cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
IDENTIFIKASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN BEAUVERIA SPP. YANG MENGINFEKSI SERANGGA HAMA PADA PERTANAMAN PADI SAWAH Paradillah Ilyas Mattola; Muh Yusuf Idris
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i2.2149

Abstract

The purpose of this study is to explore, isolate and identify the entomopathogenic mushroom Beauveria spp that infects the pests in wild peas plantations. The research was carried out by taking samples of pests infected with entomopatogen mushrooms in peas plants. On the plants diagrams nine U-like sample points were determined. Each sample point consisted of 30 pests. Observations began 57 days after planting up to 99 days following planting with sampling every week. The samples were isolated into the Potato Dextrose media to be identified. The results of the research were that the isolated entomogenic fungus Beauvera spp. was found in pests Leptocorisa orus, six insulators Beauver and sppia. Two isolators were found in Schirophirp innotaga
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR HASIL FERMENTASI KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SAWI (Brassica juncea L.) Asrijal Asrijal; Nur Sabrina MT; Murmayani Murmayani; Ambo Upe
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i2.2154

Abstract

Fermented cow dung has high fiber and moisture content, and improves soil porosity and fertility. The experiment was carried out in Ujung Village, Lilirilau District, Soppeng Regency, from January to May 2022. The aim of the experiment was to determine the growth and production of mustard greens due to the administration of POC fermented cow dung. This study was arranged using a Randomized Block Design (RBD) with 4 groups. The variables consisted of cow manure liquid organic fertilizer P0 (0 ml/L water), P1 (25 ml/L water), P2(50 ml/L water), P3 (75 ml/L water), P4 liquid (100 ml/ L of water), the application time consists of 2 levels: 10 HST, 20 HST, 30 HST. Parameters observed were plant height, number of leaves, fresh weight per sample. Based on the results of the study, it was shown that the effect of a dose of 100 ml/L of water tended to show the best growth and production of the observed parameter components
SISTEM PENGELOLAAN AGROFORESTRI BERBASIS TANAMAN EUKALIPTUS (Eucalyptus alba) DAN PENDAPATAN PETANI DI DESA GUNUNG PERAK, KECAMATAN SINJAI BARAT, KABUPATEN SINJAI Fira Yuniar; Syamsuddin Millang; Ridwan Ridwan; Taruna Shafa Arzam.AR
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2302

Abstract

Sistem Agroferstry budidaya tanaman Eukaliptus berpeluang meningkatkan pendapatan ekonomi petani dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sistem agroforestri berbasis kayu putih, struktur dan komposisi jenis serta pendapatan petani dalam sistem agroforestri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2019 di Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan kriteria yaitu petani yang memiliki lahan 0,1 ha dan terdapat tanaman Eucalyptus yang dipadukan dengan sayuran, kopi, tembakau, dan tanaman rumput gajah di kebun agroforestrinya. Untuk mengetahui volume kayu, struktur dan komposisi jenis tumbuhan dibuat 12 petak contoh. Untuk mengetahui sistem pengelolaan agroforestri dan pendapatan petani agroforestri, diwawancarai 28 responden. Data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan agroforestri berbasis eucaptus terdiri dari lima tahapan yaitu persiapan lahan, pengadaan bibit, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Komposisi jenis tanaman yang terdapat pada kebun agroforestri terdiri dari 13 jenis tanaman dan struktur vertikal terdiri dari 4 strata. Rata-rata pendapatan petani agroforestri berbasis kayu putih berbeda nyata. Pada Pola 1 (kayu putih dan sayuran) rata-rata pendapatan petani Rp 52.244.997/ha/tahun, pola 2 (kayu putih dan tembakau) rata-rata pendapatan yang diperoleh petani Rp. 29.461.489/ha/tahun, pola 3 (kayu putih dan kopi) rata-rata pendapatan petani Rp 34.836.741/ha/tahun, dan pola 4 (kayu putih, sayuran dan rumput gajah) rata-rata pendapatan petani Rp 73.437.480/ha/tahun. Pendapatan petani tertinggi diperoleh pada pola 4 (Eucalyptus, sayuran, dan rumput gajah) dengan pendapatan rata-rata Rp 73.437.480/ha/tahun dan pendapatan terendah diperoleh pada pola 2 (Eucalyptus dan Tembakau) yaitu Rp 29.461.489/ha/ tahun.
ANALISIS BAURAN PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK KRIPIK JAMUR MALLAWA (Studi Kasus Kelompok Tani Hutan Samber di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros) Ida Rosada; Nuraeni Nuraeni; Aqifah Magfirah Annas
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i2.2150

Abstract

This study aims to describe the production process of Mallawa mushroom chips, analyze the amount of production and income of Mallawa mushroom chips, and describe the marketing mix of Mallawa mushroom chips, as well as analyze the feasibility of the Mallawa mushroom chip business of the Samber Forest Farmers Group in Mallawa District, Maros Regency. The population is consumers who purchase Mallawa mushroom chip products with the criteria of consumers who have bought or consumed Mallawa mushroom chips at least once, are willing to be interviewed, and are 17 years and over. The sampling technique used was purposive sampling with 30 respondents. The production process for Mallawa mushroom chips, starting from the preparation of raw materials, weighing the oyster mushrooms, shredding the oyster mushrooms, washing the shredded oyster mushrooms and then squeezing them, the process of mixing the ingredients, coating the oyster mushrooms with flour dough, the frying process, to the packaging process. . Production was carried out in two stages, namely the first produced as many as 800 packages, the second stage of production produced as many as 700 packages. A total of 1,500 packages are produced in a month and the monthly income is IDR 2,598,967. The marketing mix including product, price, promotion, and place has a score of 951 in the category of not implementing the marketing mix. Processing business feasibility, R/C-Ratio of 1.4 means the product is profitable and feasible to develop. 
PERUBAHAN KUALITAS BERAS SELAMA MASA PENYIMPANAN Faizah Mahi; Nurul Mukhlishah; Herawaty Herawaty; Harlina Harlina; Rosmiati Rosmiati
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2298

Abstract

Penyimpanan beras merupakan suatu tahap untuk menentukan kondisi ketersediaan beras dan menjamin kualitas beras. Selama proses penyimpanan, beras mengalami proses penyusutan kualitas maupun kuantitas karena adanya perubahan fisik, kimiawi, bahkan biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas beras selama proses penyimpanan dengan mengidentifikasi beberapa aspek. Aspek yang akan dianalisis antara lain kadar air, butir kepala, menir, patah, dan kuning, serta water uptake dan perkembangan Sitophilus oryzae. Pada proses pengamatan dan analisis akan menggunakan tiga jenis beras, yaitu beras A (Medium 25%), beras B (Medium 20%) dan beras C (Premium 15%). Beras tersebut ditempatkan dalam karung plastik berisi 10 kg dan disimpan pada keadaan ambient (temperatur 29–32°C dan kelembaban 65–95%). Kualitas beras diamati setiap 15 hari, sedangkan pertumbuhan kutu diamati setiap minggu. Hasil menunjukkan bahwa kadar air beras jenis A dan B, dengan nilai awal 13,5%, mengalami kenaikan 0,03 %/hari sampai mendekati 14,5%, sementara jenis C dengan kadar air awal 15,5%, relatif konstan. Apabila beras memiliki kadar air 14% maka akan mengalami degradasi akibat reaksi maillard sehingga menyebabkan penjamuran dan terjadi warna kuning, penurunan water uptake, serta butir patah dan menir akan meningkat. Populasi kutu juga dapat meningkat dengan kecepatan 3-4 ekor/150gram selama satu minggu. Berdasarkan hal tersebut ditegaskan bahwa kadar air beras yang disimpan harus 14%, dan kelembaban udara di unit penyimpan harus diperhatikan serendah mungkin dengan persentase ≤ 65%.
PENAMBAHAN AGAR-AGAR DAN CMC DALAM PEMBUATAN PERMEN JELLY SARI BUAH PIDADA (Sonneratia Caseolaris) Ramdhani Chaniago; Wirahayu Illy
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2303

