cover
Contact Name
Khurin'in Ratnasari
Contact Email
khurininratnasari@gmail.com
Phone
+6282331288750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Semeru No. 09 Kencong Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 20853815     EISSN : 25278711     DOI : https://doi.org/10.36835/jf
FALASIFA Journal of Islamic Studies, contains Islamic studies covering Islamic Education, Management of Islamic Education, Islamic Thought, Islamic Economics, Islamic Politics, Pesantren, Family Education, Community Education, and other Islamic Studies. Published twice season, April and September.
Articles 202 Documents
Pendidikan Akhlaq Perspektif Pemikiran Ibnu Miskawaih (Tokoh Filosof Muslim Masa Abad Tengah) Ifa Afidah
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.457 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.149

Abstract

Pemikiran Ibnu Miskawaih tentang pendidikan Akhlaq akan terus menjadi sumbangan luar biasa terhadap format pendidikan yang Islami, baik dimasa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Gagasan- gagasannya lahir dari usaha menggabungkan doktrin Islam dengan pendapat filusuf Yunani, menurut Ibnu Miskawaih, moral atau akhlak adalah suatu sikap mental (halun li an- nafs) yang mengandung daya dorong untuk berbuat tanpa berfikir dan pertimbangan. Sikap mental ini terbagi dua, ada yang berasal dari watak dan ada pula yang berasal dari latihan. Dengan demikian, sangat penting menegakkan akhlak yang benar, sebab dengan landasan yang begitu, akan melahirkan perbuatan- perbuatan baik tanpa kesulitan
Pemikiran Seyyed Hossein Nasr: Konsep Keindahan dan Seni Islami dalam Dunia Pendidikan Islam Titin Nurhidayati
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.139 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.150

Abstract

Dalam perwujudan pendidikan, perbuatan atau kerja merupakan realisasi akal. Akal bekerja untuk memahami kebenaran secara utuh, melalui pikiran yang memikirkan alam, manusia dan sejarah, sedangkan melalui qolbu-nya, ia memahami firman-firman Tuhan dan sunnah Allah dalam kehidupan alam semesta. Perbuatan ini pada dasarnya adalah perbuatan kreatif, karena tersimpan dalam proses penciptaan. Perbuatan kreatif pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai, baik nilai estetika, logika ataupun etika. Dalam praktek penciptaan lembaga-lembaga pendidikan itu mempunyai nilai keindahan. Kemudian nilai logika memberikan tuntutan untuk menyusun konsep dan rencana-rencana kerja yang masuk akal. Sedangkan nilai etika memberikan batasan-batasan agar perbuatan kreatif itu tetap berada dalam wawasan moral dan untuk tujuan moral
Urgensi Pendidikan Anak dalam Keluarga Perspektif Islam Nanang Budianto
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.689 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.152

Abstract

The first and the prime education for children in Islam is the Islamic family educa-tion. This family education is based upon Islamic guidance in purpose of building children‟s faith, piety, highest endeavor – including ethics, morality, and spirituali-ty, and the practice of religious values in daily life. This effort is a kind of amar makruf nahi munkar in family scope. Children needs family model for their future mental and spiritual development. The model and methods of Islamic education in the family scopes are adopted pretty much from the way of our prophet Muham-mad taught his family and his companions. Muslim believes that whatever done by the prophet is the manifestation of Quranic essence. In the implementation level, the prophet let his companions and his follower to develop the teaching as long as the development itself in line with educational principles by the prophet.
Peguruan Tinggi Berbasis Pesantren dan Peranannya dalam Deradikalisasi Agama Fadlilah Zain
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.847 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.153

Abstract

Bangsa Indonesia Sebagai Negara yang besar dan mempunyai keanekaragaman yang banyak tentunya menjadi tantangan tersendiri bagaimana menjadikan Negara yang secara geografis sangat besar dan mempunyai beberaga agama, etnis dan bu-dayanya. Islam merupakan agama yang paling banyak dianut oleh penduduknya dengan mengusung cita-cita rahmatan lil „alamin.Namun ajaran rahmatan lil „ala-mintersebut sering direduksi oleh kelompok dogmatik yang berpaham radikal un-tukmenjustifikasi aksi-aksi kekerasan atas nama agama. Langkah-langkah deradika-lisasidiperlukan untuk membangun pendidikan Islam yang lebih huma-nis.Perguruan tinggi sebagai salah satu pilar pendidikan di Indonesia mempunyai peranan penting dalam deradikalisasi khususnya perguruan tinggi yang berbasis pesantren
Rekonstruksi Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam Era Dinasti Umayyah dalam Pendidikan Islam Mar'atus Sholihah
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.295 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.154

