cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Pengaruh Pelatihan Perencanaan Karir untuk Meningkatkan Efikasi Diri terhadap Pilihan Bidang Minat Karir Psikologi Mulyana, Olievia Prabandini; Puspitadewi, Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.209 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v5n2.p90-96

Abstract

This research is aimed to determine the effectivity of training to increase self-efficacy towards career preference options in psychology. This is a quantitative research, in which experiment method is applied by using pretest-posttest control group design. The dependent variable is self-efficacy towards career preference options in psychology. Self efficacy towards career preference options in psychology is measured using self efficacy towards career preference options scale. The independent variable in this research is career planning training. The research subject are 40 persons groupped into experiment group and control group. Pre-test are given to both experiment and control group. next, the experiment group is given treatment of career planning training. The next step, post test is administered to experiment group and control group. The research is analized using anava repeated measure. Anava repeated measure resulted showing significant result. Thus, hyphothesis stating that there is effect of career planning training to self efficacy towards career preference options for psychology student of UNESA is accepted. Self efficacy towards career preference options for psychology increased after career planning training is given as treatment. Self efficacy towards career preference options for psychology in experiment group between pre-test and post-test is different.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan dalam meningkatkan efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir psikologi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Variabel tergantung pada penelitian ini adalah efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir psikologi. Kemampuan efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir psikologi diukur dengan skala efikasi diri terhadap pilihan bidang minat karir. Sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah pelatihan perencanaan karir. Subjek penelitian yang berjumlah 40 orang yang kemudian dikelompokkan ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberikan pre-test. Selanjutnya pada kelompok eksperimen dikenai perlakuan berupa pelatihan perencanaan karir. Tahapan berikutnya adalah pemberian posttest pada kelompok eksprimen dan kelompok kontrol. Analisis yang akan digunakan adalah anava amatan ulangan. Hasil anava amatan ulangan menunjukkan hasil yang signifikan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh pelatihan perencanaan karir terhadap efikasi diri terkait pilihan minat bidang karir psikologi pada mahasiswa psikologi UNESA, diterima. Efikasi diri terhadap pilihan minat bidang karir di Psikologi meningkat setelah diberikan pelatihan perencanaan karir.
Perbedaan Gender pada Kesadaran Metakognitif dalam Strategi Membaca Bacaan Akademik Ardianingsih, Wulansari; Salim, Rose Mini Agoes
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.252 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v10n1.p74-84

Abstract

Metacognitive awareness of reading strategies can be defined as the knowledge or awareness about strategies to process reading materials, the ability to monitor comprehension, and the ability to employ strategies in understanding text. Previous studies show inconsistent results regarding the role of gender in the metacognitive awareness of reading. The current study aims to evaluate gender differences in the students’ knowlegde of metacognitive strategies in reading. This study involves 137 students (59 boys and 78 girls) from grade 4 to 6. The current study uses Metacognitive Awareness of Reading Strategies Inventory (MARSI) that consists of 3 subscales: global strategy, problem solving, and support strategy. Results show that female students outperform male students in their metacognitive awareness, both in general scale and in each type of strategy. In addition, the most used strategy is the problem solving strategy, while the least used is the support strategy. This finding suggests that teachers need to consider the gender difference in determining the effective methods of delivering materials in classrooms. Keywords: metacognitive awareness, reading, gender differencesAbstrak: Kesadaran metakognitif dalam membaca dapat didefinisikan sebagai pengetahuan akan strategi untuk memproses bacaan, kemampuan untuk memonitor pemahaman, dan kemampuan untuk mengatur strategi yang dibutuhkan untuk memahami bacaan. Hingga saat ini masih terdapat hasil yang tidak konsisten mengenai peran gender dalam kesadaran metakognitif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lebih dalam mengenai bagaimana perbedaan siswa laki-laki dan perempuan pada kesadaran metakogntifnya dalam membaca, khususnya pada bacaan akademik. Penelitian melibatkan 137 siswa (59 laki-laki dan 78 perempuan) kelas 4 – 6 Sekolah Dasar (SD) dengan menggunakan alat ukur Metacognitive Awareness of Reading Strategies Inventory (MARSI) yang terdiri atas 3 dimensi: strategi global, penyelesaian masalah, dan strategi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan lebih sering menggunakan strategi metakognitif dibandingkan siswa laki-laki, baik secara keseluruhan maupun pada masing-masing jenis strategi. Selanjutnya, jenis strategi yang paling banyak dipakai adalah strategi penyelesaian masalah, sedangkan strategi yang paling jarang dipakai adalah strategi pendukung bacaan. Hasil penelitian ini berimplikasi pada kebutuhan guru untuk memperhatikan perbedaan gender siswa ketika menentukan metode penyampaian tugas atau materi belajar agar pembelajaran berlangsung efektif.
Nilai Budaya Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan: Studi Indigenous Istiqomah, Ermina; Setyobudihono, Sudjatmiko
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.039 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v5n1.p1-6

