cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Voering
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
ANALISIS PENGARUH VARIASI SUHU UDARA MASUK DAN PUTARAN MOTOR TERHADAP DURASI PENYEMPROTAN BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR MATIC 4 TAK LERRYCK, ABRAHAM ANGKI; BUYUNG, SURIANTO; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.484

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang dengan cepat, salah satunya pada dunia permesinan. Penggunaan karburator kini mulai digantikan oleh sistem injeksi bahan bakar karena lebih mudah dan menghemat pengguna bahan bakar serta menekan angka polusi udara melalui gas buangan kendaraan yang tinggi. Injeksi bahan bakar atau EFI (Electronic Fuel Injection) adalah sistem injeksi bahan bakar yang dikontrol secara elektronik. Injeksi ini dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam porporsi dan keseragaman. Pada pengujian pengaruh variasi suhu terhadap durasi penyemprotan didapatkan bahwa semakin tinggi dan rendah suhu udara masuk maka konsumsi bahan bakar akan mengalami peningkatan konsumsi bahan bakar. Sedangkan pada pengujian pengaruh variasi putaran mesin terhadap durasi penyemprotan bahan bakar rata- rata durasi penyemprotan memiliki hasil 2.0 ms sampai 3.5 ms, dari putaran mesin 1600 sampai 4000 rpm sehigga semakin tinggi putaran mesin maka durasi penyemprotan akan semakin cepat, dan konsumsi bahan bakar akan meningkat.
PENGARUH VARIASI LUBANG MASUK CETAKKAN TERHADAP HASIL CETAKKAN JIG ATAU UMPAN PANCING PARIRI, MARCEL F.; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.485

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh variasi lubang masuk cetakan terhadap hasil cetakan..Untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya maka dilakukan beberapa uji coba dan penelitian terhadap cetakan umpan pancing. Proses pembuatan cetakan dan hasil cetakan adalah tipe cavity, atau cacat pengecoran.yang dibuat di Kota Sorong provinsi Papua Barat. Setelah dilakukan uji coba maka peneliti dapat menarik kesimpulan jika suhu dan posisi penuangan sangat mempengaruhi hasil cetakan. Hasil cetak dengan suhu 500˚C terdapat cacat pengecoran ekor tikus,kekasaran, dan cacat permukaan. Pada suhu 600˚C terdapat cacat ekor tikus, dan kekasaran meluas, dan 700˚C terdapat cacat pengecoran lubang jarum.
PENGARUH BENTUK BENDA UJI TERHADAP POLA ALIRAN ANGIN DI RUANG UJI WIND TUNNEL NIULAI, JAINAL; MUSTIKA, NELCE D.
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.486

Abstract

Terowongan angin adalah alat uji yang bebentuk seperti sebuah sirkuit dengan memiliki motor penggerak dibagian belakang yang bertugas untuk menggerakan udara untuk masuk kedalam sistem, udara digerakan masuk melalui intake melewati screen dan honeycomb setelah itu masuk kedalam ruang uji yang diisi dengan benda uji berbagai bentuk. Variasi bentuk benda uji mengakibatkan terjadinya variasi pola aliran angin. Penelitian ini membahas tentang pengaruh variasi benda uji kubus, bola, silindris, pyramid dan mobil sedan terhadap pola aliran angin di ruang uji menggunakan metode studi pustaka,analisa visual, dan pengukuran ruang uji, Dari pengujian tersebut pola aliran yang terjadi pada tiap bentuk benda sangat berpengaruh terhadap pembelahan udara yang melewati benda uji tersebut. Mengetahui jenis pola aliran dibutuhkan persamaan gaya gerak fluida pada suatu ruangan, dengan membandingkan mekanika fluida. Proses visualisasi aliran dengan menggunakan media asap, pengaturan kecepatan laju aliran angin berkisar di antara 3,4 m/s demi mendukung proses pengujian yang terarah secara visualisasi pola aliran dan juga perbandingan mekanika fluida. Pola aliran yang berada didalam ruang uji di pengaruhi oleh bentuk benda uji, sesuai dengan teori mekanika fluida dimana, aliran angin yang berinteraksi dengan benda uji yang memiliki beberapa bentukan membuat aliran angin menjadi bergerak dan membentuk pola-pola yang beragam.
ANALISIS EFISIENSI THERMAL MESIN DIESEL MENGGUNAKAN CYCLEPAD LEWERISSA, YOLANDA J.; HETHARIA, MARLON
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.584

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui besar efisiensi thermal mesin diesel. Untuk mengetahui besar efisiensi thermal mesin diesel dengan menggunakan cyclepad. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data praktis. Data pertama adalah data spesifikasi mesin Diesel tipe Volvo Penta D9-MH yang akan digunakan dalam perhitungan dengan menggunakan software cyclepad. Untuk memulai perhitungan diperlukan juga parameter awal yaitu proses setiap Langkah, Temperatur Awal (T), Tekanan Awal P (Tekanan Atmosfir), massa udara, nilai kalor bahan bakar dan nilai perbandingan udara dan bahan bakar. Dari hasil penelitian menggunakan sofware cyclepad yaitu efisiensi termal untuk mesin diesel tipe Volvo Penta D9-MH diperoleh sebesar 58,43%. Sedangkan efisiensi mekanis mesin sebesar 91,80%, Temperatur maksimum sebesar 3385 °C, Temperatur minimum sebesar 27 °C, Tekanan Efektif Rata-rata sebesar 1907 kPa, Tekanan maksimum sebesar 6722 kPa, Tekanan minimum sebesar 100 kPa, kalor masuk sebesar 42,17 kJ, kalor buang sebesar 17,53 kJ, kerja masuk sebesar 7,91 kJ dan kerja keluar 32,55 kJ.
RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN PROTOTIPE MESIN STIRLING TIPE ALPHA EUREPLEY, MUHAMMAD SAING; HERNOWO, SIGIT; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.585

Abstract

Krisis energi telah menjadikan mesin Stirling salah satu pilihan lagi, karena fleksibel terhadap bahan bakar. Mesin Stirling dapat memanfaatkan panas dari berbagai bahan bakar, termasuk biomassa, biogas, dan energi surya. Langkah pertama dalam membangun prototipe mesin Stirling adalah melakukan perhitungan berdasarkan teori Schmidt. Dari hasil perhitungan didapatkan Temperatur panas sebesar 245 °C atau 519 K, temperatur dingin sebesar 44 °C atau 317 K, sudut antara silinder panas dan dingin sebesar 90°, diameter piston ekspansi sebesar 15 mm, Panjang langkah piston ekspansi sebesar 20,06 mm, diameter piston kompresi sebesar 13 mm, Panjang langkah piston kompresi sebesar 20,06 mm, volume sisa pada piston kompresi sebesar dan volume sisa pada piston ekspansi sebesar Hasil dari pembuatan prototipe mesin Stirling dan dilakukan pengujian, mesin Stirling mampu berputar maksimal 250 rpm tanpa beban. Mesin mampu berputar selama sumber panas yang di berikan pada silinder sisi panas masih menyala. Hasil pengujian mesin dapat berputar selama 5 menit.
ANALISIS DAYA PADA KOMPRESOR RECIPROCATING 3K-O1-B TPYE P 116H 280csh DI PERTAMINA UNIT VI KASIM PASAU, MUHAMAD YUSUF IRIANDI; HETHARIA, MARLON
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.586

Abstract

Kompresor reciprocating 3K-01-B adalah mesin mekanik yang menghasilkan gas bertekanan dengan cara memampatkan. PT. Pertamina Unit VI Kasim memiliki 2 buah kompresor gas jenis reciprocating yang bekerja secara bergantian di bagian CRU. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan data awal yang diambil dari data kerja kompresor. Metode yang digunakan observasi yaitu metode yang dilakukan dengan cara melakukan wawancara di PT.Pertamina RU VII Kasim tujuannya untuk mendapatkan data yang akan digunakan untuk penulisan skripsi (tugas akhir). Data spesifikasi kompresor reciprocating 3K-01-B untuk menghitung daya kompresor. Kompresor reciprocating 3K-01-B berperan penting dalam catalyti reforming unit (CRU) yang mana berfungsi mengkompresikan gas hidrogen dari tekanan 16,85 kg/cm² menjadi 24,5 kg/cm², yang kemudian di injeksikan ke sistem CRU untuk membantu reaksi katalis di reaktor. Dari perhitungan daya pada kompresor yang dihasilkan 299,127 KW bila dibandingkan dengan data operasi awal, kompresor reciprocating 3K-01-B beroperasi dengan daya yang lebih kecil dari desain.
PEMBUATAN DAN ANALISIS ALAT MANUAL BALANCING PROPELLER HUSAIN, KARMAN; GUFRAN, MUHAMMAD
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.587

Abstract

Perbaikan dan perawatan propeller sangat penting dilakukan, karena kondisi propeller yang kurang baik akan mempengaruhi kondisi mesin penggeraknya. Daun pada propeller yang cacat (retak) dapat diperbaiki dengan cara proses pengelasan pada daerah yang retak. Setelah dilakukan proses pengelasan dengan sendirinya akan mempengaruhi keseimbangan dari daun propeller. alat manual balancing propeller bertujuan agar dapat menemukan solusi untuk dapat mempermudah dalam proses menyeimbangkan daun propeller. Spesifikasi alat manual balancing propeller adalah besi leter U (488mm x 65mm x 50), besi siku (300mm x 68mm), plate 6 mm (400mm x 300mm), bahan poros 2,5” yang dibubut 4 buah, dan bahan poros 4” yang dibubut sebagai dudukan propeller. Diameter poros yang dipakai 22,5 mm dan dinyatakan lurus. dan bantalan poros bantalan gelinding No. 6204. Kelebihan Alat Manual Balancing Propeller adalah membantu dan mempermudah dalam proses pemeriksaan keseimbangan dari bilah atau daun propeller yang satu dengan yang lain pada sebuah propeller, proses pembuatan tidak rumit dan sangat praktis, proses penggunaan alat manual balancing propeller sangat mudah dan alat tersebut tidak mudah rusak. Kekurangan Alat Manual balancing Propeller adalah hasil dari proses pemeriksaan keseimbangan propeller tidak 100 %, karena pemeriksaannya hanya dengan kasat mata dan Propeller yang dapat dilakukan pemeriksaan pada alat manual balancing propeller tersebut ukurannya terbatas, karena untuk pemeriksaan propeller yang berukuran besar harus disesuaikan dengan ukuran dari alat tersebut.
RANCANG BANGUN FAN PADA TEROWONGAN ANGIN INANGKAL, MUH. FAJRAH; BUYUNG, SURIANTO; BANNE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.589

Abstract

Terowongan angin merupakan suatu alat yang akan dipergunakan dalam suatu pengujian ilmiah untuk mengukur beban angin yang terdapat benda yang di uji pada terowongan angin. Prinsip utama cara kerja terowongan angin yaitu dengan meletakan suatu prototype benda yang akan di uji pada ruang test yang berada pada alat terowongan angin udara yang bergerak dari kontraksi kone masuk yang mengarah ke ruang uji dengan kecepatan laju udara yang teratur sehingga udara tersebut menabrak pada sisi-sisi benda yang akan di uji sehingga membentuk pola aliran yang variatif. Rancang bangun fan pada terowongan angin di tentukan oleh beberapa dasar demi mendukung kinerja kipas yang baik yaitu penentuan jumlah bilah/sudu kipas, dimensi/diameter kipas, serta bahan yang akan dipakai dalam pembuatan kipas. Proses pembuatan kipas pada alat terowongan angin dimana dilakukan secara bertahap sesuai dengan bahan yang di pakai untuk pembuatan fan/kipas, pada tahapan perancangan fan/kipas dipertimbangkan juga dengan perhitungan-perhitungan yang mendasar sehingga menghasilkan fan/kipas yang sesuai dengan kebutuhan pengujian. Konsep perancangan ini bertumpu pada grafik hubungan antara kecepatan laju udara dengan putaran kipas yang berasal dari motor listrik.
ANALISA PENGARUH PUTARAN MESIN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA FIZ R 110 BANE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.809

