cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Penggunaan Kata “Jancuk” Sebagai Ekspresi Budaya dalam Perilaku Komunikasi Arek di Kampung Kota Surabaya Sriyanto, Sugeng; Fauzie, Akhmad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.203 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v7n2.p88-102

Abstract

The term “jancuk” is part of the dialect of Surabaya people. For Surabaya people known as “Arek Suroboyo” who lives in the neighborhood of kampung kota (the urban village), “jancuk” is the most common word that is used as an expressive language in daily life. However for some people, the word “jancuk” has a negative connotation. This ethnographic study explore how “jancuk” is used and understood by people living in kampung Surabaya who use it as daily communication. Data collected using in-depth interviews and analyzed using three stages of analysis technique suggested by Miles and Huberman: reduction, display, and verification. The result shows that the use of “jancuk” is the common expression in communication which is used because the influence of the social character and the strong internalization of “Arek” culture. “Arek” culture is characterized by its spontaneous, open, and egalitarian values. The use of “jancuk” emphasizes the form of interaction or pragmatic language functions rather than its semantic meaning. In general, the word “jancuk” is used by people who live in urban villages in Surabaya to express their emotion both positive and negative sides. While “jancuk” can be used to express anger, most participants used in friendship circle. People who use the word tend to be viewed as friendly and sociable.Abstrak: Bagi Arek Suroboyo yang tinggal di lingkungan kampung, kata “jancuk” digunakan sebagai sebagai bentuk ekspresi dalam kehidupan sehari-hari. Peneltian etnografi ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kata “jancuk” dimaknai oleh orang-orang yang menggunakannnya yang tinggal di kampung Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi, display, dan verifikasi yang disarankan Miles and Huberman. Hasil analisis menunjukkan  penggunaan kata jancuk dalam perilaku komunikasi merupakan ekspresi yang dipengaruhi oleh karakter dan kuatnya internalisasi budaya “Arek”. Budaya “Arek” ditandai oleh spontanitas, keterbukaan, dan egalitarianisme. Penggunaan kata jancuk lebih menekankan pada bentuk fungsi interaksi atau prakmatik bahasa dari pada makna semantiknya. Kata ini sering diucapkan oleh orang kampung Surabaya untuk mengekspresikan emosi positif maupun negatif. Menjadi negatif ketika kata ini digunakan sebagai ekspresi kemarahan yang ditujukan pada orang lain. Pada sisi positif dalam sebuah interaksi persahabatan, orang yang menggunakan kata ini  dianggap  memiliki karakteristik sebagai orang yang ramah dan suka bergaul.  
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. PERTAMINA UPMS V SURABAYA Putrie, Faradisah; Nursalim, Mochammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.33 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p141-148

Abstract

This study was aimed to examine the correlation between perception of organizational support, culture of organization, and support of organizational citizenship behavior (OCB) . Subjects were employees who are working at PT. Pertamina UPMS V Surabaya. The sample consists of 28 employees. Data collected using questionnaires and analysed using multiple linear regression analysis. The result showed that rxy= 0,411 which means that there is no significant relationship between perception of organizational support, culture of organization, and support of organizational citizenship behavior among participants. It can be assumed from the result that the higher perception of organizational support and organizational culture does not correlate to higher organizational citizenship behavior.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional untuk menguji hubungan antara antara persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior (OCB)  . Subjek penelitian adalah karyawan yang sedang bekerja di PT Pertamina UPMS V Surabaya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 karyawan dan sampelnya 28 karyawan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior pada karyawan PT Pertamina UPMS V Surabaya dengan rxy= 0,411. Hal tersebut menunjukkan apabila persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi tinggi, maka tidak berarti organizational citizenship behavior tinggi pula.
Psychological Well-Being Sebagai Prediktor Tingkat Kesepian Mahasiswa Simanjuntak, Janice Grace Lusiani Larasati; Prasetio, Clement Eko; Tanjung, Firza Yusani; Triwahyuni, Airin
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p158-175