Abstract

This study was aimed to identify local values of Banjar society, South Kalimantan. Phenomenological method was used to reveal how participants’ understanding of the local values. In-depth interviews were employed to collect data from three participants who were recruited by using purposive and  snowball sampling. The three participants consist of a Banjar culture expert, a Banjar society informal leader, dan a researcher on Banjar issues. This study found that Banjar values can be categorized in four levels namely Banjar values in human and God, human and nature, interpersonal, and intrapersonal relations. In the context of human and God relation, the primary concept of Banjar value identified is berelaan which means sincerity and gratitude. Concerning human and nature relation, there is a Banjar prominent value bisa-bisa maandak awak that means adaptive to environment. At interpersonal level, the values identified are bubuhan (discussion to reach agreement), bedingsanakan (fraternity), betutulungan (mutual assistance), and bakalah bamanang (self-adjustment). The Banjar eminent values at intrapersonal level cover gawi manuntung (self-independent) and dalas balangsar dada (responsible).Abstrak: Penelitian ini untuk mengidentifikasi nilai-nilai budaya lokal pada masyarakat Banjar Kalimantan Selatan. Metode kualitatif fenomenologis untuk mengembangkan pemahaman mengenai nilai-nilai budaya lokal. Teknik snowball digunakan dalam menggali data melalui wawancara dari satu informan ke informan lainnya. Subjek penelitian berjumlah 3 (tiga) orang, yaitu ahli budaya, akademisi  dan tokoh masyarakat. Hasil menunjukkan nilai budaya Banjar; dalam hubungan manusia dengan Tuhan meliputi ikhlas dan syukur dengan konsep  nilai berelaan. Manusia dengan alam, nilai konsepsi bisa-bisa maandak awak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Hubungan manusia dengan manusia meliputi nilai musyawarah, persaudaraan, gotong royong atau tolong menolong, penyesuaian diri, dengan konsep nilai bubuhan, bedingsanakan, betutulungan,  dan bakalah bamanang. Manusia dengan diri sendiri, meliputi kerja keras, disiplin, koreksi diri, mengikuti perkembangan jaman, percaya pada diri sendiri, dan bertanggungjawab dengan konsep nilai gawi manuntung, dalas balangsar dada.
MAKING SENSE OF ETHNOGRAPHY: FROM AN OUTSIDER PERSPECTIVE Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.363 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n2.p82-87

Abstract

his paper is aimed to compare two ethnographic works Learning to Labour (Willis, 1977), and Masculinity Beyond the Metropolis (Kenway, Kraack, & Hickey-Moody, 2004). The comparison is expected to illustrate how to make sense ethnographic work as a research methodology with its various types of epistemology and approach. The review will begin with a brief outline of the studies as described in each book and follow with further elaboration directed by several headings that covers Crotty (1998) four elements, namely epistemology, theoretical perspective, methodology, and method. It will also discuss the knowledge and values, and the theory of culture of each study.
Pengembangan Skala Thurstone Metode Equal Appearing Interval untuk Mengukur Sikap Moderasi Beragama Siswa Sekolah Menengah Atas Pratama, Dinar
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p71-82

Abstract

Several studies show the increase of radical attitudes among high school students in several regions in Indonesia. Developing a reliable instrument to measure religious moderation attitude is needed as a preventive effort to tackle this trend. However, a standard scale to measure the attitude in the context of Indonesia is extremely rare. This study aims to develop a Thusrtone scale of religious moderation attitude with the Equal Appearing Interval (EAI) method. There were 77 initial items constructed. Forty-two panelists from various relevant backgrounds were involved to assess the initial items. A number of 43 items was selected using the values of median (>6) and interquartile (≤4). The validity of the scale was tested using biserial correlation resulting 42 valid items and 1 invalid item. The result of reliability test using KR 20 technique showed that the scale is strongly reliable with a coefficient value of 0.98. The distribution of scale values on the 42 items of the selected statement lies on a scale value ranging from 1-11. Thus, the scale of religious moderation attitude has fulfilled the psychometric criteria as a measurement scale and can be used to measure students' religious moderation attitudes.Keywords: Thurstone scale, equal-appearing interval method, religious moderation. Abstrak: Beberapa hasil studi menunjukkan tingginya sikap radikal pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di beberapa daerah di Indonesia. Mempertimbangkan fenomena ini, diperlukan upaya preventif untuk mengatasi sikap radikal siswa. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan instrumen yang reliabel untuk mengukur sikap moderasi beragama. Pertimbangan mengembangkan skala ini dikarenakan belum tersedianya skala baku untuk mengukur sikap moderasi beragama siswa. Jenis skala yang dikembangkan adalah skala Thusrtone metode Equal Appearing Interval (EAI) Jumlah aitem awal pada skala ini disiapkan sebanyak 77 aitem. Panelis yang dilibatkan unuk menilai aitem awal sebanyak 42 orang. Analisis pemilihan aitem menggunakan nilai median dan interkuartil menghasilkan 43 aitem terpilih dengan nilai median >6 dan interkuartil ≤4. Pengujian validitas skala dengan  korelasi biserial menghasilkan 42 aitem valid dan 1 aitem tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan teknik KR 20 menghasilkan nilai koefesien 0.98 yang berarti sangat reliable. Distribusi nilai 42 aitem terpilih terentang dari 1-11. Skala sikap moderasi beragama ini terbukti memenuhi kriteria psikometrik sebagai skala pengukuran dan dapat digunakan untuk mengukur sikap moderasi beragama siswa.
MARTYRDOM AND THE PROCESS OF RADICALISATION AMONG YOUNG MUSLIMS IN INDONESIA: SOCIAL IDENTITY THEORY PERSPECTIVE Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.284 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v1n2.p75-81

Abstract

The phenomena of suicide attacks targeting overseas people or properties in Indonesia carried out by Indonesian young Muslim seem to be elusive. Different to Palestinian and Middle Eastern contexts where acute conflicts are taking place, there were no celebrations to martyrdom in Indonesia. Majority of Indonesian Muslims not only reject suicide bombing or martyrdom but also condemn it. Indonesian suicide bombers' families, that is not like those of Palestinian martyrs, were not proud of their member's deed and will not get pride from their neighbourhood. They will not get financial advantages because of family's member sacrifice as well. So, what are the reasons that make Indonesian  young Muslims chose to die as a martyr? This article aims to explain the process of radicalisation among young Muslims and reveals the causes and backgrounds of young martyrs in Indonesia based on Social Identity Theory (SIT). Findings of many studies on religious motivated violent attacks are used as comparisons.
Konsep Diri dan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Wirausahawan Sunnah, Anisah Milatus; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.151 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v5n1.p52-57

