cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 02164949     EISSN : 26154870     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 167 Documents
Pengembangan Manajemen Mutu Pendidikan Islam di Pesantren: Development of Islamic Education Quality Management in Islamic Boarding Schools Andi Abd. Muis; Maksum Roy; Harmilati; Wa Ode Siti Harvina; Darnita
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model manajemen mutu pendidikan Islam di pesantren sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, efektivitas pembelajaran, dan daya saing lembaga pendidikan Islam di era global. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kompetensi peserta didik. Namun, tantangan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan menuntut pesantren untuk menerapkan sistem manajemen mutu yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis konseptual terhadap berbagai teori manajemen mutu, kebijakan pendidikan Islam, serta praktik pengelolaan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam di pesantren dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan visioner, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengelolaan kurikulum yang integratif, optimalisasi budaya mutu, pemanfaatan teknologi informasi, serta penerapan sistem evaluasi dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Selain itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengasuh pesantren, tenaga pendidik, santri, orang tua, dan masyarakat, menjadi faktor penting dalam menjamin keberhasilan implementasi manajemen mutu. Penelitian ini menawarkan model pengembangan manajemen mutu pendidikan Islam yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman, efektivitas organisasi, dan peningkatan kualitas lulusan. Temuan penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola pesantren, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan Islam yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. This study aims to analyze and develop a quality management model for Islamic education in Islamic boarding schools (pesantren) as an effort to improve educational service quality, learning effectiveness, and institutional competitiveness in the global era. As one of the oldest Islamic educational institutions, pesantren play a strategic role in shaping students’ character, morality, and competencies. However, the rapid advancement of science and technology, along with increasing public demands for educational quality, requires pesantren to implement systematic, measurable, and sustainable quality management practices. This study employs a qualitative approach using literature review and conceptual analysis of quality management theories, Islamic education policies, and pesantren management practices. The findings indicate that the development of quality management in Islamic education can be achieved through strengthening visionary leadership, enhancing human resource competencies, implementing an integrated curriculum, fostering a quality-oriented culture, utilizing information technology, and applying continuous evaluation and improvement systems. Furthermore, the involvement of all stakeholders, including pesantren leaders, educators, students, parents, and the wider community, is essential for ensuring the successful implementation of quality management initiatives. This study proposes a quality management development model for Islamic education that integrates Islamic values, organizational effectiveness, and graduate quality enhancement. The findings are expected to serve as a reference for pesantren administrators, academics, and policymakers in formulating adaptive, sustainable, and relevant strategies for improving the quality of Islamic education in response to contemporary societal needs.
Implementasi Metode Tahsin dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil: Implementation of the Tahsin Method in Improving the Ability to Read the Qur'an with Tartil Miftahul Ulum; Muh. Abdul Mukhti; Zaidir
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11685

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tartil merupakan kompetensi dasar yang penting bagi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah, namun masih ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan dalam penerapan tajwid, makharijul huruf, serta panjang pendek bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode tahsin, upaya guru dalam menerapkan metode tahsin, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur'an dengan tartil di MI Bait Qur'any DDI Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru tahsin, dan peserta didik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, spenyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tahsin diterapkan secara terstruktur melalui pendekatan talaqqi dan musyafahah yang menekankan perbaikan makhraj huruf, hukum tajwid, dan kelancaran bacaan. Upaya guru mencakup pembiasaan membaca Al-Qur'an sebelum pembelajaran, bimbingan individual, koreksi bacaan langsung, dan evaluasi berkala. Implementasi metode tahsin terbukti mampu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an peserta didik secara signifikan, khususnya dalam aspek ketepatan makhraj huruf, penerapan hukum tajwid, dan kemampuan membaca secara tartil. The ability to read the Qur'an with tartil is a fundamental competency for students at the Islamic Primary School (Madrasah Ibtidaiyah) level, yet difficulties in applying tajwid rules, makharijul huruf, and proper vowel lengths are still commonly found. This study aims to describe the implementation of the tahsin method, teachers' efforts in applying it, and the supporting and inhibiting factors in improving students' Qur'an reading ability with tartil at MI Bait Qur'any DDI Jayapura City. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Research subjects included the principal, tahsin teachers, and students. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. Results indicate that the tahsin method is implemented in a structured manner through talaqqi and musyafahah approaches emphasizing the correction of makharijul huruf, tajwid rules, and reading fluency. Teacher efforts encompass pre-lesson Qur'an recitation habituation, individual guidance, direct reading correction, and periodic evaluation. The implementation of the tahsin method is proven to significantly improve students' Qur'an reading quality, particularly in the accuracy of makharijul huruf, application of tajwid rules, and the ability to read with tartil.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Deep Learning untuk Profil Pelajar Pancasila: Development of a Deep Learning-Based Islamic Religious Education Curriculum for Pancasila Student Profiles Zainuddin; Waode Kasriawati Bakar; Suwarno Jodding; Husnul Khatimah; Amaluddin
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11813

