cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
STATUS BIOTA PENEMPEL PASCA PENANAMAN MANGROVE Rhizophora spp. DI KEPULAUAN SERIBU: STUDI KASUS FILUM MOLUSKA Syahrial, Mr.; Putri, Nur Rahma
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.7

Abstract

Reboisasi mangrove telah banyak dilakukan di berbagai wilayah. Hal ini bermaksud untuk mempertahankan kelestarian mangrove agar tetap menjaga keseimbangan iklim global, melindungi pantai, bermanfaat bagi nelayan, tempat tumbuh, mencari makan dan berkembang biak bagi biota laut maupun pesisir. Kajian status biota penempel di kawasan reboisasi mangrove Rhizophora spp. Kepulauan Seribu telah dilakukan pada bulan Maret 2014. Hal ini bertujuan untuk mengeksplorasi hasil dari kegiatan rehabilitasi mangrove Kepulauan Seribu dengan spesies tanam Rhizophora spp. terhadap komunitas biota penempel khususnya filum moluska. Data biota penempel di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan seribu dikumpulkan dengan membuat transek garis dan plot yang ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) dan tegak lurus garis pantai sampai ke daratan. Kemudian transek garis dibuat petak-petak contoh (plot) dengan ukuran 10 x 10 m2 dan di dalam ukuran 10 x 10 m2 tersebut dibuat plot kecil (sub plot) yang berukuran 1 x 1 m2. Selanjutnya pengukuran kualitas perairan dilakukan dengan cara insitu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa biota penempel dari filum moluska ditemukan sebanyak 3 spesies gastropoda dan 1 spesies bivalva, dimana gastropoda L. scabra merupakan komposisi yang paling tinggi (92.23%). Kemudian, kepadatan biota tertingginya berada di Stasiun 2 (03.62 ind/m2), keanekaragaman dan dominansi spesiesnya tergolong rendah (kecuali L. scabra), kondisi keseragamannya dalam keadaan tertekan, pola penyebarannya tergolong seragam (gastropoda) dan mengelompok (bivalva) serta karakteristik lingkungannya bukan sebagai faktor pembatas.
KAJIAN KESEGARAN IKAN DI PASAR TRADISIONAL DAN MODERN KOTA MALANG Suprayitno, Eddy
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.13

Abstract

Ikan mengandung protein dan juga memiliki kandungan gizi yang tinggi di antaranya mengandung mineral, vitamin, dan lemak tak jenuh. Produk perikanan tersebut merupakan produk yang memiliki sifat sangat mudah rusak/busuk. Hal ini terjadi karena adanya aktivitas enzim, mikroorganisme atau oksidasi oksigen. Penanganan bertujuan untuk menghambat proses penguraian jaringan tubuh (pembusukan) sehingga ikan dapat disimpan selama mungkin dalam keadaan baik. Oleh karena itu tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan di pasar tradisional dan modern di Kota Malang secara kualittaif dan kuantitatif. Adapun sampel yang digunakan yaitu ikan selar, ikan kuniran, ikan bandeng, ikan mujair dan ikan kembung. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan berdasarkan penelitian organoleptik. Sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui nilai pH ikan, hasil uji formalin dan nilai TMA untuk mengetahui tingkat kesegaran ikan. Pengujian tingkat kesegaran ikan baik di pasar tradisional maupun modern secara organoleptik masih dalam keadaan yang segar dengan ciri-ciri daging bau khas ikan, insang merah, tidak banyak lender, sisik menempel kuat, bola mata menonjol dan daging kenyal. Untuk nilai rata-rata pH ikan pada pasar tradisional dan modern yaitu sebesar 6,12. Untuk uji formalin terdapat 3 pasar dari 10 pasar yang ada di Kota Malang yang ikannya positif mengandung formalin  yaitu pasar Blimbing, Mergan dan Giant Dinoyo. Serta untuk uji TMA rerata nilai yang didapatkan yaitu 5,32 yang menunjukkan ikan dalam kondisi kurang segar.
Penggunaan Kappa Caragenan Sebagai Bahan Pengenkapsulasi Lactobacillus acidophilus Terhadap Viabilitas dan “Shelflife” Setijawati, Dwi; Firdaus, Muhammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.16

