JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri)
JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem dan Industri) merupakan jurnal ilmiah yang bersifat peer-reviewed dan open access yang dikelola oleh Fakultas Rekayasa Industri, Telkom University. JRSI berisi artikel ilmiah yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, aplikasi teori, serta kajian analitis di bidang rekayasa sistem dan industri dalam keilmuan Teknik Industri dan Sistem Informasi. Mulai tahun 2017 JRSI diterbitkan enam bulanan, yaitu bulan Juni dan Desember dalam bentuk online dengan e-ISSN 2579-9142, setelah sebelumnya mulai tahun 2014 terbit dalam bentuk cetak tiga bulanan dengan p-ISSN 2356-0843.
Articles
647 Documents
Forecasting Demand of Moving Average and Linier Regression Methods in Predicting the Production of K93 Disc Brake Product (Case Study of PT United Steel Center Indonesia)
Ersa Salsa Bilaffayza;
Wahyudin Wahyudin;
Dene Herwanto
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.590
PT United Steel Center Indonesia merupakan perusahaan industri manufaktur yaitu industri plat baja. Perusahaan memproduksi berbagai macam produk plat baja dan memiliki berbagai plant, salah satunya adalah produk Disc Brake K93. Produk Disc Brake K93 merupakan permintaan part dari customer terbesar yang seringkali mengalami perubahan cukup signifikan, sehingga terjadinya fluktuasi dan menjadikan persediaan menumpuk dalam gudang. Persediaan yang menumpuk dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan dikarenakan pemborosan yang tidak tepat sesuai perencanaan, persediaan yang kurang pun dapat menyebabkan kerugian perusahaan yaitu terjadinya keterlambatan pengiriman kepada customer. Peramalan merupakan salah satu metode dalam perencanaan untuk memprediksi dan membantu dalam menarik kesimpulan. Metode Moving Average dan Linier Regression merupakan metode yang digunakan dalam penelitian, dan dilakukan analisis tingkat akurasi menggunakan konsistensi MAD, MSE, dan MAPE serta validasi peramalan dengan Tracking Signal. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis diperoleh metode linier regression merupakan metode yang lebih akurat dalam meramalkan produk Disc Brake K93 periode 2022 dengan kenaikan produksi tiap bulannya, nilai MAD sebesar 15242,23, MSE sebesar 371649700, MAPE sebesar 0,201, dan Tracking Signal bernilai 0.
Customer Satisfaction Analysis with Importance Performance Analysis on Academic Services at Faculty of Dentistry, University X
Ajie Ahmad Safari;
Endang Chumaidiyah;
Ilma Mufidah
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.532
Pelayanan adalah kunci keberhasilan dalam berbagai usaha atau kegiatan suatu jasa. Keberhasilan suatu pelayanan dapat dilihat ketika pelanggan menerima pelayanan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan data awal, skor kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas X masih rendah. Tujuan pada penelitian adalah untuk menentukan tingkat kepuasan mahasiswa dan melakukan evaluasi terhadap atribut pelayanan akademik pada program Pendidikan profesi dokter gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas X. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan metode Service Quality (SERVQUAL) yang terdiri dari 5 dimensi yaitu Reliability, Tangibles, Assurance, Responsiveness, dan Empathy. Pengolahan data menggunakan SPSS 25, metode Customer Satisfaction Index (CSI) digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan akademik, metode Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui atribut-atribut pelayanan akademik yang harus dipertahankan dan ditingkatkan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pelayanan akademik sebesar 80,23%. Hasil dari analisis IPA menunjukkan adanya 2 atribut yang harus ditingkatkan pada kuadran A dimensi Assurance yaitu V9 (Kemudahan dalam melaporkan hasil pekerjaan) dan V10 (Kemudahan dalam mendapatkan informasi nilai dan progress pekerjaan).
