cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK DAN MINYAK IKAN PADA PAKAN TERHADAP HISTOPATOLOGI LAMBUNG IKAN SIDAT (Anguilla sp.) Izzah, Nailul; Arsad, Sulastri; Ekawati, Arning Wilujeng
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.11

Abstract

Ikan sidat (Anguilla sp.) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai permintaan ekspor yang tinggi di Indonesia. Tetapi pada tahun 2011 volume ekspor menurun sebesar 39.1% yang diakibatkan oleh lambatnya laju pertumbuhan karena rendahnya daya cerna protein, karbohidrat dan lemak dalam pakan oleh sidat. Pemeriksaan histopatologi merupakan salah satu cara dalam mendiagnosa adanya perubahan sel dalam jaringan ikan. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan dosis probiotik yang berbeda 10 ml/kg; 15 ml/kg; 20 ml/kg dan 25 ml/kg dan penambahan minyak ikan masing-masing 5%. Dari hasil penelitian, nilai skoring kerusakan histopatologi lambung terendah pada perlakuan dosis 15 ml/kg diperoleh rata-rata dan standart deviasi kerusakan jaringan sebesar (1.40±0.20) radang; (1.27±0.23) kongesti dan (1.53±0.43) nekrosis. Sedangkan nilai makrofag tertinggi pada dosis 15ml/kg dengan nilai 2.13±0.31 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tersebut mampu memberikan perbedaan yang signifikan terhadap histopatologi lambung pada ikan sidat (Anguilla sp.) selama masa pemeliharaan. Penggunaan probitoik dapat menurunkan resiko kerusakan histopatologi lambung ikan sidat dan dapat lebih efektif meningkatkan daya cerna ikan sidat sehingga dapat diaplikasikan pada budidaya ikan sidat (Anguilla sp.) dengan dosis 15ml/kg dan minyak ikan 5% pada pellet guna meminimalisir kerusakan jaringan pada sel.Kata kunci: Ikan sidat, Kesehatan ikan, Probiotik, Histopatologi
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM LAMUN DI PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR Arfiati, Diana; Herawati, Endang Yuli; Buwono, Nanik Retno; Firdaus, Aminuddin; Winarno, Muhklas Shah; Puspitasari, Asthervina Widyastami
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.1

Abstract

Ekosistem lamun di wilayah Paciran, Lamongan, Jawa Timur, merupakan habitat bagi komunitas makrozoobentos. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos di wilayah pesisir Paciran dengan metode survei. Sampel makrozoobentos diamati dengan menggunakan transek saat air laut surut di tiga stasiun yang telah ditentukan. Stasiun 1 merupakan wilayah tempat bersandarnya kapal; stasiun 2 adalah daerah dekat pemukiman penduduk dan stasiun 3 di dekat daerah pembenihan ikan atau udang. Hasil penelitian ditemukan 3 filum organisme, yaitu Mollusca, Echinodermata, dan Annelida. Kelimpahan makrozoobentos di tiga stasiun berkisar 486-608 ind/m2, dengan indeks keanekaragaman (H’) sedang (1,68-1,71), indeks keseragaman (E) tinggi (0,70-0,73) dan indeks dominasi (C) rendah (0,23-0,25) dengan kelimpahan relatif tertinggi yaitu pada gastropoda Cerithium granosum dan tidak ditemukan makrozoobenthos yang mendominasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pemantauan dan penyuluhan bagi warga sekitar lingkungan pantai agar ketersediaan makrozoobentos tersebut tetap lestari.
Hubungan Laju Penyerapan Kuning Telur dengan Pertumbuhan Larva Ikan Maanvis (Pterophyllum scalare) Nuswantoro, Soko; Pradhana, Anindito; Kusumah, Ruby Vidia; Fariedah, Fani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyerapan kuning telur ikan maanvis (Pterophyllum scalare) pada pertumbuhan larva. Ikan hias mulai diminati oleh masyarakat. Indonesia menjadi salah satu eksportir ikan hias ke luar negeri. Ikan maanvis merupakan ikan yang dapat dibudidayakan dengan pemijahan alami. Pemberian pakan yang tepat dapat mengurangi cost dalam usaha pembenihan dalam fase larva. Metode penelitian ini menggunakan embrio ikan maanvis dengan parameter volume kuning telur dan panjang larva selama 8 hari, diamati setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan volume kuning telur yang berkurang diimbangi dengan pertambahan panjangnya ukuran larva. Pada penelitian ini terdapat hubungan laju penyerapan kuning telur dengan pertambahan panjang ukuran larva
KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA PERAIRAN DI BANYUURIP, GRESIK, JAWA TIMUR Ayuingtyas, Wulan Cahya; Yona, Defri; Julinda, Syarifah Hikmah; Iranawati, Feni
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.5

