cover
Contact Name
Nur Agus Salim
Contact Email
nuragussalim@uwgm.ac.id
Phone
+628125310733
Journal Mail Official
pendasmahakam@uwgm.ac.id
Editorial Address
FKIP Universitas Widya Gama Mahakam Jl. Wahid Hasyim, Sempaja, Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 25028162     EISSN : 25028170     DOI : https://doi.org/10.24903
Core Subject : Education,
Topics of Pendas Mahakam Journal related to aspects of education, especially elementary education, it was related to the Educational Management in Primary Schools, Learning Strategy, Learning Method, Learning Model as well as aspects related to education in general. Determination of the article published in Pendas Mahakam through blind-review process by the editors and reviewers Pendas Mahakam taking into account, among others: the relevance and contribution of articles to the development of the profession and accounting practices as well as the fulfillment of the basic requirements of journal publications. Editors and reviewers provide constructive feedback and evaluation results to the author of the article.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 291 Documents
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMA PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN (PERUBAHAN WUJUD BENDA) BERBASIS SAINTIFIK DI SD NEGERI 008 SANGATTA UTARA Kasmiah Gaffar
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.647

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkanbahanajar, kepraktisan, keefektifan dan mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan buku ajar Tema Peristiwa Dalam Kehidupan Berbasis Saintifik Di SD Negeri 008 Sangatta Utara. PenelitianinimerupakanpenelitianpengembanganatauResearch& Development(R&D).ResearchandDevelopmentadalahmetodepenelitianyang digunakanuntukmenghasilkanproduktertentudanmengujikevalidan, kepraktisan dan keefektifanproduk berupa bukuajar Tema Peristiwa Dalam Kehidupan Berbasis Saintifik Di SD Negeri 008 Sangatta Utara.. Penelitianpengembangan ini menghasilkan kelayakan produk yang dikembangkan, dilakukan uji validasi yang melibatkan dosen ahli materi dengan skor rata-rata 4,71 ahli media dengan skor rata-rata 4,74 dan dosen ahli Bahasa Indonesia dengan skor rata-rata 4,81 serta uji coba pada siswa dengan skor rata-rata 4,22 dengan kriteria sangat baik. Kriteria kepraktisan buku ajarl yang dikembangkan dengan persentase sebesar 89,28% dan keefektifan buku ajar yang dikembangkan dengan persentase sebesar 84,4% maka bahan ajar Tema Peristiwa Dalam Kehidupan Berbasis Saintifik Di SD Negeri 008 Sangatta Utarasangat layak digunakan. Untuk mencapai tujuan kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara efisien dalam implementasinya bersifat efektif dan efisien. Penilaian kelayakan bahan ajar ini meliputi empat aspek yaitu, aspek isi/materi, aspek penyajian, aspek bahasa dan aspek kegrafikan.
BERMAIN SEPEDA UNTUK MELATIH KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Mahkamah Brantasari
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.648

Abstract

Playing A Bike To Train The Rude Motor Ability Of Children Age 5-6 Years Old. During the Covid-19 pandemic, children with active characteristics will of course feel bored with games in the house that are less free. And children feel limited in exploring physical activities related to gross motor skills. Children at an early age are very important to carry out physical movements with the aim of stimulating the physical growth of children's motor skills, both fine and gross motor skills. To make children excited about doing physical activities, one of them is by inviting them to ride bikes together. In a joint cycling situation, direct observations can be made and also ask what children feel when playing a bicycle, the research conducted by the author uses a case study of a child aged 5-6 years who plays a two-wheeled bicycle with a focus on training the child's gross motor skills. , namely by locomotor, non-locomotor, and manipulative movements. From what has been done during the activity of playing bicycles, all of the movements made by children when playing bicycles have all referred to the gross motor skills of children, especially children aged 5-6 years.
EFISIENSI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEMATIK SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR DI SAMARINDA Marhuma; Mohammad Siddik; Budi Rahardjo
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.649

