cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
PENGARUH DEKOMPOSER Trichoderma harzianum dan Pleurotus ostreatus (Tri-Po) TERHADAP PENGOMPOSAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT Akmal Akmal; Sukriming Sapareng; Taruna Shafa Arzam AR
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1020

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada kemampuan Trichoderma harzianum + Pleurotus ostreatus (Tri-Po) sebagai dekomposer dalam pembusukan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi kompos, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk organik yang bernilai ekonomis. Tahapan pengomposan tandan kosong kelapa sawit dengan perlakuan Trichoderma harzianum + Pleurotus ostreatus adalah pencacahan, inokulasi, inkubasi, pembubutan, dan pemanenan. Selama proses pengomposan dilakukan selama ± 60 hari, dilakukan pengamatan terhadap sifat fisik kompos meliputi perubahan suhu, kadar air, pH dan C/N ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses pengomposan terjadi perubahan suhu, kadar air, pH dan rasio C/N kompos yang menurun dan hampir stabil pada akhir proses pengomposan. Perubahan ini disebabkan adanya aktivitas mikroorganisme dalam mendegradasi bahan organik, senyawa asam seperti karboksilat dan fenol serta mineralisasi senyawa organik lainnya seperti protein, asam, dan peptida dari tandan kosong kelapa sawit. Trichoderma harzianum + Pleurotus ostreatus mampu mendegradasi tandan kosong kelapa sawit dengan hasil degradasi terbaik dan berperan dalam memperoleh selulosa sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk bernilai tambah seperti kompos dan dapat menurunkan rasio C/N dengan mengkonversi C organik menjadi CO2 dan hilangnya Nitrogen dalam bentuk NH3
PEMANFAATAN POC LIMBAH RUMAH TANGGA DAN AIR KELAPA UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L) Waode Nuraida; Novita Pramahsari Putri; Rian Arini; Rachmi Hariaty Hasan; Tresjia C Rakian; Mani Yusuf
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1016

Abstract

Pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik merupakan solusi yang mudah, murah dan efektif karena sangat besar manfaatnya dalam hal lingkungan, ketahanan pertanian/pangan dan sosial budaya yang berkelanjutan. Cabai (Capsicum annum L.) merupakan tanaman sayuran yang banyak digemari masyarakat, dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan  mengembangkan limbah rumah tangga (limbah sayuran dan buah) dan air kelapa yang berfungsi sebagai pupuk organik cair dan zat pengatur tumbuh dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Ruruhi Lorong Sompu Andounohu Kota Kendari Sulawesi Tenggara, pada bulan Agustus sampai bulan November 2021.  Sejumlah 48 polybag bibit tanaman cabai dipelihara di dalam 4  petakan ukuran 1x1x1 m3 dengan 1 petakan terdapat 3 polybag selama 65 hari. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan pada setiap percobaan. Perlakuan dosis pupuk cair limbah rumah tangga dan zpt air kelapa adalah P0 (0 ml/liter air), P1 (150 ml/liter air), P2 (200 ml/liter air), dan P3 (250 ml/liter air), Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, luas daun dan produksi. Data hasil pengamatan terhadap masing-masing variabel yang diamati dianalisis berdasarkan sidik ragam. Apabila dalam analisis ragam terdapat pengaruh nyata maka dilakukan dengan uji berganda Duncan (UJBD) pada taraf nyata α = 0,05. Dari hasil analisis data secara statistik diperoleh bahwa perlakuan POC limbah rumah tangga dan ZPT berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan luas daun. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman yang baik. Hasil terbaik pada pertumbuhan tanaman cabai yaitu pada perlakuan P2 (200 ml/liter air)
RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MINT (Mentha piperita) PADA SISTEM HIDROPONIK NFT DENGAN MEDIA ARANG SEKAM SERTA PENGAPLIKASIAN POC DAN MOL Rahman Hairuddin; Haliana Haliana
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan produksi tanaman mint (Mentha piperita) melalui sistem hidroponik NFT dengan pengaplikasian POC dan MOL menggunakan media tanam arang sekam. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan acak lengkap (RAL) yang dilakukan dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Kode perlakuan yang digunakan yaitu P0= tanpa perlakuan, P1= media tanam Arang Sekam, AB Mix dan POC 200 ml/liter, P2= Media tanam Arang Sekam, AB Mix dan MOL 150 ml/liter, dan P3= Media tanam Arang Sekam, AB Mix dan POC 100 ml/liter dan MOL 75ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan perlakuan POC dan MOL serta media tanam arang arang sekam pada penanaman tanaman mint secara hidroponik tipe NFT tidak berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter (tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan berat basah). Perlakuan  terbaik terlihat pada P2 dengan parameter tinggi tanaman 43,67 cm; rerata jumlah daun sebanyak 91,33 helai; rerata panjang akar sebesar 32,67 cm; dan rerata berat basah 47,33 gr. 
REKAYASA MEDIA TANAM WICK SYSTEM DAN PEMBERIAN POC UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY Eka Febrianti; Hijria Hijria; Nini Mila Rahni; Rachmi Hariaty Hasan; Andi Awaluddin; Amin Mbusanggo; Mani Yusuf; Zahrima Zahrima
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1017

Abstract

Hidroponik merupakan suatu seni bertanam dengan menggunakan media air  atau media tanam lainnya selain tanah, atau dapat dikatakan budidaya tanaman tanpa tanah. Wick System (sistem sumbu) merupakan salah satu model hidroponik dan sistem ini dinilai mudah serta murah terutama untuk kalangan pemula. Ketersediaan unsur hara dan kehadiran media tanam yang tepat akan menentukan tingkat pertumbuhan tanaman tersebut. Konsep tersebut merupakan dasar tujuan dari penelitian ini. Penelitian dilakukan di Lahan Pekarangan Perumahan Dosen Blok R No.2, Kampus Baru Andounohu dan Lab. Agroteknologi Unit Agronomi, Fakultas Pertanian, dengan menerapkanRancangan Acak Lengkap. Adapun perlakuannya, antara lain Arang sekam + tanpa POC, Arang sekam + POC air cucian beras (10 mL/L air), Arang sekam + POC air tahu (10 mL/L air), Cocopeat + tanpa POC, Cocopeat + POC air cucian beras (10 mL/L air), Cocopeat + POC air tahu (10 mL/L air), Arang sekam + Cocopeat + tanpa POC, Arang sekam + Cocopeat + POC air cucian beras (10 mL/L air), Arang sekam + Cocopeat + POC air tahu (10 mL/L air). Parameter yang akan diamati dalam penelitian ini, antara lain tinggi tanaman (cm), panjang daun (cm), jumlah daun(helai), dan lebar daun (cm), rata-rata berat basah tanaman, dan bobot Kering Tajuk serta Akar (gr) yang  dihitung dengan mengeringkan hasil panen dengan menggunakan oven pada suhu 800 C selama 2 x 24 jam. Hasil analisis data statistika menunjukkan adanya pengaruh nyata media tanam dan pemberian POC terhadap laju pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy. Perlakuan POC Air  Beras dan media tanam berupa arang sekam + cocopeat memberikan hasil yang terbaik dibandingkan perlakuan lainnya untuk parameter vegetatif tanaman. Adapun berat kering dan berat basah, perlakuan A0 memberikan hasil tertinggi, namun tidak berbeda nyata secara statistika dengan perlakuan AC1.
TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP INOVASI BUDIDAYA PADI DENGAN SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) Dewi Marwati Nuryanti; Kiswan Kiswan
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1022

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buangin Kecamatan Towoti Kabupaten Luwu Timur, pada bulan Oktober-November Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat adopsi petani padi terhadap metode SRI dan pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani terhadap adopsi inovasi budidaya padi metode SRI. Penelitian ini menggunakan skala likert untuk mengetahui tingkat adopsi petani terhadap metode SRI dan uji regresi logistik untuk mengetahui hubungan antara karakteristik sosial ekonomi petani terhadap adopsi inovasi budidaya padi metode SRI. Hasil penelitian menunjukkan tingkat adopsi petani terhadap budidaya padi metode SRI di Desa Buangin Kecamatan Towoti Kabupaten Luwu Timur adalah tinggi dengan rataan hitung 25,0. Faktor karakteristik sosial ekonomi petani yang berpengaruh nyata terhadap tingkat adopsi budidaya padi metode SRI adalah tingkat pendidikan petani.
KADAR KLOROFIL DAUN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) PADA PERLAKUAN DOSIS PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS Yonce Melyanus Killa; I Made Ade Sudarma
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1013