Abstract

Mikroplastik merupakan bagian terkecil dari plastik yang berukuran 0,3 mm – >5 mm. Mikroplastik yang masuk ke lingkungan akan terakumulasi di perairan dan tidak mudah dihilangkan karena sifatnya yang persisten. Banyaknya kelimpahan mikroplastik sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan sumber pencemarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik pada perairan di Banyuurip. Pengambilan sampel perairan dilakukan pada 5 lokasi yang memiliki aktivitas berbeda, yaitu tempat pelelangan ikan (TPI), mangrove, tambak, muara sungai, dan laut lepas. Pengambilan sampel perairan dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan mengguakan plakton net dengan volume air tersaring sebanyak 15 L pada setiap stasiun. Idetifikasi mikroplastik menggunakan metode NOAA yang dibagi menjadi 4 tahapan, yaitu penyaringan sampel, pengeringan sampel, pemisahan zat organik dan identifikasi mikroplastik. Perbedaan kelimpahan jenis mikroplastik pada setiap lokasi dianalisis dengan mengukan ANOVA one way. Hasil kelimpahan total yang ditemukan sebesar 57,11 x 10² partikel/m³. Jenis mikroplastik yang ditemukan adalah fragment, fiber, dan film. Jenis mikroplastik yang paling banyak ditemukan pada perairan Banyuurip adalah jenis fragment. Hal ini dikarenakan sumber pencemaran mikroplastik jenis fragment lebih besar, yaitu berasal dari limbah rumah tangga dan kegiatan antropogenik. Kelimpahan jenis mikroplastik paling tinggi ditemukan pada mangrove sebesas 22,89 x 10² partikel/m³. Sementara itu, kelimpahan jenis mikroplastik pada lokasi tambak, muara sungai dan laut terbuka memiliki rentang nilai yang tidak jauh berbeda, yaitu 7,11– 8,89 x 10² partikel/m³. Hal ini diduga karena sampah lebih mudah terperangkap di akar-akar mangrove dan terakumulasi lebih banyak.
DISTRIBUSI SPASIAL KLOROFIL- A DI PERAIRAN PANTAI KABUPATEN TULUNGAGUNG JAWA TIMUR MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH Zakiyah, Umi; Rohani, Gema Ayu; Darmawan, Arief
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 3 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.5

Abstract

AbstrakWilayah pesisir merupakan daerah yang sangat intensif dimanfaatkan untuk kegiatan dan aktifitas manusia seperti transportasi, agribisnis, pariwisata, serta kawasan permukiman. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sebaran spasial kandungan klorofil-a di perairan  Kabupaten Tulungagung dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Selain itu juga untuk memvalidasi data citra dengan data in situ. Secara in situ dilakukan pengukuran klorofil-a, dan pengukuran kualitas air seperti: suhu, kecerahan, pH, nitrat dan fosfat. Kemudian dengan metode penginderaan jauh, citra Landsat 8 diekstraksi untuk mendapatkan sebaran spasial klorofil-a menggunakan Jaelani Log (Chl-a) = -0,9889 x (Rrs4/Rrs5) + 0,3619. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah  metode deskriptif dan dilakukan pada 10 titik stasiun secara purposive. Hasil penelitian analisis sebaran spasial Klorofil-a dengan penginderaan jauh di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur diperoleh nilai sebaran klorofil-a in situ berkisar 1,62-3,69 mg/m3, nilai klorofil-a citra  berkisar 0,86-1,31 mg/m3 dengan nilai akurasi untuk klorofil-a sebesar 46%. Didapatkan nilai kualitas air yakni suhu berkisar 29,22-29,830C, kecerahan berkisar 40,5-53 cm, pH didapatkan nilai 7,92-8,07 dari semua stasiun, nitrat berkisar 0,009-0,052 mg/l dan fosfat berkisar 0,017-0,342 mg/l yang masih dalam batas optimal untuk perairan.Kata Kunci : pesisir, sebaran klorofil-a, penginderaan jauh  (1)   Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang(2)   Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang(3)   Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang 
Distribusi Suhu, Salinitas dan Oksigen Terlarut Terhadap Kedalaman Di Perairan Teluk Prigi Kabupaten Trenggalek Sidabutar, Evy Afriyani; Sartimbul, Aida; Handayani, Muliawati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.6

