cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Karkasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
PENERAPAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT POLITEKNIK KESEHATAN KOTA SORONG Sekur T Rematobi; Wennie Mandela
Jurnal Karkasa Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Karkasa - Desember 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/18rw9512

Abstract

Dalam pembangunan suatu proyek konstruksi pengendalian biaya merupakan hal yang sangat penting dalam proses pengolaan biaya proyek. Banyak masalah yang akan di jumpai dalam suatu proyek konstruksi seperti penggunaan material yang boros, tenaga kerja yang kurang terampil dan waktu penyelesaian proyek yang tidak tepat waktu sehingga hal ini menyebabkan pemborosan terhadap biaya yang tidak sesuai dengan anggaran yang ditentukan. Pada proyek pembangunan gedung Rektort Politeknik Kesehatan Kota Sorong membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp.36,570,996,788.55. Penelitian ini bertujuan melakukan penghematan terhadap biaya yang sudah direncanakan sebelumnya, selain itu untuk mengetahui perbandingan total biaya proyek setelah dilakukan analisa. Metode yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode Value Engineering. Metode Value Engineering adalah suatu metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak perlu atau mengurangi biaya tanpa mengurangi fungsinya. Terdapat 4 tahap rencana kerja mata metode ini, yaitu : Tahap Informasi, Tahap Kreatif, Tahap Analisa, dan Tahap Rekomendasi. Setelah dilakukan analisa Value Engineering didapatkan penghematan Rp.654,875,786.25 atau 1.79% dari total biaya proyek. Analisa dilakukan pada 2 item pekerjaan  biaya tertinggi, yaitu pekerjaan dinding dan pekerjaan lantai pekerjaan dinding direkomendasikan lapisan dinding HPL diganti menggunakan Gypsumboard sedangkan untuk pekerjaan lantai direkomendasikan Granit 60x60 diganti menggunakan Kramik 60x60.
ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001:2015 DAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN ISO 45001:2018 PADA PROYEK STADION BAWELLA KOTA SORONG Wennie Mandela; Carolina Sitorus Pane
Jurnal Karkasa Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Karkasa - Desember 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/6b3d5810

Abstract

ISO 14001:2015 adalah standar Internasional yang diterbitkan ISO mengenai sistem manajemen lingkungan yang bermanfaat untuk mengurangi pencemaran, peningkatan kinerja SML, meningkatkan kepuasan konsumen, dan pemenuhan peraturan lingkungan, sedangkan ISO 45001:2018 adalah standar sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, manfaat dari penerapan nya adalah untuk mengurangi angka kecelakaan kerja dan memperhitungkan risiko dan bahaya. Gap analysis adalah metode yang di pakai pada penelitian ini, metode ini berguna  dalam mengidentifikasi serta mengevaluasi keadaan proyek saat ini. Dari hasil gap analysis didapatkan nilai gap pada ISO 14001:2015 sebesar 34% nilai tersebut menunjukan perbaikan yang harus dilakukan, kemudian untuk ISO 45001:2018 nilai gap sebesar 17%.
PERBAIKAN SIFAT-SIFAT BATU PECAH QUARRY BAGUS JAYA ABADI (BJA) SAOKA KOTA SORONG, SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM PEMBUATAN BETON NORMAL Kristina Singgir
Jurnal Karkasa Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Karkasa - Desember 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/z7tg4x51

Abstract

Batu pecah merupakan salah satu material utama sebagai agregat kasar dalam pembuatan beton normal. Mutu beton sangat dipengaruhi oleh sifat fisik agregat yang digunakan, seperti gradasi, kadar lumpur, bentuk butiran, berat jenis, dan berat volume. Batu pecah dari Quarry Bagus Jaya Abadi (BJA) Saoka, Kota Sorong, diketahui memiliki beberapa kelemahan, di antaranya gradasi yang tidak memenuhi zona SNI, bentuk butiran pipih, dan kadar lumpur yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki sifat-sifat batu pecah agar layak digunakan sebagai agregat kasar sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menguji pengaruhnya terhadap kuat tekan beton pada umur 28 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif–kualitatif dengan pengujian laboratorium terhadap sifat fisik agregat serta pembuatan benda uji beton dengan mutu rencana Fc 20 MPa dan Fc 25 MPa. Proses perbaikan meliputi pemilihan bentuk agregat, pencucian untuk mengurangi kadar lumpur, dan pengeringan. Hasil pengujian menunjukkan kadar lumpur agregat kasar menurun menjadi 0,28% dan gradasi memenuhi batas SNI. Uji kuat tekan beton menunjukkan hasil rata-rata 19,52 MPa (98% dari mutu rencana) untuk Fc 20 MPa, dan 17,14 MPa (68% dari mutu rencana) untuk Fc 25 MPa. Dengan demikian, batu pecah hasil perbaikan layak digunakan untuk beton normal mutu rendah hingga menengah, namun belum optimal untuk mutu tinggi tanpa perbaikan lanjutan.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PASIR BITUNG DAN PASIR MALANU TERHADAP MUTU PAVING BLOCK BERDASARKAN KUAT TEKAN DAN PENYERAPAN AIR Angelius Gaudens Gigo Naing; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Karkasa - Desember 2025
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/zsyq2931

