cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Karkasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
EVALUASI KUAT LENTUR BETON BERTULANG BAMBU Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.894

Abstract

Beton bertulang bambu merupakan alternatif konstruksi yang semakin diperkenalkan di dunia teknik sipil, terutama dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya. Selama sepuluh tahun belakangan telah banyak penelitian yang menggabung berbagai formula guna mendapatkan standar yang pas dan bisa digunakan selutuh manusia di dunia. Penelitian ini mengkaji implikasi kuat lentur beton bertulang bambu, yang menggabungkan dua material berbeda, beton sebagai bahan struktur utama dan bambu sebagai material penguat. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada kekuatan lentur beton bertulang bambu, serta pengaruh bambu terhadap kinerja struktural komposit ini dalam berbagai kondisi beban. Pengujian material dilakukan terlebih dahulu, kemudian job mix design menggunakan metode Standar Nasional Indonesia tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton bertulang bambu memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan daya dukung lentur, dengan keuntungan ekologis dan ekonomis, meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bambu terhadap ketahanan jangka panjang dan keawetan material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beton normal memiliki kekuatan lentur maksimum rat-rata sebesar 3,89 MPa, beton bertulang bambu pada 28 hari memiliki kekuatan lentur maksimum 4,12 MPa.
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN STRUKTUR BETON PADA BANGUNAN GEDUNG ASTON SORONG CITY HOTEL BERDASARKAN STANDAR SNI DENGAN EUROCODE Al kautsar, Rakha H.; Saputro, Imam Trianggoro; Samaila, Muh. Akhsan
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.895

Abstract

Standarisasi yang diterapkan pada setiap Negara pastinya memiliki keistimewaan masing – masing sehingga dapat dijadikan acuan perencanaan dalam pembangunan, dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbandingan antar standarisasi yang telah diterapkan. Dalam hal ini penulis mencoba menerapkan Standar Eurocode pada bangunan gedung Aston Sorong City Hotel dapat memenuhi perencanaan di daerah rawan gempa. Struktur yang berdiri 8 lantai dengan ketinggian 29,5 m. Input pembebanan dan dimensi struktur pada permodelan sama dengan aslinya yang dibantu perhitungannya menggunakan program SAP2000. Standarisasi yang dibandingkan antara SNI 2847:2019 dengan EN 1992-1-1:2004. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka diperoleh kebutuhan penulangan D12-250 pada plat menurut SNI lebih renggang dari kebutuhan Eurocode D12-200, sedangkan kebutuhan penulangan Balok 9D-19 menurut SNI yang lebih banyak dari Eurocode 8D-19, dan kebutuhan penulangan Kolom pada kedua standarisasi ini memiliki nilai yang sama sebesar 6869mm2.
ANALISIS PERBANDINGAN PARAMETER RESPONS SPEKTRUM DESAIN ANTARA SNI 1726-2012 DAN SNI 1726-2019 DI KOTA SORONG Ada, Axel Telling; Tuwanakotta, Epafroditus
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.897

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu wilayah yang rawan tejadi bencana gempa. Dengan adanya kejadian bencana gempa tersebut maka bangunan di kota sorong perlu pehatian cukup tinggi, oleh sebeb itu Indonesia memiliki peraturan tentang perencaanaan dalam perancangan struktur bangunan tahan gempa. Terbitnya Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung SNI 1726-2012 yang kemudian perbaharui menjadi Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung SNI 1726-2019, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap bangunan yang telah dibangun menggunakan pertaturan SNI 1726-2012. Terkait dengan adanya pembahruan tersebut maka penulis melakukan analisis perbandingan parameter spektrum respons desain pada SNI 1726-2012 terrhadap SNI 1726-2019 dengan memilih empat lokasi untuk mewakili wilayah kota Sorong dengan menggunakan kelas situs yang sama yaitu Batuan (SB), Tanah Keras (SC), Tanah Sedang (SB), dan Tanah Lunak (SE). Setiap parameter dan koefisien yang mengalami kenaikan maupun penurunan nilai akan bepengaruh terhadap grafik spekrum respons desain. Berdasarkan hasil perbandingan maka dapat diketahui bahwa nilai pada SNI 1726-2012 mengalami kenaikan terhadap SNI 1726-2019 untuk nilai SS sebesar 12,75 % dan S1 sebesar 10,93%. Untuk nilai parameter SDS dan SD1 pada kelas situs Batuan (SB), Tanah Sedang (SD), dan Tanah Lunak (SE) mengalami penurunan pada SNI 1726-2019 terhadap SNI 1726-2012 sedangkan untuk kelas situs Tanah Keras (SC) pada SNI 1726-2012 mengalami kenaikan terhadap SNI 1726-2019.
KETAHANAN KUAT TEKAN BETON SERAT FIBER GLASS SEBAGAI BAHAN TAMBAH Kurniati, Dwi
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.898

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap beban tekan. Namun, beton memiliki sifat rapuh yang dapat menyebabkan keretakan jika terkena beban tarik atau lentur. Penambahan serat fiber glass sebagai bahan tambah pada beton bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kuat tekan sekaligus memperbaiki sifat mekanik beton, khususnya dalam menahan retak dan deformasi. Serat fiber glass dipilih karena memiliki karakteristik ringan, tahan terhadap korosi, serta memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi penambahan serat fiber glass dengan persentase tertentu terhadap kuat tekan beton. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa beton dengan serat fiber glass memiliki peningkatan signifikan dalam kapasitas beban tekan dibandingkan beton normal. Selain itu, serat fiber glass juga mampu meningkatkan homogenitas beton dan mengurangi keretakan mikro yang sering terjadi pada beton konvensional. Penggunaan serat fiber glass tidak hanya meningkatkan kekuatan mekanik tetapi juga memberikan solusi untuk kebutuhan beton yang lebih tahan lama dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan potensi besar dari serat fiber glass sebagai bahan tambah inovatif dalam pengembangan material konstruksi berkelanjutan.
ANALISIS PENGARUH AKTIFITAS SPBU HBM TERHADAP TINGKAT PELAYANAN JALAN AHMAD YANI KOTA SORONG Jui Sampe Nanna; Yusveriso Andika
Jurnal Karkasa Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Karkasa - Juli 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/49j40m30

Abstract

Jalan ahmad yani kota Sorong merupakan jalan yang menghubungkan Remu utara dengan kampung yang volume lalu lintasnya cukup padat terutama pada jam-jam sibuk sehingga dengan adanya aktivitas di salah satu SPBU yang ada di kota Sorong yaitu SPBU HBM yang dimana sering terjadi antrian kendaraan hingga meluber ke badan jalan yang dimana hal tersebut tentunya berpengaruh langsung terhadap tingkat pelayanan di jalan ahmad yani kota Sorong. Pada penelitian ini dilakukan analisis tingkat pelayanan jalan ahmad yani dengan mengambil data dilapangan sebagai parameter untuk menghitung kapasitas jalan yang dimana dilakukan pengukuran langsung di jalan ahmad yani untuk mengambil data geometrik jalan dan juga volume lalu lintas yang dimana data tersebut diambil langsung pada jam sibuk di lalu lintas yang ada di jalan ahmad yani, sehingga pada saat analisis di dapatlah derajat kejenuhan pada kondisi normal 0,45 dengan Tingkat pelayanan jalan B dengan kondisi jalan raya Arus stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dibatasi oleh kondisi lalu lintas sedangkan untuk kondisi adanya antrian 0,90 dengan kondisi lalu lintas Arus tidak stabil, arus terkadang terhenti, volume sudah mendekati kapasitas, pada penelitian ini juga menganasis mengenai radius putaran dari u-turn di jalan ahmad yani yang di mana pada kondisi normal kendaraan bisa melakukan putaran langsung sedangkan pada kondisi adanya antrian kendaraan harus melakukan beberapa kali manuver untuk bisa melakukan putaran.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING AKIBAT AKTIVITAS PERDAGANGAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN SUNGAI MARUNI KOTA SORONG Chelsea Patricia Sahetapy; Johanes Eudes Ola
Jurnal Karkasa Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Karkasa - Juli 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/ez7xh268

Abstract

Ruas Jalan Sungai Maruni di Kota Sorong mengalami penurunan kinerja akibat hambatan samping yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan, seperti parkir liar, pedagang kaki lima, dan bongkar muat barang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hambatan samping terhadap kapasitas jalan, kecepatan lalu lintas, serta tingkat pelayanan jalan (Level of Service). Metode yang digunakan mencakup survei lalu lintas, observasi langsung, serta analisis berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di sepanjang jalan menyebabkan peningkatan derajat kejenuhan, penurunan kecepatan kendaraan, serta menurunkan tingkat pelayanan jalan ke kategori yang lebih buruk. Dampak ini berkontribusi pada kemacetan dan berkurangnya efisiensi transportasi di kawasan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan strategi penataan aktivitas perdagangan, kebijakan pengelolaan parkir, serta rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan kinerja jalan dan mobilitas masyarakat di Kota Sorong.
ANALISIS PERCEPATAN WAKTU DAN BIAYA TERHADAP KETERLAMBATAN PROYEK PADA PENINGKATAN JALAN RING ROAD AIMAS KM.18 – PESANTREN KM.27 - MAKBUSUN MENGGUNAKAN METODE CRASHING PROGRAM Geopani Randan; Wennie Mandela
Jurnal Karkasa Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Karkasa - Juli 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/kdac0v45

Abstract

Penjadwalan proyek adalah hal yang sangat perlu diperhatikan dan harus dibuat sedetail mungkin agar pelaksanaan proyek tersebut mendapatkan hasil yang efektif dan efisien. Didalam suatu proyek, keterlambatan bisa saja terjadi contohnya pada proyek peningkatan Jalan Ringroad, maka dari itu,diperlukan analisis metode crashing program guna mengejar prestasi yang tertinggal pada waktu sebelumnya dengan cara melakukan analisis jaringan kerja berypa CPM pada aplikasi Ms.Project 2016. Analisa ini ditujukan untuk mengetahui waktu dan biaya setelah dilakukan  percepatan (crashing) dengan penambahan jam kerja (lembur). Data-data yang di butuhkan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa time schedule, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Laporan Mingguan. Selanjutnya, dilakukan analisis waktu dan biaya akibat diterapkannya percepatan penambahan  jam kerja (lembur). Dari hasil perhitungan percepatan (crashing) waktu dan biaya dapat di simpulkan bahwa selisih penambahan jam kerja lembur dengan pengurangan durasi 22 hari dari durasi normal 270 hari menjadi 246 hari  dengan total biaya yang di keluarkan Rp. 20.144.866.359,55 dari total biaya pekerjaan normal Rp. 20.351.388.500,00.
DESAIN JALUR EVAKUASI BENCANA PADA GEDUNG SEKOLAH GOLDEN GATE MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA FLOYD-WARSHALL Prayoga Sihombing; Imam Trianggoro Saputro
Jurnal Karkasa Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Karkasa - Juli 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/bk1cwm34