Abstract

Loneliness leads to several health risks, especially among university students who are prone to experience it. In order to cope with loneliness, university students need functional psychological resources, which can be measured by six-dimensional of psychological well-being (PWB) by Ryff. Thus, this study aims to predict university students’ loneliness using the multidimensional PWB. Loneliness was measured using Revised UCLA Loneliness Scale and PWB was measured using Ryff’s multi-dimensional PWB. A total number of 376 undergradute students in Faculty of Psychology Universitas Padjadjaran Indonesia were participated in this study. The test of correlation using Pearson’s r resulted all dimensions were negatively correlated. Stepwise regression analysis resulted that positive relationship, self-acceptance, environmental mastery, and autonomy were the significant predictors, predicted 74.7% of the variance, of loneliness among participants. These findings indicate that dimensions mentioned can be used as predictors of university students’ loneliness.Keywords: Loneliness, psychological well-being, university students Abstrak: Kesepian dapat memicu berbagai risiko kesehatan, terutama bagi mahasiswa yang rentan mengalaminya. Untuk menghadapi kesepian, mahasiswa memerlukan keberfungsian psikologis yang dapat ditandai oleh tingkat psychological well-being (PWB) oleh Ryff. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kesepian dengan menggunakan PWB multidimensional. Tingkat kesepian diukur dengan kuesioner Revised UCLA Loneliness Scale, sementara tingkat PWB diukur dengan kuesioner PWB multidimensional dari Ryff. Sebanyak 376 mahasiswa tingkat sarjana Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran Indonesia berpartisipasi. Uji korelasi (r) Pearson menunjukkan semua dimensi PWB berkorelasi negatif dengan kesepian. Analisis regresi stepwise menunjukkan prediktor terkuat adalah dimensi relasi positif, penerimaan diri, penguasaan lingkungan, dan otonomi, memprediksi 74,7% varians tingkat kesepian. Hasil ini mengindikasikan bahwa keempat dimensi tersebut dapat digunakan sebagai prediktor tingkat kesepian pada mahasiswa.
Kesepian pada Mahasiswa selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Rinaldi, Martaria Rizky
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.385 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p267-277

Abstract

The present study aims to explore loneliness of college student during COVID-19 pandemic in Indonesia. A total of 236 respondents were participated in the study. Data collection was performed using UCLA Loneliness Scale version 3. Data were analyzed by using descriptive analysis, independent sampel t-test and ANOVA. The study found that more than half of the number of respondents were mild lonely (66.95%), while the others were moderate lonely (19.91%), and  the rest  were not lonely (13.13%). The finding also showed that there is no significant difference in loneliness between men and women, as well as between respondents living in parents' houses, and boarding or rented houses. Based on this study, it can be concluded that most participants experience loneliness in the mild level.Keywords: Loneliness, students, COVID-19 pandemic Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris untuk mengetahui kesepian pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Sampel penelitian yaitu 236 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan UCLA Loneliness Scale 3. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji beda dengan t-test dan ANOVA. Temuan dari penelitian ini yaitu sebesar 66,95% responden menunjukkan kesepian ringan, 19,91% responden menunjukkan kesepian sedang, dan 13,13% responden menunjukkan tidak kesepian. Penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan kesepian yang signifikan antara laki-laki dan perempuan, maupun berdasarkan status tempat tinggal (rumah orang tua, indekos ataupun rumah kontrak). Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami kesepian pada tingkat ringan.
Equalizing Quality: The Challenge of Globalization Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.033 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v6n1.p54-59

Abstract

This essay is aimed to discuss one contemporary issue in relation to Indonesia. The issue being raised here is globalization and its effect on how Indonesia perceived itself as a nation. This paper will argue my position in viewing globalization as a force that seems to manifest in a blind movement that rapidly change our way of life at the cost of social justice. One example I emphasize on my paper is the impact in educational paradigm, which can be seen from some educational discourses.
Kebahagiaan pada Relawan Pelacak Kontak COVID-19 Sugiarti, Rini Sugiarti; Sancoko, Cahyo Harry; Suhariadi, Fendy Suhariadi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.26 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n3.p326-339

Abstract

This study aims to reveal the happiness of the COVID-19 contact tracer volunteers. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Five volunteers were recruited for this study. Data were collected through semistructured interviews and analyzed using an interpretative phenomenological analysis. From the results of the study, it is concluded that the happiness of being a volunteer arises from positive feelings due to perceived benefits they have given to the people in need primarily people who are recovering from COVID-19. Volunteers’ happiness also arises from the awareness of their positive life compared to people whose life tests are heavier than they have. The involvement and interaction of volunteers with  people who are suffering from COVID-19 makes the volunteers feel more positive and grateful for their life.Keywords: COVID-19 contact tracking, happiness, volunteers Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebahagiaan relawan pelacak kontak COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Jumlah subjek penelitian ini adalah 5 oang relawan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur. Data dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan menjadi relawan muncul karena bisa menolong dan merasakan kebahagiaan orang yang sembuh dari COVID-19. Kebahagiaan relawan juga muncul sebagai akibat melihat realita masih banyak orang lain yang ujian hidupnya lebih dari yang dialaminya. Keterlibatan dan interaksi para informan penlitian ini dengan orang yang sedang terkena penyakit COVID-19 telah membuat mereka memandang hidupnya lebih positif dan penuh kesyukuran.
Pelatihan HERO untuk Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Remaja Panti Asuhan Alfinuha, Setyani; Hadi, Bagus H; Sinambela, Frikson Cristian
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1413.12 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v10n1.p60-73

