cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN SIKAP TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA PEREMPUAN DI SMK SURABAYA Rachmawati, Yani; Izzati, Umi Anugerah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.622 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n1.p11-28

Abstract

This study is a correlational study. Subjects were 11 grade female student of SMK Ketintang, Surabaya, age 16-18 and have a dating partner. The total population of this research were 133 students and the sample sample were 60 students. The data collecting in this study using a questionnaire. The data analysis method using product moment analysis. The result showed there’s no negative relationship between moral reasoning with the attitude of adolescent toward pre-marital sexual behaviour among female student in SMK Ketintang, Surabaya with rxy = -0,771. It shows that when their moral reasoning is high, then his attitude toward premarital sexual behaviour is negative or they reject it. If the moral reasoning level is low, then their attitude toward pre-marital sex behaviour is high. The strength of this relationship between moral reasoning and attitude toward pre-marital sexual behaviour was 59,5%, which means there are other variables that are not observed in this research by 40,5% which affect the formation of attitudes toward pre-marital sexual behaviour.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek  penelitian adalah siswa perempuan kelas XI SMA Ketintang Surabaya yang berusia 16-18 tahun dan memiliki pacar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 133 siswa dan sampelnya 60 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan analisis Product Moment Person. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan negatif antara penalaran moral dengan sikap remaja terhadap perilaku seks pranikah pada remaja perempuan di SMK Ketintang, Surabaya dengan rxy= -0,771. Hal tersebut menunjukkan apabila penalaran moralnya tinggi maka sikapnya terhadap perilaku seks pranikah justru negatif atau menolak, apabila penalaran moralnya rendah maka sikapnya terhadap perilaku seks pranikah justru tinggi. Kekuatan hubungan penalaran moral dengan sikap terhadap perilaku seks pranikah sebesar 59,5% yang berarti ada variabel lain yang tidak diamati dalam penelitan ini sebesar 40,5% yang mempengaruhi pembentukkan sikap terhadap perilaku seks pranikah.     
Analisis Beban Kerja dan Stres Traumatik pada Anggota Polisi Unit Kriminal Supriyadi, Tugimin; Hutahaean, Erik Saut H; Adetya, Sandra; Anifah, Anifah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p105-113

Abstract

The police officers working at the crime units often face a heavy workload due to the uncertainty of their work hours and the difficult situations they should deal with during their duties in solving criminal cases. This can cause them being prone to experience stress due to their exposure to situations that can cause trauma. This study aims to analyze the workload and traumatic stress in police officers serving in the crime units. Subjects involved in this study were 73 officers from eight crime divisions. All subjects were male and are serving their duties in Jakarta. Data were collected using a survey method and analyzed using correlation and a simple linear regression tests. The result shows that most subjects have  workload and stress levels in the medium category. The correlation test shows that there is a positive relationship between workload and traumatic among subjects, while the simple linear regression test shows that workload has a significant contribution in predicting the participants’ traumatic stress. This result confirms previous studies which conclude that the workload experienced by police officers impacts on their stress.   Keywords: Workload, traumatic stress, police officersAbstrak: Anggota kepolisian yang bertugas di bagian unit kriminal sering menghadapi beban kerja yang berat karena harus mengalami ketidakpastian jam kerja dan situasi sulit yang tidak jarang melampaui ambang batas mereka ketika menyelesaikan kasus-kasus kriminal. Hal ini dapat berimplikasi pada kemungkinan terpaparnya para personel polisi dengan situasi traumatik. Hal tersebut menyebabkan polisi yang bertugas di bagian ini rawan mengalami stres. Penelitian ini bertujuan untuk menguji beban kerja dan stres traumatik pada anggota kepolisian yang bertugas di unit kriminal. Subjek yang terlibat berjumlah 73 orang berasal dari delapan divisi kriminal. Semua subjek berjenis kelamin laki-laki dan bertugas di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket dan dianalisis menggunakan uji korelasi dan uji regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan rata-rata subjek memiliki beban kerja dan tingkat stres dalam kategori sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara beban kerja dan stres traumatik pada subjek, sedangkan hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa beban kerja berkontribusi secara signifikan terhadap stres traumatik subjek. Hasil penelitian ini mengonfirmasi penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa beban kerja anggota berdampak pada stres yang dialami.
Motivasi, Stigma dan Coping Stigma pada Perempuan Bercadar Rahman, Alif Fathur; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v7n2.p103-115

