cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2: Juli 2016" : 11 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DAN SELF ESTEEM SISWA KELAS V MELALUI STRATEGI MULTIPLE INTELLIGENCES Fauzan, -; Herman, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5138

Abstract

Abstract: This study focused on looking at the extent to which differences in mathematical reasoning capacity building and self-esteem of students who take the multiple intelligences learning strategy and regular learning. The research subject is a fifth grade students from two different classes at the same school. There are two main instruments used to collect data that achievement test and attitude scale. Both classes are given the same instrument. The results showed that there are significant differences between the mathematical reasoning abilities of students who take the multiple intelligences learning strategy and regular learning. In contrast, there are no significant differences between self-esteem of students who take the multiple intelligences learning strategy and regular learning. The study's findings provide awareness that the teacher has a very important role in facilitating student learning. Although directed to student centered learning, but nonetheless pedagogical, especially, must be owned by a teacher. Each person may be a teacher, but not everyone can be an educator. However, students will not reach the level of proficiency is high if not under the guidance of teachers who excel.Keywords: mathematical reasoning, self-esteem, multiple intelligencesAbstrak: Penelitian ini fokus pada melihat sejauh mana perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis dan self esteem siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi multiple intelligences dan pembelajaran biasa. Subjek penelitian merupakan siswa kelas V yang berasal dari dua kelas yang berbeda pada satu sekolah yang sama. Terdapat dua instrumen utama yang digunakan untuk mengumpulkan data yakni tes hasil belajar dan skala sikap. Kedua kelas diberikan instrumen yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi multiple intelligences dan pembelajaran biasa. Sebaliknya, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara self esteem siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi multiple intelligences dan pembelajaran biasa. Temuan penelitian memberikan kesadaran bahwa guru memiliki peranan sangat penting dalam memfasilitasi siswa belajar. Meskipun pembelajaran diarahkan kepada student centered, tetapi tetap saja kompetensi pedagogik, terutama, mesti dimiliki guru. Setiap orang mungkin bisa menjadi guru, tapi tidak setiap orang bisa menjadi pendidik. Bagaimanapun, siswa tidak akan mencapai tingkat kemampuan yang tinggi jika tidak di bawah bimbingan guru yang unggul.Kata Kunci: penalaran matematis, self esteem, multiple intelligences
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN MENGGUNAKAN PERCOBAAN SECARA INKUIRI TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPA Yusup, Meri; Suhandi, Andi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5144

Abstract

Abstract: The effect of the application of experience-based learning to increase understanding and science process skills of elementary school students in learning science. This study aimed to determine the effect of the use of experience-based learning that uses inquiry and experimental trials of traditional (verification) in science teaching in elementary school to the improvement of Science Process Skills students on a simple plane material in class V. This study uses quasi-experimental. Based on the results of the N-gain calculation Science Process Skills for the experimental class of 0.44 with the category of Medium and the control grade of 0.08 with the low category.Keywords: Experience Based Learning, Science process skills, Science EducationAbstrak: Pengaruh penerapan pembelajaran berbasis pengalaman terhadap peningkatan kemampuan memahami dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pembelajaran berbasis pengalaman yang menggunakan percobaan secara inkuiri maupun percobaan tradisional (verifikatif) dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) terhadap peningkatan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa pada materi pesawat sederhana di kelas V. penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan N-gain Keterampilan Proses Sains untuk kelas eksperimen sebesar 0,44 dengan katagori Sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,08 dengan katagori rendah.Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Pengalaman, Keterampilan proses Sains, IPA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, GAYA BELAJAR, DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA S1 PGSD MASUKAN SARJANA DI UPBJJ UT BANDUNG S, Rasdjo Dedi; Hendrayana, Angga Sucitra; Erisyani, Erin; Setiana, Nana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5139

