cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Karkasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
PENGARUH KEGIATAN SPBU JALAN BARU TERHADAP KINERJA RUAS JALAN JENDERAL SUDIRMAN (Studi Kasus pada Ruas Jalan Depan SBPU Jalan Baru) Hendrik Momot; Vina N Van Harling
Jurnal Karkasa Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Karkasa - Juli 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.346 KB) | DOI: 10.32531/jkar.v4i1.159

Abstract

Peningkatan aktifitas masyarakat,selalu berdampak pada permasalahan lalulintas. Kota Sorong khususny diruas Jalan Jenderal Sudirman, permasalahan lalu lintasnya, menjadi menarik untuk dianalisis dan dicari solusi penyelesaiannya karena terdapat aktifitas SPBU Jalan Baru, dimana akibat aktifitas tersebut menimbulkan adanya parkiran on street, yang dapat menurunkan kapasitas jalan. Sebagai langkah awal diperlukan adanya kajian mengenai kondisi kinerja ruas jalan yang ada saat ini pada saat adanya aktifitas SPBU. Dengan metode penelitian deskripti fkualitatif, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh aktifitas SPBU Jalan Baru terhadap kinerja ruas jalan Jenderal Sudirman. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa pengaruh aktifitas pengantrian bahan bakan minyak (BBM) menyebabkan adanya parker pada badan jalan,yang berakibat pada menyempitnya lebar jalan dan menurunnya kinerjajalan. Dalam perhitungan,terlihat bahawa derajat kejenuhan pada kondisi normal sebesar 0,55, dan meningkat menjadi 0,63 pada kondisi adanya aktifitas SPBU.
IDENTIFIKASI TINGKAT KERUSAKAN PELAT LANTAI TIGA KAMPUS POLITEKNIK SAINT PAUL SORONG Epafroditus Tuwanakotta
Jurnal Karkasa Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Karkasa - Juli 2020
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v6i1.187

Abstract

Kampus Politeknik Saint Paul Sorong merupakan gedung yang di bangun pada tahun 2003. Dan pada tahun 2009 gedung ini mengalami penambahan Seiring jalannya waktu kondisi pelat pada lantai tiga secara visual terlihat mengalami penurunan dan retakan yang terjadi pada pelat. Penurunan yang terjadi pada lantai tiga terlihat kurang baik kualitasnya Mengingat struktur yang memenuhi kriteria kekuatan (strenght), kenyamanan (serviceability), keselamatan (safety), dan umur rencana bangunan (durability). Maka sangatlah penting untuk melakukan suatu identifikasi tingkat kerusakan dari pelat tersebut. Tahapan penelitian ini meliputi pengamatan visual tentang kondisi terkini pada pelat lantai dan dilakukan penyelidikan yang bersifat tidak merusak yang meliputi pola retak, deformasi pelat, lebar retak, mutu beton dan tebal pelat. Data yang ada kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan pelat tersebut. Pola retak yang terjadi termasuk tripikal retak lentur, deformasi yang terjadi melebihi deformasi yang diijinkan, tebal pelat tidak memenuhi tebal minimum, lebar retak yang terjadi melibihi 2 mm sehingga tergolong lebar retak dengan intensitas sangat berbahaya, dan kuat tekan aktual yg rendah sehingga tidak bisa digunakan pada konstruksi struktural, Dilihat dari kondisi yang ada maka dapat identifikasikan pelat lantai tiga gedung kampus polteknik saint paul sorong mengalami kerusakan yang sangat membahayakan.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH PENAMBAHAN POLYESTER DENGAN KADAR 1%-12% TERHADAP KUAT TEKAN BETON Johan Budianto; Abdus Syukur Hasani; Bimo Bayu Aji; Chuzaeni Chuzaeni; Imtad Durohman
Jurnal Karkasa Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Karkasa - Juli 2020
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v6i1.202

Abstract

Perkembangan pembangunan di Indonesia berkembang sangat cepat dan pesat hal ini dikarenakan semakin banyaknya pertumbuhan laju penduduknya, maka dari itu pembangunan gedung dan rumah tinggal juga mengalami perkembangan yang pesat. Dalam pembangunan tersebut biasanya menggunakan struktur beton bertulang. Namun seiring kemajuan teknologi untuk meningkatkan mutu beton semakin bayak peneliti melakukan penelitian, dengan mengggunakan bahan tambah, salah satu bahan tambah yang digunakan dalam pembuatan beton antara lain resin polyester. Pada penelitian ini peneliti melakukan penelitian atau mengembangkan inovasi tentang beton dengan menggunakan bahan tambah resin polyester yang memiliki karakteristik sedikit kental dan berwarna merah sehingga diharapkan dapat menambah kuat tekan beton. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui mutu dan kualitas beton khususnya untuk kuat tekan beton yang menggunakan bahan tambah berupa resin polyester. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat benda uji berupa silinder yang ditambahkan dengan resin polyester sebesar 1% - 12%. Jumlah benda uji yang dibuat sebanyak 3 silinder beton normal dan 3 silinder beton setiap persentase 1% - 12%. Pembuatan benda uji ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Bahan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta. Sedangkan pengujian sample benda uji dilakukan di Laboratorium Universitas Gadjah Mada. Langkah yang dilakukan dalam penelitian ini antara lain persiapan alat dan bahan, setelah itu melakukan perencanaan atau mix design yang mengacu pada SNI 03-2834-2000. Kemudian dilakukan perawatan selama 28 hari dan dilakukan pengujian. Dari hasil pengujian kuat tekan beton didapatkan nilai rata-rata sebesar 20,75 MPa untuk beton normal, 13,68 MPa untuk beton resin 1%, 14,15 MPa untuk beton resin 2%, 20,56 MPa untuk beton resin 3%, 22,64 MPa untuk beton resin 4%, 18,85 MPa untuk beton resin 5%, 17,52 MPa untuk beton resin 6%, 15,97 MPa untuk beton resin 7%, 14,89 MPa untuk beton resin 8%, 11,97 MPa untuk beton resin 9%, 12,42 MPa untuk beton resin 10%, 11,19 MPa untuk beton resin 11%, 11,03 MPa untuk beton resin 12%. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukanya penambahan resin polyester terhadap beton normal mengalami kenaikan untuk kuat tekanya pada persentase 4%.
PERANCANGAN ULANG GEDUNG KAMPUS FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FLAT SLAB DAN DROP PANEL Adelbertus Gaina Umbu Loli; dwi Kurniati
Jurnal Karkasa Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Karkasa - Juli 2020
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v6i1.203

Abstract

Metode Flat slab merupakan pelaksanaan konstruksi pelat beton bertulang tanpa balok dengan keunggulan yang dimiliki antara lain dapat mengurangi ketinggian per lantai serta mengurangi beban struktur itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dimensi dan penulangan Pelat, Drop Panel serta kolom dari Gedung Kampus Fakultas Teknik Universitas PGRI Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam Tugas akhir ini sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu SNI 1727-2013 dan SNI 03-1727-1989 untuk pembebanan; SNI 1726:2012, SNI 1726:2019 dan Peta Sumber dan bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 untuk beban gempa; SNI 2847-2013 untuk perencanaan pelat, drop panel dan kolom dengan bantuan software Etabs 2016. Berdasarkan analisis dan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh tebal pelat lantai 265 mm dengan tulangan D22-150 mm untuk lajur kolom dan D22-250 mm untuk lajur tengah untuk pelat pada arah memanjang dan tulangan D19-250 mm untuk pelat dengan arah melebar pada lajur kolom dan lajut tengah. Tebal pelat atap 165 mm dengan tulangan D16-250 mm untuk lajur kolom dan lajur tengah untuk pelat pada arah memanjang dan tulangan D12-250 mm untuk pelat dengan arah melebar pada lajur kolom dan lajut tengah. Tebal drop panel untuk pelat lantai 250 mm, tebal drop panel untuk pelat atap 150 mm dengan lebar drop panel dalam 15 tipe beragam menyesuaikan ukuran penampang pelat dengan tulangan D13-130 mm untuk arah x maupun arah y. Menggunakan 3 jenis kolom yaitu kolom 1 (1000 x 1000 mm) 20D25, kolom 2 (800 x 800 mm) 16D22, dan kolom 3 (300 x 300 mm) 8D12. Hasil akhir juga diketahui bahwa perencanaan ulang struktur dengan metode flat slab dan drop panel lebih mahal 18,52% dari struktur pelat dan balok (konvensional) pada segi biaya. Sedangkan untuk volume beton struktur flat slab-drop panel lebih mahal hingga 61,46% dari struktur pelat-balok (konvensional) sehingga secara keseluruhan, struktur flat slab-drop panel lebih mahal.
PENGARUH WAKTU PENCAMPURAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN BAHAN TAMBAH SIKAMENT® –LN Yusverison Andika; Natalia Scorle Bida Rehi
Jurnal Karkasa Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Karkasa - Juli 2020
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v6i1.204

Abstract

Dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi beton yang lebih maju, manusia dituntut untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas beton. Konstruksi beton sangat diminati karena memiliki banyak kelebihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu pencampuran terhadap kuat tekan beton dengan bahan tambah Sikament® –LN dengan variasi waktu pencampuran 30 menit, 60 menit, 120 menit, dan 180 menit. Dari hasil penelitian didapat hasil waktu pencampuran mempengaruhi kuat tekan beton, nilai kuat tekan maksimum didapat pada waktu pencampuran 120 menit, kemudian kuat tekan menurun dan bertambahnya lama waktu pencampuran akan mempengaruhi nilai slump. Ditandai dengan semakin lama waktu pencampuran nilai slump semakin kecil
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL ABU BATU QUARRY PII Imam Trianggoro Saputro; Oktavianus Klau Bria; Magdafenta Simanjuntak
Jurnal Karkasa Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Karkasa - Juli 2020
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v6i1.213

Abstract

Pada saat melakukan perencanaan perkerasan suatu jalan maka daya dukung tanah adalah salah satu parameter yang menentukan. Kualitas daya dukung tanah dapat diketahui dengan pengujian California Bearing Ratio (CBR). Tanah lempung merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki daya dukung yang rendah karena memiliki kembang susut yang tinggi. Oleh karena itu usaha perbaikan sifat tanah dilakukan untuk meningkatkan daya dukungnya. Pada penelitian ini, metode perbaikan daya dukung tanah lempung dilakukan melalui penambahan material abu batu sebagai bahan stabilisasi yang diperoleh dari salah satu quarry yang terletak di kota Sorong.Variasi penambahan abu batu pada tanah lempung sebesar 0%, 10%, 20% dan 30% terhadap berat kering tanah. Dari hasil pengujian yang dilakukan berurutan sesuai penambahan variasi abu batu di atas maka diperoleh nilai CBR sebesar 1.6%, 1.7%, 2.61%, dan 3%. Besar peningkatan CBR pada variasi penambahan abu batu sebanyak 10%, 20% dan 30% berturut-turut sebesar 6.25%, 63,12% dan 87.50% dari variasi normal. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa abu batu dapat digunakan untuk stabilisasi tanah lempung dimana semakin besar penambahan material abu batu ke dalam tanah lempung maka daya dukung tanahnya menjadi meningkat.
KOMPARASI DEFLEKSI BANGUNAN TERHADAP NILAI PEAK GROUND ACCELERATION YANG TERMODIFIKASI DENGAN RESPON SPEKTRUM PADA JENIS LOW RISE BUILDING Johan Budianto
Jurnal Karkasa Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Karkasa - Desember 2020
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v6i2.205

Abstract

Masyarakat Indonesia hidup berdampingan dengan gempa. Pertemuan lempengan plat tektonik mengakibatkan resiko terjadinya gempa semakin besar. Gempa yang tidak terduga mengakibatkan perlunya pembaharuan code. Dalam kurun waktu 20 tahun, peta gempa Indonesia sudah mengalami 3 kali revisi. Dari ketiga revisi tersebut, grafik respon spektrum juga mengalami perubahan. Penelitian ini menggunakan accelerogram Bucharest. Lokasi bangunan ada di yogyakarta. Jumlah lantai ada 3 buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh respon spektrum dari peta gempa terhadap Peak ground acceleration. Berdasarkan respon spektrum tahun 2002 menghasilkan peak ground acceleration 0,25g. respon spektrum tahun 2010 menghasilkan peak ground acceleration 0,41g. respon spektrum tahun 2017 menghasilkan peak ground acceleration 0,38g Ujicoba analisa bangunan 3 lantai dengan diberi pembebanan accelerogram Bucharest yang termodifikasi dengan respon spektrum tahun 2002, menghasilkan defleksi maksimum 3,2 cm sedangkan dengan respon spektrum tahun 2010, menghasilkan defleksi maksimum 4,8 cm dan dengan respon spektrum tahun 2017, menghasilkan defleksi maksimum 5,9 cm. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pertama Semakin besar nilai C pada respon spektrum, nilai Peak ground acceleration belum tentu semakin besar. Kedua, Semakin besar nilai C pada respon spektrum, simpangan bangunan akan semakin besar. Ketiga, Semakin besar nilai simpangan pada bangunan, belum tentu diakibatkan dari nilai peak ground acceleration yang tinggi.
PENGUJIAN SIFAT-SIFAT LABORATORIUM MATERIAL GALIAN C QUARRY YANG ADA DI MALANU KOTA SORONG Akbar Akbar; Oktavianus Klau Bria
Jurnal Karkasa Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Karkasa - Desember 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v4i2.236

Abstract

Pada dasarnya, kondisi tanah di alam tidaklah selalu memiliki sifat yang baik. Sedangkan untuk keperluan konstruksi, dibutuhkan tanah yang sifatnya sesuai dengan ketentuan yang ada. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berupa pengujian sifat-sifat fisik dari tanah lempung berpasir. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Galian C Quarry Malanu Kota Sorong. Tujuan dari penelitian ini ialah Mengetahui sifat-sifat laboratorium yang terdapat pada material galian Cquarrymalanu dengan pengujian pemadatan tanah, uji Berat jenis, uji CBR dan Uji Atterberg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanah yang diuji merupakan tanah berlempung. Dimana tanah asli yang diuji mendapatkan hasil yang baik, dari pengujian Gradasi, Berat Jenis, Pemadatan, Batas Cair dan Batas Plastis, dan CBR. Hasil dari gradasi termasuk dalam gradasi menerus dimana terdistribusi dengan baik, hasil pengujian Berat Jenis sebesar 2.59%, hasil pengujian Pemadatan mendapatkan berat isi kering sebesar 1.87 gr/cm3 dan kadar air sebesar 12.70 %, hasil pengujian Batas Atterberg yang di lakukan mendaptkan nilai Batas Cair 20.66, sedangkan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas (IP) yang terdapat pada tanah ini merupakan tanah yang non plastis yang dimana sebelum mencapai diameter 3mm sudah mengalami keretakan dan hasil pengujian CBR yang di lakukan mendapatkan Nilai CBR Rendam sebesar 23.00 %.
PENGARUH PERUBAHAN GEOMETRIK JALAN DUA LAJUR (2/2 UD) MENJADI EMPAT LAJUR (4/2 D) PADA RUAS JALAN BASUKI RAHMAD SORONG ENDA PALINOAN; JOHANES EUDES OLA
Jurnal Karkasa Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Karkasa - Desember 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v4i2.237

Abstract

Jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong merupakan salah satu ruas jalan yang menghubungkan kota dengan kabupaten Sorong. Ruas jalan ini pada kondisi awal bertipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) dan dilakukan pelebaran menjadi tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) dengan median jalan sebagai pemisah arah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan geometrik jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) menjadi empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan peraturan yang ada pada manual kapasitas jalan Indonesia (MKJI) tahun 1997. Hasil penelitian ini bahwa volume terbesar pada jalan Basuki Rahmad km.12 kota Sorong terjadi pada hari senin. Berdasarkan hasil perhitungan dari volume dan kapasitas pada kondisi awal dengan tipe jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 UD) maka didapat derajat kejenuhan sebesar 0,82. Untuk kondisi akhir dengan tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D) didapat derajat kejenuhan untuk arah kota – kabupaten sebesar 0,29. Sedangkan untuk arah kabupaten- kota didapat derajat kejenuhan sebesar 0,28. Menurut MKJI (1997) apabila derajat kejenuhan lebih besar dari 0,75 jalan sudah tidak stabil. Maka berdasarkan hasil evaluasi dimana derajat kejenuhan pada kondisi akhir lebih baik dibandingkan dengan kondisi awal, maka hal ini menunjukkan bahwa perubahan geometrik jalan berpengaruh sangat baik terhadap kinerja ruas jalan Basuki Rahmad km.12.
TINJAUAN DIMENSI SALURAN DRAINASE PADA RUAS JALAN FRANS KAISEPO KOTA SORONG Yusverison Andika; Imam Trianggoro Saputro; Yan Fredrik Bonai
Jurnal Karkasa Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Karkasa - Desember 2018
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v4i2.238

Abstract

Prasarana dan sarana atau infrastruktur diartikan sebagai fasilitas fisik suatu kota atau negara yang sering disebut pekerjaan umum yang meliputi bangunan fasilitas-fasilitas dasar, Drainase dapat didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Perencanaan drainase yang harus diperhatikan adalah data curah hujan, tata guna lahan dan dimensi saluran. Saluran drainase direncanakan untuk menampung debit rencana dengan aman berdasarkan data curah hujan Pada saluran yang ada di sepanjang daerah Jalan Frans Kaisepo kilo meter 8 SMEA tersebut sering terjadi genangan air setiap musim hujan nya maka perlu dilakukan kajian untuk menganalisis kapasitas saluran drainase tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dan merencanakan dan menghitung kapasitas debit curah hujan yang masuk kedalam saluran drainase dengan kondisi rencana dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir pada saluran drainase, di ruas Jalan Frans Kaisepo kilo meter 8 Kota Sorong. Metode penelitian kali ini Debit rencana dihitung dengan mengunakan rumus rasional dan kapasitas saluran dihitung dengan rumus kontinuitas dan manning, logpearson III. Hasil analisa yang diperoleh diketahui dimensi saluran existing masih mampu mengalirkan debit air hujan , terjadi banjir disebabkan karena penumpukan sampah dan pendangkalan.