Abstract

Pembaruan kebijakan pendidikan nasional melalui diperkenalkannya pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengharuskan setiap mata pelajaran, tidak terkecuali Pendidikan Agama Islam (PAI), untuk menyesuaikan diri agar proses belajar tidak sekadar berhenti pada penguasaan aspek kognitif dan hafalan, melainkan mampu menumbuhkan pemahaman yang bermakna sekaligus karakter peserta didik secara menyeluruh sebagaimana yang dicita-citakan melalui Profil Pelajar Pancasila. Artikel ini disusun dengan tujuan menyusun kerangka konseptual kurikulum PAI berlandaskan Deep Learning yang diarahkan pada penguatan berbagai dimensi Profil Pelajar Pancasila. Kajian ini ditempuh melalui metode telaah pustaka (library research) dengan menelusuri artikel jurnal, dokumen naskah akademik kebijakan, serta buku yang mengangkat tema Deep Learning, prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning, kurikulum PAI, maupun Profil Pelajar Pancasila. Temuan kajian memperlihatkan bahwa kurikulum PAI berlandaskan Deep Learning dapat disusun melalui empat komponen pokok, yakni pergeseran orientasi tujuan pembelajaran PAI dari sekadar penguasaan materi menuju pemahaman yang bermakna dan reflektif, penerapan tiga prinsip pedagogis mindful, meaningful, dan joyful learning pada rancangan pembelajaran, keterpaduan aktivitas belajar PAI dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), serta peningkatan kapasitas guru lewat penyusunan modul ajar yang kontekstual. Pembahasan mengungkap bahwa berhasil-tidaknya model ini amat ditentukan oleh sejauh mana guru memahami filosofi Deep Learning, ketersediaan modul ajar yang sesuai kebutuhan, serta dukungan pihak manajemen sekolah dalam membangun suasana belajar yang reflektif sekaligus menyenangkan. Kajian ini berkesimpulan bahwa Deep Learning berpotensi menjadi kerangka pedagogis yang cocok untuk memperkuat pembentukan karakter melalui PAI, kendati penerapannya masih dibayangi hambatan pada aspek kesiapan guru dan konsistensi kebijakan. Kajian ini membawa implikasi bagi para penyusun kurikulum, guru PAI, kepala sekolah, maupun pemangku kebijakan pendidikan, sekaligus menyarankan agar dilakukan penelitian empiris lanjutan guna menguji keefektifan model yang telah dirumuskan pada berbagai jenjang pendidikan The renewal of national education policy through the introduction of the Deep Learning approach by the Ministry of Primary and Secondary Education requires every subject, including Islamic Religious Education (PAI), to adapt so that the learning process does not merely stop at mastering cognitive aspects and memorization, but is able to foster meaningful understanding as well as the overall character of students as aspired to through the Pancasila Student Profile. This article was written with the aim of developing a conceptual framework for the PAI curriculum based on Deep Learning that is directed at strengthening various dimensions of the Pancasila Student Profile. This study was conducted through a literature review method (library research) by exploring journal articles, academic policy documents, and books that raise the theme of Deep Learning, the principles of mindful, meaningful, and joyful learning, the PAI curriculum, and the Pancasila Student Profile. The study findings show that a PAI curriculum based on Deep Learning can be structured through four main components, namely shifting the orientation of PAI learning objectives from mere mastery of material to meaningful and reflective understanding, the application of the three pedagogical principles of mindful, meaningful, and joyful learning in learning design, the integration of PAI learning activities with the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), and increasing teacher capacity through the development of contextual teaching modules. The discussion reveals that the success of this model is largely determined by the extent to which teachers understand the philosophy of Deep Learning, the availability of appropriate teaching modules, and the support of school management in creating a reflective and enjoyable learning atmosphere. This study concludes that Deep Learning has the potential to be a suitable pedagogical framework for strengthening character formation through PAI, although its implementation is still overshadowed by obstacles in the aspects of teacher readiness and policy consistency. This study has implications for curriculum developers, PAI teachers, school principals, and educational policy makers, while also suggesting that further empirical research be conducted to test the effectiveness of the model that has been formulated at various levels of education.
Performansi Mutu Pendidikan Agama Islam: Performance of Islamic Religious Education Quality Rosmiati Ramli; Harmilati; Maksum Roy; Wa Ode Siti Harvina
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11820

