cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Karkasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
PEMETAAN RESIKO BANJIR MENGGUNAKAN CITRA SATELIT Rika Nuraini Nuraini
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.573

Abstract

Bencana alam adalah salah satu fenomena yang dapat terjadi setiap saat, dimanapun dan kapanpun. Bencana alam banjir merupakan bencana yang paling banyak di dapati hampir diseluruh tempat, banjir dapat membawa kerusakan, kerugiaan dan bahkan dapat merenggut nyawa. Untuk mengetahui sebaran wilayah yang berpotensi banjir pada Kabupaten Sleman, digunakan pendekatan menggunakan software Sistem Informasi Geografis (GIS). Pendekatan yang digunakan dengan overlay intersection (tumpang susun peta), dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan proses overlay menggunakan software ArcGIS 10.8, parameter yang digunakan meliputi kemiringan lereng, penggunaan lahan, curah hujan, dan jenis tanah. Penggunaan software ini memanfaatkan citra satelit yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital. Hasil analisis sebaran wilayah dengan tingkat resiko potensi banjir Sedang seluas 363,80Km2 (63,35%) terdapat di 11 Kecamatan, dan tingkat kerawanan resiko potensi banjir Tinggi 21,03Km2 (36,64%) terdapat di 6 Kecamatan. Sementara itu yang menjadi faktor utama penyebab terjadinya banjir ialah kemiringan lereng datar (0-8%) yang hampir secara merata terdapat di Kabupaten Sleman dan penggunaan lahan yang difungsikan sebagai lahan sawah dan pemukiman.
TRANSPOR SEDIMEN PADA SUNGAI GAJAH WONG DI KOTA YOGYAKARTA Ratna Septi Hendrasari; Adeska Adeska
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.575

Abstract

Transpor sedimen di sungai merupakan proses alami yang terjadi secara berkelanjutan. Besarnya transport sedimen dipengaruhi oleh karakteristik aliran dan material yang dibawa. Adanya transport sedimen, dapat menyebabkan terjadinya perubahan morfologi sungai. Hal ini dapat mempengaruhi kegiatan pemanfaatan sungai tersebut. Lokasi penelitian berada di ruas Sungai Gajah Wong Yogyakarta. Sungai ini melewati pemukiman padat penduduk. Selain itu, di pinggiran sungai, banyak berdiri bangunan rumah warga dengan gang-gang sempit. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel sedimen dasar untuk selanjutnya dilakukan pengujian berat jenis, void ratio, porosity dan gradasi butiran. Pengambilan sampel dilakukan di ruas sungai Gajah Wong yang berada di belakang Taman Cendekia Gambiran. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Gadjah Mada. Besarnya transport sedimen dihitung dengan menggunakan Metode Meyer Peter Muller. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa besarnya transpor sedimen yang terjadi pada aliran sungai Gajah Wong adalah 1,5265x10-4 m3/s.
PENGARUH PLASTIMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA BERBAGAI UMUR Yusverison Andika; Theodora F. Lisawengen; Benz M. Wilson Mambrak
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.576

Abstract

Semakin pesatnya pembangunan dalam bidang infrastruktur membutuhkan banyak sekali bahan konstruksi,salah satunya adalah beton. Beton tersusun dari semen, agregat halus, agregat kasar dan air yang kekuatannya dipengaruhi oleh banyak faktor. Tuntutan beton yang berkualitas baik sangat tinggi demi tercapainya perancangan suatu proyek. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kuat tekan beton adalah air. Banyak usaha dilakukan untuk menaikkan mutu beton, yang paling umum adalah dengan menggunakan bahan tambah/ admixture. Penambahan plastimen pada beton tujuannya adalah menambah tingkat kelecakan pada beton tanpa menambah kadar airnya sehingga mutu beton tetap terjaga. Pada penelitian ingin mencari pengaruh plastimen terhadap campuran beton jika kadar airnya tidak dikurangi apakah nilai kuat tekan meningkat atau bahkan sebaliknya. Kuat tekan beton diamati perkembangannya pada beberapa umur. Dalam penelitian ini kuat tekan beton yang direncanakan 275 Kg/cm2 dengan komposisi plastimen yang digunakan sebesar 0.2 % dari berat semen. Kemudian dibuat benda uji kubus serta dilakukan tes tekan pada umur 3, 7, 14, 21, 28 dan 56 hari. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penambahan plastimen pada campuran beton dengan kadar air tetap berpengaruh negatif pada kuat tekan, ini dibuktikan daril nilai kuat tekan rata-rata yang lebih kecil dibandingkan dengan tanpa plastimen.
PENGARUH PERTUMBUHAN KENDARAAN TERHADAP KINERJA JALAN SUNGAI MARUNI KOTA SORONG Johanes Eudes Ola
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.577

