cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 22 Documents
Karakterisasi Bentuk Dimensi Pipa Terhadap Debit Berbasis Tinggi Tekan (Head) Kun Suharno; Catur Pramono; Sri Widodo
Wahana Ilmuwan Vol 1, No 1 (2016): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui penelitian ini dimaksudkan guna menemukan model atau kajian ilmiah penerapan teknologi pemipaan berbagai bentuk perubahan dimensi dan pengembangannya serta dimaksudkan juga untuk melengkapi sarana laboratorium di program studi teknik mesin. Metode yang akan digunakan adalah pengukuran langsung debit air yang keluar dari pipa yang dialirkan dari reservoir, pada kondisi air normal dan adanya perubahan suhu air. Pipa pertama adalah 2 inch, kedua adalah pipa 2 inch yang dihubungkan pipa (out put) 1,5 inch dan 1,25 inch, pipa tersebut diletakkan pada ketinggian air atau head 1,5 meter, sudut kemiringan 70- 110, panjang pipa 12 meter, pipa yang disalurkan dengan tinggi head yang sama. Penelitian yang akan dilakukan adalah menganalisis perbandingan antara debit yang masuk (Q1in put) dan yang keluar (Q2out put) pada pipa 2 inch dan pipa yang terjadi pada perubahan penampang pipa baik tanpa belokan maupun belokan pipa (elbow).Hasil penelitian menjukkan bahwa debit yang mengalir melalui pipa 2 inch, dari 11,16 liter /det dengan adanya belokan besarnya debit berkurang menjadi 8,72 liter/det atau 21, 875.% , sedangkan perubahan pipa 2 inch dan 1,5 inch, debit yang mengalir 3,521liter /det adanya belokan debitnya berkurang sebesar 3.28liter/det atau 6,83 %, demikan pula debit yang mengalir pada pipa 2 inch dan 1,25 inch, debit yang mengalir dari 2,267 liter/det menjadi 2,362858 liter/det, atau - 4,212 %. Kecepatan air didalam pipa tiap detiknya sama tidak tergantung waktu, jumlah volume air yang dialirkan selalu berkurang sehingga jumlahnya debit yang mengalirpun akan berkurang pula akibat belokan, gesekan sepanjang pipa, perubahan penampang pipa atau kantraksi.
PENGARUH CAIRAN TUBUH MANUSIA TERHADAP KOROSI PADA PLAT PENYAMBUNG TULANG Nani Mulyaningsih
Wahana Ilmuwan Vol 3, No 1 (2017): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bone connective plate material usually made of SS316L, which has corrosion resistant properties but are expensive so that it becomes an obstacle to the people's purchasing power. Selection of SS 304 at this research that as an alternative to 316L SS, which aims to compensate 316L SS in terms of corrosion rate. So, we need a process to reduce the rate of corrosion SS 304, one way is by electroplating Ni-Cr. This study aims to determine the effect of variations in time (8, 17, 25, 30, 40 minutes) used in Ni-Cr electroplating processes in materials SS 304, the corrosion rate. This research method is performed by electroplating material SS 304 with Ni-Cr and then the material is tested corrosion. Testing corrosion rate using three-electrode cell with media PBS (Phosphate Baver Salin). The optimum time and the lowest corrosion rate of Ni-Cr electroplating process on the SS 304 is achieved by electroplating 17 minutes long. The result showed that the electroplating process can reduce the rate of corrosion on the surface of SS 304 Lapis Ni-Cr. 304 SS corrosion rate of 0.0009423 mm/yr, after dielectroplating Ni-Cr decreased by 60.9% to 0.000368 mm/yr.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KACANG TANAH MELALUI PENGEMBANGAN MESIN PENGUPASNYA Hasan Zuhdi; Nani Mulyaningsih
Wahana Ilmuwan Vol 2, No 2 (2016): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the development of technology, it is necessary to create the means or equipment if it can improve the effectiveness of the work, one of them in agriculture. There is now a peanut peeler machine, but the condition is considered not to work optimally. This is because the current engine speed is considered too slow, so it has not been able to peel the nut as a whole, only 50% of the peanut peeling entered in the stripper house. For that, the authors intend to develop technologies peanut peeler machine so that productivity can be increased.The method used in this research by analyzing the effect of the spin machine to the result and the stripping time. Variations in engine speed is used ranging from 52 rpm, 68 rpm and 84 rpm. Of the various rounds of the engine, will get round that is ideal for achieving peanut peeler machine work optimally in a short time.The results showed that the peanut peeler machine can work optimally with the result of 35.6 kg /hour at 84 rpm rotation speed of the engine, so that number can later be used as a reference for the agricultural industry to increase its production.