Abstract

The aim of the study was to find out the effect of using kappa caragenan as an Lactobacillus acidophilus encapsulating material on viability and “shelflife”. The research method was an experimental laboratory design with Completely Randomized Design (CRD), ANOVA, followed by the Fisher test, to test for differences. Data analysis using Minitab 16 software. The research treatment was the concentration of kappa caragenan with sub-treatment as follows: A1 (2%); A2 (2.5%); A3 (3.0%); A4 (3.5%); A5 (4.0%); A6 (4.5%) The results showed that the use of different concentrations of kappa caragenan as an encapsulation material for Lactobacillus acidophilus had a very significant  difference effect on the viability of Lactobacillus acidophilus and encapsulation yield. Viability increases with increasing concentration of kappa caragenan used. The highest viability of 8.71 log CFu / mL was obtained using a 4.5% kappa caragenan concentration with a “Shelflife” calculation of 65.73 years of storage at 5oC. The research suggestion was testing 4.5% Lactobacillus acidophilus microcapsules encapsulated by kappa carrageenan in GI Tract simulation solution. Keywords: Eucheuma cottonii, Microencapsulation, Emulsification
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA PANTAI CLUNGUP MANGROVE CONSERVATION (CMC) harahab, nuddin; Riniwati, Harsuko
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.14

Abstract

Coastal ecotourism is a coastal tourism activity developed with a conservation approach and utilizing the characteristics of coastal resources as a tourist destination. The purpose of this study is to analyze the factors that determine community participation in ecotourism management at CMC. Data analysis methods use descriptive analytics, this method is used to describe data that has been obtained through analytic processes which are then presented in the form of language or narrative. Data from observations and interviews were analyzed using conservation principles. The results of the study indicate that the driving factor for the creation of participation is the presence of economic incentives or income opportunities. While the level of community participation in CMC ecotourism management is still low and needs to be improved.
PEMANFAATAN DATA CITRA SATELIT SENTINEL-2 UNTUK ASESMEN HABITAT DASAR PERAIRAN PANTAI SELATAN SEMPU KABUPATEN MALANG Semedi, Bambang; Syukron B, Alif Rofiq; Lutfi, Oktyas Muzaky
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.19

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem yang memiliki peranan penting dalam suatu perairan, ekosistem ini banyak tersebar di perairan dangkal indonesia. Keberadaan ekosistem terumbu karang pada suatu perairan saat ini mengalami penurunan, sehingga perlu dilakukan pemantauan ekosistem terumbu karang  untuk mengetahui distribusi ekosistem terumbu karang tersebut, hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pemulihan ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan. Penginderaan jauh dari satelit merupakan pendekatan alternatif dalam pengamatan terumbu karang tetapi perlu dilakukan validasi dilapangan untuk melihat akurasi dari citra satelit. Pengamatan ini menggunakan data citra satelit Sentinel-2 dengan resolusi 10 meter untuk melihat distribusi terumbu karang di wilayah perairan Pulau Sempu.  Pengamatan  citra satelit ini menerapkan persamaan algoritma lyzenga untuk mengurangi dampak redaman kolom air secara empiris. Pengamatan yang dilakukan dilapangan diantaranya pengukuran tutupan terumbu karang menggunakan point intercept transect (PIT) dan pengukuran kualitas perairan pada perairan. Hasil validasi data citra satelit sentinel 2 didapatkan nilai akurasi sebesar 70.526%. Kondisi tutupan karang pada Pulau Sempu dikategorikan dalam tutupan karang yang sedang hingga baik yaitu sekitar 26.3% hingga 41% dan kesesuaian parameter kualitas perairan dengan kondisi terumbu karang pada lokasi pegamatan mempunya kesesuaian yang cukup baik. Kata Kunci: Penginderaan Jauh, Pulau Sempu, Sentinel 2, Terumbu Karang
BIODIVERSITAS LOBSTER DI TELUK PRIGI, TRENGGALEK JAWA TIMUR Setyanto, Arief; Halimah, Siti
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 3 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.9

