cover
Contact Name
Evi Risky Mularsih
Contact Email
jurnalstitpemalang@gmail.com
Phone
+62284-3291929
Journal Mail Official
madaniyah@journal.stitpemalang.ac.id
Editorial Address
Jl. D.I. Pandjaitan Km. 3 Paduraksa Kabupaten Pemalang 52319, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia
Published by STIT Pemalang
ISSN : 20863462     EISSN : 25486993     DOI : 10.58410
Core Subject : Education,
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Menginterprestasikan Peta Tentang Pola dan Bentuk Muka Bumi Melalui Media Peta Endang Sriningsih
Madaniyah Vol 5 No 2 (2015): 5 (2) Edisi Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.22 KB)

Abstract

Education is an investment in human resources. To get quality human resources, it is necessary to pay attention to several interrelated factors, including infrastructure, education, curriculum, education personnel and community participation. Therefore, teachers have a very important role in the world of education. Educational media in the form of maps were chosen in this study considering the media map is a media that does not require a large place and easy to use. How the application of map media in improving student learning outcomes in interpreting maps about the pattern and shape of the earth. This class action research was conducted in two cycles, consisting of four stages, namely action planning, observation and reflection. In the first cycle of learning, student test results increased by 33.11% ie from the results of pre-cycle tests 61.08 to 73.65 The average value obtained by students on the first cycle test first meeting and the results of the first cycle at the second meeting increased to 74.70. In the second cycle both at the first meeting and the second meeting increased by 89.47%. while the minimum completeness limit of 70 and the average students get at the first meeting is 80.54 to 85.54.
Layanan Bimbingan dan Konseling Islami melalui Teknik Modelling Ismah Ismah
Madaniyah Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.886 KB)

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling khususnya bimbingan dan konseling islami. Hal itu terlihat dari minimnya siswa yang datang keruang layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Tulisan ini akan mengkaji bagaimana layanan informasi dengan teknik modelling dapat menarik minat siswa pada layanan bimbingan dan konseling islami. Diharapkan hasil kajian dalam penulisan ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk meningkatkan minat siswa berkunjung ke ruang bimbingan dan konseling secara sadar dan tanpa paksaan melalui layanan bimbingan dan konseling islami dengan layanan informasi teknik modelling.
Tantangan Pendidikan Agama Islam di Madrasah Pada Era Globalisasi Amirul Bakhri
Madaniyah Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.2 KB)

Abstract

Madrasa as an educational institution established around the middle of the 5th century AD. The role of Islamic education in general and especially madrasa in the era of globalization must inevitably have to accept the times and technological advancements which are mostly sourced from western countries. So it should be, Islamic education madrasas must strive to develop themselves. So that it can make the students, not only successful with their IMTAQ, but also successful in facing the global world with its science and technology. This paper discusses the challenges of Islamic religious education in madrasas in the era of globalization. Some things that can be done by madrassas in an effort to increase the passion of Islamic education in the era of globalization are as follows: Improving the quality of Islamic religious education, Improving the curriculum of religious education, Identifying and analyzing instructional problems and constraints faced by teachers in schools and parents at home in an effort to foster student moral development, along with alternative formulations for solving it.
Model Pembelajaran Responsif Gender di STIT Pemalang Amirul Bakhri; Srifariyati Srifariyati; Purnama Rozak
Madaniyah Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.833 KB)