Determining The Need of Tank Cars In The Fuel Distribution Process to Pertashop at XYZ Company
Yunanik Yuna;
Muhammad Siddiq Abdillah
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.600
Perusahaan XYZ Lahat merupakan salah satu perusahaan yang beroperasi di wilayah Sumatra Selatan. Perusahaan XYZ Lahat ini menggunakan Armada atau Mobil (MT) sebagai moda transportasi dalam mendistribusikan produk BBM ke Pertashop. Pembangunan Pertashop di Lahat Sumatra Selatan mengalami kenaikan mulai dari awal program Mei 2021 sampai dengan saat ini sebesar 22 %. Setiap bulannya terdapat mitra yang bergabung dalam pembangunan Pertashop sebesar 5 unit/bulan. Pertumbuhan jumlah Pertashop ini mempengaruhi jumlah Thruput sebesar 143 KL/bln, sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi juga semakin meningkat seperti jumlah kebutuhan akan produk BBM. Kebutuhan Armada atau mobil (MT) di Perusahaan XYZ merupakan moda transportasi BBM yang paling banyak digunakan karena mempunyai fleksibilitas tinggi sebagai sarana pendistribusian BBM ke Pertashop. Metode yang dapat digunakan untuk melakukan pemetaan adalah metode clustering dan perhitungan mobil tangki dengan metode proporsional dilakukan dengan cara mengelompokkan SPBU berdasarkan kapasitas mobil tangki. Dimana analisis data meliputi analisis kemampuan armada mobil diketahui kondisi performance operasi kegiatan pendistribusian BBM ke Pertashop. Jadi setelah dilakukan analisis dan perhitungan kebutuhan mobil dengan memanfaatkan mobil existing/mobil industri yang dilengkapi sarana dan fasilitas khusus pertashop dapat terpenuhi 321 Armada dengan peningkatan ritase sebesar 6,02 rit/hari yang dapat mengoptimalkan proses distribusi BBM dan memenuhi kebutuhan konsumen.
Development of Assessment Model on Green Ergonomic Building for Office Building
Bintang Nidia Kusuma
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.549
Pertumbuhan ekonomi dunia berbanding lurus dengan peningkatan pada sektor bangunan. Sektor bangunan menyumbang 31% konsumsi energi dunia. Selain itu manusia semakin menyadari pentingnya aspek kesehatan, kenyamanan kualitas ruang dalam, dan keselamatan pengguna di dalam bangunan. Penelitian ini menggabungkan konsep penilaian green building dan green ergonomics untuk menghasilkan kerangka baru yang disebut green ergonomic building. Green ergonomic building yng dimaksud adalah suatu kondisi bangunan yang tidak hanya berfokus pada penggunaan energi, kualitas ruang dalam, tetapi juga kesehatan, kenyamanan, keselamatan, dan peningkatan kualitas hidup manusia dalam melakukan aktivitasnya di dalam bangunan. Pengembangan model penilaian green ergonomic building dikembangkan dari studi literatur dan penyebaran kuesioner kepada responden yang bekerja di gedung perkantoran bersertifikat green building. Pengolahan data menggunakan Principal Component Analysis. Hasil pengolahan data diperoleh tujuh dimensi usulan beserta indikatornya, di antaranya adalah komponen dasar kualitas ruang dalam dan keamanan; manajemen pengelolaan sampah dan keselamatan; manajemen pengelolaan efisiensi air dan pencahayaan buatan; kesesuaian furnitur area kerja dan material; penerapan teknologi sensorik dan kesehatan; kenyamanan ruang dalam pada area kerja; dan penghawaan mekanik dan fasilitas pendukung. Hasil dimensi dan indikator diharapkan dapat digunakan sebagai model penilaian untuk mengidentifikasi bahwa bangunan telah memenuhi syarat model penilaian green ergonomic building.
Analysis of Product Inventory Control using Continuous Review System Q Method and Periodic Review System P Method to Minimize Inventory Costs
Irwan Setiawan;
Rofifah Rasul;
Muhammad Rusman
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.622
Toko X merupakan toko yang menjual produk busana muslim. Pada salah satu toko cabang dari Toko X terdapat fenomena yang sering terjadi yakni kekurangan stok dari produk jilbab berbahan jetblack. Fenomena tersebut memberi dampak negatif kepada perusahaan, yakni hilangnya kesempatan dalam memperoleh profit dan menaikkan biaya persediaan. Berdasarkan pernyataan tersebut diketahui bahwa salah satu cabang dari Toko X belum mempunyai sistem persediaan yang baik sehingga perlu diterapkan metode persediaan yang optimal dan dapat meminimalkan biaya persediaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data wawancara, studi pustaka, dan data historis perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode SMA, WMA, dan SES dengan masing-masing dua kondisi. Serta digunakan metode Continuous Review System (Metode Q) dan metode Periodic Review System (Metode P) untuk perhitungan kebijakan persediaan serta total biaya persediaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh metode Q menentukan kuantitas lot pemesanan optimal serta titik harus melakukan pemesanan barang kembali. Hal tersebut mengakibatkan stok di gudang selalu terisi kembali tepat waktu sehingga tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan persediaan dan permintaan pelanggan dapat terpenuhi dengan begitu biaya persediaan dapat diminimalkan. Berdasarkan pernyataan tersebut dinyatakan bahwa metode Q sesuai diterapkan perusahaan karena memberikan kebijakan persediaan optimal dan meminimalkan biaya persediaan sebesar 5,90% atau Rp44.771.467 dari biaya perusahaan.