Abstract

Full-face veil is a head scarf with a face cover which only leave eyes exposed used by Muslim women as accompanied with wearing long hijab and black dominated clothes covering body. A full-face veil has some kinds such as niqab and burqa. Women with full-face veil generally become the target of stigma. This study explores full-face veiled women’s experiences including their motivation that encourage them to wear it, the stigma they face, and how they cope with the stigma. Five women who wear full-face veils involved in this study. Data collected using semi-structured interviews and analyzed using interpretative phenomenological analysis. The result shows that wearing full-face veil is motivated primarily by religious loyalty and for guarding them from sexual objectification. Their strong religious loyalty make them ready to face stigma labelled by their surrounding society such as accused as a fanatic,a member of  terrorist group,  and being avoided by their surrounding people. The strategies they use to cope with the stigma cover internal and external strategies. The internal strategies consist of ignoring the stigma and taking the view that the stigma is caused by the surrounding society’s misunderstanding. Meanwhile, the external strategies include of taking effort to clarify and give the explanation to revise the misunderstanding,as well as participating in neighborhood activities.Key words: Muslim women, full-face veil, stigma, coping stigmaAbstrak: Cadar adalah penutup wajah perempuan muslim yang menutup wajah kecuali kedua mata digunakan dengan jilbab dan  baju kurung panjang serta didominasi warna gelap yang menutup seluruh tubuh. Perempuan bercadar biasanya rentan dengan stigma. Penelitian ini membahas pengalaman perempuan bercadar meliputi motivasi bercadar, bentuk stigma yang mereka hadapi, dan bagaimana cara mereka menghadapi stigma. Data dikumpulkan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis  fenomenologi interpretif. Penelitian ini mengungkap tiga tema yaitu motivasi bercadar, bentuk stigma yang dialami, dan strategi untuk menghadapi stigma. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi  bercadar muncul dari ketaatan dalam beragama dan keinginan untuk menghindarkan diri dari objektivikasi seksual. Hal ini membuat mereka siap menghadapi stigma seperti dianggap fanatik, anggota kelompok teroris, dan dihindari oleh orang-orang di sekitarnya. Strategi menghadapi stigma yang ditempuh partisipan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu strategi internal dengan cara mengabaikan dan memaklumi pandangan negatif masyarakat sekitar, dan strategi eksternal melalui pemberian penjelasan sebagai klarifikasi dan ikut melibatkan diri dalam kegiatan bersama masyarakat sekitar.
HUBUNGAN SIKAP DAN NORMA SUBYEKTIF DENGAN NIAT MENGKONSUMSI TABLET SUPLEMENTASI BESI PADA IBU HAMIL DI BANJARMASIN Setyobudihono, Sudjatmiko; Istiqomah, Ermina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.625 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n2.p106-112

Abstract

Compliance with someone who clearly was to have the power of giving orders is part of the existing and evolving behavior among the people of Asia and has not been widely understood in the health program based on the theory of Western countries. The research aims to identify the relationship between attitudes, subjective norms with intent, using data derived from pregnant women were given iron supplementation tablets free of at a health center in Banjarmasin (N = 250). Path analysis and structural equation modeling showed that the determinants of subjective norm is a strong determinant for the intention to consume tablets of iron supplementation in pregnant women. Health communication strategy on consumer tablet iron supplementation programs can be increased by taking into account subjective norms prevailing in society.Abstrak: Penggunaan bentuk tablet suplementasi besi dalam program penanggulangan anemia gizi besi masih dipandang sebagai salah satu cara terbaik dan efektif dalam program ini (Agarwal et al., 2008). Praktik pemberian tablet suplementasi zat besi sebagai langkah penanggulangan anemia hamil telah dilaksanakan tetapi terindikasi adanya bukti bahwa ibu hamil tidak memakannya secara kontinyu (Johnson dan Graham, 2011). Kepatuhan pada seseorang yang secara tegas sedang memiliki kekuasaan dalam memberi perintah merupakan bagian dari perilaku yang ada dan berkembang di kalangan masyarakat Asia dan belum banyak di pahami dalam program kesehatan yang berbasis pada teori negara Barat (Chang et al., 2009). Penelitian bertujuan mengidentifikasi hubungan antara sikap, norma subyektif dengan niat, menggunakan data yang berasal dari ibu hamil yang diberikan tablet suplementasi besi secara gratis dari di pusat kesehatan masyarakatdi Banjarmasin (N = 250). Analisis jalur dan structural equation modeling menunjukkan bahwa determinan norma subyektif adalah determinan kuat bagi niat mengkonsumsi tablet suplementasi besi pada ibu hamil. Dengan memperhatikan norma subjektif yang berlaku di masyarakat dapat meningkatkan kemampuan para penyuluh kesehatan dalam menyusun strategi komunikasi kesehatan yang lebih baik agar konsumsi tablet suplementasi besi dapat meningkat.
Peran Gaya Kepemimpinan Transformasional Guru Terhadap Efikasi Diri Siswa dalam Berwirausaha di Sekolah Dasar Wardhani, Fransisca Putri; Kurniawan, Jimmy Ellya
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.096 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v8n1.p1-10