Abstract

Salah satu usaha untuk mengeliminir kesenjangan gender adalah melalui pendidikan responsif gender dengan menanamkan nilai-nilai keadilan dan keseteraan gender melalui model Pembelajaran responsif gender. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang dalam rangka memperkecil ketimpangan gender pada aspek pendidikan dituntut dan diharapkan dapat mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran responsif gender yang memperhatikan dan mengakomodasi kepentingan mahasiswa laki-laki dan perempuan secara seimbang dari aspek akses/peluang, partisipasi, kontrol dan manfaat. Dalam pengembangan ini diakukan beberapa uji coba yaitu uji coba skala kecil dengan lapangan terbatas, uji coba skala besar dengan lapangan diperluas dan uji validasi model, dengan hasil sebagai berikut: 1) Akses dalam belajar, prosentase menunjukkan responsif gender yakni di semester 1 A: 92,59%, di semester 1 B: 93,3%, di semester 3 A: 90,47%, di semester 3 B: 100%, di semester 5 A: 79,41% dan di semester 5 B: 96,15%. 2) Partisipasi dalam belajar, prosentase menunjukkan tidak responsif gender. Hal ini disebabkan karena mahasiswa dan mahasiswi yang tidak bekerjasama dalam tugas kelompok yang diberikan dosen. 3) Memiliki kontrol atas sumber pembelajaran, prosentase menunjukkan responsif gender yakni di semester 1 A: 62,96%, di semester 1 B: 80%, di semester 3 A: 85,72%, di semester 3 B: 68,18%, di semester 5 A: 67,65% dan di semester 5 B: 76,92%., dan 4) Manfaat dalam belajar, prosentase menunjukkan responsif gender dengan hasil 100% di semua tingkatan semester.
Peran Wakaf Produktif dalam Pemberdayaan Ekonomi Amirul Bakhri; Srifariyati Srifariyati
Madaniyah Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.601 KB)

Abstract

Salah satu bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT terkait dengan harta disumbangkan. wakaf istismari juga disebut wakaf produktif, wakaf properti yang digunakan untuk tujuan investasi, baik di bidang pertanian, industri, perdagangan, dan jasa. Endowmen ini semakin menjadi masalah di desa Longkeyang, di mana pemuda Longkeyang berusaha memberikan endowmen untuk kesejahteraan warga. Pada tahun 2006, sekitar 10 orang dari pemuda Longkeyang bersama-sama aktivis AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) memulai inisiatif baru untuk menciptakan lembaga baru yang kemudian (pada 2010) dinamai Badan Pekerja Pengembangan Ranting Muhammadiyah (BP2RM). (1) Langkah awal gerakan pemberdayaan Pemuda Muhammadiyah produktif di Longkeyang yaitu (a) Membentuk Badan Pekerja Pengembangan Ranting Muhammadiyah (BP2RM) Desa Longkeyang. (a) Gerakan Endowmen Endowmen koin Untuk Produktif. (2) Manajemen kepemilikan komunal Pemuda produktif di Longkeyang yaitu (a) inisiasi koin yang dikumpulkan disumbangkan sebagai modal awal. (B) Endowmen yang ada bekerja bersama untuk mengurangi biaya tanaman utama kayu albasia, kemudian biaya pengobatan menggunakan hasil tumpangsari tanaman pisang. (3) Peran Warga Kesejahteraan Pemuda Produktif Wakaf untuk Longkeyang wakaf menambah dana bantuan kain kafan bagi sukarelawan yang ingin tinggal.
Penilaian Unjuk Kerja dalam Praktikum Fisika Sarjono Sarjono
Madaniyah Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.836 KB)

Abstract

Kualitas pendidikan seseorang menentukan posisinya dalam tata pergaulan di masyarakat, dan lebih luas lagi kualitas pendidikan di suatu Negara dapat menentukan posisinya di kancah dunia. Rendahnya prestasi pelajar Indonesia di kancah Internasional, terutama dalam bidang sains dipengaruhi oleh banyak faktor baik internal maupun eksternal, salah satunya adalah kualitas pembelajaran dan penerapan penilaian hasil belajar yang kurang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik. Berbagai upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia telah dilakukan, antara lain melalui perbaikan kebijakan, pengembangan kurikulum, seperti Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013 yang mewajibkan guru untuk melakukan PKB (Penilaian Unjuk kerja Berkelanjutan). Penilaian merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan, terutama penilaian dalam pelajaran fisika, khususnya penilaian praktikum fisika yang selama ini belum mendapat perhatian yang serius. Penilaian unjuk kerja cocok diterapkan pada praktikum fisika sekolah menengah. Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian hasil belajar peserta didik secara menyeluruh, yang meliputi kemampuan dan sikap siswa yang di dalamnya mengandung unsur kognitif, afektif dan psikomotor, yang ditunjukkan melalui suatu perbuatan atau unjuk kerja yang berkaitan dengan keterampilan mendemonstrasikan.
Pengembangan Soal Fisika SMA/MA Politomus Berbasis Taksonomi Bloom Revisi Sarjono Sarjono
Madaniyah Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.27 KB)