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Teluk Prigi pada bulan Mei 2017 di 18 titik stasiun. Parameter suhu, salinitas dan oksigen terlarut diukur secara langsung di lapangan dengan menggunakan alat sensor AAQ 1183 pada kedalaman 1, 5 dan 10 meter, sedangkan parameter kedalaman diukur menggunakan alat Echosounder GPS Map 585. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi suhu, salinitas dan oksigen terlarut dan hubungannya terhadap kedalaman di stasiun pengukuran perairan Teluk Prigi. Berdasarkan hasil pengukuran terdapat perbedaan distribusi yang cukup ekstrem, baik itu distribusi suhu, salinitas maupun oksigen terlarut. Perbedaan distribusi tersebut ditemukan pada stasiun 2 (kawasan muara sungai) dan stasiun 5 (kawasan pantai Pasir Putih). Pada distribusi suhu, suhu tinggi terdapat di stasiun 2 sebesar 28,18 oC, dan suhu rendah terdapat pada stasiun 5 sebesar 26,72 oC. Salinitas tinggi terdapat pada stasiun 5 sebesar 34,10 ‰ dan salinitas rendah terdapat pada stasiun 2 sebesar 32,31 ‰. Kadar oksigen terlarut tinggi terdapat pada stasiun 2 sebesar 8,40 ppm dan kadar oksigen terlarut rendah terdapat pada stasiun 5 sebesar 7,99 ppm. Perbedaan distribusi antara stasiun 2 dan stasiun 5 terjadi karena adanya pengaruh internal yaitu perbedaan batimetri/kontur kedalaman pada kedua stasiun tersebut. Stasiun 2 memiliki kedalaman yang dangkal yaitu sekitar 4 meter dan stasiun 5 dengan kedalaman yang relatif dalam yaitu sekitar 24 meter. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa informasi batimetri pada perairan teluk, penting untuk dipelajari karena sangat berpengaruh terhadap distribusi kualitas perairan.
ANALISIS KARBON TERSIMPAN PADA LAMUN Enhalus acoroides DI PERAIRAN PACIRAN, KECAMATAN PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN Ndari, Eva Falantika; Sartimbul, Aida; Dewi, Citra Satrya Utama
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.7

Abstract

Pemanasan global merupakan fenomena yang menjadi perhatian sejak masa pra-industri. Konsentrasi gas CO2 yakni sekitar 280 ppm hingga 379 ppm pada 2005. Pengetahuan masyarakat mengenai kemampuan penyerapan CO2 yang tersimpan pada lamun dalam bentuk biomassa, dapat menjadi langkah awal dalam mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan kadar CO2 di atmosfer. Fungsi ekologi lamun terdapat di Pantai Paciran, Lamongan yang salah satunya sebagai penyerap CO2 di atmosfer, masih perlu adanya data akan potensi tersebut. Untuk itu, penulis melakukan penelitian dengan Judul Analisis Karbon Tersimpan Pada Lamun Enhalus acoroides Di Pantai Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, bertujuan mengetahui luasan penutupan, kerapatan, jumlah biomassa, dan total karbon yang terdapat di Pantai Paciran, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini dilakukan pada Juni 2017 yang berlokasi di perairan Pantai Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan dengan kondisi lamun yang membentuk kelompok-kelompok atau tidak merata. Penghitungan biomassa dan karbon pada lamun dilakukan di Laboratorium Ekologi, Fakultas MIPA Universitas Brawijaya dengan menerapkan metode Loss on Ignition. Kondisi penutupan lamun di Pantai Paciran termasuk dalam kategori baik karena ketiga stasiun memiliki nilai penutupan lebih dari 60%, yakni dengan kisaran rata-rata 75±15 – 96,67±5,77%. Nilai kerapatan lamun berkisar antara 116,67 - 216,67 ind/m2 sehingga kondisi tersebut termasuk pada kategori Rapat hingga Sangat Rapat. Biomassa lamun tertinggi mencapai 1859 gbk/m2 dan terendah yakni 1101,03 gbk/m2. Jumlah karbon pada lamun dengan nilai tertinggi sebesar 246,99gC/m² sedangkan yang terendah sebesar 145,58 gC/m².
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA GELATIN KULIT IKAN AYAM-AYAM (Abaliste stellaris) DENGAN PRA-PERLAKUAN KONSENTRASI ASAM SITRAT Jazili, Abdul Aziz; Muyasyaroh, H.; Firdaus, M.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.8

