cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Resona : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25983946     EISSN : 26142481     DOI : https://doi.org/10.35906/resona
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021)" : 9 Documents clear
SOSIALISASI DAN PELATIHAN BERWISATA DI MASA NEW NORMAL BAGI ORANG MUDA KATOLIK (OMK) DESA LANGGUR, KABUPATEN MALUKU TENGGARA Melissa Justine Renjaan; Hendro Hitijahubessy
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.819

Abstract

Kenormalan baru di masa pandemi Covid-19, memberikan ruang gerak bagi industri pariwisata. Beberapa destinasi di  Kabuaten Maluku Tenggara mulai dibuka namun dengan penerapan protokol kesehatan yang tinggi, sehingga dapat  memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Namun sebagian besar masyarakat belum antusias untuk berkunjung ke tempat wisata. Serta kelangkaan astiseptik dipasar menyebabkan keengganan masyarakat untuk melakukan aktivitas di luar rumah bahkan berwisata.  Sasaran pengabdian ini adalah kaum muda. Kaum muda yang tergabung dalam organisasi keagamaan OMK stasi Langgur yang mana mereka belum memiliki pengetahuan tentang alternatif berwisata yang aman dan nyaman. Kaum muda memiliki potensi yang besar dalam menggerakan pariwisata dimasa new normal guna meningkatkan ekonomi lokal. Sehingga melalui kegiatan ini dapat membekali pengetahuan dan ketrampilan OMK stasi langgur untuk dapat berwisata dimasa new normal dengan aman dan nyaman. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah interaktif dan pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini Kaum Muda (OMK) Stasi Langgur telah memiliki pengetahuaan yang baik tentang. ekowisata yang  mana mampu menjawab tantangan berwisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan dengan tetap memperhatikan Clean, Healthy, Safety and Environment sustainability (CHSE). Serta memiliki ketrampilan membuat antiseptik secara mandiri.  Abstract. The new normal during the COVID-19 pandemic provides space for the tourism industry. Several destinations in Southeast Maluku Regency have begun to open but with high health protocols. Providing a sense of security and comfort for tourists is carried out by implementing health protocols. However, most people are not enthusiastic about visiting tourist attractions. Then the scarcity of antiseptics in the market causes people to do fewer activities outside the home and even travel. The target of this service is young people. Young people who are members of the religious organization "OMK Stasi Langgur", in which they do not yet have knowledge about safe and comfortable travel alternatives. Young people have great potential in driving tourism in the new normal to improve the local economy. Through this activity, we can equip the knowledge and skills of OMK "Stasi" Langgur to be able to travel in the new normal safely and comfortably. The method used in this service activity is an interactive discussion and training method. The results of this community service activity are Young People (OMK) of Stasi Langgur already have good knowledge about. ecotourism which can answer the challenges of traveling safely and comfortably for tourists while still paying attention to Clean, Healthy, Safety and Environment sustainability (CHSE). And have the skills to make hand  sanitizer independently.
BIMTEK SISTEM AKUNTANSI PENGELOLAAN DANA DESA Tenriwaru Tenriwaru; Andi Nurwanah
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.633

Abstract

Desa perlu membuat Pedoman Sistem Akuntansi Desa, agar sukses akuntansi dan ber laporan keuangan lebih terjamin. Dengan telah disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, desa diberikan kesempatan yang besar untuk mengurus tata pemerintahannya sendiri, termasuk pengelolaan keuangannya, serta melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa. Begitu besar peran yang diterima oleh desa, tentunya disertai dengan tanggung jawab yang besar pula. Oleh karena itu pemerintah desa harus bisa menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas mengingat dalam pengelolaan keuangan desa tersebut, pemerintah desa dituntut membuat beberapa laporan. Pengabddian kali ini kami lakukan di desa Belabori Kecamatan Parangloe. Di Desa kegiatan Badan Usaha Miik Desa mereka berjalan lancar.  Hanya saja disayangkan bahwa kegiatan administrasi keuangan bumdes ini masih diselenggarakan secara manual dan belum dikelola secara baik sesuai pedoman akuntansi pengelolaan dana desa. Olehnya itu kami sebagai tim pengabdi dari bidang kajian akuntansi berharap dengan bimbingan teknis sistem akunatnsi pengelolaan dana desa yang akan kami bawakan nanti akan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus bumdes Sejahtera Belabori membuat laporan keuangan yang sesuai standar akuntansi.  Abstract. With the enactment of Law Number 6 of 2014 concerning Villages, villages are given an excellent opportunity to manage their governance, including financial management, and carry out development to improve rural communities' welfare and quality of life. The village accepts such a significant role, of course, accompanied by great responsibility. Therefore, the village government must be able to apply the principles of transparency and accountability, considering that in managing village finances, the village government must make several reports. Villages need to make Village Accounting System Guidelines guarantee accounting success and financial reporting. This time, we are doing our service in Belabori village, Parangloe sub-district. In the Village, their Village Owned Enterprises activities run smoothly. It's just unfortunate that this Bumdes financial administration activity is still carried out manually and has not been appropriately managed according to the village fund management accounting guidelines. Therefore, with the technical guidance of the village fund management accounting system that we will present later, we will be able to improve the understanding and skills of the Sejahtera Belabori Bumdes management in making financial reports that comply with accounting standards.
MENDUKUNG PERAN IBU RUMAH TANGGA DALAM MENGELOLA KEUANGAN DI WIJAYA KUSUMA, SAMARINDA Siti Amalia
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.847