Abstract

This study aims to improve the psychological well-being of adolescent orphanages through psychological capital training. The psychological capital aspects provided in this training were hope, self-efficacy, resilience, and optimism (HERO). The material was conveyed using the experiential learning approach with lecturing, audio-visual method, written assignments, discussion, plays, and reflection. The research participants were 20 teenagers from Pelita orphanages (14-18 years) at Surabaya. The design chosen was one-group pretest-posttest design. Data were collected using The Ryff’s Scale of Psychological Well-being and analyzed using paired sample t-test with the help of SPSS 16.0 version. The result shows that there is a significant difference in participants’ psychological well-being between before and after training was given. This proves that HERO training in this study is able to improve the psychological well-being of adolescent orphanages.Keywords: psychological well-being, psychological capital, teenage orphanages Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja yang tinggal di Panti Asuhan Pelita melalui pelatihan modal psikologis. Aspek modal psikologis yang diberikan pada pelatihan ini yaitu hope, self-efficacy, resilience, dan optimism (HERO). Materi disampaikan menggunakan konsep experiential learning dengan metode lecturing, audio-visual, tugas tertulis, dikusi, permainan, dan refleksi. Partisipan penelitian yaitu 20 remaja (14 – 18 tahun). Desain yang dipilih adalah one-group pretest-posttest design. Variabel kesejahteraan psikologis diukur menggunakan The Ryff Scale of Psychological Well-being. Analisis data kuantitatif menunjukkan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pelatihan diberikan. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesejahteraan psikologis meningkat setelah diberi pelatihan HERO.
Efektivitas Program Pelatihan Penetapan Tujuan pada Siswa Sekolah Menengah Atas Fauzia, Jimny Hilda; Kurniawati, Farida
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v11n1.p1-16

Abstract

Goal setting is an important skill for students to have so they can achieve academic success. This study aims to test the effectiveness of the goal setting training in improving students' knowledge and skills for setting goals. The study was a quasi-experimental design and was structured in experiential learning framework. The subjects were 12 students. Data were collected quantitatively using a questionnaires and qualitatively using observation and open-ended questions. The paired sample t-test was used to analyze quantitative data, while qualitative data were analyzed descriptively based on goal-setting concept. The results show that participants of this study experienced a significant increase in knowledge and skills scores after attending the training (p<0.001). The training process runs according to established procedures, so that training objectives can be achieved properly. The quality of the contents of the discussion and the answers of students in the test showed good results. However, this training still needs to be supplemented with follow-up to ensure changes in student behavior after attending the training. This study suggests that schools should facilitate their students to involve in goal setting trainings and activities in order to increase their opportunities in achieving academic success.Keywords: Goal setting, training, secondary studentsAbstrak: Penetapan tujuan merupakan salah satu keterampilan yang penting untuk dimiliki siswa agar mereka dapat mencapai kesuksesan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan penetapan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menetapkan tujuan. Penelitian dilakukan dengan desain kuasi-eksperimental dan disusun dengan kerangka experiential learning. Subjek penelitian ini adalah 12 orang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) “Sukses” Jakarta. Data dikumpulkan secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan teknik paired sample t-test, sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dengan mengumpulkan data observasi selama pelatihan berlangung dan meninjau kualitas jawaban siswa pada tes. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan skor pengetahuan dan keterampilan yang signifikan (p<0,001) setelah mengikuti pelatihan. Proses pelatihan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, sehingga tujuan pelatihan dapat tercapai dengan baik. Kualitas isi diskusi dan jawaban siswa dalam tes menunjukkan hasil yang baik. Namun demikian, pelatihan ini masih perlu dilengkapi dengan tindak lanjut untuk memastikan adanya perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan penting-nya bagi sekolah untuk memfasilitasi para siswanya mengikuti kegiatan dan pelatihan terkait penetapan tujuan demi tercapaianya keberhasilan akademik mereka.
Dukungan Sosial Suami dan Penerimaan Diri dengan Tingkat Stres Pada Wanita Menjelang Masa Menopause Widaryanti, Motiena Yulia; Dewi, Damajanti Kusuma
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.589 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p61-67