Abstract

Gelatin merupakan protein berserat yang diperoleh melalui denaturasi parsial dari kolagen. Gelatin umumnya berasal dari kulit maupun tulang mamalia, seperti sapi dan babi. Namun, sumber gelatin tersebut beresiko terhadapat penyakit BSE dan FMD. Di sisi lain, bertentangan dengan aturan agama islam jika material gelatin didapatkan dari babi dan turunannya. Oleh karena itu,alternatif lain seperti dari limbah pengolahan ikan ayam-ayam yang berupa kulit berpotensi dieksplorasi karakteristik gelatinnya karena sangat sedikit sekali penelitian yang melaporkan gelatin dari kulit ikan ayam-ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik fisikokimia gelatin dari kulit ikan ayam-ayam (GKA). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan pra-perlakuan perendaman asam sitrat (konsentrasi: 0,2 M; 0,4 M; dan 0,6 M). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa  perbedaan pra-perlakuan pada ekstraksi gelatin dari kulit ikan ayam-ayam melalui perendaman asam sitrat dengan konsentrasi 0,2 M, 0,4 M, dan 0,6 M memberikan pengaruh nyata (P<0,05) pada nilai rendemen, viskositas, kekuatan gel, dan kadar lemak GKA. Sebaliknya, pra-perlakuan ekstraksi GKA dengan konsentrasi asam sitrat yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, titik leleh, titik gel, kadar air, kadari protein, dan kadar abu. Sebagian besar karakteristik GKA memenuhi standar gelatin komersial, dan dapat dijadikan alternatif potensial sebagai gelatin halal.    
PENGELOLAAN KAWASAN EKOWISATA PANTAI DI TAMAN NASIONAL ALAS PURWO Kusuma, Bayu; Amirudin, Akhmad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.13

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk mendapatkan gambaran mengenai kebijakan yang diambil oleh Balai Taman Nasional Alas Purwo terkait dengan pengelolaan kawasan wisata pantai. Metode wawancara menggunakan pertanyaan terbuka ditempuh untuk mendapatkan data. Kawasan wisata pantai di dalam Taman Nasional Alas Purwo sangat digemari oleh wisatawan asing maupun lokal. Wisatawan asing menyukai konsep wisata olahraga (surfing), sedangkan wisatawan lokal menggemari konsep wisata alam. Balai Taman Nasional Alas Purwo telah mengambil kebijakan mencegah dan mengurangi resiko aktivitas pengunjung untuk memberikan dampak negative terhadap alam dan mengatur regulasi mengenai segala aktivitas yang akan dikembangkan oleh pengelola kawasan wisata berijin. Kebijakan yang diambil Balai Taman Nasional Alas Purwo telah sesuai dengan amanat undang-undang dengan mengedepankan konsep konservasi dan pelestarian.
MODEL pH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di BANYUWANGI JAWA TIMUR Supriatna, Mr.; Mahmudi, Mohammad; Musa, Muhammad; ., Kusriani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 3 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.8

Abstract

Penelitian ini menggunakan dasain kausal dengan metode deskriptif  yang bersifat ex post-facto atau kajian fenomena alami yang mempelajari proses-proses yang terjadi ditambak sesuai dengan kondisi yang ada dengan mengobservasi kegiatan budidaya udang vaname secara intensif pada petak tambak yang terkendali selama ± 100 hari. Kegiatan pengelolaan tambak dilakukan sesuai dengan prosedur operasional baku . Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian meliputi satu petak tambak berukuran  3.295,5  m2, berpola intensif dengan padat tebar 120 ekor/m2, sarana dan prasarana produksi serta alat pengambilan dan pengukur contoh sesuai dengan variabel yang diukur. Parameter utama yang diukur adalah pH harian pada pagi hari dan siang hari.  Parameter  pendukung lainnya yang diukur setiap hari adalah suhu, salinitas, kecerahan, dan mingguan TOM, karbonat, bikarbonat dan total alkalinitas  Data yang dikumpulkan dianalisis untuk melihat keragaman data yang diukur. Selanjutnya dibuat model model hubungan pH-pagi dan pH sore hari selama satu siklus pemeliharaan udang vanamei. Selanjutnya dibuat korelasi antara kelarutan pH dengan Parameter kualitas air lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antar variabel, data yang diperoleh dianalisis regresi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 16 serta analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pH-pagi ditambak udang adalah 7.94  ±  0.41 (7.70- 9.00) dan model hubungan pH-pagi adalah oksigen terlarut harian adalah  Y = = 0.0065x2 - 0.1973 X + 9.48 (R² = 0.77)  dan pH-siang hari adalah Y = 0.0064x2 - 0.175x + 9.4825 (R² = 0.801).  pH air tambak  berkorelasi dengan suhu,  total alkalinitas dan  karbonat (CO32-) dan korelasi  negatif dengan ortho fospat (PO43-), bikarbonat (HCO3-) dan TOM (total organic matter) dan tidak ada korelasinya dengan salinitas dan kelarutan oksigen di dalam air tambak