Abstract

Budaya dan tatanan sosial di lingkungan sekitar, membawa perubahan tentang bagaimana perspektif individual mengambil tindakan. Seperti aspek keuangan, problematika orang-orang adalah terpengaruh untuk mengikuti trend terkini atau mengikuti arus gaya hidup yang tiada habisnya. Melalui PkM ini, pelaksana kegiatan berusaha untuk menyelami dan mengadakan diskusi dengan IRT di sekitar Wijaya Kusuma (Kota Samarinda) di September 2021 silam, terkait pemahaman mereka tentang keuangan. Dibutuhkan sasaran khusus kepada mereka untuk meninjau pengalaman tentang pengelolaan keuangan rumah tangga yang kian boros dengan pendapatan yang konstan atau bahkan cenderung menurun. Dengan metode sharing and dicussions (S&D), diperoleh pemecahan masalah baru yang konkrit, dimana ada penyamaan persepsi untuk menyusun strategi khusus. Dari 27 IRT, yang memiliki peran ganda selain mengurus keluarga, akhirnya bisa memahami tentang kebutuhan rumah tangga mana yang prioritas dan tidak, sehingga pendapatan per bulan bisa disisihkan untuk tabungan maupun investasi. Kontribusi melalui PkM ini diharapkan menjadi terobosan sederhana, tetapi bermakna bagi IRT.  Abstract. Culture and social order in the surrounding environment, bring about changes in how individual perspectives take action. Like the financial aspect, the problem of people is being influenced to follow the latest trends or to follow the endless stream of lifestyles. Through this PkM, the activity implementers tried to explore and hold discussions with housewives around Wijaya Kusuma (Samarinda City) in September 2021, regarding their understanding of finance. It takes a specific target for them to review the experience of managing household finances that are increasingly wasteful with income that is constant or even decreases. With the sharing and discussions (S&D) method, new, concrete problem solving is got, where there is a common perception to develop specific strategies. Of the 27 housewives, who have multiple roles besides taking care of the family, finally they can understand which household needs are priority and which are not, so that monthly income can be set aside for savings and investment. We expect this contribution through PkM to be a simple but meaningful breakthrough for housewives.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS WEB PADA GURU PAI DI KOTA PALOPO Lisa Aditya Dwiwansyah Musa; Mawardi Mawardi; Sitti Marwiyah; Muhammad Ihsan; Hardianto Hardianto; Idil Saptaputra; Munandar Munandar
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.771