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mendapat informasi tentang kadar klorofil daun rumput odot (P. purpureum cv. mott)  pada perlakuan beberapa dosis pupuk bokashi sludge biogas. Penelitian dilakukan dua tahap, pertama yaitu kegiatan budidaya rumput odot di Kelurahan Kawangu Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur dan tahap kedua kegiatan pengukuran kadar klorofil  dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu P0 : tanpa pupuk (kontrol); P1: pupuk bokashi sludge biogas 10 ton-1; P2: pupuk bokashi sludge biogas 20 ton-1; P3: pupuk bokashi sludge biogas 30 ton-1; P4: pupuk bokashi sludge biogas 40 ton-1 dan diulang 4 kali. Uji hipotesis  menggunakan  Anova One Way pada taraf signifikansi 5% dilanjutkan dengan uji Duncan untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pupuk bokashi sludge biogas berpengaruh nyata terhadap klorofil-a, klorofil-b dan klorofil total.
AKSELERASI ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI MELALUI DEMFARM VARIETAS UNGGUL BARU PADI DI KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Tietyk Kartinaty; Rustan Massinai; Dwi Purnamawati Widiastuti; Alisius Alisius
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1018

Abstract

Demonstrasi Farming merupakan salah satu metode penyampaian hasil-hasil penelitian dan pengguna kepada petani dan pengguna lainnya melalui peragaan teknologi untuk mempercepat adopsi teknologi. Tujuan kegiatan mendiseminasikan inovasi teknologi varietas unggul baru padi melalui Demonstrasi Farming dalam rangka mempercepat adopsi teknologi. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Nek Sama, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak dengan waktu pelaksanaan dimulai bulan Juni sampai dengan Oktober 2021.  Paket teknologi budidaya padi dilakukan dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Variabel yang diamati meliputi : 1). Implementasi Inovasi Teknologi Demfarm Padi, 2). Produktivitas Padi dan 3). Penyebaran dan peluang Adopsi Teknologi. Hasil kegiatan Demfarm menunjukkan introduksi Varietas Unggul Baru (VUB) yang  dikombinasikan dengan pendekatan PTT mampu meningkatkan produktivitas padi untuk Varietas Inpari 32 sebesar 39,00 % dan Varietas Inpari 37 sebesar 33,33 % dibandingkan produktivitas teknologi eksisting petani.  Inovasi teknologi Demfarm Padi yang berpeluang untuk diadopsi meliputi; penggunaan varietas unggul (91,67 %), penggunaan benih bermutu/bersertifikat dan perlakuan benih (88,33 %), pengendalian hama terpadu sesuai OPT sasaran dengan pendekatan PHT (91,67 %), sistem olah tanah sempurna (81,67 %) dan sistem tanam bibit 2 – 3 batang per rumpun (76,67 %). Diseminasi teknologi melalui Demfarm Padi dan Temu Lapang memberikan respon yang baik kepada petani kooperator maupun petani lainnya baik di wilayah lokasi pelaksanaan maupun di luar wilayah pelaksanaan melalui keunggulan teknologi yang didemonstrasikan sehingga dapat dijadikan contoh dan media bagi pengguna teknololgi
PENGARUH SUHU DAN KECEPATAN ALIRAN UDARA TERHADAP PERUBAHAN WARNA PATI SAGU KERING HASIL PENGERINGAN MENGGUNAKAN PNEUMATIC CONVEYING RING DRYER Abadi Jading; Paulus Payung; Reniana Reniana; Eduard Fransico Tethool
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1014

