cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
KARAKTERISITIK FISIKOKIMIA BIHUN BERAS SUBSTITUSI PARSIAL TEPUNG RUMPUT LAUT Eucheuma cottoni Hardoko, Mr.; Chamidah, Anies; Panjaitan, Mikchaell A.P.; Haryady, Ain Nun Fakhur
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.17

Abstract

Noodle vermicelli is one of Indonesia's traditional noodle products made from rice flour and the vermicelli is characterized by breaking easily. This research aimed to make the vermicelli stronger and more fibrous by substituting E cottonii seaweed. The method used was an experimental method in the form of E cottonii substitution treatment of 25%, 30%, and 35% w / w. The results show that the substitution of E cottonii seaweed in the manufacture of vermicelli noodles can increase the power of vermicelli breaking, rehydration power, and the color of the vermicelli becomes red (oHue 42,35-44,53), but the brightness decreases. The most preferred substituted vermicelli is substituted with 25% E. cottonii with a preference level of 3.55 (likes) from a hedonic scale of 1-5. The substituted vermicelli noodles with E cottonii were selected to meet SNI 01-2975-2006, fracture strength 3.03N (increase by 11.4%), water absorption capacity 128.42% (increase 68.6%), and yield 54.80%, and contains 6.26% dietary fiber.
PEMODELAN DAN ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KABUPATEN SITUBONDO, JAWA TIMUR Fuad, M. Arif Zainul; Fajari, Annisa Kusuma; Hidayati, Nurin
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.19

Abstract

Pesisir Kabupaten Situbondo yang terletak di pantai utara Jawa diduga cenderung mengalami akresi. Akan tetapi terdapat beberapa daerah di Situbondo yang rawan abrasi, seperti daerah Banyuglugur dan Besuki. Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, dan Suboh merupakan daerah pesisir yang padat pemukiman dan rawan terhadap perubahan. Oleh sebab itu dilakukan prediksi perubahan garis pantai menggunakan one-line model agar dapat meminimalisir dampak yang akan terjadi. Data utama untuk memodelkan prediksi garis pantai adalah  koordinat garis pantai, kemiringan pantai, dan gelombang. Dilakukan perhitungan transpor sedimen menggunakan rumus CERC untuk mengetahui erosi maupun akresi. Kemudian didapat perubahan garis pantai berdasarkan waktu yang ditentukan. Berdasarkan hasil prediksi menggunakan one-line model, terdapat daerah di pesisir bagian barat Kabupaten Situbondo yang diprediksi mengalami erosi dan akresi. Erosi terjadi di lokasi Pantai Tampora, pemukiman Banyuglugur, tambak Kecamatan Suboh, dan  tanah kosong di TPI Mlandingan. Akresi akan dominan terjadi di lokasi mangrove Kecamatan Banyuglugur, muara Sungai Lobawang, muara Sungai Deluang, Pantai Dubibir, mangrove Kecamatan Suboh, dan muara Sungai Gardu Rusak. Pada lokasi yang mengalami garis pantai mundur, pola transpor sedimennya termasuk dalam kategori erosion. Sedangkan area yang mengalami garis pantai maju memiliki pola transpor yang termasuk dalam kategori transport as bed load. Secara kseluruhan, area penelitian mengalami akresi dengan laju akresi sebesar 0,217 m/tahun.
PENGGUNAAN CUPRI SULFAT (CuSO4) UNTUK PENGENDALIAN INFEKSI LINTAH LAUT (Zeylanicobdella arugamensis) PADA IKAN KERAPU HIBRIDA CANTANG (Epinephelus fuscogutattus x E. lanceolatus) Mahardika, Ketut; Mastuti, Indah; Ismi, Suko; ., Zafran
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.17

