cover
Contact Name
Evi Risky Mularsih
Contact Email
jurnalstitpemalang@gmail.com
Phone
+62284-3291929
Journal Mail Official
madaniyah@journal.stitpemalang.ac.id
Editorial Address
Jl. D.I. Pandjaitan Km. 3 Paduraksa Kabupaten Pemalang 52319, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Madaniyah: Terciptanya Insan Akademis Berkualitas Dan Berakhlak Mulia
Published by STIT Pemalang
ISSN : 20863462     EISSN : 25486993     DOI : 10.58410
Core Subject : Education,
Jurnal Madaniyah merupakan salah satu jurnal ilmiah dari STIT Pemalang yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan, sosial dan keagamaan. Pada masing-masing edisi yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun, diangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu-isu yang berkembang. Jurnal ini dimaksudkan sebagai sarana komunikasi dan publikasi karya ilmiah ilmu pendidikan dan ke-Islaman, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian yang megacu pada pola induk pengembangan ilmiah STIT Pemalang; penyebarluasan hasil-hasil penelitian dan pengabdian di bidang pendidikan Islam; penerapan hasil-hasil penelitian melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan Islam.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
Penilaian Otentik Nisrokha Nisrokha
Madaniyah Vol 8 No 2 (2018): 8 (2) Edisi Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.555 KB)

Abstract

Dalam dunia pendidikan, pembelajaran sebagai suatu proses, mengandung tiga unsur yang dapat dibedakan, yakni tujuan pengajaran (instruksional), proses pembelajaran, dan hasil belajar. Tujuan instruksional pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang diharapkan pada diri siswa. Oleh sebab itu, dalam penilaian hendaknya dilihat sejauh mana perubahan tingkah laku siswa setelah melalui proses pembelajaran. Dengan mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan instruksional, dapat diambil tindakan perbaikan pengajaran dan perbaikan kualitas siswa yang bersangkutan dengan cara melakukan perubahan dalam strategi pembelajaran, memberikan bimbingan pada siswa secara efektif atas kesulitan yang dihadapi, melengkapi saran prasarana yang mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif, efisien dan kondusif. Dengan kata lain, hasil penilaian tidak hanya bermanfaat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional, tetapi juga guna melihat perubahan tingkah laku siswa, dan juga sebagai umpan balik bagi upaya memperbaiki proses pembelajaran yang lebih baik.
Desain Teknologi Cetak Nisrokha Nisrokha
Madaniyah Vol 9 No 1 (2019): 9 (1) Edisi Januari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.787 KB)

Abstract

Pengembangan adalah salah satu domain dari teknologi pembelajaran yang berfungsi sebagai proses menerjemahkan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Definisi ini lebih mengacu pada pengembangan dalam bentuk fisik setelah melalui proses desain ini untuk memudahkan proses penyampaian materi pengajaran kepada peserta didik. Salah satu domain pengembangan adalah pengembangan teknologi cetak, hasil teknologi cetak memiliki peran yang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Dalam mengembangkan teknologi cetak ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain atau mendesain sesuai dengan kelompok umur. Hasil pengembangan teknologi cetak bisa dalam bentuk bahan ajar, modul, komik dan poster.
Reformasi Pendidikan Perspektif Al-Qur’an dan Hadits Yuliana Habibi
Madaniyah Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.067 KB)

Abstract

Setiap individu dalam masyarakat merupakan potensi yang harus dikembangkan untuk mendukung dan melancarkan kegiatan pembangunan dalam masyarakat tersebut. Manusia sebagai individu, sebagaimana kodratnya memiliki sifat baik maupun buruk. Sifat-sifat yang kurang baik inilah perlu dibina dan dirubah sehingga melahirkan sifat-sifat yang baik lalu dibina dan dikembangkan. Proses perubahan dan pembinaan tersebut disebut dengan pendidikan. Ayat yang berkaitan dengan reformasi pendidikan adalah QS. Al-Anfal : 53 dan QS. Ar-Ra’du: 11. Reformasi pendidikan merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan untuk merubah suatu keadaan pendidikan ke arah yang lebih baik. Konstruksi reformasi pendidikan terbangun atas 4 aspek fundamental, yaitu: konten pendidikan, pelaku pendidikan, pola pembelajaran, dan arah kebijakan pendidikan.
Inovasi Sekolah Umum Negeri Model PAI Yuliana Habibi
Madaniyah Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.836 KB)

Abstract

This study reviews implementation of SK Walikota Pekalongan on PAI Model State Public School (Study in SDN Panjang Wetan 02 Pekalongan), with a qualitative descriptive approach. This research was motivated by the learning process is distinctively its own SDN Panjang Wetan 02 Pekalongan as a model school PAI. The learning process as it was interesting, because it rarely exists in every elementary school state schools. There are four reasons the learning model that is ideal reasons, constitutional, structural, and cultural. Learning practices at SDN Panjang Wetan 02 Pekalongan as the implementation of SK Walikota is: reading the Qur’an / Qiro'ati starting at 06:30, followed invocation wirdu ash-shabaah, learning of course materials by integrating the values aqidah- akhlaq, utilizing the first break time for sholat dhuha for a particular class, sholat berjamaah in congregation, and development / TPQ deepening of PAI in school before returning home, and it all ends with a prayer.
Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Multiple Intelligence Yuliana Habibi; Srifariyati Srifariyati; Hafiedh Hasan; Muhamad Rifa'i Subhi
Madaniyah Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.309 KB)

Abstract

Gardner menjelaskan bahwa kecerdasan adalah beberapa kemampuan yang dimiliki seseorang, yang tidak akan sama dengan kemampuan yang dimiliki orang lain, karena mereka memiliki banyak tipe, Gardner menyebutnya kecerdasan ganda. Pengembangan strategi pembelajaran dimaksudkan untuk memberikan paradigma alternatif dalam rangka mempersiapkan guru PAUD / TK / RA yang memiliki keterampilan khusus dalam pendidikan anak usia dini. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut tentang efektivitas strategi pembelajaran anak usia dini berdasarkan kecerdasan majemuk dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi guru RA. Metode penelitian menggunakan eksperimen, yang melibatkan 116 guru RA di Kabupaten Pemalang. Analisis data menggunakan analisis statistik Paired Sample T-Test, yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas strategi pembelajaran berbasis AUD berdasarkan kecerdasan majemuk dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD / TK / RA. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi paired sample t-test 0,000 (<0,05) dengan nilai t 9,555. Dengan demikian, hasil analisis menunjukkan bahwa secara statistik, efektivitas strategi pembelajaran anak usia dini berdasarkan kecerdasan mulitple dalam meningkatkan kompetensi guru RA diuji.
Pembelajaran IPA-Fisika Berbasis Problem Solving Indah Sukmawati
Madaniyah Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.868 KB)

Abstract

Berpikir kritis merupakan faktor penting dalam pembelajaran pada semua mata pelajaran. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial dalam semua aspek kehidupan. Kemampuan berpikir kritis bukan warisan dari orang tua atau bawaan sejak lahir, tetapi sesuatu yang perlu pembiasaan, yaitu dilatih secara bertahap dan berkesinambungan. Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang autentik, esensial, dapat dilogika dan dinalar dengan akal sehat serta merupakan ilmu yang sangat mendasar. Pembelajaran berbasis masalah merupakan pembelajaran kooperatif, pembelajaran yang mengkondisikan siswa untuk berpartisipasi aktif, baik secara individu maupun kelompok dengan menggunakan suatu permasalahan sebagai titik awal disetiap pembelajarannya. Seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar dituntut untuk menjadikan peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan bisa memecahkan masalah dalam kehidupan nyata. Penerapkan model pembelajaran problem solving pada mata pelajaran IPA-fisika tingkat SMP, diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berpikir kritisnya, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan pada kehidupan nyata dimasyarakat setelah peserta didik lulus sekolah.
Pendidikan dalam Perspektif Hukum Muntoha Muntoha
Madaniyah Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.171 KB)