Abstract

 This study aims to know the relationship between self-concept and problem solving ability among entrepreneurs in Surabaya. The design used of the study  was a correlational research. The subjects in this study were entrepreneurs of Business Communication Forum (FKB) Ibnu Sina Foundation Surabaya which has 41 number of entrepreneurs. Analytical technique used is Peearson’s product moment. The results of this study indicates that self-concept has significant relationship with problem solving ability with positive direction of relationship which can be seen from the level of significant which is 0.000, so the alternative hypothesis proposed research received. The Rsquare value is 0.549, which is mean that the 54,9% of variation in  problem-solving ability is influenced by the self-concept and the rest 45,1% is caused by other factors which is not meassured in this research. The conclusion of this study is that there is a positive relationship between self-concept and problem solving ability.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kemampuan pemecahan masalah pada wirausahawan di Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Penelitian ini menggunakan subjek sebanyak 41 wirausahawan Forum Komunikasi Bisnis (FKB) Yayasan Ibnu Sina Surabaya sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan pemecahan masalah dengan arah hubungan yang positif yang dapat dilihat dari nilai signifikasi sebesar 0,000, maka hipotesis alternatif diterima.  Nilai Rsquare sebesar 0,549 menunjukkan bahwa sumbangan atau kontribusi yang diberikan variabel konsep diri ialah sebesar 0,549. Artinya, 54,9 %  variabel pada kemampuan pemecahan masalah dipengaruhi oleh variabel konsep diri dan sisanya sebesar 45,1 % disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dengan kemampuan pemecahan masalah.
Peran Psychological Empowerment dalam Hubungan antara Empowering Leadership dengan Perilaku Kerja Inovatif Amalia, Dhuha Trieska; Handoyo, Seger
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v9n1.p77-90

Abstract

This study examined the relationship between empowering leadership from the perspective of subordinates and employees’ innovative work behavior and to test the role of psychological empowerment as a mediator variable. The hypotheses were simultaneously tested using path analysis. Data were collected with an online survey answered by 146 employees at various manufacture industry sectors both private and public in Indonesia, such as manufacture of food and beverages products, wood, chemicals, pharmeceuticals, basic metal, and the others. Sample of this study consist of 60,3% male and 39,7% female, with the average age was 29 years old. This study found a direct and indirect relationship between empowering leadership and innovative work behavior via psychological empowerment. This study indicates that psychological empowerment partially mediates the relationship between empowering leadership and innovative work behavior. In addition, both empowering leadership and psychological empowerment are able to trigger employees’ innovative work behavior.Key words: Empowering Leadership, psychological empowerment, innovative work behaviorAbstrak: Inovasi yang dilakukan oleh karyawan merupakan salah satu cara terbaik dalam meningkatkan inovasi dan kesuksesan organisasi. Penelitian ini menguji hubungan antara empowering leadership berdasarkan perspektif dari bawahan dengan perilaku kerja inovatif karyawan dan menguji peran psychological empowerment sebagai variabel mediator. Hipotesis penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis jalur. Data penelitian ini dikumpulkan melalui survei secara online yang diisi oleh 146 karyawan yang bekerja di berbagai sektor industri manufaktur baik perusahaan umum maupun swasta di Indonesia, seperti industri makanan dan minuman, kayu, farmasi, bahan kimia, logam dasar, dan lain-lain. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 60,3% laki-laki dan 39,7% perempuan, dengan usia rata-rata responden yaitu 29 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan langsung dan tidak langsung antara empowering leadership dengan perilaku kerja inovatif melalui psychological empowerment. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa psychological empowerment berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan kedua konstruk tersebut. Empowering leadership dan psychological empowerment dapat memicu munculnya perilaku kerja inovatif karyawan.
“Berbaur Tapi Tidak Lebur”: Membentuk dan Mempertahankan Identitas Religius pada Mahasiswa Aktivis Dakwah Kampus (“Mixing but not melting”: Forming and Maintaining Religious Identity among Islamic Activists on Campus) Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.307 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n1.p1-16