Abstract

Buah pedada yang digunakan dalam penelitian ini diambil Kelurahan Sisipan Kecamatan Batuisedangan penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kompo, Kecamatan Luwuk SelatanKabupaten Banggai pada bulan Maret 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuitingkat kesukaan panelis terhadap produk permen jelly buah pedada dengan penambahan CMCdan agar-agar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 2 faktor yaitu faktor pertama saribuah pedada (P) terdiri yaitu: (P1) = 25 ml sari buah pedada + 75 ml air; (P2) = 100 ml sari buahpedada tanpa air. Sedangkan faktor kedua yaitu jenis pengental (W) terdiri dari: (W1) = agaragar 20gram,(W2)=CMC20gram.Adapunkombinasiantara2faktoradalahsebagaiberikut:P1W1= 25 ml sari buah pedada + 75 ml Air + 20gram Agar-agar; P2W1 = 100 ml sari buahpedada tanpa Air + 20gram Agar-agar; P1W2 = 25 ml sari buah pedada + 75 ml Air + 20gramCMC; P2W2 = 100 ml sari buah pedada Tanpa air + 20gram CMC. Penelitian ini menggunakananalisis organoleptik dengan skala hedonis, yaitu: Sangat tidak suka (1); Tidak suka (2);Agak/sedikit suka (3); suka (4); dan Sangat suka (5). Menggunakan uji tingkat kesukaan pada 25panelis tidak terlatih. Temuan penelitian ini adalah perlakuan terbaik untuk rasa, warna, danaroma adalah P1W1 = 25ml sari buah pedada + 75ml air + 20gram agar-agar, sedangkanperlakuan terbaik untuk tekstur adalah P2W2 = 100ml sari buah pedada tanpa air + 20gram agaragar. 
PEMANFAATAN POC DAUN KELOR DAN AIR KELAPA UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica chinensis L.) Rian Arini; Waode Nuraida; Andi Awaluddin; Muhammad Safaruddin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i2.2151

Abstract

Utilization of Moringa leaves as organic fertilizer is an easy, cheap and effective solution because of its enormous benefits in terms of the environment, agricultural / food security and socio-cultural sustainability. Mustard greens (Brassica chinensis L.) is a vegetable plant that is popular with the community, and has high economic value. This study aims to develop moringa leaves and coconut water which function as liquid organic fertilizer and growth regulators in increasing the growth of mustard plants. This research was conducted on his research was conducted at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, from October to November 2022, from October to November 2022. A total of 48 polybags of mustard plant seeds were maintained in 4 plots measuring 1x1x1 m with 1 plot containing 3 polybags for 21 days. The research design used was a randomized block design, consisting of 4 treatments with 4 replications in each experiment. The doses of liquid fertilizer for Moringa leaves and ZPT coconut water were P0 (0 ml/liter of water), P1 (150 ml/liter of water), P2 (200 ml/liter of water), and P3 (250 ml/liter of water). observed in this study included plant height, number of leaves, and leaf area. Observational data for each observed variable were analyzed based on variance. If there is a significant effect in the analysis of variance, then Duncan's multiple test (UJBD) is performed. From the results of statistical data analysis, it was found that the POC treatment of moringa leaves and coconut water had a very significant effect on plant height and leaf area, but had no significant effect on the number of leaves. These results indicate that there are differences in good plant growth. The best results on the growth of mustard plants were in the P3 treatment (250 ml/liter of water).
RESPON APLIKASI KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis J) TERHADAP PRODUKSI BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) I Nyoman Arnama; Abdul Rais; Safaruddin Safaruddin; Syamsuddin Syamsuddin; Ahmad Syukur Daming
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon aplikasi kompos tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan produksi bawang daun varietas fragrant 961. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidomakmur, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, dimulai pada bulan Oktober sampai Desember 2020. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yakni P0 (tanpa perlakuan), P1 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 1 Kg), P2 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 1,5 Kg), P3 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 2 Kg) dan P4 (Tanah 1 Kg:kompos tandan kosong kelapa sawit 2,5 Kg) yang diulang sebanyak 5 kali. Data dianalisis secara statistika dengan uji F pada taraf nyata 5% dan 1%, dan apabila F hitung perlakuan lebih besar dari F table 5% dan 1% maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan jumlah daun perlakuan yang menunjukkan nilai terbaik dengan nilai rata-rata jumlah daun 3,78 helai, berbeda sangat nyata pada perlakuan P0 dan tidak berbeda nyata pada perlakuan P1, P3 dan P4. Sedangkan berat segar pada perlakuan P3 memperlihatkan nilai terbaik dengan rata-rata 5,01 gr, yang berbeda sangat nyata pada perlakuan P0 akan tetapi tidak berbeda nyata pada perlakuan P1, P2 dan P4. 
ANALISIS KOMBINASI LARUTAN AB MIX DAN POC AIR CUCIAN BERAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY DI BAWAH PEMBIBITAN SELADA SISTEM RUMAH PLASTIK Rachmi Hariaty Hasan; Eka Febrianti; Hijria Hijria; Andi Awaluddin; Agustono Agustono; Agung Setiawan; Hadi Riyandi
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i2.2152

