cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Voering
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
ANALISIS PENGARUH PUTARAN TERHADAP KOMSUMSI BAHAN BAKAR DARI MOTOR BENSIN SUZUKI JIMNY KATANA Marlon Hetharia; Rasito Ronaldo Sihotang
Jurnal Voering Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Voering - Juli 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i1.376

Abstract

Sebuah analisis terhadap komsumsi bahan bakar suzuki jimny katana. Penelitian ini bertujuan adalah menganalisis pengaruh putaran terhadap komsumsi bahan bakar dari motor bensin suzuki jimny katana menghitung pemakaian bahan bakar yang terpakai. Penelitian dilaksanakan pada Universitas Kristen Papua (UKIP) sorong. Data yang diambil adalah data pemakaian bahan bakar serta variasi putaran yang berbeda.Dari hasil penelitian dan analisis diperoleh kesimpulan bahwa semakin besar putaran maka semakin besar pembakaran yang terjadi didalam ruang bakar sehingga membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa putaran 800 rpm pemakaian bahan bakar (Fc) sebesar 0,82584 kg/jam, pada putaran 1500 rpm pemakaian bahan bakar (Fc) sebesar 1,13664 kg/jam dan pada putaran 3000 rpm pemakaian bahan bakar (Fc) sebesar 2,886 kg/jam. Hal ini disebabkan karena semakin besar putaran semakin cepat juga penggunaan baahan bakar yang terpakai.
ANALISIS GAYA DAN TEKANAN SISTEM HIDROLIK PADA ALAT PRES SANTAN KELAPA Tyas Agung Saputra; Kristianto Firmanda
Jurnal Voering Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Voering - Juli 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i1.377

Abstract

Alat press santan kelapa adalah suatu alat yang digunakan untuk dapat membantu serta mempermudah pekerjaan manusia. Alat press santan kelapa ini berfungsi sebagai pemerasan santan dengan tipe hidrolik. Tujuan dalam pembuatan alat press santan kelapa dengan sistem hidrolik, yakni untuk mengetahui gaya dan tekanan yang dihasilkan dari sistem hidrolik pada alat press santan kelapa saat melakukan pengepresan kelapa dengan berbagai macam variasi jumlah kelapa yang dipakai. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa (gaya dan tekanan) sistem hidrolik serta mengadakan pengamatan langsung dari proses kerja sistem hidrolik pada alat press santan kelapa dan melakukan perhitungan untuk mengetahui gaya dan tekanan yang dihasilkan oleh alat press santan kelapa dengan menggunakan sistem hidrolik. Dari hasil pengujian dan perhitungan maka diketahui dengan jumlah kelapa 1 buah dengan massa 0.5 kg, tekanan yang dihasilkan sebesar 4.5 kg/cm2 dengan gaya hidrolik 8.19 kN, sedangkan dengan jumlah kelapa 2 buah dengan massa 1 kg, tekanan yang dihasilkan sebesar 5.5 kg/cm2 dengan gaya hidrolik 10.02 kN dan dengan jumlah kelapa 3 buah dengan massa 1.5 kg, tekanan yang dihasilkan sebesar 6.5 kg/cm2 dengan gaya hidrolik 11.84 kN.
ANALISIS VARIASI PUTARAN TERHADAP TORSI DAN DAYA PADA MOTOR DIESEL SATU SILINDER Yanri Pakan; Erwin Reynold Fadli
Jurnal Voering Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Voering - Juli 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i1.378

Abstract

Motor diesel adalah motor bakar torak yang proses penyalaannya bukan menggunakan loncatan bunga api melainkan ketika torak hampir mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar melalui nosel sehingga terjadilah pembakaran pada ruang bakar dan udara dalam silinder sudah mencapai temperatur tinggi. Syarat ini dapat terpenuhi apabila perbandingan kompresi yang digunakan cukup tinggi, yaitu berkisar 16-25. Bahan bakar berperan penting sebagai pendorong kinerja mesin diesel menjadi lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi putaran terhadap torsi dan daya pada motor diesel satu silinder dengan putaran 1200, 1500, 2000 dan 2500 rpm diberi beban dari 350, 700, 1.050, dan 1.400 watt terhadap torsi dan daya motor diesel. Hasil pengujian di dapat bahwa, pada putaran mesin 1200 dengan beban 350 watt menghasilkan torsi 1,472 Nm. Sedangkan pengaruh variasi putaran terhadap torsi motor bakar diesel yang paling besar terjadi pada putaran 2500 dengan beban 1.400 watt dan menghasilkan torsi sebesar 6,867 Nm. Dan pada putaran mesin 1200 dengan beban 350 watt menghasilkan daya 1,848 KW. Sedangkan pengaruh variasi putaran terhadap daya motor bakar diesel yang paling besar terjadi pada putaran 2500 dengan beban 1.400 watt dan menghasilkan daya 17,968 KW.
PEMBUATAN ALAT PENGUPAS SABUT KELAPA (PERBANDINGAN HASIL PRODUKSI KERJA MANUAL DENGAN KERJA MESIN) NAIMUDDIN, ZAINUDDIN; AGAKI, HUGO ALAEXANDER; BANE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.469

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menegetahui pembuatan alat pengupas kelapa ( perbandingan hasil produksi kerja manual dengan kerja mesin ). Untuk mengetahui waktu pengupasan kelapa kering dan basah dengan menggunakan mesin dan manual dengan jumlah kelapa 12 buah. Dari hasil perhitungan pengupasan kelapa kering dan basah menggunakan mesin dan manual selama 1 jam terlihat pengupasan sabut kelapa menggunakan manual menghasilkan buah kelapa lebih sedikit dibandingkan menggunakan mesin, hasil yang didapat untuk perhitungan pengupasan kelapa kering dan basah selama satu 1 jam menghasilkan 270 buah kelapa kering dan 216 buah kelapa basah. Berdasarkan pengujian yang dilakauakan didapat data bahawa pengupasan sabut kelapa dengan menggunakan manual membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pengupasan sabut kelapa dengan menggunakan mesin. Jumlah rata –rata waktu pengupasan kelapa yang dihasilkan dari hasil percobaan dengan menggunakan 12 buah kelapa kering dan basah dimana secara manual memakan waktu 447 detik sedangkan dengan mesin mmakan waktu pengupasan 178 detik.
PEMANFAATAN ENERGI ANGIN UNTUK MENGHASILKAN LISTRIK HETHARIA, MARLON; HERNOWO, SIGIT; IRIANTO, SAIFUL; WICAKSONO, KOKOH
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.470

Abstract

Pembangkit listrik konvensional merupakan salah satu pembangkit listrik yang menghasilkan polusi. polusi tersebut mengakibatkan global warming yang mengancam kehidupan semua makhluk termasuk manusia. Untuk memenuhi kebutuhan listrik yang digunakan manusia, maka solusi untuk penanggulangan polusi dan kebutuhan listrik tersebut dengan menggunakan pembangkit listrik non-konvensional, dan pembangkit listrik tenaga angin merupakan salah satu dari pembangkit non-konvensional tersebut. Pembangkit listrik jenis horizontal merupakan satu diantara pembangkit listrik tenaga angin yang lain. Pembangkit ini dapat menghasilkan listrik dari bantuan angin yang mendorong turbin angin yang telah dibentuk dengan sudut tertentu. Untuk dapat menyesuaikan putaran yang dihasilkan, dibuatlah gearbox yang dapat menghasilkan putaran yang lebih banyak, yang diteruskan ke alternator, selanjutnya listrik yang telah dihasilkan disimpan di aki. Angin sangat penting bagi pembangkit ini untuk menghasilkan listrik, karena tanpa angin pembangkit ini tidak bisa menghasilkan listrik dan juga besarnya daya yang dihasilkan tergantung juga pada kecepatan angin. Begitu juga dengan peranan temperatur semakin rendah temperatur daerah sekitar pembangkit maka semakin besar pula daya yang dapat dihasilkan
ANALISIS TENAGA MOTOR PENGGERAK PADA WIPER MOBIL MITSUBISHI L 300 TONAPA, BONFILIO; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.471

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daya listrik yang dibutuhkan oleh motor wiper pada saat putaran rendah dan putaran tinggi tanpa fluida dan dengan fluida. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah alat stand wiper yang dirancang dan dibuat oleh mahasiswa teknik mesin yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sebagai acuan dalam mengetahui daya listrik yang di pergunakan sebagai kebutuhan. Fungsi komponen pada sistem wiper dan sebagai berikut: Baterai berfungsi sebagai sumber listrik. Kunci kontak berfungsi memutus dan menyambungkan tegangan listrik ke sistem wiper. fuse berfungsi mencegah arus berlebih ke sistem wiper. Switch wiper berfungsi menghubungkan arus listrik ke motor wiper. Relay intermitttent berfungsi mengontrol aliran arus saat switch wiper pada posisi intermittent. Berdasarkan penelitian dan analisis secara teoritis diperoleh, Daya yang dibutuhkan oleh motor wiper pada pengukuran tanpa fluida untuk putaran rendah sebesar 35,21 Watt di mana tegangan 12,40 Volt, kuat arus 2,84 A, putaran tinggi sebesar 59,15 Watt di mana tegangan 12,40 Volt, kuat arus 4,77 A, sedangkan pada pengukuran dengan fluida untuk putaran rendah sebesar 31,02 watt dimana tegangan 12,36 volt, kuat arus 2,51 A dan putaran tinggi sebesar 40,29 watt, dimana tegangan 12,36 volt kuat arus 3,26 A.
ANALISIS TORSI YANG DI TRANSMISIKAN DARI POROS ENGKOL KE POROS PROPELER JETSKI BERTENAGA MOTOR MATIC 115 CC MOA, VIVALDUS; PAKAN, YANRI
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.472

Abstract

Indonesia merupakan daerah dengan salah satu garis pantai terpanjang saat ini, hal tersebut juga yang menyebabkan berkembangnya olahraga air salah satunya Jetski. Walaupun permainan Jetski saat ini masih didomonasi oleh kalangan tertentu saja. Jetski merupakan suatu permainan wisata air yang menggunakan boat bertenaga motor. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik melakukan pengujian memodifikasi mesin Jetski dengan mengunakan as propeller mesin ketingting (motor laut) untuk mengetahui transmisi putaran dari poros engkol ke poros propeller mesin jetski bertenaga motor matic mio soul. Dari penelitian yang dilakukan maka didapat pada penggunaan Torsi Poros Propeler di Darat dengan menggunakan putaran (rpm) rendah (1000 rpm) menghasilkan momen torsi sebesar 5.793,13 kg.mm dan pada putaran sedang (2000 rpm) menghasilkan 3.612,55 kg.mm sedangkan pada putaran tinggi (3000 rpm) menghasilkan 2.544,20 kg.mm. dan pada penggunaan Torsi Poros Propeler di Laut dengan menggunakan putaran (rpm) rendah (1000 rpm) menghasilkan momen torsi sebesar 491.617,64 kg.mm dan pada putaran sedang (2000 rpm) menghasilkan 77.750,55 kg.mm sedangkan pada putaran tinggi (3000 rpm) menghasilkan 33.919,11 kg.mm. Dari kedua pengujian yang dilakukan terlihat momen torsi yang dihasilkan pada poros propeller yang di uji dilaut lebih tinggi dibandingkan yang di uji didarat.
ANALISIS PERBANDINGAN PENYEMPROTAN INJEKTOR YMJET-FI ADRIAANSZ, RIZKY KIKY; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Voering - Desember 2021
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v6i2.474

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui atau mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang terkait dengan penyemprotan injector dengan arus yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besaran arus, tekanan pompa konsumsi bahan bakar yang dibutuhkan. Manfaat dari penelitian ini dapat memprediksi tentang kondisi apakah injector yang digunakan masih dalam kondisi standard dan dapat menjadi acuan kepada peneliti lainnya sebagai referensi untuk membandingkan dengan produk motor injeksi lainnya dengan cc yang sama. Hasil injector yang menggunakan aki konsumsi volumenya stabil dibandingkan injector yang tanpa menggunakan aki yang konsumsi volume bahan bakarnya boros karena arus yang digunakan tidak berada pada posisi stabil (berubah- ubah. Arus yang dibutuhkan oleh injector pada motor yang tidak menggunakan aki adalah 166.6 mA, dan arus pada motor yang menggunakan aki adalah 132.5 mA. Tekanan pada motor yang tidak menggunakan aki dan yang menggunakan aki adalah sama hasilnya yaitu 2,25 Bar. Dengan jarak yang ditempuh sepanjang 6,9 Km, motor yang tidak menggunakan aki mengkonsumsi bahan bakar sebanyak 300 ml Lebih boros dibandingkan motor vixion yang menggunakan aki yang hanya menghabiskan bahan bakar 150 ml dengan jarak yang sama.
DESAIN RANGKA UTAMA MESIN PENGURAI SABUT KELAPA SANJAYA, ASEP SURYA; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.482

Abstract

Mesin pengurai sabut kelapa adalah mesin yang dapat memisahkan serat sabut kelapa dari serbuk sabut kelapa. Mesin pengurai sabut kelapa ini dirancang dengan ukuran atau skala rumah tangga, yang dapat digerakan oleh 1 orang. Mesin pengurai sabut kelapa ini sangat bermanfaat jika ada di sekitar kehidupan bermasyarakat. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mengolah limbah sabut kelapa menjadi bahan yang dapat diproduksi lagi. Mesin ini dapat didesain dan dibuat sendiri dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini. Mesin ini memiliki komponen antara lain rangka, pisau, bearing, saringan, pully dan mesin diesel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses desain dan pembuatan salah satu bagian penting yaitu rangka utama dari mesin pengurai sabut kelapa. Rangka utama dari mesin pengurai ini harus didesain dan dibuat menggunakan jenis bahan yang baik Hasil desain dan pembuatan adalah spesifikasi rangka utama mesin pengurai sabut kelapa yaitu Panjang Rangka Dudukan Mata Pisau 1130 mm, Lebar Rangka Dudukan Mata Pisau 640 mm, Tinggi Rangka Dudukan Mata Pisau 940 mm, Panjang Rangka Dudukan Motor Penggerak 400 mm, Tinggi Rangka Dudukan Motor Penggerak 220 mm, Lebar Rangka Dudukan Motor Penggerak 640 mm dan Panjang Keseluruhan Alat 1530 mm.
PENGARUH UKURAN DIFFUSER TERHADAP LAJU ALIRAN DI DALAM RUANG UJI TEROWONGAN ANGIN ANGGAPUTRA, JOSUA; HERNOWO, SIGIT
Jurnal Voering Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Voering - Juli 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i1.483

Abstract

Diffuser pada terowongan angin berfungsi untuk menurunkan kecepatan udara yang telah diselaraskan aliranya oleh honey comb serta kecepatan dan tekanan udara yang telah berubah setelah memasuki tests section yang akan bergerak ke arah kipas hisap agar posisi kipas hisap yang berada pada akhir alat terowongan angin ini tidak menjadi masalah. Selain itu diffuser juga berfungsi untuk memperlambat aliran angin secara teratur dari test section menuju fan. Aliran angin yang masuk menuju fan haruslah serendah mungkin untuk memaksimalkan efisiensi fan. Perubahan kecepatan yang mendadak dari test section menuju fan dapat membuat aliran pada test section menjadi tidak bersih serta mengurangi homogenitas dan hal ini juga membuat daya yang dikeluarkan fan lebih besar. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan (Februari – Juni) 2020 dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran diffuser terhadap laju aliran angin pada ruang uji. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah studi pustaka, eksperimen dan observasi. Sementara metode pengambilan data yang digunakan adalah metode komparatif. Data kemudian dianalisis menggunakan persamaan prosedur penelitian diawali dengan mempersiapkan alat dan diikuti dengan pengujian diffuser A, B dan C. Hasil penelitian diperoleh bahwa ukuran diffuser mempengaruhi laju aliran angin di dalam ruang uji berada pada meningkatnya hasil perhitungan kecepatan teoritis yang di pengaruhi oleh besar nilai putaran motor maka terjadi juga peningkatan pada kecepatan pengukuran dan ukuran diffuser akan mempengaruhi nilai rugi-rugi kecepatan.