Abstract

Abstract: At the college level, students are the ones who are following the course of education has hope of success for the sake of his future studies. As one satutolok measuring student success is the high value obtained is calculated by the average value called Index Point Average (GPA) .Many factors affecting contribution to the achievement of the GPA student, one motivation belajar.Gaya learn to be one of the factors that can indeksprestasi cumulative affect students. In this case also included the learning style of teaching aids trivial factor. Learning on distance learning system are the basic principles of education at the Open University (UT) requires learners, learning activities independently. Such activity requires the learners, learning independence. Independent learning is the readiness of individuals who are willing and able to learn on their own initiative, with or without the help of others in terms of learning objectives, learning methods, and evaluation of learning outcomes. The sample in this study is 162 Degree Feedback S1PGSD student. From the research results can be found in learning motivation, learning styles, learning independence, an effect on learning outcomesKeywords: Motivation, Learning Styles, independence Learning, Learning OutcomesAbstrak: Pada tingkat perguruan tinggi mahasiswa adalah orang-orang yang sedang mengikuti pendidikan tentunya mempunyai harapan akan keberhasilan studi demi masa depannya. Sebagai salah satutolok ukur keberhasilan mahasiswa adalah nilai yang diperolehnya adalah tinggi yang dihitung dengan nilai ratarata disebut Indek Prestasi Kumulatif (IPK).Banyak faktor yang mempengaruhi kontribusi terhadap pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa, salah satunya motivasi belajar.Gaya belajar menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi indeksprestasi kumulatif mahasiswa. Dalam hal ini gaya belajar juga termasuk faktor penunjang belajar yang pentig. Pembelajaran pada sistem belajar jarak jauh yang merupakan prinsip dasar pendidikan di Universitas Terbuka (UT) mengharuskan peserta ajar melakukan aktivitas belajar secara mandiri. Aktivitas tersebut mempersyaratkan kemandirian belajar pada peserta ajar. Kemandirian belajar merupakan kesiapan dari individu yang mau dan mampu untuk belajar dengan inisiatif sendiri, dengan atau tanpa bantuan pihak lain dalam hal penentuan tujuan belajar, metoda belajar, dan evaluasi hasil belajar. Sampel dalam penelitian ini adalah 162 mahasiswa S1PGSD Masukan Sarjana. Dari hasil penelitian di dapat bahwa motivasi belajar, gaya belajar, kemandirian belajar, berpengaruh terhadap hasil belajarKata Kunci: Motivasi Belajar, Gaya Belajar, kemandirian Belajar, Hasil Belajar
ANALISIS KEMAMPUAN INKUIRI SISWA DI SEKOLAH DASAR Ayurachmawati, Puji; Widodo, Ari
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5145

Abstract

Abstract: Abstract: This study aims to describe the ability of inquiry held by elementary school students at the time given inquiry-based activities. The method used is a qualitative descriptive conducted in one of the elementary schools in the city of Palembang, South Sumatra. The data collection is done by providing inquiry-based student activity sheet containing seven stages of activity. Sheets inquiry activities done by the students of Class I to Class IV Elementary School. Total student working inquiry activity sheet totaled 178 people. The results showed that there are five faculties of inquiry that arise and have a difference in every level of ability from Class I - Class VI. Fifth ability of inquiry that emerged is experiencing growth of the number of students who mastered at each level and the composition of each capability. Classically students at the level of Class I and Class II is not yet mastered the ability of inquiry.Keywords: the ability of an inquiry, the elementary school studentsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan inkuiri yang dikuasai siswa Sekolah Dasar pada saat diberikan kegiatan berbasis inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di salah satu Sekolah Dasar di kota Palembang, Sumatera Selatan. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan siswa lembar kegiatan berbasis inkuiri yang berisi tujuh tahapan kegiatan. Lembar kegiatan inkuiri dikerjakan oleh siswa Kelas I hingga Kelas IV Sekolah Dasar. Total keseluruhan siswa yang mengerjakan lembar kegiatan inkuiri berjumlah 178 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kemampuan inkuiri yang muncul dan memiliki perbedaan pada setiap kemampuan dari tingkatan Kelas I – Kelas VI. Kelima kemampuan inkuiri yang muncul ini mengalami perkembangan dari jumlah siswa yang menguasai pada setiap jenjang dan komposisi pada setiap kemampuan. Secara klasikal siswa pada tingkatan Kelas I dan Kelas II dikatakan belum menguasai kemampuan inkuiri.Kata kunci : kemampuan inkuiri, siswa sekolah dasar
STUDI ANALISIS KEBUTUHAN TERHADAP PENGEMBANGAN MODEL BLENDED LEARNING PADA SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI LULUSAN Thaib, Dina; Wahyudin, Dinn; Rahmawati, Yulia; Riyana, Cepi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5133