Abstract

Menopause is a natural process that will be experienced by all women. Menopause characterized with the symptoms that can be stressful for women. This problem can be solved with husband’s social support and their self-acceptance when approaching menopause. The aim of the study are determine the correlation between husband’s social support and woman self-acceptance with their stress level when approaching menopause. Quantitative method are used in this study, with 50 mothers in the village Lontar District of Sambikerep, Surabaya as the subject. The data were analyzed by using product moment correlation technique. The result of the study show there are significant relationship between husband’s social support and woman self-acceptance with their stress level. The result of multiple linear regression analysis obtained significance value of 0,002 with a value Rsquare=0,236, meaning there is a significant relationship between social support and self acceptance husband with stress level in women approaching menopause. Abstrak: Menopause  adalah  proses  alami  yang  akan  dialami  oleh  semua  wanita.  Perubahan  menuju  masa menopause ditandai dengan gejala-gejala yang dapat menimbulkan stres bagi wanita. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian dukungan sosial oleh suami dan memiliki penerimaan diri pada wanita menjelang masa menopause. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan sosial suami dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada wanita menjelang masa menopause. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 50 ibu-ibu di wilayah Kelurahan Lontar Kecematan Sambikerep, Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data secara parsial dengan teknik korelasi product moment, diketahui bahwa dukungan sosial suami dengan tingkat stres dan penerimaan diri dengan tingkat stres memiliki hubungan yang signifikan. Hasil analisis regresi linier berganda didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,002 dengan nilai R=0,236, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial suami dan penerimaan diri dengan tingkat stres pada wanita menjelang masa menopause.
PERBEDAAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA DITINJAU DARI STRUKTUR KELUARGA Nashukah, Farokhatin; Darmawanti, Ira
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.725 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p93-102

Abstract

A family has a great influence on children's emotional patterns because the family is the first social group for children to learn and express themselves as human beings in a social interaction with their groups. The background of this study is the problem of adolescent emotional maturity attainment. Subjects in this study were devided into two groups which overall are 121 adolescents aged between 16 and 20 years old. This study uses simple random sampling technique with predetermined characteristics and scale of emotional maturity as an instrument. Test the assumptions used in this study are normality test using one sample Kolmogorov-Smirnov test technique and homogeneity test using homogenity of variance test technique. The normality test shows the value of adolescents of complete families is 0,789 and the value of adolescents of single parent families is 0,982. Significance value >0.05, then the variable of emotional maturity is declared normally. Homogenity test shows the value is 0,499. Significance value >0,05, then the variable of emotional maturity is declared homogeneous. Results of this study shown that adolescent emotional maturity of single parent families has a mean of 148,71 emotional maturity that is higher than a mean of the emotional maturity of a complete family of 143,77. Based on analysis data using t-test known that the significance value is 0,013 (p >0.05), the result shows that the study hypothesis is accepted. It is concluded that there is difference of emotional maturity among adolescents influenced by their different family structures.Abstrak: Keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pola emosi anak karena keluarga merupakan kelompok sosial pertama untuk anak belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga, yaitu keluarga lengkap dan keluarga dengan orang tua tunggal (single parent). Peneliti menggunakan teknik simple random sampling dengan karakteristik yang telah ditentukan. Subjek pada penelitian ini adalah dua kelompok yang secara keseluruhan berjumlah 121 sampel dengan rentang usia 16-20 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi. Uji asumsi menggunakan uji normalitas menggunakan teknik one sample Kolmogorov-Smirnov test dan uji homogenitas menggunakan teknik test of homogenity of variance. Diketahui bahwa uji normalitas remaja dari keluarga lengkap sebesar 0,789, dan pada remaja dari keluarga single parent sebesar 0,982. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan berdistribusi normal. Diketahui bahwa uji homogenitas dengan nilai sebesar 0,499. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan homogen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kematangan emosi remaja dari keluarga single parent memiliki rata-rata skor kematangan emosi 148,71 yang lebih tinggi daripada rata-rata skor kematangan emosi keluarga lengkap yang sebesar 143,77. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Uji-t, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,013 (p >0,05) yang menunjukkan hipotesis penelitian diterima sehingga peneliti menyimpulkan bahwa ada perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue