cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Voering
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR GOKARD DENGAN PENGERAK MOTOR 4 TAK 160 CC BERDASARKAN VARIASI BEBAN STEVENLY M. RANTUNG; SURIANTO BUYUNG
Jurnal Voering Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Voering - Desember 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i2.304

Abstract

Gokart adalah kendaraan roda empat atap terbuka sederhana dan kecil untuk olahraga motor. Kecepatan gokart sangat bervariasi dan beberapa (disebut Superkart) dapat mencapai kecepatan melebihi 260 km/jam. Tujuan dalam menganalisa konsumsi bahan bakar gokard dengan pengerak motor 4 tak 160 cc berdasarkan variasi beban untuk mengetahui konsumsi bahan bakar berdasarkan beban berat gokard dan pengendara. Konsumsi bahan bakar (Fc) menunjukkan jumlah pemakaian bahan bakar yang dihitung dengan mengukur jarak yang di tempuh oleh mesin untuk menghabiskan sejumlah bahan bakar yang terdapat pada gelas ukur. Dari hasil pengujian dan pengukuran didapat komsumsi bahan bakar dengan beban 1 orang 80 kg jumlah bahan bakar 180ml dapat menempuh jarak 5.34 1 km dengan waktu tempuh 8,11 menit, dan pada beban 2 orang 160 kg dengan jumblah bahan bakar 180 ml dapat menempuh jarak 4.43 7 km dengan waktu tempuh 7,53 menit.
ANALISIS KINERJA MESIN PADA HILUX TOYOTA TIPE 2 KD-FTV – TURBO + INTERCOOLER SYAINAL LOTANG; MARLON HETHARIA
Jurnal Voering Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Voering - Desember 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i2.305

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data awal yang diambil dari data kerja mesin . Data spesifikasi mesin Mobil Hilux Toyota Mesin Tipe 2 KD-FTV -Turbo intercooler untuk mengitung kinerja mesin. Sedangkan untuk menganalisis cara kerja Turbocharger dengan menggunakan alat G.T.S untuk mengecek udara yang masuk melalui MAF sensor diteruskan ke Turbo – Intercooler – Trotel body – Ruang Bakar (angin). Dari perhitungan kinerja kerja pada mobil Mobil Hilux Toyota Mesin 2 KD-FTV - Turbo intercooler, dimana kalor masuk (Qin) yang dihasilkan sebesar 2,244 kJ dan kalor keluar (Qout) sebesar 0,9939 kJ sehingga kerja netto (Wnet) yang dihasilkan dalam satu siklus sebesar 1,2497 kJ. Dengan demikian efisiensi termal (ηth) yang dihasilkan sebesar 55.699 %. Daya yang dihasilkan pada poros output mesin atau daya efektif (Wb) yang sering disebut sebagai daya rem (brake power) adalah 100,522 kW. Daya indikator (Wi) sebagai daya yang dihasilkan dalam silinder motor sehingga merupakan basis perhitungan atau penentuan efisiensi pembakaran atau besarnya laju panas akibat pembakaran di dalam silinder adalah 116,634 kW. Efisiensi termal yang merupakan indikasi sesungguhnya dari konversi input termodinamika menjadi kerja mekanis adalah 55.699 %. Efisiensi mekanis yang merupakan perbandingan antara (Wb) dengan daya indikator (Wi) pada mobil Toyota Hilux mesin diesel type 2KD-FTV VN Turbo ini adalah 86,186 %. Untuk pemakain atau konsumsi bahan bakar spesifik sebesar sebesar 1969,721 gr/kW.h.
PENGARUH PERUBAHAN DERAJAT PENGAPIAN TERHADAP EMISI GAS BUANG MOTOR BENSIN BERBAHAN BAKAR BIOETHANOL THOMAS KBAREK; HELEN RIUPASSA
Jurnal Voering Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Voering - Desember 2020
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v5i2.306

Abstract

Jika dilihat dari karakterisitk fisika dan kimia, maka campuran bahan bakar bioethanol dan bensin memiliki peluang yang besar untuk digunakan sebagai bahan bakar. Campuran bahan bakar ini diharapkan dapat mereduksi terjadinya polusi udara yang dihasilkan oleh bensin. Penelitian ini membahas tentang pengaruh dari variasi derajat pengapian terhadap efisiensi thermal, konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang (CO dan HC) motor bensin. Penelitian menggunakan mesin 125 cc Honda CB SI dan dilakukan pada kondisi setengan bukaan katup dengan variasi derajat pengapian dari 9o, 12o, 15o BTDC. Penelitian menunjukkan bahwa waktu pengapian optimal bensin adalah pada 9o BTDC dan BE50 pada 12o BTDC. Kinerja mesin berbahan bakar BE50 pada waktu pengapian optimal dibandingkan dengan bahan bakar bensin pada kondisi optimalnya menghasilkan SFC 4,06%, ηth 5,61%, EC turun 22,84%, CO turun 60,65%, HC turun 36,29%.
ANALISIS PEMAKAIAN BAHAN BAKAR DIESEL AKIBAT PENGARUH OVERSIZE MESIN MITSUBISHI 6D16-OA PADA KAPAL SPOB LATJINTA MARLON HETHARIA; YOLANDA J. LEWERISSA; VALERIAN VALESKA
Jurnal Voering Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Voering - Juli 2019
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v4i1.327