Abstract

The influence of transformational leadership style on entrepreneurial self efficacy has been widely studied  within the organizational context. It is proven that transformational leadership style has an effect to entrepreneurial self efficacy. However, in the context of education, the study of the influence of transformational leadership style on student’s entrepreneurial self efficacy has been rarely conducted. The purpose of this study is to examine the influence of teacher’s transformational leadership style on entrepreneurial self efficacy among 148 elementary school students. Data were collected using the  perception of teacher’s transformational leadership style, and student’s entrepreneurial self efficacy questionnaires. The subject is students of a private elementary school in Surabaya that implement entrepreneurship education. Data were analyzed using regression method. As an additional analysis, data in each dimension of transformational leadership will be partially-correlation analyzed with student’s entrepreneurial self efficacy. From the regression analysis, it is found that teacher’s transformational leadership style has a positive effect to student’s entrepreneurial self efficacy with the value of F = 26,298, p < 0,05. The dimension that has significant correlation with self-efficacy of student entrepreneurship is charismatic with r = 0,181, p < 0,05. While motivational inspiration, intellectual stimulation and individual considerations have no significant correlation with student’s entrepreneurial self efficacy.Abstrak: Kajian pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap efikasi diri dalam berwirausaha telah banyak dilaksanakan di dalam konteks organisasi dan terbukti bahwa gaya kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh terhadap efikasi diri dalam berwirausaha. Namun dalam konteks pendidikan kewirausahaan, kajian antara gaya kepemimpinan transformasional guru dengan efikasi diri berwirausaha siswa belum banyak dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan transformasional guru terhadap efikasi diri berwirausaha pada 148 siswa sekolah dasar. Pengumpulan data dilaksanakan dengan kuesioner persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional guru dan efikasi diri berwirausaha dengan subjek penelitian siswa-siswa salah satu SD swasta di Surabaya yang menerapkan pendidikan ke wirausahaan. Data penelitian dianalisis menggunakan uji regresi. Sebagai uji tambahan, data pada setiap dimensi kepemimpinan transformasional dikorelasikan secara parsial dengan efikasi diri berwirausaha siswa. Dari uji regresi, didapatkan hasil bahwa gaya kepemimpinan transformasional guru berpengaruh positif terhadap efikasi diri berwirausaha siswa dengan nilai F = 26,298, p < 0,05. Dari keempat dimensi kepemimpinan transformasional guru, dimensi yang memiliki korelasi signifikan dengan efikasi diri berwirausaha siswa adalah kharismatik dengan r = 0,181, p < 0,05. Sedangkan dimensi inspirasi motivasional, stimulasi intelektual dan pertimbangan individual tidak memiliki korelasi signifikan dengan efikasi diri berwirausaha siswa.  
Persepsi Iklim Sekolah dan Kesejahteraan Subjektif Siswa di Sekolah Prasetyo, Ridwan Aji Budi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v8n2.p133-144

