cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 02164949     EISSN : 26154870     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Implementasi Konsep Pendidikan Moderasi Beragama Berdasarkan Tafsir Al-Baqarah Ayat 143 dalam Pendidikan Agama Islam: Implementation of Religious Moderation Education Based on the Tafsir of Al-Baqarah Verse 143 In Islamic Religious Education Muhammad Kurniawan; Rusli Malli; Rahmi Dewanti Palangkey
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 2: July 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i2.7784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam nilai-nilai moderasi beragama dalam tafsir Q.S. Al-Baqarah ayat 143 serta implementasinya dalam konteks Pendidikan Agama Islam. Latar belakang penelitian ini merespons maraknya radikalisme yang sering dikaitkan dengan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka. Sumber data berasal dari kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku pendidikan Islam, serta dokumen kebijakan pendidikan nasional. Hasil menunjukkan bahwa nilai tawazun, i’tidal, dan tasamuh dalam ayat tersebut relevan dalam membentuk karakter moderat siswa. Implementasi di lembaga pendidikan masih perlu penguatan, terutama dari aspek guru, strategi pembelajaran, dan kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan langkah konkret agar tafsir moderat menjadi landasan pendidikan yang inklusif dan kontekstual.
Pergeseran Pemikiran Islam di Era Digital, Tantangan dan Peluang bagi Muslim Milenial: Shifting Islamic Thought in the Digital Era; Challenges and Opportunities for Millennial Muslims Surni Kadir; Kamal
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 2: July 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i2.8015

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pemikiran Islam. Pergeseran ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi Muslim milenial yang hidup di tengah arus globalisasi informasi dan teknologi. Artikel ini membahas dinamika perubahan pemikiran Islam di era digital, dengan menyoroti bagaimana digitalisasi mempengaruhi cara Muslim milenial memahami, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Islam. Tantangan utama yang diidentifikasi meliputi penyebaran informasi yang tidak valid, polarisasi opini, dan ancaman terhadap keautentikan sumber ajaran Islam. Di sisi lain, peluang besar juga muncul, seperti akses yang lebih luas terhadap sastra Islam, platform untuk dakwah kreatif, serta ruang kolaborasi lintas budaya dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan pendekatan analitis dan reflektif, artikel ini menawarkan strategi bagi Muslim milenial untuk mengoptimalkan peluang era digital sambil mengatasi tantangan yang ada, sehingga mampu menjaga relevansi Islam sebagai pedoman hidup yang dinamis dan universal di masa kini.
Perbandingan Metode Pembelajaran Islam Tradisional dan Modern dalam Pembentukan Akhlak Peserta Didik: Comparison of Traditional and Modern Islamic Learning Methods in Shaping the Character of Students A. Moh. Ickhamal Suryadinata; Adhriansyah A. Lasawali; Mega
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 2: July 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i2.8144

Abstract

Pembentukan akhlak peserta didik merupakan bagian penting dalam pendidikan Islam yang bertujuan menciptakan generasi berkarakter mulia. Artikel ini membahas perbandingan antara metode pembelajaran Islam tradisional dan modern dalam upaya membentuk akhlak peserta didik. Metode tradisional menekankan interaksi langsung antara guru dan murid dengan pendekatan sanad dan keteladanan, sedangkan metode modern mengintegrasikan teknologi dan pendekatan pedagogis kontemporer untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara terhadap pendidik di beberapa lembaga pendidikan Islam. Hasilnya menunjukkan bahwa integrasi kedua metode dapat memberikan hasil optimal dalam pembentukan akhlak, dengan metode tradisional memperkuat fondasi spiritual dan metode modern meningkatkan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, kolaborasi metode tradisional dan modern sangat dianjurkan untuk menghasilkan generasi Muslim yang berakhlak mulia dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Membangun Keluarga Muslim Progresif melalui Pendekatan Fiqh Ekologis : Building a Progressive Muslim Family through an Ecological Fiqh Approach Ranny Apriani Nusa; Abdurrahman Abdul Latief; Khalilah Nur ‘Azmy
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 2: July 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i2.8145

Abstract

Ketahanan yang ditunjukkan oleh keluarga-keluarga Muslim dikembangkan tidak semata-mata melalui dimensi ekonomi dan spiritual, tetapi juga melalui kesadaran ekologis yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam. Artikel ilmiah ini berusaha untuk menyelidiki cara di mana nilai-nilai yang melekat dalam fiqh ekologis dapat digabungkan dan dinilai sebagai elemen penyumbang dalam pembentukan keluarga Muslim yang tangguh. Kerangka metodologis ini menekankan prinsip-prinsip dasar fiqh ekologis, yang meliputi: kewajiban pengelolaan (amanah), larangan bahaya (fasad), prinsip keseimbangan (mizan), kesucian lingkungan (taharah), dan penggunaan sumber daya yang bijaksana (israf). Menggunakan metodologi kualitatif-deskriptif yang didasarkan pada tinjauan literatur, artikel ini meneliti manifestasi nilai-nilai tersebut dalam konteks domestik—mencakup praktik konsumsi berkelanjutan, pengelolaan limbah rumah tangga, dan pendidikan lingkungan dalam unit keluarga—di samping dampaknya pada berbagai dimensi ketahanan keluarga: spiritual, emosional, dan sosial. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi fiqh ekologis dalam unit keluarga tidak hanya meningkatkan keharmonisan dengan lingkungan alam tetapi juga menumbuhkan solidaritas, kesederhanaan, dan kesadaran kolektif sebagai komponen integral dari ibadah. Artikel ini menganjurkan perumusan instrumen evaluatif yang dirancang untuk mengukur implementasi nilai-nilai fiqh ekologis dalam kerangka keluarga Muslim.
Implementasi Model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pembelajaran Bahasa Arab di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar: Implementation of the Contextual Teaching and Learning (CTL) Model in Arabic Language Learning at SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar Athifah Muthmainnah; M. Ilham Muchtar; Nur Fadilah Amin
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 2: July 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i2.8196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran bahasa Arab di SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar. Model CTL diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta mengembangkan keterampilan berbicara, menulis, dan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model CTL berhasil dilakukan dengan pendekatan Relating, Experiencing, Applying, dan Cooperative, yang membuat siswa lebih terlibat aktif dalam pembelajaran. Faktor pendukung utama dalam penerapan CTL antara lain komitmen guru, fleksibilitas kurikulum, penggunaan teknologi, dan penilaian autentik. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti kurangnya dukungan orang tua, rendahnya partisipasi siswa, dan keterbatasan sarana dan prasarana. Analisis keterkaitan antara implementasi CTL dan hasil pembelajaran bahasa Arab menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan berbicara, menulis, serta pemahaman materi oleh siswa. Penerapan CTL membantu siswa menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan pengalaman hidup mereka, sehingga pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih bermakna dan aplikatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model CTL efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran bahasa Arab, meskipun masih terdapat tantangan yang perlu diatasi.
Aktualisasi Moderasi Beragama di Lembaga Pendidikan Muhammadiyah Kota Parepare (Studi Kasus di SMK Muhammadiyah Kota Parepare): Actualization of Religious Moderation in Muhammadiyah Educational Institutions in Parepare City (Case Study at Muhammadiyah Vocational High School in Parepare City) Alfian Shaddam Syafei; Abdul Halik; M. Nasri Hamang; Mahsyar Idris; Amir Patintingan
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 20 No 2: July 2025
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v20i2.8249

Abstract

Latar belakang kajian ini didasarkan pada pentingnya penguatan nilai-nilai Islam wasathiyah sebagai respon terhadap dinamika keberagaman dan potensi disorientasi beragama di kalangan pelajar. Fokus penelitian diarahkan pada tiga aspek pokok, yaitu: (1) konsep dan kebijakan moderasi beragama dalam konteks kelembagaan, (2) implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam praktik pendidikan, baik secara kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler, serta (3) implikasi aktualisasi moderasi beragama terhadap perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Pendekatan teologis digunakan untuk mengkaji prinsip-prinsip Islam wasathiyah sebagai dasar normatif dari konsep moderasi beragama, sekaligus sebagai pisau analisis terhadap praktik pendidikan di lembaga yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah di Kota Parepare telah mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama secara sistematis dalam kebijakan dan praktik pendidikan, meskipun pada tataran implementasi di lapangan masih terdapat beberapa aspek yang belum berjalan secara optimal. Nilai-nilai seperti toleransi, keterbukaan terhadap perbedaan, serta cinta tanah air diinternalisasikan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sekolah sehari-hari. Implementasi moderasi beragama berdampak positif terhadap peserta didik dalam tiga ranah utama: kognitif (pemahaman keagamaan yang moderat), afektif (sikap inklusif dan empatik), dan psikomotorik (perilaku sosial yang harmonis dan toleran). Penelitian ini menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda yang religius, moderat, dan berwawasan kebangsaan.
Urgensi Pendekatan Islami Dalam Mencegah Perilaku Intoleransi Siswa Sekolah Dasar Negeri 16 Poso Kabupaten Poso: The Urgency of the Islamic Approach in Preventing Intolerant Behavior Among Students at State Elementary School 16 Poso, Poso Regency Sofia Rahmadani Toana; Makmur; Fathurrahman Wahid Pahlawi; Nurqadriani
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.8934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pentingnya penerapan pendekatan Islami dalam mencegah perilaku intoleransi siswa di sekolah dasar negeri pasca-konflik di Kabupaten Poso. Pendekatan ini dipandang sebagai strategi pendidikan yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang toleran, humanis, dan berakhlak mulia sesuai nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Islami tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembinaan religiusitas, tetapi juga menjadi media transformasi sosial yang menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman. Guru berperan penting sebagai agen perubahan dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam moderat melalui pendekatan moderasi beragama, karakter, identitas budaya, humanis religius, dan cinta. Penelitian ini memiliki kebaruan pada pengintegrasian pendekatan Islami berbasis moderasi beragama dalam konteks pendidikan dasar pasca-konflik sebagai strategi pencegahan perilaku intoleransi siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan pengambil kebijakan dalam membangun pendidikan damai dan berkeadaban di Indonesia.
Peran Ulama Qur’ani dan Implikasinya bagi Pendidikan Agama Islam Moderatif: The Role of Qur’anic Scholars and Its Implications for Moderate Islamic Religious Education Bohari, Nasri; Muhammad Mukhtar S; Muhammad Yusuf; Mardan
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9313

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran ulama Qur’ani dan implikasinya terhadap penguatan Pendidikan Agama Islam moderatif. Ulama Qur’ani dipahami sebagai figur yang tidak hanya menguasai teks Al-Qur’an secara mendalam, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai ilahiah ke dalam realitas sosial dengan sikap moderat, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur tafsir, karya ulama, serta penelitian kontemporer untuk menggali karakter ulama Qur’ani dan relevansinya bagi pendidikan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama Qur’ani berperan sebagai pendidik inklusif yang menjembatani idealitas teks dan kebutuhan masyarakat majemuk. Nilai-nilai Qur’ani seperti tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i‘tida?l dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, metode pedagogis, dan kultur lembaga pendidikan untuk membentuk peserta didik yang berakhlak, toleran, dan berwawasan luas. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran ulama Qur’ani merupakan strategi penting dalam membangun pendidikan Islam yang moderatif, adaptif, dan relevan dalam menghadapi tantangan radikalisme serta intoleransi di era global.
Metode Memperoleh Ilmu dalam Perspektif Pemikiran Imam Al-Ghazali : Methods of Acquiring Knowledge in the Perspective of Imam Al-Ghazali’s Andi Abd. Muis; Sudirmanto; Nur Aliah; Dewi T
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9377

Abstract

Ilmu menempati posisi fundamental dalam tradisi intelektual Islam, dan Imam Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh yang memberikan kontribusi besar dalam merumuskan konsep epistemologi Islam yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam metode memperoleh ilmu dalam perspektif pemikiran Imam Al-Ghazali dengan menelaah karya-karya utamanya seperti Ihya’ Ulumuddin, Mi’yar al-‘Ilm, al-Mustashfa, dan al-Munqidz min al-Dhalal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui analisis isi terhadap teks-teks klasik dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Al-Ghazali, ilmu diperoleh melalui empat instrumen utama: indera (al-hawâss) sebagai alat untuk menangkap fakta empiris; akal ('aql) sebagai sarana untuk menganalisis, menguji, dan membangun argumentasi logis; serta intuisi atau kasyf yang hanya diperoleh melalui penyucian jiwa, mujahadah, dan pendekatan spiritual kepada Allah, dan keempat Wahyu (Al-wahyu). Keempat metode ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling melengkapi dan membentuk kerangka epistemologi integratif yang memadukan aspek empiris, rasional, dan spiritual. Penelitian ini juga menemukan bahwa tujuan akhir pencarian ilmu menurut Al-Ghazali bukan hanya penguasaan pengetahuan, tetapi pembentukan akhlak, kedekatan dengan Allah, dan tercapainya kebijaksanaan (al-hikmah). Dengan demikian, konsep epistemologi Al-Ghazali sangat relevan untuk pengembangan pendidikan Islam modern, karena menawarkan paradigma perolehan ilmu yang komprehensif, etis, dan berorientasi pada penyempurnaan diri.
Ahmadiyah dan Pembentukan Wacana Islam Moderat di Dunia Barat Modern : The Ahmadiyya Movement and the Construction of Moderate Islamic Discourse in the Modern Western World Mukhtar S, Muhammad; Salvia Salmawati; Samriono; Widia; Rahmawati
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 1: Januari 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v21i1.9526

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan Ahmadiyah dan pengaruhnya dalam konteks dunia Barat modern dengan menyoroti peran sosial, media, dan diplomasi publik yang dijalankan komunitas ini. Melalui metode studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur akademik, laporan hak asasi manusia, publikasi internal Ahmadiyah, serta sumber-sumber media yang relevan untuk memahami bagaimana gerakan ini membangun citra Islam yang damai dan moderat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Ahmadiyah berhasil memanfaatkan media global seperti Muslim Television Ahmadiyya (MTA), jaringan literasi keagamaan, serta kampanye sosial Love for All, Hatred for None sebagai instrumen pendidikan publik dan diplomasi keagamaan. Di dunia Barat, komunitas Ahmadiyah tampil sebagai agen dialog antaragama, promotor toleransi, dan aktor yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, sehingga berkontribusi pada konstruksi wacana Islam inklusif. Namun, pengaruh ini masih jarang dikaji secara komprehensif dalam kajian akademik, khususnya dalam perspektif sosial, keagamaan, dan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menegaskan pentingnya melihat Ahmadiyah sebagai salah satu model keberagamaan minoritas yang relevan dalam penguatan nilai moderasi dan literasi keagamaan di masyarakat Barat modern