Abstract

This study aims to determine the results of the analysis of the needs of teachers and students, the results of field trials, and the effectiveness test so that they produce appropriate learning thematic teaching materials. This type of research is development research that refers to the ADDIE development model. The research data were obtained from the results of interviews, observation sheets, validation sheets of thematic learning teaching materials, teacher responses and test study results. The results of the assessment of the development of thematic teaching materials, validated by experts, obtained 90% of the very valid conversion results, the analysis of student learning outcomes after using the results of developing thematic teaching materials obtained 90.04% very effective categories. Thematic teaching materials developed by researchers use the ADDIE model that is feasible, effective and efficient to use in the learning process in elementary schools.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MEMBACA AWAL DENGAN MENGGUNAKAN KARTU SUKU KATA KELAS I SEKOLAH DASAR Masitah Bahrun
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.650

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan berupa media pembelajaran membaca awal untuk siswa Kelas 1 SD dengan fokus pada model media pembelajaran yang dikembangkan. Pengembangan produk media pembelajaran berupa kartu suku kata.Adapun tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengembangkan media pembelajaran membaca awal dengan menggunakan kartu suku kata di Kelas 1 Sekolah Dasar, (2) untuk mengetahui kelayakan pengembangan media pembelajaran membaca awal dengan menggunakan kartu suku kata di Kelas 1 Sekolah Dasar, dan (3) untuk mengetahui efektifitas pengembangan media pembelajaran membaca awal dengan menggunakan kartu suku kata di Kelas 1 Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, angket validasi, tes kelas dan dokumentasi. Teknik Analisa data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan data kuantitatif. Analisa data kualitatif untuk mendeskripsikan pendapat, saran, dan tanggapan validator, sedangkan data kuantitatif digunakan untuk mengolah data hasil observasi penilaian produk dan tes kelas. Hasil pengembangan produk menunjukkan (1) pengembangan media pembelajaran kartu suku kata dilakukan melalui 3 tahap, sehingga hasil pengembangannya terlihat pada penggabungan huruf menjadi suku kata, mengeja suku kata menjadi kata, menggabungkan kata menjadi kalimat, membaca suku kata pada kartu suku kata, memasang kata dengan gambar, da melengkapi kata dalam kalimat; (2) hasil pengembangan media pembelajaran kartu suku kata dikategorikan sangat layak dengan skor rata rata yang diberikan oleh ahli materi yaitu 91% kategori sangat layak, ahli media & desain yaitu 76,11 kategori layak; dan (3) efektivitas pengembangan media pembelajaran ditandai oleh hasil belajar ketika belajar uji coba media terhadap siswa dan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan perencanaan pembelajaran yang telah dilakukan berdasarkan data yg diperoleh dari uji coba awal kelompok kecil dengan nilai rata rata 73,37% dan nilai akhir uji kelompok kecil meningkat menjadi 87,14%, sedangkan hasil yg dicapai pada uji awal kelompok besar atau uji lapangan nilai rata rata 88,54% sedangkan uji akhir kelompok besar atau uji lapangan terdapat peningkatan dengan nilai rata rata 89,69 %. Secara umum dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran kartu suku kata dapat meningkatkan siswa dalam membaca awal.
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KELAS II SD MUHAMMADIYAH 4 TERPADU SAMARINDA Nani Astutiningsih
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Kurikulum 2013, mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013, mendeskripsikan hambatan-hambatan yang ditemui guru dalam melaksanakan implementasi Kurikulum 2013, dan mendeskripsikan solusiyang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan implementasi Kurikulum 2013 kelas II SD Muhammadiyah 4 Terpadu Samarinda.Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif yang menghasilkan datadeskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian kualitatif ini adalah berupa kata-kata tertulis atau lisan dariorang-orang dan perilaku yang dapat diamati, menggunakan metode wawancara, observasi partisipatif, dokumentasi dan catatan lapangan. Tehnik analisis data yaitu analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek-aspek Implementasi meliputi perencanaan, proses pembelajaran di sekolah, dan kegiatan monitoring dan evaluasi. Evaluasi pelaksanaan Kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah Samarinda perlu diawali dengan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan. Pembahasan: Hambatan-hambatan yang menjadi kendala guru kelas II SD Muhammadiyah 4 Terpadu Samarinda pada pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah pada penilaian autentik yang terdiri dari 4 aspek yaitu aspek sosial, aspek spiritual, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Solusi dalam menghadapi hambatan dalam Implementasi Kurikulum 2013 yaitu (1) mengikutkan guru-guru dalam workshop-workshop tentang Kurikulum 2013, (2) melengkapi sarana/prasaran, (3) mengadakan evaluasi setiap 1 semester, (4) membentuk tim khusus pengembang Kurikulum 2013, (5) rutin melakukan supervisi guru. Kesimpulan: Pelaksanaan Kurikulum 2013 kelas II SD Muhammadiyah 4 Terpadu Samarinda sudah berlangsung baik.
PENGEMBANGAN PERANGKAT BAHAN AJAR TEMATIK TEMA 8 SUBTEMA 1 MANUSIA DAN LINGKUNGAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NETTI JUMIATI; Mohammad Siddik; Surya Sili
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.652

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat bahan ajar tematik tema 8 subtema 1 manusia dan lingkungan berbasis kearifan lokal siswa kelas V sekolah dasar, melalui pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model teori Dick & Carey. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini merupakan analisis deskriptif. Subyek penelitian pada siswa kelas V SDN 002 Karangan, analisis data dengan mengkonversi skor skala rating. Penelitian ini menghasilkan perangkat bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal yang layak. Melalui penilaian aspek isi, aspek bahasa, aspek penyajian, strategi pembelajaran, dan aspek tampilan. Persentase penilaian oleh ke tiga ahli yaitu ahli pembelajaran 89%, ahli media 81,07%, dan ahli materi 84,78%, dengan rerata perolehan 84,59%. Produk memenuhi kriteria kepraktisan berdasarkan keterlaksanaan perangkat bahan ajar dengan perolehan nilai 85,4% serta responden guru dan siswa yang termasuk dalam kategori sangat baik. Produk memenuhi kriteria keefektifan berdasarkan hasil belajar siswa pada uji kelas riil dengan nilai ketuntasan 88%. Pengembangan perangkat bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal ini mengacu pada silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dikembangkan disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SDN.020 BALIKPAPAN TENGAH Sugeng; Azainil; Nuryanto
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan modul berbasis Realistic Mathematics Education (RME)pembelajaran matematika serta untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas penggunaan modul berbasis Realistic Mathematics Education (RME).Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek ujicoba terdiri dari ahli desain modul, ahli materi, praktisi/guru senior yang membidangi keilmuan matematika, dan siswa kelas V SDN.020 Balikpapan Tengah. Ujicoba dilakukan pada kelompok kecil dengan jumlah siswa 9 orang dan kelompok besar dengan jumlah siswa 30 orang. Tahapan penelitian dan pengembangan meliputi: 1) Potensi dan masalah, 2) Mengumpulkan data, 3) Mendesain/perancangan produk, 4) Validasi desain oleh ahli media dan ahli materi pembelajaran, 5) Revisi produk awal, 6) Pembuatan produk, 7) Uji coba produk kelompok kecil, 8) Revisi hasil ujicoba produk, 9) Ujicoba produk kelompok besar. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui kelayakan produk dari validasi ahli media, ahli materi, praktisi dan angket respon/tanggapan siswa dan analisis perbandiangan pretest dan postest. Tingkat kelayakan modul menunjukan : hasil analisis dari ahli media pertama diperoleh 83.33 masuk dalam kategori sangat layak, hasil analisis dari ahli materi pertama diperoleh 80.88 masuk dalam kategori layak, hasil analisis dari ahli materi kedua diperoleh 82.35 masuk dalam kategori sangat layak, hasil analisis dari ahli praktisi/guru senior diperoleh 92.04 masuk dalam kategori sangat layak. Uji efektifivas penggunaan modul dinilai berdasarkan peningkatan nilai pretest dan posttest pada siswa. efektifivitas penggunaan modul digunakan Uji Statistik yaitu Uji tBerpasangan. Pada pengujian asumsi data berdistribusi normal, data memenuhi distribusi normal apabila pvalue> 0,05 (taraf signifikansi). Berdasarkan tabel One Sample Kolmogorov Smirnov Test, didapatkan pvaluepada pretestsebesar 0,467 > 0,05 dan posttestsebesar 0,114 > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data pretest danposttestmemenuhi asumsi distribusi normal. Karena data memenuhi asumsi distribusi normal, maka Uji tBerpasangan dapat digunakan. Berdasarkan tabel Paired Sample Testpada 30 sampel dengan taraf signifikansi 0,05, didapatkan p valuesebesar 0,000 < 0,05. Artinya Hoditolak, terdapat perbedaan nilai pretestdan posttestsecara signifikan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul efektif digunakan pada siswa.
PENGARUH COOPERATIVE LEARNING (TPS) DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA Taufik
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.654