Abstract

Tujuan pendidikan Indonesia sangat komplek, tidak hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi menjadikan masyarakat yang cerdas, makmur dan berakhlak mulia. Pendidikan merupakan ujung tombak suatu kehidupan seseorang dan tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Mutu pendidikan juga merupakan salah satu indikator keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Banyak upaya pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tersebut belum mencapai hasil seperti yang di harapkan. Taksonomi Bloom pada ranah kognisi direvisi oleh Anderson dan Krathwohl, dalam revisinya Anderson dan Krathwohl membagi kognisi menjadi dua dimensi yang berbeda, yaitu knowledge dimension dan cognitive process dimension. Pada umumnya perkembangan tersebut belum diterapaan di sekolah. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial dalam semua aspek kehidupan, tak terkecuali di bidang pendidikan. Kesimpulan bahwa: 1) perlu dikembangkan soal prestasi belajar fisika yang kisi-kisinya mengacu pada taksonomi Bloom revisi, 2) perlu dikembangkan soal prestasi belajar fisika bentuk uraian, 3) perlu dikembangkan pedoman penskoran, 4) soal bentuk uraian lebih akurat disbanding dengan soal bentuk pilihan ganda, 5) soal bentuk uraian lebih adil terhadap siswa, 6) soal bentuk uraian lebih detail mengungkap kemampuan siswa.
Internalisasi Berpikir Kritis dalam Pembelajaran Fisika Sarjono Sarjono
Madaniyah Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.176 KB)

Abstract

Berpikir kritis merupakan factor penting dalam pembelajaran pada semua mata pelajaran terutama pelajaran fisika. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial dalam semua aspek kehidupan. Kemampuan berpikir kritis bukan warisan dari orang tua atau bawaan sejak lahir, tetapi berpikir kritis merupakan sesuatu yang perlu pembiasaan, yaitudilatih secara bertahap dan berkesinambungan. Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang autentik, esensial, dapat dilogika dan dinalar dengan akal sehat serta merupakan ilmu yang sangat mendasar. Pembelajaran dengan pembiasaan berpikir kritis dapat dilakukan dengan menggunakan suatu permasalahan yang ada disekitarnya, pembelajaran yang mengkondisikan siswa untuk berpartisipasi aktif, baik secara individu maupun kelompok dengan menggunakan suatu permasalahan sebagai titik awal disetiap pertemuan. Seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dituntut untuk menjadikan peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan bisa memecahkan masalah dalam kehidupan nyata setelah lulus nanti, karena persaingan di era globalisasi dan era informasi seperti sekarang ini sangat ketat.
Pentingnya Laboratorium Fisika di SMA/MA dalam Menunjang Pembelajaran Fisika Sarjono Sarjono
Madaniyah Vol 8 No 2 (2018): 8 (2) Edisi Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.842 KB)