Abstract

Pengeringan pati sagu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya suhu dan kecepatan aliran udara pengering. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh suhu dan kecepatan aliran udara pengering yang digunakan pada PCRD terhadap perubahan warna pati sagu kering. Variabel perlakuan dalam penelitian ini, terdiri dari suhu udara pengering (T) dan kecepatan aliran udara pengering (v). Setiap variabel perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali yaitu untuk suhu udara pengering T1 (50°C), T2 (75°C), T3 (100°C). Sedangkan variabel perlakuan kecepatan aliran udara adalah v1 (15 m/s), v2(28 m/s), dan v3 (31 m/s). Setiap variabel perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati adalah perubahan warna pati sagu kering selama proses pengeringan yaitu tingkat kecerahan (L, a, b), derajat putih (DP), dan color difference (DE).  Untuk menentukan nilai variabel-variabel pengamatan tersebut, maka data yang diperoleh dianalisis menggunakan persamaan matematis dan analisis statistic SPSS 23. Analisis statistik yang digunakan adalah ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel variasi suhu dan kecepatan aliran udara pengering terhadap perubahan warna pati sagu kering sangat signifikan. Jangkauan suhu antara 50-100oC dan kecepatan udara antara 15-31 m/s memungkinkan digunakan pada proses pengeringan pati sagu dengan mesin pneumatic conveying ring dryer (PCRD) karena menghasilkan tingkat kecerahan warna pati sagu antara 78-81% dari nilai tingkat kecerahan pati sagu basah 83%, derajat putih (DP) antara 70-80%, dan color difference (DE) adalah 2 sampai 6.
ANALISIS SUPPLY CHAIN DAN FARMER’S SHARE USAHATANI TELUR IKAN TERBANG PERIODE COVID 19 DI KECAMATAN GALESONG KABUPATEN TAKALAR Nadir Nadir; Amruddin Amruddin; Akbar Akbar; Muh Ikmal Saleh
Journal TABARO Agriculture Science Vol 5, No 2: DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v5i2.1019

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui supply chain dan farmer’s share usahatani telur ikan terbang nelayan patorani. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, Teknik penentuan sampel dilakukan secara purposive, pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara penggunaan data primer dan sekunder dengan cara observasi dan wawancara kepada nelayan dan pedagang dan melakukan penelusuran berbagai kepustakaan yang relevan dengan tujuan penelitian, serta penggunaan data sekunder. Data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain, dalam bentuk tabel, diagram dan sebagainya. Data yang terkumpul akan ditabulasi dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mengembangkan kerangka analisis usaha tani dalam persfektif supply chain dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok usahatani telur ikan terbang di Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar pada periode covid-19, dimulai dari produsen dalam hal ini nelayan patorani, kemudian selanjutanya disalurkan ke Papalele sebagai penyedia modal nelayan kemudian ke pedagang pengumpul, dan ke pedagang pengumpul pengolah selanjutnya dijual ke eksportir setelah telur ikan terbang diolah terlebih dahulu. Terdapat dua saluran pemasaran dan nilai farmer’s Share 79 dan 89 % dan dapat dikatakan efesien
DEKOMPOSISI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN CENDAWAN PELAPUK Sukriming Sapareng; Amir M Amir M
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1262

Abstract

Tandan kosong kelapa sawit tidak dapat langsung terurai menjadi kompos karena masih dalam bentuk unsur yang kompleks, sehingga harus didegradasi terlebih dahulu dan proses degradasi secara alami memakan waktu yang sangat lama, untuk itu dipakai cendawan untuk mempercepat proses degradasi. *Cendawan pelapuk mempunyai kemampuan ligninolitik, yaitu kemampuan mengelurkan enzim yang dapat mendegradasi lignin. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi TKKS, dedak, dan kapur dolomit. Bahan dicampur merata kemudian diinokulasi dengan cendawan pelapuk dalam empat perlakuan yaitu tanpa cendawan pelapuk (K0), Pleurotus sp (K1), Tramella sp (K2), danTrichoderma sp (K4). Penelitian ini menunjukkan kualitas kompos dengan parameter yang berbeda seperti suhu, pH, unsur hara makro dan rasio C:N. Perlakuan inokulasi cendawan Trichoderma sp memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya. Rasio C/N setelah 8 minggu dekomposisi yaitu 22.09. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan inokulasi cendawan Trichoderma sp bisa menjadi biodekomposer potensial untuk TKKS.

Page 8 of 11 | Total Record : 106