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui:(1) Perbedaan hasil belajar IPA sebelum dan sesudah penerapan model cooperative learningtipe think pair share, (2) Perbedaan hasil belajar IPA siswa yang menggunakan model cooperative learningtipe think pair sharedan model pembelajaran konvensional, (3) Perbedaan hasil belajar IPA siswa yang memiliki keterampilan berpikir kritis tinggi dan keterampilan berpikir kritis rendah pada penerapan model cooperative learningtipe think pair share, (4)Interaksi antara penerapan model pembelajarancooperative learningtipe think pair share dan keterampilan berpikir kritis siswa terhadap hasil belajarIPAsiswa. Pendekatan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif metode quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan post test.Sampel penelitiandipilih dengan teknik purposive sampling.Data dianalisis dengan menggunakan uji paired sample t-testdan two way Anova. Hasil akhir penelitian dapat disimpulkan adanya pengaruh penerapan model cooperative learningtipe think pair sharedan keterampilan berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar IPA siswa.
DEVELOPMENT OF E-LEARNING USING MOODLE APPLICATION ON MODEL PEMBELAJARAN SUBJECT IN EDUCATION TECHNOLOGY MASTER DEGREE UNIVERSITY OF MULAWARMAN Zaenab Hanim; Karina Octavira; Rahmat Soe’oed
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v5i2.655

Abstract

This research was conducted to develop E-Learning Instructional Media using Moodle on Model Pembelajaran subject for Education Technology students of Master’s Degree in Mulawarman University. The purpose of this research are to develop the E-learning procedure development using Moodle on Model Pembelajaran subject for Education Technology students of Master’s Degree in Mulawarman University. This type of research is the Research and Development using ADDIE development model. This research is experimented tothe 2017 generation Education Technology Master’s Studentin University of Mulawarman. The data are validated by media experts, content experts, individual testing, small group testing and field tests using a questionnaire,thenthe data were analyzed with qualitative, quantitative and another statistical analysis methods. The research finding shown an instructional product using E-learning.
THE MODELLING PROCESS AS AN INSTRUCTIONAL STRATEGY IN LANGUAGE TEACHING PROCESS: Strategies in Language Teaching Process Besjana Rexhepi
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 6 No. 1 (2021): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v6i1.663

Abstract

Modelling has to be considered as a new form of learning or as a facilitation of learning units from the students' side, but also for teachers too in the form of teaching units. From modelling, teachers demonstrate units or different teaching tasks to their students so they can understand them more easily. Modelling it is become like a bridge between students and teachers too, because from it all the lessons become more clear. Through modelling, students are actively involved in the learning process and interactive methods enable students to take initiatives. They combine initiatives, talk on behalf of the group in which they carry out their work, create new communication relationships with each other. And through modelling, the quality of classroom learning increases. Modelling can be useful to provide pupils with a couple of ‘pointer’ questions in order to focus the discussion and to link the discussion to pupils’ prior knowledge. Writing down the main points to emerge from the discussion on the board or a flipchart help to focus pupils and also emphasize the fact that the discussion is a learning activity and not a just a way of filling time. Learning is always an active process. The learner actively constructs her/his learning from the various inputs s/he receives. This implies that the learner needs to be active to learn effectively. Learning is about helping pupils construct their own meaning, not about ‘getting the right answer’, as pupils can be trained to get the right answer without actually understanding the concept. Therefore part of this Seminar’s paper are types of language’s teaching modelling, advantages and disadvantages of this strategy then some of examples described in the classroom education process. Towards that in this paper we tried to give some definitions given from foreign and native authors, who have talked about the modelling process into language teaching. Key words; Challenge, Creativity, Modelling, Method, Strategy.