cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Voering
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
ANALISIS EFISIENSI THERMAL MOTOR BENSIN MESIN GEROBAK DENGAN MENGGUNAKAN CYCLEPAD WEA, POLIKARPUS JO; BANE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.818

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui nilai efisiensi thermal motor bensin menggunakan program cyclepad. Penelitian dilakukan untuk motor bensin penggerak gerobak dorong dengan tipe motor Yamaha Mio M3 125 cc. Prosedur awal penelitian dilakukan dengan pengambilan data spesifikasi mesin dan parameter awal yaitu, Temperatur Awal (T), Tekanan Awal P (Tekanan Atmosfir), massa bahan bakar, nilai kalor bahan bakar dan nilai perbandingan udara dan bahan bakar. Proses penginputan dimulai dari titik S1, Langkah kompresi, titik S2, Langkah pembakaran, titik S3, Langkah ekspansi, titik S4, dan Langkah buang. Hasil perhitungan dilihat pada menu cycle. Hasil perhitungan menggunakan program cyclepad diperoleh efisiensi termal untuk motor bensin penggerak gerobak dorong tipe Yamaha Mio M3 125 cc sebesar 59,36%. Perhitungan awal secara teoritis pendekatan hubungan efisiensi thermal dan perbandingan kompresi diperoleh nilai efisiensi thermal sebesar 59,364%.
PENENTUAN UKURAN SABUK PADA TRAINER TURBIN CROSS FLOW MAKING, SIPRIANUS L.; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.819

Abstract

Pemakaian jenis Turbin Cross-Flow lebih menguntungkan dibanding dengan pengunaan kincir air maupun jenis turbin mikro hidro lainnya. Penggunaan turbin ini untuk daya yang sama dapat menghemat biaya pembuatan penggerak mula sampai 50 % dari penggunaan kincir air dengan bahan yang sama. Penghematan ini dapat dicapai karena ukuran Turbin Cross-Flow lebih kecil dan lebih kompak dibanding kincir air. Keuntungan dari turbin cross flow adalah dapat digunakan pada aliran air yang lebih lemah dan lebih dangkal dibandingkan dengan turbin lain seperti turbin francis atau turbin Pelton. Spesifikasi sabuk dan puli yang digunakan dalam sistem transmisi putaran daya generator 0,50 kVA adalah: Diameter poros turbin 19 mm; Diameter poros generator15 mm; Diameter luar puli turbin 335 mm; Diameter dalam puli turbin 19 mm; Diameter luar puli generator 110 mm; Diameter dalam puli generator 15 mm; Putaran poros turbin 868 rpm; Putaran poros generator 985 rpm; Kecepatan sabuk 15,22 m/s; sabuk yang digunakan sabuk-V tipe C dengan nomor nominal sabuk 52 dan Panjang keliling sabuk 1321 mm
DESAIN DAN PEMBUATAN TURBIN CROSS-FLOW BASRI, ABDUL AZIZ M.; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.820

Abstract

Turbin secara umum dapat diartikan sebagai mesin penggerak mula di mana energi fluida kerja yang digunakan langsung memutar roda turbin, fluida kerjanya yaitu berupa air, uap air dan gas. Dengan demikian turbin air dapat diartikan sebagai suatu mesin penggerak mula yang fluida kerjanya adalah air. Pada roda turbin terdapat sudu yaitu suatu konstruksi lempengan dengan bentuk dan penampang tertentu, air sebagai fluida kerja mengalir melalui ruang diantara sudu tersebut, dengan demikian roda turbin akan dapat berputar dan pada sudu akan ada suatu gaya yang bekerja. Gaya tersebut akan terjadi karena ada perubahan momentum dari fluida kerja air yang mengalir diantara sudunya. Sudu hendaknya dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat terjadi perubahan momentum pada fluida kerja air tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui desain dan pembuat turbin cross-flow untuk trainer mikrohidro. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah turbin cross-flow dengan ukuran jumlah sudu 18, tinggi sudu 34 mm, jarak sudu bagian dalam 11 mm, jarak sudu bagian luar, diameter luar turbin 100 mm, diameter dalam turbin 66 mm dan diameter poros turbin 19 mm.
ANALISIS EKSERGI PADA PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) DENGAN CYCLE TEMPO Marlon Hetharia; YOLANDA J. LEWERISSA
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering - Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/gcctab77

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk melakukan penelitian pada sistem pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna menganalisis secara eksergi dengan menggunakan program Cycle Tempo. Data yang diambil adalah data kesetimbangan energi yang merupakan data penelitian sebelumnya, kemudian dilakukan analisis kesetimbangan eksergi. Kemudian Membuat pemodelan siklus uap (steam cycle) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan menggunakan program Cycle-Tempo untuk dapat mengetahui besarnya prestasi (eksergi). Berdasarkan hasil perhitungan maka kerugian eksergi atau eksergi destruksi terbesar terjadi pada boiler yaitu sebesar 56,86%, yang merupakan penyebab utamanya adalah reaksi pembakaran, perpindahan panas, dan gesekan. Ketiga penyebab utama tersebut terjadi pada ruang bakar, dimana reaksi kimia merupakan sumber kerugian eksergi yang paling signifikan, yang berhubungan dengan perpindahan panas dari aliran ke aliran.  Hasil perhitungan serupa juga dinyatakan pada beberapa referensi yaitu (Ehsan dkk., 2011) dalam analisis eksergi pada PLTU 240 MW di Turki, menyatakan bahwa kerugian eksergi terbesar adalah pada boiler yaitu sebesar 83,29%, (Ganapathy dkk., 2009) dalam analisis eksergi pada PLTU 50 MWe di India, menyatakan bahwa kerugian eksergi terbesar adalah pada boiler yaitu sebesar 42,73%, dan (Yong Li dkk., 2012) dalam analisis eksergi pada PLTU 300 MW, menyatakan bahwa kerugian eksergi terbesar adalah pada boiler dengan beban 100% sebesar 85,34%, beban 75% sebesar 85,77,2% , beban 50% sebesar 85,73% dan beban 30% sebesar 85,60%.
ANALISIS KAPASITAS PRODUKSI ALAT PENCACAH LIMBAH ORGANIK BERPENGGERAK MOTOR BENSIN 6,5 HP Surianto Buyung; KLARITA MIRINDA SUGIARTO
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering - Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/d84qvk81

Abstract

Alat pencacah saat ini sudah banyak diproduksi untuk memudahkan pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos. Pendidikan Tinggi Vokasi juga membentuk peserta didik yang mulai memikirkan pentingnya berinovasi merancang dan membuat alat pencacah limbah organik berpenggerak motor bensin untuk membantu masyarakat mengolah limbah organik yang diolah menjadi pupuk kompos. Alat pencacah yang dirancang dan dibuat diharapkan dapat bekerja dengan baik, mampu mencacah jenis-jenis limbah organik dalam bentuk yang kasar dan halus. Kapasitas produksi memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan kerja. Mengoptimalkan aspek ini bukan hanya tentang meningkatkan jumlah output, tetapi juga tentang menyusun proses yang efisien dan berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas kerja, pemakaian bahan bakar dan keseragaman hasil pencacahan alat pencacah limbah organik berpenggerak motor bensin.  Hasil dari penelitian ini adalah kapasitas kerja mesin pencacah untuk mencacah limbah sampah rumput sebesar 208,633 kg/jam sedangkan untuk mencacah limbah sampah sayuran sebesar 321,428 kg/jam. Pemakaian bahan bakar mesin pencacah untuk mencacah limbah sampah rumput sebesar 2,158 lt/jam sedangkan untuk mencacah limbah sampah sayuran sebesar 0,496 lt/jam. Keseragaman hasil dari mesin pencacah limbah sampah  rumput sebesar 91,37%, dan limbah sampah sayuran sebesar 99,44%.
PERHITUNGAN ENERGI LISTRIK YANG DIGUNAKAN PADA KOMPRESOR BERKAPASITAS 0,15 m3 Yolanda Jacqueline Lewerissa
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering - Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/3jeq9k72

Abstract

Kompresor adalah suatu mesin mekanik yang berfungsi untuk menempatkan fludia gas atau meningkatkan takanan udara. Kompresor biasanya menggunakan mesin diesel/mesin bensin atau motor listrik sebagai tenaga pengeraknya. Udara yang dihasilkan dari kompresor mempunyai tekanan yang berbeda-beda. Tergantung dari spesifikasi Bar yang dimiliki kompresor itu sendiri. Udara yang tertekan itu biasanya digunakan untuk mengisi angin ban, pembersihan peralatan/perkakas, gerinda udara, pengecatan dengan teknik spray, medis (oilfree compressor) dan lain sebagainya. Secara umum diterima bahwa kompresor adalah pesawat yang memampatkan udara atau gas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui penggunaan energi listrik dan daya pada kompresor udara berkapasitas 0,15 m3 dengan tekanan 8 BAR dan mengetahui efisiensi dari motor induksi yang digunakan pada kompresor udara. Hasil dari penelitian ini adalah Penggunaan energi dan daya listrik pada kompresor udara dengan kapasitas 0,15 m3 berpenggerak motor induksi 1 fasa 5 HP didapati terjadi peningkatan penggunaan energi dan daya listrik ketika tekanan udara pada kompresor tinggi dan juga nilai arus  serta faktor daya meningkat dari arus 11,5 A pada tekanan 2 BAR naik menjadi 15,4 A pada tekanan 8 BAR. Nilai efisiensi dari motor induksi yang digunakan pada kompresor udara sebesar 84%.
PERBANDINGAN PERILAKU PENYIMPANGAN ETIKA PROFESIONAL DALAM BIDANG KONSTRUKSI DI MALAYSIA, AUSTRALIA, PAKISTAN DAN KENYAPERBANDINGAN PERILAKU PENYIMPANGAN ETIKA PROFESIONAL DALAM BIDANG KONSTRUKSI DI MALAYSIA, AUSTRALIA, PAKISTAN DAN KENYA Sigit Hernowo
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering - Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/166mt792

Abstract

Paper riset ini mengarah pada isu-isu etika yang berhadapan dengan industri konstruksi di Malaysia, Australia, Pakistan, dan Kenya. Hal ini untuk mebandingkan kerangka kerja untuk standar etika di keempat negara dengan latar belakang yang berbeda. Riset ini didasarkan pada identifikasi isu-isu etika yang dihasilkan dari berbagai riset melalui survei kuesioner, wawancara, dan telepon yang dilakukan melalui beberapa peneliti di negara-negara tersebut. Hasil penelitian mereka menjadi data sekunder yang digunakan untuk perbandingan dalam paper ini. Isu-isu etika mengacu pada standar yang digunakan di masing-masing negara.
DESAIN DAN PEMBUATAN TANGKI UDARA KOMPRESOR KAPASITAS 0,15 M Nelce Muskita
Jurnal Voering Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Voering - Juli 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/z27sj765

Abstract

Bengkel merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang jasa berupa perawatan pada berbagai macam peralatan khususnya kendaraan. Dalam perawatan kendaraan bermotor memerlukan tenaga ahli atau mekanik. Selain itu perawatan kendaraan juga memerlukan peralatan, teknologi, dan mesin-mesin pendukung lainya misalkan peralatan kunci-kunci, hidrolik, kompresor dan lain sebagainya. Kompresor adalah sebuah mesin atau peralatan yang berfung si untuk memindahkan fluida yang mampu memampatkan udara. Kompresor digunakan sebagai penyedia udara bertekanan yang selanjutnya dapat diaplikasikan untuk pengeringan, transportasi, pneumatik dan lain sebagainya. Dalam hal ini kompresor berperan penting karna fungsinya sangat banyak dalam proses perawatan kendaraan misalnya menambah tekanan udara kendaraan, membersihkan kotoran pada mesin-mesin, penggerak hidrolik, dan lain-lain. Kompresor sangat banyak tersedia di pasaran dalam berbagai jenis. Sistem ini memiliki banyak manfaat dan maka dari itu banyak industri memakai sistem ini untuk memenuhi kebutuhan akan udara bertekanan. Tidak hanya dipakai oleh industri, sistem ini juga diadaptasi untuk membantu dalam sistem refrigerasi. Biasanya tempat – tempat perbelanjaan yang memiliki sistem ini
ANALISIS KINERJA MESIN PENDINGIN AIR CONDITIONER 1/2 PK MENGGUNAKAN REFRIGRANT R32 Yolanda Jacqueline Lewerissa
Jurnal Voering Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Voering - Desember 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/xyn3jj53

Abstract

Kehidupan manusia sekarang ini membutuhkan sesuatu yang dapat membuat manusia dapat menjalani kehidupannya dengan baik dan tenang. Fasilitas yang baik dapat mendukung manusia untuk menciptakan suasana yang nyaman saat bekerja dan beraktifitas. Salah satu fasilitas yang sangat penting dan mendukung manusia dalam aktifitas adalah Air Conditioner (AC). Pendidikan Tinggi Vokasi juga membentuk peserta didik yang mulai memikirkan pentingnya berinovasi merancang dan membuat media-media belajar yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian besaran-besaran penting untuk mengukur kinerja sebuah mesin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja mesin pendingin sebuah trainer AC split ½ PK dengan jenis refrigeran R32.  Hasil dari penelitian ini adalah Nilai COP hasil penelitian pada AC Split dengan refrigeran R32 berkisar 4,87 – 7,50, yang menunjukkan kinerja AC dapat dikatakan sangat baik. Kinerja sistem AC ditunjukkan oleh nilai COP, nilai COP (Coefficient of Performance) pada AC split dapat berubah tergantung pada temperatur evaporator dan kondensor. Semakin besar nilai COP, maka semakin baik kinerja AC.
ANALISIS KECEPATAN PENGISIAN UDARA PADA KOMPRESOR BERKAPASITAS  0,15 m3 Surianto Buyung
Jurnal Voering Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Voering - Desember 2024
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/wfs5rm15

Abstract

Kompresor adalah suatu perangkat mekanis atau elektrik yang dirancang untuk meningkatkan tekanan atau kepadatan suatu zat, seperti udara atau gas, dengan mengurangi volume zat tersebut. Kompresor bisa bekerja, biasanya menggunakan mesin bensin atau mesin diesel sebagai tenaga penggeraknya. Kompresor itu sendiri memiliki kecepatan dalam proses pengisian. Lebih sederhananya disebut dengan siklus kerja kompresor yang berbeda pula tergantung jenis kompresor yang dipakai. Dimana ada jumlah waktu untuk mengisi atau memuat dan ada jumlah waktu untuk istrahat. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena siklus kerja memengaruhi seberapa banyak udara yang dapat dihasilkan kompresor selama periode waktu tertentu. Jika menggunakan banyak udara selama bekerja, sementara kompresor udara dengan siklus kerja yang cukup atau kurang mungkin tidak dapat memenuhi total penggunaan udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tekanan maksimal angin dan kecepatan pengisian udara pada kompresor berkapasitas 0,15 m3.  Hasil dari penelitian ini adalah Tekanan udara maksimal kompresor yang ditettapkan sebesar 8 Bar dan Laju kecepatan pengisian udara pada kompresor berkapasitas 0,15 m3 didapati terjadi penurunan saat tekanan pada pressure gauge meningkat dari volume 0,0020 m3 pada tekanan 6 Bar  menjadi 0,0017 m3 pada tekanan 8 Bar. Sesuai dengan pernyataan hukum Boyle yang dimana jika tekanan gas meningkat, volume gas akan berkurang secara proposional, dan sebaliknya

Page 9 of 11 | Total Record : 103