cover
Contact Name
Zaini Tamin AR
Contact Email
zainitamim@gmail.com
Phone
+6285732024211
Journal Mail Official
zainitamim@gmail.com
Editorial Address
Jl. Wedoro PP No. 66, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, 61253
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 20874820     EISSN : 25798995     DOI : https://doi.org/10.54180/elbanat
Core Subject : Religion, Education,
FOCUS The focus of this paper is an attempt to actualize a better understanding of the science of islam and Islamic thought, both locally and internationally through the publication of articles, research reports, and book reviews. SCOPE This journal Contains Islamic studies included education , legal, political , economic , social and cultural
Articles 142 Documents
Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis al Qur’an pada Siswa Siti Aminah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.909 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.177-196

Abstract

Keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an adalah aspek yang sangat penting dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Karena al-Qur’an adalah dasar sekaligus instrumen utama dalam pembelajaran PAI di sekolah pada setiap jenjang. Oleh sebab itu, dalam meningkatkan kompetensi keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an pada siswa, penggunaan model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) dapat menjadi alternatif dalam proses belajar mengajar dewasa ini. Pokok masalah pada penelitian ini adalah upaya meningkatkan keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an dengan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition) siswa kelas III SDN Tanah Kali Kedinding V Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data, maka temuan penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dapat menjembatani siswa dalam meningkatkan keterampilan menulis dan membaca al-Qur’an. Dari hasil rerata, kemampuan siswa membaca dan menulis al Qur’an terdapat peningkatan dari sebelumnya 79 menjadi 85, dari nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang mencapai 80. Sehingga metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berdampak positif dalam memadukan keterampilan membaca dan menulis al-Qur’an siswi kelas III SDN Tanah Kali Kedinding V Surabaya.
Metode Qisas sebagai Upaya Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo Moh Ridhoi; Abdul Halim
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.72 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.262-281

Abstract

Realitas berbicara bahwa di awal proses belajar mengajar, siswa dapat fokus mengikuti pelajaran di dalam kelas. Namun, ketika di tengah proses belajar mengajar, siswa merasa bosan, sehingga timbul keinginan untuk mengobrol dengan teman sebangku, atau bahkan siswa mengantuk dan tertidur di kelas. Karena itu, al-Qur’an menawarkan berbagai pendekatan dan metode dalam pendidikan, khususnya dalam menyampaikan materi pendidikan. Di antara beragam metode yang ada, metode qisas al-Qur’an diterapkan dalam rangka mengembalikan konsentrasi siswa di MI Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana metode qisas al-Qur’an sebagai upaya meningkatkan konsentrasi siswa di lembaga tersebut. Penulis menggunakan metode kualitatif agar mendapatkan sebuah data yang lebih mendalam dengan menggali informan penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode qisas al-Qur’an dapat dijadikan solusi untuk meningkatkan kemampuan menghafal siswa di MI Tarbiyatul Akhlaq Taman Sidoarjo. Ada dua tolak ukur yang dapat penulis temukan: pertama, kisah dalam al Qur’an mempunyai hubungan erat dengan permasalahan emosi melalui karakter yang ditampilkan oleh para tokoh dalam cerita, sehingga siswa menjadikannya role model dalam berprilaku. Kedua, bercerita dapat mengundang dan merangsang proses kognisi, sehingga siswa dapat berimajinasi, mengembangkan kesiapan dasar bagi perkembangan bahasa, serta dapat berfungsi untuk membangun hubungan akrab.
Tinjauan Filosofis tentang Kebutuhan dan Tanggung Jawab Peserta Didik Imam Syafi'i
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.631 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.282-300

Abstract

Dalam pendidikan, peserta didik merupakan individu yang memiliki potensi untuk berkembang. Dalam perkembangan peserta didik, secara hakiki memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi dan tanggungjawab yang harus diemban. Penelitian pustaka ini berupaya untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan dan tanggung jawab anak didik yang merupakan instrumen penting bagi perkembangan karakternya. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta didik memiliki beragam potensi yang perlu dikembangkan oleh guru melalui proses pendidikan. Kebutuhan peserta didik yang harus dipenuhi di antaranya : kebutuhan fisik, kebutuhan sosial, kebutuhan mendapatkan status, kebutuhan mandiri, kebutuhan berprestasi, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan untuk saling memberikan masukan, dan kebutuhan beragama. Sementara tanggung jawab peserta didik adalah sebagai berikut: Pertama, harus mensucikan jiwanya dari kotoran dan penyakit jiwa. Kedua, selalu konsentrasi terhadap ilmu yang sedang dipelajarinya dan mengurangi kesibukan duniawi. Ketiga, menuntut ilmu secara bertahap dengan penuh kesabaran dan ketabahan. Keempat, mengetahui nilai ilmu yang dipelajarinya. Kelima, selalu berusaha untuk mendapatkan ridha dari guru dan dan selalu menghormati gurunya. Pemenuhan kebutuhan dan tanggung jawab peserta didik tersebut merupakan bagian dari proses anak didik untuk memiliki akhlak yang mulia. Akhlak yang mulia merupakan modal utama untuk mencari pengetahuan dan mencapai keberhasilan.
Peran Ibu Single Parent dalam Membentuk Kepribadian Anak; Kasus dan Solusi Warsito Hadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.542 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.301-320

Abstract

Artikel ini menyoal problematika yang dihadapi seorang ibu sebagai orang tua tunggal (single parent) dalam mendidik anaknya. Idealnya, kolaborasi kedua orang tua berperan besar terhadap perkembangan anak. Masalah muncul ketika peran dua orang harus dihadapi oleh seorang ibu yang notabene bukan pemimpin dalam keluarga. Tulisan ini mencoba mengulas beberapa persoalan single parent dalam mendidik anaknya dengan menghadirkan data utama dari wawancara. Penelitian ini berargumen bahwa masalah pada keluarga single parent pada intinya terletak pada kurangnya perhatian dari orang tua. Hal ini melahirkan sikap yang dikendalikan. Solusi untuk masalah ini terletak pada cara menjadi ibu yang baik. Seorang ibu menjadi agen utama yang menciptakan pribadi anak. Oleh karena itu, kesadaran dalam diri orang tua menjadi elemen mendasar yang menentukan kualitas pendidikan di lingkungan keluarga.
Efektivitas Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Menggunakan Metode Contextual Teaching And Learning Toha Machsun
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2019): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.862 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2019.9.2.321-341

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru menggunakan metode Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam proses pembelajaran di MTs Muhammadiyah 1 Gresik. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2018-2019. Subjek penelitian adalah beberapa guru MTs Muhammadiyah 1 Gresik yang diidentifikasi mengalami kesulitan dalam menggunakan metode CTL. Data dikumpulkan melalui tes kinerja guru sebelum dan setelah dilakukan supervisi klinis. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan pendekatan kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan supervisi akademik dengan pendekatan klinis cukup efektif. Hal ini ditandai dengan rata-rata nilai kinerja guru dalam mengelola program pembelajaran menggunakan metode CTL setelah dilakukan supervisi akademik dengan pendekatan klinis sebesar 77,1%. Artinya, hasil tersebut telah melebihi batas minimal ketuntasan belajar kelas, yaitu nilai 75%. Terdapat 28 guru dari 30 guru (93,3%) yang telah dinyatakan tuntas dalam menggunakan metode belajar CTL dengan rata-rata nilai mencapai 75%/lebih.
Sunnah, Sains dan Peradaban Manusia; Menelaah Kembali Pemikiran Yusuf Al Qardhawi Ahmad Putra; Prasetio Rumondor
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.665 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.1-19

Abstract

Di era ini, muncul beranekaragam pemikiran yang berujung pada permasalahan dalam bidang sains (ilmu pengetahuan). Maka kajian tentang pemikiran Yusuf al Qardhawi menarik dikupas kembali untuk memberikan kerangka berpikir yang bersandar pada as Sunnah sebagai dasar hukum Islam yang kedua. Studi pustaka ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Yusuf al Qardhawi tentang Sunnah sebagai sumber ilmu pengetahuan dan peradaban. Selanjutnya artikel ini diharapkan dapat merefleksikan pemikiran tersebut dalam kehidupan intelektual. Penulis berkesimpulan bahwa, bagi Yusuf al Qardhawi, Sunnah merupakan tafsir praktis terhadap al-Qur’an dan aplikasi ideal dalam peradaban Islam. Sunnah juga memberikan keterkaitan yang kuat pada perkembangan ilmu pengetahuan manusia. Penulis berargumen, dengan menjadikan Sunnah sebagai sumber pengetahuan dan peradaban, sebenarnya al Qardhawi menekankan pada penggunaan akal yang merujuk kepada Sunnah sebagai sumber kontekstual.
Implementasi Pembelajaran Tajwid dan Sholat dengan Game Android di Sekolah Dasar Mursyidah Surabaya Arzaqillah Mubarokah
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.259 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.20-41

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi berdampak pada terjadinya perubahan dalam berbagai aspek, termasuk aspek pendidikan. Proses belajar mengajar tidak hanya berfokus pada penggunaan satu atau dua buku pedoman saja, namun juga telah mengintegrasikan kecanggihan teknologi seperti gadget dan koneksi internet. Salah satunya adalah adanya pemanfaatan game android edukatif oleh pendidik dalam mata pelajaran Al-Quran Hadits (Qurdits) dan Fiqih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru dan peserta didik terhadap penerapan game edukasi bertajuk game Tajwid Petualangan dan game fiqih Marbel (Mari Belajar) Sholat di SD Mursyidah Surabaya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif, agar dapat mendeskripsikan penelitian secara mendalam dan mendetail. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa penggunaan kedua games edukatif tersebut memberikan banyak manfaat kepada masing-masing pihak khususnya terhadap peserta didik, seperti bertambahnya minat belajar siswa, pembelajaran di kelas lebih komunikatif dan menyenangkan dan meningkatnya hasil belajar siswa. Selain itu, tantangan baru juga dirasakan oleh guru berupa: peningkatan efektifitas penggunaan game android edukatif dan pendampingan kepada siswa untuk memilih game android yang bermanfaat baik di dalam ataupun di luar kelas.
Model Research and Development dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Halimatus Sa'diyah; Hanik Yuni Alfiyah; Zaini Tamin AR; Nasaruddin Nasaruddin
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.371 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.42-73

Abstract

Selama ini, pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering menggunakan model, metode atau strategi yang bersifat konvensional, terutama pada materi yang bersifat metafisik dan transendental. Penelitian ini berupaya mengkaji model-model penelitian dan pengembangan (research and development) pembelajaran PAI dalam beberapa aspeknya. Penelitian pustaka ini menyimpulkan bahwa Research and Development (R&D ) dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui penelitian untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. Objek R&D dalam pembelajaran PAI berupa: materi, metode, media, dan teknik evaluasi. R&D dapat membantu guru untuk melakukan kreasi dan inovasi yang melahirkan produk yang terus menerus disempurnakan. Tujuannya adalah menjamin kemudahan dan kenyamanan dalam mata pelajaran PAI. Penulis perlu menegaskan bahwa R&D dalam pembelajaran PAI harus dipandang sebagai peningkatan pendidikan (minimal di kelas atau lembaga pendidikan). Oleh sebab itu, penulis merekomendasikan beberapa hal berikut: Pertama, mematangkan perencanaan R&D; Kedua, lebih memperhatikan ketelitian, khususnya dalam analisis dan evaluasi; Ketiga, peningkatan perhatian pada upaya pengembangan materi, metode, media, dan teknik evaluasi yang lebih baik dalam proses pembelajaran.
Ibn Jama’ah; Reaktualisasi Pendidikan Karakter Khazanah Islam Klasik Muhammad Fazlurrahman Hadi
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.169 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.91-108

Abstract

Tiga dosa besar pendidikan tanah air yang disampaikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, yaitu: bullying, kekerasan seksual, dan intolerance. Hal ini menjadi masalah besar yang tak kunjung ditemukan formula yang tepat untuk diimplementasikan kepada pendidikan kita. Pada kajian ini, bertujuan mengajak para pendidik dan pakar pendidikan, khususnya pendidikan Islam, untuk menemukan atau menawarkan konsep pendidikan karakter yang sebenarnya telah dilakukan oleh ulama’-ulama’ salaf (terdahulu) dalam mendidik muridnya, sehingga dapat menjawab tiga permasalah di atas. Metodologi yang digunakan adalah kajian pustaka, dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Adapun temuan-temuan dari bahasan ini, di antaranya: Ibn Jama’ah telah lebih dahulu menerapkan model pendidikan pada Sibyan -sekarang dikenal dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) - dari pada tokoh-tokoh pendidikan Barat. Selain itu, Ia menekankan perlunya adab murid pada dirinya sendiri, guru dan ilmu yang dipelajarinya. Oleh karena itu, menjadi penting dan urgen untuk kembali mereaktualisasikan dan membuka kembali literasi-literasi khazanah Islam klasik yang tak kalah dari literasi Barat sebagai konsep dasar berpikir mengenai pendidikan karakter. Hal lain yang tak kalah penting, ialah pendidikan karakter tak perlu dijadikan sebuah mata pelajaran atau mata kuliah tersendiri, karena seyogyanya pendidikan karakter terintegrasi atau bersenyawa dengan pelajaran-pelajaran yang lainnya.
Formulasi Kebijakan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam; Refleksi Filosofis Kebijakan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 pada PAI: Refleksi Filosofis Kebijakan Permendikbud No. 22 Tahun 2016 pada PAI Rangga Sa'adillah S.A.P.
EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 10 No. 1 (2020): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.089 KB) | DOI: 10.54180/elbanat.2020.10.1.74-90

Abstract

Artikel ini memformulasi kebijakan standar proses pendidikan dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016 agar kompatibel dengan karakteristik PAI dengan membedah epistemologi pembelajaran dan taksonomi pembelajaran melalui kajian filosofis. Epistemologi PAI bertumpu pada pemikiran bahwa ilmu adalah milik Allah, maka pendidikan juga berasal dari Allah. Dengan demikian, Allah merupakan pendidik yang pertama dan utama dan juga pengajar pertama. Sebagai peserta didiknya adalah manusia. Manusia diberi bekal berupa akal (penalaran) untuk merumuskan teori-teori. Ini merupakan anugerah agar akal digunakan untuk melakukan perenungan disertai dengan konfirmasi pengalaman dari panca indera –disinergikan dengan intuisi agar jalan berpikir yang digunakan manusia tidak terlepas dari rel yang diatur Allah. Tujuan PAI adalah membuat peserta didik menjadi baik. Kata baik adalah kunci dalam merumuskan tujuan PAI (taksonomi transenden). Dengan metode mawdhu’I, akar kata “baik” dalam Alquran mengacu pada ahsana-yuhsinu, shaluha-yasluhu, dan khayrun. Kemudian data-data tersebut dikorelasikan, dan direduksi –diklasifikasikan (taksonomi) menjadi tiga domain. Pertama “baik” kaitannya antara manusia dengan Tuhan (Illahiyyah/ketuhanan/ teosentris). Kedua “baik” kaitannya dengan hubungan antara manusia dengan manusia dan interaksi sosial di masyarakat (insaniyyah/kemanusiaan/ antroposentris). Dan ketiga, “baik” dalam kaitan hubungan manusia dengan alam semesta (kauniyah/alam semesta/ekosentris). Taksonomi transenden untuk mengatasi krisis spiritual, kemanusiaan, dan kerusakan alam.

Page 6 of 15 | Total Record : 142