Abstract

Pengelolaan perikanan lobster perlu dengan studi tentang sebaran atau dispersal spesies lobster pada tiap fase hidup. Metode yang dipakai bisa menggunakan identifikasi spesies pada masing-masing fase hidup (larva, juvenile, dewasa) pada waktu dan tempat yang berbeda. Studi ini dilakukan untuk menginditifikasi spesies lobster dewasa yang hidup di Teluk Prigi, Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur. Sampling dilakukan dengan mengidentifikasi morlogi lobster yang tertangkap oleh nelayan lobster. Ditemukan 5 spesies lobster yang tertangkap dengan menggunakan 3 alat tangkap yang berbeda. Spesies lobster yang tertangkap yaitu lobster pasir (Panulirus homarus), lobster mutiara (P. ornatus), lobster bambu (P. versicolor), lobster batu (P. penicillatus), lobster batik (P. longipes). Ketiga alat tangkap tersebut adalah: gill net, krendet dan ditangkap dengan tangan (menyelam). Gill net banyak menangkap jenis pasir dibandingkan jenis lainnya. Krendet banyak mendapat pasir bersama dengan bamboo, mutiara, batik, kemudian batu lebih sedikit tertangkap krendet dibandingkan alat tangkap lainnya. Hand picking banyak menangkap pasir, mutiara, batu, dan batik kemudian sedikit menangkap jenis bambu.
IDENTIFICATION OF PHYTOPLANKTON TYPES IN TAMBAK BANDENG WITH HIGH QUALITY OF OMEGA-3 Herawati, Endang Yuli
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.17

Abstract

Microalgae as a source of nutrients, can be a good alternative to the use of high-level organisms. The abundant omega 3 content in plankton, especially phytoplankton, needs to be conducted research on the identification of the types of phytoplankton in milkfish with high omega-3 quality. The purpose of the study was to identify the types of plankton containing omega-3 and to determine the levels of omega-3 from plankton found in milkfish ponds. This research was conducted at the Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Brawijaya University, Malang. The highest abundance of phytoplankton is from the Bachillariophyta division and the lowest division euglenophyta. Five types of plankton were determined to be tested for omega-3 fatty acids using the gas chromatography (GCMS) method, namely: Chaetoceros sp, Tetraselmis sp, Nitzchia, Chlorella and Spirulina. GCMS test results from several types of omega-3 fatty acid plankton isolates in Chaetoceros calcitrans were the highest compared to the other 4 plankton types. Conclusion of the composition of plankton in traditional pond waters consists of 4 phytoplankton divisions namely Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta, and Euglenophyta. GCMS test results from several types of plankton isolates omega-3 fatty acids in Chaetoceros sp, the highest compared to Tetraselmis sp, Nitzchia, Chlorella and Spirulina. Suggestion of natural feed in the water of milkfish ponds should use Chaetoceros sp because the content of omega 3 is high. Keywords: phytoplankton, omega-3 
Studi Komparatif Tutupan Living dan Non Living Substrat Dasar Perairan Pulau Sempu Kabupaten Malang Menggunakan Metode Reef Check Luthfi, Oktyas Muzaky; Akbar, Dzikrillah; Ramadhan, Muhammad Gilang; Rohman, Mujibur; Wahib, Nur Kholis
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.1

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan guna mensurvei substrat di perairan Sempu Kabupaten Malang menggunakan metode reefcheck (PIT: Point Intercept Transect). Substrat perairan dapat dibagi menjadi dua macam, antaralain living/substrat hidup (HC = Hard Coral/karang keras, SC = Soft Coral/karang lunak, NIA = Nutrient Indicator Algae/ alga, SP = Sponge/ spons, OT = Other/organisme living lainnya) dan non living/substrat tak hidup (RC = Rock/batu, RKC = Recently Killed Coral/karang yang baru mati, RB = Rubble/Pecahan Karang, SI = Silt/lumpur, SD = Sand/pasir. Data penelitian diolah menggunakan perhitungan presentase tutupan karang pada setiap stasiun penelitian. Presentase tutupan karang stasiun Teluk Semut 1 menurun dari tahun 2016  ke  2018 sebesar 22.75% dan didominasi oleh substrat batu (52%). Stasiun Teluk Semut 2 yang didominasi oleh substrat karang keras mengalami kenaikan presentase tutupan karang di tahun 2017 (42.37%) dan menurun di tahun 2018 sebesar 41%. Stasiun Waru-waru memiliki presentase tutupan karang 30% dan didominasi oleh substrat pasir(44%). Stasiun Watu Meja yang di dominasi oleh substrat pasir(53%) mengalami kenaikan presentase tutupan karang  di tahun 2017 (25.5%) dan menurun sebesar 45% di tahun 2018. Presentase tutupan karang dapat dipengaruhi oleh faktor alamiah maupun non alamiah, bahkan keterkaitan aktivitas antara substrat living dan non living di perairan Sempu dalam selang waktu dua tahun.
Strategi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Merauke Dalam Rangka Mendukung Program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Srialdoko, Jonet
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.11