Abstract

Abstract: This study aimed to investigate the relationship between perception of school climate and student’s subjective well-being at school. Two instruments were used to collect data, namely (1) Scale of Subjective Well-Being at School, which was developed based on Osgood’s semantic differential mode; and (2) Scale of Perception of School Climate which was constructed based on Likert’s summated rating model. Ninety senior high school students participated in this study. They were selected by means of convenience sampling method. Multivariate correlation technique (MANOVA) was then applied to examine the correlation between the two constructs. The result revealed that there is a significant positive correlation between perception of school climate and student’s subjective well-being at school (F = 11.561, Partial Eta Square = 0.210, and p = 0.00 (p < 0.01)). Meanwhile, perception of school climate has significant positive correlation with both cognitive and affective aspects of subjective well-being, with the value of correlation coefficient tends to be higher with cognitive aspect than with affective aspect.Keywords: School climate, subjective well-being, school, studentAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara persepsi terhadap iklim sekolah dengan kesejahteraan subjektif siswa di sekolah. Dua skala disusun untuk pengumpulan data, yaitu: (1) Skala Kesejahteraan Subjektif di Sekolah, yang disusun berdasarkan model semantic differential Osgood dan (2) Skala Persepsi Iklim Sekolah, yang disusun berdasarkan model summated rating Likert. Sembilan puluh siswa berpartisipasi dalam penelitian ini. Sampel tersebut dipilih dengan teknik convenience sampling. Teknik korelasi multivariat (MANOVA) kemudian digunakan untuk menilai korelasi antara kedua konstruk tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara persepsi terhadap iklim sekolah dengan kesejahteraan subjektif siswa di sekolah (F = 11.561, Partial Eta Square = 0.210, and p = 0.00 (p < 0.01)). Sementara itu, persepsi terhadap iklim sekolah memiliki korelasi positif yang signifikan dengan aspek kognitif dan afektif dari kesejahteraan subjektif siswa di sekolah, dengan kecenderungan lebih tinggi pada aspek kognitif dibandingkan pada aspek afektif.
Meningkatkan Pola Pengasuhan Otoritatif melalui Program Excellent Parenting Hidayah, Rifa
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.99 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v11n2.p204-2016

Abstract

Successful motherhood in educating children requires learning how to best care for children. Excellent parenting programs make it easier for mothers to better care for their children. The study aim was to examine the effect of "excellent parenting program" on the authoritative parenting patterns of mothers. A total number of 14 mothers were involved in this study.  A quasi-experimental method was used. Data was collected using the authoritative parenting scale, and analyzed using t-test. The result shows that the excellent parenting program has a positive effect on the improvement of mother’s authoritative parenting. This study concludes that the excellent parenting program provides benefits for mothers to improve their authoritative parenting skills.Key words: Authoritative parenting, excellent parenting program, mother. Abstrak: Sukses menjadi ibu dalam mendidik anak memerlukan belajar bagaimana mengasuh yang terbaik untuk anak. Program excellent parenting membantu memudahkan ibu dalam menerapkan pola pengasuhan anak secara otoritatif. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh program excellent parenting terhadap pola pengasuhan otoritatif ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen terhadap 14 ibu. Pengumpulan data penelitian berupa skala pola pengasuhan otoritatif. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “program excellent parenting” memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan pola asuh otoritatif ibu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program excellent parenting bermanfaat bagi para ibu untuk meningkatkan pola asuh otoritatif.
Regulasi Diri dengan Burnout pada Guru Ekawanti, Sysditya; Mulyana, Olievia Prabandini
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.334 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v6n2.p113-118