Abstract

Performansi mutu Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan sistem pendidikan yang mampu menghasilkan peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi spiritual, intelektual, serta sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performansi mutu Pendidikan Agama Islam berdasarkan aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, kompetensi pendidik, sistem evaluasi, serta dukungan lingkungan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis data secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performansi mutu Pendidikan Agama Islam dipengaruhi oleh kompetensi profesional guru, efektivitas manajemen pembelajaran, inovasi media dan metode pembelajaran, budaya religius sekolah, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat. Penerapan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan capaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model evaluasi mutu Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan serta penguatan nilai-nilai Islam dalam lingkungan pendidikan. The quality performance of Islamic Religious Education (IRE) has become a crucial indicator in establishing an educational system capable of producing students with strong character, noble morality, and balanced spiritual, intellectual, and social competencies. This study aims to analyze the quality performance of Islamic Religious Education by examining learning planning, instructional implementation, teacher competency, evaluation systems, and school environmental support in improving educational quality. A qualitative approach with a descriptive research design was employed through observation, in-depth interviews, documentation, and interactive data analysis. The findings reveal that the quality performance of Islamic Religious Education is significantly influenced by teachers' professional competence, effective instructional management, innovative learning media and methods, the establishment of a religious school culture, and active involvement of parents and the community. Furthermore, the implementation of a continuous quality assurance system enhances learning effectiveness and students' competency achievement. This study contributes to the development of a quality evaluation model for Islamic Religious Education that emphasizes continuous improvement in learning quality while strengthening Islamic values within educational institutions.
Dialektika Ulama dalam Menganalisis Konsep Ketuhanan: Studi atas Pengalaman Subjektif dalam Ilmu Kalam: The Dialectic of Scholars in Analyzing the Concept of Divinity: A Study of Subjective Experience in theology Surni Kadir
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11849

Abstract

Konsep ketuhanan dalam Islam telah menjadi objek perdebatan panjang di kalangan ulama, terutama dalam disiplin Ilmu Kalam. Dialektika pemikiran ulama mencerminkan dinamika epistemologi Islam yang berkembang dari era klasik hingga kontemporer. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman subjektif ulama dalam memahami konsep ketuhanan melalui pendekatan historis dan fenomenologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan terhadap karya-karya mutakallimun dari berbagai mazhab, termasuk Asy‘ariyah, Maturidiyah, dan Mu‘tazilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman subjektif ulama dipengaruhi oleh latar belakang sosial, intelektual, serta respons terhadap tantangan filosofis dan teologis pada masanya. Perbedaan metodologi dalam menafsirkan sifat-sifat Tuhan menegaskan adanya pluralitas dalam tradisi pemikiran Islam tanpa menghilangkan esensi tauhid. Studi ini memberikan kontribusi bagi penguatan wacana keislaman berbasis argumentasi rasional dan dialogis, serta relevan dalam menjawab tantangan kontemporer dalam pemahaman ketuhanan. The concept of divinity in Islam has been the object of long debate among Islamic scholars, especially in the discipline of Kalam (Theology). The dialectic of Islamic thought reflects the dynamics of Islamic epistemology that developed from the classical to the contemporary era. This study aims to analyze the subjective experiences of Islamic scholars in understanding the concept of divinity through a historical and phenomenological approach. This research uses a qualitative method with a literature review of the works of mutakallimun from various schools of thought, including the Ash'ariyah, Maturidiyah, and Mu'tazilah. The results show that the subjective experiences of Islamic scholars are influenced by their social and intellectual backgrounds, as well as responses to the philosophical and theological challenges of their time. Differences in methodology in interpreting the attributes of God emphasize the existence of plurality in the tradition of Islamic thought without eliminating the essence of monotheism. This study contributes to strengthening Islamic discourse based on rational and dialogical arguments, and is relevant in addressing contemporary challenges in understanding divinity.
Penanaman Keimanan Produktif sebagai Strategi Pendidikan Islam Membentuk Karakter, Kesehatan Mental, dan Prestasi Peserta Didik: Productive Faith Cultivation as an Islamic Education Strategy for Shaping Students’ Character, Mental Health, and Academic Achievement Abdul Muhar; Wakib Kurniawan; Afifuddin Ahmad Robbani
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11850