Abstract

Bahan kimia sering digunakan sebagai desinfektan untuk pengendalian infeksi parasit, bakteri dan jamur pada ikan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis  cupri sulfat (CuSO4) yang efektif terhadap infeksi lintah laut (Zeylanicobdella arugamensis) pada ikan kerapu hibrida cantang (Epinephelus fuscogutattus x E. lanceolatus). Ikan kerapu hibrida cantang (panjang total 11,9±0,83 cm, dan berat 26,43±6,70 g) diinfeksikan dengan lintah laut melalui metode kohabitasi selama 1 bulan. Masing-masing sebanyak 10 ekor ikan sakit direndam dengan larutan CuSO4 dalam air laut dengan dosis 0, 25, 50, 75, 100 dan 150 ppm. Sebanyak 10 ekor ikan lainnya direndam dalam air tawar sebagai pembanding. Perendaman dilakukan selama 30 dan 60 menit dalam bak plastik dengan volume air 10 liter yang dilengkapi dengan aerasi. Masing-masing perlakuan menggunakan dua  buah bak plastik dengan 5 ekor ikan sakit/bak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CuSO4 dosis 100 dan 150 ppm mampu melepaskan dan membunuh lintah laut yang menginfeksi ikan kerapu hibrida cantang dengan prevalensi 30% dan intensitas mencapai 0,40±0,73-0,30±0,50 setelah perendaman selama 30 menit. Prevalensi dan intensitas tersebut menurun hingga 0% setelah perendaman selama 60 menit.  Prevalensi dan intensitas lintah laut dengan perendaman CuSO4 dosis 100-150 ppm lebih kecil dibandingkan dengan perendaman CuSO4 dosis 25-75 ppm dan air tawar. Sintasan ikan setelah perlakuan dan satu hari dipelihara dalam air laut mencapai 100% di semua perlakuan.  Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa CuSO4 dosis 100-150 ppm efektif untuk pengendalian infeksi lintah laut pada ikan kerapu hibrida cantang dan dapat menjadi alternatif bahan kimia anti lintah laut pengganti air tawar.
SIZE TREND ANALYSIS OF BIGEYE TUNA (Thunnus obesus) AND YELLOWFIN TUNA (Thunnus albacares) AT PALABUHANRATU ARCHIPELAGO FISHING PORT Agustian, Dita; Megantara, Erri Noviar; Ihsan, Yudi Nurul; Cahyandito, Martha Fani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.21

Abstract

Bigeye tuna (Thunnus obesus) and Yellowfin tuna (Thunnus albacares) are a marine commodity that has high nutritional content and economic value in the market. However, based on data from Palabuhanratu Archipelago Fishing Port, there has been a high decrease in the catch of Bigeye tuna and Yellowfin tuna since 2016 although slightly increased in the following year, so it is necessary to analyze the size trends of them as a target fish of many fishermen at the port. The purpose of this study is to determine the size trend of Bigeye and Yellowfin tuna for the next few years and to determine the steps to maintain their sustainability. The method used in this research is a case study and analyzed using regression analysis. The results showed that the size trend of Bigeye tuna and Yellowfin tuna catch until 2022 will tend to decline. This indicates the occurrence of overfishing so that it does not provide opportunities for fish to grow and develop. Therefore, catch control efforts are needed to maintain the sustainability of fish stocks.
Pengaruh Tata Guna Lahan di Sekitar Kali Karanggeneng. Rembang terhadap Kualitas dan Status Mutu Air Sungai dengan Metode STORET Luvitasari, Ayu; Purnomo, Pujiono Wahyu; Rahman, Arif
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.9

Abstract

Kali Karanggeneng merupakan sungai yang berada di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Penggunaan lahan di sekitar Kali Karanggeneng memberi dampak terhadap penurunan kualitas air sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas dan status mutu air sungai di Kali Karanggeneng. Penelitian ini dilaksanakan di Kali Karanggenneng, Rembang pada tanggal 27 November 2020 dan 01 Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengambilan sampel terdiri dari 3 stasiun yang masing-masing terdapat 3 titik sampling. Kualitas air yang diuji secara in situ meliputi temperatur, pH, DO, debit, dan pengukuran secara ex situ meliputi TSS, BOD, Nitrat, dan Fosfat dengan melakukan pengujian di Laboratorium Teknik Lingkungan, Universitas Diponegoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air Kali Karanggeneng yang melebihi baku mutu kelas IV meliputi BOD pada semua sampling dan semua stasiun, serta parameter TSS pada sampling ke-2 di stasiun B. Berdasarkan analisis STORET menunjukkan bahwa nilai STORET pada sampling ke-1 dan ke-2 di semua stasiun adalah -10 yang termasuk dalam kategori tercemar ringan.
PENGEMBANGAN PETA PRAKIRAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN Sukresno, Bambang; Kusuma, Denny Wijaya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.25

