cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 107 Documents
ANALISIS PENDAPATAN RUMAH TANGGA DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI KELAPA SAWIT DI KABUPATEN MAMUJU TENGAH Rasdiana Mudatsir
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 1: MEI 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i1.760

Abstract

Jenis-jenis usaha yang menjadi sumber pendapatan petani terbagi menjadi tiga sub-sektor, yakni on-farm, off-farm dan non-farm. Sub-sektor on-farm dan off farm termasuk sumber pendapatan dari usahatani. Sedangkan non-farm merupakan sumber pendapatan dari luar usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kontribusi pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit (2) Menganalisis tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu memilih sampel dengan sengaja 30 orang petani yang memiliki perkebunan kelapa sawit yang telah berproduksi. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan On Farm petani kelapa sawit di Desa Babana Kecamatan Budong–Budong Kabupaten Mamuju Tengah sebesar Rp 24.821.923/tahun, pendapatan rata–rata Off Farm sebesar Rp 15.603.636,36 dan Non Farm sebesar Rp 22.326.316/tahun; (2) Tingkat kesejahteraan petani kelapa sawit adalah tergolong sejahtera karena berada pada rentang skor 15-21 berdasarkan indikator kesejahteraan yang ditetapkan oleh BPS. Jumlah penduduk yang berada dalam kategori sejahtera adalah 23 orang dengan persentase 77% dari 30 orang jumlah responden.
SIMPANAN KARBON TANAH PADA EKOSISTEM MANGROVE KELURAHAN SONGKA KOTA PALOPO Srida M Ayu; Andi Rosdayati; Nardy N Nadjib
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.670

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengukur simpanan karbon tanah pada ekosistem mangrove Kelurahan Songka Kota Palopo. Penelitian dilakukan pada 5 titik ekosistem mangrove Kelurahan Songka  yang dipilih menggunakan metode Purposive Sampling berdasarkan perbedaan jenis, pertumbuhan dan kerapatan mangrove. Data yang dikumpulkan terdiri atas tekstur tanah, Bulk density dan % C tanah yang diperoleh dari hasil analisis sampel yang diambil dari 3 interval kedalaman pada masing-masing titik  dengan 3 ulangan untuk dikompositkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata simpanan karbon tanah pada ekosistem mangrove  kelurahan Songka sebesar 163,08 ton/ha.
ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN BUAH IMPOR APEL FUJI DAN ANGGUR MERAH DI KOTA PALOPO Rahmi Azizah Mudaffar
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 1: MEI 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i1.761

Abstract

Buah-buahan tanpa ada teknologi pengawetan yang baik, maka masa simpan akan lebih singkat. Penggunaan teknologi penyimpanan komoditi buah-buahan pun butuh biaya tambahan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, meskipun bahan pengawet seperti formalin dilarang dalam penggunaannya untuk bahan pangan, tetapi tidak sedikit produsen atau pedagang menggunakannya untuk memperpanjang umur simpan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis kandungan formalin pada buah impor (Apel Fuji dan Anggur) yang dipasarkan di Kota Palopo. Analisis kandungan formalin pada buah-buahan impor dapat melalui uji laboratorium baik secara kualitatif maupun kuantitatif.  Tahap awal dilakukan pengujian kualitatif. Apabila hasil ujinya positif maka dapat dilanjutkan pengujian secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode regresi linier dengan membandingkan nilai absorbansi dan nilai larutan standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel positif mengandung formalin. Kandungan formalin apel fuji yang tertinggi terdapat di pasar Kota Palopo yaitu 6,31 ppm, dan yang terendah berasal dari toko buah sekitar 5,93 ppm. Kandungan formalin anggur merah yang tertinggi terdapat di pasar Kota Palopo yaitu 10,56 ppm, dan yang terendah berasal dari toko buah sebesar 5,69 ppm.
UJI OPTIMUM PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI UBI JALAR UNGU MELALUI APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH Sitti Aminah; Sulfiani Sulfiani; Ambo Upe
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.671

Abstract

Upaya peningkatan produksi ubi jalar masih terus dilakukan, untuk itu usaha yang dapat ditempuh dengan berbagai macam paket teknologi, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan produksi yang tinggi yaitu dengan melalui pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui konsentrasi terbaik pada ZPT dari ekstrak jagung manis yang mampu menghasilkan umbi ubi jalar ungu yang optimum. Metode penelitian disusun dengan menggunakan model Rancangan Acak Kelompok (RAK). 5 perlakuan ZPT (z) yaitu z0: konsentrasi 0 ppm, z1: konsentrasi 1 ppm, z2: konsentrasi 2 ppm, z3: konsentrasi 3 ppm, dan z4: konsentrasi 4 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit petak penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi zat pengatur tumbuh berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per petak, dan bobot umbi per hektar. Hasil Uji BNT_α=0.05, menunjukkan bahwa aplikasi ZPT konsentrasi 2 ppm, menghasilkan umbi ubi jalar ungu segar panen sebesar 62,17 ton/ha (rata-rata 42,36 ton/ha).
PERANAN KELOMPOK TANI DALAM USAHATANI PADI SAWAH DI DESA BUNGO TANJUNG KECAMATAN TEBO ULU KABUPATEN TEBO Asnawati Is; Ul Husnah; Evo Afrianto
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 1: MEI 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i1.762

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peranan kelompok tani dalam usahatani padi sawah dan untuk mengetahui pengaruh kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi terhadap peranan kelompok tani dalam usahatani padi sawah di Desa Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo. Metode analisis dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif melalui skoring dengan menggunakan Skala Likert dan Regresi Linier Berganda untuk mengetahui pengaruh kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi terhadap peranan kelompok tani. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan sengaja (purposive) menggunakan teknik Random Sampling yaitu dengan mengambil 25% dari jumlah populasi 268 orang  sehingga hasil sampel sebanyak 68 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peranan kelompok tani dalam usahatani padi sawah dikategorikan tinggi, baik sebagai kelas belajar, wahana kerjasama maupun unit produksi (2) Hasil Uji Koefisien Determinasi (R 12²"> ) dari analisis regresi linier berganda bahwa R 12²">  sebesar 0,974 atau 97,4% yang artinya persentase sumbangan berpengaruh terhadap kelas belajar, wahana kerjasama dan unit produksi. Hasil Uji F menunjukkan bahwa variabel independent secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependent. Hasil Uji T menunjukkan bahwa kelas belajar (X1) wahana kerjasama (X2) unit produksi (X3) berpengaruh terhadap peranan kelompok tani, hal ini dibuktikan dengan menggunakan Uji T.
PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH VARIETAS BIMA MELALUI APLIKASI EKSTRAK JAGUNG MANIS SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH DAN PUPUK ORGANIK Asrijal Asrijal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.667

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak jagung manis, dosis pupuk organik dan interaksinya yang mampu meningkatkan produktivitas bawang merah varietas Bima. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola Rancangan Petak Terpisah (RPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jagung manis pada konsentrasi 1.5 ppm memperlihatkan hasil umbi bawang merah varietas Bima tertinggi yaitu 17.30 t ha-1; dan pemberian pupuk organik dosis 4 t ha-1 menghasilkan umbi bawang merah varietas Bima tertinggi yaitu 17.23 t ha-1.
PRODUKSI BIJI DAN BIOMAS JAGUNG PAKAN TERNAK YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DAN KEPADATAN AWAL TANAM BERBEDA PADA LAHAN KERING Syamsul Bahri; Sutrisno H Purnomo
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.672

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2017 di lahan milik petani di kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo dengan luas areal penanaman seluas 2 ha lahan kering. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu penggunaan pupuk sebagai faktor pertama dan kepadatan awal tanam sebagai faktor kedua. Adapun perlakuan yang diteliti adalah faktor pertama : Penggunaan Pupuk P0 = Pupuk Anorganik 100 % (urea 300 kg/ha, SP36 100 kg/ha dan KCl 100 kg/ha) atau (urea 2,6 kg/plot, SP36 0,88 kg/plot dan KCl 0,88 kg/plot) P1 = Pupuk Anorganik 50 % (urea 150 kg/ha, SP36 50 kg/ha dan KCl 50 kg/ha) atau (urea 1,3 kg/plot, SP36 0,44 kg/plot dan KCl 0,44 kg/plot) + Pupuk Organik 50 % (3 ton/ha) atau (26,25 kg/plot), P2 = Pupuk Organik 100 % (6 ton/ha) atau (52,5 kg/plot) dan faktor kedua : Kepadatan Awal Tanam K0 = Kepadatan 35.500 tan/ha  (jarak tanam 70 x 40) K1 = Kepadatan 70.500 tan/ha  (jarak tanam 35 x 40) K2 = Kepadatan 105.500 tan/ha  (jarak tanam 35 x 20). Pengukuran terhadap 5 tanaman sampel yang diambil secara acak pada setiap petakan percobaan kemudian klobotnya dibuka lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Jagung pipilan kering ditimbang beratnya untuk menghitung produksi jagung pipilan kering. Pengukuran produksi hijauan segar dilakukan dengan menimbang berat hijauan segar (hijauan jagung hasil penjarangan dari tanaman antara dan hijauan jerami jagung setelah jagung dipanen) yang berasal dari 5 tanaman sampel pada setiap petakan percobaan yang diambil secara acak baik tanaman antara maupun tanaman utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk anorganik 100 % dapat meningkatkan produksi pipilan kering jagung 7,69 ton/ha dan biomas 19,32 ton/ha, kepadatan awal tanam 35.500 tanaman/ha meningkatkan produksi jagung tertinggi pada komponen produksi biomas 18,98 ton/ha dan pipilan kering 7,51 ton/ha jagung tanaman utama sedangkan kepadatan awal tanam dengan jarak tanam 35 x 20 cm dengan produksi tertinggi pada komponen produksi biomas 3,14 ton/ha dan jagung muda 0,73 ton/ha tanaman antara dan tidak terdapat interaksi pemberian pupuk dengan kepadatan awal tanam terhadap peningkatan produksi jagung
KERAGAAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN KOMPOSISI MEDIA YG BERBEDA Yasmin Yasmin; Rosnina Rosnina
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 1: MEI 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i1.763

Abstract

Pemberian pupuk hayati yang tepat dan benar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketersediaan unsur hara dan kesehatan tanah, serta ketahanan terhadap serangan penyakit sehingga meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keragaan bibit kelapa sawit dengan pemberian pupuk organik hayati dan kompos tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Penelitian dilaksanakan dengan mengunakan Rancangan Acak Kelompok  Faktorial dengan perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu perbandingan volume kompos TKKS : top soil dan waktu pemberian pupuk hayati. Secara keseluruhan diperoleh 16 kombinasi, setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan, dimana setiap unit percobaan terdiri atas 3 bibit kelapa sawit. Jumlah bibit kelapa sawit seluruhnya adalah 144 bibit kelapa sawit. Parameter pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan peningkatan pertumbuhan. Kombinasi perlakuan terbaik adalah perbandingan kompos TKKS dengan top soil 2:6 dan pemberian pupuk hayati setiap bulan dengan peningkatan pertumbuhan bibit kelapa sawit masing-masing untuk tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang adalah 97.18%, 52.26% dan 110.10%.
PEMBERIAN KOMPOS TKKS YANG DIDEKOMPOSISI TRI-PO DENGAN DOSIS YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merr) Akmal Akmal
Journal TABARO Agriculture Science Vol 4, No 2: DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v4i2.668

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Katulungan Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini dimulai pada Bulan Desember 2019 sampai dengan Maret  2020. Yang bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh pemberian Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit yang di Dekomposisi Tri-Po pada dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan (k) yaitu : k0 (tanpa perlakuan), k1 (hasil kompos TKKS 10 kg Tri-Po 4:2), k2 (hasil kompos TKKS 10 kg tri-po 4:4), k3 (hasil kompos TKKS 10 kg tri-po 4:6), k4 (hasil kompos TKKS 10 kg tri-po 4:8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit yang didekomposisi dengan Tri-Po pada dosis yang berbeda berpengaruh terhadap produksi tanaman kedelai yaitu pada perlakuan pemberian kompos TKKS dengan dosis Tri-Po 4:8 (k4) memperlihatkan hasil terbaik pada jumlah polong, berat polong per-100 biji dan berat polong per-bedengan.
PERTUMBUHAN EMPAT ISOLAT CENDAWAN Penicillium sp. PADA TIGA MEDIA TUMBUH Suhardi Suhardi; Muslimin Sepe
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1015

Abstract

Pengendalian hayati hama dengan pemanfaatan cendawan entomopatogen merupakan solusi tepat bagi permasalahan hama dalam bidang pertanian. Hal demikian terjadi karena selian spesifik hama target juga bersifat ramah lingkungan. Perbanyakan cendawan entomopatogen sangat berpengaruh terhadap patogenitas dari cendawan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai media pertumbuhan terhadp cendawan Penicillium sp. Metode percobaan, menggunakan Rancangan Faktorial dua faktor dalam RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan tiga perlakuan masing-masing dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter koloni yaitu pada media CA (2,09 cm), rata-rata jumlah koloni terdapat pada media PDA isolat BHJ (111,750), rata-rata jumlah spora pada media PDA isolat PHJ (186,2), dan rata-rata germination pada media GMA isolat BMM (46,43%).

Page 7 of 11 | Total Record : 107