Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENDIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASYARAKAT Hasruddin Dute; Zaidir Zaidir
Jurnal Kajian Agama Hukum dan Pendidikan Islam (KAHPI) Vol 3, No 1 (2021): VOL 3, NO 1, JULI 2021: JURNAL KAJIAN AGAMA HUKUM DAN PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/kahpi.v3i1.p34-45.12952

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi seorang pendidik di masyarakat. Pada dasarnya pendidikan Islam merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus dan mengalir ke dalam kehidupan manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Tugas dan fungsi pendidikan ditujukan kepada anak sekolah yang berkembang danberkembang secara dinamis dari isi sampai akhir hayat dan yang tidak dapat memisahkan keberhasilan pendidikan dari sisi pedagogis. Pendidik pada hakikatnya adalah orang yang diamanahkan yang bertanggung jawab atas dunia akhirat dengan mendidik, membimbing,membimbing dan menuntun peserta didik ke pintu gerbang kesuksesan baik dunia maupun akhirat. Untuk menjadi berkualitas dan profesional, kriteria dan persyaratan tertentu harus dipenuhi dalam konteks tujuan hidup dan juga kualitas yang harus dibawa oleh pendidik dalam melaksanakan tugasnya dan sebagai pendidik. Metode yang dipakai didalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, atau dapat digunakan dalam bahan pustaka sebagai sumber informasi untuk menjawab permasalahan tentang pendidik dalam pendidikan. Sebagai seorang pendidik seorang guru memainkan peran yang sentral bagipeserta didik. Peran guru dalam membina siswa agar menjadi manusia yang berkarakter sangat dibutuhkan. Pertama sebagai pendidik dan pengajar. Kedua sebagai pemberi keteladanan dan menjadi teladan. Ketiga, menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat.Kata Kunci: Pendidik; Pendidikan Islam.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournamet Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 5 DI SD YPK 1 Hamadi Nurul Mutmainnah; Zaidir Zaidir; Sri Wahyuni; Tri Kurniah Lestari; Winda Abriani
Journal on Education Vol. 7 No. 2 (2025): Journal on Education: Volume 7 Nomor 2 Tahun 2025 In Progress (Januari-Februari
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i2.8270

Abstract

This research aims to determine the effect of Teams Games Tournament type cooperative learning model on students' math learning outcomes at YPK 1 Hamadi Elementary School. This type of research is quantitative research with a quasi-experimental design. The sample selection technique used was random sampling. The sample in this study consisted of 2 groups, namely: the experimental group numbered 32 students, the control group numbered 32 students. This research was analyzed using SPSS 29 with normality test, homogeneity test, and hypothesis testing using t test. The results of hypothesis submission obtained the value of tcount> ttable which is 5.772> 0.1.669 thus Ha is accepted and Ho is rejected. So it can be concluded that there is a significant difference from learning using the Teams Games Tournament type cooperative learning model on student math learning outcomes at SD YPK 1 Hamadi. Keywords: Math, Learning, Outcomes,Teams Games Tournament.
MINAT SANTRI TERHADAP PENDIDIKAN SENI BACA AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN DARUD DA’WAH WAL IRSYAD AMBO DALLE (DDI-AD) KOTA JAYAPURA. Zaidir; Wahyuni, Sri; Yahya, Safaruddin
Jurnal Paris Langkis Vol 5 No 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v5i1.19405