Abstract

This study aimed at revealing how religious identity is formed and maintained among Islamic student activists in higher education. The implications of the religious identity on their social relations to other students and larger society were also discussed. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Four participants were recruited based on their long engagements in Da'wa movements in campus and significant roles they played in the movement. Data were collected through semi-structured interviews. The results show three dominant themes, namely motivation to join the Da'wa movement, the process of religious identity formation, and strategies to maintain the identity. In general, this study concluded that the initial factors that encourage the participants' involvements in Da'wa movement in higher education is the desire to feel an emotional bond of kinship based on religious values. After joining the movement, most participants developed their self-perception as a 'minority' with all its consequences. Furthermore, the need to recruit as many common Muslim students as possible for joining in their 'minority community' raise the tension between maintaining their 'exclusive' identity or answering the requirement of making relations inclusively in order their religious messages to be received by wider students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana identitas religius aktivis dakwah kampus terbentuk, strategi untuk mempertahankan identitas tersebut, dan apa implikasinya dalam interaksi sosial aktivis dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif dengan mempertimbangkan lama keterlibatan dan peran yang dimainkan dalam gerakan dakwah kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga tema dominan, yaitu motivasi bergabung dalam gerakan dakwah, pembentukan identitas aktivis dakwah, dan strategi mempertahankan identitas. Secara umum penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor awal yang mendorong keterlibatan partisipan dalam gerakan dakwah adalah keinginan untuk merasakan ikatan emosional kekeluargaan yang dipersepsi sebagai 'tanpa pamrih' karena berlandaskan nilai religius. Stelah menjadi anggota komunitas dakwah, para partisipan mengembangkan persepsi diri mereka sebagai 'minoritas' dengan segala konsekuensinya. Selanjutnya, motivasi untuk mengajak sebanyak mungkin mahasiswa lain untuk bergabung dalam komunitas minoritas tersebut membuat  para aktivis dakwah berada dalam ketegangan antara tetap menjaga identitas 'eksklusif' dengan tuntunan untuk bergaul luas secara inklusif agar pesan dakwah bisa diterima.
HUBUNGAN ANTARA SERVANT LEADERSHIP DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN RUMAH SAKIT DELTA SURYA SIDOARJO Akbar, Fachreza Abhitama; Mulyana, Olievia Prabandini
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.306 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n2.p140-151

Abstract

Hospital is an integral part of social and health organization that function is to provide health services to people. The background of this study was an existing problem in regard to organization commitment among employees in Delta Surya Hospital. The purpose of this study was to investigate the relationship between servant leadership with organization commitment to employees delta surya hospital sidoarjo. The variables which were examined in this study were servant leadership as the independent variable and organization commitment as the dependent variable. This study was a quantitative research, involving 32 employeesas research subject which were selected by purposive sampling out of 386 employees of total population. The data collecting instruments used were the servant leadership and organization commitment scale. Data analysis method used was product moment correlation. The result of the data had showen a correlation coefficient value of 0,617 (r = 0,617) with significance level of 0,004 (p = 0,004). This result indicated that there was a relationship between servant leadership and organization commitment. Thus, the higher the servant leadership among employees are, the better the organization commitment would be, and vice versa.Abstrak: Rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Latar belakang penelitian ini adalah adanya masalah komitmen organisasi yang terjadi pada karyawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara servant leadership dengan komitmen organisasi pada karyawan Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. Variabel yang dikaji pada penelitian ini adalah variabel servant leadership sebagai variabel bebas dan variabel komitmen organisasi sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan subjek penelitian berjumlah 32 karyawan dari jumlah populasi 386. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala servant leadership dan skala komitmen organisasi. Skala disusun menggunakan pemodelan skala likert. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment untuk menguji hubungan antara dua variabel, yaitu servant leadership dan komitmen organisasi.Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,617 (r = 0,617) dengan taraf signifikansi 0,004 (p = 0,004). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara servant leadership dengan komitmen organisasi. Semakin tinggi servant leadership karyawan, maka semakin baik komitmen organisasinya, begitu pula sebaliknya.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue