cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Karkasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING LEVEL 5D PADA PROYEK BANGUNAN AIR Soleh, Ismail Mahdi; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Karkasa - Desember 2023
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v9i2.730

Abstract

Fungsi dari Sabo Dam adalah untuk menahan/menangkap sedimen-sedimen yang terbawa oleh banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin dari gunung Merapi melewati beberapa sungai disekitarnya, salah satunya yaitu sungai krasak. Building Information Modeling (BIM) adalah proses digitalisasi yang terintegrasi untuk merencanakan, mendesain, membangun, dan mengelola suatu proyek bangunan Dalam proyek Sabo Dam, perencanaan sangat penting mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan waktu. Waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2023, Adapun yang menjadi lokasi penelitian proyek Pembangunan Sabo Dam Sormindi Sungai Krasak Kab.magelang. Pengolahan data meliputi kegiatan pengakumulasian, pengelompokan jenis data kemudian dilanjutkan dengan analisis. Pada tahapan ini dilakukan proses pengolahan dan analisis data dengan metode BIM 5D Penggunaan BIM saat ini sangat bermanfaat pada semua kalangan pelaku konstruksi, hal ini dapat dibuktikan dengan mudah bahwa pemodelan dilakukan dengan cepat dan ringkas serta efisien. Contoh nya ketika melakukan pengecekan model yang dilakukan oleh dosen pada hasil kerja mahasiswa. Owner terhadap konsultan hingga kontraktor. Perhitungan yang dapat terhubung oleh model ini dapat menekan angka pencurian hingga korupsi BIM 5D dalam merencanakan pembangunan proyek karena metode ini dapat menghasilkan kebutuhan volume, kebutuhan banyaknya tulangan dan material lainnya dan juga dapat memvisualisasikan penjadwalan proyek sehingga apabila terjadi miskomunikasi antar gambar ataupun volume yg di hasilkan akan mudah untuk mengetahuinya.
DESAIN STRUKTUR CABLE STAYED BRIDGE TYPE FAN PATTERN (JEMBATAN KEBON AGUNG 2, SLEMAN, YOGYAKARTA) Masagala, Algazt Aryad; Adi, Samun Rinasa
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.745

Abstract

Jembatan Kebon Agung 2 terletak di Sleman, D.I. Yogyakarta memiliki bentang 200 m, lebar 7 m, dan memiliki dua trotoar dengan lebar 1 m. Dipilihnya tipe jembatan cable stayed dimaksudkan bahwa tipe jembatan tersebut merupakan tipe jembatan yang digunakan untuk bentang panjang. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh hasil desain struktur jembatan Cable Stayed tipe Fan Pattern. Komponen struktur utama menggunakan material baja BJ 37 dan beton fc’ 25 MPa. Dari hasil perencanaan didapatkan dimensi profil baja gelagar memanjang menggunakan Box 1200.500.20.20, untuk End Cross Girder menggunakan IWF 700.300.13.24, Cross Girder menggunakan IWF 900.300.16.28, Stringers menggunakan IWF 450.200.9.14, Wind Bracing menggunakan IWF 200.200.8.12, serta sambungan menggunakan baut mutu tinggi A-325. Dimensi kabel secara total menggunakan Ø130 mm dengan jumlah angkur 61. Slab komposit tebal 20 cm dengan tulangan pokok Ø16-150 mm dan tulangan bagi Ø13-150 mm. Nilai lendutan maksimum yaitu 0,10 m dengan nilai lendutan ijin yang disyaratkan sebesar 0,13 m.
MONITORING KONDISI STRUKTUR JEMBATAN RANGKA BAJA TERHADAP BEBAN DINAMIS AKTUAL KENDARAAN (Studi Kasus: Jembatan Tlatar) Nurhidayatullah, Eka Faisal; Firdaus, Lutfi Mirsa; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.779

Abstract

Peristiwa keruntuhan jembatan sudah berulangkali terjadi di Indonesia. Monitoring kondisi struktur jembatan eksisting perlu dilakukan guna menjamin bahwa infrastruktur yang sudah dibangun tetap berada dalam kondisi prima meskipun dengan umur layan yang sudah tidak lagi muda. Apabila terdapat indikasi adanya kelemahan struktur dapat segera diantisipasi dengan melakukan rehabilitasi atau perkuatan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi struktur jembatan eksisting berdasarkan parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas frame struktur, lendutan serta rekomendasi perlakuan yang sesuai. Penelitian dilaksanakan menggunakan dua simulasi kondisi beban lalu lintas yaitu beban aktual dan rencana kendaraan. Beban aktual kendaraan diperoleh dari rekaman sensor accelerometer arduino gyroscope MPU6050 yang dipasang pada elemen struktur jembatan eksisting sedangkan beban rencana diperhitungkan sesuai dengan ketentuan SNI 1725: 2016. Kedua beban tersebut dikombinasikan dengan gaya gempa statik ekivalen sesuai dengan ketentuan SNI 2833: 2016 dan Peta Gempa 2017. Analisis struktur dikerjakan dengan metode analisis dinamik linear. Berdasarkan analisis diketahui nilai frekuensi aktual jembatan sebesar 2,083 Hz lebih kecil dibandingkan frekuensi alami sebesar 2,215 Hz dengan rasio frekuensi sebesar 5,923%. Gaya dalam akibat beban aktual kendaraan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar belum mencapai keadaan ultimate. Pemeriksaan kapasitas struktur jembatan baik pada elemen struktur rangka batang maupun gelagar menghasilkan rasio < 1 sehingga tidak terindikasi mengalami kerusakan lokal. Lendutan akibat beban aktual kendaraan menunjukkan nilai yang lebih kecil dari beban rencana dan batas izin. Hasil analisis parameter frekuensi, gaya dalam, kapasitas struktur, dan lendutan menunjukkan bahwa struktur jembatan eksisting termasuk berada dalam kondisi baik. Meskipun demikian, jembatan tetap memerlukan perawatan preventif untuk mencegah terjadinya kerusakan serta menjaga kinerja struktur.
ANALISIS PREDIKSI DURASI PADA PEKERJAAN STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO Saputro, Cahyo Dita; Khanif, Abdul
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.788

Abstract

Keberhasilan sebuah proyek dapat dilihat dari ketepatan waktu dalam menyelesaikannya. Pada umumnya proyek memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya, hampir semua proyek konstruksi dipengaruhi oleh risiko dan ketidakpastian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Monte Carlo untuk menentukan durasi pekerjaan struktur pada gedung bertingkat. Metode Monte Carlo adalah teknik komputasi yang digunakan untuk memodelkan ketidakpastian dalam sistem atau proses dengan melakukan simulasi sejumlah besar skenario atau percobaan acak. Berdasarkan hasil simulasi Monte Carlo pada penelitian ini, diperoleh prediksi durasi pekerjaan struktur gedung bertingkat untuk proyek selanjutnya. Dengan mempertimbangkan metode dan peralatan-peralatan yang digunakan serta luasan bangunan yang hampir sama atau mendekati, maka hasil prediksi dapat dijadikan acuan dalam menentukan durasi pekerjaan struktur gedung bertingkat pada proyek selanjutnya. Total durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan struktur gedung bertingkat dengan luasan ± 5.000 m2 yaitu 84,30 minggu. Kemudian hasil perbandingan antara durasi rencana, durasi aktual dan durasi hasil prediksi, diperoleh rerata selisih yang kecil dan mendekati 1%.
DESAIN PELAT CENDAWAN PADA STRUKTUR GEDUNG BETON BERTULANG BERDASARKAN SNI Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.791

Abstract

Selama lebih dari dua dekade ke belakang, perkembangan pembangunan gedung bertingkat di Indonesia cukup signifikan. Beton bertulang merupakan material utama yang digunakan dalam konstruksi pembangunan gedung-gedung tersebut. Konstruksi beton bertulang memiliki elemen struktur pelat lantai, kolom, balok, serta pelat atap. Konstruksi beton bertulang sangat umum, hal ini dikarenakan konstruksi beton bertulang lebih murah dibandingkan dengan konstruksi baja. Semakin berkembangnya teknologi informasi, semakin berkembang pula desain teknologi flatsalab menggunakan pelat cendawan tanpa adanya elemen balok. Metode flatslab ini mulai menjadi trend di Indonesia sejak sepuluh tahun belakangan ini, terdapat beberapa keuntungan dari pemanfaatan flat slab ini. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui ketebalan dari pelat, dan kolom dengan metode flatslab. Flatslab merupakan teknologi konstruksi bangunan gedung tanpa menggunakan stuktur balok. Dari analisa didapatkan bahwa tebal pelat sebesar 200mm dengan tulangan menggunakan diameter 13 dengan jarak 150mm. Sedangkan pelat cendawan memiliki ketebalan 350mm, dengan dimensi 2800mm x 2800mm dengan tulangan D13-10mm. terdapat dua tipe kolom yang digunakaan k1 800mm x 800mm dan k2 600mm x 600mm. Dapat disimpulkan bahwa desain gedung dengan menggunakan pelat cendawan aman dan dapat digunakan.
PENGARUH BENTUK BENDA UJI TERHADAP KUAT TEKAN BETON PADA MATERIAL LOKAL Andika, Yusverison; Buyung, Suriano; Ola, Johanes Eudes
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.799

Abstract

Beton merupakan salah satu bentuk material konstruksi yang sudah umum digunakan, akan tetapi dalam pelaksanaan untuk mendapatkan mutu yang direncanakan sangatlah susah, karena sangat dipengaruhi berbagai macam hal. Selain kondisi material agregat halus dan kasar juga metode pelaksanaan pencampurannya akan mempengaruhi mutu beton itu sendiri. Dalam penelitian ini akan dilakukan pembuatan beton dengan material lokal untuk mutu beton fc’ 21 Mpa dengan benda uji kubus dan silinder serta membandingkan hasil kuat tekan beton diantara keduanya. Dari hasil penelitian didapatkan Nilai kuat tekan beton benda uji kubus lebih tinggi dari benda uji silinder dimana perbandingan antara benda uji silinder dan kubus untuk campuran (1) 0.63 dan campuran (2) 0.65 dan semakin besar kadar semen semakin besar pula nilai perbandingannya.
PERKIRAAN KAPASITAS TAMPUNG SUNGAI SEBAGAI RESPON TERHADAP DEBIT BANJIR : STUDI KASUS SUNGAI KLAWASI Samaila, Muh. Akhsan; Tamrin, Rustam
Jurnal Karkasa Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Karkasa - Juli 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i1.800

Abstract

Salah satu penyebab utama banjir adalah ketidakmampuan sungai dalam menampung debit air yang tinggi akibat curah hujan ekstrem. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian mengenai kapasitas tampung sungai sebagai respon terhadap debit banjir ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan kapasitas tampung Sungai Klawasi dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas tersebut. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan hidrologi dan hidraulika untuk menganalisis debit banjir ekstrem dan kapasitas tampung sungai. Analisis ini melibatkan pengumpulan data curah hujan, debit aliran, serta kondisi morfologi sungai. Selain itu, penggunaan model komputer seperti HEC-RAS akan membantu dalam simulasi kondisi aliran dan prediksi elavasi banjir pada kondisi ekstrem. Analisis debit banjir rancangan dengan metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Gama I, mendekati kondisi aktual pada perhitungan aliran dasar (base flow) pada simulasi unsteady flow analysis. Hasil pemodelan hidrolika dengan simulasi steady flow analysis pada ruas penampang Sungai Klawasi dengan Program HEC-RAS diperoleh hasil bahwa kapasitas sungai tidak dapat menampung limpasan permukaan dan ditemukan penyempitan aliran yang dapat menghambat aliran sungai pada saat banjir terjadi
ASESMEN STRUKTUR DERMAGA TERHADAP POTENSI GELOMBANG, GEMPA DAN TSUNAMI Nurhidayatullah, Eka Faisal; Fajar, Muhammad Azis; Saputro, Cahyo Dita
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.880