Abstract

Riset pengembangan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDPI) telah berjalan sejak tahun 2000 yang dilakukan oleh Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) - Kementerian Kelautan dan Perikanan. PPDPI merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pengelolaan sumberdaya perikanan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan. Dalam pengembanganya, PPDPI disusun berdasarkan pada data satelit yang mampu menyajikan parameter oseanografis dengan resolusi spatial yang tinggi serta resolusi temporal harian. Beberapa parameter yang digunakan untuk analisis antara lain suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, tinggi permukaan laut, sub surface temperature  dan dilengkapi dengan informasi kecepatan angin serta tinggi gelombang. Terdapat beberapa jenis peta yang dihasilkan, antara lain PPDPI nasional, PPDPI pelabuhan dan PPDPI spesies khusus. Metode pembuatan PPDPI pada awalnya menggunakan proses yang sederhana berupa tumpang susun (overlay) beberapa data satelit. Kemudian mengalami perkembangan dengan dilakukanya image analysis identifikasi fenomena front. Pada penyusunan PPDPI untuk spesies khusus dilakukan dengan analisis Generalized Aditif Model (GAM), sedangkan PPDPI ikan tuna disusun berdasarkan analisis Empirical Cumulative Distribution Function. Berdasarkan pada validasi menggunakan data penangkapan ikan dapat diketahui bahwa akurasi PPDPI memberikan informasi dengan akurasi yang cukup tinggi, bahkan mencapai 87,2%. Pendistribusian informasi PPDPI kepada pengguna baik nelayan maupun pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan dilakukan dengan berbagai media sehingga dapat di akses secara mudah, cepat dan mampu menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia. The Institute for Marine Research and Observation (IMRO) - Ministry of Marine Affairs and Fisheries has initiated research on the Potential Fishing Ground (PFG) since 2000. PFG is one of the government’s intentions to reinforce responsible and sustainable fisheries resources management. In its development, we compiled PFG based on satellite data which can provide oceanographic variables with high spatio-temporal resolution. The data employed for the assessment include sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, sea level, subsurface temperature, and completed by information of wind speed and wave height. There are several types of maps presented, including PFG for nationwide coverage, PFG of fishing port-based, and PFG of species-based. The initial design applied to develop the PFG was a direct process of superimposing several satellite data. The further method of PFG analysis was single image edge detection to identify the sea surface temperature front. The other method performed to produce PFG of species based was the Generalized Additive Model (GAM). Furthermore, PFG for tuna was prepared based on the analysis of the Empirical Cumulative Distribution Function. Based on the validation using the fishing logbook, we can verify that the PFG provides information with high accuracy of 87.2%. The distribution of PFG information to users including fishermen, stakeholders and policy makers is carried out with various platforms so that we can access it throughout the Indonesian area.
VARIABILITAS KLOROFIL-A MELALUI SATELIT MULTI RESOLUSI PULAU BALI, INDONESIA Hanintyo, Rizki; Jatisworo, Dinarika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.26

Abstract

Klorofil-a (Chl-a) merupakan informasi yang sangat penting untuk mengetahui kesuburan suatu perairan. Dalam studi ini kami menyajikan analisis komparatif variabilitas klorofil-a dari produk level 3 Chl-a pada  4 (empat) data satelit yaitu Aqua MODIS, VIIRS-SNPP, Himawari-8, dan Sentinel 3 OLCI pada wilayah Selat Bali. Analisis didasarkan pada data rerata bulanan Chl-a pada tahun 2020. Hasil perhitungan rerata statistik menunjukkan bahwa informasi chl-a pada satelit Aqua MODIS dan Sentinel 3 OLCI mengalami peningkatan nilai rerata di bulan mei hingga agustus sedangkan pada satelit Himawari 8 AHI dan Suomi NPP VIIRS cenderung stabil dan tidak menunjukkan variasi. Variabilitas klorofil-a sangat nampak di daerah selat bali dan cenderung statis di daerah kepulauan Nusa Penida dan bali utaraChlorophyll-a (Chl-a) is very important information to determine the fertility of water. In this study, we present a comparative analysis of the variability of chlorophyll-a from level 3 Chl-a products on 4 (four) satellite data, namely Aqua MODIS, VIIRS-SNPP, Himawari-8, and Sentinel 3 OLCI in the Bali Strait region. The analysis is based on Chl-a's monthly average data in 2020. The results of mean statistical calculations show that the Chl-a concentration has been increased at mei to august from Aqua MODIS and Sentinel 3 OLCI satellite data. In the other hand, Himawari 8 AHI and Suomi NPP VIIRS tend to be stable and didn’t show any variation. The Chl-a concentration showed high variability in bali strait area and tend to be stable in Nusa Penida Island and north bali seas.
PETA LOKASI PENANGKAPAN IKAN LEMURU DI SELAT BALI Susilo, Eko; Kresnabayu, I Made; Adi Swastan, I Gede
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.27

Abstract

Peta lokasi Penangkapan Ikan (Pelikan) Lemuru merupakan produk peta yang berisikan informasi spasil prediksi daerah penangkapan ikan pelagis kecil di perairan Selat Bali, khususnya ikan lemuru. Peta ini pada dasarnya memprediksi kelimpahan zooplankton, makanan utama jenis ikan pelagis kecil, termasuk ikan lemuru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis spasial temporal prediksi kelimpahan zooplankton pada Pelikan Lemuru serta hubungannya dengan produksi perikanan di Selat Bali.   Hasil analisis deret waktu menunjukkan kelimpahan zooplankton tertinggi terjadi pada akhir musim timur, yaitu antara bulan Agustus – September dan terendah pada akhir periode musim barat (Februari - April). Variabilitas kelimpahan zooplankton pun tak dapat dilepaskan dari variabilitas kondisi laut. Anomali kondisi oseanografi pada tahun 2016 berdampak sangat signifikan terhadap kelimpahan zooplankton di Selat Bali. Kelimpahan zooplankton yang tinggi (>5.000 ind/m3) akan diikuti dengan volume produksi ikan yang cenderung tinggi pula. Namun sangat disayangkan, keberadaan Pelikan Lemuru belum dimanfaatkan secara optimal oleh pengguna. Aktivitas unduh Pelikan Lemuru rata-rata 4,33 kali unduh setiap bulan. Penyediaan data oseanografi bebas awan (free cloud) dan basis data penangkapan ikan yang valid dan akurat diperlukan untuk pengembangan Pelikan Lemuru maupun jenis ikan lainnya.Lemuru Fishing Zone Map (Pelikan Lemuru) is a map that informs spatial predictions of small pelagic fishing areas in the Bali Strait, especially lemuru. Basically, Pelikan Lemuru predicts the abundance of zooplankton, the main diet of small pelagic fish, including lemuru. The aim of this study is to conduct a spatio-temporal analysis of prediction of zooplankton abundance from the Pelikan Lemuru model and its relationship with fish production in the Bali Strait. Here, the highest zooplankton abundance occurs at the end of the southeast monsoon, which is between August - September and the lowest is at the end of the northwest monsoon period (February - April). The variability of zooplankton abundance has a strong relationship with the oceanographic variability. Anomaly conditions occurred in 2016 had a significant impact on the abundance of zooplankton in the Bali Strait. The high abundance of zooplankton (> 5,000 ind/m3) will be followed by the high volume of fish production. However, the existence of Pelikan Lemuru has not been used optimally by fishers with an average value of 4.33 downloads per month, respectively. The provision of free cloud oceanographic data and also a valid and accurate fishing database is needed for the development of Pelikan Lemuru and other fish species.
SPOT REKRUTMEN KARANG PADA TERUMBU BUATAN BIOREEFTEK DI PERAIRAN PESISIR DESA KEROBOKAN,BULELENG, BALI Eghbert Ampou, Eghbert Elvan; Tito, Camellia Kusuma; Triyulianty, Iis; Widagti, Nuryani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.28