Abstract

Bencana yang tidak terduga dapat menimbulkan dampak yang fatal, baik dari segi keselamatan jiwa maupun kerugian materi. Oleh sebab itu, perlu disediakan jalur evakuasi yang perlu dirancang dengan matang agar proses evakuasi dapat berlangsung cepat dan aman. Gedung Sekolah merupakan salah satu bangunan yang sangat berisiko menghadapi bencana karena jumlah penghuni yang banyak serta luasnya bangunan. Algoritma FloydWarshall adalah salah satu metode yang digunakan untuk menemukan jalur terpendek. Algoritma ini dapat membantu dalam menghitung jalur evakuasi terpendek, sehingga meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi saat terjadi bencana. titik kumpul pada gedung Sekolah Golden Gate ada 2 titik kumpul pertama berada diparkiran depan gedung sekolah dan titik kmpul kedua berada dilapangan olahraga bagan belakang gedung sekolah. jarak dari tiap ruangan lantai 1 didapatkan 27,58 meter sampai 51,56 meter dengan waktu tempuh 26,23 detik sampai 49,19 detik menuju ttik kumpul AS1 dan AS2, pada lantai 2 didapatkan jarak dari setiap ruangan 27,58 meter sampai 51,56 meter dengan waktu tempuh 26,23 detik sampai 49,19 detik menuju titik kumpul AS1, pada lantai 3 didapatkan jarak dari setiap ruangan 64,59 meter sampai 85,33 meter dengan waktu tempuh 62 detik sampai 83,59 detik menuju titik kumpul AS1. tanda arah evakuasi, tanda exit sesuai dengan standar ISO 7010.
MANAJEMEN LALU LINTAS PADA KAWASAN JALAN FRANS KAISIEPO KOTA SORONG Apriella D. A. Manupapami; Epafroditus Tuwanakotta
Jurnal Karkasa Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Karkasa - Juli 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/g9dqaw38

Abstract

Tingginya pertumbuhan ekonomi beiringan dengan peningkatan kebutuhan akan pergerakan lalu lintas dikarenakan mobilitas pergerakan orang atau kendaraan meningkat juga. Hal ini dapat menyebabkan kinerja jalan menurun karena volume pergerakan lalu lintas melebihi kapasitas ruas jalan yang ada. Salah satu contohnya dapat dilihat pada ruas jalan Frans Kaisiepo yang merupakan salah satu jalan alternatif yang sering digunakan pada jam sibuk. Penelitian ini dilakukan dengan harapan dapat mengidentifikasi permasalahan yang timbul dan menerapkan manajemen lalu lintas yang sekiranya tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada. Jalan ini diteliti dalam dua aspek penting, yaitu geometrik dan juga tingkat pelayanannya. Melalui survei topografi dan survei lalu lintas yang dilakukan di lapangan, serta dengan pengolahan data yang ada, maka dapat disimpulkan bahwa jalan ini belum memenuhi seluruh kriteria dalam kelayakannya melayani pergerakan lalu lintas. Solusi alternatif yang dapat diberikan adalah berupa perubahan tipe jalan, pengalihan jalur maupun perbaikan geometrik jalan di beberapa titik.
ANALISIS KETIDAKBERATURAN STRUKTUR AKIBAT VARIASI TINGGI LANTAI TERHADAP BEBAN GEMPA PADA GEDUNG MASJID AGUNG AL-AKBAR SORONG Kamilus; Epafroditus Tuwanakotta
Jurnal Karkasa Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Karkasa - Desember 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/0cmzjk72

Abstract

Pada masa sekarang desain bangunan semakin bervariasi sesuai dengan kebutuhan bangunan itu sendiri, sehingga banyaknya bangunan dengan bentuk yang cenderung tidak beraturan maupun tidak semetris. Yang dimaksud dari ketidakberaturan adalah bentuk bangunan itu sendiri yang tidak beraturan seperti bentuk bangunan yang menggambarkan huruf L, T, U dan Y, dan bangunan dengan tinggi kolom antar tingkat berbeda. Dalam penelitian ini penulis merencanakan menganalisis ketidakberaturan struktur, apa saja yang termasuk dalam ketidakberaturan vertikal dan ketidakberaturan horizontal terhadap beban gempa dinamik respon spektrum pada bangunan struktur Masjid Agung Al-Akbar Sorong.Hasil analisis ketidakberaturan horizontal pada struktur bangunan yaitu tidak memiliki ketidakberaturan horizontal torsi namun memiliki ketidakberaturan horizontal sudut dan hasil analisis ketidakberaturan vertikal pada struktur bangunan yaitu tidak memiliki ketidakberaturan kekakuan tingkat lunak  dan tidak memiliki ketidakberaturan akibat diskontinuitas bidang pada elemen vertikal pemikul gaya leteral namun memiliki ketidakberaturan berat (massa).

Page 9 of 10 | Total Record : 99