Abstract

Fisika dipandang sebagai pelajaran penting untuk diajarkan sebagai mata pelajaran terpisah dengan beberapa pertimbangan. Ada dua hal penting yang saling terkait dan tak terpisahkan dalam studi fisika, yaitu studi teori dan observasi di laboratorium fisika. Keduanya tidak dapat dipisahkan satu sama lain, saling ketergantungan dan saling mengisi. Fisika dipandang sebagai proses dan produk sehingga keberhasilan pembelajaran fisika harus mempertimbangkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Pelajaran Fisika menyediakan perlengkapan belajar untuk peserta didik, sebagai sarana untuk menumbuhkan dan mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Kemampuan berpikir ini berguna untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, juga berguna untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang sangat mendukung keberhasilan pendidikan fisika adalah laboratorium. Melalui kegiatan praktikum di laboratorium dapat ditunjukkan fenomena alam dan konsep fisika yang dibahas di dalam kelas, dapat diperagakan dan dibuktikan. Selain itu, kegiatan praktikum dapat menumbuhkan sikap mandiri, sikap ilmiah, minat, kejujuran dan melatih keterampilan psikomotor di antara peserta didik.
Problematika Keragaman Kebudayaan dan Alternatif Pemecahan Ridwan Ridwan
Madaniyah Vol 5 No 2 (2015): 5 (2) Edisi Agustus 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.415 KB)

Abstract

Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang biasa disebut dengan masyarakat multikultural. Pada kondisi ini, dibutuhkan orang-orang yang mampu berkomunikasi antar budaya dan mempunyai pengetahuan tentang perbandingan pola-pola budaya, serta komunikasi lintas budaya. Hal ini dikarenakan keragaman masyarakat berpotensi menimbulkan segmentasi kelompok, struktur yang terbagi-bagi, konsensus yang lemah, sering terjadi konflik, integrasi yang dipaksakan, dan adanya dominasi kelompok, yang pada akhirnya dapat melemahkan gerak kehidupan masyarakat itu sendiri. Adapun komunikasi lintas budaya maupun antar budaya yang beroperasi dalam masyarakat multikultural mengandung lima unsur penting, yakni: pertemuan berbagai kultur dalam waktu dan tempat tertentu; pengakuan terhadap multikulturalisme dan pluralisme; serta perubahan perilaku individu. Oleh karena itu, proses dan praktik komunikasi antar budaya maupun lintas budaya sangat dibutuhkan yang berfungsi sebagai solusi atas permasalahan tersebut. Proses dan praktik komunikasi yang efektif sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan seseorang tentang jenis, derajat dan fungsi, bahkan makna perbedaan antar budaya. Semakin tinggi tingkat pengetahuan sosial budaya seseorang tentang perbedaan varian pola-pola budaya, semakin besar pula peluang untuk dapat berkomunikasi antar budaya. Sebaliknya, semakin rendah tingkat pengetahuan tentang perbedaan varian pola-pola budaya, semakin kecil pula peluang untuk berkomunikasi antar budaya.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Januari 2025 Vol 14 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 Vol 14 No 1 (2024): Edisi Januari 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 Vol 13 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 Vol 12 No 2 (2022): Edisi Juli 2022 Vol 12 No 1 (2022): Edisi Januari 2022 Vol 11 No 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020 Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020 Vol 9 No 2 (2019): 9 (2) Edisi Agustus 2019 Vol 9 No 1 (2019): 9 (1) Edisi Januari 2019 Vol 9, No 1 (2019): Madaniyah (Edisi Januari 2019) Vol 8 No 2 (2018): 8 (2) Edisi Agustus 2018 Vol 8 No 1 (2018): 8 (1) Edisi Januari 2018 Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018) Vol 8, No 1 (2018): Madaniyah (Edisi Januari 2018) Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017 Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017 Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017) Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017) Vol 6 No 2 (2016): 6 (2) Edisi Agustus 2016 Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016 Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016) Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016) Vol 5 No 2 (2015): 5 (2) Edisi Agustus 2015 Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015 Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015) Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015) Vol 4 No 2 (2014): 4 (2) Edisi Agustus 2014 Vol 4 No 1 (2014): 4 (1) Edisi Januari 2014 Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014) Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014) More Issue