cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal TABARO Agriculture Science
ISSN : 25806165     EISSN : 25978632     DOI : -
Artikel dapat berupa hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review) singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian singkat (research note) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary result), yang mencakup salah satu disiplin ilmu dalam bidang teknologi budidaya pertanian, perikanan, kehutanan, peternakan, sosial ekonomi pertanian, dan biologi tanaman
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA PETANI KOPI DI DESA KENDENAN KECAMATAN BARAKA KABUPATEN ENREKANG Rifki Aditya Saputra; Amruddin Amruddin; Nadir Nadir
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i2.2153

Abstract

This study aims to determine the form of farmer household income strategies and household income capital in Kendena Village, Baraka District, Enrekang Regency in dealing with vulnerability. The research was carried out from November to December 2020 which was located in Kendenan Village, Baraka District, Enrekang Regency. Determination of informants is done by purposive sampling method or deliberately by taking 10%. The data collected in this study consisted of two types, namely primary data and secondary data. The results of the study show that the livelihood strategies used by farmers in Kendenan Village are of the same type of work and some are not the same type of work, and have different priorities. The classification of livelihood strategies in Kendenan Village includes 1.) Engineering of agricultural livelihoods is carried out by intensifying and extensifying agriculture. The strategy of expanding agricultural land (extensification) in Polo Slope Village is still possible for lowland rice farmers because the available land is still large. 2.) Double income pattern. The dual role of livelihood carried out by farming households, husband and wife each work in the same sector, husband and wife work but in different sectors, one member of the household has more than one type of work, each family member chooses another job , usually increase household income to survive. 3.) Spatial engineering is an effort carried out by mobilizing/moving residents both permanently and circularly (migration) in order to seek livelihood sources elsewhere. Farmers who migrate circularly in Kendenan Village, commute every day to earn a living outside the village so they can increase their income to meet their family's living needs.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMOTIVASI MASYARAKAT DALAM MENGKONSUMSI PRODUK OLAHAN BERBAHAN BAKU SAGU DI KOTA PALOPO Irwan Halid; Rosnina Rosnina; Yasmin Yasmin
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i2.2660

Abstract

Sagu menjadi salah satu bahan baku pangan lokal yang bisa dikembangkan dan jadi andalan di Provinsi Sulawesi Selatan.  Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi  panganan berbahan baku sagu, maka permintaan terhadap tepung sagu juga    meningkat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor produk, faktor harga, faktor promosi, faktor kondisi sosial dan faktor kondisi pribadi dalam motivasi masyarakat mengkonsumsi produk olahan berbahan baku sagu di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli  sampai dengan Agustus 2023 dan berlokasi di Kota Palopo.  Penentuan jumlah sampel dengan menggunakan metode Purposive dikombinasikan dengan Snowball. Dalam penelitian ini jumlah item adalah 11 item pertanyaan yang digunakan untuk mengukur 5 variabel, sehingga jumlah responden yang digunakan adalah 11 item pertanyaan dikali 5 sama dengan 55 responden. Variabel penelitian yang terdiri dari Variabel Dependent, yaitu: Y = Motivasi Konsumsi Produk Olahan Sagu, Variabel Independent, yaitu: X1 = Produk, X2 = Harga, X3 = Promosi, X4 = Kondisi Sosial, X5 = Kondisi Pribadi. Penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda yang bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel terhadap variabel dependen.  Hasil penelitian terdapat pengaruh variabel faktor produk, harga, promosi, kondisi sosial dan kondisi pribadi terhadap motivasi masyarakat dalam mengkonsumsi produk olahan berbahan baku sagu di Kota Palopo.  Terbukti dari pengaruh yang positif dan sangat signifikan variabel faktor produk, harga, promosi, kondisi sosial dan kondisi pribadi dengan Uji F (uji menyeluruh) terhadap motivasi masyarakat dalam mengkonsumsi produk olahan berbahan baku sagu di Kota Palopo.  Uji determinasi (R2) variabel nilai motivasi masyarakat mengkonsumsi olahan sagu yang dapat dijelaskan oleh faktor produk, harga, promosi, kondisi sosial dan kondisi pribadi sebesar 10%, dan sisanya 90% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat pada penelitian ini.  Berdasarkan hasil Uji regresi terlihat bahwa variabel faktor kondisi pribadi (X5) adalah variabel paling dominan pengaruhnya terhadap motivasi masyarakat mengkonsumsi produk olahan berbahan baku sagu.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHATANI PORANG DI DESA BALASSUKA KECAMATAN TOMBOLOPAO KABUPATEN GOWA Reski Putri Ulandari; Amruddin Amruddin; Nadir Nadir
Journal TABARO Agriculture Science Vol 7, No 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v7i2.2659

Abstract

Produksi tanaman porang kurang optimal karena dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain budidaya, penggunaan pupuk, pemilihan benih, serta pengelolaan tanaman yang kurang memadai dan efektif. Petani porang belum bisa menghitung biaya operasional usahataninya secara detail. Tujuan penelitian ini adalah untuk Menganalisis biaya produksinya dan profitabilitasnya yang dikeluarkan untuk usahatani tanaman porang pada Desa Balassuka Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Jenis penelitian yaitu metode penelitian kuantitatif dengan memakai metode analisis data rumus profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Petani porang pada Desa Balassuka Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa menerima hasil penjualan/penerimaan yaitu Rp.107.375.000,00/musim dengan rata-rata per responden yaitu Rp.3.579.166,67 selama satu kali masa tanam selama ±8 bulan. Dengan demikian, total biaya produksi porang adalah Rp.31.775.669, dengan rata-rata biaya produksi yaitu Rp.1.058.523,30/tahun per responden, serta Petani porang memperoleh pendapatan tahunan yaitu Rp.75.619.301,00 dengan pendapatan rata-rata yaitu Rp.2.520.643,37/responden. Petani porang menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi petani dengan tingkat profitabilitasnya yaitu 238,13%.
KARAKTERISTIK AGRONOMI TANAMAN PAKCOY (BRASSICA RAPA L.) DENGAN SISTEM HIDROPONIK MENGGUNAKAN BERBAGAI MEDIA AGREGAT Satriawan, Ivan; Haruna, Naima; Arzam, Taruna Shafa
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 7 No. 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/gr1q6s95

Abstract

Banyaknya kandungan gizi dan manfaat tanaman Sawi Pakcoy maka tingginya permintaan pasar tidak diimbangi dengan produksi yang dihasilkan dari lahan pertanian masyarakat. Budidaya pakcoy di pekarangan kota dilakukan dalam pot atau polibag karena keterbatasan lahan dan media tanam. Selain itu dapat dilakukan dengan sistem budidaya hidroponik secara organik sebagai salah satu cara yang dapat mendukung pertumbuhan dan peningkatan produksi tanaman sawi huma (Pakcoy). Media yang dapat digunakan pada sistem hidroponik substrat yaitu gambut, serbuk halus kelapa, ampas sagu, serat kayu, rockwool, batu apung, pasir, perlit, vermikulit, poliuretan, dan sekam bakar. Tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaaan berbagai Media tanam agregat terhadap karakteristik agronmi tanaman pakcoy dengan sistem hidroponik dengan menggunakan berbagai media tanam agregat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rancang acak kelompok dengan lima perlakuan yaitu Media pasir/control (P0), Media cocopeat (P1) Media sekam bakar (P2), Media Ampas sagu (P3), Media serbuk gergaji (P4). setiap perlakuan di ulang sebanyak tiga kali masing masing terdiri dari tiga tanaman sampel, sehingga jumlah percobaan sebanyak empat puluh lima sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, serta berat basah dan berat kering tanaman. Perlakuan P4 (media serbuk gergaji), Sedangkan media P3 (media ampas sagu) menunjukkan hasil pertumbuhan yang paling rendah. 
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS JERAMI PADI DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) Ebit
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 7 No. 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/ede0ps69

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mengalami penurunan produktivitas akibat degradasi tanah dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Kompos jerami padi dan pupuk organik cair (POC) berpotensi untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pupuk kimia dan hasil panen secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos jerami padi dan POC yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama  adalah K (kompos jerami padi) sedangkan faktor kedua adalah C (pupuk organik cair). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), jumlah cabang sekunder, jumlah buah pertanaman, dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk kompos jerami padi dan POC berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah per tanaman, tetapi, tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah cabang sekunder dan diameter batang. Kombinasi perlakuan terbaik adalah 166 g/polybag kompos jerami padi dan 168 ml/polybag POC (K3C2), yang menghasilkan produksi sebesar 4,54 ton/ha.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETANI DAN DUKUNGAN PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN INOVASI BUDIDAYA JAGUNG MANIS DI DESA KATULUNGAN KECAMATAN SUKAMAJU KABUPATEN LUWU UTARA Billahi, Sari Luneri; Idawati; Rosnina
Journal TABARO Agriculture Science Vol. 7 No. 2: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/gra3kq57

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh karakteristik petani dan dukungan penyuluhan terhadap pengetahuan inovasi budidaya tanaman jagung manis di Desa Katulungan, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 40 responden petani jagung manis, yang dipilih secara acak menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik karakteristik petani maupun dukungan penyuluhan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan petani dalam menerapkan inovasi budidaya tanaman jagung manis. Faktor pengalaman berusahatani dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh paling dominan dalam peningkatan adopsi inovasi. Selain itu, intensitas penyuluhan yang tinggi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman petani terhadap praktik pertanian modern. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan penyuluhan pertanian yang lebih intensif dan berkualitas dapat meningkatkan adopsi inovasi budidaya jagung manis oleh petani. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang memperkuat program penyuluhan pertanian serta peningkatan akses petani terhadap informasi dan teknologi pertanian yang lebih baik.

Page 11 of 11 | Total Record : 106