Abstract

Pengembangan penggunaan pasir lokal, terutama untuk pembuatan paving block, di Kota Sorong masih sangat minim, sehingga sebagian produsen paving block memanfaatkan material pasir dari luar daerah. Padahal kualitas mutu pasir lokal untuk paving block harus lebih diperhatikan dengan baik, karena hanya berbeda dari segi berat volume, warna, kadar lumpur, serta analisa saringan dibanding pasir dari daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kualitas paving block yang dibuat menggunakan pasir hitam Bitung dan pasir lokal Malanu ditinjau dari kuat tekan dan penyerapan air. Benda uji paving block berdimensi 21 cm x 10,5 cm x 7 cm dibuat menggunakan proporsi rencana campuran 40 MPa menurut standar DOE, dengan jumlah 20 sampel utuh untuk masing-masing jenis pasir. Benda uji dipotong berbentuk kubus sesuai syarat SNI 03-0691-1996 dan diuji menggunakan Compression Testing Machine (CTM) pada umur 7, 14, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu paving block dari kedua jenis pasir belum memenuhi target mutu rencana sebesar 481,93 kg/cm² (mutu kelas A). Pada umur 28 hari, paving block dengan pasir Bitung mencapai kuat tekan 151 kg/cm² atau termasuk mutu kelas C untuk penggunaan trotoar pejalan kaki, sedangkan paving block dengan pasir Malanu hanya mencapai 105 kg/cm² atau termasuk mutu kelas D untuk penggunaan taman. Nilai penyerapan air rata-rata maksimum masing-masing sebesar 1,48% untuk pasir Bitung dan 2,30% untuk pasir Malanu, keduanya telah memenuhi syarat SNI 03-0691-1996 (maksimum 3%). Dengan demikian, pasir Bitung menghasilkan mutu paving block yang lebih baik dibandingkan pasir lokal Malanu.
STUDI EKSPERIMENTAL BETON BERTULANG PASCA KEBAKARAN UNTUK PENILAIAN KEKUATAN DAN IKATAN TULANGAN Dwi Kurniati
Jurnal Karkasa Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Karkasa - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/yjd4k803

Abstract

Kebakaran pada bangunan beton bertulang dapat menyebabkan penurunan signifikan terhadap kekuatan material dan integritas struktural akibat paparan suhu tinggi. Salah satu tantangan utama dalam evaluasi pasca kebakaran adalah menentukan sejauh mana kerusakan terjadi pada beton dan ikatan antara beton dengan tulangan baja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan sifat mekanis beton bertulang setelah paparan suhu tinggi melalui pendekatan eksperimental laboratorium. Spesimen balok dan silinder beton bertulang dengan mutu normal (fc' = 25 MPa) dipanaskan pada suhu 200°C, 400°C, 600°C, dan 800°C selama dua jam dalam furnace, kemudian didinginkan secara alami. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tekan, tarik belah, lentur, dan uji ikatan tulangan (pull-out test). Hasil pengujian menunjukkan bahwa peningkatan suhu eksposur berbanding lurus dengan penurunan kekuatan material. Pada suhu 600°C ke atas, terjadi penurunan kekuatan tekan hingga lebih dari 40%, dan penurunan signifikan pada kekuatan ikatan beton-tulangan. Analisis visual dan mikroskopis mengindikasikan terbentuknya retak mikro, peningkatan porositas, dan degradasi fasa hidrat semen. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk penilaian kerusakan struktur pasca kebakaran serta menjadi acuan dalam perencanaan strategi perbaikan dan penguatan struktur. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengevaluasi performa beton bertulang pasca kebakaran menggunakan pendekatan numerik dan simulasi elemen hingga (FEM).
PERBAIKAN KOLOM PENDEK BETON BERTULANG MENGGUNAKAN GLASS FIBER JACKET DENGAN VARIASI TINGKAT PEMBEBANAN Randi Angriawan Tarigan
Jurnal Karkasa Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Karkasa - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/yz83zz89

Abstract

Kolom beton bertulang merupakan elemen struktur yang berperan penting dalam menjamin stabilitas dan keamanan bangunan. Kerusakan pada kolom dapat mengakibatkan penurunan kapasitas dukung dan meningkatkan resiko kegagalan struktur, sehingga diperlukan metode perbaikan yang efektif untuk mengembalikan kinerja kolom. Perbaikan kolom beton bertulang dapat dilakukan dengan berbagai metode seperti concrete jacketing, steel jacketing, dan FRP (Fiber Reinforced Polymer). Penggunaan FRP sebagai material perkuatan telah berkembang karena mampu meningkatkan kapasitas struktur tanpa menambah dimensi penampang secara siginifikan. Namun penggunaan material FRP seperti Glass Fiber Reinforced Polymer, Aaramid Fiber Reinforced Polymer, dan Carbon Fiber Reinforced Polymer masih relatif terbatas karena biaya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini memanfaatkan glass fiber tipe woven roving yang umum digunakan dalam pembuatan tandon air sebagai alternatif perbaikan kolom yang lebih ekonomis. Pengujian dilakukan terhadap 7 benda uji kolom pendek dengan ukuran penampang melintang 120 mm x 120 mm dan panjang 750 mm. Benda uji kolom diberikan beban aksial tekan dengan eksentrisitas 60 mm dengan variasi tingkat pembebanan 60%, 70% dan 80% dari beban aksial maksimum. Kolom kemudian dibungkus dengan tiga lapis glass fiber dan diberikan beban aksial tekan hingga runtuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode glass fiber jacketing mampu meningkatkan kapasitas beban aksial kolom setelah diperbaiki sebesar 16,93%, 38,94%, dan 26,61% pada variasi tingkat pembebanan 60%, 70%, dan 80%.
EVALUASI KINERJA STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT DENGAN METODE DIRECT DISPLACEMENT BASED DESIGN DAN NONLINEAR PUSHOVER ANALYSIS EKA FAISAL NURHIDAYATULLAH; Yoga Maulana Akhsan; Cahyo Dita Saputro
Jurnal Karkasa Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Karkasa - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/e3mx3005

Abstract

Indonesia berada pada wilayah cincin api pasifik dengan tingkat aktifitas seismik tinggi. Kondisi ini menyebabkan bangunan gedung di negara ini berisiko mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Metode perencanaan struktur bangunan di Indonesia umumnya menggunakan pendekatan Force Based Design (FBD). FBD belum mampu mensimulasikan perilaku struktur bangunan akibat gempa secara representatif, seperti metode perancangan berbasis kinerja. Salah satu metode perencanaan berbasis kinerja yaitu Direct Displacement Based Design (DDBD). Meskipun demikian, hasil perancangan struktur dengan DDBD masih memerlukan evaluasi. Evaluasi kinerja struktur dapat dikerjakan dengan metode nonlinear pushover analysis. Penelitian ini menggabungkan dua metode yaitu DDBD dan pushover analysis. DDBD dikerjakan untuk mendapatkan berbagai kriteria desain berbasis kinerja. Sedangkan, analisis pushover dilakukan guna menguji kondisi aktual struktur bangunan melalui simulasi respons inelastik struktur akibat beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai perpindahan, interstory drift, level kinerja struktur antara metode DDBD dengan pushover analysis serta mengidentifikasi pola keruntuhan struktur bangunan. Berdasarkan analisis sendi plastis diketahui bahwa keruntuhan elemen struktur terjadi pada balok terlebih dahulu kemudian kolom setelahnya. Pola ini mengindikasikan bahwa mekanisme keruntuhan telah memenuhi Strong Column Weak Beam. Hasil pushover analysis menunjukkan nilai perpindahan lateral struktur bangunan lebih kecil dari pada DDBD. Hasil pushover analysis menunjukkan bahwa nilai interstory drift cenderung lebih kecil dibandingkan dengan DDBD pada hampir seluruh tingkat bangunan. Namun demikian, terdapat indikasi adanya peningkatan interstory drift aktual pada tingkat 2–3 dibandingkan dengan tingkat – tingkat di atasnya. Bahkan, untuk pembebanan lateral pada arah sumbu y, interstory drift pada tingkat tersebut telah melampaui batas yang ditargetkan oleh DDBD, meskipun demikan angkanya masih berada di bawah ambang batas Life Safety, yaitu sebesar 0,02. Hasil evaluasi pushover berdasarkan ATC-40 dan FEMA 440 menunjukkan tingkat kinerja aktual berada pada kategori Immediate Occupancy hingga Damage Control. Struktur bangunan menunjukkan kinerja seismik yang lebih baik dari target DDBD yaitu Life Safety.
EVALUASI PARAMETER BEBAN ANGIN DAN HUJAN PADA PERENCANAAN ATAP BAJA BUSUR BERDASARKAN ASCE 7-16 DAN SNI 1727:2020: STUDI KASUS GEDUNG PERKANTORAN PUBLIK DI SORONG Epafroditus Tuwanakotta; Yusverison Andika
Jurnal Karkasa Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Karkasa - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/fkbk8v05

Abstract

Struktur atap baja busur (curved roof) pada bangunan perkantoran publik di kawasan pesisir memiliki kerentanan tinggi terhadap kombinasi aksi iklim ekstrem, khususnya gaya angkat angin (uplift wind load) dan beban genangan air hujan (ponding load). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi parameter pembebanan angin dan hujan pada perancangan atap baja busur galvalume Gedung Perkantoran Publik di Sorong, Papua Barat Daya, berdasarkan standar ASCE 7-16 dan SNI 1727:2020. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-evaluatif berbasis kaji ulang dokumen perancangan teknis (desk review) tanpa melakukan pemodelan ulang aplikasi. Evaluasi difokuskan pada ketaatan kriteria eksposur, kalkulasi tekanan velositas dasar (qh), koefisien tekanan net (Cpnet), intensitas beban genangan hujan, serta keandalan elemen sekunder dan sambungan tumpuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa lokasi pesisir menetapkan Kategori Eksposur C dengan kecepatan angin rencana 120 km/jam (33,33 m/s), yang menghasilkan tekanan velositas qh sebesar 694,86 N/m². Geometri melengkung memicu dominasi gaya angkat (uplift) pada seluruh permukaan atap dengan tekanan desain puncak sebesar -519,75 N/m² (Cpnet = -0,88). Sementara itu, kriteria beban hujan genangan ditetapkan sebesar 50 kg/m² (0,49 kN/m²) pada lantai dek dan 92 kg/m (0,90 kN/m) pada rangka atap busur. Seluruh aksi pembebanan terbukti terakomodasi secara aman, ditunjukkan oleh stress ratio maksimum rangka pipa utama sebesar 0,728 (<1,0), rasio interaksi gording CNP 150×50×20×3,2 sebesar 0,405 (<1,0), serta keandalan angkur baseplate Ø16 mm dengan panjang tanam 300 mm. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa penetapan parameter pembebanan pada dokumen perencanaan eksisting telah memenuhi tingkat keselamatan rekayasa (engineering safety margin) dan ketaatan terhadap regulasi SNI 1727:2020.
PENERAPAN SISTEM TRANSPORTASI JALAN BERKELANJUTAN DI KOTA SORONG (KAJIAN LITERATUR) Imam Trianggoro Saputro; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Karkasa - Juli 2026
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/789tf747

Abstract

Transportasi jalan berkelanjutan telah menjadi isu sentral dalam pembangunan perkotaan di negara berkembang, termasuk kota kecil-menengah seperti Kota Sorong di Papua Barat Daya. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis secara komprehensif penerapan sistem transportasi jalan berkelanjutan yang relevan bagi Kota Sorong dengan mempertimbangkan karakteristik lokal dan pembelajaran dari berbagai studi kasus. Kajian dilakukan melalui sintesis literatur terhadap kerangka konseptual, tantangan implementasi, strategi dan opsi kebijakan, dampak lingkungan, serta pengalaman kota-kota di Indonesia dan regional. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi menuju transportasi berkelanjutan memerlukan pendekatan multi-dimensi yang mengintegrasikan aspek infrastruktur, kebijakan, kelembagaan, sosial-budaya, dan lingkungan. Kota kecil-menengah memiliki potensi besar untuk bertransformasi karena fleksibilitasnya, meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya. Tantangan utama meliputi keterbatasan anggaran, infrastruktur yang belum memadai, lemahnya koordinasi antar-lembaga, serta kendala topografi dan sosial-budaya khas Papua. Strategi yang direkomendasikan mencakup pengembangan transportasi umum massal, infrastruktur non-motoris, integrasi moda, dan pembangunan berorientasi transit yang diterapkan secara bertahap. Keberhasilan implementasi bergantung pada koordinasi antar pemangku kepentingan, integrasi perencanaan tata ruang dan transportasi, serta partisipasi masyarakat yang didukung sistem monitoring yang terukur.

Page 10 of 10 | Total Record : 99