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT ALAMIPADA LAPISAN LAMINA TERHADAP KUAT LENTUR BALOK LAMINASI BARECORE KAYU SENGON Adi Setya Rahman; Bambang Surendro; Anis Rakhmawati
Wahana Ilmuwan Vol 1, No 1 (2016): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barecore adalah potongan-potongan kayu kecil yang ditata dan direkatkan menggunakan perekat hingga membentuk sebuah papan. Papan barecore yang dihasilkan kemudian dibuat menjadi balok laminasidandiberi bahan perkuatan misalnya serat alami.Pemilihan penggunaan serat alami (serat ijuk, serat rayung dan serat kelapa) sebagai bahan perkuatan balok laminasi karena jumlahnya yang melimpah dan mudah ditemukan,sehingga judul dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Penambahan Serat Alami pada Lapisan Lamina terhadap Kuat Lentur Balok Laminasi Barecore Kayu Sengon”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan serat alami pada lapis lamina terhadap kuat lentur balok laminasi papan barecore kayu sengon dengan menggunakan perekat lem PV/AC Fox putih.Pembuatan balok laminasi berukuran 6x8x120 cm. Balok laminasi diberi penambahan serat alami pada tiap lapisan laminayang ditata sejajar arah serat dengan jenis variasi yaitu balok laminasi tanpa penambahan serat(B.L.T.S), balok laminasi dengan penambahan serat ijuk(B.L.S.I), balok laminasi dengan penambahan serat rayung (B.L.S.R) dan balok laminasi dengan penambahan serat kelapa(B.L.S.K). Pengujian balok laminasi mengacu pada standar JAS 234:2003. Uji kadar air dan kerapatan dilakukan di Laboratorium Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Tidar. Uji kuat lentur balok laminasi dilakukan di Laboratorium Struktur,Jurusan Teknik Sipil, FakultasTeknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta menggunakan alat Universal Testing Machine.Hasil uji kadar air rata-rata sebesar 13,670% dan nilai kerapatan rata-rata sebesar 0,317 gr/cm3sudah memenuhi standar JAS 234:2003.Nilai MOE balok asli (B.A) sebesar 258.175,286 kg/cm2, nilai MOE (B.L.T.S) sebesar 81.425,395 kg/cm2, nilai MOE (B.L.S.I) sebesar 49.749,122 kg/cm2, nilai MOE (B.L.S.R) sebesar 38.278,805 kg/cm2 dan nilai MOE (B.L.S.K) sebesar 68.837,786 kg/cm2, sehingga hanya balok asli(B.A) dan balok laminasi tanpa penambahan serat (B.L.T.S) yang memenuhi standar JAS 234:2003. Hasil uji nilai MOR balok laminasi tidak memenuhi standar JAS 234:2003. Pada analisis data menggunakan Anova Single Factor disimpulkan bahwa penambahan serat alami (serat ijuk,serat rayung dan serat kelapa) berpengaruh terhadap kuat lentur.
Pengaruh Perubahan Celah Katup Hisap Dan Katup Buang Terhadap Performance Motor Jupiter Z 2004 Menggunakan Bahan Bakar Biopremium E10 Sarjono Sarjono; Dhanang Wahyu Saputro
Wahana Ilmuwan Vol 1, No 1 (2016): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Pengaruh perubahan celah katup hisap dan buang terhadap performance motor jupiter Z 2004 menggunakan bahan bakar biopremium E10. Penyetelan Katup dikandung maksuddapat memberi life time pada katup sehingga mekanisme katup dapat bekerja maksimal dan dapat memberikan performance engine yang optimal. Disamping itu diharapkanperformance mesin dan efisiensi bahan bakar meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan performance mesin yang optimal dan efisiensi bahan bakarnya meningkat, dengan memanfaatkan energi alternatif Biopremium E10.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan celah katup hisap 0,08 mm dan celah katup buang 0,11 mm pada kisaran putaran 6000 rpm daya dan torsi yang dihasilkan adalah yang tertinggi yaitu sdebesar 9,2 HP dan 11,04 Nm, serta penggunaan bahan bakar spesifik efektif (sfc yang paling irit yaitu 0,0821 kg/kWh .
PENGARUH POROSITAS TANAH DAN PERSENTASE LUAS LAHAN TERHADAP KOEFISIEN ALIRAN PERMUKAAN Didik Setiawan; Bambang Surendro; Muhammad Amin
Wahana Ilmuwan Vol 3, No 1 (2017): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The extent of a region of the earth's surface in the form of land and forest area with the increase of population, will change the land use as a form of human needs itself, one of which is the expansion of settlements is accompanied by covered of pavement, then the soil is able to function to absorb the water will be the region watertight, so that the necessary reference to the use of land for the balance of the environment is maintained. The purpose of this study was to determine the effect of porosity value and proportion of the value of the land area of the surface flow coefficient (C). This research was conducted using a model catchment area measurements conducted that measure the value of soil porosity, soil density, intensity of average rainfall, runoff volume, and flow coefficient (C). The slope of the land used is 2%. variable percentage of land area (PLA) in this research is 20%, 30% and 10% forest, 40%, 50% and 10% forest and 60%. The results showed that the highest value of C variable PLA 60% with coefficient 0,687. On the value of soil porosity (n) 16% C values of 0.300, while the porosity of the soil (n) 20% of the value of C 0.264 and the value of soil porosity (n) 35% gain with a value of C 0.129. ANOVA test results showed that the soil porosity and percentage of land area (PLA) positive and significant impact on the flow coefficient (C).
STUDI KOMPARASIKENDALI MOTOR DC DENGAN LOGIKA FUZZY METODE MAMDANI DAN SUGENO Ibrahim Nawawi; Bagus Fatkhurrozi
Wahana Ilmuwan Vol 2, No 2 (2016): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DC motors have been widely used in all fields, such as industry, household appliances, to children's toys. The main reason of the heavy use of a DC motor is the ease of control. These controllers can use analog or digital control. In this study, the method used is a DC motor control simulation with Simulink and Matlab fuzzy toolbox. The results of the simulation show that the transient response of the DC motor control using fuzzy Mamdani and Sugeno, they did not show any overshoot, steady state computing to achieve faster Sugeno Fuzzy controller with 5.4 seconds, while for fuzzy Mamdani 38.12 seconds, middle (SE) the set of fuzzy output membership of approximately 1.3, error close to zero fastest achieved by Mamdani, Sugeno while slower, Delta Mamdani fuzzy error is more stable than fuzzy Sugeno, Value steady state control signal is almost the same at 1.2.
Perancangan Mesin Pengupas Kopi Dengan Menggunakan Dua Rol Pengupas Afi Sodik; Kun Suharno; Sri Widodo
Wahana Ilmuwan Vol 1, No 1 (2016): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu mesin perkakas memiliki peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan atau industri, karena pada dasarnya alat tersebut sangat membantu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang erat kaitannya dengan industri. Salah satu contoh mesin perkakas adalah mesin pengolah kopi pasca panen. Penelitian ini bertujuan agar para petani dapat mengolah hasil panennya, dan bisa menambah nilai jual kopi.Metode pelaksanaan pembuatan mesin pengupas kopi dengan menggunakan dua rol pengupas adalah perencanaan, persiapan bahan konstruksi mesin, motor listrik, gearbox, rantai sproket, gigi sproket, rol pengupas, roda gigi, plat besi, bantalan dan roda. Tahap selanjutnya adalah assembling mesin dan kedudukan mesin. Tahap berikutnya adalah pengujian alat, kemudian analisa data, pembahasan, seminar dan pelaporan.Jika dilihat dari waktu, kecepatan putar 110 rpm lebih baik jika dibandingkan dengan kecepatan putaran 96 rpm. Waktu yang paling singkat juga ditunjukkan pada putaran 110 rpm, yaitu dengan waktu rata- rata 10,13 detik turun 17,17 %  dari kecepatan 96 rpm yang menempuh waktu rata- rata 12,23 detik. Kapasitas  mesin pengupas kopi yang paling baik adalah pada kecepatan 110 rpm, dengan data yang telah diambil yaitu pada kecepatan 96 rpm adalah 273,16 kg/jam, dan pada kecepatan 110 rpm mengalami kenaikan sebesar 16,99 % yaitu 329,08 kg/jam.
Analisis Aliran Air dalam Pipa Bercabang (Junction) Sri Widodo; Kun Suharno; Xander Salahudin
Wahana Ilmuwan Vol 1, No 1 (2016): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air dialirkan melalui pipa penyalur dengan berbagai dimensi dan perubahan bentuk pipanya, percabangan (junction), dalam pelaksanaan dilapangan sering terjadi permasalahan yang perlu dipertimbangan guna menentukan dan memilih jenis atau macam pipa yang akan digunakan dalam mengalirkan air tersebut, oleh karena itu dalam penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan penelitian debit air dalam pipa berdasarkan percabangan (junction). Berbagai permasalahan antara lain menyangkut gesekan pipa, dimensi pipa dan belokan atau elbow serta percabangan sehingga jumlah debit air yang mengalir keluar dari bak reservoir sesuai dengan debit yang masuk kedalam bak penampungan akibat percabangan pipa tersebut.Percabangan pipa yang ada di pasaran hanya untuk percabangan dua, bagaimana kalau percabagan itu terjadi pada 3 cabang, 4 cabang dan 5 cabang pipa dengan head yang sama, dengan menghitung jumlah aliran yang mengalir, pengurangan jumlah volume dan gesekan pipa, serta debit yang mengalir pada percabangan pipa air tersebut. Aliran dalam pipa, gravitasi akan memiliki arti penting (pipa tidak selalu horisontal), tetapi gaya penggerak yang utamanya adalah gradient tekanan sepanjang pipadan jugasudden contraction. Pipa tidak terisi penuh, tidaklah mungkin untuk menjaga perbedaan tekanan, p1-p2, sehingga jumlah air yang mengalir tidak sesuai debit yang dihasilkan.Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa, bila fluida dialirkan pada dimensi pipa 0,5 inch besarnya debit (Q) =0.3024 liter/det, sedangkan hasil penelitian /pengukuran untuk tiga cabangbagian pipa lurus, besarnya debit (Ql3 ) = 0.1350942 liter /detik, jika hanya satu pipa lurus yang dioperasikan besarnya (Q0) = 0.136833 liter /detik, maka ada peningkatan aliran sebesar 1,27 %,pada empat cabangadalah (Ql4)=0.192959 liter/det dan jika tiga cabang pipa yang dioperasikanternyata bagian yang lurus yang paling besar yaitu (Ql3,4) = 0.197051 liter /det ada peningkatan 2,07%. Sedangkan pada pipa lima cabang juga menunjukkan pipa bagian lurus yang paling besardebitnya (Ql5) = 0.103253 liter /det, dan bila empat cabang pipa yang dialirkan menunjukkan bagianlurus yang terbesar yaitu (Ql4,5)= 0.119282 liter /det, ada peningkatan 13,43 %.
PENGARUH PUTARAN PENCACAH TERHADAP KAPASITAS CACAHAN RUMPUT GAJAH Muhamad Agung Prasetyo; Catur Pramono; Xander Salahudin
Wahana Ilmuwan Vol 3, No 1 (2017): Wahana Ilmuwan
Publisher : Wahana Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with a rapid the technological progress in the field of agriculture, enable farmers to be more in developing the technology, expecially in the field of cultivation farms. One of livestock reared a beef cattle. The cous that many main tarned the come frome a mating needles, such as diamond limousind, barman cross, boss taurus, and fries Holland. In addition, the maintenance requires less time than with other types of cow, but needs more feed. The breeds are Magelang in chop the gress is still use crescent moon that takes time and energy more. Therefore, breeder need aids in the process of chopped grass in order to save time and energy is sued. The purpose the chopped grass fodder know this is the capacity of the chopeed bulrush and find out a picture of bulrush results chop. The results here obtained in the from of the capacity of the chopped bulrush with the speed of turn chop 600 rpm, 700 rpm, 840 rpm and found the results obtained respectively for 18,36 kg/hr, 25,20 kg/h, and 55,72 kg/hour. It is visually results chop bulrush results chop using the speed loop of chopped 840 rpm shows the size of less than 1cm and the size of more than 1cm.

Page 2 of 3 | Total Record : 22