Abstract

This paper is focusing on the development of science in Umayyah Dynasty The Ist Era which is the beginning of Islamic golden age. Umayyah Dynasty was built by Mu‟awiyah Ibn Abu Sufyan and had monarchy system for its government which led by fourteen Khalifa (Leaders). Science had been built in its era by developing libraries in all areas, whether in cities or villages; building the first formal school in primary level; translating greek and roman books into Arabic; and prospering teachers and ulama‟. But, unfortunately this era had to end because of many rea-sons which found by historical proofs. This paper also tries to give some recon-structions to learn from the previous mistakes of Umayyah Dinasty The Ist Era, so that we as moslems do not repeat those mistakes for ourselves and our generations ahead.
Wawasan Sosio-Ekonomi Perspektif Al Ghazali Uliyatul Mu'awwanah
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.079 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.155

Abstract

Sebagai reaksi terhadap banyaknya manifestasi Lembaga Keuangan Syariah di In-donesia, pengesahan UU Perbankan Nomor 10 Tahun 1998, serta fatwa MUI tentang keharaman bunga bank, telah lahir kesadaran bahwa munculnya Lemba-ga Keuangan Syariah harus diiringi dengan pemahaman yang lebih dalam tentang sistem Ekonomi Islam. Berkaitan dengan hal tersebut pemahaman sistem ekonomi islam tidak cukup hanya melalui sosialisasi teknis semata, akan tetapi juga latar-belakang dan sejarah perkembangan pemikiran ekonomi para cendekiawan Mus-lim hingga terwujudnya konsep mekanisme operasional Lembaga Keuangan Sya-riah. Tujuan dari tulisan adalah menjelaskan tentang pemikiran ekonomi islam salah satu tokoh ilmuwan muslim yakni Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali. Me-lalui pendekatan literatur penulis mencoba menyajikan sisi lain dari suasana eko-nomi Islam yakni tentang kondisi sosio ekonomi
Pemikiran Islam dan Proses Dinamikanya Ach. Syaikhu
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.403 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.156

Abstract

Islam adalah agama rahmatan‟alamiin, sebuah keniscayaan kalau nilai-nilai ajaranNya ketika ditransfer dalam sebuah kehidupan baik individu, keluaga kelompok masyarakat dan dalam bernegara akan memberikan kedamaian. Konsep dasar ini dalam aktualisasinya membutuhkan pemikiran pemikiran yang ginius serta ikhlas karena Allah. Dari sini muncul dinamika pemikran Islam, itu semua terjadi karena tuntutan para tokoh tokoh Islam yang berkeinginan agar ajaran nilai nilai Islam dapat diaktualisasikan dengan baik dan damai di tengat tengah kehidupan secara meluas, sampai pada tataran kehidupan dalam bingkai berbangsa dan bernegara. Dalam artikel ini telah dipaparkan berbagai pemikiran dalam Islam yeitu : pemikiran teologi/kalam yang membahas tentang ketahitan atau ke Esaan Allah, Fiqh pemikiran terkait dengan tata aturan dalam ibadah baik mahdhoh maupun ghoiru mahdhoh, filsafat berfikir secara kritis sistematis dan radikal dalam memahami teks teks Al-Qu‟an dan Al-Hadits, tasawuf pemikiran yang berorientasi pada prilaku baik dan buruk dalam kehidupan manusia.
Jejak Ulama Uzbekistan di Nusantara Rijal Mumazziq
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.671 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.157

