aspek kognitif ditandai peningkatan kemampuan analitis; pada psikomotorik berupa keterampilan perhitungan; dan pada afektif berupa tumbuhnya kesadaran sosial dan empati. Namun, efektivitasnya dipengaruhi pengetahuan awal peserta didik dan keterbatasan sumber belajar. Adapun implikasI penelitian ini, diperlukan strategi diferensiasi, pengembangan sumber belajar kontekstual, dan asesmen autentik untuk mengoptimalkan PBL di madrasah.
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone: The Implementation of Character Education in Aqidah Akhlak Learning at MI Nurul Iman Cilellang, Itterung Village, Tellu Siattinge District, Bone Regency Muhammad Suyuthy R.; Abdul Latif
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, 2) Mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang ditanamkan melalui pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran aqidah akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, yaitu telah berjalan dengan baik dan terarah. Proses penerapannya melibatkan berbagai strategi, yaitu integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran, pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, serta kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua 2) Nilai-nilai karakter yang ditanamkan dalam pembelajaran aqidah akhlak di MI Nurul Iman Cilellang Desa Itterung Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, yaitu nilai-nilai karakter religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun dalam pembelajaran Aqidah Akhlak di MI Nurul Iman Cilellang telah berjalan secara terencana dan konsisten. Guru berperan sebagai teladan utama yang menanamkan nilai melalui pembiasaan, pengarahan, dan kegiatan yang bermakna. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara kognitif, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam perilaku sehari-hari. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur
Learning Loss Dalam Pembelajaran Qur’an Hadis dan Solusi Mengatasinya: Learning Loss in Qur’an and Hadith Learning: Causes and Solutions Ismail; Uswatun Hasanah; Astriyani A. Papuangan; Radiatan Mardiah; Makmur; Nurqadriani
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9957

Abstract

Fenomena learning loss atau hilangnya kemampuan belajar menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan pasca pandemi, termasuk pada pembelajaran Qur’an Hadis di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya learning loss pada siswa serta menemukan solusi untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan field research. Subjek penelitian terdiri dari 15 siswa dan 1 guru mata pelajaran Qur’an Hadis di MA Al-Ikhlas Poso. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning loss disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya kemampuan membaca huruf Arab, kurangnya minat dan motivasi belajar siswa, sedangkan faktor eksternal mencakup kurangnya dukungan orang tua serta penggunaan gawai yang berlebihan. Solusi yang diterapkan antara lain pembimbingan intensif oleh guru, pemberian waktu membaca Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai, serta kerja sama dengan orang tua dalam mendukung proses belajar anak. Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, diharapkan learning loss dapat diminimalkan dan kualitas pembelajaran Qur’an Hadis meningkat.
Penerapan Cerita Islami pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Pembentukan Akhlak Siswa di Sekolah SDIT Al-Fahmi : The Application of Islamic Stories in Islamic Religious Education Subjects in the Formation of Student Morals at SDIT Al-Fahmi School Kuliawati; Kaokaba; Nurasiah
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.10179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas II SDIT Al-Fahmi dan untuk mengetahui implikasi penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas II SDIT Al-Fahmi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan Teknik pengumpulan data metode wawancara, Observasi, dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas dua SDIT Al-Fahmi yaitu: Persiapan materi cerita Islami pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, Penyampaian materi menggunakan cerita Islami, Penggunaan media dalam menerapkan cerita Islami, Evaluasi materi cerita Islami dalam pembentukan akhlak peserta didik. Implikasi penerapan cerita Islami pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dalam pembentukan akhlak siswa kelas dua SDIT Al-Fahmi yaitu: Meningkatkan efektivitas pembelajaran, Memudahkan Peserta didik memahami nilai-nilai akhlak, menciptakan pembelajaran yang produktif, membentuk akhlak siswa yang baik.
Integrasi Teknologi dan Spiritualitas: Strategi Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 5.0: The Integration of Technology and Spirituality: Islamic Education Strategies in the Era of the Industrial Revolution 5.0 Ahmad Munir; Nurhayati Ali; Abdul Anas; Nurul Hijrana; Ainun
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.10431

Abstract

Perkembangan Revolusi Industri 5.0 telah memunculkan fakta berupa transformasi besar dalam dunia pendidikan Islam, ditandai dengan masifnya penggunaan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, media pembelajaran daring dan platform digital keagamaan. Kondisi ini juga membawa peluang peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi sekaligus dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap degradasi nilai spiritual, etika digital, dan pembentukan akhlak bagi peserta didik. Fakta literatur menunjukkan bahwa penelitian terdahulu umumnya menempatkan teknologi dan spiritualitas sebagai dua entitas terpisah, dengan fokus dominan pada efektivitas pedagogis teknologi atau dampak media digital terhadap religiositas, tanpa menghadirkan kerangka integratif yang holistik. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi pendidikan Islam yang mampu mengintegrasikan teknologi dan spiritualitas secara seimbang dalam konteks Revolusi Industri 5.0, khususnya melalui studi kualitatif di MTS DDI Majene. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan peluang digitalisasi pendidikan Islam, merumuskan model pembelajaran holistik berbasis nilai, serta mengevaluasi kesiapan pendidik dan institusi dalam mengelola integrasi digital dan spiritual. Argumen utama penelitian ini menegaskan bahwa teknologi tidak bersifat netral, melainkan dapat menjadi alat dalam penguatan nilai spiritual apabila dikelola dalam kerangka pedagogis yang terarah, beretika, dan berorientasi akhlak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan spiritualitas telah berlangsung secara nyata, ditandai oleh adanya perubahan pola pembelajaran, meningkatnya keterlibatan peserta didik, serta munculnya kesadaran institusional terhadap pentingnya etika digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam di era revolusi industry 5.0 memerlukan paradigma integratif yang menyeimbangkan kecakapan digital dan pembinaan spiritual. Temuan ini menjadi rujukan konseptual dan praktis bagi pengembangan Pendidikan islam berbasis teknologi bernilai spiritual ditingkat madrasah. The development of the Industrial Revolution 5.0 has given rise to the fact in the form of a major transformation in the world of Islamic education, marked by the massive use of digital technology such as artificial intelligence, online learning media and religious digital platforms. This condition also brings opportunities to improve the quality of learning, but at the same time can raise concerns about the degradation of spiritual values, digital ethics, and moral formation for students. Literature facts show that previous research has generally placed technology and spirituality as two separate entities, with a dominant focus on the pedagogical effectiveness of technology or the impact of digital media on religiosity, without presenting a holistic integrative framework. This gap is the background of this research. The purpose of the research is to formulate an Islamic education strategy that is able to integrate technology and spirituality in a balanced manner in the context of the Industrial Revolution 5.0, especially through qualitative studies at MTS DDI Majene. This research aims to identify challenges and opportunities for the digitalization of Islamic education, formulate a value-based holistic learning model, and evaluate the readiness of educators and institutions in managing digital and spiritual integration. The main argument of this study emphasizes that technology is not neutral, but can be a tool in strengthening spiritual values if managed in a pedagogical framework that is directed, ethical, and morally oriented. The findings of the study show that the integration of technology and spirituality has taken place in real terms, marked by changes in learning patterns, increased student involvement, and the emergence of institutional awareness of the importance of digital ethics. Thus, this study emphasizes that Islamic education in the era of the industrial revolution 5.0 requires an integrative paradigm that balances digital skills and spiritual guidance. This finding is a conceptual and practical reference for the development of technology-based Islamic education with spiritual value at the madrasah level.
Integrasi Nilai-Nilai Qur’ani Dalam Strategi Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Peserta Didik: Analisis Pedagogis Dalam Pendidikan Islam: The Integration of Qur’anic Values in Learner Needs–Based Instructional Strategies: A Pedagogical Analysis in Islamic Education Nurul Hijrana; Abdul Anas; Ahmad Munir; Ainun; Rosmiati Ramli
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.10432

Abstract

Pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik merupakan pendekatan yang menekankan penyesuaian strategi, metode, dan materi pembelajaran dengan karakteristik, minat, serta kemampuan peserta didik. Dalam perspektif pendidikan Islam, pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai spiritual. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan nilai pendidikan dalam Surah Al-M?idah ayat 2, Surah Al-?ujur?t ayat 10, dan Surah Al-Mumta?anah ayat 8 serta relevansinya terhadap strategi pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ta'?wun, ukhuwah, dan keadilan memiliki relevansi yang kuat dengan cooperative learning, socio-emotional learning, dan differentiated instruction. Integrasi nilai-nilai Qur’ani dalam strategi pembelajaran terbukti mampu memperkuat dimensi kognitif, sosial, emosional, dan moral peserta didik secara simultan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pembelajaran yang berlandaskan kebutuhan peserta didik selaras dengan prinsip pendidikan Islam yang menempatkan manusia sebagai subjek pembelajaran yang utuh. Guru dituntut untuk memiliki sensitivitas pedagogis dalam membaca perbedaan individu serta kemampuan menerjemahkan nilai-nilai Qur’ani ke dalam praktik pembelajaran yang kontekstual. Penerapan strategi tersebut tidak hanya berdampak pada efektivitas pembelajaran, tetapi juga pada pembentukan lingkungan belajar yang inklusif, adil, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Dengan demikian, integrasi pedagogi modern dan nilai spiritual Qur’ani menjadi landasan strategis dalam pengembangan pendidikan Islam berkelanjutan. Learner needs–based instruction is an approach that emphasizes the alignment of learning strategies, methods, and materials with students’ characteristics, interests, and abilities. From the perspective of Islamic education, this approach is not solely oriented toward the enhancement of cognitive abilities but also toward character formation and the internalization of spiritual values. This study aims to analyze the educational values contained in Surah Al-M?idah verse 2, Surah Al-?ujur?t verse 10, and Surah Al-Mumta?anah verse 8, as well as their relevance to learner needs–based instructional strategies. The research adopts a qualitative approach in the form of library research. The findings indicate that the values of ta‘?wun (cooperation), ukhuwah (brotherhood), and justice are strongly aligned with cooperative learning, socio-emotional learning, and differentiated instruction. The integration of Qur’anic values into instructional strategies has been shown to simultaneously strengthen students’ cognitive, social, emotional, and moral dimensions. These findings affirm that instructional strategies grounded in learners’ needs are consistent with the principles of Islamic education, which view human beings as holistic subjects of learning. Teachers are therefore required to demonstrate pedagogical sensitivity in recognizing individual differences and the ability to translate Qur’anic values into contextualized instructional practices. The implementation of such strategies contributes not only to instructional effectiveness but also to the creation of inclusive and equitable learning environments oriented toward the holistic development of students’ potential. Accordingly, the integration of modern pedagogy and Qur’anic spiritual values constitutes a strategic foundation for the sustainable development of Islamic education.
Pengembangan UMKM dalam Upaya Pemberdayaan Wirausaha Lokal di Polewali Mandar: MSME Development in an Effort to Empower Local Entrepreneurs in Polewali Mandar Muh. Irwan T; Muh. Yunus. D
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11266

Abstract

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah: Apa saja hambatan utama yang dihadapi dalam pengembangan UMKM di Kabupaten Polewali Mandar? Dan bagaimana model strategi pemberdayaan wirausaha lokal yang efektif dan berkelanjutan di Polewali Mandar? Artikel ini mengkaji strategi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai instrumen pemberdayaan wirausaha lokal di Kabupaten Polewali Mandar. Meskipun memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, pelaku UMKM di daerah ini masih menghadapi lingkaran setan keterbatasan modal, rendahnya literasi digital, dan akses pasar yang mandek. Artikel ini merumuskan masalah, menganalisis hambatan, serta menawarkan solusi integratif berupa sinergi pentahelix untuk mendorong kemandirian ekonomi local. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa Pengembangan UMKM di Kabupaten Polewali Mandar memerlukan transformasi dari model bantuan sosial transaksional menjadi pemberdayaan berbasis ekosistem yang berkelanjutan. Hambatan modal dan pasar hanya dapat diselesaikan jika literasi digital dan kapasitas manajerial wirausaha lokal ditingkatkan terlebih dahulu. Sinergi Pentahelix yang memanfaatkan kearifan lokal setempat menjadi kunci utama agar UMKM di Polewali Mandar mampu naik kelas, mandiri, dan berdaya saing di kancah nasional maupun internasional. Implikasi penelitian ini adalah untuk pengembangan UMKM diperlukan peningkatan Kerjasama dengan sektor swasta dan pemerintah,peningkatan akses modal, program pendanaan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan wirausaha lokal diPolewali Mandar. The main problem in this research is: What are the main obstacles faced in the development of MSMEs in Polewali Mandar Regency? And what is the model of an effective and sustainable local entrepreneurial empowerment strategy in Polewali Mandar? This article examines the development strategy of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as an instrument for empowering local entrepreneurs in Polewali Mandar Regency. Despite having abundant natural resource potential, MSMEs in this region still face a vicious cycle of limited capital, low digital literacy, and stagnant market access. This article formulates the problem, analyzes the obstacles, and offers an integrative solution in the form of pentahelix synergy to encourage local economic independence. The results of this study reveal that MSME development in Polewali Mandar Regency requires a transformation from a transactional social assistance model to a sustainable ecosystem-based empowerment. Capital and market barriers can only be overcome if digital literacy and the managerial capacity of local entrepreneurs are first improved. Pentahelix synergy that utilizes local wisdom is the main key for MSMEs in Polewali Mandar to be able to move up a class, become independent, and competitive on the national and international stage. The implication of this research is that for the development of MSMEs, it is necessary to increase cooperation with the private sector and government, increase access to capital, and provide funding programs to create an ecosystem that supports the empowerment of local entrepreneurs in Polewali Mandar.