Abstract

Sistem Pendidikan Nasional telah diatur secara lengkap dalam konstitusi negara, akan tetapi belum terimplementasi dengan baik dan sesuai secara penuh. Realitanya, perkembangan pendidikan seringkali dipengaruhi oleh perkembangan politik kekuasaan, dan sudah menjadi kebiasaan yang melembaga ketika bergantinya kekuasaan, berganti pula sistem atau kebijakan dalam pendidikan, baik aturan, kurikulum maupun hal-hal lain yang berkaitan dengan pendidikan, sehingga proses belajar mengajar maupun hasil proses tersebut belum bisa menghasilkan sesuai dengan yang diharapkan dan yang dicita-citakan, serta tujuan pendidikan belum bisa dicapai secara maksimal. Bentuk pendidikan ditinjau dari berbagai perspektif dari para ahli, yaitu ahli hukum, ahli pendidikan, dan juga dilihat dari perspektif perundang-undangan di Indonesia. Diantara tokoh atau ahli hukum yang dibahas ialah Mokhtar Kusumaatmaja, Satjipto Rahardjo, dan Romli Atmasastmita. Sedangkan di antara tokoh atau ahli pendidikan yang dibahas ialah Imam Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, Ibnu Maskawaih, dan Ki Hajar Dewantara. Adapun Perundang-undangan yang dikaji dalam penelitian ini ialah Undang-undang Dasar Tahun 1945, Undang-undang Nomor 20 tahun 2003, serta Undang-undang Nomor 14 tahun 2005.
Etos Kerja dalam Perspektif As-Sunnah Muntoha Muntoha; Srifariyati Srifariyati
Madaniyah Vol 6 No 2 (2016): 6 (2) Edisi Agustus 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.893 KB)

Abstract

Al Qur'an dan Hadits merupakan sumber ajaran Islam di dalamnya terdapat ajaran untuk beramal dan bekerja keras yang dinashkan dalam kalimat amal as shalihat, dan dorongan bekerja yang terdapat dalam Al Qur'an dan Hadits. Etos kerja bermakna semangat kerja mencakup segala bentuk amalan atau pekerjaan yang mempunyai unsur kebaikan. Ciri utama etos kerja dalam Islam adalah terpenuhi empat syarat yaitu, mencari kekayaan dunia dengan cara halal, tidak meminta-minta, untuk mencukupi kebutuhan keluarga, dan belas kasih kepada tetangga. Dalam etos kerja terdapat etika yang patut dikhayati dan diamalkan, yaitu : Amanah, jujur, as-shalah, al-itqan, al-ihsan, al-mujahadah, tanafus dan ta'awun. Rasulullah saw menjadikan kerja sebagai aktualisasi keimanan dan ketakwaan. Bekerja adalah manifestasi amal saleh dan merupakan ibadah. maka ada dua syarat yang dapat dijadikan ukuran bekerja sebagai ibadah. Pertama, benar dari aspek niatnya. Kedua, benar dalam aspek pelaksanaan yaitu cara melaksakan pekerjaannya. Dalam Islam kerja adalah ukuran derajat, ukuran nilai seseorang. Oleh karena itu, bagi seorang muslim, hidup ini adalah kerja. Dia harus mengisi hidup ini dengan kerja yang baik "amal shalih". Masing-masing orang akan memperoleh derajat dengan apa yang dikerjakannya. dan Allah tidak lengah dari apa yang kita kerjakan. Ingatlah bahwa Allah tidak akan mengubah nasib manusia sebelum manusia mengubah apa yang ada pada dirinya. Maka bangsa Indonesia dan umat Islam khususnya tidak punya pilihan selain bekerja keras mengejar kemajuan dan meningkatkan kualitas sumber daya umat dan bangsa Indonesia.
Pergeseran Demokrasi Pancasila ke Demokrasi Liberal Muntoha Muntoha; Puji Dwi Darmoko
Madaniyah Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.951 KB)

Abstract

Orde baru berakhir ketika Presiden Suharto menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden BJ. Habibie di istana merdeka pada tanggal 21 Mei 1998, ditandai dengan lahirnya orde Reformasi sebagaimana para pakar atau masyarakat menyebut pola pemerintah pasca jatuhnya orde baru. Perjalanan reformasi terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia pada era Presiden BJ. Habibie menunjukan arah yang jelas dengan dilaksanakannya Pemilihan Umum pada tahun 1999 dengan berdasarkan pada Undang-undang Dasar 1945. Namun Pemilihan Presiden dan wakil Presiden yang dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat dilakukan bukan dengan musyawarah mufakat, sebagaimana dikehendaki oleh Demokrasi Pancasila yang mengacu pada asas kegotongroyongan dan kekeluargaan, ternyata proses yang ditempuh dalam pemilihan presiden dan wakil presiden era reformasi tidak menggunakan musyawarah untuk mencapai mufakat, tetapi menggunakan pemungutan suara atau voting , seperti yang digunakan dalam parlemen yang ada di negara yang menganut sistem Demokrasi Liberal. Ada kecenderungan baru dalam ketatanegaraan di Indonesia, walaupun sistem pemerintahan Indonesia presidensil, namun dalam prakteknya lebih banyak ke arah Pemerintahan Parlementer atau Demokrasi Liberal.
Implementasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Zubaidah Zubaidah
Madaniyah Vol 6 No 2 (2016): 6 (2) Edisi Agustus 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.501 KB)

Abstract

Keberhasilan pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan landasan bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya. Persoalan yang muncul 1) Bagaimanakah implementasi Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di TK 2) Bagaimanakah faktor pendukung dan penghambat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di TK Negeri ? Lokasi Penelitian di TK Negeri Pembina Pemalang menggunakan metode deskriptif kualitatif dan field research (penelitian lapangan) dengan teknik analisis model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Pelaksaanaan pendidikan karakter diantaranya berupa Tujuan Pendidikan Karakter sudah sesuai dengan misi maupun tujuan yang ingin dicapai yaitu membangun karakter anak yang berakhlak mulia, serta mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses pembelajaran berbasis pendidikan budaya dan karakter bangsa untuk membentuk pribadi anak agar dapat bertindak, berperilaku, memiliki sopan santun, moral dan kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 1 (2025): Edisi Januari 2025 Vol 14 No 2 (2024): Edisi Juli 2024 Vol 14 No 1 (2024): Edisi Januari 2024 Vol 13 No 2 (2023): Edisi Juli 2023 Vol 13 No 1 (2023): Edisi Januari 2023 Vol 12 No 2 (2022): Edisi Juli 2022 Vol 12 No 1 (2022): Edisi Januari 2022 Vol 11 No 2 (2021): Edisi Juli 2021 Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021 Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020 Vol 10 No 1 (2020): 10 (1) Edisi Januari 2020 Vol 9 No 2 (2019): 9 (2) Edisi Agustus 2019 Vol 9 No 1 (2019): 9 (1) Edisi Januari 2019 Vol 9, No 1 (2019): Madaniyah (Edisi Januari 2019) Vol 8 No 2 (2018): 8 (2) Edisi Agustus 2018 Vol 8 No 1 (2018): 8 (1) Edisi Januari 2018 Vol 8, No 2 (2018): Madaniyah (Edisi Agustus 2018) Vol 8, No 1 (2018): Madaniyah (Edisi Januari 2018) Vol 7 No 2 (2017): 7 (2) Edisi Agustus 2017 Vol 7 No 1 (2017): 7 (1) Edisi Januari 2017 Vol 7, No 2 (2017): Madaniyah (Edisi Agustus 2017) Vol 7, No 1 (2017): Madaniyah (Edisi Januari 2017) Vol 6 No 2 (2016): 6 (2) Edisi Agustus 2016 Vol 6 No 1 (2016): 6 (1) Edisi Januari 2016 Vol 6, No 2 (2016): Madaniyah (Edisi Agustus 2016) Vol 6, No 1 (2016): Madaniyah (Edisi Januari 2016) Vol 5 No 2 (2015): 5 (2) Edisi Agustus 2015 Vol 5 No 1 (2015): 5 (1) Edisi Januari 2015 Vol 5, No 2 (2015): Madaniyah (Edisi Agustus 2015) Vol 5, No 1 (2015): Madaniyah (Edisi Januari 2015) Vol 4 No 2 (2014): 4 (2) Edisi Agustus 2014 Vol 4 No 1 (2014): 4 (1) Edisi Januari 2014 Vol 4, No 2 (2014): Madaniyah (Edisi Agustus 2014) Vol 4, No 1 (2014): Madaniyah (Edisi Januari 2014) More Issue