Abstract

Kendaraan bermotor seperti mobil dan motor sering di gunakan sebagai trasportasi maupun alat bantu dalam bekerja. Sepeda motor merupakan kendaraan yang paling umum dan praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kenyamanan suatu kendaraan tergantung pada perawatan serta pengecekan terhadap bagian-bagian kendaraan tersebut terutama komponen utama yaitu mesin. Mesin pada sepeda motor ada dua jenis yaitu, jenis 2 (dua) langkah dan jenis 4 (empat) langkah. pada 2 (dua) langkah, dalam satu kali putaran poros engkol (crankshaft) terjadi satu kali proses pembakaran dan setiap putaran pada suatu mesin terjadi karena adanya proses pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar atau cylinder block. Poses pembakaran pada ruang bakar akan menggerakan piston maju mundur, pergerakan piston itu diteruskan oleh poros engkol atau crankshaft dan diteruskan ke transmisi lewat fly wheel, sehingga tiap putaran pada mesin sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Semakin cepat putaran mesin semakin banyak bahan bakar yang di konsumsi, semakin tinggi putaran mesin semakin banyak pula bahan bakar yang dikonsumsi. Pada putaran rendah 1100 rpm posisi transmisi/gear normal lebih banyak mengkonsumsi bagan bakar dibandingkan Gigi 1 dan Gigi 2 dan pada putaran tinggi 2500 rpm posisi transmisi/gear Gigi 1 lebih banyak mengkonsumsi bahan bakar di bandingkan dengan posisi transmisi/gear Normal dan Gigi 2. Pada ketiga posisi transmisi/gear ini yang mengkonsumsi bahan bakar lebih banayak untuk putaran rendah, sedang dan tinggi adalah posisi transmisi/gear Gigi 1. Tinggi dan rendahnya putaran mesin sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar
ANALISA KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR TYPE MATIC YAMAHA MIO MUSKITA, NELCE D.
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.810

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar atau fuel comsumtioan dan untuk mengetahui pengaruh putaran mesin terhadap perbandingan udara bahan bakar (air fuel ratio). Untuk mengetahui pengaruh tersebut maka dilakukan perhitungan nilai konsumsi bahan bakar (FC) dan laju aliran udara (mu), sendangkan nilai perbandingan udara bahan bakar diperoleh dengan menggunakan alat pengujian Gas Emission Ana lyzer (Emisi Gas Buang). Dan juga penelitian dilakukan pada kondisi 4 variasi putaran yaitu 1100 rpm,1400 rpm, 1700 rpm dan 2000 rpm serta bahan bakar yang digunakan hanya satu jenis yaitu premium (bensin). Dari hasil penelitian bahwa pada putaran 1100 rpm nilai AFR 23,2, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 390, pemakaian bahan bakar (FC) 0,207692308, dan laju aliran udara kg/jam 4,818461538. Pada putaran 1400 rpm nilai AFR 19,5, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 340, pemakaian bahan bakar (FC) 0,238235294, dan laju aliran udara kg/jam 4,645588235. Pada putaran 1700 rpm nilai AFR 19,4, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 273, pemakaian bahan bakar (FC) 0,296703297, dan laju aliran udara kg/jam 5,756043956. Dan pada putaran 2000 rpm nilai AFR 19,4, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 205, pemakaian bahan bakar (FC) 0,395121951, dan laju aliran udara kg/jam 7,665365854. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka semakin besar putaran mesin semakin besar nilai konsumsi bahan bakar dan semakin besar putaran mesin maka nilai perbandingan udara bahan bakar semakin ideal.