Abstract

Gelombang, gempa dan tsunami yang berpotensi terjadi merupakan ancaman bagi infrastruktur dermaga. Kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan dermaga mencakup korban jiwa, kerugian ekonomi akibat gangguan distribusi logistik, biaya perbaikan struktur yang rusak, hambatan pendistribusian bantuan bagi para korban pada masa tanggap darurat dan pemulihan. Asesmen struktur dermaga diperlukan guna mengidentifikasi lebih dini apabila terdapat potensi kelemahan dermaga yang diakibat oleh beban gelombang, gempa atau tsunami sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko serta kerugian. Beban gelombang dan tsunami diperhitungkan dengan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika sesuai dengan ketentuan dan koefisien FEMA 55 & FEMA P646 sedangkan beban gempa diperhitungkan sebagai respons spektrum berdasarkan SNI 1726: 2019. Struktur dimodelkan secara tiga dimensi dengan perangkat lunak SAP 2000. Analisis struktur dikerjakan dengan metode statik dan dinamik linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya dalam pada elemen struktur dermaga akibat pengaruh gaya gempa cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan gelombang serta tsunami. Perhitungan beban tsunami menggunakan metode lateral statik ekivalen dengan persamaan empiris fisika cenderung menghasilkan gaya yang relatif kecil sehingga kurang representatif. Rasio gaya dalam ultimit terhadap kapasitas penampang struktur menunjukkan nilai kurang dari satu pada seluruh elemen struktur dengan berbagai skenario kombinasi beban akibat pengaruh lingkungan. Simpangan lateral pada arah x dan y belum melampaui batas izin yang berarti bahwa kondisi struktur termasuk dalam keadaan baik.
EVALUASI KUAT LENTUR BETON BERTULANG BAMBU Kurniati, Dwi; Saputro, Imam Trianggoro
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.894

Abstract

Beton bertulang bambu merupakan alternatif konstruksi yang semakin diperkenalkan di dunia teknik sipil, terutama dalam rangka meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi biaya. Selama sepuluh tahun belakangan telah banyak penelitian yang menggabung berbagai formula guna mendapatkan standar yang pas dan bisa digunakan selutuh manusia di dunia. Penelitian ini mengkaji implikasi kuat lentur beton bertulang bambu, yang menggabungkan dua material berbeda, beton sebagai bahan struktur utama dan bambu sebagai material penguat. Dalam penelitian ini, fokus diberikan pada kekuatan lentur beton bertulang bambu, serta pengaruh bambu terhadap kinerja struktural komposit ini dalam berbagai kondisi beban. Pengujian material dilakukan terlebih dahulu, kemudian job mix design menggunakan metode Standar Nasional Indonesia tahun 2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton bertulang bambu memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan daya dukung lentur, dengan keuntungan ekologis dan ekonomis, meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh bambu terhadap ketahanan jangka panjang dan keawetan material. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beton normal memiliki kekuatan lentur maksimum rat-rata sebesar 3,89 MPa, beton bertulang bambu pada 28 hari memiliki kekuatan lentur maksimum 4,12 MPa.
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN STRUKTUR BETON PADA BANGUNAN GEDUNG ASTON SORONG CITY HOTEL BERDASARKAN STANDAR SNI DENGAN EUROCODE Al kautsar, Rakha H.; Saputro, Imam Trianggoro; Samaila, Muh. Akhsan
Jurnal Karkasa Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Karkasa - Desember 2024
Publisher : LPPM Politeknik Saint Paul Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32531/jkar.v10i2.895

Abstract

Standarisasi yang diterapkan pada setiap Negara pastinya memiliki keistimewaan masing – masing sehingga dapat dijadikan acuan perencanaan dalam pembangunan, dalam penelitian ini ditujukan untuk mengetahui perbandingan antar standarisasi yang telah diterapkan. Dalam hal ini penulis mencoba menerapkan Standar Eurocode pada bangunan gedung Aston Sorong City Hotel dapat memenuhi perencanaan di daerah rawan gempa. Struktur yang berdiri 8 lantai dengan ketinggian 29,5 m. Input pembebanan dan dimensi struktur pada permodelan sama dengan aslinya yang dibantu perhitungannya menggunakan program SAP2000. Standarisasi yang dibandingkan antara SNI 2847:2019 dengan EN 1992-1-1:2004. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan maka diperoleh kebutuhan penulangan D12-250 pada plat menurut SNI lebih renggang dari kebutuhan Eurocode D12-200, sedangkan kebutuhan penulangan Balok 9D-19 menurut SNI yang lebih banyak dari Eurocode 8D-19, dan kebutuhan penulangan Kolom pada kedua standarisasi ini memiliki nilai yang sama sebesar 6869mm2.