Abstract

Program ini bertujuan memberikan pelatihan media pembelajaran interaktif berbasis web pada guru pendidikan agama Islam (masyarakat sekolah) yang ada di Kota Palopo. Luaran dari kegiatan ini adalah masyarakat sekolah memiliki keterampilan dalam memanfaatkan berbagai media khususnya media online, Selain itu luaran yang lain adalah artikel ilmiah yang terpublikasi di jurnal. Sebagai sasaran pengabdian ini adalah masyarakat sekolah yaitu guru Pendidikan agama Islam pada jenjang sekolah menengah pertama/Madrsah Tsanawiyah dan Sekolah menengah atas/Madrasah Aliyah. Untuk mencapai keberhasilan pengabdian ini, metode yang digunakan oleh tim adalah metode ABCD, Mempelajari dan mengatur skenario, menemukan masa lampau, memimpikan masa depan, memetakan aset, serta menghubungkan dan menggerakkan aset. Adapun langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan yaitu pemilihan mahasiswa yang akan membantu dalam pelaksanaan pengabdian ini, observasi sasaran pengabdian, penyusunan proposal, pelatihan dan pendampingan, monitoring dan laporan akhir. Selama kegiatan berlangsung, terlihat semangat dan antusias dari peserta guru PAI walaupun sebagian dari peserta sudah termasuk guru senior yang tidak terbiasa mengoperasikan laptop, akan tetapi tetap semangat karena adanya tim pengabdi dan panitia yang setia mendampingi dalam mempelajari dan mempraktekkan media pembelajaran berbasis web dalam hal ini autoplay penggunaan google classroom.  Abstract. This program aims to provide interactive web-based learning media training for Islamic religious education teachers (school communities) in the City of Palopo. The output of this activity is the school community has skills in utilizing a variety of media, especially online media, in addition to other outcomes are scientific articles published in journals. The target of this service is the school community, namely Islamic religious education teachers at the junior high school/Madrasah Tsanawiyah and senior high school/Madrasah Aliyah. To achieve this dedication success, the method used by the team is the ABCD method, studying and managing scenarios, discovering the past, dreaming of the future, mapping assets, and connecting and moving assets. The steps of the activities that will be carried out are the selection of students who will assist in the implementation of this dedication, observation of service objectives, preparation of proposals, training and assistance, monitoring and final report. During the activity, there was enthusiasm and enthusiasm from the PAI teacher participants although some of the participants included senior teachers who were not accustomed to operating laptops, but were still enthusiastic because of the dedicated team of devotees and committees who assisted in learning and practicing web-based learning media in this case. autoplay using google classroom.
CANTING ELEKTRIK ALTERNATIF MEDIA OPTIMALKAN PRODUK BATIK LASEM MOTIF KOMBINASI PADA UKM KECAMATAN LASEM, KOTA REMBANG Adya Hermawati; Suwarta Suwarta; Syamsul Bahri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.849

Abstract

Karakteristik dari batik Lasem ialah dengan adanya perpaduan budaya antara motif tradisional dan Tiongkok. Batik Lasem memiliki empat motif yang menjadi ciri khas Lasem itu sendiri, diantaranya motif burung hong atau dikenal dengan burung phoenix, motif naga, motif gunung ringgit, dan motif watu pecah. Lasem memilki potensi dan peluang usaha pengrajin yang sangat prospektif. Setiap tahun banyak konsumen dari mana saja, terutama sekolah-sekolah dan perkatoran yang sudah menerapkan pemakaian batik, selalu mencari batik Lasem sampai ke tempat-tempat produksi batik di Rembang. Pada UKM Pengrajin Batik Lasem di Kecamatan Lasem, Rembang, teridentifikasi, perlu eksistensi dalam pengembangan usaha. Sementara pengembangan usaha batik saat ini  perlu penerapan diversifikasi produk. Diversifikasi produk batik, faktanya menjadi peluang pasar. Strategi solusi yang harus diimplementasikan adalah basis diversifikasi produk batik kombinasi, dengan inovasi peralatan pencantingan batik kombinasi dan inovasi sarana pendukung yang diperlukan dalam proses produksi batik. Transformasi teknologi khususnya di bidang perbatikan  sangat dibutuhkan oleh para UKM batik Lasem di Kecamatan Lasem, Rembang. Sehingga cara meningkatkan produksi secara efisien, melalui diversifikasi produk dengan mentransformasi teknologi. Strategi tatakelola manajemen, menjadi pendukung utama dalam pengembangan usaha batik konvensional menjadi batik kombinasi. Tatakelola manajemen meliputi Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) menjadi fokus implementasi manajemen dalam rangka pengembangan produk batik kombinasi. Melalui program ini, mitra dapat meningkatkan jumlah produksi didukung oleh bantuan alat yang disalurkan. Abstract. The characteristic of Batik Lasem is the cultural fusion between traditional and Chinese motifs. Batik Lasem has four motifs that characterize Lasem itself, including the hong bird motif or known as the phoenix, dragon motif, ringgit mountain motif, and breaking motif. Lasem has the potential and business opportunities of very prospective craftsmen. Every year many consumers from anywhere, especially schools and officials who have applied the use of batik, always look for Lasem batik to batik production sites in Rembang. At UKM Artisan Batik Lasem in Lasem Subdistrict, Rembang, identified, it needs existence in business development. While the development of batik business currently needs the application of product diversification. Diversification of batik products, in fact becomes a market opportunity. The solution strategy that must be implemented is the basis of diversification of combination batik products, with the innovation of combination batik coloring equipment and the innovation of supporting facilities needed in the batik production process. Technological transformation, especially in the field of treatment is needed by Lasem batik SMEs in Lasem Subdistrict, Rembang. So how to increase production efficiently, through product diversification by transforming technology. Management management strategy, being the main supporter in the development of conventional batik business into combination batik. Management management includes Planning, Organizing, Actuating, Controlling (POAC) to be the focus of management implementation in the framework of combination batik product development. Through this program, partners can increase the amount of production supported by the assistance of tools that are distributed.
INOVASI BANK SAYUR ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DESA SETIAWARGI KEC. TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Dwi Apriyani; Nurfadilah Siregar; Khomsatun Ni'mah; Iis Aisyah
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.800