Abstract

Sistem penggerak kapal terbagi menjadi tiga sistem, yang merupakan sistem paling utama dalam penggerak kapal, yaitu mesin penggerak utama (main engine), sistem transmisi dan alat gerak (propulsor). Sistem transmisi dalam kapal berfungsi untuk menyambungkan gerakan dari mesin penggerak utama (main engine) ke alat gerak kapal (propulsor). Mesin diesel masih menjadi pilihan utama. Mesin diesel Mitsubishi adalah salah satu mesin diesel 4 tak 6 silinder dengan daya 185 HP yang digunakan oleh kapal spob latjinta sebagai mesin penggerak utamanya. Kapal SPOB LATJINTA adalah sebuah kapal milik PT. Klasaman Permai yang mana berfungsi sebagai kapal suplai bahan bakar ke daerah-daerah terpencil di kawasan Papua Barat. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah observasi lapangan untuk memperoleh data primer, dan didukung dengan data sekunder yang diperoleh dari wawancara. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa perhitungan pemakaian bahan bakar (B) diperoleh pemakaian bahan bakar pada mesin Mitsubishi 6D16 adalah sebesar 42.262 kg/jam.
ANALISIS PERBANDINGAN KEKASARAN PERMUKAAN HASIL ANTARA PAHAT HSS DAN PAHAT CARBIDDE PADA MESIN BUBUT FRANSISKUS PATIRAN; SURIANTO BUYUNG; YANRI PAKAN
Jurnal Voering Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Voering - Juli 2019
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v4i1.328

Abstract

Analisis perbandingan kekasaran permukaan ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengerjaan dan permesinan dalam bidang industri terutama di bidang manufaktur pembubutan. Untuk mengetahui tingkat kekasaran dari permukaan hasil bubut antara pahat HSS dan pahat carbidde dilakukan perhitungan-perhitungan dan pengukuran secara teoritis dan sistematis dengan menggunakan alat ukur rou kertes. Mesin bubut yang digunakan adalah mesin bubut tipe Gede Weiler LZ-330 G yang dikerjakan pada balai latihan kerja sorong. Dari hasil pengukuran diperoleh pembubutan menggunakan pahat carbidde dengan tingkat rpm mesin bubut adalah 60, 330, dan 660 menunjukan tingkat kekasaran permukaan N7 = Ra 1,6 µm toleransi 1,2 – 2,4. Pada pahat HSS menunjukan tingkat kekasaran permukaan N8 = Ra 3,2 µm toleransi 2,4 – 4,8.
POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI WAISAI KABUPATEN RAJA AMPAT PROPINSI PAPUA BARAT EVERESTUS WARAWARAIN; SURIANTO BUYUNG; YUNUS YUNUS
Jurnal Voering Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Voering - Juli 2019
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v4i1.329

Abstract

Penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui potensi pembangkit listrik di waisai kabupaten raja ampat. Untuk mengetahui besar potensi tersebut dilakukan penelitian dan perhitungan-perhitungan secara teoritis dengan menghitung besar daya input dan besar daya output sel fotovoltaik. Pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan adalah tipe fotovoltaik yang dirancang di waisai kabupaten raja ampat. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa nilai intensitas radiasi maksimum adalah 980.2 W/m², daya input maksimum sel fotovoltaik adalah 301.7055 watt, dan daya output maksimum sel fotovoltaik adalah 31.7341 watt.
UJI PRESTASI FOTOVOLTAIK SISTIM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI KOTA SORONG FAJAR TAUHID MUSTAJAB; YUNUS YUNUS; YANRI PAKAN
Jurnal Voering Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Voering - Juli 2019
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v4i1.330

Abstract

Mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam yang terdapat di Papua Barat untuk pembangunan pembangkitkan energi listrik dimana potensi sumber daya alam Provinsi Papua Barat dengan Energi Sinar Matahari yang melimpah baik dalam intensitas sinar matahari maupun lamanya waktu penyinaran karena letak geografis pada garis khatulistiwa. Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah system pembangkit listrik yang memanfaatkan energi matahari untuk menjadi energi listrik melalui photovoltaic module (green energy) sehingga menjadi suatu pembangkit terbarukan, efisien, efektif dan handal untuk dapat mensuplai kebutuhan energi listrik. tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui efisiensi penggunaan sel fotovoltaik yang digunakan pada pembangkit listrik tenaga surya. Hasil penelitian menyatakan nilai Efisiensi maksimum yang dihasilkan oleh sel fotovoltaik yang digunakan pada pembangkit listrik tenaga surya di kota sorong provinsi papua barat, mencapai 15.49%.
ANALISIS PEMAKAIAN BAHAN BAKAR JETSKI BERTENAGA MOTOR MATIC 115 CC MARIA R. IMKO; YOLANDA J. LEWERISSA; TYAS AGUNG SAPUTRA
Jurnal Voering Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Voering - Juli 2019
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v4i1.331

Abstract

Perkembangan dunia otomotif sekarang ini sangatlah pesat, terutama pada sepeda motor yang banyak diminati oleh masyarakat sebagai sarana transportasi. Permainan jetski sekarang hanya dimiliki oleh orang-orang kalangan atas, Tentu sangat memprihatinkan dengan geogfrafis Indonesia merupakan negara kepulauan dan mempunyai pantai terpanjang dan terindah. Jetski merupakan suatu permainan wisata tirta atau perairan yang menggunakan boat bertenaga motor. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik melakukan pengujian pemakaian bahan bakar dari modifikasi mesin Jetski bertenaga motor matic mio soul guna mengetahui pemakaian bahan bakar pada putaran rendah, sedang dan tinggi. Dari hasil perhitungan pengujian pemakaian bahan dapat disimpulkan bahwa semakin besar putaran mesin maka semakin besar pula pemakaian bahan bakar yang terkonsumsikan oleh kerja mesin jetski bertenaga motor matic mio soul 115 CC, yaitu pada putaran rendah fuel consumption 1,55928 Kg/Jam sedangkan pada putaran tinggi besar fuel consumption 5,24724 Kg/Jam hal ini disebabkan karena jumlah putaran yang diperbesar berdasarkan pengunaan gas, oleh mesin jetski bertenaga motor matic.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR ALAT PENGGEMBUR TANAH DENGAN PENGGERAK MOTOR 160cc Yolanda Jacqueline Lewerissa; Adam Mustamu
Jurnal Voering Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Voering - Juli 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i1.374

Abstract

All Terrain Vehicle (ATV) adalah sebuah kendaraan dengan penggerak mesin menggunakan motor bakar, mengunakan pula rangka khusus yang dirancang sedemikian rupa untuk dapat melintas di segala medan. ATV merupakan perpaduan antara motor roda dua dan mobil yang keduanya memiliki kelebihan masing-masing pada saat melintas di medan sulit. Pada mulanya ATV hanya digunakan oleh para pemilik perkebunan untuk alat transportasi mereka, tapi seiring dengan perkembangan jaman ATV dapat digunakan untuk banyak kegiatan di dunia otomotif seperti balap, motor penjelajah alam, kendaraan operasional tim SAR atau di Indonesia banyak disewakan untuk kegiatan lintas alam ditempat wisata. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui besar konsumsi bahan bakar pada alat penggembur tanah dengan jenis tanah yang berbeda pada kondisi kering dan basah. Semakin besar putaran mesin dengan beban yang semakin besar maka konsumsi bahan bakar akan semakin meningkat. Dimana konsumsi bahan bakar yang paling banyak terdapat pada tanah basah dimana pada putaran 3000 dengan beban 30 dan menggunakan bahan bakar 0.938 m/l sedangkan konsumsi bahan bakar paling sedikit terlihat pada pengujian tanah kering pada putaran mesin 1000 dengan tanpa beban menggunakan 0.678 ml/s. Sedangkan konsumsi bahan bakar yang paling besar terjadi pada putaran 3000 dengan beban 30 dan menggunakan bahan bakar 0.903 m/l.
DESAIN DAN PEMBUATAN MESIN PENGAYAK PASIR MENGGUNAKAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Surianto Buyung; Nataniel Muttu Allo
Jurnal Voering Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Voering - Juli 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i1.375

Abstract

Perencanaan ini bertujuan untuk menghasilkan desain dan gambar kerja konstruksi mesin Pengayak Pasir yang kuat, kokoh, aman, dan efisien. Mendapatkan hasil uji kinerja Mesin Pengayak Pasir. Mendapatkan hasil analisis ekonomi Mesin Pengayak Pasir. Tiga rumusan masalah diajukan dan berhubungan dengan ketiga tujuan perencanaan. Proses desain dan pembuatan Mesin Pengayak Pasir dilakukan dengan tahapan yaitu perencanaan dan penjelasan tugas/fungsi, perencanaan konsep produk(gambar kerja). Analisis teknik meliputi analisis daya, torsi yang terjadi pada poros dan kontruksi rangka. Tenaga penggerak mesin Pengayak Pasir direncanakan menggunakan motor listrik yang disesuaikan dengan kemampuan daya listrik untuk UKM yang diperkirakan rata-rata berkisar 900 sampai 1300 watt. Hasil perancangan menghasilkan mesin Pengayak Pasir dengan spesifikasi ukuran panjang 180 cm, lebar 93 cm dan tinggi 100 cm. Kapasitas produksi mesin pengayak pasir ini pada beban maksimnal adalah 25 kg. Sumber penggerak mesin adalah motor listrik DC 0.50 HP dengan putaran 1285 rpm. Sistem transmisi menggunakan V-belt dengan poros penggerak berdiameter 25 mm. Kontruksi rangka terbuat dari profil siku 40x40x3 mm dengan seng plat stenlis