Abstract

Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi di kota Sorong, pertumbuhan kendaraan pun meningkat setiap tahun. Kondisi ini menimbulkan berbagai persoalan operasional lalu lintas seperti kemacetan yang merupakan bentuk nyata dari penurunan kinerja jalan. Jalan Sungai Maruni merupakan salah satu jalan dengan aktivitas perdagangan di sisinya, sehingga memiliki tingkat kesimbukan yang tinggi. Dampaknya terjadi kerumitan lalu lintas pada jam sibuk. Kerenanya dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan kendaraan terhadap kinerja ruas jalan Sungai Maruni kota Sorong. Dengan metode deskriptif - kualitatif, disimpulkan bahwa peningkatan jumlah kendaraan berpengaruh pada peningkatan volume lalu lintas dan derajat kejenuhan, yang pada gilirannnya akan menurunkan kinerja jalan. Untuk arah Barat Daya ke Timur Laut, pada tahun 2022 dan 2023 kinerja jalan berada pada posisi B. Sejalan dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor, berubah ke level C mulai tahun 2024. Untuk arah Timur Laut ke Barat Daya, pertambahan kendaraan bermotor berakibat pada kenaikan derajat kejenuhan, meskipun kinerja jalan tetap pada level C.
PENGARUH BENTUK PROFIL TERSUSUN TERHADAP PERILAKU ELEMEN KOLOM BAJA Epafroditus Tuwanakotta; Anita Rosalina Paa
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.578

Abstract

Profil tersusun merupakan salah satu solusi dalam menjawab hal ini. di mana dengan menggunakan profil tersusun kita bisa dengan mudah menentukan kapasitas kemampuan memikul beban dari profil itu sendiri. Dengan mengatur sedemikian rupa sehingga menghasilkan inersia yang besar yang sangat diperlukan, dalam mendesain batang tekan yang dalam hal ini adalah kolom. Dalam profil tersusun, pelat kopel digunakan untuk membuat dua atau beberapa profil menyatu dan bekerja dalam suatu kesatuan dalam memikul beban. Dan bukan hanya itu saja,pelat kopel kelemahan Di mana penambahan pelat kopel akan berdampak pada berkurangnya kelangsingan darikolom itu sendiri, yang juga akan mengurangi faktor tekuk dari penampang, yang pada akhirnya akan berdampak pada kemampuan kolom dalam memikul bebanTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh bentuk profil tersusun terhadap perilaku elemen kolom baja. hasil analisis pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kekuatan pada pelat kopel pada semua bentuk profil tersusun sama sebesar 3735000 N/cm2, Penempatan pelat kopel dan dimensi daripada pelat kopel tdk berpengaruh terhadap Tahanan Geser Pelat kopel itu sendiri.
PENGGUNAAN DATA HISTORIS KLIMATOLOGI DALAM PERAMALAN GELOMBANG LAUT DI PERAIRAN SORONG PROVINSI PAPUA BARAT William David Tan Bembuain; Muh. Akhsan Samaila
Jurnal Karkasa Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Karkasa - Desember 2022
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v8i2.579

Abstract

Gelombang merupakan salah satu parameter penting yang perlu diketahui dan diperhitungkan. Itulah sebabnya diperlukan pendataan gelombang sebagai parameter dalam merencanakan bangunan pantai. Sayangnya, pengambilan data gelombang di laut secara langsung memiliki tingkat kesulitan teknis yang tinggi dan biaya operasional yang mahal. Itulah sebabnya diperlukan peramalan gelombang laut dengan data angin. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui tinggi, periode, dan arah gelombang maksimum yang terjadi di perairan Sorong, khususnya Sorong Barat, 2) Untuk mengetahui tinggi, periode, dan arah gelombang dominan yang terjadi di perairan Sorong Barat. Pada penelitian ini digunakan peramalan gelombang dengan metode hindcasting dan analisis berdasarkan Shore Protection Manual 1984 dan dilanjutkan dengan perhitungan periode ulang menggunakan metode distribusi Fisher Tippet Type -1 dan metode Weibull. Hasil penelitian ini menujukkan tinggi gelombang maksimum selama 10 tahun terakhir setinggi 1,13 meter dengan periode gelombang 4,7 detik yang terjadi pada bulan Januari dan berasal dari arah Barat. Sedangkan tinggi gelombang dominan berasal dari arah Selatan dengan persentase kejadian sebesar 79,1 % yang terjadi pada bulan Agustus, dan tinggi puncak pada periode ulang 100 tahun dengan metode Fisher setinggi 1,31 meter dengan periode selama 4,85 detik. Sedangkan untuk metode Weibull diperolehkan tinggi gelombang setinggi 1,37 meter dengan periode 4,93 detik.
ANALISIS WAKTU DAN BIAYA BERDASARKAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KIR KOTA SORONG Mandela, Wennie; Sitepu, Corazon Iyar
Jurnal Karkasa Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Karkasa - Desember 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v9i2.468

Abstract

Dalam upaya mengatur atau memanajemen penggunaan Sumber Daya Manusia agar realistis dalam sebuah proyek konstruksi, maka harus diketahui tingkat produktivitas dari tenaga kerja. Rencana Anggaran Biaya dan Time schedule digunakan sebagai pedoman dan alat kontrol waktu pelaksanaan pekerjaan, biaya dan produktivitas pelaksanaan dari tenaga kerja maupun alat - alat kerja dalam proyek tersebut. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis waktu dan biaya berdasarkan produktivitas tenaga kerja pada proyek pembangunan Gedung KIR Kota Sorong. Data yang digunakan adalah data primer berupa laporan harian yang berdasarkan pengamatan di lapangan. Dari hasil penilitian diketahui produktivitas tenaga kerja dilapangan 60% lebih besar dari produktivitas tenaga kerja perencanaan. Berdasarkan perencanaan waktu yang dibutuhkan dalam pekerjaan proyek dengan luas 1.050 m2 dengan tenaga kerja yang dibatasi sebanyak 20 orang yang terdiri dari dari 1 mandor, 2 kepala tukang, 5 tukang dan 13 pekerja adalah 185 hari dengan total ongkos pekerjaan Rp.751.105.000.00 dan berdasarkan pengamatan di lapangan waktu untuk menyelesaikan proyek konstruksi tersebut dengan jumlah tenaga kerja yang sama diperlukan waktu selama 124 hari dengan total ongkos pekerjaan sebesesar Rp.470.490.000.00. Sehingga dapat disimpulkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan lebih cepat 61 hari dari perencanaan dengan menghemat ongkos pekerjaan sebesar Rp.280.615.000,00.
PENGUJIAN SIFAT – SIFAT FISIK LABORATORIUM AGREGAT KASAR DAN AGREGAT HALUS QUARRY BAINGKETE, DISTRIK MAKBON SEBAGAI MATERIAL BETON Tuwanakotta, Epafroditus; Allo, Apolonius Lolo; Ola, Johanes Eudes
Jurnal Karkasa Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Karkasa - Desember 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v9i2.640

Abstract

Material yang digunakan dalam pembuatan beton memiliki standar spesifikasi tertentu. sehingga mengharuskan adanya informasi yang tepat tentang sifat-sifat bahan penyusun beton, termasuk agregat halus dan agregrat kasar yang ada pada suatu wilayah Pada saat sekarang ini tepatnya di Kabupaten Sorong Kecamatan Makbon masyarakat menggunakan pasir yang berasal quary Baingkete sebagai bahan bangunan. Karena itu, membutuhkan informasi yang memadai tentang kelayakan agregat Karena itu penelitian ini dilakukan Untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan kuat beton yang dicapai dari agregat Quarry Baingkete,Distrik Makbon sebagai material beton. Dari penelitian ini mendapatkan hasil pengujian gradasi pasir pada zona 2, gradasi batu maksimum 40 mm, berat volume pasir dalam keadaan lepas = 1.30 gram/cm3, berat volume pasir dalam keadaan padat = 1.46 gr/cm3, berat volume batu dalam keadaan lepas = 1.35gr/cm3, berat volume batu dalam keadaan padat = 1.53 gr/cm3,berat jenis pasir =2.84 gram, berat jenis batu = 2.73 gram,jenis penyerapan pasir = 0.382 %,penyerapan batu =3,377 %, kadar lumpur pasir 2.90%, kuat tekan beton yang didapat pada umur 28 hari adalah =16 Mpa. Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai disimpulkan bahwa material batu dan pasir yang diambil dariQuarry Baingkete,Distrik Makbon mutunya belum mencapai dari yang diisyaratkan digunakan sebagai material beton.
PENGARUH BENTUK GEOMETRI BATANG TERHADAP STABILITAS STRUKTUR RANGKA BATANG Andika, Yusverison; Buyung, Suriano
Jurnal Karkasa Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Karkasa - Desember 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v9i2.646

Abstract

Kuda-kuda dengan bentuk rangka batang sudah banyak digunakan dalam konstruksi saat ini. Bentuk rangka batang sangat dipengaruhi oleh banyaknya batang penyusun serta bentuk geometriknya. Rangka batang Tipe howe dan pratt paling umum digunakan sebagai bentuk kuda-kuda. Perbedaan kedua bentuk rangka batang tersebut terletak pada arah batang diagonalnya. Selain batang diagonal kedua bentuk rangka batang tersebut tetap menggunakan batang vertikal. Untuk mendesain struktur rangka kuda-kuda, pertama yang harus dilakukan membuat desain awal dari bentuk struktur yang akan direncanakan. Dalam penelitian ini perhitungan menggunakan software STAADPro untuk mengaplikasikan desain model awal ini ke dalam permodelan struktur dua dimensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk geometri batang mempengaruhi besarnya gaya batang dan jenis gayanya serta perubahan batang vertikal menjadi diagonal pada rangka tipe Pratt menjadikan stabilitas struktur menjadi lebih baik karena perpindahan titik buhul menjadi lebih kecil. Dari ketiga model yang telah dibahas rangka batang tipe Howe merupakan struktur rangka batang yang paling baik karena paling kecil perpindahan titik buhulnya.
PEMODELAN HIDROGRAF BANJIR DAS REMU MENGGUNAKAN MODEL HEC-HMS Samaila, Muh Akhsan; Torsulu, Agus Fernando; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Karkasa - Desember 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v9i2.659

Abstract

Sungai merupakan salah satu sumber daya air yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Seiring dengan perubahan karakteristik sungai, maka terjadi penurunan fungsi DAS. Oleh karena itu, simulasi perhitungan aliran perlu dilakukan untuk mengetahui karakteristik DAS. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui hasil pemodelan hidrograf banjir DAS Remu dengan model HEC-HMS, 2) untuk mengetahui karakteristik aliran DAS Remu berupa debit puncak (Qp), volume outflow dan waktu puncak (tp), 3) mengetahui hasil perbandingan perhitungan debit secara teoritis dengan hasil pemodelan HEC-HMS. Pada penelitian ini digunakan model HEC-HMS dengan metode SCS-UH pada direct runoff dan SCS-CN pada volume runoff. Hasil penelitian ini menunjukkan model hidrograf banjir pada pemodelan HEC-HMS menunjukkan pergerakkan aliran yang tidak konstan. Dalam pemodelan hidrograf banjir model HEC-HMS didapatkan karakteristik DAS Remu sebagai berikut : nilai debit puncak berturut-turut pada periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun adalah 632,3 m3/s, 801 m3/s, 905 m3/s, 1029,7 m3/s, 1118,5 m3/s dan 1204,6 m3/s, nilai volume outflow berturut-turut pada periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun adalah 4790,8 m3, 6102,5 m3, 6912,3 m3, 7883,6 m3, 8576,5 m3 dan 9247,6 m3, waktu puncak pada masing-masing periode ulang adalah sama yaitu pada pukul 12.00 serta nilai perbandingan perhitungan secara teoritis hidrograf banjir DAS Remu dengan model HEC-HMS memiliki rata-rata perbedaan yaitu, pada metode Rasional 2,86 %, metode HSS Nakayasu 5,09 % dan metode HSS SCS 1,68 %.