Abstract

Teachers begin to experience symptoms of fatigue due to heavy workload characterized by working ineffectively in the classroom so that the interest of the students declined. This study aims to test whether there is relationship between self-regulation and burnout in teachers. The population was junior high school’s teacher. This study use population research, where all the population used as a sample. Researchers use all certified teachers in the school, participants are 35 teachers. The approach used is quantitative method. Data collected using self-regulation and burnout scales, and analyzed using pearson product moment correlation test. The results obtained from this study indicate that there is a significant relationship between self-regulation with burnout in teachers. Significant relationships are seen from the p-value of 0.017 and r value of -0.401. The r value indicates that the relationship between the two variables have a negative direction, meaning that the higher of self-regulation, the lower of burnout. Individual’s good self-regulation be able to cope stress and emotions, because of burnout arising drag on stress experienced by the individual.Abstrak: Guru mulai mengalami gejala kelelahan akibat beban kerja yang berat yang ditandai dengan kurang bekerja efektif didalam kelas sehingga minat kepada peserta didik menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara regulasi diri dengan burnout pada guru. Populasi penelitian ini adalah guru SMP. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi, dimana semua populasi digunakan sebagai sampel penelitian. Peneliti menggunakan semua guru yang sudah sertifikasi di sekolah tersebut yang berjumlah 35 orang guru. Pendekatan yang digunakan ialah kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan skala regulasi diri dan burnout, dan dianalisis menggunakan uji korelasional pearson product moment. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara regulasi diri dengan burnout pada guru. Hubungan yang signifikan tersebut dilihat dari nilai p sebesar 0,017 dan nilai r sebesar -0,401. Nilai r tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel memiliki arah negatif, artinya semakin tinggi regulasi diri maka semakin rendah burnout. Regulasi diri yang baik yang dimiliki individu akan mampu mengatasi stres dan emosi dalam dirinya, karena burnout timbul akibat stres yang berkepanjangan yang dialami individu.
Peran Harga Diri terhadap Fear of Missing Out pada Remaja Pengguna Situs Jejaring Sosial Siddik, Satria; Mafaza, Mafaza; Sembiring, Lala Septiyani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 10, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v10n2.p127-138

Abstract

Adolescents with fear of missing out  are afraid that others might be having rewarding experience that they are not aware of it so that they fail to control themselves from staying connected with others primarily through social networking sites (SNS). One of the factors causing this is self-esteem.The aim of this study is to examine the role of self-esteem on fear of missing out (FoMO) among adolescents who are using SNS. A total of 349 adolescents were recruited for this study using non-probability sampling technique. Data were collected using Fear of Missing Out Scale and Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised. Simple linear regression was used analyzed the data. The study found that self-esteem can predict FoMO and contributes in affecting the changes in FoMO among participants of the study.Keywords: Fear of missing out, self-esteem, Social Networking sites Abstrak. Remaja yang mengalami Fear of Missing Out (FoMO) merasa takut akan tertinggal momen berharga yang dilakukan orang lain jika ia tidak terus mengikuti apa yang dilakukan mereka. Akibatnya remaja seperti ini tidak mampu menahan diri dari keinginan untuk terus terhubung dengan orang lain terutama melalui situs jejaring sosial atau Social Networking Sites (SNS). Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai penyebab salah satunya harga diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji peran harga diri terhadap FoMO pada remaja yang menggunakan situs jejaring sosial. Data diperoleh dari sampel sebanyak 349 remaja yang direkrut menggunakan teknik nonprobability sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah skala Fear of Missing Out dan Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised. Data dianalisis menggunakan metode regresi linear sederhana. Hasil penelitian menemukan bahwa harga diri berperan signifikan terhadap kondisi FoMO pada subjek penelitian.
Penerapan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Peer Group untuk Meningkatkan Kemampuan Remaja dalam Menjalin Persahabatan Hariastuti, Retno Tri
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.506 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p135-140

Abstract

This study was conducted to examine the effectiveness of group guidance with peer group technique to improve friendship-making ability among adolescents who live in an orphanage institution. An experimental method with one group pre-test and post-test design was used. Forty young female teenagers who lived in Khoiriyah Hasyim orphanage institution in Surabaya were involved in the experiment. The subjects were chosen based on the pre-survey data collected using a questionnaire that shows the lack of their abilities in making friendship. Data were analysed using t-test. The result suggested that group guidance with peer group technique can improves adolescents’ friendship-making ability in the context of orphanage environments.Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pengaruh bim-bingan kelompok dengan teknik peer group untuk meningkatkan  kemampuan menjalin persahabatan di kalangan remaja yang tinggal di sebuah yayasan panti asuhan. Metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test  digu-nakan. Empat puluh remaja perempuan di panti asuhan Khoiriyah Hasyim  Surabaya dilibatkan dalam eksperimen tersebut. Partisipan penelitian dipilih berdasarkan data pra-survei yang dikumpulkan melalui angket yang menunjukkan kurangnya kemampuan mereka dalam menjalin persahabatan dalam kelompok sebaya. Data dianalisis  menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok bim-bingan dengan teknik peer group dapat meningkatkan persahabatan  kemam-puan membuat remaja di  lingkungan panti asuhan.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue