cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan
ISSN : 24431141     EISSN : 25415301     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Higiene :Jurnal Kesehatan Lingkungan menerbitkan manuskrip tentang segala aspek kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan paparan dan dampak lingkungan, serta studi terkait toksikologi dan epidemiologi lingkungan
Arjuna Subject : -
Articles 222 Documents
The Relationship Between Dengue Hemorrhagic Fever and Climate Change in Wajo District 2015-2019 Nurfadhillah Nurfadhillah; Andi Susilawaty; Muhammad Rusmin; Abdul Majid HR. Lagu; Syahrul Basri
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.555 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an acute febrile disease caused by the dengue virus which enters human circulation through the bite of the aedes aegypti mosquito. Significant climate change that occurs over a certain period of time. In other words, climate change is also defined as changes in temperature, rainfall, wind speed and so on. This study aims to determine the relationship between the incidence of dengue hemorrhagic fever and climate change in Wajo Regency. This type of research is an analytical study with a correlation design in which to see the relationship between one variable and another. The results of this study indicate that there is a significant relationship between air temperature, rainfall, humidity and the incidence of dengue bleeding (p = 0.001 and r = -0.403), (p value = 0.001 and r = 0.403), (p value = 0.002 and r = 0.533) and there was no significant relationship between wind speed and the incidence of dengue hemorrhagic fever (p value = 0.632 and r = 0.057). It is hoped that in future studies using different designs, data sources, locations and variables and using all other climate variables that are thought to have a relationship with the incidence of dengue hemorrhagic fever. And secondary data used is longer. Keywords : Dengue Haemorrhagic Fever occurrence, air temperature, rainfall, humidity, wind speed
Analisis Potensi Bahaya Pada Pekerja Maintenance Kapal Di PT. X Kota Makassar Lilis Widiastuti; Dian Rezki Wijaya; Ranti Ekasari; Muhammad Adam Izzulhaq
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 2 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.467 KB)

Abstract

Every workplace has a risk of accidents. The amount of risk depends on the industry, technology, and the risk control efforts undertaken. HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control)  is a way to identify the potential hazards that exist in each type of work. The steps begin with identifying the hazards, assessing the risks, and implementing controls. This study aimed to determine potential hazards, assess risks, and control risks to shipping maintenance workers at PT. X. This research was an observational study using a descriptive approach with the HIRARC concept method. The samples were laborers and a series of work processes in the ship maintenance section. Data were collected through observation, literature study, and documentation. The data were analyzed by descriptive statistics with a qualitative presentation. The results showed that 9 potential hazards and 27 risks were identified. The controls carried out were elimination, substitution, isolation, engineering, control administration, and personal protective equipment. This study concluded that each maintenance work area had the potential to experience an accident risk. The company should control the work area so it becomes protected from work accidents risk and occupational diseases. Keywords: HIRARC, hazard identification, risk assessment, risk control
Hubungan Personal Hygiene dan Pemakaian Alat Pelindung Diri dengan Kejadian Gejala Penyakit Kulit Pada Pemulung di TPA Suwung Kecamatan Denpasar Selatan Bali Gita Pradnyandari; Ngurah Adi Sanjaya; Komang Purnawan
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 2 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2010.359 KB)

Abstract

Penyakit kulit adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, investasi oleh parasit dan reaksi alergi. Faktor yang berperan dalam penularan penyakit kulit adalah personal hygiene dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan pemakaian alat pelindung diri dengan kejadian gejala penyakit kulit pada pemulung di TPA Suwung Kecamatan Denpasar Selatan Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 140 orang Pemulung. Menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner.  Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan hasil uji chi-square yang dilakukan menunjukan bahwa ada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian gejala penyakit kulit (P value = 0,000 < 0,05) dengan nilai spearman correlation 0,295 yang artinya hubungan antar dua variabel lemah. Ada hubungan antara pemakaian alat pelindung diri (APD) dengan kejadian gejala penyakit kulit (P value = 0,000 < 0,05) dan nilai spearman correlation 0,276 yang artinya hubungan antar dua variabel lemah. Diharapkan bagi pemulung agar lebih menjaga personal hygiene dan menggunakan APD saat bekerja. Bagi Puskesmas IV Denpasar Selatan agar memberi penyuluhan terutama tentang pentingnya cuci tangan pakai sabun dan penggunaan APD sepatu boot dan sarung tangan. Kata Kunci: Penyakit Kulit, Personal Hygiene, Alat Pelindung Diri (APD)
Pengolahan Limbah Cair di Sektor Industri Informal Pabrik Pengolahan Kerupuk Kulit UD. X Kabupaten Mojokerto Rahadian Roro Siti Karimah; Muslikha Nourma Rhomadhoni
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.561 KB)

Abstract

Industri pengolahn kerupuk kulit UD.X di Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto memproduksi kerupuk kulit setiap hari dengan menghabiskan bahan baku kulit sebanyak 70-100 kg per harinya, sehingga diperkirakan menghasilkan limbah cair yang cukup banyak yaitu 35-45 m3/hari dan mengandung bahan pencemar atau bahan kontaminan yang jika tidak diolah dengan baik dan benar akan mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan dan jauh dari baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah. Industri pengolahan kerupuk kulit ini masih menggunakan teknologi proses produksi dengan sederhana atau minim menggunakan alat, sehingga pekerja masih memiiki kesadaran akan resiko bahaya yang dapat terjadi di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan sebuah perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai solusi terhadap permasalahan limbah tersebut. Tahapan pengolahan yang dibutuhkan untuk pabrik kerupuk kulit ini  adalah bar screen, bak pemisah minyak dan lemak, bak koagulasi, bak flokulasi, bak pengendapan awal, bak aerasi, serta bak pengendapan akhir. Dari proses pengolahan limbah cair tersebut akan di dapatkan effluent atau hasil pengolahan limbah yang mampu memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan pemerintah sehingga layak dibuang ke badan perairan dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan, serta dapat mengidentifikasi dan melakukan pengedalian terhadap resiko bahaya yang ditimbulkan di tempar kerja. Kata kunci: limbah cair, baku mutu, IPAL, resiko bahaya
Efektivitas Sistem Pengolahan Limbah Cair di Rumah Sakit Bali Med Denpasar Tahun 2020 Ni Made Tia Erlinda Sukadewi; Ni Putu Widya Astuti; Ni Luh Utari Sumadewi
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 3 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.454 KB)

Abstract

Rumah sakit merupakan instansi pelayanan kesehatan yang cukup banyak menghasilkan limbah. Pengelolaan dan penanganan limbah rumah sakit saat ini menjadi perhatian internasional. Diperlukan sistem pengolahan limbah cair rumah sakit sehingga ketika di keluarkan ke lingkungan tidak memiliki dampak bagi lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas instalansi pengolahan air limbah di Rumah Sakit BaliMed Denpasar tahun 2020. Jenis penelitian ini termasuk penelitian cross sectional dan bersifat observasional. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan pengolahan air limbah rumah sakit dengan sistem biofilter di Rumah Sakit Balimed efektif dalam menurunkan kadar parameter yaitu suhu sebesar 9,28%, TDS sebesar 22,98%, TSS sebesar 89,69%, Amonia Nitrogen 98,61%, BOD sebesar 95,51%, COD sebesar 90,32%, senyawa aktif biru metilen sebesar 97,39%, minyak dan lemak sebesar 75%. Sistem pengolahan limbah cair masih belum efektif dalam menurunkan parameter pH yaitu mengalami kenaikan dari 7,64 menjadi 7,82 tetapi masih memenuhi baku mutu. Untuk dapat hasil outlet yang baik dan memenuhi standar baku mutu diharapkan tenaga sanitarian agar melakukan pemantauan atau pengecekan berkala sehingga mencegah terganggunya proses pengolahan air limbah. Kata Kunci : limbah rumah sakit, sistem pengolahan air limbah, efektivitas
Gambaran Kualitas Kesehatan Lingkungan Pasar Tradisional Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Solo Tahun 2020 Ulfa Ade Irma; Muhammad Hasan; Muh. Saleh
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 2 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.739 KB)

Abstract

Pasar merupakan salah satu tempat-tempat umum yang sering dikunjungi oleh orang banyak untuk mengadakan interaksi jual beli. Pasar berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan terutama bagi golongan masyarakat bawah. Pasar jalur utama untuk penyebaran penyakit seperti kasus kolera di Amerika Latin, SARS dan Flu Burung (Avian Influenza) dan Covid 19. Pasar tradisional yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Solo belum tertata dengan baik dan belum memenuhi persyaratan pasar sehat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kualitas kesehatan lingkungan pasar tradisional yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Solo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari Tahun 2020 di tiga pasar di wilayah kerja UPTD Puskesmas Solo yaitu Pasar Solo, Pasar Pattangnga dan Pasar Manurung. Variabel yang diteliti adalah lokasi, bangunan, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, keamanan dan fasilitas lainnya menggunakan form inspeksi kesehatan lingkungan pasar. Hasil penelitian tiga pasar yang berada diwilayah kerja UPTD Puskesmas Solo belum memenuhi syarat.
Karakteristik dan Kualitas Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Limbah Cair Rumah Sakit (Studi Deskriptif di Rumah Sakit X Kabupaten Jeneponto) Tri Addya Karini; Dian Rezki Wijaya; Zil Fadhillah Arranury
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 2 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.666 KB)

Abstract

Hospital waste treatment is part of the hospital environmental sanitation efforts, the goals is to protecting the public from the dangers of environmental pollution from hospital wastewater and preventing the increase in nosocomial infections in the hospital environment, because it is known that hospital waste can contain potential dangers that are infectious, toxic and radioactive. This type of research is observational analytic in a descriptive approach to determine the quality of wastewater at the hospital X District of Jeneponto in 2020. Conducted at the hospital X Jeneponto Regency in June-July 2020. The sampling technique used was purposive sampling technique. The sample in this study was wastewater originating from 2 points, namely the inlet and outlet of WWTP, the sampling technique and the frequency of sampling were 2 times, namely on the day Friday morning and afternoon, for 1 Day. The parameters measured in this study were temperature, pH, BOD and COD. Based on the results of laboratory examinations of wastewater samples at the hospital X, Jeneponto Regency, can draw the conclusion that temperature, pH and BOD levels, still meet different requirements The COD level value at the inlet during the daytime sampling with a value of 74.0567 mg / l does not meet the requirements according to the Liquid Waste Water Quality Standard. Hospital based on the Regulation of the Governor of South Sulawesi Number: 69/2010 concerning Quality Standards and Criteria for Environmental Damage Appendix II Point D.3 Wastewater Quality Standards for Hospital Activities (COD = 70 mg / l). The BOD and COD of hospital X wastewater, it is hoped that the hospital management and management will allocate the operational funds needed in order to maintain the Wastewater Treatment Plant, especially in aerobic / anaerobic tanks as well as filtration and check the quality of wastewater every time. Every 6 months to find out how much influence the waste water has on the hospital environment and its surroundings. Keywords : waste management, wastewater, hospital, environment
Pengaruh Ecoenzym Terhadap Tingkat Keawetan Buah Anggur Merah dan Anggur Hitam Rizki Permata Sari; Andari Puji Astuti; Endang Tri Wahyuni Maharani
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 2 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.669 KB)

Abstract

Komoditi anggur merah dan anggur hitam merupakan komoditi yang pengembangannya masih terbatas hal tersebut dikarenakan buah anggur merupakan komoditas pangan yang mudah rusak. Perubahan proses pemasakan atau penuaan pada buah anggur merah dan hitam menyebabkan meningkatnya kerentanan komoditas terhadap perusakan mekanis mudah busuk maupun serangan penyakit. Larutan ekoenzim memiliki manfaat salah satunya sebagai pengawet buah-buahan sedangkan gas yang dihasilkan ekoenzim adalah gas ozon dibutuhkan atmosfer bumi.  Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ecoenzym terhadap tingkat keawetan buah anggur dan presentase ecoenzym dari masing-masing variabel yang telah didiamkan dengan diberi penyemprotan ekoenzim pekat, didiamkan dengan diberi penyemprotan dengan ekoenzim yang diencerkan pada perbandingan 1:2, dan didiamkan tanpa diberi penyemprotan ekoenzim. Penelitin ini dilakukan selama 6 hari pada suhu kamar. Terdapat 10 variabel campuran ekoenzim dari kulit buah yang digunakan. Hasil penelitian menunjukan kondisi keawetan buah yang paling baik diantara 10 variabel adalah pada buah anggur merah dengan penyemprotan ekoenzim variabel 1 tanpa pengenceran dari kulit buah semangka dan dihasilkan presentase kadar ekoenzim variabel 1,2 adalah 120%, variabel 3,4 adalah 120%, variabel 5,6 adalah 92%, variabel 7,8 adalah 108%, dan variabel 9,10 adalah  96%. Kata Kunci : limbah kulit buah, ekoenzim, pengawetan, fermentasi
Pengaruh Program Promosi Intervensi Cuci Tangan Pakai Sabun Terhadap Pengetahuan Siswa di Sekolah Dasar Jakarta Lusi Endah Yuliani; Devi Angeliana Kusumaningtiar; CSP Wekadigunawan
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 7 No 1 (2021): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.533 KB)

Abstract

Hand washing with soap is one of the sanitation measures by cleaning the hands and fingers using water and soap by humans to be clean and break the chain of germs. Washing hands with soap is also an effort to prevent disease.This study aims to analyze effect of hand washing with soap intervention promotion program on students' knowledge in jakarta elemntary schools. This type of research is quantitative using experimental research with one group pre-post test design. The sample in this study class V elementary Schools, amounting to 37 students. Data is collected by using a questionnaire. Counseling given by video and song washing media using hand soap. The statistical test used in this study is Wilcoxon. Based on the results it is known that there are significant differences between the value of prior knowledge and the value of knowledge after health promotion interventions. The difference in students' knowledge about washing hands with soap before and after the health promotion intervention was seen from an increase in score of 4.72 or an average difference of -4.714 with a p value of 0,000. There is an increase in the average number of respondents after receiving the educational instruction on washing hands with soap. Keywords : Hand washing, Knowledge, Health Promotion, Intervention
Breeding Place and Resting Place Factor on DHF (Social Culture) Events In The Working Area of Pangkajene Sidrap District Maritanggae Yunita Sari; Rahmi A.; Herlina Muin
HIGIENE: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 6 No 3 (2020): Kesehatan Lingkungan
Publisher : Public Health Department, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.394 KB)

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) or Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) which can manifest as Dengue Shock Syndrome (DSS) is an indirect infectious disease. The mode of transmission is through the vector mosquitoes Ae.aegypti and Aedes albopictus. Based on experience to date, in general the one who plays the most role in transmission is Ae.aegypti, because of his life in and around the house; whereas Aedes albopictus in gardens, so there is less contact with humans. This study aims to determine the relationship between breeding places, resting places and socio-culture with the incidence of dengue hemorrhagic fever in the working area of Pangkajene Community Health Center, Sidrap Regency.This research is a quantitative study, and uses an observational method with a cross sectional study design. Respondents in this study were 32 research instruments using questionnaires, observation sheets and interviews, analyzed using the Chi-square test.The results showed that there was no significant relationship between the breeding place and the incidence rate of dengue with p = 0.066. DHF with p value = 0.102. Outreach to the public regarding efforts to control and mitigate DHF needs to be increased as well as increased community participation through the preservation of the mosquito nest eradication program (PSN). The problem of DHF is not only a matter of the health sector, comprehensive and multisectoral countermeasures need to be done to reduce the existing risks.Keywords: Breeding Place, Resting Place, Socio-Culture, Incidence of DHF