cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Karkasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN PARAMETER RESPONS SPEKTRUM DESAIN ANTARA SNI 1726-2012 DAN SNI 1726-2019 DI KOTA SORONG Ada, Axel Telling; Tuwanakotta, Epafroditus
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.897

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu wilayah yang rawan tejadi bencana gempa. Dengan adanya kejadian bencana gempa tersebut maka bangunan di kota sorong perlu pehatian cukup tinggi, oleh sebeb itu Indonesia memiliki peraturan tentang perencaanaan dalam perancangan struktur bangunan tahan gempa. Terbitnya Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung SNI 1726-2012 yang kemudian perbaharui menjadi Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan nongedung SNI 1726-2019, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap bangunan yang telah dibangun menggunakan pertaturan SNI 1726-2012. Terkait dengan adanya pembahruan tersebut maka penulis melakukan analisis perbandingan parameter spektrum respons desain pada SNI 1726-2012 terrhadap SNI 1726-2019 dengan memilih empat lokasi untuk mewakili wilayah kota Sorong dengan menggunakan kelas situs yang sama yaitu Batuan (SB), Tanah Keras (SC), Tanah Sedang (SB), dan Tanah Lunak (SE). Setiap parameter dan koefisien yang mengalami kenaikan maupun penurunan nilai akan bepengaruh terhadap grafik spekrum respons desain. Berdasarkan hasil perbandingan maka dapat diketahui bahwa nilai pada SNI 1726-2012 mengalami kenaikan terhadap SNI 1726-2019 untuk nilai SS sebesar 12,75 % dan S1 sebesar 10,93%. Untuk nilai parameter SDS dan SD1 pada kelas situs Batuan (SB), Tanah Sedang (SD), dan Tanah Lunak (SE) mengalami penurunan pada SNI 1726-2019 terhadap SNI 1726-2012 sedangkan untuk kelas situs Tanah Keras (SC) pada SNI 1726-2012 mengalami kenaikan terhadap SNI 1726-2019.
KETAHANAN KUAT TEKAN BETON SERAT FIBER GLASS SEBAGAI BAHAN TAMBAH Kurniati, Dwi
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.898

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap beban tekan. Namun, beton memiliki sifat rapuh yang dapat menyebabkan keretakan jika terkena beban tarik atau lentur. Penambahan serat fiber glass sebagai bahan tambah pada beton bertujuan untuk meningkatkan ketahanan kuat tekan sekaligus memperbaiki sifat mekanik beton, khususnya dalam menahan retak dan deformasi. Serat fiber glass dipilih karena memiliki karakteristik ringan, tahan terhadap korosi, serta memiliki kekuatan tarik yang tinggi. Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi penambahan serat fiber glass dengan persentase tertentu terhadap kuat tekan beton. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa beton dengan serat fiber glass memiliki peningkatan signifikan dalam kapasitas beban tekan dibandingkan beton normal. Selain itu, serat fiber glass juga mampu meningkatkan homogenitas beton dan mengurangi keretakan mikro yang sering terjadi pada beton konvensional. Penggunaan serat fiber glass tidak hanya meningkatkan kekuatan mekanik tetapi juga memberikan solusi untuk kebutuhan beton yang lebih tahan lama dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan potensi besar dari serat fiber glass sebagai bahan tambah inovatif dalam pengembangan material konstruksi berkelanjutan.
PEMODELAN HIDROGRAF BANJIR DAS REMU MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS Samaila, Muh Akhsan; Torsulu, Agus Fernando; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Karkasa - Desember 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v9i2.659

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Seiring dengan perubahan karakteristik sungai, maka terjadi penurunan fungsi DAS. Oleh karena itu, simulasi perhitungan aliran perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik DAS. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui hasil pemodelan hidrograf banjir DAS Remu dengan model HEC-HMS, 2) untuk mengetahui karakteristik aliran DAS Remu berupa debit puncak (Qp), volume outflow dan waktu puncak (tp), 3) mengetahui hasil perbandingan perhitungan debit secara teoritis dengan hasil pemodelan HEC-HMS. Pada penelitian ini digunakan model HEC-HMS dengan metode SCS-UH pada direct runoff dan SCS-CN pada volume runoff. Hasil penelitian ini menunjukkan model hidrograf banjir pada pemodelan HEC-HMS menunjukkan pergerakkan aliran yang tidak konstan. Dalam pemodelan hidrograf banjir model HEC-HMS didapatkan karakteristik DAS Remu sebagai berikut : nilai debit puncak berturut-turut pada periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun adalah 632,3 m3/s, 801 m3/s, 905 m3/s, 1029,7 m3/s, 1118,5 m3/s dan 1204,6 m3/s, nilai volume outflow berturut-turut pada periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun adalah 4790,8 m3, 6102,5 m3, 6912,3 m3, 7883,6 m3, 8576,5 m3 dan 9247,6 m3, waktu puncak pada masing-masing periode ulang adalah sama yaitu pada pukul 12.00 serta nilai perbandingan perhitungan secara teoritis hidrograf banjir DAS Remu dengan model HEC-HMS memiliki rata-rata perbedaan yaitu, pada metode Rasional 2,86 %, metode HSS Nakayasu 5,09 % dan metode HSS SCS 1,68 %.
DESAIN STRUKTUR CABLE STAYED BRIDGE TYPE FAN PATTERN (JEMBATAN KEBON AGUNG 2, SLEMAN, YOGYAKARTA) Masagala, Algazt Aryad; Adi, Samun Rinasa
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.745

Abstract

Jembatan Kebon Agung 2 terletak di Sleman, D.I. Yogyakarta memiliki bentang 200 m, lebar 7 m, dan memiliki dua trotoar dengan lebar 1 m. Dipilihnya tipe jembatan cable stayed dimaksudkan bahwa tipe jembatan tersebut merupakan tipe jembatan yang digunakan untuk bentang panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh hasil desain struktur jembatan Cable Stayed tipe Fan Pattern. Komponen struktur utama menggunakan material baja BJ 37 dan beton fc’ 25 MPa. Dari hasil perencanaan didapatkan dimensi profil baja gelagar memanjang menggunakan Box 1200.500.20.20, untuk End Cross Girder menggunakan IWF 700.300.13.24, Cross Girder menggunakan IWF 900.300.16.28, Stringers menggunakan IWF 450.200.9.14, Wind Bracing menggunakan IWF 200.200.8.12, serta sambungan menggunakan baut mutu tinggi A-325. Dimensi kabel secara total menggunakan Ø130 mm dengan jumlah angkur 61. Slab komposit tebal 20 cm dengan tulangan pokok Ø16-150 mm dan tulangan bagi Ø13-150 mm. Nilai lendutan maksimum yaitu 0,10 m dengan nilai lendutan ijin yang disyaratkan sebesar 0,13 m.
MONITORING KONDISI STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA TERHADAP BEBAN DINAMIS AKTUAL KENDARAAN (Studi Kasus: Jembatan Tlatar) Nurhidayatullah, Eka Faisal; Firdaus, Lutfi Mirsa; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.779

Abstract

Peristiwa keruntuhan jembatan sudah berulangkali terjadi di Indonesia. Monitoring kondisi struktur jembatan eksisting perlu dilakukan guna menjamin bahwa infrastruktur yang sudah dibangun tetap berada dalam kondisi prima meskipun dengan umur layan yang sudah tidak lagi muda. Apabila terdapat indikasi adanya kelemahan struktur dapat segera diantisipasi dengan melakukan rehabilitasi atau perkuatan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur jembatan eksisting berdasarkan parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas frame struktur, lendutan serta rekomendasi perlakuan yang sesuai. Penelitian dilaksanakan menggunakan dua simulasi kondisi beban lalu lintas yaitu beban aktual dan rencana kendaraan. Beban aktual kendaraan diperoleh dari rekaman sensor accelerometer arduino gyroscope MPU6050 yang dipasang pada elemen struktur jembatan eksisting sedangkan beban rencana diperhitungkan sesuai dengan ketentuan SNI 1725: 2016. Kedua beban tersebut dikombinasikan dengan gaya gempa statik ekivalen sesuai dengan ketentuan SNI 2833: 2016 dan Peta Gempa 2017. Analisis struktur dikerjakan dengan metode analisis dinamik linear. Berdasarkan analisis diketahui nilai frekuensi aktual jembatan sebesar 2,083 Hz lebih kecil dibandingkan frekuensi alami sebesar 2,215 Hz dengan rasio frekuensi sebesar 5,923%. Gaya dalam akibat beban aktual kendaraan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar belum mencapai keadaan ultimate. Pemeriksaan kapasitas struktur jembatan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar menghasilkan rasio < 1 sehingga tidak terindikasi mengalami kerusakan lokal. Lendutan akibat beban aktual kendaraan menunjukkan nilai yang lebih kecil dari beban rencana dan batas izin. Hasil analisis parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas struktur, dan lendutan menunjukkan bahwa struktur jembatan eksisting termasuk berada dalam kondisi baik. Meskipun demikian, jembatan tetap memerlukan perawatan preventif untuk mencegah terjadinya kerusakan serta menjaga kinerja struktur.
ANALISIS PREDIKSI DURASI PADA PEKERJAAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO Saputro, Cahyo Dita; Khanif, Abdul
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.788

Abstract

Keberhasilan sebuah proyek dapat dilihat dari ketepatan waktu dalam menyelesaikannya. Pada umumnya proyek memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya, hampir semua proyek konstruksi dipengaruhi oleh risiko dan ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Monte Carlo untuk menentukan durasi pekerjaan struktur pada gedung bertingkat. Metode Monte Carlo adalah teknik komputasi yang digunakan untuk memodelkan ketidakpastian dalam sistem atau proses dengan melakukan simulasi sejumlah besar skenario atau percobaan acak. Berdasarkan hasil simulasi Monte Carlo pada penelitian ini, diperoleh prediksi durasi pekerjaan struktur gedung bertingkat untuk proyek selanjutnya. Dengan mempertimbangkan metode dan peralatan-peralatan yang digunakan serta luasan bangunan yang hampir sama atau mendekati, maka hasil prediksi dapat dijadikan acuan dalam menentukan durasi pekerjaan struktur gedung bertingkat pada proyek selanjutnya. Total durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan struktur gedung bertingkat dengan luasan ± 5.000 m2 yaitu 84,30 minggu. Kemudian hasil perbandingan antara durasi rencana, durasi aktual dan durasi hasil prediksi, diperoleh rerata selisih yang kecil dan mendekati 1%.
DESAIN PELAT CENDAWAN PADA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.791

Abstract

Selama lebih dari dua dekade ke belakang, perkembangan pembangunan gedung bertingkat di Indonesia cukup signifikan. Beton bertulang merupakan material utama yang digunakan dalam konstruksi pembangunan gedung-gedung tersebut. Konstruksi beton bertulang memiliki elemen struktur pelat lantai, kolom, balok, serta pelat atap. Konstruksi beton bertulang sangat umum, hal ini dikarenakan konstruksi beton bertulang lebih murah dibandingkan dengan konstruksi baja. Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin berkembang pula desain teknologi flatsalab menggunakan pelat cendawan tanpa adanya elemen balok. Metode flatslab ini mulai menjadi trend di Indonesia sejak sepuluh tahun belakangan ini, terdapat beberapa keuntungan dari pemanfaatan flat slab ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui ketebalan dari pelat, dan kolom dengan metode flatslab. Flatslab merupakan teknologi konstruksi bangunan gedung tanpa menggunakan stuktur balok. Dari analisa didapatkan bahwa tebal pelat sebesar 200mm dengan tulangan menggunakan diameter 13 dengan jarak 150mm. Sedangkan pelat cendawan memiliki ketebalan 350mm, dengan dimensi 2800mm x 2800mm dengan tulangan D13-10mm. terdapat dua tipe kolom yang digunakaan k1 800mm x 800mm dan k2 600mm x 600mm. Dapat disimpulkan bahwa desain gedung dengan menggunakan pelat cendawan aman dan dapat digunakan.
PENGARUH BENTUK BENDA UJI TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA MATERIAL LOKAL Andika, Yusverison; Buyung, Suriano; Ola, Johanes Eudes
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.799

Abstract

Beton merupakan salah satu bentuk material konstruksi yang sudah umum digunakan, akan tetapi dalam pelaksanaan untuk mendapatkan mutu yang direncanakan sangatlah susah, karena sangat dipengaruhi berbagai macam hal. Selain kondisi material agregat halus dan kasar juga metode pelaksanaan pencampurannya akan mempengaruhi mutu beton itu sendiri. Dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan beton dengan material lokal untuk mutu beton fc’ 21 Mpa dengan benda uji kubus dan silinder serta membandingkan hasil kuat tekan beton diantara keduanya. Dari hasil penelitian didapatkan Nilai kuat tekan beton benda uji kubus lebih tinggi dari benda uji silinder dimana perbandingan antara benda uji silinder dan kubus untuk campuran (1) 0.63 dan campuran (2) 0.65 dan semakin besar kadar semen semakin besar pula nilai perbandingannya.
PERKIRAAN KAPASITAS TAMPUNG SUNGAI SEBAGAI RESPON TERHADAP DEBIT BANJIR : STUDI KASUS SUNGAI KLAWASI Samaila, Muh. Akhsan; Tamrin, Rustam
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.800

Abstract

Salah satu penyebab utama banjir adalah ketidakmampuan sungai dalam menampung debit air yang tinggi akibat curah hujan ekstrem. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian mengenai kapasitas tampung sungai sebagai respon terhadap debit banjir ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan kapasitas tampung Sungai Klawasi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas tersebut. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan hidrologi dan hidraulika untuk menganalisis debit banjir ekstrem dan kapasitas tampung sungai. Analisis ini melibatkan pengumpulan data curah hujan, debit aliran, serta kondisi morfologi sungai. Selain itu, penggunaan model komputer seperti HEC-RAS akan membantu dalam simulasi kondisi aliran dan prediksi elavasi banjir pada kondisi ekstrem. Analisis debit banjir rancangan dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Gama I, mendekati kondisi aktual pada perhitungan aliran dasar (base flow) pada simulasi unsteady flow analysis. Hasil pemodelan hidrolika dengan simulasi steady flow analysis pada ruas penampang Sungai Klawasi dengan Program HEC-RAS diperoleh hasil bahwa kapasitas sungai tidak dapat menampung limpasan permukaan dan ditemukan penyempitan aliran yang dapat menghambat aliran sungai pada saat banjir terjadi
ASESMEN STRUKTUR DERMAGA TERHADAP POTENSI GELOMBANG, GEMPA DAN TSUNAMI Nurhidayatullah, Eka Faisal; Fajar, Muhammad Azis; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.880

Abstract

Gelombang, gempa dan tsunami yang berpotensi terjadi merupakan ancaman bagi infrastruktur dermaga. Kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan dermaga mencakup korban jiwa, kerugian ekonomi akibat gangguan distribusi logistik, biaya perbaikan struktur yang rusak, hambatan pendistribusian bantuan bagi para korban pada masa tanggap darurat dan pemulihan. Asesmen struktur dermaga diperlukan guna mengidentifikasi lebih dini apabila terdapat potensi kelemahan dermaga yang diakibat oleh beban gelombang, gempa atau tsunami sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko serta kerugian. Beban gelombang dan tsunami diperhitungkan dengan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika sesuai dengan ketentuan dan koefisien FEMA 55 & FEMA P646 sedangkan beban gempa diperhitungkan sebagai respons spektrum berdasarkan SNI 1726: 2019. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan perangkat lunak SAP 2000. Analisis struktur dikerjakan dengan metode statik dan dinamik linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dalam pada elemen struktur dermaga akibat pengaruh gaya gempa cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan gelombang serta tsunami. Perhitungan beban tsunami menggunakan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika cenderung menghasilkan gaya yang relatif kecil sehingga kurang representatif. Rasio gaya dalam ultimit terhadap kapasitas penampang struktur menunjukkan nilai kurang dari satu pada seluruh elemen struktur dengan berbagai skenario kombinasi beban akibat pengaruh lingkungan. Simpangan lateral pada arah x dan y belum melampaui batas izin yang berarti bahwa kondisi struktur termasuk dalam keadaan baik.