Implementation of Decision-Making Algorithms and Key Requirement Approach for Vendor Selection in Telecommunication Device Bidding
Patria Adhistian;
Dyah Puspitasari Sunaryo Putri;
Ihsan Supono;
Priyo Wibowo
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.570
Pengaruh persepsi kualitas merupakan permasalahan klasik dalam suatu proses pemilihan vendor (bidding). Untuk mengatasi masalah tersebut telah banyak digunakan algoritma dalam pengambilan keputusan. Dalam makalah ini telah dilakukan identifikasi kebutuhan team planning dan optimalisasi skema bidding menggunakan key of requirement untuk meminimalkan pengaruh persepsi kualitas. Metode Kano Model Analysis, Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to the Ideal Solution (TOPSIS) digunakan untuk menganalisis dan menentukan key requirement dalam proses bidding perangkat telekomuniasi yang dibutuhkan team planning. Pemilihan vendor berdasarkan spesifikasi key of requirement dilakukan dalam enam tahap, yaitu tahap persiapan, identifikasi requirement, penentuan spesifikasi key of requirement, pemilihan vendor, uji akurasi dan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan planning dan new architecture dari penyedia layanan telekomunikasi dapat dikelompokkan menjadi NFVi dan service. Kriteria penting dari pembangunan NVFi (Hardware) yaitu Virtual Infrastructure Management (VIM) dengan bobot 22% sedang kriteria service yaitu Fixed Services dengan bobot 50,94%. Berdasarkan hasil analisis juga diperoleh nilai preferensi dari masing-masing vendor (supplier) perangkat telekomunikasi.
Optimizing Wireless Network based on Building Design in Telkom University
Muhammad Fathinuddin;
Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto;
Aurora Margaretha Rompas;
Muhammad Hibban Mikhail
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 01 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Juni 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i01.614
Jaringan komputer didesain berdasarkan fungsi yang disesuaikan dengan desain bangunan yang harus dianalisis untuk mempertimbangkan intensitas penggunaan dan pemeliharaannya. Studi kasus kali ini berada pada Gedung Universitas di Bandung yang menggunakan kombinasi fiber optic dan jaringan nirkabel menggunakan frekuensi 2,4GHz & 5GHz. Kondisi existing diuji dalam tahapan survei lapangan dan ditemukan beberapa permasalahan yaitu tingginya interferensi frekuensi sinyal nirkabel, penggunaan channel band tidak terkonfigurasi dengan baik yang menyebabkan terganggunya koneksi ketika berada pada dua area akses poin terdekatnya, serta terdapat blank spot membuat perangkat pengguna tidak dapat terkoneksi. Optimasi jaringan nirkabel perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang ditemukan. Metode yang digunakan untuk proses optimasi jaringan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang terdiri dari tahap Analisis, Desain dan Simulation Prototyping, serta pengukuran menggunakan parameter Quality of Service (QoS). Hasil pengujian menunjukkan tingginya interference area karena konfigurasi pada akses poin dapat menggunakan channel band yang sama, serta akses poin yang bertipe wall-mount namun digunakan pada plafon sehingga bisa menginterferensi jaringan atas maupun bawahnya. Pengujian QoS dilakukan sesuai standar TIPHON yaitu parameter throughput>1kbps, packet loss <3%, dan delay<150ms. Rekomendasi untuk mengoptimasi jaringan adalah dengan mengubah penggunaan channel band dengan format channel 1-6-11 bagi ruangan yang berdekatan agar meminimalisir interferensi antar channel band yang sama. Dan juga dilakukan simulasi perubahan perangkat bertipe ceiling-mount sesungguhnya, menunjukkan interference yang menurun baik ke lantai atas maupun bawahnya.
Proposed Quality Control Method for Greig Fabric Production on RRC Shuttel Weaving Machine Using FTA-FMEA to Reduce Fabric Defects at PT XYZ
Fadil Abdullah;
Iphov Kumala Sriwana
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 02 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Desember 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i02.603
PT XYZ menghadapi permasalahan penurunan kualitas produk yang disebabkan oleh cacat produksi melebihi batas toleransi optimumnya sebesar 2% per periode selama enam periode berturut-turut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi cacat dan penyebabnya serta memberikan rekomendasi strategi aksi untuk penanggulangan dan pencegahan terjadinya cacat tersebut terulang kembali saat proses produksi kain grey di mesin tenun shuttle tipe RRC dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode analisis yang terintegrasi antara fault tree analysis (FTA) dan failure mode and effect analysis (FMEA). Hasil penelitian menampilkan lima jenis cacat mayor pada produk kain grey yang dominan ditemui dengan persentase kumulatif sebesar 80% yang terdiri dari cacat pickbar,ambrol,sobek,benang terputus dikain dan kain terdapat anyaman yang loncat. Teridentifikasi dua belas akar masalah yang menyebabkan kelima jenis cacat tersebut muncul di hasil produksi mesin tenun shuttle RRC. Akar penyebab masalah yang teridentifikasi kemudian dihitung masing-masing nilai risk priority number (RPN) serta dilakukan klasifikasi berdasarkan tiga kelas yang memiliki intesitas risiko dan potensi penyebab cacat tertinggi meliputi kelas A,B dan C. Dua akar penyebab masalah yang memiliki kumulatif persentae 20% dari kelas A teridentifikasi sebagai penyebab utama cacat yang meliputi : permasalahan sepatu sisir tenun kurang pas dan permasalahan rangkaian let off dan take up motion di mesin tenun yang tidak sesuai. Kedua akar penyebab ini memiliki nilai RPN masing-masing sebesar 648. Rekomendasi startegi aksi sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan diberikan pada dua akar penyebab masalah tersebut yang mempunyai persentase penyebab masalah sebesar 20% agar kelima jenis cacat yang memiliki persentase kumulatif dominan sebesar 80% tersebut tidak terjadi kembali.
Design of a Web Based Information System to Manage Delivery Activities
Aniza Nur Madyanti;
Nessa Ananda;
Monanda Wandita Rini;
Samsul Rizal
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 02 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Desember 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i02.721
Informasi dan pengolahan data dalam aktivitas logistik diperlukan untuk peningkatan kinerja perusahaan. Salah satu aktivitas logistik yang harus dikelola adalah pengiriman barang. Beberapa perusahaan melakukan proses pencatatan dan penyimpanan data pengiriman barang secara manual. Permasalahan yang ditemui yaitu terkait akurasi dan kecepatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pengiriman barang berbasis web untuk kegiatan pencatatan, penyimpanan, pengolahan, dan pelaporan pengiriman barang agar lebih cepat dan akurat. Sistem dirancang menggunakan tahapan pada model Waterfall. Tahap yang dilakukan adalah analisis kebutuhan, desain, pengkodean, dan pengujian. Hasil perancangan sistem informasi berupa aplikasi pengiriman barang berbasis web yang dapat mengelola data aktivitas pengiriman barang secara otomatis dan real time. Sistem informasi ini dapat mengelola data secara otomatis terkait pencatatan, penyimpanan, pengolahan, serta pelaporan pengiriman barang. Sistem ini dapat mengurangi kesalahan pencatatan serta mengurangi waktu proses ketika menginput dan mencari data terkait aktivitas pengiriman barang. Dokumen pengiriman seperti surat jalan dan invoice juga dapat dibuat secara otomatis oleh sistem serta dapat langsung dicetak. Selain itu, sistem ini juga dapat menyajikan laporan pengiriman barang secara otomatis dan real time sehingga kinerja pengiriman dapat terpantau melalui dashboard pada halaman utama di aplikasi. Sistem informasi yang telah dibuat dapat membantu perusahaan dalam mengelola aktivitas pengiriman.
Design of Lifting Tool and Pressing Table at Tofu Factory X Considering to the Operator's Work Posture
Yohanes Alvin Wijaya;
Winda Halim
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI) Vol 10 No 02 (2023): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri - Desember 2023
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25124/jrsi.v10i02.604
Pabrik Tahu X merupakan salah satu pabrik tahu yang ada di Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil wawancara bersama pemilik Pabrik Tahu X, Pemilik mengutarakan adanya beberapa masalah yang terjadi di Pabrik Tahu X. Permasalahan utama yang terjadi adalah sering terjadinya keluhan Musculoskeletal Disorder yang diakibatkan oleh postur kerja kurang baik dan fasilitas fisik yang kurang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang fasilitas yang dapat memperbaiki postur kerja operator baik ketika mengangkat drum di stasiun penggilingan maupun postur saat berkerja di meja pencetakan tahu. Teori yang digunakan antara lain design thinking untuk perancangan alat bantu kerja di stasiun kerja penggilingan, Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk mengetahui skor resiko dari postur kerja, Wisha Lifting Calculator (WLC) untuk mengetahui batasan limiting index aktivitas pengangkatan, dan antropometri untuk perancangan fasilitas fisik berupa meja cetak tahu. Pengambilan data dilakukan di area produksi tahu dengan mengambil data ukuran alat, kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan data antropometri aktual. Dari hasil pengolahan data dan analisis terhadap masalah di atas, peneliti memberikan usulan alat bantu kerja untuk menekan skor REBA dan Wisha dan fasilitas fisik yang bisa disesuaikan dengan data antropometri operator.