Abstract

Masyarakat di Desa Setiawargi sebagian besar belum memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk tempat budidaya sayuran yang menyebabkan kontinyuitas bahan baku olahan pangan terhambat. Selain itu, kualitas produk olahan dan akses terhadap pasar untuk menjual produk olahan juga masih terbatas. Hal ini membuat pendapatan petani semakin kecil di tengah pandemi covid-19. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa rangkaian kegiatan yaitu penyuluhan, pendampingan dan monitoring evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, sementara itu kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pembinaan yang tidak terikat oleh batas waktu dan tempat. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan dengan wawancara dan observasi. Keluaran yang telah dicapai antara lain pemahaman petani mengenai budidaya sayuran organik meningkat, petani lebih kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan lahan non produktif, dan petani mampu mengabdopsi iptek pengemasan. Adapun dampak ekonomi dan sosial yang dirasakan mitra sasaran antara lain: (1) termotivasi untuk mencoba dan memulai menanam sayuran organik, (2) lahan-lahan non produktif mulai termanfaatkan, (3) mampu mengadopsi teknologi pengemasan modern, dan (4) semakin meningkatnya kekompakan anggota poktan maupun KWT. Keberhasilan kegiatan pengabdian membutuhkan peran serta masyarakat yang aktif dan kreatif untuk mendukung keberlanjutan program.  Abstract. Most of the people in Setiawargi Village have not used vacant lands for vegetable cultivation which has hampered the continuity of food processing raw materials. In addition, the quality of processed products and access to markets to sell processed products are also still limited. This makes farmers' incomes smaller during the covid-19 pandemic. Service activities are carried out through several series of activities, namely counseling, mentoring, and evaluation monitoring. Extension activities are carried out using the lecture method, while mentoring activities are carried out using a coaching method that is not bound by time and place limits. Monitoring and evaluation activities are carried out through interviews and observations. The outputs that have been achieved include increased understanding of farmers regarding organic vegetable cultivation, farmers are more creative and innovative in utilizing non-productive land, and farmers can adopt packaging science and technology. The economic and social impacts felt by the target partners include: (1) being motivated to try and start growing organic vegetables, (2) starting to use non-productive land, (3) being able to adopt modern packaging technology, and (4) increasing the cohesiveness of farmer group and KWT members. The success of service activities requires active and creative community participation to support program sustainability.
PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PRODUKSI SAYUR HIDROPONIK MENGGUNAKAN GREENHOUSE Nurliani Karman; St. Sabahannur; A. Azrarul Amri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.923

Abstract

Sayuran hidroponik memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan, khususnya untuk segmentasi pasar konsumen yang mengutamakan kualitas, kandungan gizi dan higienis. Fenomena yang dihadapi mitra petani adalah terjadinya penurunan produksi sayur hidroponik dari rata-rata 150-200 gram/lubang, turun menjadi 100-150 gram/lubang sebagai akibat dari tingginya intensitas cahaya matahari dan serangan hama belalang. Solusi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi adalah dengan menggunakan teknologi greenhouse. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan pelatihan dan pendampingan manajemen produksi dan pemasaran. Hasil kegiatan ini adalah produksi sayur hidroponik meningkat dari 100-150  menjadi 200-250 gr/lubang, dengan kualitas produksi sayur yang lebih baik, sehingga omset penjualan meningkat. Abstract. Hydroponic vegetables have promising market opportunities, especially for the consumer market segmentation that prioritizes quality, nutritional content and hygiene.  The phenomenon faced by farmer partners is a decrease in hydroponic vegetable production from an average of 150-200 grams/hole, down to 100-150 grams/hole as a result of the intensity of sunlight and the attack of grasshoppers.  The solution to increase the quality and quantity of production is to use greenhouse technology.  The method of implementing the Community Partnership Program (PKM) is to provide training and assistance in production and marketing management.  The result of this activity is that hydroponic vegetable production has increased from 100-150 to 200-250 gr/hole, with better vegetable production quality, so that sales turnover increases.
DIGITALISASI DESA DI DESA CIKOLE LEMBANG irland fardani; Gina Puspitasari Rochman; Lely Syiddatul Akliyah; Hani Burhanuddin
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.806

Abstract

Desa merupakan salah satu level terkecil dari pemerintahan di Indonesia. Dalam program digitalisasi yang sedang digalakan oleh pemerintah Indonesia, desa merupakan ujung tombak dalam penerapannya. Dalam penerapannya, banyak desa yang tidak terlebih dahulu melakukan kajian kesiapan desa dalam penerapan desa  digital. Tujuan dari pengabdian ini adalah menilai kesiapan pemerintah desa dalam penerapan desa  digital dan membangun system informasi desa yang berisikan pendataan dan pemetaan pembangunan yang dilakukan oleh desa. Aktivitas yang dilakukan adalah (1) wawancara mendalam dengan pihak perangkat desa, (2) FGD, (3) survey lapangan dan (4) pelatihan system informasi desa. Hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah (1) penilaian terhadap kesiapan pemerintah desa menerapkan desa digital dilai cukup baik yaitu mendapatkan nilai 3.16 dan (2) system informasi yang berisikan data pembangunan desa. Dari kegiatan ini juga dihasilkan sebuah sistem informasi desa yang menyimpan dan menampilkan kegiatan-kegiatan pembangunan di Desa Cikole.  Abstract. The Village is one of the smallest levels of government in Indonesia. In the digitalization program that the Indonesian government promotes, the Village is one of the spearheads in its implementation. In its application, many villages do not first conduct a village readiness study in the application of digital villages. The purpose of this research is to assess the readiness of the village government in implementing digital villages and building a village information system that contains data collection and development mapping carried out by the Village. The activities carried out were (1) in-depth interviews with village officials, (2) FGDs, (3) field surveys, and (4) village information system training. The results obtained from this activity are (1) an assessment of the village government's readiness to implement a digital village which is considered quite good, namely getting a score of 3.16, and (2) an information system containing village development data. With this program, you can prepare Cikole villages in the application of digital villages. From this activity, a village information system was produced which contain activities that store and display development activities in Cikole Village.
PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI MEDIA PEMASARAN PRODUK KERAJINAN BATOK KELAPA DI DESA BATUBULAN Kadek Lyana Prilandewi; I Wayan Sukadana
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.809

Abstract

Perkembangan teknologi yang pesat menyebabkan terjadinya perubahan dalam berbagai sektor kebutuhan manusia salah satunya pada bidang bisnis. Adanya perubahan ke arah digital memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk dapat menjual dan memasarkan produknya secara online dengan digital marketing. MD Pot Kelapa adalah usaha yang bergerak di bidang kerajinan batok kelapa, dimana limbah batok kelapa yang biasanya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan diolah menjadi pot tanaman bunga yang unik dan bernilai seni. Masalah yang dihadapi usaha tersebut yaitu kurangnya pemahaman mengenai pemanfaatan digital marketing sebagai media pemasaran produk. Pemahaman terkait hal tersebut sangat diperlukan agar dapat bersaing dan bertahan terutama dimasa pandemi. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pemberian edukasi pentingnya digital marketing dan pelatihan penggunaan market place di Facebook dan membantu proses pembuatan akun Instagram Bisnis untuk usahanya sekaligus membantu membuat flayer digital sebagai bahan promosi di media sosial. Hasil dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa pelaku usaha belum memahami pemanfaatan digital marketing sebagai media pemasaran produknya secara maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan adanya edukasi dan pelatihan secara berkelanjutan agar pemahaman digital marketing dapat terealisasikan secara optimal.  Abstract. The rapid development of technology causes changes in various sectors of human needs, one of which is in the business sector. The change towards digital makes it easy for people to be able to sell and market their products online with digital marketing. MD Coconut Pot is a business that is engaged in coconut shell crafts, where coconut shell waste which is usually only thrown away and not used is processed into flower pots that are unique and have artistic value. The problem faced by these businesses is the lack of understanding of the use of digital marketing as a product marketing medium. An understanding of this very necessary in order to compete and survive, especially during pandemic. The method used is by providing education on the importance of digital marketing and training on the  use of market places on Facebook and helps the process of creating and Instagram Business account for his business as well as helping to create digital flayers as promotional material on social media. The results of the activities that have been carried out show that business actors do not understand the use of digital marketing as a medium for marketing their products to the fullest. Therefore, education and training need to  be carried out on an ongoing basis so that understanding of digital marketing can be realized optimally.

Page 1 of 1 | Total Record : 9