cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Voering
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
ANALISIS DAYA PADA KOMPRESOR RECIPROCATING 3K-O1-B TPYE P 116H 280csh DI PERTAMINA UNIT VI KASIM PASAU, MUHAMAD YUSUF IRIANDI; HETHARIA, MARLON
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.586

Abstract

Kompresor reciprocating 3K-01-B adalah mesin mekanik yang menghasilkan gas bertekanan dengan cara memampatkan. PT. Pertamina Unit VI Kasim memiliki 2 buah kompresor gas jenis reciprocating yang bekerja secara bergantian di bagian CRU. Penelitian ini dilakukan dengan mengunakan data awal yang diambil dari data kerja kompresor. Metode yang digunakan observasi yaitu metode yang dilakukan dengan cara melakukan wawancara di PT.Pertamina RU VII Kasim tujuannya untuk mendapatkan data yang akan digunakan untuk penulisan skripsi (tugas akhir). Data spesifikasi kompresor reciprocating 3K-01-B untuk menghitung daya kompresor. Kompresor reciprocating 3K-01-B berperan penting dalam catalyti reforming unit (CRU) yang mana berfungsi mengkompresikan gas hidrogen dari tekanan 16,85 kg/cm² menjadi 24,5 kg/cm², yang kemudian di injeksikan ke sistem CRU untuk membantu reaksi katalis di reaktor. Dari perhitungan daya pada kompresor yang dihasilkan 299,127 KW bila dibandingkan dengan data operasi awal, kompresor reciprocating 3K-01-B beroperasi dengan daya yang lebih kecil dari desain.
PEMBUATAN DAN ANALISIS ALAT MANUAL BALANCING PROPELLER HUSAIN, KARMAN; GUFRAN, MUHAMMAD
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.587

Abstract

Perbaikan dan perawatan propeller sangat penting dilakukan, karena kondisi propeller yang kurang baik akan mempengaruhi kondisi mesin penggeraknya. Daun pada propeller yang cacat (retak) dapat diperbaiki dengan cara proses pengelasan pada daerah yang retak. Setelah dilakukan proses pengelasan dengan sendirinya akan mempengaruhi keseimbangan dari daun propeller. alat manual balancing propeller bertujuan agar dapat menemukan solusi untuk dapat mempermudah dalam proses menyeimbangkan daun propeller. Spesifikasi alat manual balancing propeller adalah besi leter U (488mm x 65mm x 50), besi siku (300mm x 68mm), plate 6 mm (400mm x 300mm), bahan poros 2,5” yang dibubut 4 buah, dan bahan poros 4” yang dibubut sebagai dudukan propeller. Diameter poros yang dipakai 22,5 mm dan dinyatakan lurus. dan bantalan poros bantalan gelinding No. 6204. Kelebihan Alat Manual Balancing Propeller adalah membantu dan mempermudah dalam proses pemeriksaan keseimbangan dari bilah atau daun propeller yang satu dengan yang lain pada sebuah propeller, proses pembuatan tidak rumit dan sangat praktis, proses penggunaan alat manual balancing propeller sangat mudah dan alat tersebut tidak mudah rusak. Kekurangan Alat Manual balancing Propeller adalah hasil dari proses pemeriksaan keseimbangan propeller tidak 100 %, karena pemeriksaannya hanya dengan kasat mata dan Propeller yang dapat dilakukan pemeriksaan pada alat manual balancing propeller tersebut ukurannya terbatas, karena untuk pemeriksaan propeller yang berukuran besar harus disesuaikan dengan ukuran dari alat tersebut.
RANCANG BANGUN FAN PADA TEROWONGAN ANGIN INANGKAL, MUH. FAJRAH; BUYUNG, SURIANTO; BANNE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Voering - Desember 2022
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v7i2.589

Abstract

Terowongan angin merupakan suatu alat yang akan dipergunakan dalam suatu pengujian ilmiah untuk mengukur beban angin yang terdapat benda yang di uji pada terowongan angin. Prinsip utama cara kerja terowongan angin yaitu dengan meletakan suatu prototype benda yang akan di uji pada ruang test yang berada pada alat terowongan angin udara yang bergerak dari kontraksi kone masuk yang mengarah ke ruang uji dengan kecepatan laju udara yang teratur sehingga udara tersebut menabrak pada sisi-sisi benda yang akan di uji sehingga membentuk pola aliran yang variatif. Rancang bangun fan pada terowongan angin di tentukan oleh beberapa dasar demi mendukung kinerja kipas yang baik yaitu penentuan jumlah bilah/sudu kipas, dimensi/diameter kipas, serta bahan yang akan dipakai dalam pembuatan kipas. Proses pembuatan kipas pada alat terowongan angin dimana dilakukan secara bertahap sesuai dengan bahan yang di pakai untuk pembuatan fan/kipas, pada tahapan perancangan fan/kipas dipertimbangkan juga dengan perhitungan-perhitungan yang mendasar sehingga menghasilkan fan/kipas yang sesuai dengan kebutuhan pengujian. Konsep perancangan ini bertumpu pada grafik hubungan antara kecepatan laju udara dengan putaran kipas yang berasal dari motor listrik.
ANALISA PENGARUH PUTARAN MESIN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR YAMAHA FIZ R 110 BANE, MARKUS SAMPE
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.809

Abstract

Kendaraan bermotor seperti mobil dan motor sering di gunakan sebagai trasportasi maupun alat bantu dalam bekerja. Sepeda motor merupakan kendaraan yang paling umum dan praktis digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kenyamanan suatu kendaraan tergantung pada perawatan serta pengecekan terhadap bagian-bagian kendaraan tersebut terutama komponen utama yaitu mesin. Mesin pada sepeda motor ada dua jenis yaitu, jenis 2 (dua) langkah dan jenis 4 (empat) langkah. pada 2 (dua) langkah, dalam satu kali putaran poros engkol (crankshaft) terjadi satu kali proses pembakaran dan setiap putaran pada suatu mesin terjadi karena adanya proses pembakaran bahan bakar dalam ruang bakar atau cylinder block. Poses pembakaran pada ruang bakar akan menggerakan piston maju mundur, pergerakan piston itu diteruskan oleh poros engkol atau crankshaft dan diteruskan ke transmisi lewat fly wheel, sehingga tiap putaran pada mesin sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Semakin cepat putaran mesin semakin banyak bahan bakar yang di konsumsi, semakin tinggi putaran mesin semakin banyak pula bahan bakar yang dikonsumsi. Pada putaran rendah 1100 rpm posisi transmisi/gear normal lebih banyak mengkonsumsi bagan bakar dibandingkan Gigi 1 dan Gigi 2 dan pada putaran tinggi 2500 rpm posisi transmisi/gear Gigi 1 lebih banyak mengkonsumsi bahan bakar di bandingkan dengan posisi transmisi/gear Normal dan Gigi 2. Pada ketiga posisi transmisi/gear ini yang mengkonsumsi bahan bakar lebih banayak untuk putaran rendah, sedang dan tinggi adalah posisi transmisi/gear Gigi 1. Tinggi dan rendahnya putaran mesin sangat berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar
ANALISA KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA SEPEDA MOTOR TYPE MATIC YAMAHA MIO MUSKITA, NELCE D.
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.810

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh putaran mesin terhadap konsumsi bahan bakar atau fuel comsumtioan dan untuk mengetahui pengaruh putaran mesin terhadap perbandingan udara bahan bakar (air fuel ratio). Untuk mengetahui pengaruh tersebut maka dilakukan perhitungan nilai konsumsi bahan bakar (FC) dan laju aliran udara (mu), sendangkan nilai perbandingan udara bahan bakar diperoleh dengan menggunakan alat pengujian Gas Emission Ana lyzer (Emisi Gas Buang). Dan juga penelitian dilakukan pada kondisi 4 variasi putaran yaitu 1100 rpm,1400 rpm, 1700 rpm dan 2000 rpm serta bahan bakar yang digunakan hanya satu jenis yaitu premium (bensin). Dari hasil penelitian bahwa pada putaran 1100 rpm nilai AFR 23,2, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 390, pemakaian bahan bakar (FC) 0,207692308, dan laju aliran udara kg/jam 4,818461538. Pada putaran 1400 rpm nilai AFR 19,5, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 340, pemakaian bahan bakar (FC) 0,238235294, dan laju aliran udara kg/jam 4,645588235. Pada putaran 1700 rpm nilai AFR 19,4, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 273, pemakaian bahan bakar (FC) 0,296703297, dan laju aliran udara kg/jam 5,756043956. Dan pada putaran 2000 rpm nilai AFR 19,4, volume bahan bakar (m³) 0,00003, waktu pemakaian (detik) 205, pemakaian bahan bakar (FC) 0,395121951, dan laju aliran udara kg/jam 7,665365854. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka semakin besar putaran mesin semakin besar nilai konsumsi bahan bakar dan semakin besar putaran mesin maka nilai perbandingan udara bahan bakar semakin ideal.
RANCANG BANGUN TRAINER FUEL INJECTION SIMULATOR SEPEDA MOTOR RIZKILAH, FUAD WAHYU; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.812

Abstract

Sistem injeksi bahan bakar elektronik dikembangkan untuk meningkatkan kinerja sistem bahan bakar pada motor bensin. Sistem injeksi bahan bakar elektronik adalah seperangkat alat untuk mensuplay bahan bakar yang diperlukan untuk pembakaran pada motor bensin. Sistim ini menggunakan beberapa sensor untuk mendeteksi kondisi mesin dan unit pengontrol (rangkaian elektronik). Untuk mempelajari lebih jauh tentang sistem ini maka Pendidikan tinggi yang menyelenggarakan Pendidikan vokasi jurusan Teknik khususnya Teknik otomotif membutuhkan trainer fuel injection simulator sebagai media mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk merancang dan membuat trainer fuel injection simulator sepeda motor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat trainer fuel injection simulator sepeda motor yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, serta untuk mengetahui pengaruh malfungsi sensor terhadap sistem kerja EFI. Hasil perancangan dan pembuatan trainer fuel injection simulator sepeda motor menghasilkan sebuah alat yang dapat digunakan dalam menunjang proses pembelajaran dengan ukuran rangka tinggi panel 100 cm, tinggi meja 80 cm dan lebar 100 cm. Setelah dilakukan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa ketika terjadi malfungsi pada throttle body maka akan berpengaruh pada injector. Dimana injector akan menyemprotkan bahan bakar lebih sedikit daripada saat kondisi normal.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM BODY ELEKTRIK KENDARAAN RODA EMPAT TONAPA, ARIF; BUYUNG, SURIANTO
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.813

Abstract

Pendidikan vokasi menerapkan proses pembelajaran dengan lebih mengedepankan metode yang berhubungan langsung dengan alat. Oleh karena itu lembaga pendidikan vokasi membutuhkan media-media pembelajaran selain alat-alat praktek/praktikum yang ada di bengkel/laboratorium. Media pembelajaran yang sangat dibutuhkan untuk program studi tertentu seperti Program studi Teknik Mesin Otomotif adalah media pembelajaran sistem body elektrik baik untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk merancang dan membuat sebuah unit media pembelajaran sistem kelistrikan body kendaraan atau body elektrik kendaraan roda empat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat sebuah media pembelajaran sistem body elektrik kendaraan roda empat (Avanza). Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuat media pembelajaran sistem kelistrikan body kendaraan atau body elektrik dengan spesifikasi sebagai berikut Tinggi rangka 1650 mm, panjang rangka 1840 mm, lebar rangka 610 mm, memiliki laci dengan ukuran lebar dan panjang yang sama 610 mm dan tinggi 440 mm. Jenis bahan rangka besi hollow, besi siku dan papan berlapis karet. Setelah melakukan pengujian maka semua komponen penerangan dan tanda mobil dapat berfungsi dengan baik.
Coefficient of Performance pada Coldstorage PT IMPD/PT WIFI Sorong FIANTI, FIANTI
Jurnal Voering Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Voering - Juli 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i1.814

Abstract

Coldstorage adalah ruangan yang dirancang sedemikian rupa agar dapat mempertahankan tingkat suhu tertentu, yang dibuat dengan tujuan untuk menaruh bermacam produk bahan makanan dan lain sebagainya agar kesegarannya dapat bertahan lebih lama. Sistem Pendingin (Refrigeration system) atau sistem refrigerasi merupakan suatu sistem yang dapat menurunkan dan menjaga temperature ruangan atau material tertentu menjadi lebih rendah temperaturnya dari pada temperatur lingkungan. Yaitu dengan cara memindahkan panas kalor dari ruang/material tersebut ke luar sistem atau ruangan yang lain. Coeffisien of Performance (COP) merupakan suatu nilai perbandingan antara kapasitas penyerapan panas yang terjadi dievaporator dengan sejumlah kerja kompresi yang dilakukan di kompresor. Nilai COP merupakan nilai COP aktual atau yang sebenarnya terjadi. COP carnot, merupakan nilai COP yang ideal dengan menganggap bahwa kalor yang dilepas di kondensor adalah sama dengan kalor yang diambil di evaporator ditambah energi yang dikeluarkan di kompresor. Efisiensi refrigerasi adalah perbandingan antara Coefficent of Performance Actual dan Coefficent of Performance Carnot. Efisiensi refrigerasi juga menunjukkan kedekatan sistem atau siklus pendingin tersebut dengan siklus ideal yang mampu-balik, yaitu siklus Carnot. Dengan Nilai COP aktual sebesar 4.33 dan Nilai COP carnot 4,52 dan efisiensi refrigerasi sebesar 96 %, maka ruang pendingin Cold Storage sudah dimanfaatkan dengan baik
DESAIN DAN PEMBUATAN BIKE LIFT MAHULETTE, PAULO BETRANDO; LEWERISSA, YOLANDA J.
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.815

Abstract

Pengangkat kendaraan sepeda motor atau sering disebut bike lift adalah alat yang berfungsi menaikan dan menurukan kendaraan sepeda motor untuk membantu, mempermudah mekanik dalam posisi berkerja sekaligus digunakan sebagai meja kerja seorang mekanik. Alat Pengangkat kendaraan sepeda motor dengan perancangan system hidrolik (manual) merupakan sistem pengerak dengan memanfaatkan tenaga pengerak berupa zat cair yang pada umumnya menggunakan zat minyak fluida yang dapat memunculkan daya angkat, sehingga dengan adanya bike lift dengan system hidrolik (manual) dapat memudahkan mekanik apabila bike lift dengan system pnuematic (otomatis) tidak dapat digunakan sewaktu-waktu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mendesain dan membuat alat bike lift dengan sistem hidrolik (manual). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah alat bike lift dengan bahan besi baja alloy UNP. Ukuran panjang 1800 mm, lebar 700 mm, tinggi 770 mm, bobot 60 kg dan kapasitas angkat 139 kg. Sistem penggerak hidrolik 5 Ton. Analisis kekuatan rangka bike lift dilakukan untuk mengangkat dan menahan kendaraan pada tiga posisi yaitu: posisi bawah dengan sudut 5°, Posisi Tengah dengan sudut 20°, dan posisi terakhir posisi atas sudut 28°, menghasilkan hitungan yang menyatakan bike lift dapat bekerja dengan baik untuk mengangkat dan menahan kendaraan dengan bobot maksimum 139 kg.
ANALISA EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR HONDA KARISMA YANG MENGGUNAKAN HYDROGEN ELECTROLYZER MUSKITA, NELCE D.
Jurnal Voering Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Voering - Desember 2023
Publisher : Politeknik Katolik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jvoe.v8i2.816

Abstract

Pemanasan global saat ini menyebakan banyaknya karbon dioksida (CO2) yang berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor. Keadaan ini menjadi semakin diperparah dengan pola hidup sebagian besar masyarakat Indonesia yang masih mengandalkan kendaraan berbahan bakar bensin sebagai penunjang aktivitas sehari-hari. Beragam alat untuk menghemat bahan bakar mulai bermunculan. Sepeda motor HHO (hidrogen hidrogen oksigen) adalah sepeda motor yang menggunakan bantuan elektrolisasi air sebagai campuran bahan bakar bensin, hidrogen dari air yang sudah dipecah oleh generator gas dalam proses elektrolisasi itu menjadi semacam aditif yang membuat mesin lebih irit BBM dan bersih. Hydrogen Electrolyzer merupakan salah satu teknologi baru yang sedang dalam pengembangan, yang mana Hydrogen Electrolyzer ini berupa tabung plastik yang komponen di dalamnya berisi dua buah elektroda katoda (+) dan anoda (-) yang merupakan besi stainless steel di isi dengan air bersih (murni tanpa kandungan unsur lain) yang ditambahkan elektrolit selanjutnya dihubungkan pada aki (accu) motor untuk mengubah air menjadi gas HHO. Gas HHO inilah yang akan digunakan sebagai sumber energi dan penghematan bahan bakar dalam mesin bakar, yang akan berdampak pada penurunan kadar CO (karbon monoksida) dan kadar HC (hidro karbon) yang dihasilkan sepeda motor yang menggunakan tabung hydrogen electrolyzer, sedangkan kadar CO2 dan kadar O2 mengalami peningkatan sehingga perbandingan kadar HC (hidro karbon) pada emisi gas buang yang dihasilkan pada sepeda motor yang menggunakan tabung hydrogen electrolyzer ini menyebabkan proses pembakaran menjadi lebih sempurna dibandingkan proses pembakaran pada sepeda motor tanpa menggunakan tabung hydrogen electrolyzer.