Abstract

Abstract: Open University in Indonesia as the higher education institution is using DE modes. All course content are delivered through printed learning modules, and 25 percent of course materials are multimedia packages. Learning support is provided via face-to-face, online, and broadcast modes. Radio tutorials are broadcast by the government-owned National Radio Station Network. Online courses use a learning management system. All online support services can be accessed by students through the UT-Online portal, which contains online tutorials and exercises, Web-based learning materials, streamed TV programs, a digital library with journals and transcripts, academic counseling, and ther online education facilities. This study aimed to analyze the need of the development model of blended learning for action research course which increasing the competence of primary school teacher students. The research was conducted in UPPJJ UT Bandung, one of UT’s regional office in west java. Research subject was students, tutors and administrator classroom. By the study, specific goals can be outlined as follows: (i) to study the existing condition of the learning process that occurs at present in S1 PGSD UPBJJ UT Bandung; (ii) to develop form of a blended learning model can improve the competency of graduates; (iii) to study the perceptions of students and faculty on the application of blended learning model on distance learning System; (iv) to study the effectiveness of blended learning model on distance learning systems at UPBJJ S1 PGSD Bandung Indonesia.Keyword: Long Distance Education, blended learning; teacher educationAbstrak: Universitas Terbuka di Indonesia adalah lembaga pendidikan tinggi yang menggunakan DE mode. Seluruh perkuliahan disampaikan melalui modul pembelajaran cetak, dan 25 persen dari materi perkuliahan adalah paket multimedia. Dukungan belajar disediakan melalui tatap muka, online, dan mode broadcast. tutorial radio yang disiarkan oleh Jaringan Stasiun Radio Nasional milik pemerintah. Perkuliahan online menggunakan sistem manajemen pembelajaran. Semua layanan dukungan online dapat diakses oleh siswa melalui portal UT-Online, yang berisi tutorial online dan latihan, bahan belajar berbasis web, streaming program TV, perpustakaan digital dengan jurnal dan transkrip, konseling akademik, dan fasilitas pendidikan online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan model pengembangan blended learning untuk perkuliahan penelitian tindakan yang meningkatkan kompetensi siswa guru sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di UPPJJ UT Bandung, salah satu kantor regional UT di Jawa Barat. Subjek penelitian ini adalah siswa, tutor dan administrator kelas. Pemelitian ini memiliki tujuan spesifik yang dapat diuraikan sebagai berikut: (i) untuk mempelajari kondisi yang ada dari proses pembelajaran yang terjadi saat ini di S1 PGSD UPBJJ UT Bandung; (ii) mengembangkan bentuk model blended learning dapat meningkatkan kompetensi lulusan; (iii) untuk mempelajari persepsi mahasiswa dan fakultas pada penerapan model pembelajaran blended tentang Sistem pembelajaran jarak jauh; (iv) untuk mempelajari efektivitas model pembelajaran blended pada sistem pembelajaran jarak jauh di UPBJJ S1 PGSD Bandung Indonesia..Kata Kunci: pendidikan jarak jauh, blended learnng, pendidikan guru
DAFTAR ISI VOLUME 8 NOMOR 2 JULI 2016 Editor, Humaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.6164

Abstract

Eduhumaniora Vol 8, No 2 Juli 2016
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS, SERTA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Purnamasari, Setyarini; Herman, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5140