Abstract

Dalam rangka pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan di Wilayah Timur Indonesia atau Kabupaten Merauke Propinsi Papua, dan pelaksanaan program SKPT, dilakukan kajian pengembangan PPN Merauke.  Kajian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas dan sarana yang dimiliki pelabuhan, dan strategi yang harus dilaksanakan oleh pengelola pelabuhan dalam rangka pengembangan dan optimalisasi pemanfaatannya.  Untuk mendapatkan data yang komprehensif, kajian dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dari periode Januari sampai dengan Desember 2017.  Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan metode deskriptif dan data yang didapatkan baik sekunder dan primer dianalisa dengan metode analisis tingkat pemanfaatan.  Untuk mendapatkan strategi yang harus dilaksanakan oleh pengambil kebijakan, digunakan analisis SWOT.  Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas pokok PPN Merauke seperti lahan, dermaga, kolam pelabuhan, dan lainnya masih sangat rendah.  Sementara untuk fasilitas fungsional yang belum tersedia seperti BBM, Es, docking dan lainya masih diperlukan pengadaannya.  Analisis SWOT menunjukkan PPN Merauke memiliki kekuatan untuk dikembangkan dengan menerapkan strategi yang terdapat pada elemen kekuatan dan peluang (strategi SO), diantaranya sosialisasi keberadaan pelabuhan, peningkatan produksi, sistem rantai pemasaran, dan lainnya.  Pengelola pelabuhan disarankan untuk mengeliminir kelemahan dan ancaman yang dimilikinya seperti optimalisasi fasilitas dan sarana, mendorong kapal perikanan lokal dan yang memiliki pelabuhan swasta/tangkahan melakukan aktivitas di PPN Merauke.
Pemetaan Distribusi Kualitas Air Untuk Mendukung Budidaya Perikanan Menggunakan Sistem Informasi Geografis, Kasus Di Sungai Brantas, Kecamatan Bumiaji Darmawan, Arief; Yoviandianto, Irfan Aziz; Mahmudi, Mohammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 3 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.13

Abstract

SungaiBrantasmerupakanyang terpanjang di Propinsi JawaTimur.Air sungai ini salah satunya dimanfaatkan sebagai sumberdaya untuk kegiatan perikanan budidaya di Punten.Disisi lainberbagai aktivitasmasyarakatsekitarSungai Brantas didugaberkontribusi pada penurunankualitas air. Oleh karena itu studi ilmiah yang sistematis perlu dilakukan untuk menjawabnya. Pada bagian awal, diambil Sungai Brantas di Kecamatan Bumiaji yang termasuk dalam bagian hulu sebagai studi kasus. Dari studiini bertujuan untukmengetahuikualitasairdiSub-DASBrantastersebut menggunakananalisis STORET, kemudian untuk mengetahuipengaruhtatagunalahan(landuse) terhadap kualitas air dengan analisis spasial menggunakan perangkat lunak SIG.Hasil analisis STORET menunjukkan bahwa mutuairpadaseluruhstasiunpengamatantergolong cemarsedangdenganparameteryangmelebihibakumutuyaituTSS, amoniadantotalfosfat.Kemudian analisis SIG menghasilkanpetadistribusikualitasairdan diketahui bahwa tatagunalahanberpengaruh terhadapkualitasair.Peta distribusikualitasairini berfungsiuntukmengetahuidaerahyangterjadipenurunankualitas airdan dapat digunakan untuk menyusun rekomendasikegiatan manajemen sumberdaya perairan untuk budidaya perikanan yang berkelanjutan.