Abstract

Uzbekistan adalah salah satu negara yang berpengaruh penting di dunia khususnya di Indonesia. Uzbekistan dalam bidang keilmuan dalam islam, di Indonesia ada peribahasa yang berbunyi, “Jauh di mata, dekat di hati” yang artinya meski jauh tetapi akan selalu ingat kepada saudara-saudara dan kebaikan budi saudara-saudara. relasi antara ulama Uzbekistan dengan Nusantara (Indonesia, kini), merupakan sebuah hal yang menarik. Di satu sisi, referensi dan data yang sangat minim menjadi kendala. Di sisi lain, mengabaikan peranan ulama asal Uzbekistan juga sebuah hal mustahil. Sebab, kontribusinya juga tak bisa dianggap remeh karena telah ikut andil dalam memperkuat rancang bangun dakwah di Nusantara, khususnya Jawa. Juga segenap usaha saudara di atas lapangan ketatanegaraan dan kemasyarakatan
Aliran, Tipologi dan Teori Pendidikan Islam M Nafiur Rofiq
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 1 (2019): MARET
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.711 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i1.158

Abstract

Pemikiran pendidikan Islam, dari waktu ke waktu, mengalami perubahan seiring perubahan zaman dengan berbagai faktornya. Salah satu faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah perbedaan cara pandang dalam memaknai hakekat, tujuan, metode dan sumber pendidikan Islam. Dalam hal ini ada tiga aliran utama pendidikan islam yaitu aliran agamis konserfatif, aliran religius rasional, aliran pragmatis Instrumental dan ada lima tipologi pemikiran pendidikan islam yaitu tipologi perenial esensialis salafi, perenial esensialis wahabi, Tipologi modernis, Tipologi perenial esensialis kontekstual - falsifikatif, Tipologi rekontruksi sosisal berdasarkan tauhid
Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam di Daerah Minoritas Muslim dan Kawasan Elite Bustanul Arifin
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 10 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.659 KB) | DOI: 10.36835/falasifa.v10i2.193

Abstract

Educational institutions are very absolute existence today for the smooth process of education, especially in Indonesia. Moreover, educational institutions are associated with the concept of Islam, Islamic educational institutions are a forum where education within the scope of Islam carries out its duties for the achievement of the ideals of the Muslim Ummah. Families, mosques, Islamic boarding schools and madrassas are Islamic educational institutions that are absolutely necessary in a country in general or in a city in particular, because these institutions are like money-making machines that will produce something very valuable, as well as resource printers. qualified and steady human in Islamic aqeedah.Islam requires its people to convey the teachings of Islam to all human masters without exception, but that does not mean also justifies any means, such as coercion and violence. Islam is a religion that rahmatan lil naturalin, so the way to convey it must use a friendly way and its presence can be a blessing for all mankind regardless of differences in religion, creed, race, ethnicity and nation. Islamic educational institutions are one of the Islamic propaganda media, so the development of Islamic educational institutions in an area is an indicator of the development of Islam in the region. Indonesia is a country with a majority Muslim population, but its spread is only concentrated in the western part of Indonesia, while the eastern part of Indonesia is a region that is very minimal almost untouched by Islamic teachings, Islamic educational institutions. The purpose of preparing this paper is to find out the concept of Islamic educational institutions and its development strategy in Muslim minority and elite regions. Educational institutions are very absolute existence today for the smooth process of education, especially in Indonesia. Moreover, educational institutions are associated with the concept of Islam, Islamic educational institutions are a forum where education within the scope of Islam carries out its duties for the achievement of the ideals of the Muslim Ummah. Families, mosques, Islamic boarding schools and madrassas are Islamic educational institutions that are absolutely necessary in a country in general or in a city in particular, because these institutions are like money-making machines that will produce something very valuable, as well as resource printers. qualified and steady human in Islamic aqeedah.Islam requires its people to convey the teachings of Islam to all human masters without exception, but that does not mean also justifies any means, such as coercion and violence. Islam is a religion that rahmatan lil naturalin, so the way to convey it must use a friendly way and its presence can be a blessing for all mankind regardless of differences in religion, creed, race, ethnicity and nation. Islamic educational institutions are one of the Islamic propaganda media, so the development of Islamic educational institutions in an area is an indicator of the development of Islam in the region. Indonesia is a country with a majority Muslim population, but its spread is only concentrated in the western part of Indonesia, while the eastern part of Indonesia is a region that is very minimal almost untouched by Islamic teachings, Islamic educational institutions. The purpose of preparing this paper is to find out the concept of Islamic educational institutions and its development strategy in Muslim minority and elite regions.

Page 8 of 21 | Total Record : 202