Abstract

Perairan pesisir Desa Kerobokanmemiliki wilayah terumbu karang yang penting karena terdapat spot rekrutmen sebagai wilayah terumbu buatan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks keanekaragaman, keseragamandan dominansi karang pada terumbu buatan alami “Bioreeftek” di salah satu spot perairan pesisir Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.Metode penelitian yang diaplikasikan adalah observasi dengan sensus visual dengan kamera bawah air dan peralatan selam SCUBA pada enam unit terumbu buatan. Pengambilan data observasi dilakukan pada September 2020. Total rekrutmen karang yang ditemukan sebanyaksembilan jenis biota pada terumbu buatan B1-B6 (B=Bioreeftek), yaituPodobacia sp, Sponge, Atriolum robustum, Favites sp, Gorgonia sp, Porites sp, Diploastrea sp, Coralline algae dan Pocillopora damicornis. IndeksKeanekaragaman tertinggi B3 = 3,4; Indeks Keseragaman tertinggi B3 = 2, 48; Indeks Dominansi tertinggi B5 = 0,68. Biota yang paling banyak ditemukan pada terumbu buatan B1-B6 adalahCoralline algae dan karang Scleractinia dari jenisFavites sp. Kondisi kualitas air di perairan Buleleng menunjukan kondisi normaldan masih berada pada standar baku yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004, kecuali konsentrasi nutrien.This study aims to determine the diversity index value, uniformity, and dominance of corals on natural artificial reefs "Bioreeftek" in Kerobokan Village coastal waters, Sawan District, Buleleng Regency, Bali Province. Data collection was carried out on September 2020. Observations with visual census using underwater cameras and SCUBA diving equipment was applied to observe coral recruitment insix artificial reef units. The results showed that there werenine types of biota found on artificial reefs B1-B6 (B = bioreeftek), that werePodobacia sp, Sponge, Atriollum robustum, Favites sp, Gorgonia sp, Porites sp, Diploastrea sp, Coralline algae and Pocillopora damicornis. The highest diversity index found in B3 = 3,4; The highest uniformity index found B3 = 2,48; and the highest dominance index was in B5 = 0,68. Coralline algae and Scleractinian corals (Favites sp)were abundantly found in artificial reefs B1-B6.Water quality condition in Buleleng water generally showed a normal condition for supporting marine lifes, with exception of nutrient
PENGASAMAN LAUT DI PERAIRAN INDONESIA Tito, Camellia Kusuma; Susilo, Eko
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 2 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.29

Abstract

Penelitian pengasaman laut di Perairan Indonesia mulai berkembang sejak 10 tahun terakhir, meskipun tidak signifikan jika dibandingkan dengan penelitian serupa di luar Indonesia. Untuk mengkompilasi data hasil penelitian tersebut, telah dilakukan identifikasi publikasi dari bentuk paper, laporan kegiatan, laporan tugas akhir (skripsi/thesis/desertasi) maupun bahan presentasi seminar/workshop/focus group discussion. Dari identifikasi publikasi didapatkan 24 hasil penelitian yang relevan dengan topik pengasaman laut di Perairan Indonesia. Beberapa kegiatan penelitian dalam upaya untuk memprediksi implikasi pengasaman laut terhadap ekosistem perairan telah dilakukan dengan berbagai metode, jenis sampel, perlakuan dan parameter penelitian, serta lokasi yang juga berbeda, menunjukkan hasil yang bervariasi. Pemutakhiran kompilasi data hasil penelitian perlu dilakukan secara kontinu sehingga dapat menjadi acuan untuk pengembangan kegiatan penelitian pengasaman laut di Perairan Indonesia selanjutnya. There is growing concern of research on ocean acidification (OA) in Indonesian waters in the last 10 years. However, it still lack of information to similar studies overseas. To compile the data from OA research in Indonesian waters, research identification has been carried out from paper, activity reports, final project reports (thesis/dissertation) as well as seminar/workshop/presentation/focus group presentation materials. From the research identification, it was found 24 research results that relevant to the topic of OA in Indonesian waters. Several research activities, an effort to predict the implications of OA to aquatic ecosystems, have been carried out with various methods, samples, treatments, parameters, and different locations, showing varying results. Updating the compilation of research data needs to be carried out continuously, due to the needs of further development of OA research in Indonesian waters.Â