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui minat santri dalam mengikuti program pendidikan dan pelatihan seni baca Al Quran dengan nada tilawah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu  untuk memberikan gambaran tentang minat santri terhadap pendidikan seni Baca al-Qur’an di Pondok Pesantern Darud Da’wah Wal Irsyad Ambo Dalle kota Jayapura. Adapun Teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun subjek yang diteliti adalah para santri yang mengikuti program pembelajaran seni baca Al Quran dengan nada tilawah. Hasil penelitian menunjukkan santri di Pondok Pesantern Darud Da’wah Wal Irsyad Ambo Dalle kota Jayapura,  memiliki minat yang sangat besar dalam mempelajari seni baca al-Qur’an dengan nada tilawah. Terlihat santri sangat antusias dan memliki minat yang sangat tinggi dalam mengikuti program pelatihan tilawah, disebabkan adanya motivasi-motivasi dari para ustadz/ guru tilawah tentang manfaat dan pentingnya menguasai baca Al Quran dengan nada tilawah baik manfaat yang dapat diperoleh saat berada di dalam pesantren atau saat telah berada pada lingkungan masyarakat.
Pembinaan Agama Islam Sebagai Upaya Pencegahan Tindak Pidana Berkelanjutan Bagi Narapidana Kasus Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Mimika Budi Utomo; Neti S; Mohammad Ali Mahmudi; Muh. Abdul Mukti; Zaidir
Tarbiyah bil Qalam : Jurnal Pendidikan Agama dan Sains Vol. 9 No. 2 (2025): Vol IX Edisi II 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Bukhary Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is motivated by the high recidivism rate among narcotics inmates and the need for a contextual Islamic religious rehabilitation approach at Class II B Correctional Facility in Mimika. The research aims to describe the implementation of Islamic religious guidance as a continuous crime prevention effort, including its supporting and constraining factors. Using a qualitative descriptive method, data were collected through semi-structured interviews, participative observation, and documentation. The population included narcotics inmates, religious instructors, the prison chief, and spiritual supervisors; purposive sampling selected seven key informants. Data analysis employed Miles and Huberman’s interactive model. Results reveal that religious guidance is effectively implemented through disciplined five daily prayers, regular recitations, and Quranic literacy practices, supported by strong collaboration and inmate engagement. The conclusion emphasizes the significance of Islamic religious rehabilitation in spiritual recovery but highlights the need for enhanced facilities, human resources, and individualized approaches to address inmates’ diverse backgrounds. Practically, the study recommends multi-stakeholder synergy to reduce recidivism rates.
Penguatan Mental dan Spiritual Berbasis Kecerdasan Emosional Pada Siswa Kelas VII SMA Negeri 1 Baubau Irma Purnamayanti; Safaruddin Yahya; Muhammad Ridwan; Madi; Maudin; Darmayanti; La Jusu; Sulasri; Muhammad Zaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4914

Abstract

Pembinaan mental dan spiritual peserta didik menjadi aspek penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak, tangguh, dan berkepribadian seimbang di tengah tantangan era digital. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran emosional, motivasi diri, serta nilai-nilai spiritual siswa melalui workshop peningkatan kecerdasan emosional (Emotional Quotient/EQ) dan pelatihan public speaking Islami di SMAN 1 Baubau. Kegiatan ini dilaksanakan pada 16–17 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 siswa aktif yang dipilih secara purposif. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, simulasi, diskusi kelompok, dan praktik komunikasi berbasis nilai-nilai Islam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengelola emosi, berkomunikasi positif, serta menumbuhkan niat dan keikhlasan dalam setiap aktivitas. Penguatan aspek spiritual juga tampak dari perubahan sikap siswa yang lebih disiplin, reflektif, dan berorientasi pada nilai-nilai religius.
Bimbingan Keluarga Sakinah Berbasis Hukum Islam Pada Calon Pengantin Sebagai Upaya Menjaga Ketahanan Keluarga Pasca Pernikahan Di Kabupaten Buton Selatan : Pengabdian Rahmat Haniru; La Jidi; Safaruddin Yahya; Falah Sabirin; Nurhijah; Muhamad Awaluddin; Yudhi Asfar Fahruddin; Zaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan bimbingan keluarga sakinah berbasis hukum perkawinan Islam kepada calon pengantin sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga pasca pernikahan di Kabupaten Buton Selatan. Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesiapan calon pengantin dalam memahami tanggung jawab hukum, spiritual, dan sosial dalam kehidupan rumah tangga, yang berpotensi memicu konflik dan ketidakharmonisan keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif-edukatif yang dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan teknik ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta pembahasan studi kasus yang relevan dengan dinamika keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai tujuan pernikahan dalam Islam, hak dan kewajiban suami istri, serta prinsip-prinsip ketahanan keluarga yang meliputi aspek takwa, kesabaran, kasih sayang, komunikasi, dan tanggung jawab nafkah. Bimbingan keluarga sakinah ini dinilai efektif sebagai langkah preventif dalam membekali calon pengantin untuk membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkelanjutan pasca pernikahan
Penanaman Karakter Islami Melalui Pembiasaan Mengikuti Program Kepesantrenan Di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Az-Zahra Kota Baubau: Penelitian Madi Maudin; Muhammad Ridwan; Rahmat Haniru; La Hanuddin; Irma Purnamayanti; La Jidi; Zaidir
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5459

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bagaimana proses pembentukan karakter Islami ditanamkan melalui pola pembiasaan dalam program kepesantrenan di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Az-Zahra Kota Baubau. Pembiasaan dipahami sebagai strategi pendidikan yang menekankan pengulangan aktivitas religius sehingga nilainilai keislaman dapat melekat secara bertahap pada diri santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola pesantren, ustadz/ustadzah, serta santri, dan diperkuat dengan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyusunan informasi, dan verifikasi temuan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa karakter Islami dibangun melalui serangkaian aktivitas harian seperti pelaksanaan shalat berjamaah, kegiatan tahfidz Al-Qur’an, pembacaan wirid dan dzikir, pengajian kitab, serta latihan kedisiplinan. Rutinitas tersebut secara konsisten membentuk perilaku religius, kemandirian, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan akhlak mulia pada santri. Faktor-faktor yang memperkuat keberhasilan proses tersebut antara lain keteladanan para pengasuh, suasana pesantren yang mendukung, serta pengawasan yang berkesinambungan. Sementara itu, hambatan yang dihadapi mencakup perbedaan latar belakang santri, masa penyesuaian terhadap budaya pesantren, serta keterbatasan fasilitas.Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pembiasaan dalam program kepesantrenan memberikan kontribusi besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami. Proses pembentukan karakter tidak hanya melalui penjelasan kognitif, tetapi juga melalui pengulangan praktik keagamaan yang akhirnya membentuk kebiasaan dan identitas religius santri.
Internalisasi Nilai Moderasi Beragama dalam Membangun Budaya Toleransi di Universitas Yapis Papua Zaidir
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai moderasi beragama dalam membangun budaya toleransi di Universitas Yapis Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sivitas akademika memiliki pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai moderasi beragama yang ditunjukkan melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga kerukunan. Internalisasi nilai moderasi beragama dilakukan melalui kegiatan pembelajaran, pembinaan kemahasiswaan, interaksi sosial, dan keteladanan sivitas akademika. Budaya toleransi tercermin dalam penghormatan terhadap kebebasan beribadah, kerja sama lintas agama, dialog yang konstruktif, dan partisipasi bersama dalam berbagai kegiatan kampus. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, keberagaman sivitas akademika, dan nilai-nilai kearifan lokal Papua, sedangkan faktor penghambat berasal dari pemahaman keagamaan yang eksklusif dan pengaruh narasi intoleran di media sosial. Internalisasi nilai moderasi beragama berimplikasi positif terhadap terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan lingkungan akademik yang inklusif di Universitas Yapis Papua.
Implementasi Metode Tahsin dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an dengan Tartil: Implementation of the Tahsin Method in Improving the Ability to Read the Qur'an with Tartil Miftahul Ulum; Muh. Abdul Mukhti; Zaidir
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 21 No 2: July 2026
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v22i2.11685

Abstract

Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tartil merupakan kompetensi dasar yang penting bagi peserta didik Madrasah Ibtidaiyah, namun masih ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan dalam penerapan tajwid, makharijul huruf, serta panjang pendek bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode tahsin, upaya guru dalam menerapkan metode tahsin, serta faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kemampuan baca Al-Qur'an dengan tartil di MI Bait Qur'any DDI Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru tahsin, dan peserta didik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, spenyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tahsin diterapkan secara terstruktur melalui pendekatan talaqqi dan musyafahah yang menekankan perbaikan makhraj huruf, hukum tajwid, dan kelancaran bacaan. Upaya guru mencakup pembiasaan membaca Al-Qur'an sebelum pembelajaran, bimbingan individual, koreksi bacaan langsung, dan evaluasi berkala. Implementasi metode tahsin terbukti mampu meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an peserta didik secara signifikan, khususnya dalam aspek ketepatan makhraj huruf, penerapan hukum tajwid, dan kemampuan membaca secara tartil. The ability to read the Qur'an with tartil is a fundamental competency for students at the Islamic Primary School (Madrasah Ibtidaiyah) level, yet difficulties in applying tajwid rules, makharijul huruf, and proper vowel lengths are still commonly found. This study aims to describe the implementation of the tahsin method, teachers' efforts in applying it, and the supporting and inhibiting factors in improving students' Qur'an reading ability with tartil at MI Bait Qur'any DDI Jayapura City. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Research subjects included the principal, tahsin teachers, and students. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source and technique triangulation. Results indicate that the tahsin method is implemented in a structured manner through talaqqi and musyafahah approaches emphasizing the correction of makharijul huruf, tajwid rules, and reading fluency. Teacher efforts encompass pre-lesson Qur'an recitation habituation, individual guidance, direct reading correction, and periodic evaluation. The implementation of the tahsin method is proven to significantly improve students' Qur'an reading quality, particularly in the accuracy of makharijul huruf, application of tajwid rules, and the ability to read with tartil.