Abstract

The concept of planting, especially in urban areas, is very suitable for implementing a hydroponic system, given the increasingly narrow condition of agricultural land. Plant nutrition using AB Mix Solution is considered to be expensive and also contains chemicals. The combination of AB Mix and POC rice washing water is expected to support the growth and yield of Pakcoy plants to the maximum. The selection of horticultural plants (Pakcoy) is due to the nutritional value and benefits of the vegetable plants themselves. The research was conducted in Experimental Field 1 and Lab. Agrotechnology Agronomy Unit, Faculty of Agriculture, by applying a Completely Randomized Design located under the lettuce nursery in a plastic house. The treatments include 100% AB Mix + 0% POC, 80% AB Mix + 20% POC, 60% AB Mix + 40% POC, 40% AB Mix + 60% POC, and 20% AB Mix + 80% POC. . The parameters to be observed consisted of plant height (cm), leaf length (cm), number of leaves (strands), and leaf width (cm), average wet weight of plants, and dry weight of shoots and roots (gr) calculated by drying yields using an oven at a temperature of 80 0C for 2 x 24 hours. The results showed that there was no significant difference between the combination of AB Mix and POC for all variables with P3 treatment showing higher parameter values than others. However, for the wet weight measurement, P0 showed a higher yield, due to the high water content in the plant
PENGARUH SISTEM JARAK TANAM DAN PEMBERIANiPUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT (Zea mays ceratina L.) Muhammad Naim; Abdul Rais
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 1: MEI 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i1.2300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektifitas pemberian pupuk NPK dan pengaturan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil  tanaman jagung pulut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan II kampus 2 Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaraginang, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan September sampai bulan November 2022.iPenelitian iini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 faktor yaitu faktor pertama pemberian pupuk NPK dan faktor kedua pengaturan jarak tanam dengan 3 ulangan. Dengan demikian terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, maka terdapat 27 unit perlakuan. P0 tanpa perlakuan (kontrol), P1= Pupuk NPK Phonska 5 g/tanaman, P2 = Pupuk NPK Phonska 10 g/tanaman, J0 =tanpa perlakuan (kontrol), J1 = jarak tanam 70 x 20 cm, J2 = jarak tanam 75 x 25 cm.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk NPK dan perlakuan sistem jarak tanam memberikan hasil berpengaruh nyata pada parameter panjang tongkol dengan rata-rata 17,61 cm, berpengaruh sangat nyata untuk parameter jumlah daun dengan rata-rata 8,37 helai, tinggi tanaman dengan rata- rata 57, 24 cm, diameter tongkol dengan rata-rata 4,22 cm, jumlah biji dalam satu tongkol dengan rata-rata 309,52 biji, berat biji/tongkol dengan rata-rata 142,1 g. Hal ini diduga unsur hara yang terkandung dalam pupuk NPK dan perlakuan sistem jarak tanam dapat memenuhi kebutuhan unsur hara dan sesuai jarak tanam yang dibutuhkan oleh tanaman jagung pulut.

Page 10 of 11 | Total Record : 106