cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Voering
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Analisis Komputasi Pengaruh Geometri Muka dan Kontrol Aktif Hisapan Terhadap Koefisien Hambatan Pada Reversed Ahmed Model Yunus Fa Bate
Jurnal Voering Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Voering - Juli 2018
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.939 KB) | DOI: 10.32531/jvoe.v3i1.91

Abstract

Disain bentuk kendaraan merupakan aspek yang sangat diperhatikan untuk mengoptimalkan engine power yang dihasilkan oleh kendaraan melalui proses pembakaran bahan bakar menjadi daya dorong, traksi dan stabilitas kendaraan pada saat bergerak dengan kecepatan tertentu.  Secara umum,  kendaraan yang bergerak  akan  mengalami hambatan aerodinamika yang diakibatkan oleh aliran fluida yang bersentuhan secara langsung dengan bodikendaraan. Hambatan aerodinamika yang besar disebabkan oleh  adanya penurunan tekanan dan separasi aliran yang terjadi di bagian belakang kendaraan.Metode teknik kontrol aktif hisapan memberikan suatu prospek yang sangat baik untuk mengontrol terjadinya separasi aliran yang memberikan efek positif terhadap pengurangan hambatan aerodinamika pada kendaraan otomotif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh geometri muka dan penggunaan kontrol aktif hisapanterhadap koefisien hambatan pada  reversed Ahmed modeldengan variasi sudut kemiringan pada bagian depan (f).Reversed Ahmed modelmerupakan model uji yang digunakan pada penelitian ini dengan variasi sudut kemiringan pada bagian depan (f) yaitu 25o, 30o, dan 35o. Penelitian dilakukan dengan pendekatan komputasi menggunakan model turbulensik-epsilon standard. Kecepatan upstream dan suction yang digunakan adalah masing-masing 13.9 m/s dan 0.5 m/s. Hasil penelitian yang diperoleh mengindikasikan bahwa geometri muka dan penggunaan kontrol aktif hisapanpada reversed Ahmed model memberikan pengaruh yang signifikan terhadap koefisien hambatan.Pengurangan koefisien hambatan terbesar terjadi dengan sudut kemiringan pada bagian depan (f)=25o yaitu 14.09%.
ANALISIS DAYA YANG DIHASILKAN OLEH SEL FOTOVOLTAIK 20 WP MARKUS SAMPE BANNE; MUHAMAD MARZUKI
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.214

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui besar daya yang dihasilkan oleh panel sel surya (sel Fotovoltaik) 20 WP. Untuk mengetahui besar daya yang dihasilkan maka dilakukan penentuan sudut panel surya (sel fotovoltaik) yaitu 10° (menghadap utara) dan melakukan pengukuran tegangan dan kuat arus listrik yang dihasilkan oleh fotovoltaik menggunakan alat AVO meter. Penelitian ini menggunakan modul Sel Fotovoltaik di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Kristen Papua di Sorong dan dilakukan selama 5 hari yaitu tanggal 27-31 Agustus 2018 pada pukul 09.00 WIT - 15.00 WIT. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa daya terbesar yang dihasilkan pada pukul 12.00 WIT – 13.00 WIT. Sedangkan dari 5 hari penelitian daya terbesar dihasilkan pada tanggal 27 Agustus 2018 pada pukul 12.00-13.00 WIT sebesar 24,08 Watt dengan suhu 48,7°C, tegangan keluaran 19,2 Volt dan arus listrik keluaran 1,25 Ampere. Dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa suhu/temperatur sangat mempengaruhi nilai perhitungan daya yang dihasilkan, semakin tinggi suhu permukaan fotovoltaik maka semakin tinggi pula daya yang dihasilkan.
ANALISIS UKURAN SABUK UNTUK TURBIN CROSS FLOW PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) 30 KVA MARLON HETHARIA; YOLANDA J. LEWERISSA; ROY MATAPERE
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.215

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ukuran sabuk dan puli dari sistem transmisi energi mekanik PLTMH untuk ukuran generator yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen untuk mengetahui data putaran poros turbin untuk generator 30 kVA dan jarak sumbu poros dari turbin ke generator. Kemudian ukuran sabuk yang akan digunakan dianalisisi secara teoritis. Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa untuk mentransmisikan daya dari turbin ke generator melalui putaran poros turbin, poros generator, puli turbin dan puli generator dengan daya 30 kVA menggunakan sistem transmisi sabuk dengan pemilihan sabuk-V tipe B; No : 97 dengan panjang keliling L = 2.464 mm dan kecepatan 11 m/s untuk ukuran poros turbin 50 mm, poros generator 41 mm, ukuran puli turbin 275,5 mm, puli generator 145 mm, jarak sumbu poros 900 mm, putaran poros turbin 786 rpm dan putaran poros generator 1500 rpm.
RANCANG BANGUN TURBIN ANGIN SUMBU HORIZONTAL SEDERHANA DENGAN PANJANG SUDU 1 METER Sigit Hernowo
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.216

Abstract

Pembangkit listrik tenaga angin merupakan salah satu jenis pemanfaatan energi terbarukan yang pengembangannya mulai digalakkan lagi seiring dengan keterbatasan bahan bakar fosil. Jenis pembangkit ini sesuai jika digunakan pada skala kecil untuk memenuhi kebutuhan energi di pemukiman-pemukiman terpencil yang jauh dari akses listrik konvensional, terutama pada desa-desa pantai yang memiliki potensi angin memadai. Salah satu jenis turbin angin adalah turbin angin sumbu horizontal. Perancangan turbin angin sumbu horizontal dengan 3 sudu dilakukan dengan memperhatikan aspek-aspek pembebanan dan pemilihan material. Kontruksi dilengkapi dengan menara dan disambungkan ke generator. Pengujian dengan pengoperasian pada kecepatan angin 3, 3,5, 4, 4,5, 5, 5,5, dan 6 m/s. Analisis dilakukan untuk mengetahui daya total, daya maksimal, dan daya aktual yang dihasilkan.
KAJIAN PERSAMAAN TERMODINAMIKA DARI SONG DAN MASON PADA ARGON DIBANDINGKAN DENGAN PERSAMAAN TERMODINAMIKA GAS IDEAL, BEATTIE-BRIDGEMAN DAN VAN DER WAALS YOLANDA J. LEWERISSA
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.217

Abstract

Analisis ini dilakukan untuk mengkaji secara teoritis besaran termodinamika P-V-T dari persamaan keadaan menurut Song dan Mason pada zat Argon dibandingkan dengan tiga persamaan keadaan yang sudah lazim digunakan yaitu persamaan gas ideal, persamaan Beattie Bridgeman dan persamaan Van der Waals. Kajian dilakukan secara teoritis dengan cara melakukan perhitungan untuk mendapatkan nilai P-V-T untuk masing-masing persamaan dengan terlebih dahulu mengasumsi besaran-besaran yang diketahui. Hasil perhitungan memperlihatkan hasil yang mendekati kesamaan, hal ini menunjukkan bahwa persamaan keadaan analitis Song dan Mason untuk Molekul Cairan Convex Argon memiliki hubungan yang sama dengan ketiga persamaan keadaan lainnya dalam Termodinamika yang sudah lazim digunakan yaitu persamaan gas ideal, persamaan keadaan Beattie-Bridgeman dan persamaan keadaan Van der Waals. Namun persamaan tersebut tidak dapat digunakan untuk menentukan besaran volume, karena persamaannya tidak menunjukkan adanya besaran volume. Persamaan inipun hanya dapat digunakan untuk gas yang memiliki nilai-nilai konstanta sesuai jenis gas dalam penggunaannya
ANALISA NILAI KOMPLEKSITAS PERAKITAN YANG DIPENGARUHI OLEH URUTAN KOMPONEN Nelce D. Muskita
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.218

Abstract

Tujuan dari Design for Assembly (DFA) adalah melakukan sebuah pengembangan terhadap elemen-elemen yang mempengaruhi proses perakitan (assembly) sehingga waktu perakitan menjadi singkat atau berkurang. Guna mengurangi atau mengefisienkan waktu perakitan, disamping material yang digunakan oleh setiap komponen urutan komponen ketika proses handling maupun insertion sangat berpengaruh terhadap besarnya pembentukan sudut alfa (α) dan beta (β). Dimana kedua unsur tersebut merupakan landasan atau acuan untuk menentukan alokasi waktu dari setiap komponen pada saat proses perakitan. Dalam melakukan proses perhitungan terlebih dahulu dilakukan identifikasi jumlah komponen (N) dan keragaman dari komponen (n) dari sebuah produk yang akan dirakit. Prosedur yang kedua adalah melakukan identifikasi kemungkinan atau peluang urutan komponen dari sebuah produk pada saat proses perakitan. Prosedur yang ketiga adalah menentukan aspek-aspek yang sangat mempengaruhi urutan komponen pada saat proses handling, insertion maupun fastening. Adapun aspek yang mempengaruhi proses handling (Ch) antara lain; shape, geometry, thickness, symmetry, size. Sementara aspek yang mempengaruhi proses insertion (Ci) adalah; holding down, alignment, insertion resistance, accessibility and vision, mechanical fastening processes, non-mechanical fastening processes, non-fastening processes. Selanjutnya dapatlah dihitung indeks kompleksitas (tingkat kesulitan) dari produk yang akan dirakit (CIproduk) dari hasil tersebut dapat dihitung kompleksitas proses perakitan (Cproses assembly) dari setiap kemungkinan yang ada. Nilai indeks kompleksitas dan kompleksitas proses assembly yang diperoleh selanjutnya diranking berdasarkan nilai yang terkecil, dengan asumsi bahwa semakin kecil nilai kompleksitas proses perakitan maka proses perakitan akan relatif mudah dan waktu perakitan akan menjadi singkat.
ANALISIS PENGARUH VARIASI BUSI TERHADAP GAS BUANG Surianto Buyung
Jurnal Voering Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Voering - Juli 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i1.219

Abstract

This research was conducted to determine the effect of variations in spark plugs on exhaust gas and fuel consumption or on a 4 stroke gasoline motorbike. To find out the effect, the calculation of the value of fuel consumption (FC) and the rate of air flow (mu) is calculated, whereas the value of the air fuel ratio is obtained by using a Gas Emission Analyzer. And also the research was carried out using 3 types of spark plugs namely RESING, NGK, DENSO spark plugs. in the condition of 4 rotation variations in each spark plug that is 1400 rpm, 1600 rpm, 1800 rpm and 2000 rpm and the fuel used is only one type, namely premium (gasoline).From the results of the research that in the Resing spark plug, ngk, denso with 1400 rpm rotation AFR value is 13.80. 10.90. 10.10. Fuel volume (m³) 0.00003, usage time (seconds) 364, fuel consumption (FC) 0.222527473, and kg / hour air flow rate 0.789972527. 1,951565934. 2,205247253, and carbon monoxide (CO) 3,55. 8.77. 9.91%. At 1600 rpm the AFR value is 13.00. 10.80. 9.97, fuel volume (m³) 0.00003, usage time (seconds) 366, fuel consumption (FC) 0.221311475, and kg / hour air flow rate 1.117622951. 2,031639344. 2,20647541, and carbon monoxide (CO) 5,00. 9.18. 9.97%. At 1800 rpm the AF value is 12.30. 10.60. 10.10, fuel volume (m³) 0.00003, usage time (seconds) 331, fuel consumption (FC) 0.244712991, and kg / hour air flow rate 1,62489426. 2,346797583. 2,43978852, and carbon monoxide 6,64. 9.59. 9.97%. And at 2000 rpm the AFR value is 11.51. 10.50. 10.10, fuel volume (m³) 0.00003, usage time (seconds) 257, fuel consumption (FC) 0.315175097, and kg / hour air flow rate 2.581284047. 3,151750973. 3,1517550973, and carbon monoxide (CO) 8,19. 10.10. 10.10%.
DESAIN DAN PEMBUATAN ALAT PRESS SANTAN KELAPA HENDRIK PILIP LAIM; YOLANDA J. LEWERISSA
Jurnal Voering Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Voering - Desember 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i2.301

Abstract

Alat press santan kelapa yang tanpa menggunakan bahan bakar ataupun tenaga listrik yang khususnya di peruntukan pada daerah-daerah terpencil bisa dapat membantu meringankan ataupun mempersingkat pekerjaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses desain dan pembuatan alat press santan kelapa. Hasil dari desain dan pembuatan alat press santan kelapa ini setelah selesai maka dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah alat sudah sesuai dengan yang direncanakan serta diharapkan atau tidak. Pengujian alat dilakukan dengan cara mengepress kelapa parut yang dicampur air, kelapa dapat dipress dengan baik dan menghasilkan santan. Jadi dapat disimpulkan alat dapat berfungsi dengan baik. Adapun alat press santan kelapa yang di desain dan dibuat ini memiliki keterbatasan diantaranya, panci yang digunakan dan pressure gauge.
ANALISIS PENGARUH BEBAN TERHADAP TINGKAT KEAUSAN BAN SEPEDA MOTOR PADA JALAN RIGIT/BETON ORLIN SESA; SURIANTO BUYUNG
Jurnal Voering Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Voering - Desember 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i2.302

Abstract

Ban merupakan bagian motor yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Pemilihan ban yang benar, sangat menentukan keselamatan pengendara dari bahaya slide pada jalan-jalan tertentu, dapat menurukan biaya operasional kendaraan, performance meningkat dan maintenance mudah. Informasi lengkap mengenai ban dapat dilihat di handbook yang dikeluarkan oleh pihak ban. Dalam penelitian penulis bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban terhadap tingkat keausan. Ban yg di uji Ban Irc 80/90-17 M/C 38p, ban Dunlop 80/90-17 M/C 44p dan ban Fdr 80/90-17 M/C 48p saat melakukan perjalanan, mencegah kerusakan atau ausnya ban saat pemakaian dan memberikan kemudahan untuk mengerti distribusi berat kendaraan. Pada pembanding Kecepatan 3.000 rpm dengan beban Muatan total 130 Kg, 140 Kg dan 150 Kg, dengan waktu 2 jam setiap muatan dengan pengujian diatas Tire Tread. Bahwa untuk ban Donlop di dapatkan data pada pengujian beban 130.000gram didapatkan penurunan berat ban sebesar 6,1 gr pada pengujian 140.000 gr penurunan berat ban sebesar 8,2 dan pada pengujian 150.000 gr penurunan berat ban sebesar 10,1. Sedangkan ban Irc di dapatkan data pada pengujian beban 130.000gram didapatkan penurunan berat ban sebesar 2,1 gr pada pengujian 140.000 gr penurunan berat ban sebesar 4,2 dan pada pengujian 150.000 gr penurunan berat ban sebesar 6,1. Begitupun ban Fdr di dapatkan data pada pengujian beban 130.000gram didapatkan penurunan berat ban sebesar 3,3 gr pada pengujian 140.000 gr penurunan berat ban sebesar 5,4 dan pada pengujian 150.000 gr penurunan berat ban sebesar 7,1. Maka dapat disimpulkan bahwa ban yg paling baik digunakan adalah Ban IRC karena tingkat keausannya sangat kecil. Ban yang tingkat keausan paling tinggi adalah Dunlop.
ANALISIS SISTEM KEMUDI PADA ALAT PENGGEMBUR TANAH SURIYONO SURIYONO; MARKUS SAMPE BANNE
Jurnal Voering Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Voering - Desember 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i2.303

Abstract

All Terrain Vehicle (ATV) adalah sebuah kendaraan dengan penggerak mesin menggunakan motor bakar, mengunakan pula rangka khusus yang dirancang sedemikian rupa untuk dapat melintas di segala medan. ATV merupakan perpaduan antara motor roda dua dan mobil yang keduanya memiliki kelebihan masing-masing pada saat melintas di medan sulit. Pada mulanya ATV hanya digunakan oleh para pemilik perkebunan untuk alat transportasi mereka, tapi seiring dengan perkembangan jaman ATV dapat digunakan untuk banyak kegiatan di dunia otomotif seperti balap, motor penjelajah alam, kendaraan operasional tim SAR atau di Indonesia banyak disewakan untuk kegiatan lintas alam ditempat wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sudut belokan yang maksimalkan alat penggembur tanah saat di bebani. Dari analisa serta pengujian yang dilakukan maka grafik efektif belok (kanan dan kiri) terlihat sudut efektif akan semakin membesar dimana kecepatan (rpm) yang semakin rendah. Pembesaran sudut efektif yang lebih besar terjadi pada kecepatan 1000 rpm dengan sudut 380 dan sudut efektif yang lebih kecil terjadi pada kecepatan 5000 rpm dengan sudut 340.