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know the difference increase mathematical ability of understanding and communication, as well as students who obtain independent learning using multimedia interactive learning and conventional learning. Studies conducted using a quasi-experimental method with pre-test and post-test control group design. This study was conducted at two private schools in the city of Bandung, involving 60 students of class V as a research subject. The research instrument used was a test of mathematical ability of understanding and communication, learning independence questionnaires, observation sheets, and interviews. The results showed that: (1) There are differences in upgrading mathematical understanding between students who obtained using multimedia interactive learning with students who received conventional learning; (2) There are differences in improvement of communication skills among students acquire mathematical learning using interactive multimedia to students who received conventional learning; (3) There is no difference in improvement of communication skills among students acquire mathematical learning using interactive multimedia to students who received conventional learning.Keywords: interactive multimedia, and communication mathematical understanding of elementary school students, independent learning.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis, serta kemandirian belajar siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dan pembelajaran konvensional. Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kuasi eksperimen dengan Pre-test dan Post-test Control Group design. Penelitian ini dilakukan pada dua sekolah swasta di Kota Bandung dengan melibatkan 60 siswa kelas v sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis, angket kemandirian belajar, lembar observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional; (3) Tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran menggunakan multimedia interaktif dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.Kata kunci: multimedia interaktif, pemahaman dan komunikasi matematis siswa sekolah dasar, kemandirian belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA GAME ONLINE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Rohmah, Emay Aenu; Wahyudin, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5135

Abstract

Abstract: This research is motivated by the problems of low capacity of understanding of the concept and students' mathematical reasoning. This study aimed to examine the increased ability of understanding mathematical concepts and reasoning of students using cooperative learning model of online games media aided TGT. This study is a quasi-experimental study research design pretest posttest control group. The research instrument used is to test the ability of understanding the concepts and mathematical reasoning. The results showed that 1) There are differences in the ability of understanding mathematical concepts of students who received aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. 2) There is no difference in mathematical reasoning skills students acquire aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. 3) There are differences in the increase in the ability of understanding mathematical concepts of students who received aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. 4) There are differences in the increase of mathematical reasoning abilities of students who received aided cooperative learning TGT media online games with students who received direct instruction. Based on these results can be concluded that cooperative learning TGT media aided online games can improve understanding of concepts and mathematical reasoning students.Keywords: Cooperative Learning TGT Type, Online Game Media, Conceptual ComprehensionAbstrak:Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online. Penelitian ini merupakan studi kuasi eksperimen dengan desain penelitian pretest posttest control group design. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tidak terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. 3) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. 4) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dengan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Berdasarkan hasil tersebut dapat dibuat kesimpulan bahwa pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media game online dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan penalaran matematis siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT, Media Game online, Pemahaman Konsep dan Penalaran Matematis.
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNIK BERMAIN DRAMA MELALUI TEATER TRADISIONAL RANDAI BERBASIS KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KEMAMPUAN APRESIASI DRAMA Amri, Ulil; Damaianti, Vismaia S.
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5141

Abstract

Abstract: This research based on finding that show a part of fifth grade students at SDN. 12 Sungai Lareh have low skills in playing drama and tend to have low self-confidence when they performing in front of the class. It caused by monotone form of learning that focused on the text books and they have lack of opportunity to appear in the public. As the result, students are less creative when they learning drama appreciation. This study aimed to describe the process and influence of drama play technique through Randai-based confidence traditional theatre to students appreciating drama ability. This research used pre-post quasi-experimental methods. Experiment class using drama play technique through Randai-based confidence, and the control class using direct instructions. Data analyzed with SPSS software version 21 and Ms. Excell 2007. The results found a significant influence on the use of drama play technique through Randai-based confidence to student appreciations drama ability. It can see from t test results showed that student ability in Randai class increase significantly compared to the control class. Based on this finding, the drama play technique through Randai-based confidence recommended to use as an alternative learning technique in elementary school. Keywords: drama technique, Randai, Confidence, drama appreciation abilityAbstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi temuan yang menunjukkan sebagian siswa kelas V di SDN. 12 Sungai Lareh kurang terampil dalam bermain drama dan cenderung memiliki rasa percaya diri yang rendah saat tampil di depan kelas. Hal ini disebabkan pembelajaran apresiasi drama selama ini masih dalam bentuk percakapan monoton yang terfokus pada buku teks , dan kurangnya kesempatan siswa tampil di depan umum. Akibatnya siswa kurang kreatif dalam mengapresiasi drama. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan pengaruh penggunaan teknik bermain drama melalui teater tradisional Randai berbasis kepercayaan diri terhadap kemampuan apresiasi drama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuasi eksperimen dengan desain prates-pascates. Kelas eksperimen menggunakan teknik bermain drama melalui teater tradisional Randai berbasis kepercayaan diri, sedangkan kelas kontrol melaksanakan pembelajaran dengan direct instruction. Analisis dilakukan menggunakan software SPSS. 21dan Microsoft Excell 2007. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan teknik bermain drama melalui teater tradisional Randai berbasis kepercayaan diri terhadap kemampuan apresiasi drama. Hal ini terlihat dari hasil uji t yang menunjukkan kemampuan apresiasi drama siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan dibanding kelas kontrol. Berdasarkan temuan tersebut, teknik bermain drama melalui teater tradisional Randai sangat direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelajaran apresiasi drama di SD.Kata Kunci: teknik bermain drama, Randai, kepercayaan diri, kemampuan apresiasi drama.
PENGARUH TEKNIK SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN MENENTUKAN IDE POKOK DAN MEMPARAFRASE DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN Saroh, Eneng Ros Siti; Damaianti, Vismaia S.
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 2: Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i2.5137

Abstract

Abstract: This study was aimed to explain main idea skills’ and parahrase sklills’ who were taught reading by using scramble technique and those who taught the direct instruction. The Implementation reasons of study is for reading comprehension fourth grade students in determining the main idea and paraphrase is still low. The subject of this study were student of grade 4 SDN 2 Pengadilan the regency of Tasikmalaya totaling 50 students, consist of 25 students from the experimental class, and 25 students from the control class. The research method was used is quasi experiment with two treatment design. The instrumen werw used are main idea skills’ test and paraphrase skills’ test. The contibution of each instruction were analised by using software SPSS 16 and Microsoft Excel 2007. The result of this study were: (1) there was different in main idea skills’ who were taught reading by using scramble technique and those who taught the direct instruction, and (2) there was different in parafrase skills’ who were taught reading by using scramble technique and those who taught the direct instruction.Keywords: scramble technique, main idea skills’, paraphrase skills’.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan kemampuan menentukan ide pokok dan kemampuan memparafrase antara kelas yang belajar menggunakan teknik scramble dengan kelas yang mengalami pembelajaran terlangsung. Alasan dilaksanakannya penelitian karena kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SD dalam menentukan ide pokok dan memparafrase masih rendah. Subjek pada penelitian ini siswa SDN 2 Pengadilan Kota Tasikmalaya berjumlah 50 orang yang terdiri dari 25 orang kelas eksperimen dan 25 orang kelas kontrol. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain prates-pascates. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan menentukan ide pokok dan tes kemampuan memparafrase Kontribuasi dari masing-masing pembelajaran ini dianalisis melalui pengujian statistik menggunakan Software SPSS 16 dan Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) terdapat perbedaan kemampuan menentukan ide pokok antara siswa yang belajar menggunakan teknik scramble dengan siswa yang mengalami pembelajaran terlangsung, dan (2) terdapat perbedaan kemampuan memparafrase antara siswa yang belajar menggunakan teknik scramble dengan siswa yang mengalami pembelajaran terlangsung. Kata Kunci: teknik scramble, kemampuan menentukan ide pokok, kemampuan memparafrase.

Page 1 of 2 | Total Record : 11