Abstract

Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental, kriminalitas pelajar, dan bunuh diri anak di Indonesia menunjukkan adanya krisis karakter dan spiritualitas pada generasi muda. Banyak remaja mengalami kecemasan, depresi, tekanan psikologis, dan krisis identitas akibat pengaruh keluarga, lingkungan sosial, tekanan akademik, serta penggunaan media digital yang tidak terkontrol. Kondisi ini menegaskan pentingnya sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan spiritual, moral, dan karakter peserta didik. Dalam perspektif pendidikan Islam, penanaman keimanan produktif menjadi fondasi penting dalam membentuk keseimbangan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada konsep keimanan produktif yang tidak hanya dipahami sebagai keyakinan teologis, tetapi diwujudkan melalui pembiasaan perilaku positif, penguatan kesehatan mental, dan peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penanaman keimanan dalam membentuk karakter, menjaga kesehatan mental, dan meningkatkan prestasi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di MI Bait Qur’any. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah, keteladanan guru, budaya religius sekolah, dan pendampingan emosional mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta meningkatkan kesehatan mental, motivasi belajar, dan prestasi peserta didik. The increasing cases of mental health disorders, student delinquency, and child suicide in Indonesia indicate a crisis of character and spirituality among the younger generation. Many adolescents experience anxiety, depression, psychological pressure, and identity crises influenced by family conditions, social environments, academic pressures, and uncontrolled use of digital media. This condition highlights the importance of an educational system that not only focuses on cognitive aspects but also emphasizes the strengthening of students’ spiritual, moral, and character development. From the perspective of Islamic education, the cultivation of productive faith serves as an essential foundation for developing students’ spiritual, intellectual, emotional, and social balance. The novelty of this study lies in the concept of productive faith, which is not merely understood as a theological belief but is implemented through the habituation of positive behavior, the strengthening of mental health, and the improvement of academic achievement. This study aims to analyze strategies for cultivating faith in shaping character, maintaining mental health, and improving students’ achievement. The study employed a qualitative approach using a case study method at MI Bait Qur’any. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed descriptively using qualitative techniques. The findings reveal that the habituation of worship practices, teachers’ role modeling, a religious school culture, and emotional mentoring successfully foster discipline, responsibility, honesty, mental well-being, learning motivation, and students’ academic achievement.
Implementasi Pembelajaran Kitab Jurumiyah dalam Meningkatkan Kemampuan Nahwu-Sorof Santri kelas 1 di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Raudhatul'Ilmi Cembreng: Implementation of Jurumiyah Book Learning in Improving Nahwu-Shorof Skills of First-Year Students at Pondok Pesantren Istiqamatuddin Raudhatul 'Ilmi Cembreng Agusna Dewi; Wakib Kurniawan; Afifuddin Ahmad Robbani
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran kitab Matan Al-Jurumiyah dalam meningkatkan kemampuan nahwu-shorof santri kelas 1 di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Raudhatul 'Ilmi Cembreng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen melalui desain One Group Pretest-Postest. Subjek penelitian berjumlah 14santri yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan nahwu-shorof santri sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran kitab Jurumiyah. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test dengan bantuan aplikasi SPSS versi 22.0untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan nahwu-shorof santri setelah diterapkannya pembelajaran kitab Matan Al-Jurumiyah. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest,sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran kitab Jurumiyah efektif dalam meningkatkan kemampuan nahwu-shorof santri kelas 1. Dengan demikian,pembelajaran kitab Matan Al-Jurumiyah dapat dijadikan sebagai salah satu strategi yang efektif dalam memperkuat pemahaman dasar nahwu-shorof,khususnya bagi santri pemula di lingkungan pesantren. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab berbasis kitab klasik di pesantren. This study aims to analyze the implementation of learning the Matan Al-Jurumiyah book in improving the nahwu-shorof abilities of first-year students at Pondok Pesantren Istiqamatuddin Raudhatul 'Ilmi Cembreng. This research employed a quantitative approach using an experimental research design through the One Group Pretest-Posttest Design. The research subjects consisted of 14 students, all of whom were selected as the sample using the total sampling technique. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. The tests were used to measure the students'nahwu-shorofabilities before and after the implementation of Jurumiyah book learning. Data analysis was conducted using the Paired Sample T-Test statistical method with the assistance of SPSS version 22.0 to determine the differences between the pretest and posttest results. The results of the study indicate that there was an improvement in the students' nahwu-shorof abilities after the implementation of learning the Matan Al-Jurumiyah book. This is demonstrated by the significant difference between the pretest and posttest scores, indicating that the implementation of Jurumiyah book learning was effective in improving the nahwu-shorof abilities of first-year students. Therefore, learning the Matan Al-Jurumiyah book can be considered an effective strategy for strengthening the basic understanding of nahwu-shorof, particularly for beginner students in Islamic boarding schools. This study is expected to contribute to the development of Arabic language learning based on classical Islamic texts in pesantren environments.